Author Topic: Martin Luther dan Pengajarannya  (Read 6308 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 20, 2016, 02:14:51 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
nggak la bro
percaya deh saya banyak juga ngga setujunya sama doktrin Katolik :)

tapi saya bisa menerimanya dan memilih untuk menghormatinya, sembari berdoa kalau2 memang itulah yang benar, maka saya siap untuk bertobat

tentang perjamuan kudus nih misalnya
saya percaya itu dilakukan untuk memperingati kematian Yesus

soal :
ada orang yang beriman itu benar2 tubuh dan darah Kristus
ada orang yang bilang itu tetap roti dan anggur

buat saya pribadi ngga terlalu significant

saya pikir kedua hal itu tetap ngga bisa mengaburkan makna sesungguhnya yaitu memperingati pengorbanan Yesus, itu hal yang jauh lebih penting ada dalam hati kita dibanding kedua hal diatas

lagipula toh roti yang kita makan kan akhirnya jadi tubuh dan darah kita juga ya :)

tentang hal ini saya lebih memilih untuk berdiri teguh atas dasar saya sendiri dan tidak mau membangun diatas dasar yang telah diletakkan oleh orang lain
Ok Bro, thx utk kejujurannya. Saya tetap menghargai keyakinan kamu. GBU Bro
May 20, 2016, 04:06:45 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10923
nggak la bro
percaya deh saya banyak juga ngga setujunya sama doktrin Katolik :)

tapi saya bisa menerimanya dan memilih untuk menghormatinya, sembari berdoa kalau2 memang itulah yang benar, maka saya siap untuk bertobat

tentang perjamuan kudus nih misalnya
saya percaya itu dilakukan untuk memperingati kematian Yesus

soal :
ada orang yang beriman itu benar2 tubuh dan darah Kristus
ada orang yang bilang itu tetap roti dan anggur

buat saya pribadi ngga terlalu significant

saya pikir kedua hal itu tetap ngga bisa mengaburkan makna sesungguhnya yaitu memperingati pengorbanan Yesus, itu hal yang jauh lebih penting ada dalam hati kita dibanding kedua hal diatas

lagipula toh roti yang kita makan kan akhirnya jadi tubuh dan darah kita juga ya :)

tentang hal ini saya lebih memilih untuk berdiri teguh atas dasar saya sendiri dan tidak mau membangun diatas dasar yang telah diletakkan oleh orang lain

menurut feeling saya sih..
sebenernya the most of the silent majority of penganut Kekristenan (at least di indonesah) adalah para penganut yang moderat dan rasional semacam mas Hen-Hen ini deh...

yang sok-sok persis tuhan itu cuma beberapa gelintir oknum yang berisik itu-itu doang deh..
mirip kaya di sebelah.. yang sok-sok mewakili tuhan sweeping dll itu ya cuma beberapa gelintir oknum yang berisiknya minta ampun..

sehingga seolah-olah kesannya itu suaranya kenceng karena mewakili bagian yg signifikan dari keseluruhan populasi pemeluk..
padahal sesungguhnya persis menganut peribahasa: Tong Kosong Berisik bunyinya...

wkwkw
salam
May 21, 2016, 12:54:02 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
nggak la bro
percaya deh saya banyak juga ngga setujunya sama doktrin Katolik :)

tapi saya bisa menerimanya dan memilih untuk menghormatinya, sembari berdoa kalau2 memang itulah yang benar, maka saya siap untuk bertobat

tentang perjamuan kudus nih misalnya
saya percaya itu dilakukan untuk memperingati kematian Yesus

soal :
ada orang yang beriman itu benar2 tubuh dan darah Kristus
ada orang yang bilang itu tetap roti dan anggur

buat saya pribadi ngga terlalu significant

saya pikir kedua hal itu tetap ngga bisa mengaburkan makna sesungguhnya yaitu memperingati pengorbanan Yesus, itu hal yang jauh lebih penting ada dalam hati kita dibanding kedua hal diatas

lagipula toh roti yang kita makan kan akhirnya jadi tubuh dan darah kita juga ya :)

tentang hal ini saya lebih memilih untuk berdiri teguh atas dasar saya sendiri dan tidak mau membangun diatas dasar yang telah diletakkan oleh orang lain
Ya Bro :afro: ..Keselamatan kita tidak ditentukan oleh apa pendapat kita ttg doktrin tertentu, atau policy/ kebijakan gereja tertentu..
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
May 22, 2016, 11:34:00 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Minggu, 22/05/2016

Menemukan Alkitab

 Ketika sedang memeriksa buku buku di perpustakaan universitas pada suatu hari, Luther menemukan Alkitab dalam bahasa Latin. Belum pernah ia melihat buku seperti itu sebelumnya. Ia sama sekali tidak tahu keberadaan buku itu. Ia telah pernah mendengar bagian bagian dari Injil dan Surat surat Rasul, yang telah dibacakan kepada orang orang pada waktu kebaktian umum, dan ia berpikir bahwa itulah seluruh Alkitab itu.

tapi, Sekarang, untuk pertama kalinya ia melihat seluruh firman itu. Dengan rasa kagum bercampur heran ia membalik halaman halaman kudus itu. Dengan denyut nadi yang lebih cepat dan jantung berdebar debar, ia membaca firman kehidupan itu untuk dirinya sendiri. Setelah berhenti sejenak ia berseru, "Oh, seandainya Allah memberikan buku seperti ini menjadi milikku sendiri!" Idem, b. 2, ch. 2.

Malaikat malaikat Surga berada disampingnya dan sinar sinar terang dari takhta Allah menyatakan kekayaan kebenaran itu kepada pengertiannya. Sebelumnya ia selalu takut melanggar kehendak Allah. Tetapi sekarang ia mempunyai kesadaran yang mendalam mengenai keadaannya sebagai orang berdosa dan bergantung kepada Allah seperti belum pernah sebelumnya.

Suatu kerinduan yang sungguh sungguh untuk bebas dari dosa dan untuk memperoleh kedamaian dengan Allah, akhirnya menuntun dia memasuki sebuah biara, dan menyerahkan dirinya kepada kehidupan biara. Di sini ia diharuskan melakukan pekerjaan yang paling rendah, dan meminta minta dari rumah ke rumah. Pada waktu itu ia berada pada tingkat umur dimana penghormatan dan penghargaan sangat didambakan. Dan pekerjaan yang cocok untuk seorang hamba ini sangat melukai perasaan alamiahnya. Tetapi dengan tabah dan sabar ia tahankan pekerjaan yang merendahkan diri ini, sebab ia percaya bahwa hal itu diperlukan oleh dosa dosanya.

Setiap saat diwaktu senggangnya ia gunakan untuk belajar, sehingga mengurangi tidurnya, bahkan sebagian menghabiskan waktu untuk makan yang tidak mencukupi itu. Diatas segalanya yang lain, ia bersuka cita mempelajari firman Allah. Ia menemukan sebuah Alkitab yang dirantai ke dinding biara, dan untuk ini ia sering pergi ke situ. Sementara keyakinannya mengenai dosa semakin mendalam, ia mulai mencari pengampunan dan kedamaian atas usahanya sendiri. Ia menghidupkan suatu kehidupan yang ketat, dengan berpuasa, berjaga dan berdoa sepanjang malam, dan menyiksa diri untuk menundukkan keadaannya yang jahat, yang untuk ini kehidupan biara tidak dapat membebaskannya. Ia tidak menahankan pengorbanan, dengan harapan, mudah mudahan oleh itu ia memperoleh kesucian hati yang akan menyanggupkannya berdiri berkenan dihadapan Allah. "Sesungguhnya aku adalah seorang biarawan yang taat," katanya kemudian, "dan mematuhi semua peraturan ordeku lebih ketat daripada yang dapat aku katakan. Jikalau pernah seorang biarawan memperoleh Surga oleh pekerjaannya sebagai biarawan, aku merasa pasti berhak untuk itu . . . . Jika pekerjaan itu diteruskan lebih lama lagi, pekerjaan penyiksaan diri itu akan menewaskan aku." D'Aubigne, b. 2, ch. 3.

Sebagai akibat disiplin yang menyakitkan, ia kehilangan kekuatannya, dan menderita pingsan kejang kejang, yang tidak pernah sembuh benar dari pengaruhnya. Tetapi dengan semua usahanya ini jiwanya yang menanggung beban tidak menemukan kelegaan. Akhirnya ia berada ditepi jurang keputusasaan.

Bilamana tampaknya semua sudah hilang bagi Luther, Allah memberikan seorang sahabat dan penolong baginya. Staupitz yang saleh membuka firman Allah kedalam pikiran Luther dan mengajaknya mengalihkan pandangannya dari dirinya sendiri, menghentikan merenungkan hukuman tanpa batas karena pelanggaran hukum Allah, dan memandang kepada Yesus, Juru Selamat yang mengampuni dosa itu. "Daripada menyiksa dirimu oleh karena dosa dosamu, jatuhkanlah dirimu ketangan Penebus. Percayalah kepada Nya, kepada kebenaran kehidupan Nya, kepada penebusan kematian Nya . . . . Dengarkanlah Anak Allah. Ia menjelma menjadi manusia untuk memberikan kepadamu jaminan perkenan ilahi." "Kasihilah Dia yang telah lebih dahulu mengasihimu." Idem, b. 2, ch. 4.

Demikianlah pesuruh kemurahan itu berbicara. Kata katanya itu membawa kesan mendalam di pikiran Luther. Setelah bergumul dengan kesalahan kesalahan kesayangan lama, ia akhirnya mampu menerima kebenaran, dan kedamaianpun datang kepada jiwanya yang susah.    :afro: :afro:

---Bersambung---

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 23, 2016, 08:23:27 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Ratusan tahun lalu lahirlah Martin Luther, seorang rahib Katolik (ketika itu Kekristenan adalah hanya aliran Katolik) yang pada akhirnya menyatakan pandangan pribadi yang berseberangan dengan pandangan gereja pada waktu itu.

Sampai saat ini kaum Protestan dan Karismatik masih memegang teguh konsep keselamatan yg dirumuskan oleh Martin Luther. Martin Luther berkeyakinan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus. Biasanya kaum ber-aliran Protestan meyakini perbuatan baik sama sekali tidak "ngefek" secuil/sedikit-pun terhadap keselamatan. Perbuatan baik hanya berdampak "upah yg lebih besar" di Surga. Martin Luther sangat mengecam praktik pengampunan dosa oleh Paus ketika itu. Ini sampai sekarang sebenarnya masih menjadi topik panas antara aliran Katolik dengan Protestan.

Martin Luther juga pada intinya menyatakan bahwa pengajaran itu harus berpusat kepada Alkitab sendiri saja, tidak boleh ada unsur2 di luar Alkitab. Dia "melawan" praktek2 tradisi gereja dan dia menghilangkan beberapa kitab2 yg dianggapnya tidak terlalu penting atau yang berkontradiksi dengan Injil (Alkitab yg dia percayai adalah hampir sama seperti Alkitab aliran Protestan sekarang, hanya saja dia juga "menghilangkan" kitab Wahyu).

Oleh karena mengesampingkan tradisi gereja maka kaum protestan sampai sekarang menolak penghormatan kepada Maria dan kepada para rasul/orang2 "kudus" (para santo/santa, yg ditetapkan oleh Kepausan). Memang Katolik sendiri tidak menyembah Maria tapi beberapa telah menyimpang dengan berdoa memohon sesuatu kepada Maria karena Maria dianggap sebagai mediator atau penasehat yang "mungkin" dapat berbicara kepada Tuhan.

Ajaran2 Martin Luther masuk sangat dalam ke dalam hati para protestan. Kaum protestan sampai saat ini umumnya menolak Paus sebagai pemimpin rohani. Protestan memang men-toleransi aliran Katolik namun dalam keyakinan protestan biasanya mereka menganggap semua orang yang telah percaya adalah semacam "imam" bagi diri mereka sendiri. Mereka "bebas" langsung berdoa kepada Tuhan dan cukup hidup berdasarkan Alkitab sebagai pedoman hidup orang percaya (2 Timotius 3:16).

Belakangan Martin Luther dikucilkan dari gereja. Meskipun banyak tulisan, pengajaran dan kehidupannya sangat kontroversial tapi akhirnya ia menginspirasi lahirnya gereja Protestan.

Martin Luther.... Masalah buat elo???


Sementara Alkitab berkata

Roma 14:4
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.
« Last Edit: May 23, 2016, 08:26:34 PM by Krispus »
May 24, 2016, 01:07:01 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Selasa, 24/05/2016

Pemisahan diri Luther dari Roma

 Luther ditahbiskan menjadi imam, dan telah dipanggil keluar dari biara menjadi guru besar di Universitas Wittenberg. Disini ia mempelajari Alkitab dalam bahasa aslinya. Ia mulai memberi ceramah mengenai Alkitab. Dan buku buku Mazmur, Injil, dan Surat Rasul rasul telah dibukakan kepada pengertian para pendengar yang bergembira. Staupitz, sahabatnya dan atasannya, mendorongnya untuk naik mimbar dan mengkhotbahkan firman Allah. Luther merasa ragu karena merasa dirinya tidak layak berbicara kepada orang orang sebagai ganti Kristus. Hanya setelah pergumulan yang lama dia menerima permintaan sahabat sahabatnya. Ia sudah mahir mengenai Alkitab, dan rakhmat Allah turun keatasnya. Kemampuannya berbicara memikat para pendengarnya, dan penyampaian kebenaran yang jelas dan dengan kuasa meyakinkan pengertian mereka, dan semangatnya yang berapi api menyentuh hati mereka.

Luther masih tetap menjadi anggota gereja kepausan yang sungguh sungguh, dan tidak pernah berpikir yang lain lain. Dengan pemeliharaan Allah ia telah dituntun untuk mengunjungi Roma. Ia melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, dan menginap di biara biara sepanjang perjalanan. Di salah satu biara di Italia ia dipenuhi keheranan melihat kekayaan, keindahan dan kemewahan yang disaksikannya. Para biarawan tinggal di apartemen yang megah, dengan pendapatan yang memuaskan, berpakaian yang paling mewah dan paling mahal, dan memakan makanan yang mewah. Dengan sangat ragu ragu, Luther membandingkan pemandangan ini dengan penyangkalan diri dan kesukaran yang dialaminya dalam hidupnya sendiri. Pikirannya menjadi bingung.

Akhirnya ia melihat dari kejauhan kota tujuh gunung itu. Dengan perasaan yang mendalam ia tersungkur ke tanah dan berseru, "Roma yang kudus, aku menghormatimu." Ia memasuki kota itu, mengunjungi gereja gereja, mendengarkan cerita cerita dongeng yang diceritakan oleh para imam dan biarawan, dan menjalankan semua upacara yang diharuskan. Dimana mana ia melihat pemandangan yang memenuhinya dengan kekaguman dan ketakutan. Ia melihat bahwa kejahatan terjadi di semua tingkat pendeta. D'Aubigne,  "History of the Reformation of the Sixteenth Century," b. 2, ch. 6.

Dengan dekrit yang baru, paus telah menjanjikan kesenangan kepada semua yang menaiki "Tangga Pilatus" dengan berlutut. Katanya tangga itu telah dituruni oleh Juru Selamat kita pada waktu meninggalkan pengadilan Roma, dan dengan ajaib telah dipindahkan dari Yerusalem ke Roma. Luther pada suatu hari menaiki tangga itu dengan sungguh sungguh, pada waktu mana ia tiba tiba mendengar satu suara bagaikan geledek yang berkata, "Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17). Ia langsung berdiri dan segera meninggalkan tempat itu dengan malu dan ngeri. Ayat itu tidak pernah kehilangan kuasa atas jiwanya. Sejak waktu itu ia melihat lebih jelas dari sebelumnya pendapat yang keliru, yang mempercayai keselamatan diperoleh atas usaha manusia, dan pentingnya iman yang terus menerus kepada usaha Kristus. Matanya sekarang terbuka, dan tak akan pernah lagi tertutup, karena penipuan. Pada waktu ia memalingkan wajahnya dari Roma, hatinya juga ikut berpaling, dan sejak waktu itu jurang perpisahanpun semakin melebar, sampai akhirnya ia memutuskan semua hubungannya dengan gereja kepausan.

Sekembalinya dari Roma, Luther menerima gelar Doctor of Divinity dari Universitas Wittenberg. Sekarang ia bebas membaktikan dirinya kepada Alkitab yang dicintainya, seperti belum pernah sebelumnya. Ia telah bernazar untuk mempelajari dengan teliti firman Allah dan dengan setia akan mengkhotbahkannya seumur hidupnya, bukan kata kata dan ajaran ajaran para Paus. Ia bukan lagi sekedar biarawan atau guru besar, tetapi juga bentara dan pejabat yang berwenang Alkitab. Ia telah dipanggil sebagai gembala untuk memberi makan kawanan domba Allah, yang telah lapar dan haus akan kebenaran. Dengan tegas ia menyatakan bahwa orang Kristen tidak boleh menerima ajaran lain selain yang berdasarkan otoritas Alkitab yang suci. Kata kata ini menghantam dasar supremasi kepausan. Kata kata ini mengandung prinsip vital Pembaharuan (Reformasi).


---Bersambung---

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 27, 2016, 06:26:06 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Sabtu, 28/05/2016

Luther melihat bahayanya meninggikan teori teori manusia di atas firman Allah. Tanpa gentar ia menyerang ketidak percayaan pada agama yang spekulatif dari para dosen, dan menentang filsafat dan teologi yang telah begitu lama mempunyai pengaruh menguasai orang orang. Ia mencela pelayanan yang seperti itu sebagai bukan saja tidak berguna, tetapi juga berbahaya. Dan ia mencoba mengalihkan pikiran pendengarnya dari argumentasi yang tidak benar dengan tujuan menipu dari para ahli filsafat dan ahli teologi, kepada kebenaran kekal yang diletakkan oleh para nabi dan para rasul.

Begitu luar biasa pekabaran yang dibawanya kepada para pendengar yang rindu dan yang lapar akan kata katanya. Belum pernah pengajaran seperti itu mereka dengar sebelumnya. Berita kesukaan mengenai kasih Juru Selamat, jaminan pengampunan dan kedamaian melalui penebusan darah Nya, memberikan sukacita dan mengilhamkan suatu pengharapan kekal didalam hati mereka. Di Wittenberg satu terang sudah dinyalakan yang sinarnya harus meluas sampai ke hujung bumi, dan yang terangnya bertambah menjelang akhir zaman.

Akan tetapi terang dan kegelapan tidak bisa berbaur. Antara kebenaran dan kesalahan ada pertentangan yang tidak bisa dihilangkan. Untuk meninggikan dan mempertahankan yang satu kita harus melawan dan membuangkan yang lain. Juru Selamat kita sendiri berkata, "Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang" (Matius 10:34). Luther berkata beberapa tahun setelah Pembaharuan, "Allah tidak menuntun aku, Ia mendorong aku kedepan. Ia membawa aku. Aku bukan tuan atas diriku. Aku rindu hidup dengan tenang, tetapi aku telah dilemparkan ke tengah tengah keributan dan revolusi." D'Aubigne, "History of the Reformation of the Sixteenth Century," b. 5, ch. 2.

Sekarang Luther memulai pekerjaannya dengan berani sebagai pejuang kebenaran. Suaranya terdengar dari atas mimbar memberikan amaran yang sungguh sungguh dan khidmat. Ditunjukkannya dihadapan orang orang sifat pelanggaran dasar, dan mengajarkan kepada mereka bahwa adalah tidak mungkin bagi manusia, atas usahanya sendiri, mengurangi kesalahannya atau menghindari hukumannya. Tidak ada yang lain kecuali pertobatan kepada Allah dan iman kepada Yesus Kristus yang dapat menyelamatkan orang berdosa. Rahmat Kristus tidak dapat dibeli, itu adalah pemberian cuma cuma. Ia menasihati orang orang supaya jangan membeli surat pengampunan dosa, tetapi memandang dengan iman kepada Penebus yang sudah disalibkan itu. Ia menghubungkan pengalamannya yang menyakitkan yang dengan sia sia mencari kehinaan diri dan pengampunan untuk mendapatkan keselamatan. Ia juga meyakinkan pendengarnya bahwa barulah setelah ia melihat ke luar dari dirinya dan percaya pada Kristus, ia menemukan kedamaian dan sukacita.


---Bersambung---

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 31, 2016, 07:43:41 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Rabu, 01/06/2016

Ajaran Martin Luther

Gereja kastel Wittenberg, yang mempunyai beberapa benda benda kuno yang dianggap bernilai agama, yang pada hari hari besar tertentu dipamerkan kepada umum, memberikan pengampunan penuh kepada semua orang yang berkunjung ke gereja itu dan yang membuat pengakuan dosa. Sebagai mana biasanya pada hari hari seperti itu, banyak orang yang berkunjung ke tempat itu. Salah satu kesempatan yang paling penting ini, festival "Semua orang kudus," yang sudah hampir tiba.

Pada hari sebelum fetival itu, Luther, bersama sama dengan orang banyak yang pergi ke gereja, memakukan di pintu gereja selembar kertas yang berisi 95 dalil atau tesis yang menentang ajaran surat pengampunan dosa. Ia menyatakan kesediaannya untuk mempertahankan dalil atau tesis ini besoknya di universitas, terhadap semua yang merasa diserang.

Dalil dalilnya itu menarik perhatian umum. Mereka membaca, dan membaca ulang dalil itu, dan mengulanginya di segala penjuru. Suatu kegemparan besar terjadi di universitas dan seluruh kota itu. Dengan tesis ini telah ditunjukkan bahwa kuasa untuk memberikan pengampunan dosa dan penghapusan hukuman tidak pernah diberikan kepada paus atau seseorang yang lain. Seluruh rencana itu adalah lelucon belaka, suatu kecerdikan untuk memeras uang oleh bermain melalui ketakhyulan orang orang suatu alat Setan untuk membinasakan jiwa orang orang yang mau percaya kepada dusta kepura puraannya. Juga dengan jelas ditunjukkan bahwa Kristus adalah harta gereja yang paling berharga, dan bahwa rahmat Allah yang dinyatakannya, diberikan dengan cuma cuma kepada semua orang yang mencarinya oleh pertobatan dan iman.

Tesis Luther menantang perbincangan, tetapi tak seorangpun berani menerima tantangan itu. Pertanyaan pertanyaan yang dihadapkannya telah tersebar ke seluruh Jerman hanya dalam beberapa hari saja. Dalam beberapa minggu telah terdengar ke seluruh dunia Kekristenan.

Banyak dari pengikut agama Roma yang setia, yang telah melihat dan menyesali kejahatan keji yang merajalela di gereja tetapi tidak tahu cara menghentikannya, membaca dalil itu dengan sukacita besar, menganggap dalil itu sebagai suara Allah. Mereka merasa bahwa tangan Tuhan yang penuh rahmat telah menghentikan arus kebejatan moral yang cepat membengkak itu yang telah dikeluarkan dari Roma. Para pangeran dan para pejabat tinggi gereja bersukacita secara diam diam karena sebuah rintangan telah diberlakukan terhadap kuasa yang congkak itu, yang telah menghilangkan hak naik banding atas keputusan keputusannya.

Tetapi orang orang banyak yang mencintai dosa dan ketakhyulan telah ketakutan pada waktu kepura puraan yang telah menenangkan ketakutan mereka telah hilang. Para pendeta yang banyak tipu muslihatnya berhenti sementara dalam melakukan kejahatan mereka, dan melihat pendapatan mereka dalam bahaya, telah menjadi marah dan berlomba untuk mempertahankan kepura puraan mereka. Sang Pembaharu menghadapi para penuduh yang gigih. Sebagian menuduh dia bertindak gegabah dan menurut dorongan hati saja. Yang lain menuduhnya berprasangka dan congkak, menyatakan bahwa ia tidak dipimpin oleh Allah, tetapi bertindak atas kesombongan dan penonjolan diri. "Siapa yang tidak tahu," kata mereka, "bahwa seseorang jarang mengemukakan ide baru tanpa kelihatan sombong dan tanpa dituduh menimbulkan pertengkaran? . . . . Mengapa Kristus dan para syuhada dibunuh? Oleh karena mereka tampaknya seperti penghina yang sombong kepada kebijaksanaan masa itu, dan oleh sebab mereka memajukan hal hal baru tanpa terlebih dahulu, dengan rendah hati, meminta nasihat orang orang bijaksana sebelumnya."

Sekali lagi ia nyatakan, "Apa saja yang saya lakukan akan saya lakukan, bukan oleh kepintaran manusia, tetapi nasihat Allah. Jika pekerjaan itu datangnya dari Allah, siapakah yang dapat menghentikannya? Jikalau tidak dari Allah, siapakah yang sanggup meneruskannya? Bukan kehendakku, atau kehendak mereka atau kehendak kami. Tetapi kehendak Mu, O, Bapa yang kudus, yang di dalam Surga." D'Aubigne, "History of the Reformation of the Sixteenth Century," , b. 3, ch. 6.


---Bersambung---

salam
TYM
« Last Edit: May 31, 2016, 08:01:27 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 07, 2016, 11:22:12 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
07/06/2016


---SELESAI---





Catatan:
kalau ada dari teman teman tertarik dan ingin mengetahui lebih banyak tentang Martin Luther sampai dengan Pergerakan Protestantisme,
dengan senang hati saya akan berbagi...  :)


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 07, 2016, 11:43:07 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 541
  • Gender: Male
07/06/2016


---SELESAI---





Catatan:
kalau ada dari teman teman tertarik dan ingin mengetahui lebih banyak tentang Martin Luther sampai dengan Pergerakan Protestantisme,
dengan senang hati saya akan berbagi...  :)


salam
TYM

Mantap, Trims atas sharingannya ttg Martin Luther.  :afro:
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)