Author Topic: Apakah Tuhan merugi jika Manusia berdosa?  (Read 4879 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 12, 2016, 09:02:37 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12241
  • tidak menyimpan kepahitan
Benar. Saya sependapat.
Lalu mengapa Tuhan merasa merugi sehingga harus turun untuk membebaskan orang-orang yang merugi karena dosa?
Benar. Saya sependapat. Bagi pemikiran saya sahaja lho ya.
Tetapi bisakah anda jelaskan pertanyaan saya yang diatas post ini?

Turunya TUHAN bukan karena Dia merasa merugi melainkan karena Dia mau menolong manusia yang merugi karena dosa. :D
February 12, 2016, 09:10:34 PM
Reply #11
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Bukan karena Tuhan merasa merugi tapi karena Kasih-Nya.

Kalau Tuhan tidak turun, Kasih Tuhan berkurang tidak kepada Manusia yang hina ini?
February 12, 2016, 09:14:42 PM
Reply #12
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Turunya TUHAN bukan karena Dia merasa merugi melainkan karena Dia mau menolong manusia yang merugi karena dosa. :D

Apakah jika Tuhan tidak turun, manusia tetap tidak tertolong?
February 12, 2016, 09:21:45 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12241
  • tidak menyimpan kepahitan
Apakah jika Tuhan tidak turun, manusia tetap tidak tertolong?
Jika TUHAN tidak turun maka manusia tetap merugi karena dosa.
February 12, 2016, 09:23:26 PM
Reply #14
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Turunya TUHAN bukan karena Dia merasa merugi melainkan karena Dia mau menolong manusia yang merugi karena dosa. :D

Mohon maaf atas kesalahan penulisan saya. Maksudku dan menurutku, dengan turunnya Tuhan ke bumi dan berwujud seperti manusia hina lainnya adalah suatu kerugian besar bagi Tuhan itu sendiri. Tuhan merugi karena kita mengaggu Dia di atas singgasana-Nya.
Tak sepatutnya Tuhan berkorban untuk kita..
« Last Edit: February 12, 2016, 09:28:31 PM by Stwan Zenn »
February 12, 2016, 09:26:51 PM
Reply #15
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Jika TUHAN tidak turun maka manusia tetap merugi karena dosa.

Apakah itu cara yang elegan dan sempurna bagi Tuhan yang sangat Agung dan untuk kita yang sangat kecil?
February 12, 2016, 09:29:41 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12241
  • tidak menyimpan kepahitan
Mohon maaf atas mesalahan penulisan saya. Maksudku dan menurutku, dengan turunnya Tuhan ke bumi dan berwujud seperti manusia hina lainnya adalah suatu kerugian besar bagi Tuhan itu sendiri. Tuhan merugi karena kita mengaggu Dia di atas singgasana-Nya.
Tak sepatutnya Tuhan berkorban untuk kita..

Memang benar, bahwa tidak sepatutnya TUHAN turun dari singgasana-Nya untuk menolong manusia yang hina-dina karena dosa seperti kita; Tetapi, oleh karena begitu besar kasih TUHAN kepada kita, maka Dia rela meninggalkan Kemuliaan Singgasana-Nya bagi kita.

Itulah alasannya kenapa TUHAN turun menolong kita.
February 12, 2016, 10:15:04 PM
Reply #17
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Memang benar, bahwa tidak sepatutnya TUHAN turun dari singgasana-Nya untuk menolong manusia yang hina-dina karena dosa seperti kita; Tetapi, oleh karena begitu besar kasih TUHAN kepada kita, maka Dia rela meninggalkan Kemuliaan Singgasana-Nya bagi kita.

Itulah alasannya kenapa TUHAN turun menolong kita.

Apakah Tuhan tidak mampu menyuruh pesuruh-pesuruhnya untuk menyebarkan petunjuk & tanda-tanda Kebesaran-Nya kepada kita? Mengorbankan diri-Nya ke bumi bagi ku adalah ketidakmampuan-Nya mengurusi seluruh ciptaan-Nya.

Ibaratkan kedudukan sorang Raja, Pemimpin, atau Presiden (ambil contoh kedudukannya saja) mereka mempunyai Negara, Rakyat & Wilayah.

Bagaimana cara mereka bekerja? Mereka akan mengurusinya dengan cara memberi intruksi bagaimana yg baik & tidak baik kepada pembantu-pembantunya untuk disampaikan kepada rakyat-rakyatnya atau untuk mempertahankan wilayahnya.

Sang Raja tidak mungkin mengurusi rakyatnya yang rusak dan tidak baik di suatu wilayah dengan cara mengorbankan dirinya sendiri yang Agung kepada rakyatnya di wilayah itu.
Kenapa? Karena Raja memiliki Kerajaan. Raja memiliki kekuatan. Raja memiliki Pesuruh yang siap menyebarkan informasi apa yang Raja inginkan untuk mengurusi wilayah itu.

Jika Tuhan mengurusi manusia dan turun ke Bumi yang sangat kecil ini sebagai manusia, bagaimana nasib galaksi di alam semesta ini yang sangaaaaaaaaaaaaaat Luas?
Bumi ini kecil. Saya tidak tega melihat Tuhan saya turun menjadi hal yang kecil.

Saya rasa itu adalah suatu cara Pemimpin yang elegan dan sempurna dalam mengurusi umatnya. Saya juga meyakini bahwa Tuhan itu lebih hebat dari semua raja-raja di dunia ini.
Tidak mungkin Tuhan memiliki ketidaksanggupan sementara ciptaan-Nya sanggup melakukannya.
February 12, 2016, 11:00:00 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12241
  • tidak menyimpan kepahitan
Apakah Tuhan tidak mampu menyuruh pesuruh-pesuruhnya untuk menyebarkan petunjuk & tanda-tanda Kebesaran-Nya kepada kita? Mengorbankan diri-Nya ke bumi bagi ku adalah ketidakmampuan-Nya mengurusi seluruh ciptaan-Nya.

Ibaratkan kedudukan sorang Raja, Pemimpin, atau Presiden (ambil contoh kedudukannya saja) mereka mempunyai Negara, Rakyat & Wilayah.

Bagaimana cara mereka bekerja? Mereka akan mengurusinya dengan cara memberi intruksi bagaimana yg baik & tidak baik kepada pembantu-pembantunya untuk disampaikan kepada rakyat-rakyatnya atau untuk mempertahankan wilayahnya.

Sang Raja tidak mungkin mengurusi rakyatnya yang rusak dan tidak baik di suatu wilayah dengan cara mengorbankan dirinya sendiri yang Agung kepada rakyatnya di wilayah itu.
Kenapa? Karena Raja memiliki Kerajaan. Raja memiliki kekuatan. Raja memiliki Pesuruh yang siap menyebarkan informasi apa yang Raja inginkan untuk mengurusi wilayah itu.

Jika Tuhan mengurusi manusia dan turun ke Bumi yang sangat kecil ini sebagai manusia, bagaimana nasib galaksi di alam semesta ini yang sangaaaaaaaaaaaaaat Luas?
Bumi ini kecil. Saya tidak tega melihat Tuhan saya turun menjadi hal yang kecil.

Saya rasa itu adalah suatu cara Pemimpin yang elegan dan sempurna dalam mengurusi umatnya. Saya juga meyakini bahwa Tuhan itu lebih hebat dari semua raja-raja di dunia ini.
Tidak mungkin Tuhan memiliki ketidaksanggupan sementara ciptaan-Nya sanggup melakukannya.
TUHAN sudah mengirimkan para nabi atau para utusan-Nya; TUHAN sudah perlihatkan tanda-tanda Kebesaran-Nya. Apakah dengan cara-cara itu persoalan manusia karena dosa sudah terselesaikan??? BELUM!!

Bahkan, TUHAN sudah turun-pun, persoalan dosa masih merajalela atas manusia; Apalagi jika TUHAN tidak pernah turun!?


Lagi pula, ketika TUHAN turun ke bumi sebagai Manusia tidak menghilangkan Kemuliaan dan Kekuasaan-Nya atas langit dan bumi ini.... Dia tetap TUHAN yang berkuasa atas semua yang dijadikan-Nya.

Kemuliaan TUHAN sebagai Raja segala raja itu justru dapat terlihat ketika Dia mau turun menyambangi makhluk-Nya yang hina ini. Tidak seperti Raja-Raja dunia yang alergi untuk bersentuhan dengan rakyatnya. :D
February 12, 2016, 11:41:28 PM
Reply #19
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
TUHAN sudah mengirimkan para nabi atau para utusan-Nya; TUHAN sudah perlihatkan tanda-tanda Kebesaran-Nya. Apakah dengan cara-cara itu persoalan manusia karena dosa sudah terselesaikan??? BELUM!!

Bahkan, TUHAN sudah turun-pun, persoalan dosa masih merajalela atas manusia; Apalagi jika TUHAN tidak pernah turun!?


Lagi pula, ketika TUHAN turun ke bumi sebagai Manusia tidak menghilangkan Kemuliaan dan Kekuasaan-Nya atas langit dan bumi ini.... Dia tetap TUHAN yang berkuasa atas semua yang dijadikan-Nya.

Kemuliaan TUHAN sebagai Raja segala raja itu justru dapat terlihat ketika Dia mau turun menyambangi makhluk-Nya yang hina ini. Tidak seperti Raja-Raja dunia yang alergi untuk bersentuhan dengan rakyatnya. :D

Saya sangat sependapat dengan paragraf pertama anda. Tuhan sudah mengutus Rasul dan para utusan-Nya ke bumi semenjak peradaban manusia diciptakan. Manusia pun tetap melakukan dosa, karena tidak mematuhi nabi-nabi pada zamannya.

Anda mengatakan jika "TUHAN sudah turun-pun, persoalan dosa masih merajalela atas manusia; Apalagi jika TUHAN tidak pernah turun!?" Kalimat itu secara tidak langsung membuktikan bahwa Tuhan yang saudara bicarakan itu lemah.

Ini Tuhan. GOD. Pencipta semesta alam.  Maha Kuasa Segala-galanya. Saya yakin anda percaya pernyataan ini.

Tuhan saat itu turun/lahir di bumi Palestina tepatnya di Betlehem. Jika anda mengatakan bahwa Dia tetap diMuliakan dan tetap Berkuasa di langit dan bumi, Mengapa dia tidak menyuruh seluruh umat manusia di bumi ini untuk menyembah-Nya dan memuliakan-Nya? Toh dia tidak kehilangan Kemuliaan-Nya dan Kekuasaan-Nya di bumi yang kita pijaki ini.

Senang bisa berdialog dengan anda.
Terimakasih sudah mau menanggapi tulisan saya. Terimakasih :)
Lanjutkan
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)