Author Topic: Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh  (Read 11451 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 26, 2016, 07:45:03 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen

KJV: John 8:42
Jesus said unto them, If God were your Father, ye would love me: for I proceeded forth and came from God; neither came I of myself, but he sent me.


LAI TB: Yoh 8:42
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
===

Begotten, proceeded, originated, ===> hanya pilihan kata mengenai prosesi/procession.

Semua kata kerja yang ada di semua bahasa di dunia ini tidak ada yang benar-benar tepat untuk menggambarkan  itu.

===

Salam,

Benar sekali bro,secara semantik memang istilah proceeded itu bisa dipakai kepada Firman dan Roh tetapi tidak demikian dgn istilah begotten krn secara teologis agak berbeda sebab istilah begotten tidak bisa dikenakan kepd RK karena itu berkaitan dgn status / predikat "Anak" Allah.

Secara semantikpun istilah begotten selalu berkaitan dgn sonship ( the relation of son to father )

Syalom
« Last Edit: July 27, 2016, 09:15:03 AM by saksang »
July 26, 2016, 09:10:28 AM
Reply #41
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Thanks atas responnya bro,sayang jawaban anda tidak relevan / menyentuh dgn persoalan yg saya kemukakan melainkan isinya menurut saya hanya mengenai teori pemahaman anda tentang Tritunggal.

Yg saya persoalkan berikut semua buktinya adalah dilema dari pandangan YR dan BN mengenai Tritunggal seperti :

1.   Mengapa Firman dan Roh disebut Sifat bukan pribadi dan Allah adalah Dzat sedangkan menurut Alkitab ketiganya adalah pribadi/personal yg berbeda secara kekal,apa dasar Alkitabnya ?

2.   Mengapa yg berinkarnasi hanya sifat dari Firman saja sedangkan Firman itu tetap tinggal didalam Allah/Dzat,jadi bisakah dikatakan Yesus adalah Allah ?

3.   Mengapa Firman dan Roh dianggap merupakan unsur dari sifat Allah /Dzat sedangkan Alkitab mengajarkan bahwa Firman adalah pribadi Anak Allah dan Roh adalah bersifat pribadi/personal ?

4.   Kesatuan yg dipahami oleh mereka adalah kesatuan pribadi dimana Satu Allah/Dzat bersatu dengan dua sifatnya tsb, menurut ajaran mereka antara Dzat dan sifat adalah dua esensi yg berbeda namun satu.sedangkan gereja Kristen memandang Tritunggal adalah kesatuan hakekat Allah dengan 3 pribadi yg berbeda.

5.   Mengatakan Firman keluar (proceed) dari Allah adalah suatu kekeliruan karena Firman diperanakkan sebagai Anak Allah didalam kekekalan. Hanya Roh yg keluar (proceed) dari Allah Bapa dan Allah Anak.

6.   mereka mengatakan bahwa Firman Allah itu adalah Allah sendiri (sifat-Nya), tetapi terbedakan dari sudut HUPOSTASIS-nya, yang ia artikan sebagai ‘keberadaan’ [padahal HUPOSTASIS seharusnya artinya adalah person / pribadi (Latin: persona)

7.   Mereka mengatakan masalah ketritunggalan adalah masalah “kebagaimanaan” Allah bukan “keberapaan”Allah,padahal istilah Tritunggal terdiri dari dua angka yaitu  1 dan tiga yang bersifat keberapaan / numeric.

8.   Bukankah menyangkal kepribadian RK identik dgn ajaran SSY ?

9.   Bagaimanakah bisa terjadi interrelasi didalam saling mengasih,saling memuliakan dan saling mengutus antara Dzat dan sifat ?

Sampai sekarang nampaknya saya belum menerima jawaban yg jelas apakah kesimpulan saya keliru atau tidak.

Syalom

Krn dari yg saya tangkap, kedua rohaniwan tsb menjelaskan tritunggal bdsk pemahaman gereja timur, namun mreka mjelaskannya dengan bahasa mreka sendiri.

Makanya saya tuliskan di sini perbedaan pandangan antara tritunggal gereja timur dan tritunggal gereja barat.

Utk mpelajari tulisan dari mreka, maka rasanya perlu kita berusaha mengenal istilah/konsep dalam tritunggal gereja timur.

Disini saya pancing kawan-kawan utk coba mencari apa sih tritunggal itu menurut Gereja Timur.
Jangan buru-buru dihakimi dulu, coba dipelajari dulu.

Kl sudah mempelajari bdsk sudut pandang, konsep dan istilah-istilah mreka, barulah enak seseorang mbahas tulisan BN dan JR, entahkah stuju atau tidak stuju.

Itu 'konsep' dan 'istilah' sengaja saya highlight krn bisa jadi beda definisi antara Gereja Barat dg Gereja Timur.

Itu istilah 'PRIBADI' saja bisa beda maknanya lho.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 26, 2016, 10:54:49 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Krn dari yg saya tangkap, kedua rohaniwan tsb menjelaskan tritunggal bdsk pemahaman gereja timur, namun mreka mjelaskannya dengan bahasa mreka sendiri.

Makanya saya tuliskan di sini perbedaan pandangan antara tritunggal gereja timur dan tritunggal gereja barat.

Utk mpelajari tulisan dari mreka, maka rasanya perlu kita berusaha mengenal istilah/konsep dalam tritunggal gereja timur.

Disini saya pancing kawan-kawan utk coba mencari apa sih tritunggal itu menurut Gereja Timur.
Jangan buru-buru dihakimi dulu, coba dipelajari dulu.

Kl sudah mempelajari bdsk sudut pandang, konsep dan istilah-istilah mreka, barulah enak seseorang mbahas tulisan BN dan JR, entahkah stuju atau tidak stuju.

Itu 'konsep' dan 'istilah' sengaja saya highlight krn bisa jadi beda definisi antara Gereja Barat dg Gereja Timur.

Itu istilah 'PRIBADI' saja bisa beda maknanya lho.


Benar bro,makanya saya melemparkan dilema tsb diforum ini utk kita diskusikan berdasarkan fakta yg ada.

Tidak bisa dipungkiri bahwa motivasi video BN mengenai topic “ Cara paling mudah menjelaskan konsep Tritunggal “  https://www.youtube.com/watch?v=_incLzfQA6c  yg ingin menangkis tuduhan syirik dari kaum Islam, ia berusaha menjembatani kebuntuan bahasa teologis  tsb sama seperti usaha anda sekarang.

Saya setuju kita hrs menjelaskan makna yg benar dari istilah teologis tsb tetapi tidak dengan mengkompromikan dan mengorbankan kebenaran ajaran Injil,demi dapatnya ajaran tsb diterima oleh kaum muslim.

Alasan dari BN adalah utk mengatasi kendala kesalahpahaman mengenai doktrin Trinitas tsb,tetapi tujuan yg baik tentunya tidak dgn menghalalkan segala cara.

Didalam memberitakan Injil kita tidak boleh menghalalkan segala cara khususnya kompromi ajaran fundamental yg menjadi fondasi Kekristenan bro,itulah pendirian saya. Kita harus mencontoh sidang pertama dari para Rasul di Yerusalem dimana Paulus dgn gigih tidak mau mengkompromikan Injil dgn aturan tertentu dari Hukum Taurat.

Bayangkan dengan Hukum Taurat saja kebenaran Injil tidak boleh dikompromikan apalagi ajaran agama lain.

Tidak mungkin bisa ditawar lagi bahwa dgn alasan apapun makna Tritunggal tidak mungkin dilepaskan dari ketigaan pribadi Allah yg berbeda bukan menjadikannya kesatuan pribadi yg tunggal dgn kedua sifat /substansi-Nya.

Bukankah istilah Tritunggal terdiri dari dua kata dasar bilangan yg bermakna satu dan tiga.


Saya mencoba mengutip dari  Gereja Orthodox mengenai pengakuan  aspek pribadi dari Tritunggal.

What Orthodox Christians Believe

GOD THE FATHER is the fountainhead of the Holy Trinity.

JESUS CHRIST is the Second Person of the Trinity, eternally born of the Father. He became a man, and thus He is at once fully God and fully man.

THE HOLY SPIRIT is one of the Persons of the Trinity and is one in essence with the Father.

http://www.protomartyr.org/our-faith/what-orthodox-christians-believe/


Holy Spirit - Orthodox Christians believe that the Holy Spirit is one of the persons of the Trinity, who proceeds from the Father and is one in essence with the Father. The Holy Spirit is given by Christ as a gift to the church, to empower for service, to place God's love in our hearts, and to impart spiritual gifts for the Christian life and witness.

Jesus Christ - Orthodox Christians believe that Jesus Christ is the second person of the Trinity, God's Son, fully divine and fully human. He became flesh through Mary, but was without sin. He died on the cross as man's Savior. He resurrected and ascended to heaven. He will return to judge all men.

http://christianity.about.com/od/easternorthodoxy/a/orthodoxbeliefs.htm

Gereja Orthodox juga setahu saya tidak pernah bisa melepaskan aspek personal dari Trinitas tetapi YR dan BN tidak sekalipun mengakui aspek personal ini thd Firman dan RK.

Syalom
« Last Edit: July 26, 2016, 11:28:28 AM by saksang »
July 26, 2016, 04:58:53 PM
Reply #43
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Baiklah,
Izinkan saya komentar mengenai tulisan dari BN, JR maupun TH juga.

Part 1.

Kl mnrt saya, tulisan dari BN ini didesain utk merespons kaum muslim.
Mungkin dapat saya katakan bhw BN ini talentanya adalah utk menjawab pertanyaan muslim mengenai ke-tritunggal-an Allah.

Lalu bagaimana jika tulisan ini disajikan kpd kita yg Kristen?
Tanpa terhindarkan akan terjadi ketidaksesuaian dengan beberapa konsep yg ada di mainstream Gereja Barat maupun Gereja Timur.

Ada tulisan BN saya kutip dari sebuah situs, dimana tulisan itu ditujukan kpd pembaca muslim.
Dalam kerangka tulisan bagi umat Muslim, maka isinya ini indah sekali.

http://sangtimur.blogspot.co.id/2013/09/aqidah-trinitas-allah-tritunggal.html
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 26, 2016, 05:11:21 PM
Reply #44
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Part 2.

Quote
Dan sebagaimana dicatat dalam targum-targum, yaitu komentar-komentar Perjanjian Lama dalam bahasa Aram, sosok Sang Mesiah ini diidentikkan dengan Memra (Firman Allah), yang oleh-Nya Allah menciptakan alam semesta, dan melalui-Nya pula Allah mengkomunikasikan Diri-Nya dengan umat ciptaan-Nya. Konsep Memra inilah yang melatarbelakangi prolog Injil Yohanes mengenai pra-eksistensi Firman Allah (Yoh. 1:1-3,14), dan bukan konsep logos dalam filsafat Helenisme, sekali pun teks bahasa Yunani dari Injil tersebut memakai istilah Logos yang sebelumnya sudah dipakai dalam Septuaginta.

Nah, tulisan di atas bisa menjawab ptanyaan kaum Muslim.
Meski bgitu, mungkin akan mnimbulkan masalah, yaitu mengenai perbedaan antara konsep 'memra' (konsep Yahudi) dg 'logos'.

Saya pribadi tidak terlalu melihat bedanya, namun ini bisa jadi suatu perdebatan juga.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 26, 2016, 05:11:36 PM
Reply #45
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Part 3.

Quote
Sementara itu patut dicatat pula, bahwa baik Taurat, Kitab Nabi-nabi dan Tulisan-tulisan Suci (Torah, Nevim we Ketuvim) yang oleh orang Kristen disebut Perjanjian Lama, menekankan bahwa Allah itu Esa, dan bersama dengan itu Dia berkarya bersama Firman atau Hikmat-Nya, dan ROH KUDUS-Nya. Begitu juga Perjanjian Baru meneruskan saja ungkapan-ungkapan ini, yang disebutnya sebagai Bapa, dan Putra dan ROH KUDUS.

Sebagai reaksi atas pandangan Arius, yang mementaskan paham Logos Neo-Platonis itulah, konsili Nikea tahun 325 digelar, yang memutuskan ajaran yang diwarisi gereja dari mula-mula bahwa Firman bukan ciptaan, karena justru “oleh-Nya Allah telah menciptakan segala sesuatu” (Kej. 1:3, Maz. 33:6; Yoh. 1:3, 1 Kor. 8:6). Jadi, dengan menegaskan bahwa Firman dan Roh-Nya tidak tercipta, sebenarnya konsili-konsili ekumenis gereja mula-mula hanyalah menegaskan kekekalan hypostasis-hypostasis ilahi dalam Allah Yang Esa, dan bukan memperilah sesuatu di luar Dzat-Nya.

Di paragraf atas itu, penulis mengakui hypostasis-hypostasis ilahi dalam Allah yang Esa, yaitu Bapa, Firman dan Roh.

Quote
Sebagaimana telah disebutkan di atas, istilah Putra Allah yang diterapkan bagi Yesus dalam Iman Kristen untuk menekankan praeksistensi-Nya sebagai Firman Allah yang kekal, seperti disebutkan dalam Injil Yoh. 1:1-3. Ungkapan “Pada mulanya adalah Firman”, untuk menekankan bahwa Firman Allah itu tidak berpermulaan, sama abadi dengan Allah karena Firman itu adalah Allah sendiri, dan bukan wujud selain-Nya.
Selanjutnya, “Firman itu bersama-sama Allah”, menekankan bahwa Firman itu berbeda dengan Allah
Allah adalah Esensi Ilahi (Arab: al-dzat, the essence),  yang dikiaskan Sang Bapa, dan Firman menunjuk kepada “Pikiran Allah dan Sabda-Nya. Akal Ilahi sekaligus Sabda-Nya” (‘aql al-lâh al-nâtiqi, au nâtiq al-Lah al-‘âqli, fahiya ta’ni al-‘âqlu wa al-nâtiqu ma’an), demikianlah term-term teologis yang sering dijumpai dalam teks-teks Kristen berbahasa Arab.

Sedangkan penegasan “dan Firman itu adalah Allah”, menekankan bahwa Firman itu, sekalipun dibedakan dari Allah, tetapi tidak berdiri di luar Dzat Allah. Mengapa? “Tentu saja”, tulis Baba Shenuda III dalam bukunya Lahut al-Masih (Keilahian Kristus), “Pikiran Allah tidak akan dapat dipisahkan dari Allah (‘an ‘aql al-lâhi lâ yunfashilu ‘ana-llah)”.[17] Dengan penegasan bahwa Firman itu adalah Allah sendiri, maka keesaan Allah (tauhid) secara murni kita pertahankan.

Ungkapan “Firman itu bersama-sama dengan Allah”, tetapi sekaligus “Firman itu adalah Allah”, bisa dibandingkan dengan kerumitan pergulatan pemikiran Ilmu Kalam dalam Islam, yang merumuskan hubungan antara Allah dan sifat-sifatnya, yang tidak sama dengan Dzat Allah tetapi juga tidak berbeda dengan-Nya.  Jadi, kata shifat  dalam Ilmu Kalam Islam tidak hanya bermakna sifat atau karakter dalam bahasa sehari-hari, melainkan mendekati makna hypostasisdalam bahasa teologis Kristen.

Dalam sumber-sumber Kristen Arab sebelum dan sesudah zaman al-Asy’ari, hypostasis sering diterjemahkan baik shifat maupun uqnum, “pribadi” (jamak: aqânim), asal saja dimaknai secara metafisik seperti maksud bapa-bapa gereja, bukan dalam makna psikologis. Sedangkan ousia diterjemahkan dzat, dan kadang-kadang jauhar.[18] Istilah dzat dan shifat tersebut dipentaskan-ulang dalam perdebatan kaum Suni dengan kaum Mu’tazilah yang menyangkal keabadian Kalam Allah (Al-Qur’an), sebagaimana Konsili Nikea tahun 325 M mereaksi ajaran bid’ah Arius, seperti telah dikemukakan di atas. Kembali ke makna Putra Allah. Melalui Putra-Nya atau Firman-Nya itu Allah menciptakan segala yang ada di jagat raya: “Segala sesuatu diciptakan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak sesuatupun yang jadi dari segala yang dijadikan” (Yoh. 1:3).

Nah, disini yg mungkin berpotensi menimbulkan permasalahan diantara penulis dg kita yg dari Gereja.
Kl saya menangkap tulisan di atas itu, penulis berusaha membedakan definisi hypostasis secara metafisik dg hypostasis secara psikologis (maksudnya kepribadian secara psikologis).

Apakah mungkin krn inilah maka penulis prefer menggunakan kata 'sifat' ketimbang 'pribadi'?

Namun bgitu, dg mjelaskan bhw Firman dan Roh sudah ada dari kekekalan, dapat dibedakan dari Bapa namun satu Dzat (substansi) dg Bapa, maka penulis sudah mnyatakan ketritunggalan Allah meskipun tidak menggunakan kata 'pribadi'.

Ya saya stuju dg Bro bhw cara menjelaskan ybs kpd kita mungkin perlu di adjust daripada cara ybs menjelaskan kpd kaum muslim.
« Last Edit: July 26, 2016, 05:14:33 PM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 27, 2016, 03:29:07 AM
Reply #46
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 368
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Baiklah,
Izinkan saya komentar mengenai tulisan dari BN, JR maupun TH juga.


Bro.., siapa itu TH?

Ajaran Tritunggalnya Jusuf Roni.

Kehadiran Pdt. Jusuf Roni kali ini di Kupang menarik perhatian saya secara khusus karena memang sudah lama saya mendengar isu tentang miringnya ajarannya tentang doktrin Tritunggal.

Saya pun menyempatkan diri untuk hadir dalam acara KKR yang dipimpinnya di hotel Kupang Beach pada tanggal 2 November yang lalu di mana Pdt. Jusuf Roni memberikan khotbahnya yang di Mazmur 120 dengan pembahasannya yang menarik.

Memang bagian ini tidak ada hubungan sama sekali dengan doktrin Tritunggal tetapi entah bagaimana hubungannya, tiba-tiba di bagian akhirnya ia pun menyinggung doktrin Tritunggal.

Ia lalu menjelaskan doktrin Tritunggal versinya dengan mengatakan bahwa berbicara tentang ketritunggalan Allah itu tidak berbicara tentang keberapaan Allah melainkan kebagaimanaan Allah.

Ia lalu menjelaskan bahwa Allahnya orang Kristen itu esa dengan mengutip sejumlah ayat Alkitab lengkap dengan bahasa aslinya seperti Ulangan 6:4 :“SHEMA' YIS'RA'EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD” (Dengarkanlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!).

Pdt. Jusuf Roni memberikan penjelasan selanjutnya. “Di dalam Allah yang esa itu ada Roh dan Firman. Roh dan Firman tidak diciptakan oleh Allah, sudah ada dalam kekekalan dan keesaan Allah, dua sifat yang mutlak di dalam diri Allah, harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada.

Kalau Roh dan Firman diciptakan oleh Allah, berarti Allah sempat tidak punya roh dan Firman, bagaimana Allah yang tidak punya roh bisa menciptakan roh yang menghidupkan, atau kalau tidak punya firman, dengan firman apa Allah menciptakan firman (Segala sesuatu dijadikan oleh firman)”.

Pdt. Jusuf Roni dengan begitu bersemangat menjelaskan ini sambil sekali-kali bertanya kepada pendengarnya “Amin?!” dan semua yang hadir juga menyambutnya dengan “Amin!” termasuk pendeta-pendeta yang hadir di sana.

http://pelangikasihministry2.blogspot.co.id/2011/01/telaah-teologis-terhadap-ajaran-doktrin.html


Bro.., dimana letak salahnya pengajaran Pak Yusuf Roni di atas?


Dengan demikian juga maka Roh dan FIRMAN itu BUKAN ALLAH melainkan hanya SIFAT ALLAH. Jadi Jusuf Roni percaya bahwa Yesus dalam ke-pra-adaan-Nya sebagai Firman itu bukan Allah, hanya sifat Allah saja dan karena itu sewaktu inkarnasi/penjelmaan, BUKAN ALLAH YANG MENJADI MANUSIA Yesus Kristus melainkan FIRMAN ALLAH YANG MENJADI MANUSIA.

Ini jelas dari khotbanya “ALLAH YANG ESA” (7 Januari 2005) yang dimuat di www.besorahonline.com : “Bukan Allah yang menjadi manusia tetapi Firman Allah yang menjadi manusia,…” Juga dari kata-katanya yang dimuat di Majalah ‘NARWASTU’ bulan Juni 2000 : “Jadi firman itu adalah sifat, bukan Allah yang menjadi manusia, tapi firman yang menjadi manusia.

http://pelangikasihministry2.blogspot.co.id/2011/01/telaah-teologis-terhadap-ajaran-doktrin.htm


Saya belum pernah mendengar pengajaran Pak Yusuf Roni mengenai Allah TriTunggal, namun dari kutipan di atas, yang menyatakan bahwa Firman Allah bukan Allah, maka ajaran ini tidak sesuai dengan pengajaran Pak Bambang Noorsena.

Pak Bambang Noorsena selalu mengajarkan bahwa Firman Allah adalah Allah sendiri.
July 27, 2016, 08:39:33 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Baiklah,
Izinkan saya komentar mengenai tulisan dari BN, JR maupun TH juga.

Part 1.

Kl mnrt saya, tulisan dari BN ini didesain utk merespons kaum muslim.
Mungkin dapat saya katakan bhw BN ini talentanya adalah utk menjawab pertanyaan muslim mengenai ke-tritunggal-an Allah.

Lalu bagaimana jika tulisan ini disajikan kpd kita yg Kristen?
Tanpa terhindarkan akan terjadi ketidaksesuaian dengan beberapa konsep yg ada di mainstream Gereja Barat maupun Gereja Timur.

Ada tulisan BN saya kutip dari sebuah situs, dimana tulisan itu ditujukan kpd pembaca muslim.
Dalam kerangka tulisan bagi umat Muslim, maka isinya ini indah sekali.

http://sangtimur.blogspot.co.id/2013/09/aqidah-trinitas-allah-tritunggal.html


Diskusi semakin menarik.

Maka yg saya persoalkan dalam hal ini adalah bolehkah kita memberikan pemahaman Tritunggal yg berbeda kepada siapapun (inkonsistensi),sebab tulisannya juga akan sangat mempengaruhi pemahaman jemaat digereja yg dipimpinnya sendiri termasuk semua umat Kristen yg membacanya?

Sudah saya buktikan sebelumnya bahwa perbedaan itu bersifat fundamental karena menyangkut personalitas Allah,karena inti dari pemahaman Tritunggal yang benar adalah 3 pribadi Allah bukan hanya satu pribadi.

Apakah keberhasilan penginjilan bertumpu kepada model,sistim,strategi yg dibuat oleh manusia atau pekerjaan dari ROH KUDUS ?

Mengapa tidak memberitakan Injil sesuai warisan ajaran para Rasul apa adanya walau itu kelihatan bodoh,tidak masuk akal,musrik,dll karena Alkitab sendiri sudah berkata:

1 Korintus 1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

Bukankah yg terpenting didalam misi penginjilan adalah memberitakan Yesus yg benar dan bertumpu kepada iluminasi ROH KUDUS walau berita itu nampaknya bodoh,tidak masuk akal atau musrik,ketimbang kelihaian manusia didalam  bermanuver ?

1 Korintus 3:6,7   Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

Menurut saya kunci pertobatan manusia berada didalam pemberian hati dan sekaligus pikiran serta hidup yang baru yg hanya bisa dikerjakan oleh ROH KUDUS,bukan bersandar kepada kelihaian manusia didalam memilih cara atau metode menginjili ?

1 Korintus 1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

1 Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

1 Korintus 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.


Saya percaya kalau bertumpu kepada cara cara dan hikmat  manusia yg tidak benar malah ajaran tsb menjadi boomerang bagi Kekristenan itu sendiri.

1 Korintus 1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

1 Korintus 2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

1 Korintus 2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

Yakobus 3:15 itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.


Saya tidak menolak kalau menggunakan berapa variasi didalam memberitakan Injil sesuai situasi / keadaan tetapi tidak dengan mengorbankan kebenaran Alkitab.

Syalom
« Last Edit: July 27, 2016, 08:50:49 AM by saksang »
July 27, 2016, 08:41:01 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Part 2.

Nah, tulisan di atas bisa menjawab ptanyaan kaum Muslim.
Meski bgitu, mungkin akan mnimbulkan masalah, yaitu mengenai perbedaan antara konsep 'memra' (konsep Yahudi) dg 'logos'.

Saya pribadi tidak terlalu melihat bedanya, namun ini bisa jadi suatu perdebatan juga.

Bro,kalau kita ingin memahami doktrin Tritunggal dengan berkiblat kepada Yudaisme dan Islam walaupun mereka sering disebut agama Abrahamic,menurut saya adalah suatu yg naïf sebab paham Allah mereka adalah monotestik mutlak dan tidak percaya akan ketritunggalan Allah.

Semua ajaran Rasul sudah cukup dan sempurna didalam memahami ketritunggalan Allah termasuk memahami PL dengan benar,tidak perlu berkiblat kepada agama manapun yang menganut monoteisme absolut.

Syalom

July 27, 2016, 08:44:52 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Part 3.

Di paragraf atas itu, penulis mengakui hypostasis-hypostasis ilahi dalam Allah yang Esa, yaitu Bapa, Firman dan Roh.

Sayang anda tidak memberikan sumber dari tulisan anda.

Istilah hypostatic union biasanya dikenakan kepada Yesus Kristus dimana ada perbedaan antara :

1.   Satu  Allah dengan tiga pribadi ajaran Tritunggal,dengan

2.   Satu Pribadi dengan dua sifat dari Yesus Kristus

Yang pertama bersifat kesatuan sifat dan kejamakan pribadi  sedangkan yg kedua adalah kesatuan pribadi dengan kejamakan sifat.

Kalaupun misalnya  prinsip hypostatic union mau dikenakan juga kepada ketritunggalan Allah tetap saja adalah keliru kalau itu dimaknai sebagai kesatuan antara Dzat/pribadi Allah yang tunggal dengan kedua sifatnya yaitu Firman dan Roh,karena kata dasar dari istilah tsb adalah “hupostatis” yaitu personalitas (bukan sifat/ousia) sehingga makna yang benar adalah :

KESATUAN HAKEKAT ALLAH DIDALAM TIGA PRIBADI YG BERBEDA

Silahkan anda usahakan memberikan bukti ajaran Hypostatic Union yg dikenakan kepada Tritunggal menurut tradisi gereja atau ajaran para Bapa Gereja mula mula utk dapat saya analisa.


Quote
Quote
Nah, disini yg mungkin berpotensi menimbulkan permasalahan diantara penulis dg kita yg dari Gereja.
Kl saya menangkap tulisan di atas itu, penulis berusaha membedakan definisi hypostasis secara metafisik dg hypostasis secara psikologis (maksudnya kepribadian secara psikologis).

Apakah mungkin krn inilah maka penulis prefer menggunakan kata 'sifat' ketimbang 'pribadi'?

Adalah suatu kekeliruan yg fatal apabila seorang pemimpin gereja tidak bisa membedakan antara pengertian dan penggunaan istilah “hupostatis” (person) dengan “ousia” (sifat/hakekat)  didalam mengajarkan doktrin Tritunggal.

Kekeliruan itu berfifat fundamental menurut saya karena sekali lagi inti dari ajaran Tritunggal adalah ketigaan pribadi dari Allah.

Kalau soal ke-esaan Allah tidak akan menimbulkan persoalan karena memang tidak ada perbedaan diantara semua Abrahamic Religion,tetapi akan sangat berbeda kalau menyangkut ketigaan pribadi Allah.

Kalau anda menganggap itu hanya perbedaan yg tidak prinsipil maka disinilah perbedaan sikap kita akan kebenaran Alkitab,bro.

Quote
Namun bgitu, dg mjelaskan bhw Firman dan Roh sudah ada dari kekekalan, dapat dibedakan dari Bapa namun satu Dzat (substansi) dg Bapa, maka penulis sudah mnyatakan ketritunggalan Allah meskipun tidak menggunakan kata 'pribadi'.

Ya saya stuju dg Bro bhw cara menjelaskan ybs kpd kita mungkin perlu di adjust daripada cara ybs menjelaskan kpd kaum muslim.


« Last Edit: July 26, 2016, 05:14:33 PM by Siip »

Yang saya persoalkan dari awal bro,adalah mengatakan bahwa Firman dan Roh adalah sifat bukan pribadi walau bersifat kekal dan ini menurut saya suatu kekeliruan yang fatal karena hupostatis berbeda dengan ousia dan tidak boleh dipercampur-adukkan maknanya didalam ajaran Tritunggal.

Walaupun itu ditujukan kepada kaum muslim ada beberapa kekeliruan menurut saya yaitu :

1.   Ajaran yg menyimpang dari gereja segala abad

2.   Tidak konsisten memegang teguh kebenaran Kitab Suci

3.   Menghalalkan segala cara walau tujuannya baik

4.   Terlalu mengandalkan hikmat manusia

5.   Karena itu dikotbahkan juga di gereja dan media publik maka akan meracuni kemurnian doktrin Kristen

Demikianlah apa yg dapat saya tanggapi bro,sekali lagi thanks atas responnya.

Syalom
« Last Edit: July 27, 2016, 09:04:33 AM by saksang »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)