Author Topic: Martin Luther dan Pengajarannya  (Read 6306 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 13, 2016, 03:50:09 PM
Reply #40
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6470
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Kenosis artinya  κενόω (kenóō) berarti "menjadi kosong" https://id.wikipedia.org/wiki/Kenosis, kalau Tuhan Jesus masih memiliki Kuasa ke-Allahan 50% atau 1% itu artinya bukan mengosongkan diri. tetapi Mengurangi  :D :D :D

Sewaktu Anak Allah masih inkarnasi didunia Dia adalah Allah sepenuhnya dan manusia sepenuhnya sehingga sering disalahmengertikan bahwa Dia bukan Allah lagi sehingga tidak bisa bertindak sebagaimana Allah yang Mahakuasa.

sangat betul, dan itu artinya Yesus bukan kadang kadang Allah, dan kadang kadang manusia. seperti pemahaman beberapa orang.
katanya, waktu menenangkan Angin Badai itu yang melakukan adalah ke Allahan.
sementara yang dipukul dan mati itu adalah kemanusiaan.

bukanlah demikian kata Firman Tuhan saudara alecarte...

Firman Tuhan berkata:
Allah itu telah menjadi manusia. nama-Nya disebut orang Imanuel, artinya Allah bersama sama dengan manusia.

jadi yang ditinju dan di ludahi orang itu, orang yang menderita lapar selama 40 hari itu, dan yang mati disalib itu adalah. Tuhan Allah sendiri. Tuhan Allah yang sudah melepaskan Kemahakuasaan-Nya.
nama-Nya adalah Yesus Kristus, Juruselamat dunia.  :)
amen


salam
TYM

 

Coba lihat dulu link yg Bro berikan itu.

Menjadi 'kosong' itu bukan melepaskan keilahian.
Allah tidak pernah berhenti keilahianNya.

Menjadi 'kosong' itu maksudnya merendahkan diri dan mengambil rupa hamba sekalipun Ia adalah Allah.

Makanya doktrin protestan klasik dan juga katolik klasik itu sepakat bhw Yesus Kristus tidak melepaskan hakikat keilahianNya (tmsk segala atribut ilahiNya) melainkan Ia juga mengenakan hakikat kemanusiaan (beserta segala atribut kemanusiaan).

Makanya Dia God-Man.

Itu yg dimaksud 'kenosis' sesuai warisan pengajaran Orthodox, Katolik dan Protestan turun-temurun.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 13, 2016, 04:22:59 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Coba lihat dulu link yg Bro berikan itu.

Menjadi 'kosong' itu bukan melepaskan keilahian.
Allah tidak pernah berhenti keilahianNya.

Menjadi 'kosong' itu maksudnya merendahkan diri dan mengambil rupa hamba sekalipun Ia adalah Allah.

Makanya doktrin protestan klasik dan juga katolik klasik itu sepakat bhw Yesus Kristus tidak melepaskan hakikat keilahianNya (tmsk segala atribut ilahiNya) melainkan Ia juga mengenakan hakikat kemanusiaan (beserta segala atribut kemanusiaan).

Makanya Dia God-Man.

Itu yg dimaksud 'kenosis' sesuai warisan pengajaran Orthodox, Katolik dan Protestan turun-temurun.

maksud ku melampirkan alamat Wikipedia itua dalah untuk mencari tahu arti Kenosis itu.
Kenosis artinya "Pengosongan Diri"

dan situs wikpedia tersebut menjelaskan pengertian kata Kenosis itu menurut pemahaman masing masing denominasi dan ahli teologia.

dan salah satunya adalah:
menurut Protestan: E. Kasemann mengadopsi pendekatan yang sama dengan A. Oepke yang melihat pertentangan antara latar belakang Helenis dan Gnostik.[2] Dia mengosongkan diri-Nya sendiri merupakan sebuah perubahan eksistensi-Nya; bentuk ilahi menjadi keadaan biasa, manusia yang berada di dunia

dan memang itulah makna yang sebenarnya dari kata "Mengosongkan diri" itu.



salam
TYM
« Last Edit: June 13, 2016, 04:32:06 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 14, 2016, 09:19:42 AM
Reply #42
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6470
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Up to you lah Bro Simatupang utk memilih-milih definisi yg sesuai pemikiranmu.

Saya juga sudah berikan bukti dari Westminster Confession of Faith (Protestan) mengenai arti kenosis.
Di situs itu juga ada pendapat Orthodox dan Katolik.
Kl dibahas ntar panjang lagi.

Kita tidak sependapat jg mengenai hal ini.

Terima kasih.

Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 14, 2016, 11:34:01 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Up to you lah Bro Simatupang utk memilih-milih definisi yg sesuai pemikiranmu.

Saya juga sudah berikan bukti dari Westminster Confession of Faith (Protestan) mengenai arti kenosis.
Di situs itu juga ada pendapat Orthodox dan Katolik.
Kl dibahas ntar panjang lagi.

Kita tidak sependapat jg mengenai hal ini.

Terima kasih.

Sama sama..


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 16, 2016, 09:26:59 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Sudah saya kutip pandangan dari beberapa teolog Protestan sedangkan pandangan anda dan bro Siip memang bersumber dari ajaran katolik setahu saya dan itu silahkan saja memang kita berbeda penafsiran dalam hal ini.

I Petrus  3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Alkitab sendiri mengatakan bahwa Yesus dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia bukan keilahian-Nya sebagai Anak Allah.

Yang diserahkan oleh Yesus kepada Allah Bapa adalah nyawa manusianya bukan Roh keilahian-Nya sebab Roh Allah tidak mungkin bisa mati seperti manusia.

Anda mau percaya Alkitab atau manusia itu terserah anda sendiri.



Memang Allah tidak bisa mati.
Itu bertentangan dengan sifat Allah itu sendiri yang maha kekal dan maha hidup.
Makanya Allah harus menjadi daging/manusia supaya Dia/Allah dalam daging dapat mati.
Yesus adalah Allah dalam daging.
Makanya yang mati itu Yesus, satu pribadi, Allah dan sekaligus Manusia.
Dengan demikian yang mati itu bukan Allah-Nya atau Manusia-Nya melainkan satu pribadi yakni Yesus Kristus yang pada sosok-Nya ialah Allah dan sekaligus Manusia.

Salam.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
June 16, 2016, 09:32:24 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
maksud ku melampirkan alamat Wikipedia itua dalah untuk mencari tahu arti Kenosis itu.
Kenosis artinya "Pengosongan Diri"

dan situs wikpedia tersebut menjelaskan pengertian kata Kenosis itu menurut pemahaman masing masing denominasi dan ahli teologia.

dan salah satunya adalah:
menurut Protestan: E. Kasemann mengadopsi pendekatan yang sama dengan A. Oepke yang melihat pertentangan antara latar belakang Helenis dan Gnostik.[2] Dia mengosongkan diri-Nya sendiri merupakan sebuah perubahan eksistensi-Nya; bentuk ilahi menjadi keadaan biasa, manusia yang berada di dunia

dan memang itulah makna yang sebenarnya dari kata "Mengosongkan diri" itu.



salam
TYM

Inkarnasi-Nya berarti penambahan hakikat Manusia/daging yang pada diri-Nya sudahpun berhakikat Allah.
Makanya pada sosok Yesus ialah Allah dan sekaligus Manusia.
Allah itu immutable/tidak berubah.
Ketika Firman/Anak menjadi daging/manusia, hakikat-Nya tak berubah dan berhenti menjadi Allah.
Dengan demikian, 'pengosongan diri" (kenosis) tidak bisa dipahami sebagai misalnya, A menjadi B, maka A hilang, yang muncul B.
Mengapa?
Lihat poin- God is immutable!

Salam.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
June 18, 2016, 07:26:26 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Inkarnasi-Nya berarti penambahan hakikat Manusia/daging yang pada diri-Nya sudahpun berhakikat Allah.
Makanya pada sosok Yesus ialah Allah dan sekaligus Manusia.
Allah itu immutable/tidak berubah.
Ketika Firman/Anak menjadi daging/manusia, hakikat-Nya tak berubah dan berhenti menjadi Allah.
Dengan demikian, 'pengosongan diri" (kenosis) tidak bisa dipahami sebagai misalnya, A menjadi B, maka A hilang, yang muncul B.
Mengapa?
Lihat poin- God is immutable!

Salam.

pendapatku, yang Tidak Pernah Berubah adalah: Karakter Allah, atau Sifat Allah. yaitu Kasih dan Keadilan Mazmur 103:17

waktu Allah menjadi manusia tentu Dia berubah bentuk,
1. dari Allah yang tidak bisa dilihat menjadi Allah yang bersama sama dengan manusia dan bisa dilihat (Imanuel).
2. dari yang tidak pernah tidur dan letih, menjadi dapat mengantuk dan dapat letih.
3. dari yang tidak pernah lapar dan haus secara daging, menjadi dapat lapar dan haus.
4. dari yang selalu melindungi manusia menjadi membutuhkan perlindungan manusia (waktu kecil Yesus dilindungi dan disusui ibu-Nya)
5. dari yang memberikan Hikmat dan Pengetahuan menjadi diajari Hikmat dan Pengetahuan (oleh ke dua orang tuanya)
6. dari yang Mahahadir menjadi tidak Mahahadir.
7. Dari yang tidak  bisa mati menjadi bisa mati.
8. dst..


memang betul Rahasi Inkarnasi tidak dapat dipahami manusia sepenuh-nya. dan mungkin sampai zaman kekekalan-pun rahasia ini akan terus jadi misteri. 

tapi Firman Tuhan mencatat hal hal yang dapat di jangkau pikiran manusia. dan catatan itu sangat Jelas.
Firman Tuhan berkata:

Filipi 2:7
melainkan Allah telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi SAMA dengan manusia.



salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 18, 2016, 03:07:52 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
pendapatku, yang Tidak Pernah Berubah adalah: Karakter Allah, atau Sifat Allah. yaitu Kasih dan Keadilan Mazmur 103:17

waktu Allah menjadi manusia tentu Dia berubah bentuk,
1. dari Allah yang tidak bisa dilihat menjadi Allah yang bersama sama dengan manusia dan bisa dilihat (Imanuel).
2. dari yang tidak pernah tidur dan letih, menjadi dapat mengantuk dan dapat letih.
3. dari yang tidak pernah lapar dan haus secara daging, menjadi dapat lapar dan haus.
4. dari yang selalu melindungi manusia menjadi membutuhkan perlindungan manusia (waktu kecil Yesus dilindungi dan disusui ibu-Nya)
5. dari yang memberikan Hikmat dan Pengetahuan menjadi diajari Hikmat dan Pengetahuan (oleh ke dua orang tuanya)
6. dari yang Mahahadir menjadi tidak Mahahadir.
7. Dari yang tidak  bisa mati menjadi bisa mati.
8. dst..


memang betul Rahasi Inkarnasi tidak dapat dipahami manusia sepenuh-nya. dan mungkin sampai zaman kekekalan-pun rahasia ini akan terus jadi misteri. 

tapi Firman Tuhan mencatat hal hal yang dapat di jangkau pikiran manusia. dan catatan itu sangat Jelas.
Firman Tuhan berkata:

Filipi 2:7
melainkan Allah telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi SAMA dengan manusia.



salam
TYM

yang menjadi SAMA dengan manusia ialah hakikat Manusia-Nya!
Dia dalam hakikat Allah-Nya TIDAK SAMA dengan manusia.
makanya Dia (Yesus) ialah Allah dan sekaligus Manusia.
dalam bahasa theologia disebut 'hypostatis union', satu pribadi dengan dua hakikat/kodrat, menyatu tak terpisahkan namun tak bercampur-baur.

salam.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
June 22, 2016, 11:06:28 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
yang menjadi SAMA dengan manusia ialah hakikat Manusia-Nya!
Dia dalam hakikat Allah-Nya TIDAK SAMA dengan manusia.
makanya Dia (Yesus) ialah Allah dan sekaligus Manusia.
dalam bahasa theologia disebut 'hypostatis union', satu pribadi dengan dua hakikat/kodrat, menyatu tak terpisahkan namun tak bercampur-baur.

salam.

terima kasih.

dan Allah yang menjadi Manusia itu, BUKANLAH Setengah Allah dan Setengah Manusia.

Dia itu adalah Sungguh benar benar Allah, yang menjadi Sungguh benar benar manusia.

YESUS KRISTUS, TUHAN yang menjadi manusia.


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 22, 2016, 12:08:13 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1790
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
yang menjadi SAMA dengan manusia ialah hakikat Manusia-Nya!
Dia dalam hakikat Allah-Nya TIDAK SAMA dengan manusia.
makanya Dia (Yesus) ialah Allah dan sekaligus Manusia.
dalam bahasa theologia disebut 'hypostatis union', satu pribadi dengan dua hakikat/kodrat, menyatu tak terpisahkan namun tak bercampur-baur.

salam.

Mohon pencerahan bro!
Dari penjelasan bro, yg bisa saya tangkap ada;lah :
Berarti Yesus bukan manusia bro, tapi Manusia+
jga bukan Allah, tapi Allah+

gimana bro
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)