Author Topic: Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh  (Read 10463 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 27, 2016, 09:20:40 AM
Reply #50
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6237
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Okeh Bro,
Sumbernya sudah saya cantumkan yg di link pada part 1.

Krn saya bukan BN, JR maupun TH, juga krn saya bukan orthodox siria, juga krn saya bukan pembela mreka, maka tulisan Bro ini tidak kompeten utk saya tanggapi.

Concern Bro lebih tepat ditanggapi oleh BN, JR dan TH itu sendiri.

Saya disini mnyajikan pandangan saya thd tulisan BN, bahwa saya melihat ada perbedaan konsep yg ia gunakan, ada perbedaan titik tolak antara dia dg pandangan Gereja Barat,

Namun bgitu, ketika dia mengakui bhw Firman Allah dan Roh Allah adalah Dzat (ybs menyamakan dzat dg ousia) Allah dan berbeda dari Allah (Bapa), maka saya tidak melihat ada masalah fundamental apakah ybs menggunakan istilah 'shifat' atau prefer menggunakan 'pribadi'.

Mngapa?
Krn dg mnyatakan bhw Firman Allah dan Roh Allah dapat dibedakan dari Allah, maka dg sendirinya saya mlihat bhw ia telah mengakui ada pribadi pada Firman Allah dan Roh Allah sekalipun ia (anggaplah) tidak suka menggunakan kata 'pribadi'.
Dg pemahaman mengenai natur Allah, maka Firman Allah dan Roh Allah (yang adalah dzat Allah) sudah pasti hidup, bukan mati, bukan statis, sekalipun ia tidak menggunakan kata 'pribadi'.

Saya sendiri prefer menggunakan kata 'pribadi' drpd 'sifat', krn kata 'sifat' menimbulkan pemahaman tsendiri di benak orang Indonesia,
Namun mungkin saja ia juga tidak mmaknai kata 'sifat' sbgmn saya mmaknainya.

Terima kasih atas diskusinya Bro.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 27, 2016, 11:10:06 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Okeh Bro,
Sumbernya sudah saya cantumkan yg di link pada part 1.

Krn saya bukan BN, JR maupun TH, juga krn saya bukan orthodox siria, juga krn saya bukan pembela mreka, maka tulisan Bro ini tidak kompeten utk saya tanggapi.

Concern Bro lebih tepat ditanggapi oleh BN, JR dan TH itu sendiri.

Saya disini mnyajikan pandangan saya thd tulisan BN, bahwa saya melihat ada perbedaan konsep yg ia gunakan, ada perbedaan titik tolak antara dia dg pandangan Gereja Barat,

Namun bgitu, ketika dia mengakui bhw Firman Allah dan Roh Allah adalah Dzat (ybs menyamakan dzat dg ousia) Allah dan berbeda dari Allah (Bapa), maka saya tidak melihat ada masalah fundamental apakah ybs menggunakan istilah 'shifat' atau prefer menggunakan 'pribadi'.

Mngapa?
Krn dg mnyatakan bhw Firman Allah dan Roh Allah dapat dibedakan dari Allah, maka dg sendirinya saya mlihat bhw ia telah mengakui ada pribadi pada Firman Allah dan Roh Allah sekalipun ia (anggaplah) tidak suka menggunakan kata 'pribadi'.
Dg pemahaman mengenai natur Allah, maka Firman Allah dan Roh Allah (yang adalah dzat Allah) sudah pasti hidup, bukan mati, bukan statis, sekalipun ia tidak menggunakan kata 'pribadi'.

Saya sendiri prefer menggunakan kata 'pribadi' drpd 'sifat', krn kata 'sifat' menimbulkan pemahaman tsendiri di benak orang Indonesia,
Namun mungkin saja ia juga tidak mmaknai kata 'sifat' sbgmn saya mmaknainya.

Terima kasih atas diskusinya Bro.


Ijinkanlah saya sbg TS memberikan tanggapan atas komentar anda bro.

Kalau menurut saya pernyataan BN bahwa Firman dan Roh berbeda dgn Allah (yg saya bold merah) tidak dgn sendirinya menyelesaikan persoalan karena memang sejak awal saya sudah mengutip ajaran mereka bahwa perbedaan itu bukan didalam hal pribadi sesuai ajaran gereja tetapi antara Dzat (Allah) dan dua sifatnya yaitu Firman dan Roh.

Saya percaya bahwa setiap pribadi Allah masing masing adalah Roh yang bisa berfirman terlepas dari yang lain kalau kita analisa ajaran Kitab Suci.

BN mengatakan bahwa Firman keluar dari Allah tanpa meninggalkan Allah dgn ilustrasi pikiran manusia yg bisa menjelma menjadi perkataan didalam kaset,dan tulisan sedangkan pikirannya tetap tinggal pada manusianya,tidaklah menggambarkan makna kenosis secara tepat karena pribadi Firman itulah yg turun kedunia dan diam bersama kita (Yoh.1) bukan hanya sifatnya doang,karena sifat ilahi itu melekat (intrinsic) kepada pribadi-Nya secara tidak terpisahkan.

Oleh karena pribadi Yesus hanya satu sedangkan Yesus adalah Allah dan manusia 100% maka ada dualisme pandangan mengenai masalah pribadi tsb yaitu :

1.   Berasal dari pribadi Allah yg berinkarnasi ditambah dgn sifat dan tubuh kemanusiaan.

2.   Berasal dari pribadi manusia ditambah dengan sifat ilahi dari Firman (bukan pribadinya).

Kalau ajaran BN menurut penilaian saya,maka dia condong kepada alternatif kedua,sehingga ia mengatakan bahwa yg mati dikayu salib adalah kemanusiaan-Nya karena diri Allah tidak mungkin mati.(bukankah Dzat/Allah tidak berinkarnasi kecuali Firman/Sifat).

Mengenai siapa yg mati saya sepakat bahwa pribadi Allah yg inkarnasi juga tidak mungkin mati karena Dia bersifat kekal,ini mungkin berbeda dgn pandangan anda.

Saya mengakui bahwa kotbah YR dan BN memang enak utk didengar karena bakat dan talenta mereka dalam hal berkotbah,tetapi sebagai murid Kristus kita juga harus waspada dan menguji setiap ajaran walau mengenakkan telinga.

2 Timotius  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

1 Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.


Terima kasih juga atas partisipasi anda,bro.

Syalom
« Last Edit: July 27, 2016, 11:23:20 AM by saksang »
July 27, 2016, 11:21:53 AM
Reply #52
  • Global Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9688
  • ForumKristen.com
Berikut ini saya lampirkan audio Bambang Noorsena yang menyebut Allah sebagai pribadi, kemudian menjabarkan Bapa, Putra dan ROH KUDUS sebagai pribadi yang di atas, di antara kita, dan di dalam kita (walau beliau tidak menyebut istilah "pribadi".

Saya pikir masalahnya bukan perbedaan doktrinal, tetapi lebih ke semantik. Bambang Noorsena menghindari istilah "pribadi" dan "oknum", karena menurut beliau hupostasis lebih dekat ke kata "shifat" dalam bahasa Arab sebagaimana telah dijelaskan oleh Siip.

Dalam kesempatan lain, Bambang Noorsena juga menyebut Firman dan Roh sebagai facet Allah, atau aspek Allah yang keberadaannya satu dengan Dia sejak kekal.

Kemungkinan saksang hanya menyoroti pernyataan Bambang Noorsena yang menyebut Allah sebagai aspek, tetapi mengabaikan penjelasan beliau tentang Bapa, Putra dan ROH KUDUS sebagai pribadi yang unik.

Salam
Kesalahan-kesalahan dalam Kesaksian Meiga Fitri
Pancasila bukan Jimat, oleh Franz Magnis Suseno
Ahok Diwawancara CCTV
July 27, 2016, 12:16:23 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Berikut ini saya lampirkan audio Bambang Noorsena yang menyebut Allah sebagai pribadi, kemudian menjabarkan Bapa, Putra dan ROH KUDUS sebagai pribadi yang di atas, di antara kita, dan di dalam kita (walau beliau tidak menyebut istilah "pribadi".

Saya pikir masalahnya bukan perbedaan doktrinal, tetapi lebih ke semantik. Bambang Noorsena menghindari istilah "pribadi" dan "oknum", karena menurut beliau hupostasis lebih dekat ke kata "shifat" dalam bahasa Arab sebagaimana telah dijelaskan oleh Siip.

Dalam kesempatan lain, Bambang Noorsena juga menyebut Firman dan Roh sebagai facet Allah, atau aspek Allah yang keberadaannya satu dengan Dia sejak kekal.

Kemungkinan saksang hanya menyoroti pernyataan Bambang Noorsena yang menyebut Allah sebagai aspek, tetapi mengabaikan penjelasan beliau tentang Bapa, Putra dan ROH KUDUS sebagai pribadi yang unik.

Salam


Trims atas kiriman videonya,bro setelah saya analisa maka dapat saya kutip sbb :

1.   Mengatakan Allah itu pribadi tetapi dia hanya menyebut Allah Bapa saja,seolah hanya satu yg berpribadi / Dzat.

2.   Bapa yg bisa dihampiri dgn doa tetapi berbeda dgn Firman yg inkarnasi itu pernah dilihat,didengar,disaksikan dan diraba ( Yoh.1:1),bukan hanya sifat-Nya saja  tetapi juga diri-Nya sendiri ada ditengah kita (imanuel).

3.   Allah yg disebut Bapa (butir 1) itu sudah ada didunia yaitu ROH KUDUS,berarti ini agak berbau ajaran Sabelianisme

4.   Bukankah sangat aneh ada demikian banyaknya video penjelasan BN mengenai Tritunggal tanpa sekalipun menyebutkan aspek pribadi dari Firman dan Roh yg sangat kontras dgn ajaran para Bapa Gereja Klasik dan semua konsili mengenai Tritunggal,padahal aspek itu sangat fundamental dan krusial didalam makna Tritunggal ?

Sabelianisme mengajarkan bahwa Allah itu Esa, tetapi mereka tidak percaya adanya tiga Pribadi. Mereka berusaha menjelaskan segala indikasi yang menunjukkan bahwa Allah Tritunggal di dalam Alkitab hanya sebagai semacam persona (Pribadi) yang diartikan sebagai topeng. (Sangat disesalkan, bahwa istilah persone dalam bahasa Latin, yang kemudian diterjemahkan menjadi person ddalam bahasa Inggris dan menjadi pribadi dalam bahasa Indonesia, mula-mula mempunyai pengertian topeng yang dipakai di dalam sandiwara).

Maaf bro kalau saya menganggap tidak memadai penjelasannya krn tidak adanya penjelasan kongkrit mengenai aspek kepribadian dari Firman dan Roh itu.

Bisakah anda menjelaskan kalimat “Firman keluar dari Allah tanpa meninggalkan Allah” dari BN  didalam yutube terlampir :

 https://www.youtube.com/watch?v=obf4lwtphWM

1.   Apakah yg keluar itu pribadi atau sifat ilahi dari Sang Firman

2.   Yang tinggal didalam diri Allah itu aspek apanya dari Firman ?

3.   Apakah ada 3 pribadi Allah bersatu didalam Allah selamanya dalam arti pribadi Firman dan Roh tidak pernah turun kebumi,jadi ada tiga pribadi bersatu didalam satu pribadi Allah Bapa selamanya ?

4.   Bisakah pribadi Firman berpisah dari sifat-Nya sendiri ?

5.   Yg mati disalib apakah pribadi Firman atau sifat dari Firman ?

Bisakah anda jelaskan apakah istilah "personal" dan "sifat" adalah identik dalam bahasa Arab?

Dapatkah anda buktikan bahwa istilah "aspek" dari Allah yg anda kutip itu apakah menyangkut makna "pribadi" atau "sifat" ?

Terima kasih.

Syalom
« Last Edit: July 27, 2016, 12:39:15 PM by saksang »
July 27, 2016, 12:36:42 PM
Reply #54
  • Global Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9688
  • ForumKristen.com

Trims atas kiriman videonya,bro setelah saya analisa maka dapat saya kutip sbb :

1.   Mengatakan Allah itu pribadi tetapi dia hanya menyebut Allah Bapa saja,seolah hanya satu yg berpribadi / Dzat.

2.   Bapa yg bisa dihampiri dgn doa tetapi berbeda dgn Firman yg inkarnasi itu pernah dilihat,didengar,disaksikan dan diraba ( Yoh.1:1),bukan hanya sifat-Nya saja  tetapi juga diri-Nya sendiri ada dtengah kita (imanuel).

3.   Allah yg disebut Bapa itu sudah ada didunia yaitu ROH KUDUS,berarti ini agak berbau ajaran Sabelianisme
Bambang Noorsena tidak sedang secara spesifik menyebut Allah Bapa, tetapi menyebut Allah sebagai Bapa orang percaya. Siapa Allah yang dimaksud? Allah Tritunggal, yaitu Bapa, Putra, dan ROH KUDUS.


Sabelianisme mengajarkan bahwa Allah itu Esa, tetapi mereka tidak percaya adanya tiga Pribadi. Mereka berusaha menjelaskan segala indikasi yang menunjukkan bahwa Allah Tritunggal di dalam Alkitab hanya sebagai semacam persona (Pribadi) yang diartikan sebagai topeng. (Sangat disesalkan, bahwa istilah persone dalam bahasa Latin, yang kemudian diterjemahkan menjadi person ddalam bahasa Inggris dan menjadi pribadi dalam bahasa Indonesia, mula-mula mempunyai pengertian topeng yang dipakai di dalam sandiwara).
Di kesempatan lain juga pernah ada pernyataan beliau yang menentang Sabelianisme. Coba periksa koleksi audio Anda, mungkin lebih lengkap daripada yang saya punya.


Maaf bro kalau saya menganggap tidak memadai penjelasannya krn tidak adanya penjelasan kongkrit mengenai aspek kepribadian dari Firman dan Roh itu.
Memang pasti tidak memadai, karena beliau memang menghindari term "pribadi" seperti saya sebutkan di atas. Karena itu, kalau Anda mengharapkan Bambang Noorsena menjelaskan Allah sebagai "pribadi" dengan harfiah menyebut kata "pribadi", ya pasti tidak ada.


Bisakah anda menjelaskan kalimat “Firman keluar dari Allah tanpa meninggalkan Allah” dari BN  didalam yutube terlampir :

 https://www.youtube.com/watch?v=obf4lwtphWM
Saya akan mencoba menjawab, tetapi jawaban saya tidak mewakili Bambang Noorsena, karena bisa saja penafsiran saya terhadap pernyataan beliau tidak sesuai dengan yang sebenarnya hendak disampaikan.

1.   Apakah yg keluar itu pribadi atau sifat ilahi dari Sang Firman
Bambang Noorsena menghindari istilah "pribadi", sehingga pertanyaan di atas tidak bisa dijawab.

2.   Yang tinggal didalam diri Allah itu aspek apanya dari Firman ?
Firman adalah aspek Allah, bukan sebaliknya.

3.   Apakah ada 3 pribadi Allah bersatu didalam Allah selamanya dalam arti pribadi Firman dan Roh tidak pernah turun kebumi,jadi ada tiga pribadi bersatu didalam satu pribadi Allah Bapa selamanya ?
Yang saya tangkap dari penjelasan Bambang Noorsena ialah Allah pada awal mula kekekalan, saat Firman belum berinkarnasi dan masih jauh dari Pentakosta.
Selengkapnya lihat gambar yang saya lampirkan. Yang Anda tentang dari Bambang Noorsena hanyalah konsep di pojok kiri, padahal Bambang Noorsena menjelaskan hingga ke kanan. Yang Anda ajukan itu cenderung ke strawman argument.

4.   Bisakah pribadi Firman berpisah dari sifat-Nya sendiri ?
Bambang Noorsena menghindari istilah "pribadi:, sehingga pertanyaan di atas tidak bisa dijawab.

5.   Yg mati disalib apakah pribadi Firman atau sifat dari Firman ?
False dilemma, karena bukan keduanya. Dalam suatu kesempatan, Bambang Noorsena menjelaskan bahwa yang disiksa, disalib dan mati adalah sifat kemanusiaan Yesus. Firman-Nya tetap kekal.
Bambang Noorsena menjelaskan itu ketika ada yang bertanya, saat Yesus di salib, di Surga tinggal berapa Allah? Logika si penanya hampir mirip dengan logika Anda.

Bisakah anda jelaskan apakah istilah personal dan sifat adalah iedntik dalam bahasa Arab?

Dapatkah anda buktikan bahwa istilah aspek dari Allah apakah menhyangkut makna pribadik atgau sifat ?

Terima kasih.

Syalom
Tidak tahu, karena saya tidak paham bahasa Arab.
Ketika tidak tahu bahasa Arab, saya mengakui bahwa saya memang tidak bisa memberi penjelasan apa-apa.

Salam
Kesalahan-kesalahan dalam Kesaksian Meiga Fitri
Pancasila bukan Jimat, oleh Franz Magnis Suseno
Ahok Diwawancara CCTV
July 27, 2016, 01:31:59 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Bambang Noorsena tidak sedang secara spesifik menyebut Allah Bapa, tetapi menyebut Allah sebagai Bapa orang percaya. Siapa Allah yang dimaksud? Allah Tritunggal, yaitu Bapa, Putra, dan ROH KUDUS.

Di kesempatan lain juga pernah ada pernyataan beliau yang menentang Sabelianisme. Coba periksa koleksi audio Anda, mungkin lebih lengkap daripada yang saya punya.

Dapat saya tambahkan informasi bahwa saya pernah mendengar kotbah pak S.Tong lama berselang bahwa dia pernah menegur YR akan doktrin Tritunggalnya yang berasal dari Sabelianisme,dan saya juga pernah mendengar sendiri pengakuan YR bahwa dia pernah ditegur oleh S.Tong ketika saya masih aktif selama 2 tahun di GKRI Alfa Indah pimpinan  YR puluhan tahun yg lalu,ketika dia masih Kristen Methodist.

Mungkin karena itu mereka memodifikasi sedikit doktrinnya agar tidak terlalu berbau Sabelianisme
Seperti sudah saya utarakan sebelumnya YR dan BN kelihatannya memiliki teologi yg seragam mengenai Tritunggal.

Saya akan mencoba mencari kotbah BN mengenai Sabelianisme itu bro.

Quote
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
Memang pasti tidak memadai, karena beliau memang menghindari term "pribadi" seperti saya sebutkan di atas. Karena itu, kalau Anda mengharapkan Bambang Noorsena menjelaskan Allah sebagai "pribadi" dengan harfiah menyebut kata "pribadi", ya pasti tidak ada.


Itulah yg saya maksud mengenai pertanyaan ke-4 diatas bro,adalah aneh bin janggal menurut saya mempertahnkan makna Tritunggal minus aspek pribadi (hupostatis).

Maaf saya ada memodifikasi replay 53 dgn pertanyaan ke-4 yaitu:

4.   Bukankah sangat aneh ada demikian banyaknya video penjelasan BN mengenai Tritunggal tanpa sekalipun menyebutkan aspek pribadi dari Firman dan Roh yg sangat kontras dgn ajaran para Bapa Gereja Klasik dan semua konsili mengenai Tritunggal,padahal aspek itu sangat fundamental dan krusial didalam makna Tritunggal ?

Kelihatannya  menurut saya BN terlalu amat sangat luarbiasanya menghindarkan sebutan pribadi kepada Firman dan Roh dari semua videonya ,apakah mungkin beliau memang konsisten dgn ajaran YR ?


Quote
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
Saya akan mencoba menjawab, tetapi jawaban saya tidak mewakili Bambang Noorsena, karena bisa saja penafsiran saya terhadap pernyataan beliau tidak sesuai dengan yang sebenarnya hendak disampaikan.
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
1.   Apakah yg keluar itu pribadi atau sifat ilahi dari Sang Firman
Bambang Noorsena menghindari istilah "pribadi", sehingga pertanyaan di atas tidak bisa dijawab.

Oke ,masih belum terpecahkan misterinya.

Quote
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
2.   Yang tinggal didalam diri Allah itu aspek apanya dari Firman ?
Firman adalah aspek Allah, bukan sebaliknya.

Jadi apakah ketiga pribadi Allah bisa berfirman sesuai ajaran Alkitab ?


Bersambung
« Last Edit: July 27, 2016, 01:39:36 PM by saksang »
July 27, 2016, 01:32:37 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Sambungan

Quote
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
3.   Apakah ada 3 pribadi Allah bersatu didalam Allah selamanya dalam arti pribadi Firman dan Roh tidak pernah turun kebumi,jadi ada tiga pribadi bersatu didalam satu pribadi Allah Bapa selamanya ?
Yang saya tangkap dari penjelasan Bambang Noorsena ialah Allah pada awal mula kekekalan, saat Firman belum berinkarnasi dan masih jauh dari Pentakosta.
Selengkapnya lihat gambar yang saya lampirkan. Yang Anda tentang dari Bambang Noorsena hanyalah konsep di pojok kiri, padahal Bambang Noorsena menjelaskan hingga ke kanan. Yang Anda ajukan itu cenderung ke strawman argument.

Anda salah menafsirkan argument saya bro,bukankah yg saya persoalkan dari awal adalah :

1.   Mengapa didalam kekekalan Firman dan Roh itu disebut sifat bukan pribadi

2.   Mengapa didalam kekekalan ketika hendak iknkarnasi yang turun kebumi itu bukan pribadi melainkan hanya sifatnya saja ?

Makanya yg saya tanyakan itu apakah didalam kekekalan itu ketiga pribadi Allah bersatu-padu  selamanya ?

Quote
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
4.   Bisakah pribadi Firman berpisah dari sifat-Nya sendiri ?
Bambang Noorsena menghindari istilah "pribadi:, sehingga pertanyaan di atas tidak bisa dijawab.
Oke ,masih belum terpecahkan misterinya.


Quote
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
5.   Yg mati disalib apakah pribadi Firman atau sifat dari Firman ?
False dilemma, karena bukan keduanya. Dalam suatu kesempatan, Bambang Noorsena menjelaskan bahwa yang disiksa, disalib dan mati adalah sifat kemanusiaan Yesus. Firman-Nya tetap kekal.
Bambang Noorsena menjelaskan itu ketika ada yang bertanya, saat Yesus di salib, di Surga tinggal berapa Allah? Logika si penanya hampir mirip dengan logika Anda.

Setuju,hanya kuriositi apakah anda percaya pribadi dan sifat Allah bisa mati,bro.

Quote
Quote from: saksang on July 27, 2016, 12:16:23 PM
Bisakah anda jelaskan apakah istilah personal dan sifat adalah iedntik dalam bahasa Arab?

Dapatkah anda buktikan bahwa istilah aspek dari Allah apakah menhyangkut makna pribadi atau sifat ?

Tidak tahu, karena saya tidak paham bahasa Arab.
Ketika tidak tahu bahasa Arab, saya mengakui bahwa saya memang tidak bisa memberi penjelasan apa-apa.

Oke ,masih belum terpecahkan misterinya.

Sekali lagi trims atas tanggapan anda bro.

Syalom
« Last Edit: July 27, 2016, 01:51:10 PM by saksang »
July 27, 2016, 04:04:52 PM
Reply #57
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 368
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Alasan dari BN adalah utk mengatasi kendala kesalahpahaman mengenai doktrin Trinitas tsb,tetapi tujuan yg baik tentunya tidak dgn menghalalkan segala cara.

Didalam memberitakan Injil kita tidak boleh menghalalkan segala cara khususnya kompromi ajaran fundamental yg menjadi fondasi Kekristenan bro,itulah pendirian saya. Kita harus mencontoh sidang pertama dari para Rasul di Yerusalem dimana Paulus dgn gigih tidak mau mengkompromikan Injil dgn aturan tertentu dari Hukum Taurat.


Pak Bambang Noorsena dikatakan menghalalkan segala cara, saya rasa terlalu berlebihan. Ketika Rasul Paulus yang menentang sunat juga menyunatkan Timotius, apakah juga termasuk dalam kategori menghalalkan segala cara?

Apa yang diajarkan pak Bambang Noorsena itu sesuai dengan iman Kristen Orthodox yang mengajarkan Allah Yang Esa itu bersifat Tritunggal.
Quote
Allah (Sang Bapa) adalah Allah Yang Esa itu sendiri. Ia menjadi asal-usul FirmanNya yang kekal yang berada satu di dalam DiriNya, dan juga menjadi asal-usul dari RohNya sendiri yang juga secara kekal berada di dalam DiriNya Yang Esa itu bersama Firman yang sama tadi. Keberadaan Allah Yang Esa, yang sejak kekal memiliki Firman dan Roh Yang Kekal yang berada satu di dalam Diri Allah ( Bapa) Yang Esa inilah yang disebut sebagai Tritunggal Mahakudus.

Iman Kristen Orthodox memang hanya mempercayai Allah yang Esa saja. Tritunggal Mahakudus itu tidak berbicara mengenai jumlah Allah, sebab Allah tak berjumlah . Ia itu Esa tak berbilang dan satu tiada tandingan. Tritunggal Mahakudus adalah menerangkan keberadaan yang ada di dalam diri Allah Yang Esa itu.

Jadi Sang Bapa adalah Sumber ke-Esa-an dari Tritunggal Mahakudus itu. Kitab Suci mewahyukan bahwa Allah yang Esa itu disebut sebagai Bapa (I Kor. 8:6, Yohanes 17:1-3, 20:17, dll.) , dan FirmanNya itu disebut sebagai Putra (Yoh. 1:14 “ Firman itu…sebagai Anak Tunggal Bapa…”) dan RohNya itu disebut sebagai ROH KUDUS (Ef.4 :30).
Keberadaan dan ciri masing-masing antara Allah, FirmanNya dan RohNya itu disebut sebagai Hypostasis-Hypostasis (Pribadi-Pribadi). Jadi menurut Alkitab Allah yang Esa itu memiliki Tiga Hypostasis -- Bapa, Putra, dan ROH KUDUS—secara kekal berada satu dan memiliki bersama satu kodrat ilahi.

Dari Sang Bapa ini Sang Putra yaitu Firman Allah sendiri diperanakkan sebelum adanya waktu dan zaman dan selama-lamanya (Mazmur 2:7). Dan dari Sang Bapalah ROH KUDUS yaitu RohNya Allah sendiri itu secara kekal dihembuskan atau keluar (Yohanes 15:26) dan bersemayam (I Kor. 2:10-11).


Karena jawaban saya sebelumnya mengenai "ekhad" menjadi invalid, maka saya jawab berdasarkan pada point view yang agak berbeda pada pertanyaan false-hope,

Saya mempertahankan tauhid, Allah yang satu, dengan melihat kepada eksistensi keAllahan yang memang adalah satu, sebagaimana dijelaskan oleh Rasul Paulus,

1Kor. 8:4   
4. Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

Inilah penjelasan tentang Allah yang esa, yaitu bahwa hanya ada 1 eksistensi Allah (Trinitas), dan tidak ada Allah lain, misalnya Zeus, Odin, Brahma, etc.

Trinitas adalah 1 Allah, karena:
1. Allah Bapa adalah Pusat Kehendak Allah (mirip cara kerja jiwa pada manusia)
2. Firman adalah Pelaku/Penggenap Kehendak Allah (mirip cara kerja tubuh pada manusia)
3. ROH KUDUS adalah Entitas Kehidupan Allah (mirip cara kerja roh pada manusia)

KetigaNya dalam satu, sebagaimana manusia yang satu juga memiliki tubuh, jiwa dan roh.

Best Regard,
Daniel FS
July 27, 2016, 08:28:48 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 944
Berikut ini saya lampirkan audio Bambang Noorsena yang menyebut Allah sebagai pribadi, kemudian menjabarkan Bapa, Putra dan ROH KUDUS sebagai pribadi yang di atas, di antara kita, dan di dalam kita (walau beliau tidak menyebut istilah "pribadi".

Saya ulang tiga kali khotbah tsb, dan sepertinya memang Bambang Noorsena menganut Sabellianism.
 
Dia menyebut Allah itu pribadi (tidak mengatakan: tiga pribadi) kemudian menjabarkan yg kurang lebih menyiratkan "pribadi yang itu itu juga":
- Allah yg di atas/surga ==> Bapa;
- Allah yg di dalam kita ==> ROH KUDUS;
- Allah yg di antara kita ==> Putra.

Quote
Saya pikir masalahnya bukan perbedaan doktrinal, tetapi lebih ke semantik. Bambang Noorsena menghindari istilah "pribadi" dan "oknum", karena menurut beliau hupostasis lebih dekat ke kata "shifat" dalam bahasa Arab sebagaimana telah dijelaskan oleh Siip.
Hypostasis mestinya lebih dekat ke "natur" daripada "sifat".

Quote
Dalam kesempatan lain, Bambang Noorsena juga menyebut Firman dan Roh sebagai facet Allah, atau aspek Allah yang keberadaannya satu dengan Dia sejak kekal.

Sabellianism memang memandang Firman/Putra dan ROH KUDUS sebagai aspect/facet.

In Christianity, Sabellianism in the Eastern church or Patripassianism in the Western church (also known as modalism, modalistic monarchianism, or modal monarchism) is the nontrinitarian or anti-trinitarian belief that the Heavenly Father, Resurrected Son, and Holy Spirit are three different modes or aspects of one monadic God [https://en.wikipedia.org/wiki/Sabellianism]
====

salam,
July 27, 2016, 09:16:44 PM
Reply #59
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 17
  • Denominasi: Protestan
Mohon dikoreksi
Allah Tritunggal 3 pribadi tapi 1 esens
seperti segitiga yg memiliki 3 sudut namun tetap 1, dan ketiga sudut mewakili pribadi yang berbeda
Yesus Turun sebagai salah satu pribadi yaitu Firman, Ia tidak terpisah dengan Allah, namun keberadaan Allah adalah Roh hingga mampu dalam setiap ruang alam semesta, jadi masuk akal jika Yesus tidak terpisah dari Bapa, karna itu tidak ada yang ditinggalkan. Dan ketika Yesus mengatakan Ia tidak mampu melakukan apa2 dari diri-Nya sendiri dalam kitab Yohanes itu karena Ia adalah satu kesatuan sempurna dengan Bapa.
Keilahian-Nya melekat dengan Yesus, 3 pribadi namun 1 esensi tidak kontradiksi. Justru jika kita menyamakan dengan manusia yang terbatas akan sulit.
Seperti yg dijelaskan CS Lewis bayangkan kita berada didalam 2 dimensi kita akan sulit memahami dunia 3 dimensi, karna kita hanya melihat gambar garis kotak yang tercantum datar, namun di 3 dimensi kita memiliki bentuk yang bisa dilihat dari atas, bawah kiri, kanan. namun dalam dunia 2 dimensi kita tidak mudah memahami dunia 3 dimensi tidak sebaliknya.
Dan saya percaya Allah ada di dimensi yang tidak dapat kita bayangkan, mungkin kita bisa melihat dasarnya namun tidak bisa memahami keseluruhan. Jadi didalam dimensi Allah mungkin untuk memiliki 3 pribadi dalam 1 esens.

Tapi kita serahkan kepada Allah saja untuk membuka diri-Nya terhadap kita melalui firman dan Roh KudusNya. Saya tidak mengatakan konsep saya diatas benar, itu hanya pandangan sebagian besar apologis, tapi bukan berarti juga mereka tidak berdasarkan Alkitab, tapi kita harus hati2 karna ada tertulis
2 Timotius 4:3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Berserahlah sepenuhnya akan Allah dan percayalah melalui RohNya Ia akan menyatakan diri-Nya kepadamu
Matius 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
« Last Edit: July 27, 2016, 09:29:41 PM by Iman kepercayaan »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)