Author Topic: Saksi-Saksi Yehuwa adalah juga Kristen  (Read 11611 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 13, 2016, 12:30:30 AM
Reply #120
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3154
  • Gender: Male
  • Denominasi: Yesus itu Allah
Dasarnya adalah Galatia 1 : 8 - 9 dan Wahyu 22 : 18 - 19, sehingga berdasarkan ayat-ayat tersebut lah, maka sebagai orang-orang percaya, "Harus mempercayai, meyakini dan mengimani", bahwa Alkitablah satu-satunya yang memiliki "kebenaran mutlak", sehingga setiap pemikiran dan setiap pendapat yang "bertentangan" dengan apa yang tertulis dalam Alkitab, maka pemikiran dan pendapat itu "Hanyalah tafsiran manusia belaka".

Salam ...
di Galatia 1 khan ada 1 perikop lengkap yah harus dibaca lengkap lah, khan ada tertulis juga  tuh :

1:23   Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.

nah dahulu Saulus itu pembinasa jemaat yang mengimani apa dari berita injil ?
jika iman dari berita injil yang hendak dibinasakan Saulus itu berbeda dengan yang dibawa SSY, maka sudah jelas dunk posisinya.
datang sebagai anak kecil kepada Bapa - Yesus memberkatimu.
March 13, 2016, 01:26:14 AM
Reply #121
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
di Galatia 1 khan ada 1 perikop lengkap yah harus dibaca lengkap lah, khan ada tertulis juga  tuh :

1:23   Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.

nah dahulu Saulus itu pembinasa jemaat yang mengimani apa dari berita injil ?
jika iman dari berita injil yang hendak dibinasakan Saulus itu berbeda dengan yang dibawa SSY, maka sudah jelas dunk posisinya.

Begini saudara ku ...

Iman percaya saulus sebelum bertobat adalah berbeda dengan iman percaya SSY saat ini, dimana sebelum bertobat Saulus tidak mengakui Yesus adalah Anak Allah dan Juru Selamat manusia, sehingga saulus melakukan pembantaian terhadap orang-orang percaya, sementara Iman Percaya SSY adalah percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juru Selamat manusia, serta SSY tidak melakukan pembantaian terhadap orang-orang percaya.

Nah, mari kita lihat sejarah lahirnya SSY ?

SSY itu tidak lahir serta-merta secara ajaib, tanpa melalui dasar-dasar histori yang kuat, dimana "cikal-bakal" ajaran SSY tersebut adalah berasal dari Ajaran Yudas Iskariot, pada waktu Yesus mengutus para murid dan sebelum Yesus mati.

Sewaktu Yudas di utus memberitakan Firman Tuhan oleh Yesus, maka Yudas tersebut memiliki para pengikutnya, sehingga ajaran yudas tersebut, telah berkembang pada saat Yesus masih hidup dan belum disalibkan, karena ajaran tersebut "berbeda" dengan ajaran dari murid-murid lainnya, maka dalam banyak kesempatan .. Yesus bertanya kepada para murid, bagaimanakah mereka memahami Eksistensi Diri-Nya.

Nah, jawaban-jawaban yang berbeda dari para murid tersebut, termasuk jawaban dari yudas iskariot sendiri, ditampung oleh Yesus semua, dimana Yesus tidak pernah sekalipun mengatakan, bahwa apa yang dipahami oleh Yudas atas Eksistensi Diri-Nya adalah suatu "Kesesatan". Namun, Yesus telah membandingkan jawaban Yudas tersebut dengan jawaban dari para murid lainnya, dan memberikan kebebasan pada para pengikutnya, untuk mehami siapakah Diri Yesus, berdasarkan iman percaya masing-masing.

Jadi, jika cikal-bakal ajaran SSY ini telah berkembang pada saat Yesus masih hidup dan Yesus tidak pernah mengatakan, bahwa mereka adalah sesat, lalu .. bagai mana mungkin kita manusia yang ada saat ini, mengatakan SSY itu adalah sesat ?

Nah, hal-hal seperti ini .. juga terjadi pada masa rasul-rasul, sehingga Rasul Paulus menegaskan, agar kita tidak terus menjadi "bayi" yang hanya mempersoalkan permasalahan-permasalahan dasar-dasar iman percaya, tetapi rasul paulus menyarankan, agar kita bertumbuh dewasa dalam Iman, sehingga lebih berorientasikan pada pelaksanaan kasih, sebab sebesar apapun iman percaya kita, jika kita tidak memiliki dan melakukan Kasih, maka semua iman percaya kita itu akan mati dan menjadi sia-sia.

Jadi, seperti apa yang saya jelaskan diatas, maka saya berkesimpulan, bahwa SSY itu tidak sesat, hanya mereka belum dewasa dalam memahami Eksistensi Yesus Kristus dan mereka adalah saudara-saudara se-iman kita di dalam Tuhan Yesus dan saya berkeyakinan dan percaya, mereka akan mendapat tempat juga dalam Kerajaan Yesus Kristus.


Salam ...
March 13, 2016, 06:53:31 AM
Reply #122
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 342
  • Gender: Male
  • FK - Roman ChaTOLic
  • Denominasi: Kuasa Mengampuni para Paus merupakan bukti Antikristus dalam Alkitab?
Begini saudara ku ...

Iman percaya saulus sebelum bertobat adalah berbeda dengan iman percaya SSY saat ini, dimana sebelum bertobat Saulus tidak mengakui Yesus adalah Anak Allah dan Juru Selamat manusia, sehingga saulus melakukan pembantaian terhadap orang-orang percaya, sementara Iman Percaya SSY adalah percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juru Selamat manusia, serta SSY tidak melakukan pembantaian terhadap orang-orang percaya.

Nah, mari kita lihat sejarah lahirnya SSY ?

SSY itu tidak lahir serta-merta secara ajaib, tanpa melalui dasar-dasar histori yang kuat, dimana "cikal-bakal" ajaran SSY tersebut adalah berasal dari Ajaran Yudas Iskariot, pada waktu Yesus mengutus para murid dan sebelum Yesus mati.

Sewaktu Yudas di utus memberitakan Firman Tuhan oleh Yesus, maka Yudas tersebut memiliki para pengikutnya, sehingga ajaran yudas tersebut, telah berkembang pada saat Yesus masih hidup dan belum disalibkan, karena ajaran tersebut "berbeda" dengan ajaran dari murid-murid lainnya, maka dalam banyak kesempatan .. Yesus bertanya kepada para murid, bagaimanakah mereka memahami Eksistensi Diri-Nya.

Nah, jawaban-jawaban yang berbeda dari para murid tersebut, termasuk jawaban dari yudas iskariot sendiri, ditampung oleh Yesus semua, dimana Yesus tidak pernah sekalipun mengatakan, bahwa apa yang dipahami oleh Yudas atas Eksistensi Diri-Nya adalah suatu "Kesesatan". Namun, Yesus telah membandingkan jawaban Yudas tersebut dengan jawaban dari para murid lainnya, dan memberikan kebebasan pada para pengikutnya, untuk mehami siapakah Diri Yesus, berdasarkan iman percaya masing-masing.

Jadi, jika cikal-bakal ajaran SSY ini telah berkembang pada saat Yesus masih hidup dan Yesus tidak pernah mengatakan, bahwa mereka adalah sesat, lalu .. bagai mana mungkin kita manusia yang ada saat ini, mengatakan SSY itu adalah sesat ?

Nah, hal-hal seperti ini .. juga terjadi pada masa rasul-rasul, sehingga Rasul Paulus menegaskan, agar kita tidak terus menjadi "bayi" yang hanya mempersoalkan permasalahan-permasalahan dasar-dasar iman percaya, tetapi rasul paulus menyarankan, agar kita bertumbuh dewasa dalam Iman, sehingga lebih berorientasikan pada pelaksanaan kasih, sebab sebesar apapun iman percaya kita, jika kita tidak memiliki dan melakukan Kasih, maka semua iman percaya kita itu akan mati dan menjadi sia-sia.

Jadi, seperti apa yang saya jelaskan diatas, maka saya berkesimpulan, bahwa SSY itu tidak sesat, hanya mereka belum dewasa dalam memahami Eksistensi Yesus Kristus dan mereka adalah saudara-saudara se-iman kita di dalam Tuhan Yesus dan saya berkeyakinan dan percaya, mereka akan mendapat tempat juga dalam Kerajaan Yesus Kristus.


Salam ...
for bold : aduh ngarang bukan ?
kitab sucinya saja berbeda sekilas dipelintir sm spt kitab suci qoran, kalo mnrt gw jehova witness itu berbentuk aliran kepercayaan sebelum diakui kejaksaan tinggi, script kitab suci mrk itu new World Translation of the scriptures. tanpa ada ketegasan "diterima" oleh yayasan Kristen. mnrt Bambang Noorsena faktor yg memungkinkan mereka sah untuk berkembang adlah pola meng-kafirkan Kristen , mknya diakui sah sbg agama yg baru berjalan/berkembang
Galatia'5: 22-23
Research
From Antichrist to Brother in Christ: How Protestant Pastors View the Pope
March 13, 2016, 02:10:30 PM
Reply #123
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3154
  • Gender: Male
  • Denominasi: Yesus itu Allah
Begini saudara ku ...
.....

Nah, hal-hal seperti ini .. juga terjadi pada masa rasul-rasul, sehingga Rasul Paulus menegaskan, agar kita tidak terus menjadi "bayi" yang hanya mempersoalkan permasalahan-permasalahan dasar-dasar iman percaya, tetapi rasul paulus menyarankan, agar kita bertumbuh dewasa dalam Iman, sehingga lebih berorientasikan pada pelaksanaan kasih, sebab sebesar apapun iman percaya kita, jika kita tidak memiliki dan melakukan Kasih, maka semua iman percaya kita itu akan mati dan menjadi sia-sia.
.....
Salam ...

Bayi yah  :rolleye0014:
kalo mereka masih bayi bagaimana mungkin ngaku dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan ROH KUDUS ??
masak bayi membaptis bayi ??  :coolsmiley:
datang sebagai anak kecil kepada Bapa - Yesus memberkatimu.
March 13, 2016, 03:44:46 PM
Reply #124
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
...
Nah, hal-hal seperti ini .. juga terjadi pada masa rasul-rasul, sehingga Rasul Paulus menegaskan, agar kita tidak terus menjadi "bayi" yang hanya mempersoalkan permasalahan-permasalahan dasar-dasar iman percaya, tetapi rasul paulus menyarankan, agar kita bertumbuh dewasa dalam Iman, sehingga lebih berorientasikan pada pelaksanaan kasih, sebab sebesar apapun iman percaya kita, jika kita tidak memiliki dan melakukan Kasih, maka semua iman percaya kita itu akan mati dan menjadi sia-sia.
...
Saya sudah cek di versi LAI-TB dan tidak menemukan ayat yang memuat perkataan Rasul Paulus seperti di atas. Dari 8 ayat yang nongol, IMO, 7 ayat memuat kata "bayi" dalam arti sesungguhnya sedangkan 1 ayat bermakna simbolis dan itu bukan perkataan Rasul Paulus tetapi Rasul Petrus :

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
« Last Edit: March 13, 2016, 05:30:01 PM by shadowing »
March 14, 2016, 08:05:06 AM
Reply #125
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9615
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Barusan dapet baca ayat yg Oom Kahlil kopaskan dan saya tertarik dengan kalimatnya :

Yohanes  5:18
Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Bahasa inggrisnya : making himself equal with God.



Yang saya masih belon tau :
Orang2 Kristen jaman sekarang ada yang mengaku bhw Allah adalah Bapa mereka ato nggak ya ?

Saya duga jawabannya adalah : IYA.
So, taroh kata cuplis adalah orang Kristen dan mengatakan bhw Allah adalah Bapa-nya... apakah cuplis bisa dikatakan bhw dia menyamakan diri-nya dengan Allah ?



Anyway, pabila jawabannya adalah : NGGAK,
maka saya rasa (sehubungan kalimat ayat) terkait Yesus mengatakan bhw Allah adalah Bapa-Nya ---> ini sama dengan mengatakan bhw diriNya Allah. Dan karena tidak ada manusia laen yg mengatakan bhw ungu (otomatis oranye = nihil), dengan demikian ya Yesus itu aja satu2nya manusia yang adalah Allah ---and/or--- Allah yang adalah manusia.

Yesus :
Allah adalah Bapa-Ku
Aku adalah anak Allah


dengan demikian Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah

Yesus :
Aku adalah Allah

exactly
just simple logic

SSY tidak mau mengakui hal ini
sampai2 menerbitkan Alkitab terjemahan sendiri hanya demi menyatakan Yesus bukan Allah

now somebody tell us why they go so far
March 14, 2016, 09:00:13 AM
Reply #126
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Dasarnya adalah Galatia 1 : 8 - 9 dan Wahyu 22 : 18 - 19, sehingga berdasarkan ayat-ayat tersebut lah, maka sebagai orang-orang percaya, "Harus mempercayai, meyakini dan mengimani", bahwa Alkitablah satu-satunya yang memiliki "kebenaran mutlak", sehingga setiap pemikiran dan setiap pendapat yang "bertentangan" dengan apa yang tertulis dalam Alkitab, maka pemikiran dan pendapat itu "Hanyalah tafsiran manusia belaka".

Salam ...
Ini kusalin dari http://www.jesoes.com/index.php?hal=lihatPasal&injil=48&pasal=1&ayat=8#8:  Gal 1:8-9 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.


Menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Paulus_kepada_Jemaat_di_Galatia , Surat ini diyakini ditulis pada pertengahan kedua (antara bulan Juli - Desember) tahun 56 M.[2] Pendapat lain memberi perkiraan tahun 53,[3] atau tahun 53-56.[4]
Masa penulisannya ialah pada saat setelah Yesus Kristus wafat dan bangkit serta naik ke sorga. Artinya, jasmani Yesus Kristus tidak meninggalkan sesuatu hasil tulisan-Nya.

Lalu, menurut penangkapanku, Gal1:8-9 tidak menyatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya dasar kebenaran. Yang kutangkap, ayat itu menyatakan bahwa, apapun yang diajarkan oleh para rasul, yang tidak bertentangan dengan Alkitab, wajib diterima, sebaliknya yang bertentangan dengan Alkitab, wajib ditolak. Itu sinkron dengan 2 Tes 2:15, yang memerintah agar jemaat memegang teguh ajaran rasul, baik yang diajarkan secara lisan, maupun yang diajarkan secara tertulis.

Dengan demikian, konsekuensinya, sedikitnya ada dua dasar kebenaran, yaitu (1) Alkitab, dan (2) ajaran rasul yang tidak bertentangan dengan Alkitab. Namun, dengan mengingat bahwa Yesus Kristus tidak meninggalkan Alkitab, tetapi meninggalkan kewenangan mengajar kepada para rasul, justru mengarahkan logikaku, bahwa ajaran tertulis (Alkitab) ada sebagai buah atau hasil dari kewenangan mengajar yang dimiliki para rasul(yang sidertai Yesus Kristus sampai kepada akhir zaman).

Demikian juga, dari situs yang sama, kusalin Wah 22:18-19 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."


Menurut http://www.sarapanpagi.org/kitab-kitab-yang-ditulis-rasul-yohanes-vt2281.html, Kitab Wahyu ditulis: Yohanes; dengan tema: Yesus, Putra Allah; dan tahun penulisan: 80-95 M, waktu Yesus Kristus sudah bangkit dan naik ke sorga. Artinya, waktu penulisan Kitab Wahyu berlangsung, Yesus Kristus sudah di sorga.

Yang kutangkap, ayat-ayat itu bukan menyatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya kebenaran mutlak, melainkan bahwa kitab itu(kitab Wahyu) tidak boleh ditambahkan atau dikurangkan.

Nah, jika menurut @Jesuit_DM, berdasarkan ayat-ayat (Gal1:8-9 dan Wah 22:18-19) itu maka menyimpulkan Alkitab adalah satu-satunya dasar kebenaran mutlak, boleh @Jesuit_DM mengemukakan latar pikirnya?

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
March 15, 2016, 02:02:43 PM
Reply #127
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 4
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan
Saksi-Saksi Yehuwa adalah juga Kristen karena mereka juga adalah pengikut Yesus.

1. Mereka percaya keselamatan hanya di dalam Yesus (Kisah 4:12)
2. Mereka mencoba meneladani Yesus (1 Petrus 2:21)
3. Ketika orang2 menjadi Saksi2 Yehuwa, mereka dibaptis di dalam nama Yesus.
4. Mereka berdoa juga di dalam nama Yesus.
5. Mereka percaya Yesus memiliki otoritas terhadap manusia (Yesus sebagai mediator antara Allah dan manusia).

Hanya dua perbedaannya:
1. Yesus dianggap Anak Allah, bukan Allah itu sendiri.
2. Dan Saksi YHW percaya jiwa manusia yg berdosa (tidak percaya) akan binasa (tidak disiksa kekal di neraka seperti kebanyakan Kristen lainnya). Tapi bahkan di antara Kristen yg lain pun banyak yg menganggap konsep ini Alkitabiah.

Pertanyaan saya:
1. Lalu kenapa mengucilkan, mendiskreditkan, menjauhi dan menganggap Saksi2 YHW sesat?

2. Katakanlah pandangan para saksi YHW bahwa Yesus itu anak Allah itu memang salah. Bukankah mereka itu hanya manusia. Tentang jati diri Allah yg sesungguhnya tentu Allah sendiri yg mampu mendeskripsikannya. Hanya karena pandangan mereka tentang Yesus itu salah bukan berarti mereka itu nonKristen, mereka itu bakal masuk neraka, dll??
Tidak mengucilkan, tetapi mengatakan Yesus bukan Allah jelas tidak percaya dan bukan pengikut Yesus alias SSY memang bukan Kristen.
March 16, 2016, 06:39:25 PM
Reply #128
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12928
    • fossil coral cantik
IMO, adanya model "tiga" secara Kekristenan VS keHinduan sepanjang yg saya pernah baca2 mirip2.

pov type A thdp "tiga" ada yang mengacu ke One God.

Bedanya,
pabila ada type B/C/D/E dst thdp "tiga" tidak mengacu ke One God :

di pov "keHinduan" type A, type B/C/D/E tetep bisa dikatakan Hindu.
di pov "keHinduan" type B, type A/C/D/E tetep bisa dikatakan Hindu.
di pov "keHinduan" type C, type A/B/D/E tetep bisa dikatakan Hindu.

VS

di pov "Kekristenan" type A, type B/C/D/E ini tidak bisa dikatakan Kristen



di pov "Kekristenan" type non-JW (type A) ---> Bapa Anak RK = God
di pov "Kekristenan" JW (type B) ---> Anak = lesser importance God
Oleh karena itu
type B (JW)  di pov type A tidak bisa dikatakan Kristen
Type A di pov type B (JW) tidak bisa dikatakan Kristen

di pov "keHinduan" type A ---> Brahma Wisnu Siwa = God
di pov "keHinduan" type B ---> Brahma = lesser importance God
Type A VS type B saling memandang kedua type ini tetep bisa dikatakan Hindu

kira kira begitu kali ya...  :char11:
March 16, 2016, 10:54:54 PM
Reply #129
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Ini kusalin dari http://www.jesoes.com/index.php?hal=lihatPasal&injil=48&pasal=1&ayat=8#8:  Gal 1:8-9 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.


Menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Paulus_kepada_Jemaat_di_Galatia , Surat ini diyakini ditulis pada pertengahan kedua (antara bulan Juli - Desember) tahun 56 M.[2] Pendapat lain memberi perkiraan tahun 53,[3] atau tahun 53-56.[4]
Masa penulisannya ialah pada saat setelah Yesus Kristus wafat dan bangkit serta naik ke sorga. Artinya, jasmani Yesus Kristus tidak meninggalkan sesuatu hasil tulisan-Nya.

Lalu, menurut penangkapanku, Gal1:8-9 tidak menyatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya dasar kebenaran. Yang kutangkap, ayat itu menyatakan bahwa, apapun yang diajarkan oleh para rasul, yang tidak bertentangan dengan Alkitab, wajib diterima, sebaliknya yang bertentangan dengan Alkitab, wajib ditolak. Itu sinkron dengan 2 Tes 2:15, yang memerintah agar jemaat memegang teguh ajaran rasul, baik yang diajarkan secara lisan, maupun yang diajarkan secara tertulis.

Dengan demikian, konsekuensinya, sedikitnya ada dua dasar kebenaran, yaitu (1) Alkitab, dan (2) ajaran rasul yang tidak bertentangan dengan Alkitab. Namun, dengan mengingat bahwa Yesus Kristus tidak meninggalkan Alkitab, tetapi meninggalkan kewenangan mengajar kepada para rasul, justru mengarahkan logikaku, bahwa ajaran tertulis (Alkitab) ada sebagai buah atau hasil dari kewenangan mengajar yang dimiliki para rasul(yang sidertai Yesus Kristus sampai kepada akhir zaman).

Demikian juga, dari situs yang sama, kusalin Wah 22:18-19 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."


Menurut http://www.sarapanpagi.org/kitab-kitab-yang-ditulis-rasul-yohanes-vt2281.html, Kitab Wahyu ditulis: Yohanes; dengan tema: Yesus, Putra Allah; dan tahun penulisan: 80-95 M, waktu Yesus Kristus sudah bangkit dan naik ke sorga. Artinya, waktu penulisan Kitab Wahyu berlangsung, Yesus Kristus sudah di sorga.

Yang kutangkap, ayat-ayat itu bukan menyatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya kebenaran mutlak, melainkan bahwa kitab itu(kitab Wahyu) tidak boleh ditambahkan atau dikurangkan.

Nah, jika menurut @Jesuit_DM, berdasarkan ayat-ayat (Gal1:8-9 dan Wah 22:18-19) itu maka menyimpulkan Alkitab adalah satu-satunya dasar kebenaran mutlak, boleh @Jesuit_DM mengemukakan latar pikirnya?

Salam logika macam-macam.


Saya jadi heran lihat cara berfikir anda, anda mengatakan bahwa anda berfikir dengan "logis", tapi dari paparan anda diatas, saya kok jadi meragukan cara berfikir anda yang mengandalkan "logika".

Mengapa ? Anda sudah mengakui bahwa .. segala hal yang bertentangan dengan alkitab, wajib ditolak dan segala hal yang sesuai dengan alkitab, wajib diterima. Bukankah pernyataan anda diatas bermakna, bahwa "alkitablah satu-satunya dasar kebenaran mutlak"? Hehehehe ...


Salam ..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)