Author Topic: Yesus, [sebelum - selagi - sesudah] hidup di bumi ?  (Read 2356 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 18, 2016, 12:50:40 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
Jadi, jika Allah dalam Kejadian 1:26, mengatakan akan menjadikan manusia itu segambar dan serupa dengan Allah, bisa saja dalam pernyataan tersebut, ada terkandung unsur "malaikat" didalamnya. Tetapi .. dengan lanjutan perkataan, bahwa manusia itu akan berkuasa atas alam raya, maka disini terlihat .. bahwa manusia yang akan dijadikan "Segambar dan serupa" dengan Allah itu, akan benar-benar memiliki "Kuasa" atas alam raya, dimana Kuasa atas alam raya ini "Tidak" dimiliki oleh Para Malaikat
Bold, tidak ada hubungannya antara Kuasa atas alam raya. Point-nya adalah ....
manusia diciptakan segambar/serupa dengan :
x. Allah
y. Malaikat
z. Allah dan Malaikat

Quote
Jadi, Kejadian 1 : 27, adalah Proses Allah menciptakan manusia itu, berdasarkan Gambar Allah, sementara Kejadian 1 : 26, adalah Rencana Besar Allah, untuk menjadikan manusia yang diciptakan-Nya tersebut, akan menjadi "segambar dan serupa" dengan Allah., karena tidak mungkin manusia yang akan menjadi Allah, maka Allah yang Inkarnasi menjadi manusia, supaya Rencana Allah dalam Kejadian 1 : 26 tersebut, dapat direalisasikan.
Sekali lagi (imo) logika-nya jess udah lari kejauhan. Input perihal Kuasa di ayat 26 itu, logika yg tertuntun adalah [berkuasa thdp makhluk hidup lainnya SELAIN manusia, dalam hal ini adalah binatang] - sementara di pov jess menjadi [berkuasa atas alam raya]. Dan apa itu [alam raya] ? Jawab : The whole Universe.

saya ulang :
Membaca kalimat supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi ---> logikanya tidak lari ampe sejauh ke perihal [berkuasa atas the whole Universe].

IMO, jess udah duluan jump to a conclusion.
Dari konklusi ini, agar harmonis - mengakibatkan blakangan jess jadi membuat konklusi baru secara demikian thdp Genesis 1:27 dan 28.

Dan lagi, kita OOT.
Hehehe...  :char11:

:)
salam.
May 18, 2016, 01:30:53 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Kemudian .. Kitab Wahyu tersebut "TIDAK  PERNAH"  mencatat, bahwa Anak Domba itu datang "MENGHAMPIRI" yang duduk ditengah-tengah tahtah tersebut, ==> silahkan baca ulang.
Tidak memerlukan kosakata [menghampiri], jess. Cukup dengan kosakata [datang] maka logika didalamnya itu, kosakata [menghampiri] ada termasuk.

Kosakata [datang] yg dipake oleh penulis ayat menuntun secara logika didalam pengertian [ada perpindahan lokasi ..... datang ke point Y dari point X].

He then went and took the scroll from the right hand of Him Who sat on the throne.

Silahkan diliat, penyampaian kalimat oleh si penulis ayat menggambarkan kronologi waktu :
1. He then ---> LALU Dia ---> dgn demikian ADA preceeding sikon-nya.
2. Went ---> pergi ---> ada perpindahan lokasi dari point X ke point Y.

Quote
Fakta .. Disana cuma ada 24 Tahta + 1 Tahtah utama, nah .. jika ada 2 Entitas yang terpisah, maka otomatis disana akan ada 26 Tahtah
Udah saya sampaikan, pov jess thdp Takhta itu ibarat HANYA berupa sebuah bangku. Sedangkan pov saya adalah berupa "domain". Silahkan diliat itu gambar saya. Lingkeran abu abu adalah domain [Dia yg duduk, tujuh Obor dan Anak Domba bertanduk tujuh]. Lingkeran merah adalah domain 24 tua tua. Lingkeran biru adalah domain para malaikat.

Quote
karena harus ada Tahtah Anak Domba. ==> Jika ada 26 Tahtah, maka tidak ada satupun tahtah yang benar-benar berada ditengah-tengah tetapi karena ada 25 Tahtan, maka ada 1 Tahtah yang berada "tepat" ditengah-tengah 24 tahtah lainnya.
Silahkan di gambarkan yg jess maksud.

Saya sudah kasih gambaran-nya dari yg saya maksudkan, dan dari gambar tsb adalah JELAS lingkeran abu abu itu ada ditengah-tengah.

Argumen [satu ditengah dimana kwantitas dikiri-kanan-nya sama jumlahnya] (imo) tidak bisa kepake, setidaknya berdasarkan logika input text yg ada : Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta ---> Twenty-four other thrones surrounded the throne


Quote
Anak Domba dan Allah itu adalah Satu, Anak Domba itu adalah Wadah dari Allah yang adalah Roh, mari kita lihat dalam Wahyu 21 : 23 .. dan kota itu tidak memerlukan mata hari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya... ==> Disini jelas dikatakan, hubungan antara Allah dan Anak Domba, yaitu .. Anak Domba itu adalah Wadah dari Kemuliaan Allah, wadah lampu adalah Gambaran Anak Domba dan Sinar Lampu adalah Gambaran Sinar Kemuliaan Allah. ==> Satu Entitas.
Oke. Sebenernya point yg saya arepin adalah sbb (sesuai uruan keluarnya text saya) :

Oda : pilih yang mana yg kamu PENDAPATI....
A. memang demikianlah yg diliat penerima visi, ada literal anak domba (mbek mbek) menerima gulungan kitab dari tangan Dia yg duduk diatas takhta ---> ada dua entitas.

B. memang demikianlah yg diliat penerima visi, namun itu bukan literal anak domba - melainkan julukan bagi Yesus ---> ada dua entitas.

C. Tidak demikian yg diliat penerima visi, tulisannya adalah penyampaian visi-nya secara gaya bahasa simbolisme. Dengan demikian disini si penerima visi emang nggak ngliat itu event spt di point A atopun point B didalam visinya.

D. Yang diliat penerima visi : yg ada di Takhta tsb satu entitas, Anak Domba.

Nah... dari sini, dari yg saya duga - pov jess memilih yang point-C.

Selanjutnya...
oda : jelaskan itu simbolisasinya begimana
Lalu jess menjelaskan [disitu menyimbolkan bhw bla3x, oda.....dst dst].

Dengan demikian saya gak akan "perang" dgn ngaju-in gambar, karena jess tidak memilih point-D.

:)
salam.
May 18, 2016, 02:02:25 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Wakyu Ia naik kesurga Ia masih tetap memilik tubuh manusia yang dipermuliakan Kis. 7:56;9:4-6;Wah.1:9-18
Saya parafrase :

Waktu Yesus naek ke sorga, tubuh Dia adalah Tubuh Kemuliaan.
Tubuh Kemuliaan ini, secara corporeal terlihat kasat mata-nya idem dgn jasmani/tubuh manusia yg kita kita ketahui saat ini, yakni tubuh yg BUKAN Tubuh Kemuliaan. Yesus sebelum mati/bangkit, tubuh Dia itu BUKAN Tubuh Kemuliaan.


Apakah benar parafrase saya diatas ?



Quote
Jadi cerita dalam surat-surat Para Rasul membuktikan bahwa tubuh kemanusian-Nya itu kekal.
Pada asumsi jawaban atas pertanyaan saya diatas : YA benar demikian.... Nah :

1. begimana itu ceritanya orang bilang KEKAL, sementara jelas ADA itu sebelum dan sesudah ?
Sebelum : Yesus TIDAK berTK.
Sesudah : Yesus berTK.

2. begimana itu ceritanya bhw event [Yesus naek ke sorga dgn tubuh yang corporeally keliatan-nya oleh kasat mata spt tubuh manusia bermateri pada umumnya] sertamerta artinya tubuh tsb kekal, mao gak mao nempel terus selamanya pada diri Yesus ?

3. Default Yesus itu apa ?
A. Roh ? ataukah
B. Roh+TK bermateri ?

Terkait pertanyaan nomor-3, untuk bisa masuk ke pendapat [Yesus dgn TK-nya itu kekal] ... maka jawabannya adalah yang point-B. Secara alfa-omega, default Yesus = Roh+TK bermateri.

Sekali memilih jawaban yg point-A, maka (imo) [Yesus dgn TK-nya itu tidak kekal], karena defaultnya Yesus adalah Roh dan Roh Dia-lah yang kekal. Anytime, Dia bisa berjasad/bertubuh corporeally, bermateri.

Pertanyaan saya adalah 3 point diatas pada asumsi parafrase saya benar di pov scout.

:)
salam.
May 19, 2016, 02:33:55 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2400
  • Denominasi: Percaya Yesus pasti selamat masuk sorga.
Saya parafrase :

Waktu Yesus naek ke sorga, tubuh Dia adalah Tubuh Kemuliaan.
Tubuh Kemuliaan ini, secara corporeal terlihat kasat mata-nya idem dgn jasmani/tubuh manusia yg kita kita ketahui saat ini, yakni tubuh yg BUKAN Tubuh Kemuliaan. Yesus sebelum mati/bangkit, tubuh Dia itu BUKAN Tubuh Kemuliaan.


Apakah benar parafrase saya diatas ?


Pada asumsi jawaban atas pertanyaan saya diatas : YA benar demikian.... Nah :

1. begimana itu ceritanya orang bilang KEKAL, sementara jelas ADA itu sebelum dan sesudah ?
Sebelum : Yesus TIDAK berTK.
Sesudah : Yesus berTK.

2. begimana itu ceritanya bhw event [Yesus naek ke sorga dgn tubuh yang corporeally keliatan-nya oleh kasat mata spt tubuh manusia bermateri pada umumnya] sertamerta artinya tubuh tsb kekal, mao gak mao nempel terus selamanya pada diri Yesus ?

3. Default Yesus itu apa ?
A. Roh ? ataukah
B. Roh+TK bermateri ?

Terkait pertanyaan nomor-3, untuk bisa masuk ke pendapat [Yesus dgn TK-nya itu kekal] ... maka jawabannya adalah yang point-B. Secara alfa-omega, default Yesus = Roh+TK bermateri.

Sekali memilih jawaban yg point-A, maka (imo) [Yesus dgn TK-nya itu tidak kekal], karena defaultnya Yesus adalah Roh dan Roh Dia-lah yang kekal. Anytime, Dia bisa berjasad/bertubuh corporeally, bermateri.

Pertanyaan saya adalah 3 point diatas pada asumsi parafrase saya benar di pov scout.

:)
salam.

Tubuh Yesus sebelum disalibkan dan sesudah disalibkan ada perbedaan, tubuh kebangkitan lebih mulia,lebih berkuasa, dapat menerobos dan tubuh kemuliaan tidak daapt dibatasi, ada kala tubuhNYa tidak dapat dikenal.

Tubuh kemuliaan tidak ada darah sebab darahNya sudah tertumpah dikayu salib, tubuh manusia semasa hidup mendapat kekuatan dari darah, tetapi tubuh kebangkitan mendapat kekuatan dari roh (bukan Roh). Sama seperti Yesus sebelum disalibkan, tetapi tubuh kebangkitan tidak bisa mati.

Dan ketika kita sudah mati dan dibangkitkan oleh Tuhan maka kita mempunyai tubuh kebangkitan seperti Yesus yang tidak dapat mati (kekal).

Tubuh yang telah dilihat oleh Thomas adalah tubuh yang sama yang kita akan lihat.

Dan dalam tubuh kebangkitan roh memerintah tubuh menurut kehendak roh (bukan Roh) supaya roh dapat mengubah tubuh menurut kehendak- Nya. Nyata bahwa dalam tubuh kebangkitan-Nya Tuhan berkuasa melenyapkan diri-Nya dari pandangan manusia.

Apakah tubuh kebangkitan manusia juga akan sama seperti tubuh Yesus apakah seperti tubuh Elia bersama dengan Musa, ketika keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Bagaimana menurut Oda? 
« Last Edit: May 19, 2016, 07:14:54 PM by scout »
Roma. 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
May 20, 2016, 12:00:08 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Nah itu. Karena ga dicatet mengenai hal tsb, kita ini blank - alias ga tau secara pasti segambar ato kagak :happy0062:
 Kalo jess ada ngikutin thread satu lagi mengenai percaya dan bukti, (imo) ungu itu BUKAN fakta. Ungu itu adalah....
 dari penggunaan kosakata [jadi, jika] oleh jess... ungu itu adalah tuntunan logika, mungkin bisa dibilang juga : logika yang ada pada pov jess, konklusi sehingga dari pilihan yg saya ajukan :
A. malaikat is in the same image of God
B. malaikat is NOT in the same image of God
jess berkesimpulan yang point A.

Konsekwensi selanjutnya :
 Yang bener di pov jess adalah yg underlined bold, karena kosakata [kita] di pov jess didalam pengertian corporeal, plural.

 membingungkan. Jadi manusia itu
A. segambar/serupa dengan [Allah dan para Malaikat] ? ataukah
B. segambar/serupa dengan [para Malaikat] ?
 Dengan demikian manusia diciptakan Allah TIDAK segambar/serupa dengan Allah melainkan segambar/serupa dengan para Malaikat. Karena menurut jess, jatuhnya AdamHawa adalah bukti bhw artinya kalimat ayat Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya [/color] = FALSE, tidak benar, ngawur, logikanya tidak konsisten dengan kisah selanjutnya.

Yang benar di pov jess kalimatnya adalah :
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar Malaikat, menurut gambar Malaikat diciptakan-Nya


Di pov jess, logika sikon yg tertulis di ayat TERBALIK.
Yang di ayat, sewaktu Allah berkata Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita manusianya BELON ADA. Blakangan manusianya baru ada setelah proceed ke kalimat sbb : Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia

Yang di pov jess, sewaktu Allah berkata Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita manusianya SUDAH ADA. Akibatnya susunan kalimat ayat yg tertulis, jess BALIK itu logikanya, yakni :

Setelah Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, maka selanjutnya Allah berkata Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ---> Walo memang mungkin2 aja event FAKTA_nya adalah demikian, tapi terus terang saya kelabakan utk nanggepin pov jess, karena (imo) logika-nya jess udah lari kejauhan dari logika input yang ada, yakni text ayat  :D.

bersambung
Menurut anda, apakah perkataan "Menurut Gambar Allah", memiliki pengertian yang sama dengan "Menurut Rupa Allah atau menurut wajah Allah" atau "Menurut Peta Allah atau Menurut Imajinasi Allah atau menurut Pemikiran Allah atau menurut Rencana di benak Allah"?


Salam ...
May 20, 2016, 12:15:45 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Tubuh Yesus sebelum disalibkan dan sesudah disalibkan ada perbedaan, tubuh kebangkitan lebih mulia,lebih berkuasa, dapat menerobos dan tubuh kemuliaan tidak daapt dibatasi, ada kala tubuhNYa tidak dapat dikenal.
oleh karena itu saya berpendapat bhw tubuh Yesus setelah kebangkitanNya nggak nggak gitu pas utk dipendapati kekal selama lamanya, pada asumsi Yesus defaultnya adalah Roh.

Hanya apabila default Yesus adalah [Roh berTK material-corporeal] (imo) barulah bisa dipendapati tubuhNya kekal.

Quote
Tubuh kemuliaan tidak ada darah
IMO, setelah kebangkitanNya, Yesus mampu memvisualkan DiriNya dengan cara tubuhNya berdarah-darah literally. Idem dengan memvisualkan tangan Dia bolong.

Quote
Tubuh yang telah dilihat oleh Thomas adalah tubuh yang sama yang kita akan lihat.
Orang mau percaya bhw [tangan Dia bolong, lambung Dia robek, ada parutan2 di jidat akibat mahkota duri, dlsb] itu = kekal selamanya sehingga nanti orang ybs mati berjumpa Yesus masih dengan sikon spt demikian, ya terserah. Tapi secara logika, saya tidak berpendapat demikian.

BTW, scout mengajukan kalimat berkontradiksi.

A. ada kala tubuhNYa tidak dapat dikenal
B. Tubuh yang dilihat oleh Thomas adalah tubuh yang sama yang kita akan lihat

Quote
Apakah tubuh kebangkitan manusia juga akan sama seperti tubuh Yesus apakah seperti tubuh Elia bersama dengan Musa, ketika keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Bagaimana menurut Oda?
Menurut saya, [Tubuh Kemuliaan/Kebangkitan bermateri] nggak pas utk dikatakan kekal.

Berikut bekgron alesan saya :
Q1 : OP Yesus mati dengan kepala dipenggal, akan seperti apakah penampilannya setelah dia bangkit ?
oda1 : entah seperti apa, namun tidak dengan penampilan tanpa kepala

Q2 : Yesus mati dengan tangan dipaku, Dia bangkit dengan tangan bolong
oda2 : so ? jawaban atas Q1 itu adalah [OP Yesus tsb bangkit dgn penampilan tanpa kepala] ?

Nah... karena saya sendiri menemukan ketidak-sinkronan antara oda1 VS Q2, saya cenderung memilih yang oda1. Akibatnya saya berpendapat bhw bolong-nya tangan Yesus yg diliat Thomas setelah bangkit tidak pas dikatakan kekal.

Ngotot bhw [bolongnya tangan, robeknya lambung, parutan2 luka dijidat] adalah penampilan dari TK sesuai disaat ybs mati - maka konsekwensi logikanya adalah jawaban Q1 adalah ungu dan ungu itu kekal.

Sekali lagi, orang mau percaya spt ungu dikarenakan Yesus sewaktu mati [tangan dipaku, kepala di mahkota duri, lambung ditusuk] ... sewaktu bangkit [tangan bolong, parutan luka di jidat, lambung robek] ---> ini kekal selamanya, ya terserah. Tapi secara logika (karena saya menjawab secara oda1), saya tidak berpendapat demikian.


Terkait Yesus Musa dan Elia,
saya berpendapat bhw yang diliat oleh mereka itu adalah roh si Musa dan Elia.

Secara versi scout / Kekristenan jadinya mungkin sbb :
Yang diliat oleh mereka itu adalah
1a. literally Elia yang tidak bisa mati dengan penampilan blekplek seperti disaat Elia diangkat ke langit ratusan tahun yang lalu.
ataupun
1b. literally Elia yang tidak bisa mati dengan penampilan berbeda karena usianya sudah ratusan tahun.

2a. Roh Musa
ataupun
2b. Musa dengan tubuh kebangkitannya

btw, kita OOT nih  :wink:

:)
salam.
May 20, 2016, 12:35:57 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Tidak memerlukan kosakata [menghampiri], jess. Cukup dengan kosakata [datang] maka logika didalamnya itu, kosakata [menghampiri] ada termasuk.

Kosakata [datang] yg dipake oleh penulis ayat menuntun secara logika didalam pengertian [ada perpindahan lokasi ..... datang ke point Y dari point X].

He then went and took the scroll from the right hand of Him Who sat on the throne.

Silahkan diliat, penyampaian kalimat oleh si penulis ayat menggambarkan kronologi waktu :
1. He then ---> LALU Dia ---> dgn demikian ADA preceeding sikon-nya.
2. Went ---> pergi ---> ada perpindahan lokasi dari point X ke point Y.

Dalam Terjemahan B Inggris, oleh NKJV .. tidak ada perkataan "went" disana .. Rev 5 : 7 .. Then He came and took the scroll out.. sementara dal am Holy Bible terbitan LAI .. Then He came and took the scroll out .. ( artinya .. Kemudian Dia  ( Anak domba ) datang dan mengambil gulungan ...

Nah, sebelum kita membahas lebih lanjut, ada beberapa hal yang haru oda perhatikan, yaitu :

1. Allah itu adalah Roh dan FT katakan, "Tidak ada seorang pun" yang pernah melihat Allah, kecuali Anak yang berada di pangkuan Bapa.
2. Wahyu 21 : 23 ( Seluruh Kitab wahyu adalah saling berkaitan, sehingga dalam mempelajari Kitab Wahyu, kita tidak dapat melepaskan ayat-ayat yang lain yang ada dalam kitab Wahyu tersebut, sebab Kitab Wahyu itu adalah satu-kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan).
3. Bandingkan Wahyu Pasal 5 : 6 dengan Wahyu Pasal 4 : 5  ( Adalah Sama ).

Artinya adalah :

Berdasarkan ke-3 Fakta diatas, terutama Wahyu 5 : 6 dan Wahyu 4 : 5, maka "mustahil" ada 2 entitas disana, mengapa ?

1. Jika ada 2 entitas, maka jika yang satu adalah Anak domba, maka Entitas yang lain "Tidak mungkin Allah", sebab berdasarkan FT.. tidak ada seorangpun yang pernah ataupun yang dapat melihat Allah.
2. Berdasarkan Wahyu Pasal 5:6 dan Wahyu Pasal 4:5 .. maka jelas disana hanya ada 1 Entitas, Buktinya adalah :

Wahyu Pasal 5 : 6, mengatakan .. Anak Domba itu.. bertanduk tujuh dan bermata tujuh, itulah ke-7 Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Wahyu Pasal 4 : 5, mengtakan .. Dan dari Tahtah itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan 7 obor menyala-nyala dihadapan tahtah itu, itulah ke-7 Roh Allah.

3. Wahyu 21:23, jika dibandingkan dengan Wahyu 5:6 dan Wahyu 4:5, maka Wahyu 21:23 menjelaskan permasalahan disini, bahwa Anak Domba dan Allah itu adalah Sama, dimana dalam Wahyu 21:23, dengan sangat jelas dikatakan, bahwa Anak Domba itu adalah Wadah dari Allah, dimana Anak Domba itu digambarkan sebagai "lampu" dan Kemuliaan Allah itu digambarkan sebagai "Sinar Lampu".

Jadi, dari fakta-fakta diatas, sangat jelas telah membuktikan kepada kita, bahwa disana "hanya ada satu entitas", lalu timbul pertanyaan besar, mengapa disana dituliskan .. seakan-akan ada 2 Entitas..

Salam ..
May 20, 2016, 12:43:46 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Menurut anda, apakah perkataan "Menurut Gambar Allah", memiliki pengertian yang sama dengan

1. "Menurut Rupa Allah atau menurut wajah Allah" atau
2. Menurut Peta Allah atau
3. Menurut Imajinasi Allah atau
4. menurut Pemikiran Allah atau menurut Rencana di benak Allah
Saya bikin nomor-5 sebagai jawabannya ya jess ....

"menurut gambar Allah" (imo) didalam pengertian :
5.1. Manusia akan bisa berkuasa
5.2. Manusia akan bisa berkreasi

So (imo) ungu itulah "gambar" dgn tanda petik Allah.

Kalo menurut jess yang point mana ?

:)
salam.
May 20, 2016, 01:03:04 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Saya bikin nomor-5 sebagai jawabannya ya jess ....

"menurut gambar Allah" (imo) didalam pengertian :
5.1. Manusia akan bisa berkuasa
5.2. Manusia akan bisa berkreasi

So (imo) ungu itulah "gambar" dgn tanda petik Allah.

Kalo menurut jess yang point mana ?

:)
salam.
Kalau menurut pendapat saya, adalah point 2, 3 dan 4. ( dalam kaitannya dengan Kejadian 1:27  tersebut ), tetapi setelah manusia itu tercipta, maka manusia itu berkembang dan berkreasi, untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Salam ..
May 20, 2016, 02:04:07 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Dalam Terjemahan B Inggris, oleh NKJV .. tidak ada perkataan "went" disana .. Rev 5 : 7 .. Then He came and took the scroll out.. sementara dal am Holy Bible terbitan LAI .. Then He came and took the scroll out .. ( artinya .. Kemudian Dia  ( Anak domba ) datang dan mengambil gulungan ...
IMO, tidak juga harus ada kosakata [went], jess.

Kosakata [came] / [datang] sudah menggambarkan adanya perpindahan lokasi.

Namun, sekali lagi - pointnya yg di pov jess ini yang lagi dimana ?
A. Yang diliat penerima visi hanya satu entitas ?
B. Yang diliat penerima visi dua entitas ?
C. tidak diketahui apa yang diliat oleh penerima visi, karena penerima visi menyampaikan-nya secara gaya bahasa kalimat simbolisasi.

Tadinya saya kirain jess berpendapat yang point-A, sementara saya yg point-B.
Oleh karena itu saya kepingin tau kira2 begimana itu gambarnya yg secara point-A, sementara saya sendiri sudah sempet ngasih gambarnya yg secara point-B.

Tapi sekarang belakangan saya menduga jess yg point-C.


Quote
1. Allah itu adalah Roh dan FT katakan, "Tidak ada seorang pun" yang pernah melihat Allah, kecuali Anak yang berada di pangkuan Bapa.
Sekali lagi, point saya atas pembicaraan dgn jess disini adalah [yang diliat penerima visi], jess.

IMO, kalimat ungu diatas bukanlah sebuah visi.
Dan semisalnya ungu itu adalah suatu visi, maka kalimat ungu adalah kalimat kemustahilan KARENA si penerima visi tentunya melihat Bapa dimana dia melihat sang Anak berada di pangkuan Bapa.
Penerima visi tidak akan menyatakan [Anak yang berada di pangkuan Bapa] sementara entitas Bapa itu sendiri tidak eksis disitu.

So... (imo) kalimat ungu diatas bukan sebuah visi, melainkan bisa berupa :
1. gaya bahasa simbolisasi/metafora
2. pengetahuan
3. khayalan


Quote
2. Wahyu 21 : 23 ( Seluruh Kitab wahyu adalah saling berkaitan, sehingga dalam mempelajari Kitab Wahyu, kita tidak dapat melepaskan ayat-ayat yang lain yang ada dalam kitab Wahyu tersebut, sebab Kitab Wahyu itu adalah satu-kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan).
(23) Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Buat saya kalimat diatas kalimat yang sulit, karena [kemuliaan] tidak bisa dimengertikan secara corporeal, jess. Akibatnya, kalimat [meneranginya] tidak bisa kita mengertikan secara literal/harafiah.

Quote
3. Bandingkan Wahyu Pasal 5 : 6 dengan Wahyu Pasal 4 : 5  ( Adalah Sama ).
Bold, ini jess lagi berpendapat yg point-A ? ataukah point-C ?

Kalo jess lagi berpendapat yg point-A, oleh karena itu saya minta tolong dibikinin gambarnya.
Saya nggak bisa ngegambar sama-sekali, tapi saya berusaha keras pake photoshop agar setidaknya "nyampe" yang saya maksudkan melalui sebuah gambar. So, gambar saya tsb begitulah menurut saya kira kira visualisasinya berdasarkan input2 yang si penerima visi tuliskan.

24 takhta = takhta
lingkeran merah.
ke 24 tua tua ---> setara
Tidak ada "eh... gue beda ama elu loh, gue lebih tinggi - elu lebih rendah".

2 takhta (plus 7 obor) = takhta
lingkeran abu2.
baik "Dia yang duduk" DAN "anak domba bertanduk tujuh" ---> setara.
Tidak ada "eh... gue beda ama elu loh, gue lebih tinggi - elu lebih rendah".

bersambung
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)