Author Topic: Apakah Tuhan merugi jika Manusia berdosa?  (Read 4198 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 13, 2016, 12:13:04 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12151
  • tidak menyimpan kepahitan
Anda mengatakan jika "TUHAN sudah turun-pun, persoalan dosa masih merajalela atas manusia; Apalagi jika TUHAN tidak pernah turun!?" Kalimat itu secara tidak langsung membuktikan bahwa Tuhan yang saudara bicarakan itu lemah.

Ini Tuhan. GOD. Pencipta semesta alam.  Maha Kuasa Segala-galanya. Saya yakin anda percaya pernyataan ini.
Sekalipun TUHAN sudah turun ke dunia dan dosa masih juga merajalela atas manusia, namun bukan berarti TUHAN kehilangan Kemuliaan-Nya dan Kekuasan-Nya.... itu yang saya percayai.

Sebab, Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan dosa yang menguasai manusia. Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN ada di atas, bahkan berada di paling atas; Sedangkan dosa ada di bawah, dan bahkan ada di yang paling bawah.

Itu artinya, penilaian terhadap TUHAN yang turun ke bumi = TUHAN yang lemah, --menurut saya-- kurang tepat bahkan salah; sebab tidak sebanding --dan tidak bisa dibandingkan secara langsung-- antara Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN  dengan dosa.

Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN tetap/kekal, bahkan menjadi lebih nyata lagi ketika Dia mau turun ke bumi dan menjadi sama dengan Manusia.

Tuhan saat itu turun/lahir di bumi Palestina tepatnya di Betlehem. Jika anda mengatakan bahwa Dia tetap diMuliakan dan tetap Berkuasa di langit dan bumi, Mengapa dia tidak menyuruh seluruh umat manusia di bumi ini untuk menyembah-Nya dan memuliakan-Nya? Toh dia tidak kehilangan Kemuliaan-Nya dan Kekuasaan-Nya di bumi yang kita pijaki ini.
TUHAN yang lahir di Betlehem tidak pernah memerintahkan seluruh umat manusia untuk memuliakan dan menyembah-Nya; Jadi wajar saja jika hari ini --anda lihat-- tidak semua manusia memuliakan dan menyembah TUHAN yang lahir di Betlehem.

Sedangkan Allah yang menciptakan manusia dan jin untuk menyembah-Nya saja, masih ada juga manusia2 yang kafir dan jin2 yang kafir..... bahkan lebih banyak dari pada yang menyembah Allah. :)
Jadi apabila saya tanya kepada para penyembah Allah; Apakah artinya Allah kehilangan Kemuliaan dan kekuasaan-Nya atas manusia dan jin? maka jawabnya pasti TIDAK kan?

Oleh sebab itu --saya pikir-- bukan soal2 itu yang harus anda kritisi untuk mengetahui apakah TUHAN yang lahir di Betlehem itu benar-benar TUHAN atau bukan.

Senang bisa berdialog dengan anda.
Terimakasih sudah mau menanggapi tulisan saya. Terimakasih :)
Lanjutkan
Sayapun senang bisa berdiskusi dengan sdr.
« Last Edit: February 13, 2016, 01:51:46 AM by sizxbn »
February 13, 2016, 01:03:41 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Apakah Tuhan merasa diuntungkan jika Manusia berbuat baik?
Apakah Tuhan merasa merugi jika Manusia berdosa?
Di posting ini Anda bertanya.

Lalu mengapa Tuhan merasa merugi sehingga harus turun untuk membebaskan orang-orang yang merugi karena dosa?
Di posting ini Anda berkesimpulan bahwa "Tuhan --memang-- merasa merugi".
Boleh tahu parameter, standar atau ukuran yang Anda pakai dalam membuat kesimpulan di atas?
February 13, 2016, 04:20:36 AM
Reply #22
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Di posting ini Anda bertanya.
Di posting ini Anda berkesimpulan bahwa "Tuhan --memang-- merasa merugi".
Boleh tahu parameter, standar atau ukuran yang Anda pakai dalam membuat kesimpulan di atas?


Mohon maaf ya jika tidak jelas.
Saya sebenarnya tidak ingin menulis 'merasa' pada kalimat itu, melainkan 'harus'.
Karena ntah mengapa saya mempunyai keyakinan bahwa Tuhan harus mengorbankan Diri-Nya ke bumi demi meluruskan manusia dari dosa adalah sebuah kerugian besar bagi Tuhan.
Maklum mas, ngantuk hehe
February 13, 2016, 05:02:19 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2893
  • Gender: Male
  • Salam
    • Google
  • Denominasi: Christian
Kalau Tuhan tidak turun, Kasih Tuhan berkurang tidak kepada Manusia yang hina ini?
Hmm, ga akan ada habisnya apabila ber-kalau-kalau.
If your religion requires that you hate someone - you need a new religion.
February 13, 2016, 05:17:21 AM
Reply #24
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Sekalipun TUHAN sudah turun ke dunia dan dosa masih juga merajalela atas manusia, namun bukan berarti TUHAN kehilangan Kemuliaan-Nya dan Kekuasan-Nya.... itu yang saya percayai.

Sebab, Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan dosa yang menguasai manusia. Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN ada di atas, bahkan berada di paling atas; Sedangkan dosa ada di bawah, dan bahkan ada di yang paling bawah.

Itu artinya, penilaian terhadap TUHAN yang turun ke bumi = TUHAN yang lemah, --menurut saya-- kurang tepat bahkan salah; sebab tidak sebanding --dan tidak bisa dibandingkan secara langsung-- antara Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN  dengan dosa.

Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN tetap/kekal, bahkan menjadi lebih nyata lagi ketika Dia mau turun ke bumi dan menjadi sama dengan Manusia.
TUHAN yang lahir di Betlehem tidak pernah memerintahkan seluruh umat manusia untuk memuliakan dan menyembah-Nya; Jadi wajar saja jika hari ini --anda lihat-- tidak semua manusia memuliakan dan menyembah TUHAN yang lahir di Betlehem.

Sedangkan Allah yang menciptakan manusia dan jin untuk menyembah-Nya saja, masih ada juga manusia2 yang kafir dan jin2 yang kafir..... bahkan lebih banyak dari pada yang menyembah Allah. :)
Jadi apabila saya tanya kepada para penyembah Allah; Apakah artinya Allah kehilangan Kemuliaan dan kekuasaan-Nya atas manusia dan jin? maka jawabnya pasti TIDAK kan?

Oleh sebab itu --saya pikir-- bukan soal2 itu yang harus anda kritisi untuk mengetahui apakah TUHAN yang lahir di Betlehem itu benar-benar TUHAN atau bukan.
Sayapun senang bisa berdiskusi dengan sdr.

Saya setuju dengan anda bahwa Kekuasaan dan Kemuliaan Tuhan sangatlah Tinggi, berada di paling atas. Tapi menurut saya yang membuat hal ini sangat aneh dan tidak pantas adalah Tuhan Yang Maha Tinggi bertemu dengan manusia yang dikuasai oleh  dosa yang berada di paling bawah.
Mengapa anda mempercayai bahwa itu tidak mengurangi Kemuliaan dan Kekuasaan Tuhan?

Jika menurut anda seperti itu, menurut saya dengan diturunkan-Nya Tuhan ke bumi ini sebagai tindak pelemahan Tuhan. Anda percaya bahwa Tuhan itu kekal, saya pun percaya bahwa Tuhan itu kekal.
Tapi jika Tuhan diturunkan ke bumi ini,  itu artinya Tuhan memiliki sebuah ruang dan waktu yang merupakan bukan ciri-ciri Ketuhanan, yaitu Kekal dan tidak akan Musnah. Saya percaya bahwa Tuhan itu tidak memilki waktu atau tidak memilki awal dan akhir dalam bentuk apapun. Saya hanya mempercayai Tuhan di Sorga.

Tuhan cukup mengutus para utusan-Nya untuk menyampaikan tanda-tanda Kebesaran-Nya di bumi pun saya kira sudah cukup untuk manusia. Tuhan tidak perlu menunjukan Diri-nya dengan turun ke bumi untuk meyakinkan manusia bahwa Tuhan itu lebih nyata.

Kenapa?
Karena menurut saya manusia dan jin yang anda sebutkan itu memiliki sebuah Akal dan Pikiran.

Tuhan menciptakan kita dengan salah satu Anugrah yaitu Freewill atau KEHENDAK BEBAS.

Jika seseorang tumbuh di kalangan orang-orang atheist dan dia terlahir atheist, lalu dia menggunakan Akal & Pikirannya, dia pasti bisa menemukan dan menyadari siapa Tuhan Sejati tanpa diturunkan-Nya Tuhan, karena Tuhan sudah menyampaikan tanda-tanda Kebesaran-Nya di seluruh alam semesta ini bila kita amati.



.
February 13, 2016, 10:40:31 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
Q1. Apakah Tuhan merasa diuntungkan jika Manusia berbuat baik? 
A1. (imo), YA.
Merasa di untungkan tidak didalam pengertian untung didalam bisnis, melainkan merasa "tidak sia sia".

Quote
Q2. Apakah Tuhan merasa merugi jika Manusia berdosa?
Q2. (imo), YA.
Merasa merugi tidak didalam pengertian rugi didalam bisnis, melainkan merasa "sia sia".

[sia sia / tidak_sia sia] nya didalam hal memberikan apapun (Law/Order/nasehat/kekuatan dlsb).


Dilain sisi,
Tuhan memberikan "tool" pada setiap manusia, yakni iman.
Perihal "untung-rugi" melalui "tool" ini didalam posibilitas eksis dari tiap manusia.

Pabila ada orang yg pake "tool" ini,
maka orang ybs itu sendiri yg akan merasa dirinya beruntung karena diberikan (diberi tau) ungu dan akan merasa rugi pabila menyia-nyiakan ungu. Tidak menyia-nyiakan ungu tidak bisa menjadikan keberuntungan utama orang ybs, karena keberuntungan itu sendiri sudah ada duluan - yakni diberikan/diberi_tau ungu dan dikasih "tool" agar bisa dipake.

"untung tool-nya di kasih" mendahului "untung saya pake tool-nya"
"untung ada ungu" mendahului "untung saya tidak menyia-nyiakan ungu"

Pabila tidak ada orang yg pake "tool" ini,
orang ybs tidak tau perihal "untung-rugi"nya.

Q1. Apakah Tuhan merasa diuntungkan jika Manusia berbuat baik? 
A1. (imo), YA.
Jangan ditinjau secara dari sikon "untung"nya lalu stop disini ... melainkan lanjutin lagi dari sikon "untung"-nya menyebabkan sikon/state yg begimana. IMO, kelanjutannya adalah state/sikon "senang".

Quote
Q2. Apakah Tuhan merasa merugi jika Manusia berdosa?
Q2. (imo), YA.
Jangan ditinjau secara dari sikon "rugi"nya lalu stop disini ... melainkan lanjutin lagi dari sikon "rugi"-nya menyebabkan sikon/state yg begimana. IMO, kelanjutannya adalah state/sikon "sedih".

berkhayal.com  :char11:

:)
salam.
February 13, 2016, 11:02:57 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12151
  • tidak menyimpan kepahitan
Saya setuju dengan anda bahwa Kekuasaan dan Kemuliaan Tuhan sangatlah Tinggi, berada di paling atas. Tapi menurut saya yang membuat hal ini sangat aneh dan tidak pantas adalah Tuhan Yang Maha Tinggi bertemu dengan manusia yang dikuasai oleh  dosa yang berada di paling bawah.
TUHAN yang seperti itu memang menjadi sangat aneh apabila sudut pandang seseorang tetap pada posisi --seolah-olah bisa-- diperbandingkan antara Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN dengan hina-dinanya dosa.

Mengapa anda mempercayai bahwa itu tidak mengurangi Kemuliaan dan Kekuasaan Tuhan?
Saya dapat mempercayai-nya karena saya tidak memperbandingkannya --Kemuliaan dan Kekuasaan TUHAN-- dengan dosa.

Jika menurut anda seperti itu, menurut saya dengan diturunkan-Nya Tuhan ke bumi ini sebagai tindak pelemahan Tuhan. Anda percaya bahwa Tuhan itu kekal, saya pun percaya bahwa Tuhan itu kekal.
Tapi jika Tuhan diturunkan ke bumi ini,  itu artinya Tuhan memiliki sebuah ruang dan waktu yang merupakan bukan ciri-ciri Ketuhanan, yaitu Kekal dan tidak akan Musnah. Saya percaya bahwa Tuhan itu tidak memilki waktu atau tidak memilki awal dan akhir dalam bentuk apapun. Saya hanya mempercayai Tuhan di Sorga.
Apakah "sorga" --menurut kamu-- bukan suatu ruangan yang berada dalam waktu?

Tuhan cukup mengutus para utusan-Nya untuk menyampaikan tanda-tanda Kebesaran-Nya di bumi pun saya kira sudah cukup untuk manusia. Tuhan tidak perlu menunjukan Diri-nya dengan turun ke bumi untuk meyakinkan manusia bahwa Tuhan itu lebih nyata.
Jika kamu pikir sudah cukup dengan hanya mengutus para utusan-Nya saja, mengapa masih banyak manusia yang tidak menyembah TUHAN?

Kenapa?
Karena menurut saya manusia dan jin yang anda sebutkan itu memiliki sebuah Akal dan Pikiran.
Jadi artinya apakah akal dan pikiran manusia itu lebih kuat kuasanya dari pada kuasa TUHAN sendiri? :)

Tuhan menciptakan kita dengan salah satu Anugrah yaitu Freewill atau KEHENDAK BEBAS.

Jika seseorang tumbuh di kalangan orang-orang atheist dan dia terlahir atheist, lalu dia menggunakan Akal & Pikirannya, dia pasti bisa menemukan dan menyadari siapa Tuhan Sejati tanpa diturunkan-Nya Tuhan, karena Tuhan sudah menyampaikan tanda-tanda Kebesaran-Nya di seluruh alam semesta ini bila kita amati.
.
Jika sekiranya manusia mampu menemukan TUHAN sejati dengan akal dan pikirannya; Kenapa para atheis sampai saat ini tidak banyak yang menemukan TUHAN?

Bukankah orang-orang atheis lebih menggunakan akal dan pikirannya sendiri?
« Last Edit: February 13, 2016, 11:16:01 AM by sizxbn »
February 13, 2016, 01:14:02 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2069
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Benar. Saya sependapat.
Lalu mengapa Tuhan merasa merugi sehingga harus turun untuk membebaskan orang-orang yang merugi karena dosa?

kalau menurutku kita belum sependapat,,,  :)

karena bro mengatakan Tuhan merasa merugi karena membebaskan orang orang yang merugi karena dosa..


kalau boleh tahu apa alasan bro, mengatakan Tuhan merasa merugi???



salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 13, 2016, 06:43:26 PM
Reply #28
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 44
  • Denominasi: protestan

Tuhan itu Maha Besar, bukan?
Tuhan yang menciptakan alam semesta bukan? Yang menciptakan galaksi, matahari dan planet2 bukan?
Dia begitu Besarnya sehingga tidak ada yang bisa menandinginya, bukan?

Setujukah anda betapa Besar-nya Tuhan turun ke bumi di planet yang sangat kecil ini hanya untuk menebus dosa manusia?

Apakah manusia akan rugi jika Tuhan tidak turun ke bumi?

Jika anda mengatakan manusia akan rugi,

Apakah manusia tidak cukup hanya diberi akal pikirian yang sangat cerdas untuk berpikir bahwa Tuhan itu mengasihinya tanpa Tuhan turun ke bumi?

Saya hanya berdialog.. Jangan berpikiran negatif.
Terimakasih atas jawabannya, saya sangat mengapresiasi kalian

:)
iya kita berdialog, saya sepertinya gk ada mengatakan manusia akan rugi/untung atau Tuhan pun rugi/untung, saya cuma bertanya apa yoh 3:16 sudah berubah menjadi soal untung rugi di pihak Tuhan?, sehingga terbersit pertanyaan untung rugi.

saya juga pernah berdialog waktu sd dengan mama saya;
saya jaman sd: "Ma Tuhan kan di langit, kalau turun hujan berarti Tuhan lagi mandi ya ma?"....
saya terbersit pertanyaan itu, karena di skolah minggu sama guru nya di ceritain Tuhan di langit, lalu saya mikir kalau hujan turun mungkin itu berarti Tuhan lagi mandi..
February 14, 2016, 04:28:52 AM
Reply #29
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 14
Apakah "sorga" --menurut kamu-- bukan suatu ruangan yang berada dalam waktu?

Hehe. Jangan bayangkan Sorga kita dengan Sorga Allah adalah tempat yang sama. Semua Ilmu dan semua hal yang Allah punya tidak akan bisa kita Imajinasikan serta kita raih 'kejeniusan'  Tuhan. 
Jangan bayangkan Sorga Tuhan itu adalah Sorga yang ditempati manusia juga kelak. 
Jangan bayangkan mata Tuhan itu adalah mata yang mempunyai kelopak juga sehingga bisa berkedip seperti manusia. Saya dan anda pun tidak akan bisa membayangi wujud asli Tuhan seperti apa, yang ada kita bisa menjadi gila.

Apa yang dimiliki Tuhan tidak seperti apa yg dimiliki ciptaan-Nya.
Jika membahas apakah Sorga yg akan ditempati manusia memiliki ruang dan waktu, menurut saya kemungkinan Iya. Karena Roh Manusia menempati ruang dan waktu dalam jasad kita. Saya juga tidak punya bayangan Sorga itu seperti apa karena saya masih di bumi.

Quote
Jadi artinya apakah akal dan pikiran manusia itu lebih kuat kuasanya dari pada kuasa TUHAN sendiri?


Bukan. Artinya manusia itu mampu menyadari Tanda-Tanda Kebesaran Tuhan hanya dengan akal dan pikiriannya sendiri. Menyadari 'keberadaan' Tuhan. Saya tidak mengatakan hanya dengan akal dan pikiran manusia mampu menyaingi Tuhan.

Quote
Jika kamu pikir sudah cukup dengan hanya mengutus para utusan-Nya saja, mengapa masih banyak manusia yang tidak menyembah TUHAN?


Karena hidup ini adalah sebuah TES atau sebuah UJIAN.
Tuhan menurunkan bukti-bukti-Nya dan petunjuk-Nya dalam Al-Kitab contohnya untuk semata-mata membuat manusia berfikir bahwa inilah pedoman untuk melalui UJIAN yang sedang kita lakukan saat ini.
Lalu kenapa manusia masih ada yang tidak menyembah Tuhan? Karena Allah menciptakan saya dan anda serta seluruh umat manusia dengan dikarunai kemampuan bernama FREEWILL atau Kehendak Bebas.
Kita semua mempunyai Kehendak Bebas tidak seperti pesuruh-pesuruh di dalam Kerajaan-Nya yang hanya mematuhi.
Anda saat ini pun bisa melakukan apa yang Anda mau, membunuh, merampok, dan berzina sekalipun. Tapi anda tidak melakukannya.
Kenapa? Karena anda memiliki sebuah Pedoman dari Tuhan.
Bagaimana dengan manusia yang tidak mengikuti Tuhan? Tuhan telah memberi manusia FREEWILL dan sudah pula menurunkan Pedoman-Nya, itu semua karena manusia itu sendiri yang tidak menggunakan Kehendak Bebas atau akal dan pikirannya dengan baik. Jadi itu adalah salah manusia sendiri dan bukan tentang tanggungjawab/Kasih Tuhan untuk turun ke bumi, bukan?

Quote
Bukankah orang-orang atheis lebih menggunakan akal dan pikirannya sendiri?


Jika saya dan Anda yang menyadari Keadaan Tuhan lalu melihat para Atheis, apakah kita berfikir mereka sudah menggunakan akal dan pikirannya dengan baik?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)