Author Topic: Minta Pencerahan dari saudara saudara seiman  (Read 1591 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 12, 2016, 02:09:48 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10904
Mereka berbicara dengan tembok.

maksudnya mas...

orang-orang yang ngotot seperti ini bakal mengalami apa ya nantinya?
May 12, 2016, 03:53:02 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Membaca berbicara dengan tembok mebuat benakku melayang ke Tembok Ratapan. Ku-google kupilih gambar berikut:



Yang begitukah yang dimaksudkan dengan berbicara dengan tembok?

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
May 12, 2016, 04:04:42 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2522
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Terima kasih.
Artinya:
Manusia yang selama hidupnya percaya kepada Yesus Kristus, setelah mati, ada yang tetap hidup, ada yang dibangkitkan pada akhir zaman.
Begitukah?

Salam logika macam-macam.

oh, maksudku bukan begitu...

mati itu artinya tidak bernyawa lagi, jadi kalau manusia yang percaya Jesus itu mati, maka nasibnya sama dengan orang orang yang tidak percaya Jesus, alias tidak bernyawa.

jadi baik yang percaya Jesus dan tidak percaya Jesus, kalau mati artinya, sudah tidak bernyawa lagi. itulah artinya mati.

perbedaannya kalau percaya Jesus, ada Harapan dan ada Jaminan akan hidup Kekal.

dan upah itu diberikan bukan pada saat manusia itu MATI, tapi upah itu diberikan pada hari kebangkitan orang orang Benar. tertulis di dalam buku Lukas 14:14.


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 12, 2016, 04:24:16 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2522
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
akibatnya kok mas..

apa yang bakal terjadi kepada si ngotot itu ya?

tidak berakibat apa apa, baik kepada yang didoakan maupun kepada yang mendoakan..
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 12, 2016, 04:31:44 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
oh, maksudku bukan begitu...
mati itu artinya tidak bernyawa lagi, jadi kalau manusia yang percaya Jesus itu mati, maka nasibnya sama dengan orang orang yang tidak percaya Jesus, alias tidak bernyawa.
jadi baik yang percaya Jesus dan tidak percaya Jesus, kalau mati artinya, sudah tidak bernyawa lagi. itulah artinya mati.
perbedaannya kalau percaya Jesus, ada Harapan dan ada Jaminan akan hidup Kekal.
dan upah itu diberikan bukan pada saat manusia itu MATI, tapi upah itu diberikan pada hari kebangkitan orang orang Benar. tertulis di dalam buku Lukas 14:14.
salam
TYM
O, begitu.
Terima kasih.
Dari pos @Simatupang@123 itu kuartikan, baik yang percaya Yesus Kristus maupun yang tidak percaya Yesus Kristus, setelah kematian fisik, akan senantiasa tinggal di dunia orang mati, menunggu kebangkitan orang-orang benar.
Begitu, bukan?

Dengan demikian, cerita yang dikisahkan Yesus Kristus pada Luk 16:19-31 berikut ini,
Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."


Adalah fiktif belaka, tidak benaran, bahwa orang benar yang mati langsung dibawa ke pangkuan Abraham?
Menurut keimananku, cerita itu memang fiksi, tetapi peristiwa seperti itu benar-benar terjadi.
Jadi, orang benar (seperti Abraham, misalnya), setelah mati fisik, tidak menunggu di alam maut, tetapi langsung ditempatkan di suatu tempat yang entah di mana, tetapi bukan di sorga. Sebab, sorga adalah singgasana Allah. Pada kisah Luk 16:19-31 itu, ternyata Abraham tidak bareng ame Tuhan.

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
May 12, 2016, 04:38:46 PM
Reply #35
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 31
  • Gender: Male
  • Denominasi: lds
pendapatku tentang ayat itu adalah:

"janganlah menaruh pengharapan kepada Tuhan Jesus hanya kepada hidup yang sementara di dunia ini saja, karena kalau kita  berharap kepada Jesus hanya tentang hidup yang sementara ini saja (kebutuhan, makan minum, kalau sakit berdoa untuk disembuhkan, pakaian, rumah tempat tinggal dll) maka tidak ada bedanya dengan binatang yang lahir, besar, kawin, punya anak lalu mati).  :D :D

tapi jauh dari hal hal yang bersifat sementara (hidup di dunia ini), tapi di dalam Nama Jesus, Tuhan menjanjikan Hidup Kekal, bahkan sekalipun sudah mati ada janji Hidup di balik Kematian.    :)


salam
TYM
makasih bro Simatupang atas penjelasannya dari persepsi anda
berarti kalo boleh saya tangkap maknanya ada janji dibalik orang2 yang sudah mati sekalipun..
selama dia masih punya pengharapan dalam Tuhan Yesus Kristus di alam setelah kematian...
benar begitu ??

ato saya salah?
carilah dahulu kerajaan Allah di bumi kalau sudah ketemu semuanya terjawab dan ditambahkan sesuai janjiNya
May 12, 2016, 04:51:09 PM
Reply #36
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 31
  • Gender: Male
  • Denominasi: lds
Ijin nimbrung.Menurut logikaku, 1 Kor 15:19 akan cenderung salah diartikan jika hanya menyoroti satu ayat itu saja. Sedikitnya, harus digabung, dengan mengartikan 1 Kor 15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Nah, sedikitnya, dengan mengartikan gabungan 1 Kor 15:19-20, akan tertangkap bahwa orang yang dalam hidup menaruh pengharapan pada Yesus Kristus, tetapi tidak percaya bahwa Yesus Kristus sudah bangkit dari alam maut, maka orang seperti itu terhitung sebagai orang yang paling malang.

Begitu pikiran dariku atas 1 Kor 15:19 untuk sementara ini.

Salam logika macam-macam.
@bro CB : benar sekali bro kalo digabungkan adalah begitu adanya artinya..
cuma saya menitikberatkan di ayat 19 bilamana hal itu terjadi di dunia ini saja anda percaya?
ayat yg 20 kan bila di dunia ini menaruh harapan namun tidak percaya Tuhan bangkit
yg saya tekankan dan tanyakan ulang di ayat 19 adalah
bilamana hanya di dunia ini saja anda menaruh harapan dan percaya?
So dalam artian setelah hidup didunia ini / ( MATI )bagaimana?
apa masih a. berharap dan tidak percaya
                 b. berharap dan percaya
                 c. tidak punya harapan dan tetap tidak percaya
                 d. tidak punya harapan tapi nasih percaya

berlaku juga dengan member yg saya sebut sebelumnya
trims n GBU
carilah dahulu kerajaan Allah di bumi kalau sudah ketemu semuanya terjawab dan ditambahkan sesuai janjiNya
May 12, 2016, 06:12:21 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Quote
Ijin nimbrung.Menurut logikaku, 1 Kor 15:19 akan cenderung salah diartikan jika hanya menyoroti satu ayat itu saja. Sedikitnya, harus digabung, dengan mengartikan 1 Kor 15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Nah, sedikitnya, dengan mengartikan gabungan 1 Kor 15:19-20, akan tertangkap bahwa orang yang dalam hidup menaruh pengharapan pada Yesus Kristus, tetapi tidak percaya bahwa Yesus Kristus sudah bangkit dari alam maut, maka orang seperti itu terhitung sebagai orang yang paling malang.
Begitu pikiran dariku atas 1 Kor 15:19 untuk sementara ini.
@bro CB : benar sekali bro kalo digabungkan adalah begitu adanya artinya..
cuma saya menitikberatkan di ayat 19 bilamana hal itu terjadi di dunia ini saja anda percaya?
ayat yg 20 kan bila di dunia ini menaruh harapan namun tidak percaya Tuhan bangkit
yg saya tekankan dan tanyakan ulang di ayat 19 adalah
bilamana hanya di dunia ini saja anda menaruh harapan dan percaya?
So dalam artian setelah hidup didunia ini / ( MATI )bagaimana?
apa masih a. berharap dan tidak percaya
                 b. berharap dan percaya
                 c. tidak punya harapan dan tetap tidak percaya
                 d. tidak punya harapan tapi nasih percaya
berlaku juga dengan member yg saya sebut sebelumnya
trims n GBU
Menurut pendapatku, dengan mengaitkan ke judul perikop Kebangkitan kita (1 Kor 15:12-34), maka, walaupun menitikberatkan perhatian kepada ayat 19, tidak bisa lepas dari judul perikop, tentang bangkit. Dengan demikian, maka menurut pendapatku, walaupun dituliskan "hanya dalam hidup ini saja", frasa itu bukan dimaksudkan untuk durasi waktu, melainkan dikaitkan dengan pembidangan. Maksudku, frasa "hanya dalam hidup ini saja" bukan dimaksudkan untuk menghitung lamanya hidup, melainkan untuk penunjuk pada frasa pengharapan pada Kristus.

Sederhananya, menurut pendapatku:
ayat 19, Kalau hanya menaruh pengharapan kepada Kristus, itu adalah manusia paling malang,
ayat 20, Percaya bahwa Kristus telah bangkit.

Tapi, ya sudahlah.

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
May 12, 2016, 06:16:29 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10904
tidak berakibat apa apa, baik kepada yang didoakan maupun kepada yang mendoakan..

ooo... gitu ya..

kalo memang tidak berakibat apa-apa..
kenapa kok ada sebagian orang yang juga ngotot mengatakan kalau itu salah dan sebaiknya berhenti?
May 12, 2016, 09:29:42 PM
Reply #39
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 31
  • Gender: Male
  • Denominasi: lds
@bro CB : benar sekali bro kalo digabungkan adalah begitu adanya artinya..
cuma saya menitikberatkan di ayat 19 bilamana hal itu terjadi di dunia ini saja anda percaya?
ayat yg 20 kan bila di dunia ini menaruh harapan namun tidak percaya Tuhan bangkit
yg saya tekankan dan tanyakan ulang di ayat 19 adalah
bilamana hanya di dunia ini saja anda menaruh harapan dan percaya?
So dalam artian setelah hidup didunia ini / ( MATI )bagaimana?
apa masih a. berharap dan tidak percaya
                 b. berharap dan percaya
                 c. tidak punya harapan dan tetap tidak percaya
                 d. tidak punya harapan tapi nasih percaya
berlaku juga dengan member yg saya sebut sebelumnya
trims n GBUMenurut pendapatku, dengan mengaitkan ke judul perikop Kebangkitan kita (1 Kor 15:12-34), maka, walaupun menitikberatkan perhatian kepada ayat 19, tidak bisa lepas dari judul perikop, tentang bangkit. Dengan demikian, maka menurut pendapatku, walaupun dituliskan "hanya dalam hidup ini saja", frasa itu bukan dimaksudkan untuk durasi waktu, melainkan dikaitkan dengan pembidangan. Maksudku, frasa "hanya dalam hidup ini saja" bukan dimaksudkan untuk menghitung lamanya hidup, melainkan untuk penunjuk pada frasa pengharapan pada Kristus.

Sederhananya, menurut pendapatku:
ayat 19, Kalau hanya menaruh pengharapan kepada Kristus, itu adalah manusia paling malang,
ayat 20, Percaya bahwa Kristus telah bangkit.

Tapi, ya sudahlah.

Salam logika macam-macam.

waduh...gimana kok sudahlah gitu..
aq jdi bingung akan tulisan n penjelasanmu bro coz muter2...
utk bahasan ttp ga keluar dari perikop kok bro...
klo mnurut anda frasa "hanya dalam hidup ini saja", frasa itu bukan dimaksudkan untuk durasi waktu...so mungkin lebih baik ga usah ditulis aja kali kata2 "hanya dalam hidup ini"...tapi cocoknya kata2 lain sesuai persepsi anda yg maknanya pembidangan..
kembali lagi coz ini masuk masa2 sebelum kebangkitan..berarti kan dimensi waktu yg diambilnya..
gimana bro...
kembali ke pertanyaan saya aja kan yg diatas??

GBU
carilah dahulu kerajaan Allah di bumi kalau sudah ketemu semuanya terjawab dan ditambahkan sesuai janjiNya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)