Author Topic: Bunda Maria [pernah bersetubuh --VS-- tidak pernah bersetubuh] dgn Yusuf ?  (Read 17035 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 24, 2016, 04:10:08 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
sependapat ama yg cinta tuliskan diatas.

Anyway, tulisan cinta diatas saya anggep cerminan diri cinta sendiri pabila cinta adalah Yusuf.
Disini pabila ada member yg berpendapat bhw Yusuf akan menyetubuhi Maria (dengan demikian saya juga anggep sbg cerminan dirinya sendiri pabila dia adalah Yusuf), TIDAK saya pendapati konyol atopun gak logis. Tetep logis kok.

Namun,
setidaknya di pov saya, ya itu dah... (sekali lagi) : "kekuatan" logika point-B lebih keterima drpd "kekuatan" logika point-A.

:)
salam.
Yah, bisa dikatakan seperti itu.

Selain itu, @Cinta Bhinneka juga menyimpulkan bahwa dengan ditulisnya "Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati", benakku secara lancang menyimpulkan bahwa keteguhan hati Yusuf ini nyaris sama dengan keteguhan hati para nabi dan rasul yang setia. Bila Tuhan sudah memerintahkan, tidak boleh disikapi lebih atau kurang.
Maka, ketika malaikat Tuhan menyampaikan kepadanya agar dia mengambil Maria sebagai isteri, ya dipatuhi. Malaikat Tuhan tidak memerintahnya mengawini Maria.
Di suatu topik, entah di mana itu, logikaku sudah kusampaikan bahwa antara nikah dan kawin (berhubungan seks) merupakan dua hal yang berbeda.

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
May 24, 2016, 04:30:32 PM
Reply #41
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Yah, bisa dikatakan seperti itu.

Selain itu, @Cinta Bhinneka juga menyimpulkan bahwa dengan ditulisnya "Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati", benakku secara lancang menyimpulkan bahwa keteguhan hati Yusuf ini nyaris sama dengan keteguhan hati para nabi dan rasul yang setia. Bila Tuhan sudah memerintahkan, tidak boleh disikapi lebih atau kurang.
Maka, ketika malaikat Tuhan menyampaikan kepadanya agar dia mengambil Maria sebagai isteri, ya dipatuhi. Malaikat Tuhan tidak memerintahnya mengawini Maria.
Di suatu topik, entah di mana itu, logikaku sudah kusampaikan bahwa antara nikah dan kawin (berhubungan seks) merupakan dua hal yang berbeda.

Salam logika macam-macam.


Sori Bro,
Intervensi dikit.

Saya myakini Tuhan ngga akan mnyangkali institusi pnikahan.
Kl Yusuf diminta mjadi suami atas Maria, maka mreka benar-benar akan jadi suami-istri yg normal ssudah Kristus lahir.
Yusuf punya hak penuh atas isterinya.
Saya tidak mlihat ada alasan dari Tuhan seakan tidak approved Yusuf berhubungan normal dg Maria.
Kl Tuhan tidak approve, sbetulnya pun sosok Yusuf tidak perlu menikahi Maria krn Maria sendiri dari suku Yehuda, keturunan Daud.

Kl Tuhan mau Maria tetap perawan, maka ia tidak perlu menikah dg Yusuf.
Syarat Mesias tetap terpenuhi kok.

KECUALI jika Yusuf memang sudah tua pd waktu menikahnya sesuai sumber extra-biblical shg Yusuf bukannya tidak mau/Tuhan tidak izinkan, mlainkan Yusuf sudah tidak mampu,
Namun inipun scr biblikal kurang supported krn Yusuf cukup kuat utk bolak-balik Betlehem, Mesir, Nazaret dan masih sehat 12 tahun kmudian ktika mngantar kluarganya ke Bait Suci.

Makanya Bro, kl dari sumber biblical, maka kmungkinan Yusuf dan Maria pasca klahiran Kristus hidup sbagaimana normalnya suami isteri lainnya.
Itu kalo biblical ya.

Kl mmasukkan Tradisi Suci ya beda ksimpulannya.

Maksud saya nih kdg orang pcaya pd Tradisi Suci tp brusaha mjelaskan bdsk Alkitab pdhl Alkitab-alone tidak support pandangan mreka.
Masih mendingan orang mjelaskan apa adanya bdsk sumber extra-biblical.

Kaya misalnya soal kitab Injil Yohanes, yg bisa mjelaskan penulisnya ya sumber extra-biblical yaitu surat Irenaeus.
Maka better mnggunakan surat Irenaueus aja sbg basic argument ktimbang nyambung-nyambungin dg isi surat Yohanes.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 24, 2016, 06:01:09 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Sori Bro,
Intervensi dikit.
Tidak masalah.
Kita berdiskusi.

Saya myakini Tuhan ngga akan mnyangkali institusi pnikahan.
Kl Yusuf diminta mjadi suami atas Maria, maka mreka benar-benar akan jadi suami-istri yg normal ssudah Kristus lahir.
Yusuf punya hak penuh atas isterinya.
Saya tidak mlihat ada alasan dari Tuhan seakan tidak approved Yusuf berhubungan normal dg Maria.
Kl Tuhan tidak approve, sbetulnya pun sosok Yusuf tidak perlu menikahi Maria krn Maria sendiri dari suku Yehuda, keturunan Daud.
@Cinta Bhinneka juga berpendapat bahwa Tuhan tidak menyangkali institusi pernikahan. Justru karena itu maka Tuhan memerintahkan agar Yusuf tidak takut mengambil Maria sebagai isterinya.
Tentang pernikahan normal, kupikir, pernikahan bukan harus melakukan hubungan seks. Untuk memperlihatkan kenormalan itu pula maka Tuhan memerintahkan agar Yusuf tidak takut mengambil Maria sebagai isterinya. Bila Maria melahirkan tanpa suami, kupikir, Maria akan dirajam, meskipun Ahli-ahli Taurat sudah membaca nubuatan bahwa Juru Selamat akan dilahirkan seorang perawan.

Kl Tuhan mau Maria tetap perawan, maka ia tidak perlu menikah dg Yusuf.
Syarat Mesias tetap terpenuhi kok.
Nyatanya, menurut catatan di Alkitab, Tuhan memerintah Yusuf untuk tidak takut mengambil Maria sebagai isteri. Tidak ada catatan bahwa Yusuf diperintah melakukan hubungan seks dengan Maria.
Nah, ada dua pemikiran, pertama, Yusuf melakukan hubungan seks dengan Maria selaku suami-isteri. Tidak ada ayat menyatakan seperti itu. Kedua, Yusuf tidak melakukan hubungan seks dengan Maria selaku suami-isteri. Tidak ada ayat menyatakan seperti itu. Maka, menurut logikaku, kondisinya dikembalikan kepada keadaan Maria sebelum melahirkan Yesus Kristus, Maria seorang perawan.

KECUALI jika Yusuf memang sudah tua pd waktu menikahnya sesuai sumber extra-biblical shg Yusuf bukannya tidak mau/Tuhan tidak izinkan, mlainkan Yusuf sudah tidak mampu,
Namun inipun scr biblikal kurang supported krn Yusuf cukup kuat utk bolak-balik Betlehem, Mesir, Nazaret dan masih sehat 12 tahun kmudian ktika mngantar kluarganya ke Bait Suci.
Sangat dapat kumengerti.
Kembali lagi, tidak menemukan informasi bahwa Yusuf melakukan hubungan seks dengan Maria.

Makanya Bro, kl dari sumber biblical, maka kmungkinan Yusuf dan Maria pasca klahiran Kristus hidup sbagaimana normalnya suami isteri lainnya.
Itu kalo biblical ya.
Yang biblikal itu tidak menyatakan terjadinya hubungan seks Yusuf dengan Maria. Pernikahan tidak sama dengan hubungan seks.

Kl mmasukkan Tradisi Suci ya beda ksimpulannya.
Ya, Tradisi Suci, Alkitab, dan Magisterium, diakui atau tidak, nyata sebagai dasar iman Kristen.

Maksud saya nih kdg orang pcaya pd Tradisi Suci tp brusaha mjelaskan bdsk Alkitab pdhl Alkitab-alone tidak support pandangan mreka.
Masih mendingan orang mjelaskan apa adanya bdsk sumber extra-biblical.

Kaya misalnya soal kitab Injil Yohanes, yg bisa mjelaskan penulisnya ya sumber extra-biblical yaitu surat Irenaeus.
Maka better mnggunakan surat Irenaueus aja sbg basic argument ktimbang nyambung-nyambungin dg isi surat Yohanes.
Bagus maksud @Siip.

Yang ingin kusampaikan:
Sebelum melahirkan Yesus Kristus, Maria seorang perawan.
Setelah melahirkan Yesus Kristus, tidak ada ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Maria berhubungan seks dengan siapapun.
Setelah melahirkan Yesus kristus, tidak ada ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Maria tidak berhubungan seks dengan siapapun.
Maka, kusimpulkan, Maria tetap perawan karena Alkitab menyatakan, sebelum melahirkan Yesus Kristus, Maria seorang perawan.

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
May 24, 2016, 06:19:48 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12883
    • fossil coral cantik
Soalnya bgini sih Oda,
Alkitab tidak mjelaskan kpd kita usia Yusuf saat mnikahi Maria.
Ya, siip.  :happy0062:

Quote
Sumber extra-biblical mbrikan info bhw Yusuf usianya sudah tua.
Kl usia tua brarti memang ngga fokus ke seks plus kmungkinan ia sudah punya anak-anak sblm era Maria.
Kl spt itu, maka orang-orang pada masa itu akan lebih mudah mpercayai bhw Yesus Kristus memang bukan anak dari hasil hubungan suami-isteri biasa (antara Ia lahir dari perawan krn Yusuf udah tua; atau Ia lahir dari hubungan haram - tuduhan non-Kristen).
Saya sbg non-K nggak lagi ada didalam bold, loh ...  :char11:

Quote
Tp sumber biblikal mngatakan bhw Yusuf cukup kuat utk bpergian dari Nazaret ke Betlehem, dari Betlehem ke Yerusalem, dari Yerusalem ke Mesir dan pulang lagi ke Nazaret.
Yusuf juga dikenal sbg tukang kayu. Pd saat Yesus Kristus usia 12 tahun, Yusuf masih kuat jalan ke Yerusalem bolak-balik plus edisi cari-cari anakNya yang hilang.
Sumber yg sama tp juga tidak mjelaskan kbradaan Yusuf saat Kristus wafat shg mbuka kmungkinan bhw Yusuf sudah mninggal saat Kristus usia 33 tahun, yg artinya mungkin memang Yusuf udah tua.
Nah... yg bold itu menarik. Taroh kata kita ambil kemungkinan tsb ... maka secara gak disadari kita juga jadi mao cari tau mengenai [kapan Yusuf meninggal].

Sepanjang yg saya ketahui, Alkitab "diem" mengenai Yusuf setelah event Yesus berumur 12 tahun di Bait Allah. Alkitab juga "diem" mengenai ---secara perihal sekandung-kandungan--- ada berapa member dari keluarga Yesus ini waktu pergi ke Yerusalem.
A. Emak bapak dan satu anak aja + para sanak saudara lainnya ?
B. Emak bapak dan enam buntut (6 anak) + para sanak saudara lainnya ?

Secara baca kisah di Lukas ... (imo) tanpa kita sadari maka gambar-khayalan kita adalah mereka cuma bertiga (point-A). Taroh kata gambar-khayalan ini kita pake, dgn demikian (berangkat pada asumsi Yesus punya adik adik) kesimpulan-nya Yesus belon punya adik2 disaat Dia umur 12 tahun.

Taroh kata gak pake gambaran, melainkan jebret! ambil pendapat bhw sewaktu Yesus umur 12 tahun udah punya 6 atau lebih adik adik, maka mungkin juga pasutri itu lagi kerepotan ngurusin adik adik Yesus, pasutri melupakan Anak Allah mereka.  Anyway ini tentunya gak sesuai dgn input di Alkitab, karena di Lukas itu ceritanya adalah pasutri mengira Yesus ada bersama didalam rombongan. Masih tetep aja kekeuh berpendapat bhw Yesus umur 12 tahun udah punya 6 adik atau lebih.... pada asumsi ungu diterima, kembali lagi menimbulkan pertanyaan baru ... jadi itu 6 anak ditinggal di rumah, sementara pasutri balik lagi ke Yerusalem utk nyari Yesus ? ataukah ke-enam-nya dibawa balik lagi ke Yerusalem ikutan nyari Yesus ? Alhasil nantinya timbul terus pertanyaan2 baru lainnya, dan jawabannya semakin mengada-ada lagi  :cheesy: :char11: :D.

Kembali lagi ke perihal Yesus umur 12 tahun.
Di saat itu Yesus udah punya adik adik ato belon ?
Kalo orang berpendapat [karena Alkitab tidak menceritakannya, dengan demikian "aman" utk berpndapat Yesus belon punya adik adik] ---> maka berangkat dari [Yesus punya adik2 kandung] ---> selanjutnya menuntun ke kesimpulan :

A. selama 12 tahun, pasutri tsb ber-gaya hidup kayak beberapa pasutri modern. Kawin (bersetubuh) tapi menunda utk punya anak, alias "dicabut" (karena kondom kayaknya belon ada saat itu)  :char11:

B. Tidak "dicabut" melainkan selama 12 tahun Maria ga bisa bisa punya anak.

C. Pasutri bersepakat utk tidak bersetubuh sampe Yesus berumur 12 tahun

D. silahkan ditambahin  :D

Quote
Jd scr logika pun masih open kedua kmungkinan ini.
Ya. Demikian juga saya pendapati seperti yg saya taroh di awal post. Setidaknya oleh saya, yg saya liat - berangkat dari [Yesus punya adik2 kandung] lebih banyak menimbulkan kesimpulan2 dan pertanyaan2. Beberapa contoh misal-nya ya yg spt saya tulis diatas dan di post sebelumnya.

:)
salam.
« Last Edit: May 24, 2016, 06:22:03 PM by odading »
May 24, 2016, 06:30:13 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Sori Bro,
Intervensi dikit.
Sori Bro,
Intervensi dikit juga


Saya myakini Tuhan ngga akan mnyangkali institusi pnikahan.
Kl Yusuf diminta mjadi suami atas Maria, maka mreka benar-benar akan jadi suami-istri yg normal ssudah Kristus lahir.
Yusuf punya hak penuh atas isterinya.
Jadi siapa penyebab mereka benar-benar jadi suami-istri yg tidak normal sebelum Kristus lahir ? dan kenapa ? padahal sebelum Yesus lahir, Yusuf sudah punya hak penuh atas istrinya kan ? sah untuk berhubungan badan dgn istrinya kan ?


Saya tidak mlihat ada alasan dari Tuhan seakan tidak approved Yusuf berhubungan normal dg Maria.
Kl Tuhan tidak approve, sbetulnya pun sosok Yusuf tidak perlu menikahi Maria krn Maria sendiri dari suku Yehuda, keturunan Daud.
Apa yg terjadi pada seorang gadis yg hamil diluar nikah pada jaman itu ?


Kl Tuhan mau Maria tetap perawan, maka ia tidak perlu menikah dg Yusuf.
Syarat Mesias tetap terpenuhi kok.
Bunda perlu menikah dgn St Yusuf itu tidak serta merta membuktikan bhw Tuhan tidak mau Maria tetap perawan (freely gave up sex and tetap mengabdikan segenap jiwa raga akalbudi kepadaNya)





« Last Edit: May 24, 2016, 06:36:57 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
May 24, 2016, 06:45:40 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Sedangkan kalo kita ngambil yang point-B, pertanyaan2 baru-nya (imo) nggak signifikan karena pertanyaan yang timbul berangkat dari latar belakang logika mengenai [sikon pasutri pada umumnya]. Misal :
1. Jadi Maria sbg istri nggak mau melayani suaminya setelah Yesus lahir ?
Keduanya baik Santo Yusuf maupun Bunda memilih tuk melayani Allah


3. Jadi Maria tidak membutuhkan sex sbg manusia ?
4. Jadi Yusuf nggak konak ama Maria, Maria nggak konak sama Yusuf ?
Paulus, para pastor saleh yg hidup selibat bukan artinya mereka ga butuh sex, bukan artinya mereka ga konak ama beda jenis kelamin.. melainkan mereka freely gave up sex dan memilih tuk mengabdikan segenap jiwa raga akalbudi pada Allah.

Kira2 demikian halnya dgn Bunda dan Santo Yusuf


Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
May 24, 2016, 06:59:05 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12883
    • fossil coral cantik
Maap nyrobot balesan cinta yg buat siip.

Yang ingin kusampaikan:
Sebelum melahirkan Yesus Kristus, Maria seorang perawan.
Setelah melahirkan Yesus Kristus, tidak ada ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Maria berhubungan seks dengan siapapun.
Setelah melahirkan Yesus kristus, tidak ada ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Maria tidak berhubungan seks dengan siapapun.
Kalo secara pendapat saya, (imo) yang semacem bold itu kita tarohnya secara semacem "the last resort".

IMO, justru sikon awal statement-nya itu sendiri udah menunjukan bhw Maria berhubungan seks ---> yakni dengan menyatakan [Yesus punya adik adik kandung] berdasarkan baca kosakata [saudara] di ayat terkait.

So... input kalimat sbb :

Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.

Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?


diketika ada orang yg mengertikan kalimat merah = [adik2 kandung], maka otomatis orang ybs segera berpendapat [Maria bersetubuh dengan Yusuf] SEKALIPUN Alkitab tidak menceritakannya. Di pov orang ybs, kalimat merah justru adalah bukti bhw Maria tidak perawan, karena orang ybs ngambil kesimpulannya seperti ungu. Dengan kata lain, di pov orang ybs : "Alkitab nggak perlu menceritakan [Maria bersetubuh dgn Yesus ato kagak], toh berdasarkan kalimat merah tsb dgn sendirinya secara gak langsung Alkitab kasih tau bhw [Maria bersetubuh dgn Yesus]".

Nah... ungu itulah yang jadi pertanyaan oleh saya, karena diketika udah dikasih tau bahwa : "kalimat merah TIDAK HANYA didalam pengertian [adik2 kandung], nak" - tapi orang ybs tetep aja kekeuh berpendapat bhw kalimat merah HANYA didalam pengertian [adik2 kandung].

Sekali lagi, nggak beda dengan sikon "kosakata [sulung/firstborn] tidak hanya didalam pengertian [sulung-bungsu] nak" - tapi orang ybs tetep aja kekeuh berpendapat bhw kosakata [sulung] HANYA didalam pengertian [sulung-bungsu]. Hehehe...  :char11:

btw, ada dialog khayalan yg menarik :
Q : kenapa Matius/Markus nggak nulis [ibu dari Yesus] melainkan [Ibu dari Yakobus dan Yusuf] sewaktu event penyaliban ?

A : karena Matius/Markus berpendapat [Yesus sendiri tidak mengakui bhw Maria adalah ibuNya]. Oleh karena itu Matius/Markus nggak mao nulis [ibu dari Yesus] sewaktu event penyaliban. Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!

selanjutnya jadi komedi puter, karena Matius ada tulis spt sbb : Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.

 :D
salam.
May 24, 2016, 07:03:22 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12883
    • fossil coral cantik
Keduanya baik Santo Yusuf maupun Bunda memilih tuk melayani Allah

Paulus, para pastor saleh yg hidup selibat bukan artinya mereka ga butuh sex, bukan artinya mereka ga konak ama beda jenis kelamin.. melainkan mereka freely gave up sex dan memilih tuk mengabdikan segenap jiwa raga akalbudi pada Allah.

Kira2 demikian halnya dgn Bunda dan Santo Yusuf
Ya... kira2 begitulah yg kk maksudkan dari kalimat kk : "kekuatan" logika point-B lebih keterima drpd "kekuatan" logika point-A:happy0062:

:)
salam.
May 24, 2016, 07:25:27 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12883
    • fossil coral cantik
Sori, nyamber post siip yg buat cinta  :char11:

Makanya Bro, kl dari sumber biblical, maka kmungkinan Yusuf dan Maria pasca klahiran Kristus hidup sbagaimana normalnya suami isteri lainnya.
Itu kalo biblical ya.
Terkait ayat Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

Dimana dipendapati bhw kalimat merah = [adik2 kandung] sehingga bisa dikatakan itu biblical, saya terus terang nggak gitu sependapat, siip.

orang bilang : "Alkitab sendiri yang menyatakan bhw [Yakobus Yusuf Simon dan Yudas] adalah adik2 kandung Yesus koook". Underlined = biblical.

maka

oda : saya tidak sependapat, karena (imo) Alkitab TIDAK ada menyatakan bhw ungu, karena yg tertulis adalah [saudara]. Orang nyampe ke ungu, karena di pov ybs kosakata [saudara] = [adik kandung]. So.... saya sependapatnya pabila orang beralasan bhw kosakata [saudara] di ayat terkait bisa masuk secara didalam pengertian [kandung]. Dan tentunya, oranye ini kan masuk ke perihal logika kan siip ya ? non-biblical.

Kalo menurut siip sendiri begimana ?
Apakah ungu biblical ?

:)
salam.
« Last Edit: May 24, 2016, 07:38:52 PM by odading »
May 25, 2016, 09:33:22 AM
Reply #49
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Untuk Cintan dan SdT,

@Cinta Bhinneka juga berpendapat bahwa Tuhan tidak menyangkali institusi pernikahan. Justru karena itu maka Tuhan memerintahkan agar Yusuf tidak takut mengambil Maria sebagai isterinya.
Tentang pernikahan normal, kupikir, pernikahan bukan harus melakukan hubungan seks. Untuk memperlihatkan kenormalan itu pula maka Tuhan memerintahkan agar Yusuf tidak takut mengambil Maria sebagai isterinya. Bila Maria melahirkan tanpa suami, kupikir, Maria akan dirajam, meskipun Ahli-ahli Taurat sudah membaca nubuatan bahwa Juru Selamat akan dilahirkan seorang perawan.

Yg Bro Cinta garis-bawahi itu saya tidak setuju.

Kl soal sebelum Kristus lahir, saya tentunya stuju bhw Yusuf dan Maria tidak berhubungan seks, krn pd saat menikah itu Maria sudah terlebih dahulu mengandung dari ROH KUDUS.

Alkitab tidak memberikan kita keterangan utk mdukung atau mbantah soal hubungan seks Maria & Yusuf ssudah mlahirkan Kristus.

Karena tidak ada keterangan apapun di situ, maka kita kembali pada makna pernikahan.
Adalah bertentangan dg Alkitab jikalau pernikahan itu tidak melibatkan hubungan seks.
Kl pernikahan ngga selalu harus punya anak, itu yes;
Tp kl pernikahan tanpa hubungan seks, itu ngga tepat,
Suami kl tidak mbrikan nafkah batin ke isterinya, saya yakin Tuhan akan sewot.

Jadi dg tidak adanya keterangan yg membantah terjadinya hubungan suami-istri normal antara Maria dan Yusuf, maka saya kembali pada makna pernikahan bhw mreka 'kemungkinan besar' hidup normal sbagaimana suami-isteri sesudah Kristus lahir.
KECUALI jika ada yg mau memakai sumber extra-biblical yg mnyatakan sebaliknya.

-----

Maksud saya, jika hanya mengacu pada Alkitab saja, maka kemungkinannya akan condong bhw mreka hidup normal sbg suami-istri.

Sepengetahuan saya tidak ada keterangan apapun di Alkitab utk mbantah hal itu, yg bisa dgunakan utk mbantah adalah sumber extra-biblical.

Boleh ngga pake sumber extra-biblical?
Tentu saja boleh,
Maka yg kita bahas adalah sumber extra-biblical itu.

Skrg bgini, jika Maria-Yusuf bhubungan normal sbg suami-istri, apakah dg bgitu gelar Perawan Suci Maria itu lantas otomatis hilang?
Rasanya ngga bgitu juga.
Bhw Maria adalah Perawan Suci saat mlahirkan Kristus adalah kebenaran yg diyakini semua orang.

Musa pun disebut sbg hamba yang setia skalipun ia tidak cukup memenuhi syarat masuk tanah perjanjian.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)