Author Topic: John Stott, inspirasi bagi sy utk mempercayai konsep Annihilationism  (Read 4994 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 24, 2016, 09:40:54 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
John Stott, inspirasi bagi sy utk mempercayai konsep Annihilationism (Kebinasaan Total)

Annihilationism atau Conditional Immortality atau Kebinasaan Total atau Kekekalan Bersyarat adalah paham teologia yang meyakini kekekalan sejati hanya milik Tuhan dan hanya orang2 yg diselamatkan yang menerima hidup kekal, yang di luar daftar orang2 yg diselamatkan akan mati binasa. Hal ini berseberangan dengan paham teologia siksaan kekal neraka yang umum diterima hampir seluruh gereja Kristen maupun Katolik (kecuali Saksi Yehuwa dan Advent Hari ke-tujuh). Ayat2 alkitab yg dijadikan pegangan bagi kaum anihilasionis misalnya Kejadian 3:22-23, Roma 6:23, Yohanes 3:16 dan lain-lain.

Paham Siksaan Kekal di Neraka sangat jarang sekali diucapkan secara langsung dan jelas oleh pendeta karena mereka tahu ini sangat sensitif. Hanya segelintir orang yang berani "melawan" pandangan umum.

“Emotionally, I find the concept [of eternal conscious torment] intolerable and do not understand how people can live with it without either cauterizing their feelings or cracking under the strain."

"I am hesitant to have written these things, partly because I have a great respect for longstanding tradition which claims to be a true interpretation of Scripture, and do not lightly set it aside, and partly because the unity of the world-wide Evangelical constituency has always meant much to me. But the issue is too important to suppress, and I am grateful to you for challenging me to declare my present mind. I do not dogmatise about the position to which I have come. I hold it tentatively. But I do plead for frank dialogue among Evangelicals on the basis of Scripture. I also believe that the ultimate annihilation of the wicked should at least be accepted as a legitimate, biblically founded alternative to their eternal conscious torment."

Demikian ucapan2 almarhum John Stott. Beliau adalah salah seorang pemimpin rohani dari Inggris yang paling dihormati dunia. Dia penulis buku "Why I am a Christian", "Understanding the Bible" dan "Basic Christianity". Dia seorang yg tidak kawin dan mendedikasikan hidupnya untuk melayani Tuhan.

John Stott adalah seorang Injili-Anglikan yang berani tampil ke depan melawan pandangan umum tentang kekekalan siksaan di neraka.

Untuk membaca tulisannya tentang neraka dan ayat2 Alkitab yg relevan silakan baca "Essentials" oleh John Stott.
« Last Edit: May 24, 2016, 09:45:59 AM by acidking001 »
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
May 24, 2016, 10:15:27 AM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6473
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Kl siksaan kekal itu ngga ada Bro, maka skrg juga saya akan buat dosa seberat-berat yg saya mau, saya akan hidup seenak-enak yg saya mau, ngga peduli mrugikan orang lain, saya akan nikmati semua yg bisa disediakan dunia tanpa pusingin kepentingan orang lain.

Why not?
Nikmati masa hidup skarang, toh kelak saya lenyap tanpa ada sanksi kekekalan.

Kl siksaan kekal ngga ada, maka Yesus Kristus sbetulnya ngga perlu mnyerahkan nyawaNya.

Btw Bro,
John Stott itu myakini bhw annihilationism adalah salah satu kemungkinan yg bisa dipertimbangkan tetapi tidak mnyatakan bhw annihilationism itu pasti benar dan alkitabiah.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 24, 2016, 11:24:23 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
Kl siksaan kekal itu ngga ada Bro, maka skrg juga saya akan buat dosa seberat-berat yg saya mau, saya akan hidup seenak-enak yg saya mau, ngga peduli mrugikan orang lain, saya akan nikmati semua yg bisa disediakan dunia tanpa pusingin kepentingan orang lain.

Why not?
Nikmati masa hidup skarang, toh kelak saya lenyap tanpa ada sanksi kekekalan.

Kl siksaan kekal ngga ada, maka Yesus Kristus sbetulnya ngga perlu mnyerahkan nyawaNya.

Btw Bro,
John Stott itu myakini bhw annihilationism adalah salah satu kemungkinan yg bisa dipertimbangkan tetapi tidak mnyatakan bhw annihilationism itu pasti benar dan alkitabiah.
Karena annihilationisme adalah topik yang paling sy gemari maka dengan senang hati sy akan mempertahankan keyakinan sy. Argumen bpk Siip masuk di akal, yakni pastilah kita akan berbuat dosa seberat2nya tapi anihilasionis mempunyai paling sedikit empat argumen utk menjawab arguman tersebut.

1. Bahwa kaum anihilasionis percaya hukuman mati adalah hukuman terberat untuk segala macam kejahatan baik itu hidup di dunia maupun di akhirat.

Perhatikan ayat Roma 6:23,
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

dan Yohanes 3:16,
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Ayat2 ini kalau diartikan bahwa maut (Death) bukanlah mati tetapi siksaan kekal terdengar janggal. Perhatikan juga maut/binasa/death dikontraskan dengan hidup yang kekal, ini berarti indikasi bahwa yang satu adalah kekal dan yang satu lagi TIDAK kekal. Sy percaya inilah keadilan Sorgawi yaitu upah dosa adalah maut, tidak peduli seberapa besar kejahatan mereka.

2. Pada awalnya memang kekekalan yang alami/sejati atau "dari sononya kekal" itu tidak ada. Kekekalan hanya ada jika dianugerahkan oleh Tuhan.

Kejadian 3
3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. --> ini berarti pada saat itu (dan hingga kini pun) kita bukan untuk hidup selamanya.

3. Apa arti mati/maut/binasa?
Yang ini masih berhubungan dengan point ke-dua di atas. Mati secara total berarti roh kita kembali kepada Tuhan dan kita tidak ada lagi.

Ayub 34:14:
Jikalau Ia menarik kembali RohNya, dan mengembalikan nafasNya padaNya, maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.

Mazmur 104:29
Apabila Engkau menyembunyikan wajahMu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati biinasa dankembali menjadi debu.

Pengkhotbah 12:7
dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Yehezkiel 37:14
Aku akan memberikan RohKu ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan , yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah Firman Tuhan.

Kesimpulan sy dari ayat2 ini adalah: jika roh itu diambil oleh Tuhan dari manusia maka manusia mati dan tidak ada lagi.

4. Siksaan kekal di neraka bukan menciptakan keadilan yang benar-benar adil namun justru menambah derajat ketidakadilan.

Perhatikan perbandingan berikut:
2.1. Misalkan si A hidup selama 50 tahun dan hidupnya diisi dengan merampok, memperkosa, membunuh dia dihukum di neraka sampai selama2nya. --> ini tidak benar2 adil, soalnya seharusnya dia disiksa selama 50 tahun saja atau katakanlah cukup misalnya 1000 tahun saja, kalau sudah sampai triliunan tahun maka sudah tidak adil lagi. Apakah Tuhan akan berkata setelah satu triliun tahun: "Tidak ini masih belum cukup?"

2.2. Si B adalah orang biasa yg tidak melakukan tindak kejahatan, tapi juga tidak melakukan kebaikan. Dia hanya orang egois yang hanya memikirkan harta. Si B ini juga disiksa selama2nya. --> aneh juga di sini kita lihat si B ini juga disiksa selama2nya sama saja seperti si A, padahal dia tidak melakukan tindak kriminal? Ini benar2 tidak adil??

Bukankah sama saja?? Sama2 tidak adil bagi kita? Keadilan Sorgawi hanya seperti di Roma 6:23. Apapun kejahatannya, hukuman mati/kebinasaan adalah solusinya jika dia tidak "diselamatkan", bukan dengan cara disiksa selamanya.

Bagaimana konsep keadilan itu bisa dikatakan adil jika Tuhan benar2 menyiksa orang tanpa melihat latar belakang orang tersebut?? Apakah main siksa saja secara sadis hanya dengan alasan dia tidak percaya Yesus? Sy merasa kebinasaan total adalah solusi yg sedikit lebih baik untuk menjawab ini.
« Last Edit: May 24, 2016, 11:33:29 AM by acidking001 »
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
May 24, 2016, 11:54:40 AM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6473
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Okelah Bro Acid,
Mari kita diskusi sejenak.

Upah dosa ialah maut, jadi upah bukan-dosa itu apa?
Kl mnggunakan argumenmu, maka upah bukan-dosa itu harusnya tidak mengalami maut.

Tp faktanya, orang benar atau orang tidak benar sama-sama mngalami kematian jasmani.
Jd dlm konteks ayat itu, maut bukan sekedar kematian jasmani.
Semua orang ngalami kmatian jasmani toh.

Hidup kekal tidak dilawankan dg kematian jasmani.

Yesus Kristus berkata kpd kita utk takut kpd Dia yang sanggup membinasakan roh manusia di neraka.
Neraka itu bagaimana?
Dalam nas yg sama, Tuhan berkata bhw neraka itu bernyala-nyala (bukan ketiadaan), neraka itu lautan api, bukan kehampaan.

Maka upah dosa adalah maut dan maut di situ adalah kebinasaan kekal di neraka.

-----

Skrg mengenai konsep keadilan.
Ini memang sukar utk kita terima, hati saya pun sukar mnerima bhw ada siksaan kekal selama-lamanya,
Tp saya tidak bisa juga mngabaikan ayat-ayat yg mnyatakan bhw lautan api yg menyiksa selama-lamanya itu seolah hanya simbolik belaka.

Mungkin orang lain bisa, tp saya nggak.

Neraka itu bukan didesain utk mhukum manusia.
Neraka itu didesain utk Iblis dan para malaikatnya.
Jd Tuhan tidak pernah bmaksud utk myiksa manusia selama-lamanya.

Tp manusia ada yg memilih mengikuti tipuan Iblis scr sadar maupun tidak shg terseret dan kena konsekuensinya.
Kl spt itu adil ngga?
Ya ngga adil tp itulah yg riil terjadi.

Skrg anggap ada orang penderita HIV, hatinya jahat, dia mau sbanyak mgkn orang ketularan dia.
Lalu dia transfusi darah.
Krn satu dan lain hal, darahnya masuk ke 5 orang.

Maka 5 orang ini semua kena HIV dan harus mnanggung seumur hidup mreka.
Adil?
Ngga tp itulah yg tjadi.

Dari smula Tuhan mdesain manusia utk hidup kekal tidak bisa mati.
Harusnya manusia ngga mngalami kmatian.
Tp manusia gagal dan harus mngalami kmatian jasmani.
Maka dg terpaksa segala pbuatan dia sblm kematian jasmaninya akan mnentukan kberlangsungan hidup mreka sampai kekekalan.

Adilkah? Ngga.
Tragis sih iya, tp ya bgitulah.

Kl Bro mau bener adil, maka harusnya orang yg bdosa lenyap, orang tidak bdosa ngga akan mngalami kmatian.
Kl Bro mau bener adil, maka sgala pbuatan baik juga ada masa sorgawinya, misal orang hidup 50 tahun bbuat baik maka sorganya hanya 50 tahun, lalu ia lenyap.

Itu adil, tp apakah bgitu kata Alkitab?
Ngga.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 24, 2016, 03:45:23 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
Upah dosa ialah maut, jadi upah bukan-dosa itu apa?
Kl mnggunakan argumenmu, maka upah bukan-dosa itu harusnya tidak mengalami maut.

Tp faktanya, orang benar atau orang tidak benar sama-sama mngalami kematian jasmani.
Benar kita semua sama2 mengalami kematian jasmani, ini dikarenakan kita telah ... (mari kita baca ayat di bawah ini)

Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Keadaan mati menurut manusia sebenarnya adalah mati secara jasmani sedangkan mati menurut Tuhan adalah mati secara jasmani dan rohani. Jadi kalau seseorang mati maka versi Tuhan itu belum mati karena Roh/jiwanya cuma tidur (paham "soul sleep" oleh Martin Luther). Berikut pernyataan Yesus tentang roh yang tidur ini.

Markus 5:39
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"

Yoh 11:11-13
Demikianlah perkataanNya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya." Maka kata murid-murid itu kepadaNya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh." Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa."

Jadi KAPANKAH MATI ITU BENAR2 MATI? Menurut paham anihilasionis arti mati yang sebenarnya ada di Matius 10:28 yakni ketika jiwa itu dibinasakan di neraka. Jadi neraka versi anihilasionis adalah suatu tempat untuk membinasakan jiwa bukan tempat untuk menyiksa jiwa. Jadi hal yg kita ingat adalah anihilasionis bukan menyangkal tempat yg sering kita sebut neraka itu.

Yesus Kristus berkata kpd kita utk takut kpd Dia yang sanggup membinasakan roh manusia di neraka.
Sy berikan ayatnya,
Matius 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Neraka itu bagaimana?
Dalam nas yg sama, Tuhan berkata bhw neraka itu bernyala-nyala (bukan ketiadaan), neraka itu lautan api, bukan kehampaan.

Maka upah dosa adalah maut dan maut di situ adalah kebinasaan kekal di neraka.
Bagaimana mungkin binasa tapi sesungguhnya tidak bisa binasa??

Skrg mengenai konsep keadilan.
...

Neraka itu bukan didesain utk mhukum manusia.
...
Jd Tuhan tidak pernah bmaksud utk myiksa manusia selama-lamanya.
...
Skrg anggap ada orang penderita HIV, hatinya jahat, dia mau sbanyak mgkn orang ketularan dia.
Lalu dia transfusi darah.
Krn satu dan lain hal, darahnya masuk ke 5 orang.

Maka 5 orang ini semua kena HIV dan harus mnanggung seumur hidup mreka.
Adil?
Ngga tp itulah yg tjadi.
Ya keadilan di dunia memang tidak adil tapi setidak2nya ada durasi penyakitnya yakni sampai orang itu meninggal. Tapi coba bandingkan dengan neraka versi siksaan kekal.. Maka itu bukan apa2 dibandingkan dengan triliunan tahun yang akan dijalani.

Ketika kita menghukum seorang pembunuh: biasanya setelah misalnya penjara selama 60 tahun kita sudah cukup puas.

Setelah menghukum triliunan tahun apakah terjadi perubahan? Tidak.. orang tsb seakan2 dibiarkan "hidup" utk disiksa selamanya.

Dari smula Tuhan mdesain manusia utk hidup kekal tidak bisa mati.

Yang sy temukan justru sebaliknya, bahwa manusia itu belum kekal dari mulanya. Kekekalan itu bersyarat, yaitu diberikan oleh Yesus Kristus kepada mereka yang percaya kepadaNya.

Yoh 6:27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang AKAN DIBERIKAN Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah denagn meteraiNya. --> kesimpulan sy: berarti kita belum mendapat

Yoh 10:28
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan merka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganKu --> kesimpulan sy: hidup kekal itu diberikan, artinya jika kita tidak diberi berarti kita tidak akan hidup kekal, kita akan mati secara jasmani dan rohani.

Yoh 17:2
Sama seperti Engkau telah memberikan kepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula IA AKAN MEMBERIKAN HIDUP YANG KEKAL kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya. --> sekali lagi, berarti hidup kekal belum diberikan, dan artinya orang2 yg tidak mendapatnya tidak akan hidup kekal.
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
May 24, 2016, 04:06:34 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
Ringkasannya kira2 spt ini:
1. Yesus datang utk yg kedua kali utk menghakimi orang yg hidup dan yang mati.
2. Orang2 yg telah mati akan dibangunkan dari "tidur"nya utk dihakimi.
3. Hasil akhir: sebagian akan hidup kekal, sebagian lagi benar2 mati/binasa (binasa tubuh dan jiwanya) di neraka.
« Last Edit: May 24, 2016, 04:12:15 PM by acidking001 »
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
May 25, 2016, 02:23:13 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Ringkasannya kira2 spt ini:
1. Yesus datang utk yg kedua kali utk menghakimi orang yg hidup dan yang mati.
2. Orang2 yg telah mati akan dibangunkan dari "tidur"nya utk dihakimi.
3. Hasil akhir: sebagian akan hidup kekal, sebagian lagi benar2 mati/binasa (binasa tubuh dan jiwanya) di neraka.
Ikut Nimbrung ..

Kalau pemahaman saya tentang "Neraka" itu berbeda sekali, tidak seperti yang anda perdebatkan disini.

Neraka dalam pemahaman saya adalah .. suatu tempat yang disediakan Allah, untuk menghukum orang-orang yang melanggar perintah Allah..

Pertanyaannya adalah .. Bagaimana Allah akan menghukum orang-orang tersebut.. ?

Alkitab berkata, Allah itu Sang Maha Kasih dan Kasih Allah itu tidak berkesudahan, Dunia ini akan lenyap, namun Kasih Allah akan tetap Kekal selama-selamanya.

Nah, jika Allah itu adalah Sang Maha Kasih, maka bagaimana mungkin .. Sang Maha Kasih akan menghukum orang-orang yang tidak percaya, apa lagi menyiksa mereka siang dan malam, sampai selama-lamanya..

FT berkata, bahwa Allah akan menghakimi manusia itu "berdasarkan perbuatannya masing-masing", disinilah "letak Keadilan Allah" atas seluruh umat manusia, dimana Keadilan Allah itu tidak akan memihak siapapun, tetapi Keadilan Allah itu akan memihak pada hukum-hukum dan aturan yang telah ditetapkan-Nya sejak semula kala.

Nah, FT berkata .. pada akhir jaman akan dibuka semua kitab dan juga kitab kehidupan, dimana setiap orang yang tidak dijumpai namanya dalam kitab kehidupan tersebut, maka orang tersebut akan dibawa ke neraka.

Mengapa mereka akan dibawa ke neraka ? Sebab seperti FT diatas, bahwa Tuhan akan menghakimi manusia berdasarkan perbuatannya masing-masing, maka "perbuatannya itulah" yang akan menghakimi manusia itu sendiri., sehingga karena "perbuatannya" yang akan menghakimi manusia itu sendiri, maka Keadilan Tuhan tidak dapat lagi menyelamatkan manusia itu dari Neraka.

Jadi, sekarang timbul pertanyaan kembali, bagaimana perbuatan manusia itu menghakimi manusia itu ?

Manusia itu akan menyesali semua perbuatannya selama hidup di bumi, karena ia tidak taat pada perintah Allah, dan penyesalan ini akan terus berlangsung siang - malam sampai selama - lamanya.

Mengapa penyesalan itu akan berlangsung sampai selama - lamanya dan mengapa Tuhan Sang Maha Kasih, tidak dapat lagi menyelamatkan manusia itu dari rasa penyesalannya tersebut ?

Sebab ROH KUDUS tidak dimiliki oleh manusia itu, sehingga manusia itu tidak dapat menghentikan rasa penyesalannya, mengapa hanya ROH KUDUS yang dapat menghentikan Rasa Penyesalan manusia ? Sebab Tugas dari ROH KUDUS itu adalah, untuk menghibur dan menolong setiap orang yang percaya, sehingga pada saat orang yang percaya merasakan atas penyesalan atas sesuatu, maka ROH KUDUS akan datang dan menghibur mereka, sehingga mereka dapat melupakan Rasa Penyesalan tersebut., tetapi karena orang-orang yang tidak percaya itu tidak memiliki ROH KUDUS, maka tidak ada yang dapat membantu mereka, untuk menghentikan Rasa Penyesalan tersebut.

Jadi, Neraka itu bukanlah tempat "Penyiksaan yang dilakukan oleh Allah untuk menghukum manusia yang berdosa", tetapi Neraka itu adalah .. Tempat yang disediakan oleh Allah, untuk setiap manusia yang akan menyesali semua perbuatannya, selama ia hidup di bumi, Nah .. karena manusia itu sendiri yang "memilih" untuk menyesali semua perbuatannya tersebut di Neraka, maka keadilan Tuhan tidak dapat lagi untuk menyelamatkan manusia itu sampai selama-lamanya.


Salam ...
May 25, 2016, 08:37:56 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
Jadi, Neraka itu bukanlah tempat "Penyiksaan yang dilakukan oleh Allah untuk menghukum manusia yang berdosa", tetapi Neraka itu adalah .. Tempat yang disediakan oleh Allah, untuk setiap manusia yang akan menyesali semua perbuatannya, selama ia hidup di bumi, Nah .. karena manusia itu sendiri yang "memilih" untuk menyesali semua perbuatannya tersebut di Neraka, maka keadilan Tuhan tidak dapat lagi untuk menyelamatkan manusia itu sampai selama-lamanya.


Salam ...
Pemahaman bpk Jesuit sebenarnya hampir sama dengan siksaan kekal, mungkin manusia tidak menderita fisik, tetapi menderita mental dan durasinya sama saja, yakni berlangsung selamanya. Ini tetap tidak mengurangi ketidakadilan tersebut. Mengapa orang yg hanya hidup egois (tanpa bertindak kriminal sama sekali) harus menderita mental sampai selama2nya, bukankah sama saja? Akankah setelah satu triliun triliun tahun, Tuhan Yang Maha Kuasa berkata: "Tidak, sy memang Maha Kuasa, tapi sy tidak bisa melepaskannya dari penderitaan mental dan penyesalannya"??

Ini sangat berbeda dengan konsep anihilasionis yg mana Tuhan memilih menciptakan manusia dengan pengetahuan bahwa manusia akan berdosa, oleh karena itu penghukumanNya juga adil yakni kebinasaan. Kita sudah terpilih untuk hidup di bumi dan jika kita selama hidup tidak disucikan dari dosa maka kita cukup dilenyapkan saja melalui proses pembinasaan di neraka, bukan disiksa mental sampai selama2nya. Di neraka versi anihilasionis: manusia tidak disiksa selamanya tapi akan dibinasakan dalam artian manusia itu akan lenyap pada akhirnya sementara rohnya kembali kepada Allah.

Kejadian 2:7
Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.


Perhatikan bahwa setiap roh manusia adalah milik Allah, dan ketika manusia mati (mati secara tubuh maupun jiwa) maka roh akan kembali kepada Allah.

Ayub 34:14:
Jikalau Ia menarik kembali RohNya, dan mengembalikan nafasNya padaNya, maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.

Mazmur 104:29
Apabila Engkau menyembunyikan wajahMu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.

Pengkhotbah 12:7
dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Yehezkiel 37:14
Aku akan memberikan RohKu ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah Firman Tuhan.
« Last Edit: May 25, 2016, 08:43:11 AM by acidking001 »
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
May 25, 2016, 01:29:26 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Pemahaman bpk Jesuit sebenarnya hampir sama dengan siksaan kekal, mungkin manusia tidak menderita fisik, tetapi menderita mental dan durasinya sama saja, yakni berlangsung selamanya. Ini tetap tidak mengurangi ketidakadilan tersebut. Mengapa orang yg hanya hidup egois (tanpa bertindak kriminal sama sekali) harus menderita mental sampai selama2nya, bukankah sama saja? Akankah setelah satu triliun triliun tahun, Tuhan Yang Maha Kuasa berkata: "Tidak, sy memang Maha Kuasa, tapi sy tidak bisa melepaskannya dari penderitaan mental dan penyesalannya"??
Menurut saya berbeda, sebab konsep "neraka" yang anda pahami adalah .. Penyiksaan Kekal yang dilakukan oleh  Tuhan.., sementara konsep "Neraka" yang saya pahami adalah .. Penyiksaan Kekal yang dilakukan oleh manusia itu sendiri..

Jadi, karena manusia itu sendiri yang menyiksa dirinya, maka kita tidak boleh "mempersalahkan Tuhan",

Sampai kapan batas akhir penyiksaan yang dilakukan oleh manusia atas dirinya sendiri itu ? ==> Batas akhir itu adalah .. sampai manusia itu "BERHENTI" sendiri untuk menyiksa dirinya.

Pertanyaan muncul .. apakah manusia itu akan mampu untuk berhenti menyiksa dirinya di Neraka ? ==> Jawabnya sudah pasti tidak, MENGAPA ? Sebab manusia itu tidak memiliki lagi ROH KUDUS, karena hanya ROH KUDUS yang dapat menolong manusia itu, untuk menghentikan penyesalannya, sehingga dengan keadaan tersebut, maka manusia itu akan menderita selama-lamanya., dimana besaran setiap penderitaan manusia itu akan berbeda-beda, tergantung pada sedikit - banyaknya penyesalan yang ia lakukan, atas semua perbuatannya selama hidup, itulah sebabnya Yesus mengajarkan kepada kita, untuk hidup dalam "KASIH", sebab setiap orang yang hidup dalam Kasih, maka tidak akan ada penyesalan yang akan dialaminya, sebab Kasih akan membawa manusia itu pada pertobatan dan hidup bergaul dengan Allah.


Salam ...
May 25, 2016, 01:47:54 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
Pertanyaan muncul .. apakah manusia itu akan mampu untuk berhenti menyiksa dirinya di Neraka ? ==> Jawabnya sudah pasti tidak, MENGAPA ? Sebab manusia itu tidak memiliki lagi ROH KUDUS, karena hanya ROH KUDUS yang dapat menolong manusia itu, untuk menghentikan penyesalannya, sehingga dengan keadaan tersebut, maka manusia itu akan menderita selama-lamanya., dimana besaran setiap penderitaan manusia itu akan berbeda-beda, tergantung pada sedikit - banyaknya penyesalan yang ia lakukan, atas semua perbuatannya selama hidup, itulah sebabnya Yesus mengajarkan kepada kita, untuk hidup dalam "KASIH", sebab setiap orang yang hidup dalam Kasih, maka tidak akan ada penyesalan yang akan dialaminya, sebab Kasih akan membawa manusia itu pada pertobatan dan hidup bergaul dengan Allah.


Salam ...
Setidak2nya, setiap argumen sy adalah berdasar Alkitab. Oleh karena itu hendaknya bpk Jesuit jg menyatakan ayat pendukung bahwa manusia tidak akan mengalami proses pembinasaan tetapi mengalami proses menyiksa diri sendiri secara mental selamanya. Tolong sertakan ayatnya.
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)