Author Topic: Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh  (Read 13623 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

July 28, 2016, 07:47:25 PM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1136
Hmmm saya agak beda pendapat.
Kl saya mendengar kotbahnya dan membaca tulisan ybs, saya tidak menangkap ybs menganut Sabellianism.
saya tidak tahu tentang tulisan yg bersangkutan, tapi kalau mendengar dari Khotbah tsb sepertinya gak terlalu susah untuk menangkap Sabellianism disitu.

Ketika seseorang mulai menggunakan kata sambung "yang" (relative pronoun) setelah kata 'allah' (Allah yang...) merujuk pada masing-masing kata Bapa, Putra, dan ROH KUDUS maka sebenarnya dia sudah terjebak ke dalam sabellianism (entah disadari atau tidak).
-Allah yang ... Bapa
-Allah yang ... Putera
-Allah yang ... ROH KUDUS.

Sabellianism
-Allah yg mencipta... Bapa [dalam mencipta, disebut Bapa]
-Allah yg menebus... Putra [dalam menebus, disebut Putra]
-Allah yg menyucikan... ROH KUDUS.[dalam menyucikan, disebut ROH KUDUS]

Quote
Krn ybs (imho) berpendapat bhw Bapa, Firman dan Roh dapat dibedakan/berbeda sejak kekal sebelum inkarnasi Yesus Kristus.
Persoalannya adalah dibedakan bagaimana dan sebagai apa??

Quote
Kl Sabellianism kan pergantian peran/model.
Yap.

Quote
Itu pendapat saya saja.
It's ok .
July 28, 2016, 11:53:14 PM
Reply #71
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 6
wah ternyata masih ada yg belum terima dengan penjelasan kata shifat.

mengenai Yusuf Roni saya tidak bisa memberi komentar karena tidak pernah mengikuti dan berdiskusi dgn beliau.

saya cuma mau berbagi. saya tinggal di surabaya, yg mana dekat dengan kediaman Bambang Noorsena di malang. cukup sering saya datang ke seminar2 beliau, bahkan sempat main ke "markas"nya langusng.

apa yg disampaikan Bambang Noorsena itu bukan pandangan pribadinya sendiri. melainkan apa yg sudah dipelajari saat studi di mesir.

dan saya menyaksikan sendiri ketika bertemu dengan seorang pemimpin gereja koptik (orang mesir tulen), penjelasan tentang tritunggal sama persis dengan BN, bahkan sampai ilustrasi yg dipakai pun sama.

saya juga membaca buku terbitan gereja ortodoks indonesia berjudul "Aku Percaya" yg berisi tentang penjelasan pengakuan iman Nikea. di buku tersebut penjelasan ttg tritunggalnya sama persis dengan BN.

jadi tuduhan bahwa BN membuat aliran baru yg ke-arab2an itu tidak berdasar. karena sesungguhnya yg disampaikan BN itu pemikiran gereja ortodoks.
gereja barat dan timur tidak ada perbedaan dalam hal tritunggal. keduanya mengakui Allah itu satu substansi/ousia/hakikat/dzat tiga person/hypostasis/pribadi/shifat.

oya, karena ajaran BN itu "mementaskan" ajaran gereja ortodoks, maka jelas berbeda dengan sabellianisme. karena BN pun menentang Sabellianisme. dalam sebuah seminar, saat sesi tanya jawab ada seorang jemaat yg tanya tentang Allah yg berperan jd bla...bla...bla... dengan tegas BN meluruskan pandangan orang tsb bahwa itu sabellianisme. dan itu salah.


hanya karena perbedaan istilah, janganlah kita salah paham.

saya berharap ada orang ortodoks yg muncul di forum ini dan menjelaskan.
July 29, 2016, 09:05:03 AM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Kristen Koptik pakai bahasa Arab Bro, dan komunitasnya banyak sekali.
Arab, Aramaic, Ibrani itu bahasa serumpun. Arab tidak identik dengan Islam.

Jauh sebelum Kristen itu ngetop di Jenewa Eropa, Kristen udah ada duluan di Arab.

Alkitab juga diterjemahkan dalam banyak bahasa selain Arab tetapi tidak perlu harus menyimpang dari makna Tritunggal yg diwarisi oleh gereja Kristen sepanjang abad bro.

Saya setuju Arab tidak identik dgn  islam tetapi mengapa memaksakan arabisasi Alkitab bagi bangsa Indonesia yg lebih memahami bahasa ibu sendiri ???

Bukankah mereka lebih paham bahasa sendiri karena saya percaya mayoritas umat Islam Indonesia juga tidak paham bahasa Arab apalagi yg bersifat teologis sehingga mereka hanya mampu menelan bulat bulat saja ajarannya ???

Mengapa bertumpu kepada nuansa Arab bukannya kekuatan dan kuasa ROH KUDUS ???

1 Korintus 2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,

Dimana ada ajaran gereja yg mengatakan Allah itu Dzat sedangkan Firman dan Roh adalah sifat sedangkan Alkitab berkata ???

Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Bukankah sudah ada istilah baku dalam bahasa Arab bahwa roh itu disebut ruuh juga,mengapa diubah ubah ?

Roh (bahasa Arab: روح, ruuh) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.

https://id.wikipedia.org/wiki/Roh

Mengatakan Firman hanya “pikiran”Allah bukankah sudah sangat mendegradasi Anak Allah atau Sang Firman itu sendiri sehingga dianalogikan sbg manusia dengan pikirannya.

Menjadikan Firman adalah sifat dan pikiran Allah hanyalah penghujatan saja menurut saya karena Dia adalah Allah yg berpribadi bukan perangkat keilahian.

BN juga mengatakan bahwa Roh adalah hidup Allah seolah olah Allah tidak bisa hidup tanpa Roh.

Mana dasar ajaran Alkitabnya ?

Bersambung
« Last Edit: July 29, 2016, 09:15:59 AM by saksang »
July 29, 2016, 09:05:38 AM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Sambungan

Memparalelkan Yesus dengan Alquran bagi seorang Kristen adalah perbuatan aib menurut saya walau dgn tujuan apapun,sebab Yesus adalah pribadi Allah sendiri yg menjelma menjadi manusia sedangkan Alquran hanya materi yg mati hasil plagiat dari Taurat Yahudi yg sudah ada ribuan tahun,bukan turun dari Surga.

Saya menyoroti motivasi yg menghalalkan cara dgn tujuan agar dapat diterima umat Islam menurut saya tidak benar kecuali kalau tidak menyimpang dgn ajaran fundamental Kekristenan.

Apakah ada pertobatan sejati dgn mengatakan Sang Firman (Anak Allah) dan ROH KUDUS adalah sifat ?

Bisakah “sifat” memberikan hidup baru dan melahirbarukan manusia selain ROH KUDUS yg berpribadi  itu ?

Lho.... kalau BN mengatakan Alkitab bukan Firman Allah melainkan hanya Yesus saja bukankah itu sudah mengkhianati Injil yg oleh Alkitab dikatakan sbb :

Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

1 Tesalonika 1:5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh ROH KUDUS dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.


Bukankah iman sejati timbul berdasarkan pendengaran akan firman Allah?

Apakah hikmat bahasa Arab lebih kuat/berkuasa dari kuasa ROH KUDUS dan Injil ?

Tidakkah para Teolog Kristen sudah memberikan terjemahan yg lebih mendekati kebenaran tanpa menyimpang dari makna aslinya ???


Jadi metode YR dan BN yg saya tangkap adalah :

1.   Mendegradasi Alkitab yg dianggap bukan Firman Allah sehingga mereka bebas menyimpang darinya melalui metode arabisasi.

2.   Memodifikasi pemahaman Tritunggal sedemikian rupa dgn metode arabisasi sehingga sangat condong menunggalkan pribadi Allah agar cocok dengan paham monoteisme Islam (cocokmologi),walaupun itu adalah akar dari ajaran Sabelianisme.Caranya agar dapat diterima adalah dgn mentabukan istilah pribadi melainkan menyebutkan Firman hanya sifat dan pikiran Allah dan Roh hanya sifat dan hidup Allah belaka yg notabene hanya bersifat perangkat keilahian belaka.

3.   Mendegradasi Yesus yg diparalelkan dengan Alquran - sangat keterlaluan menurut saya  karena Yesus itu adalah pibadi Allah sendiri  yg  berinkarasi bukan hanya sekedar sifat Allah dan manusia saja,sedangkan Alquran adalah materi benda mati.

4.   Mengatakan seolah olah Allah tidak bisa berfirman dan hidup kalau tidak ada Firman dan Roh adalah sangat jauh menyimpang dari kepercayaan Kristen yg sejati karena Firman dan Roh bukan perangkat keilahian,melainkan oknum Allah yg berpribadi.

Jadi baik Anak Allah (Firman) dan diri Yesus sendiri termasuk ROH KUDUS sudah sangat direndahkan sedemikian rupa hanya dgn tujuan agar Tritunggal bisa diterima oleh kaum muslimin pakai metode arabisasi.

Silahkan anda  tanggapi pertanyaan pertanyaan saya diatas bro (red color).

NB:

Semua komentar BN saya kutip dari tulisannya di blog yg pernah diberikan bro Siip :

http://sangtimur.blogspot.co.id/2013/09/aqidah-trinitas-allah-tritunggal.html[/urlI ?]

BUKANKAN ARABISASI AJARAN Kristen TSB MALAH MENJADI BOMEERANG BAGI AJARAN Kristen ITU SENDIRI ?

Syalom

« Last Edit: July 29, 2016, 11:40:03 AM by saksang »
July 29, 2016, 09:21:42 AM
Reply #74
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6451
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Mungkin bahasa2 semitic misalnya bahasa Arab tidak mengenal kalimat 'person' atau 'pribadi' makanya dipakai istilah 'sifat'...

Kl saya mlihat sptnya istilah 'sifat' dgunakan utk mhindari persepsi tritheisme.

Stau saya, bahkan kata 'pribadi' saja ada definisi teologi yg khas Kristen utk mbedakannya dari makna 'pribadi' scr umum.

Misalnya, makna 'pribadi' dalam konteks psikologi akan beda makna dg konsep 'pribadi' dalam teologi Kristen, padahal sama-sama memakai kata 'pribadi'.

Mngapa?
Krn kata 'pribadi' per se tidak bisa dg memuaskan mjelaskan keilahian shg di dalam Kekristenan sndiri perlu dibuat makna khusus dari kata 'pribadi'.

Mungkin saja (mungkin lho) kata 'sifat' yg BN maksudkan juga beda dr kata 'sifat' yg digunakan kita scr umum.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 29, 2016, 09:26:02 AM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
wah ternyata masih ada yg belum terima dengan penjelasan kata shifat.

mengenai Yusuf Roni saya tidak bisa memberi komentar karena tidak pernah mengikuti dan berdiskusi dgn beliau.

saya cuma mau berbagi. saya tinggal di surabaya, yg mana dekat dengan kediaman Bambang Noorsena di malang. cukup sering saya datang ke seminar2 beliau, bahkan sempat main ke "markas"nya langusng.

apa yg disampaikan Bambang Noorsena itu bukan pandangan pribadinya sendiri. melainkan apa yg sudah dipelajari saat studi di mesir.

dan saya menyaksikan sendiri ketika bertemu dengan seorang pemimpin gereja koptik (orang mesir tulen), penjelasan tentang tritunggal sama persis dengan BN, bahkan sampai ilustrasi yg dipakai pun sama.

saya juga membaca buku terbitan gereja ortodoks indonesia berjudul "Aku Percaya" yg berisi tentang penjelasan pengakuan iman Nikea. di buku tersebut penjelasan ttg tritunggalnya sama persis dengan BN.

jadi tuduhan bahwa BN membuat aliran baru yg ke-arab2an itu tidak berdasar. karena sesungguhnya yg disampaikan BN itu pemikiran gereja ortodoks.
gereja barat dan timur tidak ada perbedaan dalam hal tritunggal. keduanya mengakui Allah itu satu substansi/ousia/hakikat/dzat tiga person/hypostasis/pribadi/shifat.

oya, karena ajaran BN itu "mementaskan" ajaran gereja ortodoks, maka jelas berbeda dengan sabellianisme. karena BN pun menentang Sabellianisme. dalam sebuah seminar, saat sesi tanya jawab ada seorang jemaat yg tanya tentang Allah yg berperan jd bla...bla...bla... dengan tegas BN meluruskan pandangan orang tsb bahwa itu sabellianisme. dan itu salah.


hanya karena perbedaan istilah, janganlah kita salah paham.

saya berharap ada orang ortodoks yg muncul di forum ini dan menjelaskan.

Saya menghormati pendirian anda bro,tetapi di ruang diskusi adalah lebih afdol apabila anda memberikan dukungan bukti bukti otentik atas argumentasi anda sehingga bisa dinilai apakah BN benar benar menganut ajaran Orthodox yg asli dan tidak inkonsistensi,karena ucapan seseorang haruslah dibuktikan dengan ajaran dan tulisannya sendiri.

Bisakah anda buktikan kebenaran opini anda dengan istilah shifat itu ?

Syalom
« Last Edit: July 29, 2016, 09:28:14 AM by saksang »
July 29, 2016, 11:07:21 AM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
The Melkites Nestorian and Jacobites of the Middle East developed several Arabic Technical
Terms for “person” or “hypostatis”  in  theological sense. The most common of these was ”uqnum”   (plural - ”aqanim").

https://books.google.co.id/books?id=k1zQgoi3BwwC&pg=PA99&lpg=PA99&dq=uqnum,&source=bl&ots=QQk0AyWh9P&sig=k3OF3wKIlVE0UJGaP0S8hx8YhK0&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=uqnum%2C&f=false

Jadi sudah jelas bahwa istilah Arab dengan “shifat” sama sekali tidak menyangkut makna "pribadi"
 (person / hupostatis).

Istilah lainnya utk person adalah "kassah."

Untuk substansi memakai istilah "jahwar."

Semoga menjadi jelas bagi semua.

Syalom
« Last Edit: July 29, 2016, 12:19:48 PM by saksang »
July 29, 2016, 12:14:45 PM
Reply #77
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6451
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
https://books.google.co.id/books?id=k1zQgoi3BwwC&pg=PA99&lpg=PA99&dq=uqnum,&source=bl&ots=QQk0AyWh9P&sig=k3OF3wKIlVE0UJGaP0S8hx8YhK0&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=uqnum%2C&f=false

Term 'sifat' ada di halaman 169 bro.

Bacaan ini menarik skali.
Terima kasih utk link-nya.

Di halaman 171 kita bisa melihat bagaimana teolog Kristen-Arab berusaha menjelaskan trinitas pd umat Muslim.
Konsep 'sifat' dalam pemahaman Islam coba digunakan dan disejajarkan utk mjelaskan konsep 'tiga pribadi' dalam Kristen.

Di halaman 176 bisa dilihat bagaimana Agustinus membuat analogi psikologis dari trinitas, yaitu Strenght of God, Wisdom of God dan Gift of God (ini analogi saja krn setau saya Agustinus percaya satu substansi tiga pribadi).

Di halaman 177 Peter Abelaard mjelaskan bhw semua Pribadi dalam Trinitas memiliki karakteristik/atribut (sifat) yg common, tetapi pada tiap-tiap Pribadi, ada one divine attribute assigned in special way.
Jadi maksudnya pada Pribadi Bapa ada atribute yang assigned specially walau Ia memiliki semua atribut.
Putra juga bgitu, Roh juga bgitu.

Nah, apologetic Kristen-Arab kmudian menggunakan model tsb dg mengambil sifat/atribut utk menjelaskan Pribadi.
3 sifat utama dari Allah utk mjelaskan 3 Pribadi.

-----

Buku ini memang mperlihatkan upaya apologetic Kristen dalam mjelaskan konsep Kristen pd umat muslim,
Maka dicarilah term yg paling pas utk mjelaskannya.

Ketika saya mbaca buku tsb, kesan yg muncul di pikiran saya adalah apologetic Kristen-Arab berusaha terlebih dahulu membungkam tuduhan Islam bhw Allah Kristen tidak monotheis dg menjelaskan bahwa 'tiga pribadi' bukanlah 'tiga ilah'.

Ketika umat Muslim sudah memahami kedudukan monotheisme Kristen, mungkin barulah saat itu apologetic Kristen masuk dengan konsep 'Pribadi' untuk menjelaskan tres-personae una-substantia.

-----

Saya jadi ingat saat Paulus pergi ke Atena, ia melihat banyak penyembahan dewa-dewi dan ada sebuah mezbah kosong yg dipersembahkan bagi 'dewa (Allah) yg tidak dikenal',
Lalu dari situ Paulus memperkenalkan Allah Semesta Alam.

Dari ucapannya itu, ROH KUDUS bekerja memenangkan beberapa orang utk kmudian mreka meninggalkan penyembahan pagan menuju pemahaman yg benar mengenai Allah.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 29, 2016, 12:40:54 PM
Reply #78
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Term 'sifat' ada di halaman 169 bro.

Bacaan ini menarik skali.
Terima kasih utk link-nya.

Di halaman 171 kita bisa melihat bagaimana teolog Kristen-Arab berusaha menjelaskan trinitas pd umat Muslim.
Konsep 'sifat' dalam pemahaman Islam coba digunakan dan disejajarkan utk mjelaskan konsep 'tiga pribadi' dalam Kristen.

Di halaman 176 bisa dilihat bagaimana Agustinus membuat analogi psikologis dari trinitas, yaitu Strenght of God, Wisdom of God dan Gift of God (ini analogi saja krn setau saya Agustinus percaya satu substansi tiga pribadi).

Di halaman 177 Peter Abelaard mjelaskan bhw semua Pribadi dalam Trinitas memiliki karakteristik/atribut (sifat) yg common, tetapi pada tiap-tiap Pribadi, ada one divine attribute assigned in special way.
Jadi maksudnya pada Pribadi Bapa ada atribute yang assigned specially walau Ia memiliki semua atribut.
Putra juga bgitu, Roh juga bgitu.

Nah, apologetic Kristen-Arab kmudian menggunakan model tsb dg mengambil sifat/atribut utk menjelaskan Pribadi.
3 sifat utama dari Allah utk mjelaskan 3 Pribadi.

-----

Buku ini memang mperlihatkan upaya apologetic Kristen dalam mjelaskan konsep Kristen pd umat muslim,
Maka dicarilah term yg paling pas utk mjelaskannya.

Ketika saya mbaca buku tsb, kesan yg muncul di pikiran saya adalah apologetic Kristen-Arab berusaha terlebih dahulu membungkam tuduhan Islam bhw Allah Kristen tidak monotheis dg menjelaskan bahwa 'tiga pribadi' bukanlah 'tiga ilah'.

Ketika umat Muslim sudah memahami kedudukan monotheisme Kristen, mungkin barulah saat itu apologetic Kristen masuk dengan konsep 'Pribadi' untuk menjelaskan tres-personae una-substantia.

-----

Saya jadi ingat saat Paulus pergi ke Atena, ia melihat banyak penyembahan dewa-dewi dan ada sebuah mezbah kosong yg dipersembahkan bagi 'dewa (Allah) yg tidak dikenal',
Lalu dari situ Paulus memperkenalkan Allah Semesta Alam.

Dari ucapannya itu, ROH KUDUS bekerja memenangkan beberapa orang utk kmudian mreka meninggalkan penyembahan pagan menuju pemahaman yg benar mengenai Allah.

Buku tsb hanya sebatas halaman 137 saja bro.

Jadi kalau menurut buku itu utk menerangkan Tritunggal dalam hubungannya dgn pribadi seharusnya menggunakan istilah "aqanim - uqnum" (theree in one) tanpa pakai istilah shifat.

Lagipula banyak sekali komentar YR dan BN yang saya persoalkan dalam postingan saya belum terjawab sampai sekarang,bro.

Syalom
« Last Edit: July 29, 2016, 12:43:56 PM by saksang »
July 29, 2016, 12:43:29 PM
Reply #79
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1142
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
TRITUNGGAL, TRINITAS [ensiklopedia]

Kata Trinitas atau Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab. Dan kendati Tertullianus sudah menggunakan kata itu pada abad 2 M, barulah pada abad 4 kata ini mendapat tempat resmi dalam teologi Kristen. Tapi doktrin mengenai Allah Tritunggal inilah ajaran Kristen yg paling khas, dan 'mencakup seutuhnya segenap unsur utama kebenaran yg diajarkan agama Kristen mengenai adanya kegiatan Allah dalam hanya satu istilah umum yg sangat luhur' (Lowry). Teologi berusaha menerangkan keberadaan Allah dengan menyatakan, bahwa Allah satu dalam diriNya yg hakiki, tapi Ia berada dalam tiga cara atau bentuk, masing-masing merupakan Satu diri, namun dalam cara demikian hakikat Allah yg sebenarnya utuh dalam masing-masing diri. Harus diakui bahwa uraian mengenai Tritunggal mula-mula dikemukakan oleh ahli yg berbahasa Yunani. Istilah-istilah dan perbedaan-perbedaan yg mereka kemukakan sangat sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain, termasuk bh Indonesia!

...

 II. Perumusan Tritunggal

Seperti sudah dijelaskan, Alkitab tidak memberikan rumusan lengkap tentang Allah Tritunggal, tapi dalamnya disajikan semua unsur yg diperlukan teologi untuk menyusun ajaran itu. Ajaran Yesus mengandung kesaksian tentang kepribadian yg sebenarnya dari setiap Oknum yg berbeda dalam ke-Allah-an dan mengurai hubungan antara ketiga Oknum itu. Jadi para pakar teolog diberi peluang untuk merumuskan Tritunggal berdasarkan data-data acuan yg tersedia. Perlunya merumuskan doktrin Tritunggal adalah akibat timbulnya reaksi dari luar gereja. Yg paling utama dituntut dalam perumusan itu ialah kejelasan tentang keilahian Kristus sebagai asas kepercayaan gereja.

Irenaeus dan Origenes bersama Tertullianus memulai upaya merumuskan ajaran Tritunggal, dan hasilnya diterima oleh gereja yg am. Di bawah pimpinan Atanasius ajaran Tritunggal diumumkan di Konsili Nicaea (325 M) sebagai kepercayaan gereja. Dan satu abad kemudian, atas pimpinan Agustinus ajaran itu mendapat perumusannya yg diabdikan dalam pengakuan yg disebut Pengakuan Iman Atanasius, yg dijunjung tinggi oleh gereja-gereja yg mengakui Tritunggal sampai hari ini. Sesudah doktrin ini dijelaskan lebih lanjut oleh Calvin (lih 13.13 Warfield, Calvin and Augustine, 1956, hlm 189-284) gereja-gereja reformasi juga menerimanya sah sebagai asas kepercayaan.

Ajaran Tritunggal mengatakan bahwa Allah satu dalam harkat dan hakikat-Nya, tapi dalam diriNya ada tiga Oknum yg tidak membentuk perseorangan yg tersendiri dan berbeda. Ketiga Oknum itu adalah tiga cara atau bentuk dalam mana Allah berada. Tapi 'Oknum' adalah ungkapan yg tidak sempurna untuk mengungkapkan kebenaran itu, karena ungkapan ini mengartikan kepada kita perseorangan yg tersendiri, yg berbudi dan bisa memilih. Padahal dalam harkat Allah ada BUKAN tiga perseorangan, tapi hanya tiga pembedaan diri dalam Allah yg satu seutuhnya.

Kepribadian manusia mencakup kebebasan berkehendak, bertindak dan merasa, yg mencirikan tingkah laku manusia itu. Semua hal itu tidak dapat dihubungkan dengan Allah Tritunggal: tiap Oknum mempunyai kesadaran sendiri dan penguasaan diri sendiri, tapi tidak pernah bertindak sendiri-sendiri apalagi bertentangan. Mengatakan bahwa Allah esa, maksudnya ialah kendati Allah pada diriNya adalah pusat kehidupan tri mitra, namun hidup-Nya tidaklah terbelah tiga atau trilateral -- tiga pihak yg berbeda. Ia satu dalam hakikat, kepribadian, dan kehendak. Mengatakan bahwa Allah Tritunggal dalam Keutuhan, maksudnya ialah keutuhan dalam keanekaan, dan keanekaan itu nampak dalam tiga Oknum, dalam sifat, dan dalam tindakan. Lagipula substansi dan tindakan-tindakan ketiga Oknum itu dicirikan oleh urutan tertentu, berupa subordinasi dalam soal hubungan, tapi tidak dalam kodrat. Bapak sebagai sumber ke-Allah-an ialah yg Pertama: asal mula dari segala sesuatu. Anak, yg diperanakkan kekal oleh Bapak, yg Kedua, Dialah yg menyatakan Bapak. ROH KUDUS yg kekal yg keluar dari Bapak dan Anak, yg Ketiga, Dia-lah yg melaksanakan. Karena ketiga Oknum itu ilahi dan kekal, maka subordinasi itu tidaklah mengartikan ada yg lebih utama daripada yg lain, tapi memaksudkan urutan giliran dalam tindakan dan penyataan. Jadi dapat dikatakan bahwa ciptaan adalah dari Allah Bapak, melalui Allah Anak, oleh ROH KUDUS.

Catatan khusus. Tuturan tentang Tritunggal disajikan oleh Bapak-bapak Gereja dengan menggunakan kategori-kategori filsafat Yunani yg sukar sekali diterjemahkan ke dalam bh Indonesia. Masalahnya ialah, istilah apa yg dapat dipakai bagi Bapak, Anak dan Roh, yg tidak memberi kesan bahwa ada tiga Allah? Bh Yunani hupostasis, bh Latin persona, bh Inggris Person, bh Indonesia Oknum: masing-masing sudah diusulkan tapi tidak ada yg memuaskan.

Sumber :
http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=TRITUNGGAL,%20TRINITAS
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)