Author Topic: [Perjanjian Lama] Lahir di bangsa yang salah. Adilkah?  (Read 1639 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 03, 2016, 11:41:11 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2763
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Ucup lahir di bangsa yg tidak mengenal Tuhan Israel.

menurut yang ku Pahami.
karena Tuhan mengasihi bangsa bangsa lain, itulah kenapa Tuhan memilih satu umat, supaya melalui umat yang dipilih-Nya itu, bangsa bangsa lain diberkati dan dapat mengenal Tuhan.

Quote
Setiap hari Ucup diajari orang tuanya bahwa ini loh Tuhan kamu, jangan sembah Tuhan lain.
Ucup sempat ikut berperang melawan Israel, namun kalah. Ucup mati dan dimasukkan ke neraka selama-lamanya.

menurutku lagi.
tidak ada di ajari di dalam Firman Tuhan, seperti kutipan brother itu.
ajaran Firman Tuhan yang kutahu adalah, masing masing manusia akan dihakimi berdasarkan terang yang dia ketahui. (apakah dia orang Israel maupun yang bukan Israel) Ibrani 4:13

Quote
Assume Tuhan Israel adalah yg membuat Ucup lahir di bangsa yang salah.

kalau menurutku, semua bangsa adalah bangsa yang bersalah.

Quote
Bukankah tak adil menyalahkan Ucup yg tak menyembah-Nya?

hanya Tuhan-Lah yang layak untuk mengatakan si Ucup itu salah atau benar.

dan memang sangat tidak adil untuk mempersalahkan si Ucup.
oleh karena itu janganlah mempersalahkan si Ucup itu.



salam
TYM
« Last Edit: August 03, 2016, 11:47:41 AM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
August 03, 2016, 11:49:14 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9610
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Baiklah sy coba lagi supaya sdr/i semua jelas. Sebenarnya analogi sdr. Atheism sudah sangat jelas. Kami bisa dibilang sepaham namun mungkin dia atheis namun sy Kristen.

Sebenarnya topik seperti ini ujung2nya akan membahas neraka lagi yg mana sudah berulang2 terjadi di sini..

Coba kalau Anda yg menjadi bangsa Amalek, bangsa Filistin, bangsa Mesir? Anda akhirnya mati dalam keadaan berdosa utk sesuatu yg sudah "ditakdirkan" bagi Anda. Ya okelah Anda mungkin pernah mendengar tentang Tuhan Israel tapi porsinya tidak seimbang, Anda terlanjur sudah masuk ke dalam kebiasaan dan kepercayaan orang Amalek/Filistin, dsb. Dan Anda sendiri menganggap kepercayaan Anda lah yg benar.

Dan juga pertimbangkan ini, bukankah bisa dibilang sdr/i yg uda dilahirkan dari keluarga Kristen harus bersyukur? Bagaimana dengan org2 yg dari "sono"nya nonKristen. Bukankah dia tidak mendapat pengajaran yg seimbang tentang Yesus? Tentu dia akan lebih menuruti tradisi atau agama turun temurun nenek moyangnya?

Bagaimana mungkin orang seperti Mahatma Gandhi yg turun temurun nonKristen disiksa selama2nya sama saja dgn para pembunuh, pemerkosa, dll?? Bukankah ini tidak adil bagi Mahatma Gandhi, mengapakah dia harus dilahirkan sbg seorang nonKristen hanya utk menjalankan "rencana Tuhan" di bumi namun akhirnya akan "berenang" di dalam danau api neraka? Oleh karena itu perihal penyiksaan di neraka selama2nya adalah topik yg membuat sy sedikit berpikir agnostik dan merasa anihilasionisme mungkin model yg lebih biblikal.

Logika mengatakan bahwa: boleh2 saja orang2 Amalek "ditakdirkan" utk menjadi musuh Israel dan utk tidak menyembah Allah yg benar. Yah itu karena genetik mereka yg uda turun temurun memusuhi Israel yah otomatis mereka jg menyembah Allah yg tidak benar. Jangan kita mengatakan itu bukan takdir tapi kehendak mereka sendiri, mau bagaimana pun bebasnya kehendak orang Amalek mereka hanyalah hasil atau produk dari ortu mereka sendiri yg kalau ditelusuri adalah dosanya Adam dan Hawa dan kalau mau ditelusuri lagi adalah akibat Tuhan yg menciptakan manusia dengan kehendak bebas.

Oleh karena Allah Maha Adil dan Maha Tahu bahwa manusia akan berdosa bahkan sebelum dia diciptakan maka tidak mungkin Allah yg sudah tau tersebut akan menyiksa manusia selama2nya. Dia akan menghukum namun tidak akan selama2nya karena itu melanggar naturNya sendiri yg adalah Maha Adil.

intinya sama aja

apa yang anda anggap adil belum tentu Tuhan anggap adil dan sebaliknya

mendingan turutin aja FirmanNya apa adanya

lagian udah jelas dikatakan jalanKu bukan jalanmu
August 03, 2016, 11:49:53 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1001
  • Gender: Male
  • Digital age is a quantum leap for mankind.
  • Denominasi: Humanisme
...

Jadi, peristiwa peperangan yang terjadi sebelum kalahiran Yesus Kristus, tidak kait mengkait dengan sorga atau neraka. Dan lagi, kepada orang-orang yang sudah mati sebelum kelahiran Yesus Kristus, atau bahkan setelah kelahiran Yesus Kristus namun orang itu tidak mengetahui dan tidak mengenal Yesus Kristus, kepada mereka Yesus Kristus akan datang memberitkan Injil. Pemahaman seperti itu ditarik dari 1 Pet 4:6 Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.

Menurut pendapatku, yang akan dimasukkan ke neraka ialah mereka yang mengetahui dan mengenal Yesus Kristus, namun mereka tidak menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sudah mengetahui kebaiikan dan kejahatan, namun memiih sikap jahat. Kelompok ini termasuk orang yang sudah mati kemudian diberitakan Injil kepadanya, namun dia menolak berita Injil termaksud.

Salam olahraga.

Kalau ada kesempatan kedua, saya masih setuju. At least bisa remedy mereka yg terlanjur lahir bukan di Israel pada saat itu. Sebab konsep dihukum selama2nya itu infinitely unfair menurutku.

Kalau kita memakai analogi hukum dunia, maka pelanggaran apa pun, apakah itu membunuh atau pun hanya melanggar lampu merah, semua dihukum penjara seumur hidup. Itu tidak adil.
Only love can extinguish hatred, like water extinguishes fire.
August 03, 2016, 12:04:52 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Ijin nimbrung, terkait pada yang tebal.
Baiklah sy coba lagi supaya sdr/i semua jelas. Sebenarnya analogi sdr. Atheism sudah sangat jelas. Kami bisa dibilang sepaham namun mungkin dia atheis namun sy Kristen.

Sebenarnya topik seperti ini ujung2nya akan membahas neraka lagi yg mana sudah berulang2 terjadi di sini..

Coba kalau Anda yg menjadi bangsa Amalek, bangsa Filistin, bangsa Mesir? Anda akhirnya mati dalam keadaan berdosa utk sesuatu yg sudah "ditakdirkan" bagi Anda. Ya okelah Anda mungkin pernah mendengar tentang Tuhan Israel tapi porsinya tidak seimbang, Anda terlanjur sudah masuk ke dalam kebiasaan dan kepercayaan orang Amalek/Filistin, dsb. Dan Anda sendiri menganggap kepercayaan Anda lah yg benar.

Dan juga pertimbangkan ini, bukankah bisa dibilang sdr/i yg uda dilahirkan dari keluarga Kristen harus bersyukur? Bagaimana dengan org2 yg dari "sono"nya nonKristen. Bukankah dia tidak mendapat pengajaran yg seimbang tentang Yesus? Tentu dia akan lebih menuruti tradisi atau agama turun temurun nenek moyangnya?

Bagaimana mungkin orang seperti Mahatma Gandhi yg turun temurun nonKristen disiksa selama2nya sama saja dgn para pembunuh, pemerkosa, dll?? Bukankah ini tidak adil bagi Mahatma Gandhi, mengapakah dia harus dilahirkan sbg seorang nonKristen hanya utk menjalankan "rencana Tuhan" di bumi namun akhirnya akan "berenang" di dalam danau api neraka? Oleh karena itu perihal penyiksaan di neraka selama2nya adalah topik yg membuat sy sedikit berpikir agnostik dan merasa anihilasionisme mungkin model yg lebih biblikal.

Logika mengatakan bahwa: boleh2 saja orang2 Amalek "ditakdirkan" utk menjadi musuh Israel dan utk tidak menyembah Allah yg benar. Yah itu karena genetik mereka yg uda turun temurun memusuhi Israel yah otomatis mereka jg menyembah Allah yg tidak benar. Jangan kita mengatakan itu bukan takdir tapi kehendak mereka sendiri, mau bagaimana pun bebasnya kehendak orang Amalek mereka hanyalah hasil atau produk dari ortu mereka sendiri yg kalau ditelusuri adalah dosanya Adam dan Hawa dan kalau mau ditelusuri lagi adalah akibat Tuhan yg menciptakan manusia dengan kehendak bebas.

Oleh karena Allah Maha Adil dan Maha Tahu bahwa manusia akan berdosa bahkan sebelum dia diciptakan maka tidak mungkin Allah yg sudah tau tersebut akan menyiksa manusia selama2nya. Dia akan menghukum namun tidak akan selama2nya karena itu melanggar naturNya sendiri yg adalah Maha Adil.
Pernahkah @acidking001 baca kisah di Alkitab mengenai pekerja yang dipekerjakan mulai pagi sampai sora, dipekerjakan mulai siang sampai sore, dan dipekerjakan hanya beberapa menit, semua pekerja itu dibayar dengan nominal yang sama? Adilkah itu menurut pengertian manusia?
Tentang porsi pemberitaan Tuhan Israel yang Anda maksudkan, menuruti kisah para pekerja itu, yang mendapat porsi sedikit dan banyak, tidak menjadi pertimbangan. Yang menjadi pertimbangan ialah, apakah menerima atau menolak kabar mengenai Tuhan Israel itu. Dalam halnya Yesus Kristus, perimbangannya bukan pada lama atau tidak lamanya seseorang mendapat berita mengenai Yesus Kristus, melainkan tergantung pada penerimaan atau penolakan orang itu terhadap Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Maka, meskipun seseorang "yang sudah mati" kemudian hanya sebentar dikabari Injil oleh Tuhan Yesus Kristus, hasil akhirnya adalah tergantung pada penerimaan atau penolakannya terhadap Ketuhanan dan Kejuruslamatan Yesus Kristus.

Salam olahraga.
« Last Edit: August 03, 2016, 12:09:18 PM by Cinta Bhinnekaa »
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
August 03, 2016, 12:33:01 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
intinya sama aja

apa yang anda anggap adil belum tentu Tuhan anggap adil dan sebaliknya

mendingan turutin aja FirmanNya apa adanya

lagian udah jelas dikatakan jalanKu bukan jalanmu
Sy memang membaca Alkitab dan belum ada kutemukan kejelasan nasib pendosa. Kalau sy disuruh menuruti apa kata Alkitab maka sy harus memilih dari dua kemungkinan utama (selain kemungkinan2 kecil lainnya). Perkiraan kasar adalah ada sekitar 40% ayat siksaan kekal dan 60% ayat kebinasaan. Sy tdk dogmatik dgn posisi saya. Tapi sy merasa kebinasaan sdikit lebih Alkitabiah. Kt tdk boleh mengatakan siksaan kekal itu sudah pasti.
« Last Edit: August 03, 2016, 12:36:07 PM by acidking001 »
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
August 03, 2016, 01:50:21 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9610
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Sy memang membaca Alkitab dan belum ada kutemukan kejelasan nasib pendosa. Kalau sy disuruh menuruti apa kata Alkitab maka sy harus memilih dari dua kemungkinan utama (selain kemungkinan2 kecil lainnya). Perkiraan kasar adalah ada sekitar 40% ayat siksaan kekal dan 60% ayat kebinasaan. Sy tdk dogmatik dgn posisi saya. Tapi sy merasa kebinasaan sdikit lebih Alkitabiah. Kt tdk boleh mengatakan siksaan kekal itu sudah pasti.

sama saja kalo begitu
anda pun ngga boleh mengatakan mati selama2nya itu sudah pasti

siapa tahu ada kedua2nya?
August 03, 2016, 04:22:22 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Orang2 dari bangsa lain, punya pilihan dan kesepatan untuk menyembah Allah yang benar. Contoh "Rahab" dari Yerikho, Ruth orang Moab, bahkan nama mereka tercatat dalam Silsilah Sang Mesias.

Allah juga mengirim Nabi untuk percaya kepada-Nya, contoh: pengutusan Yunus ke Niniwe di negeri Asyur, ada juga kesempatan & pilihan bagi bangsa lain untuk diselamatkan. Dan, di Perjanjian Lama, lazim ada bangsa2 lain menjadi bagian dari jemaat Allah. Mereka adalah kaum Proselit.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/kaum-proselit-vt479.html#p940
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 04, 2016, 11:01:48 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1001
  • Gender: Male
  • Digital age is a quantum leap for mankind.
  • Denominasi: Humanisme
Orang2 dari bangsa lain, punya pilihan dan kesepatan untuk menyembah Allah yang benar. Contoh "Rahab" dari Yerikho, Ruth orang Moab, bahkan nama mereka tercatat dalam Silsilah Sang Mesias.

Allah juga mengirim Nabi untuk percaya kepada-Nya, contoh: pengutusan Yunus ke Niniwe di negeri Asyur, ada juga kesempatan & pilihan bagi bangsa lain untuk diselamatkan. Dan, di Perjanjian Lama, lazim ada bangsa2 lain menjadi bagian dari jemaat Allah. Mereka adalah kaum Proselit.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/kaum-proselit-vt479.html#p940


Makasih Pak Bambang buat jawabannya. :)
Only love can extinguish hatred, like water extinguishes fire.
August 15, 2016, 02:35:02 PM
Reply #18
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 28
  • Gender: Male
  • Denominasi: Lutheranisme
mencoba sharing, kalau tidak salah hukum pada zaman itu sudah ada,
(Keluaran 24:12b) maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka." (Keluaran 31:18b) kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
(2Raja-raja 17:13) TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: "Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi."
Jadi saya kira bukan dari lahir sebagai bangsa yang salah, tetapi bangsa yang tidak mau mendengar, adilkah?
Mazmur 19:9. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, GBU :) :char11:
August 15, 2016, 03:21:21 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
mencoba sharing, kalau tidak salah hukum pada zaman itu sudah ada,
(Keluaran 24:12b) maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka." (Keluaran 31:18b) kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
(2Raja-raja 17:13) TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: "Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi."
Jadi saya kira bukan dari lahir sebagai bangsa yang salah, tetapi bangsa yang tidak mau mendengar, adilkah?
Mazmur 19:9. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, GBU :) :char11:
Sbetulnya hal adil atau tidak adilnya itu tidak terlalu penting sepanjang masih di bumi. Hal yg tidak adil adalah masa depan nanti di akhirat. Kira2 spt ini urutan kejadiannya:
- si A dilahirkan sebagai seorang Filistin yg menyembah dewa2
- si A tidak pernah atau sangat sedikit mendengar tentang kebenaran dari Tuhan Israel.
- si A tetap menganggap Tuhannya orang Filistin yg benar
- pada waktu penghakiman di akhirat, si A menjalani kekekalan berenang dalam danau lautan api

Atau mungkin yg ini (jauh lebih "apes")
- si B dilahirkan sebagai seorang Buddhis yg sangat baik hati, ramah, dermawan, suka menolong, dll.
- si B tidak pernah atau hanya sedikit mendengar tentang Yesus Kristus.
- si B menganggap semua agama sama2 baik, tidak ada yg lebih baik dari yg lain, hanya bagaimana penganutnya menjalaninya.
- jadi si B tetap pada Buddhisme
- pada waktu penghakiman di akhirat, si B menjalani kekekalan berenang dalam danau lautan api (sama seperti si A)

Mungkin kasus A dapat dimaklumi tapi kasus B bagaimana? Ini menjadi renungan bagi orang2 Kristen, percaya atau tidak kasus B juga dipercayai akan terjadi oleh orang2 Kristen.

Jadi bukan menjadi bahasan penting mengenai keadilan kehidupan di bumi, tetapi menjadi persoalan "maha serius" apabila uda mencapai akhirat.
« Last Edit: August 15, 2016, 03:24:46 PM by acidking001 »
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)