Author Topic: Minta Pencerahan dari saudara saudara seiman  (Read 1645 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 13, 2016, 08:27:06 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2737
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
makasih bro Simatupang atas penjelasannya dari persepsi anda

sama sama teman...  :)

Quote
berarti kalo boleh saya tangkap maknanya ada janji dibalik orang2 yang sudah mati sekalipun..
selama dia masih punya pengharapan dalam Tuhan Yesus Kristus di alam setelah kematian...
benar begitu ??

ya begitulah maksudku, tapi Janji Hidup itu tidak diberikan sesaat setelah manusia itu mati.
janji itu diberikan pada waktu hari kebangkitan orang orang benar.  :)



salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 13, 2016, 12:27:52 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Sederhananya, menurut pendapatku:

ayat 19, Kalau hanya menaruh pengharapan kepada Kristus, itu adalah manusia paling malang,

Bisa lebih dijelaskan lagi maksud anda apa dengan kutipan anda diatas yg seolah-olah menganggap menaruh harapan kepada Kristus adalah manusia paling malang ?

Terima kasih.
May 13, 2016, 06:54:43 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
waduh...gimana kok sudahlah gitu..
aq jdi bingung akan tulisan n penjelasanmu bro coz muter2...
utk bahasan ttp ga keluar dari perikop kok bro...
klo mnurut anda frasa "hanya dalam hidup ini saja", frasa itu bukan dimaksudkan untuk durasi waktu...so mungkin lebih baik ga usah ditulis aja kali kata2 "hanya dalam hidup ini"...tapi cocoknya kata2 lain sesuai persepsi anda yg maknanya pembidangan..
kembali lagi coz ini masuk masa2 sebelum kebangkitan..berarti kan dimensi waktu yg diambilnya..
gimana bro...
kembali ke pertanyaan saya aja kan yg diatas??

GBU
Sudah kutuliskan menurut pendapatku, ini penggalannya:
Sederhananya, menurut pendapatku:
ayat 19, Kalau hanya menaruh pengharapan kepada Kristus, itu adalah manusia paling malang,
ayat 20, Percaya bahwa Kristus telah bangkit.
Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
April 27, 2019, 08:39:22 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3819
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Apa pendapat rekan-rekan seiman mengenai doa kepada orang mati jika dikaitkan dengan Yoh 11:25 ("Akulah Kebangkitan dan Hidup, Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati").
@Sotardugur Parreva baca, dan ingin urun pendapat.

Menurut pendapatku, dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan Yoh 11:25, berdoa kepada orang mati bukan ajaran Tuhan Yesus Kristus. Namun, berdoa bersama orang percaya yang sudah mati, seperti para rasul dan orang-orang kudus, patut dilakukan. Di Pengakuan Iman Rasuli yang dirumuskan pada Konsili Nikea abad IV, satu dari antara yang dipercayai jemaat ialah Percaya pada Persekutuan Para Kudus, yaitu persatuan antara orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, baik masih hidup di dunia maupun sudah hidup di pangkuan Abraham. Dengan percaya pada persekutuan para kudus, adalah patut, layak, dan pantas berdoa bersama orang kudus.

Jadi, kalo berdasar Yoh 11:25 bahwa kata Yesus, orang percaya kepadaNya akan hidup walaupun sudah mati, maka sangat mungkin berdoa bersama orang kudus, atau orang yang selama hidup duniawinya percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pun jika hendak dikatakan berdoa kepada orang kudus yang sudah mati, yang paling mungkin ialah diartikan sebagai berdoa bersama  orang kudus yang sudah mati agar orang kudus yang tetap hidup walau sudah mati itu menyampaikan doa si pendoa kepada Tuhan.

Mengingat orang kudus yang selama hidup duniawinya tetap percaya kepada Yesus Kristus itu hidup walaupun sudah mati, maka sangat mungkin mengajak mereka berdoa bersama. Dan patut pula mempercayai bahwa hubungan mereka dengan Tuhan lebih dekat, lebih akrab, lebih intens daripada orang yang masih mengembara di dunia. Orang dunia sering harus memikirkan kesinambungan hidup duniawinya, masih mau kawin dan dikawinkan, kecuali mereka yang mengkhususkan diri melayani Tuhan.

Begitu dariku.

Salam damai. 
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 31, 2019, 06:52:47 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3679
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Apa pendapat rekan-rekan seiman mengenai doa kepada orang mati jika dikaitkan dengan Yoh 11:25 ("Akulah Kebangkitan dan Hidup, Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati").

Yesus berbicara ttg Hidup yg sesungguhnya dan hidup menurut  pandangan manusia yg terbatas ini. 'hidup' dalam pandangan manusia adalah periode waktu di mana, kita dilahirkan oleh ibu kita, dimulai saat kita bernapas, mendapatkan makanan, bergerak, berpikir, bertindak. Namun tidak demikian dengan hidup dalam pandangan TUHAN yg hidup. Dan manusia menyebut 'mati' saat ketika kita berhenti bernapas,  dan menjadi jasad beku yangkembali ke dalam pelukan: sebuah makam.

Tapi tidaklah demikian. TUHAN YESUS ingin membuat kita memahami 'hidup', Hidup yang TUHAN bicarakan tidak dimulai dengan keberadaan tubuh dan tidak berhenti dengan berakhirnya daging. Hidup yang TUHAN maksudkan tidak dimulai dalam rahim seorang ibu. Melainkan dimulai ketika jiwa diciptakan oleh Pikiran Allah untuk tinggal dalam sebuah tubuh, dan berakhir ketika dosa datang membunuhnya.

Manusia dapat ada dengan hanya memiliki gambaran manusia, namun bukan lagi manusia. Yakni, dia adalah makam di mana hidup membusuk.  : 'Hidup tidak dimulai dengan keberadaan dan tidak berhenti dengan berakhirnya daging.' Hidup dimulai sebelum kelahiran. Hidup, karenanya, tidak pernah berakhir, sebab jiwa tidak mati, yakni, jiwa tidak jatuh ke dalam ketiadaan.

Jiwa mati terhadap takdirnya, yang adalah takdir surgawi, tapi dia hidup untuk penghukumannya.

Jiwa mati terhadap takdir bahagia, dengan mati terhadap Rahmat. Hidup ini, yang dibinasakan oleh kejahatan, yang adalah mati terhadap takdirnya, tetap berlangsung sepanjang berabad-abad dalam kutukan dan siksa.

Hidup ini, jika dipelihara sebagai hidup, akan mencapai kesempurnaan hidup, dengan menjadi abadi, sempurna, bahagia seperti Pencipta-nya.


Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
May 31, 2019, 12:13:48 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2331
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tulisanmu itu bagus, CLAY, dan menarik hidup ke atas!

Yesus berbicara ttg Hidup yg sesungguhnya dan hidup menurut  pandangan manusia yg terbatas ini.
Yes! Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.
Perkataan2 yg Kukatakan kpd-mu adalah roh dan hidup. [Yoh 6:63]


'hidup' dalam pandangan manusia adalah periode waktu di mana, kita dilahirkan oleh ibu kita,
dimulai saat kita bernapas, mendapatkan makanan, bergerak, berpikir, bertindak.
Mungkin sebabnya adalah
Pandangan manusia itu terbatas
Hanya jitu kepada yg kasat mata saja


Namun tidak demikian dengan hidup dalam pandangan TUHAN yg hidup.
Dan manusia menyebut 'mati' saat ketika kita berhenti bernapas, 
dan menjadi jasad beku yangkembali ke dalam pelukan: sebuah makam.
Setuju, Bro!
Allah merancang hidup abadi
Hidup bukan berakhir setelah "mati"


TUHAN YESUS ingin membuat kita memahami 'hidup',
Yes! Ciri hidup adalah interaksi
Manusia dunia berinteraksi dgn manusia, itu "hidup"
Manusia rohani berinteraksi dgn Roh, itu hidup yg abadi


Hidup yang TUHAN bicarakan tidak dimulai dengan keberadaan tubuh
dan tidak berhenti dengan berakhirnya daging.
Yes! Pandangan manusia ia mati
Sebab tidak ada lagi interaksi dgn dunia
Mungkin itu sebab ia disebut "meninggal dunia"
Yesus bukan disebut meninggal dunia, tapi mati 3-hari
Namun tetap ada interaksi dgn manusia2 rohani dan abadi


Hidup yang TUHAN maksudkan tidak dimulai dalam rahim seorang ibu, melainkan
dimulai ketika jiwa diciptakan oleh Pikiran Allah untuk tinggal dalam sebuah tubuh,
dan berakhir ketika dosa datang membunuhnya.


Bagus sekali kalimat ini utk menguatakan maksud firma-Nya dr semula
Kita telah diberi kuasa utk menguasai bumi ini seturut teladan-Nya
Sebab kita telah dicipta dan dijadikan seturut gambar-Nya

Awal hidup jelas:
Kej 1:28  "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,
berkuasalah atas ikan2 di laut dan burung2 di udara dan atas segala binatang yg merayap di bumi."

Awal mati pun jelas:
Kej 2:17  ‚Äútetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya,
sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."


Manusia dapat ada dengan hanya memiliki gambaran manusia, namun bukan lagi manusia. Yakni, dia adalah makam di mana hidup membusuk.  : 'Hidup tidak dimulai dengan keberadaan dan tidak berhenti dengan berakhirnya daging.' Hidup dimulai sebelum kelahiran. Hidup, karenanya, tidak pernah berakhir,
sebabjiwa tidak mati, yakni, jiwa tidak jatuh ke dalam ketiadaan.
Jiwa mati terhadap takdirnya, yang adalah takdir surgawi, tapi dia hidup untuk penghukumannya.
Jiwa mati terhadap takdir bahagia, dengan mati terhadap Rahmat

Jiwa abadi, terpadu di dalam roh yg kemudian disebut nyawa
Hanya firman Allah yg memisahkan jiwa dan roh [Ib 4:12]
Itu sebab Yesus me-wanti2 kita dgn berkata:

Mat 10:28 Jgn takut kpd yg dpt membunuh tubuh, tapi tak kuasa membunuh jiwa;
takutlah kpd Dia yg berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh.

Mat 10:39  Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia kehilangan nyawanya,
Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia memperolehnya.


Hidup ini, yang dibinasakan oleh kejahatan, yang adalah mati terhadap takdirnya,
tetap berlangsung sepanjang berabad-abad dalam kutukan dan siksa.
Hidup ini, jika dipelihara sebagai hidup, akan mencapai kesempurnaan hidup,
dengan menjadi abadi, sempurna, bahagia seperti Pencipta-nya.

Maka percayalah kpd hidup [Yoh 14:2] 
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kpd-mu.
Sebab Aku pergi ke situ utk menyediakan tempat bagimu.


Salam Hari Kenaikan!
« Last Edit: May 31, 2019, 12:24:25 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)