Author Topic: Martin Luther dan Pengajarannya  (Read 5454 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 09, 2016, 12:08:40 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
@Simatupang@123 :

Di situs katolisitas.org, ada tertulis mengenai Protestant Kenotic Christology, yang disebut sebagai salah satu ajaran dari Martin Luther. Selengkapnya di SINI.

Jika Anda memiliki sumber-sumber resmi mengenai ajaran tersebut, sudilah kiranya mengcopaskannya di trit ini. Saya ingin belajar lebih dalam mengenai ajaran Martin Luther tersebut.
 

June 09, 2016, 05:48:45 AM
Reply #21
  • Global Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9742
  • ForumKristen.com
@Simatupang@123 :

Di situs katolisitas.org, ada tertulis mengenai Protestant Kenotic Christology, yang disebut sebagai salah satu ajaran dari Martin Luther. Selengkapnya di SINI.

Menurut sumber ini, yang mencetuskannya adalah pengikut Luther, bukan Luther sendiri.
http://mb-soft.com/believe/txn/kenosis.htm
Quote
Kenotic theology can be said to have begun as a serious form of reflection on Christology in the works of Gottfried Thomasius (1802 - 75), a German Lutheran theologian. In general kenotic theology was formulated in the light of three crucial concerns.


Salam
Kesalahan-kesalahan dalam Kesaksian Meiga Fitri
Pancasila bukan Jimat, oleh Franz Magnis Suseno
Ahok Diwawancara CCTV
June 09, 2016, 10:03:33 AM
Reply #22
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6451
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Saya pikir yg disebut 'Protestant Kenotic Christology' itu bukan ajaran yg diterima seluruh Protestan,
Meski bgitu saya temukan bbrp org karismatik sptnya myakini pngajaran serupa-serupa itu bdsk interpretasinya sendiri, padahal ajaran resminya tidak begitu.

Quote
II. The Son of God, the second person of the Trinity, being very and eternal God, of one substance and equal with the Father, did, when the fullness of time was come, take upon Him man's nature, with all the essential properties, and common infirmities thereof, yet without sin; being conceived by the power of the Holy Ghost, in the womb of the virgin Mary, of her substance. So that two whole, perfect, and distinct natures, the Godhead and the manhood, were inseparably joined together in one person, without conversion, composition, or confusion. Which person is very God, and very man, yet one Christ, the only Mediator between God and man.

Jd pendapat umum Protestan itu, Kristus saat inkarnasi tidak kehilangan keilahianNya, mlainkan menambahkan pada diriNya hakekat kemanusiaan dan kedua hakekat itu sempurna satu dalam Dia (tapi tidak campur-baur).

Intinya sama dg Katolik.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 09, 2016, 10:25:28 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2508
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
@Simatupang@123 :

Di situs katolisitas.org, ada tertulis mengenai Protestant Kenotic Christology, yang disebut sebagai salah satu ajaran dari Martin Luther. Selengkapnya di SINI.

Jika Anda memiliki sumber-sumber resmi mengenai ajaran tersebut, sudilah kiranya mengcopaskannya di trit ini. Saya ingin belajar lebih dalam mengenai ajaran Martin Luther tersebut.


syalom bro shadowing,

saya belum punya buku itu, jadi belum bisa berkomentar banyak tentang isinya...

tapi beberapa Penulis lain yang membahas tentang isi buku itu,
berkata bahwa Isi buku tersebut, bukan Pembahasan yang dikhususkan membahas Inkarnasi Jesus Kristus

buku tersebut berbicara tentang ajaran Martin Luther mengenai Kasih Karunia, yang dinyatakan Allah melalui Pemberian Anak-Nya Jesus Kristus, menjadi manusia, dan memang betul dalam buku tersebut dia  membahas secara ringkas Filipi pasal 2 tentang Jesus yang mengosongkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba.

berikut beberapa kutipan yang saya dapat dari Penulis lain tentang buku itu:

But when the sinner is freed from the Law through the preaching of the Gospel, he becomes
a new man, like unto the Incarnate Christ, who though Lord of all, showed mercy to sinners by making himself a servant of every man. Luther, de Libertate Christiana, 52.

cari saja dengan kata kunci berikut ini Luther's Theology of Mercy in the Tractatus de Libertate Christiana

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 09, 2016, 06:03:33 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
@Kahlil_Gibson; @Siip :

Terima kasih untuk informasi dan penjelasannya.


@Simatupang@123 :

Baik. Saya akan mencoba saran Anda. Terima kasih untuk responnya.
« Last Edit: June 09, 2016, 06:05:54 PM by shadowing »
June 10, 2016, 09:07:14 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 890
  • Denominasi: Protestan
@Simatupang@123 :

Di situs katolisitas.org, ada tertulis mengenai Protestant Kenotic Christology, yang disebut sebagai salah satu ajaran dari Martin Luther. Selengkapnya di SINI.

Jika Anda memiliki sumber-sumber resmi mengenai ajaran tersebut, sudilah kiranya mengcopaskannya di trit ini. Saya ingin belajar lebih dalam mengenai ajaran Martin Luther tersebut.


Setahu saya doktrin resmi Protestan mengenai “Kesatuan Hipostatik” tidak berbeda dan berakar kepada Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel atau Kredo Nicea, bahwa Yesus adalah satu pribadi, bukan dua "pribadi" yang terpisah: sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia.

Saya kutip beberapa kalimat penting dari situs yg anda kutip itu sbb :

Jika kita mempelajari sejarah Gereja, kita akan mengetahui bahwa interpretasi yang dipegang oleh Bapa Gereja adalah bahwa yang dimaksud oleh Paulus dalam “pengosongan diri” ini adalah bahwa Pribadi kedua dari Trinitas yaitu Sang Firman Allah, mengambil rupa manusia melalui Inkarnasi, agar dengan demikian Ia dapat menderita dan mati. Maka dikatakan Ia yang “dalam rupa Allah….  mengambil rupa seorang hamba” sehingga di dalam rupa tersebut Ia “merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati …di kayu salib.” Maka disini yang tidak dipertahankan Kristus adalah ketidakterbatasanNya sebagai Allah, bahwa sebagai Allah Ia tidak mungkin menderita dan mati, sedangkan dengan menjelma menjadi manusia Ia dapat menderita dan mati.

http://www.katolisitas.org/yesus-sungguh-allah-sungguh-manusia/

Inilah menurut saya perbedaan pandangan antara Protestan yang saya pahami dengan katolik yaitu “ apakah Allah bisa mati ? “

Kalimat yang Bold merah diatas menimbulkan pertanyaan karena menurut saya adalah keliru karena sifat atau substansi  Allah yg bersifat kekal tidak mungkin berubah kapanpun,apalagi mengalami kematian sebab Alkitab sendiri mengatakan sbb :

1.   “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”  (Maleakhi 3:6)

2.   (Ibrani 13:8) Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

3.   I Petrus  3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Ketidakterbatasan Allah tetap saja tidak terbatas dan tidak mungkin menjadi terbatas kapanpun sebab esensi keilahian adalah kekal tidak pernah bisa berubah.

Jadi yang mengalami kematian diatas salib adalah sifat kemanusiaan Yesus atau dalam keadaannya sebagai manusia,bukan sifat atau dalam keadaan-Nya  sebagai  Allah yang tidak mungkin berubah melainkan kekal selamanya.

Ingat didalam 7 perkataan Yesus diatas salib Dia memanggil Allah sebagai “Bapa”  (Lukas 23:34 ) karena statusnya adalah Anak Allah yang kekal tidak bisa mati,tetapi Dia juga memanggil dengan nama “Allah-Ku”  (Matius 27:46 ) yg menunjukkan sifat keduanya sebagai manusia yang bisa mati,yaitu Ia menyerahkan nyawa kemanusiaan-Nya bukan ROH keilahian-Nya.

Itulah sebabnya Allah inkarnasi menjadi manusia supaya bisa mengalami kematian sebab sifat Allah atau dalam keadaanya sebagai Allah Dia tidak mungkin bisa mati.

Jadi kesatuan Hipostatis tidak berarti bahwa keilahian Allah bisa ikut mengalami kematian sebagaimana tubuh materi manusia sebab Allah adalah ROH yang kekal tidak pernah berubah.

Mudah mudahan menjadi jelas kiranya.

« Last Edit: June 10, 2016, 09:12:29 AM by alacarte »
June 10, 2016, 10:21:47 AM
Reply #26
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6451
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Kl mengikuti pengajaran Bapa Gereja Katolik dan mengacu pada pengajaran tokoh Protestan,
Maka kita bisa membaca bhw Yesus Kristus itu 1 Pribadi, dan dalam 1 Pribadi itu ada 2 Hakekat yg tidak terpisahkan, yaitu hakekat ilahi dan hakekat manusia.

Kl dikatakan Yesus Kristus wafat, maka yg wafat ya 1 Pribadi (yg di dalamnya adalah 2 hakekat yg tidak terpisahkan itu).
Ngga bisa kmudian 1 Pribadi itu dibagi lagi seolah yg wafat hanya hakekat kemanusiaanNya saja,

Orang kan berkata bhw Allah berinkarnasi, yaitu dari Fully-God menjadi Fully-God and Fully-Men, 1 Persona.

Tokoh Gereja Katolik & Protestan pada masa lalu memberi istilah God-Man.

Yg wafat adalah Kristus yg adalah God-Man, bukan just Man.

Itulah implikasi dari inkarnasi,
Inkarnasi mjadikan Allah yang tidak terbatas menjadi memiliki keterbatasan,
Namun keterbatasan bukan karena Ia melepas keilahianNya mlainkan krn Ia mengambil hakikat kemanusiaan.

Quote
Origen:
This substance of a soul, then, being intermediate between God and the flesh – it being impossible for the nature of God to intermingle with a body without an intermediate instrument – the God-man is born.

Quote
Anselm of Canterbury:
If it be necessary, therefore, as it appears, that the heavenly kingdom be made up of men, and this cannot be effected unless the aforesaid satisfaction be made, which none but God can make and none but man ought to make, it is necessary for the God-man to make it.

Therefore the God-man, whom we require to be of a nature both human and Divine, cannot be produced by a change from one into the other, nor by an imperfect commingling of both in a third; since these things cannot be, or, if they could be, would avail nothing to our purpose. Moreover, if these two complete natures are said to be joined somehow, in such a way that one may be Divine while the other is human, and yet that which is God not be the same with that which is man, it is impossible for both to do the work necessary to be accomplished. For God will not do it, because he has no debt to pay; and man will not do it, because he cannot. Therefore, in order that the God-man may perform this, it is necessary that the same being should perfect God and perfect man, in order to make this atonement. For he cannot and ought not to do it, unless he be very God and very man. Since, then, it is necessary that the God-man preserve the completeness of each nature, it is no less necessary that these two natures be united entire in one person, just as a body and a reasonable soul exist together in every human being; for otherwise it is impossible that the same being should be very God and very man.

Quote
Westminster Catechism:
Christ is exalted in his sitting at the right hand of God, in that as God-man he is advanced to the highest favour with God the Father

Jadi ngga terjadi tukar-menukar hakikat krn 2 hakikat itu menjadi 1 Pribadi.

Apakah dg bgitu 'Allah mati'?
Ya nggak krn Bapa kan ngga mati.
Tp Anak Allah (God-Man) itu mati menebus dosa.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 10, 2016, 05:14:21 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4716
Setahu saya doktrin resmi Protestan mengenai “Kesatuan Hipostatik” tidak berbeda dan berakar kepada Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel atau Kredo Nicea, bahwa Yesus adalah satu pribadi, bukan dua "pribadi" yang terpisah: sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia.

Saya kutip beberapa kalimat penting dari situs yg anda kutip itu sbb :

Jika kita mempelajari sejarah Gereja, kita akan mengetahui bahwa interpretasi yang dipegang oleh Bapa Gereja adalah bahwa yang dimaksud oleh Paulus dalam “pengosongan diri” ini adalah bahwa Pribadi kedua dari Trinitas yaitu Sang Firman Allah, mengambil rupa manusia melalui Inkarnasi, agar dengan demikian Ia dapat menderita dan mati. Maka dikatakan Ia yang “dalam rupa Allah….  mengambil rupa seorang hamba” sehingga di dalam rupa tersebut Ia “merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati …di kayu salib.” Maka disini yang tidak dipertahankan Kristus adalah ketidakterbatasanNya sebagai Allah, bahwa sebagai Allah Ia tidak mungkin menderita dan mati, sedangkan dengan menjelma menjadi manusia Ia dapat menderita dan mati.

http://www.katolisitas.org/yesus-sungguh-allah-sungguh-manusia/

Inilah menurut saya perbedaan pandangan antara Protestan yang saya pahami dengan katolik yaitu “ apakah Allah bisa mati ? “

Kalimat yang Bold merah diatas menimbulkan pertanyaan karena menurut saya adalah keliru karena sifat atau substansi  Allah yg bersifat kekal tidak mungkin berubah kapanpun,apalagi mengalami kematian sebab Alkitab sendiri mengatakan sbb :
----- cut -----


kalimat yang saya bold biru menurut salah
yang benar menurut saya adalah
Inilah menurut saya perbedaan pandangan antara gereja Protestan saya dengan katolik yaitu “ apakah Allah bisa mati ? <---- ini baru bener
pandangan protestan umumnya tidak seperti anda
silahkan crosscheck dengan saudara2 protestan lainnya

June 10, 2016, 05:15:55 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4716
hehehe
bro siip itu katolik yang nyamar bukan ya??
kaya bro hen2 dan bro cosmicboy dibilang katolik nyamar  ;D ;D ;D
June 10, 2016, 06:16:03 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2508
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

pandangan protestan umumnya tidak seperti anda
silahkan crosscheck dengan saudara2 protestan lainnya

oh iya memang ada beberapa pandangan yang berbeda.

dan Pemahaman saya pribadi tentang Filipi 2 itu adalah:

ketika Allah mengosongkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba (manusia)
Allah yang mengosongkan diri itu bukan mengosongkan diri-Nya setengah. atau mengosongkan dirinya seperempat..  :D :D

sehingga Allah yang mengosongkan diri itu adalah setengah Allah dan setengah manusia.

Allah yang Mahakuasa itu benar benar melepaskan dan mengosongkan Kemahakuasaan-Nya.
Allah yang Mahatahu itu benar benar melepaskan dan mengosongkan Kemahatahuaan-Nya.
Allah yang Mahahadir itu benar benar melepaskan Kemahahadiran-Nya.


Nama-Nya adalah Jesus Kristus, orang Jahudi, Lahir di Betlehem, dari keluarga yang sederhana, di larikan ke Mesir karena nyawa-Nya terancam, kampung-Nya di Nazaret, ibu-Nya Maria, dari Keturunan Daud suku Jehuda. dan Dia tidak malu mengakui kita sebagai saudara-Nya,


salam
TYM

« Last Edit: June 10, 2016, 06:44:59 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)