Author Topic: [Perjanjian Lama] Lahir di bangsa yang salah. Adilkah?  (Read 1707 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 16, 2016, 02:56:03 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1793
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
bpk Edrich:
Sy percaya Surga itu disediakan bagi orang percaya.

bpk Wilefhas:
Ya sy di sini sebagai LSM nya, dan bisa dibilang mungkin sy membela kepentingan orang Filistin dan sejenisnya di sini.

Alkitab memberitahu bahwa hukuman terberat yg dapat ditimpakan kepada manusia adalah maut/mati/binasa ("Upah dosa ialah maut, Roma 6:23").


Alkitab terdiri dari banyak ayat, shg satu nats hrs dicross-ceck dgn nats lainnya.

di alkitab juga ada tertulis :

MT 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Saya bukan alhli tafsir, dan tdk ada keinginan untuk menafsir,

shg saya mengambil sikap mempercayai Nats itu apa adanya yaitu adanya "siksaan yg kekal"



Ini hampir sama seperti di dunia ini, mau bagaimana jahatnya pun seorang penjahat dia hanya bisa dihukum mati oleh negara.

di dunia ini banyak versi hukuman.
tentu saja hukumannya adalah dlm bentuk yg dpt dieksekusi oleh manusia.

Yesus Kristus berkata di Matius 10:28 bahwa neraka itu bersifat membinasakan jiwa dan tubuh. Bandingkan dengan pemahaman kita selama ini yg mengatakan bahwa neraka itu menyiksa tubuh dan jiwa selama2nya. Ini sudah kesalahan pemahaman. Yang benar adalah bahwa tubuh dan jiwa itu akan mati binasa di neraka. Pemahaman kita selama ini sudah salah. Kalau seandainya maksud Yesus adalah menyiksa mengapakah harus dikatakan membinasakan? Ingat membinasakan tidak sama dengan menyiksa.

saya yakin, saya tdk salah pemahaman, karena dlm  natsnya jelas-jelas tertulis "hukuman kekal"

justru jika diatikan lain, itulah yg salah pemahaman.

bandingkan dgn Nats lainnya :

JN 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

REV 14:11 Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."



REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
August 16, 2016, 03:09:51 PM
Reply #31
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 28
  • Gender: Male
  • Denominasi: Lutheranisme
bpk Edrich:
Sy percaya Surga itu disediakan bagi orang percaya.

bpk Wilefhas:
Ya sy di sini sebagai LSM nya, dan bisa dibilang mungkin sy membela kepentingan orang Filistin dan sejenisnya di sini.

Alkitab memberitahu bahwa hukuman terberat yg dapat ditimpakan kepada manusia adalah maut/mati/binasa ("Upah dosa ialah maut, Roma 6:23"). Ini hampir sama seperti di dunia ini, mau bagaimana jahatnya pun seorang penjahat dia hanya bisa dihukum mati oleh negara.

Yesus Kristus berkata di Matius 10:28 bahwa neraka itu bersifat membinasakan tubuh dan jiwa. Bandingkan dengan pemahaman kita selama ini yg mengatakan bahwa neraka itu menyiksa tubuh dan jiwa selama2nya. Ini sudah kesalahan pemahaman. Yang benar adalah bahwa tubuh dan jiwa itu akan mati binasa di neraka. Pemahaman kita selama ini sudah salah. Kalau seandainya maksud Yesus adalah menyiksa mengapakah harus dikatakan membinasakan? Ingat membinasakan tidak sama dengan menyiksa.

saya setuju Bro...GBU
August 16, 2016, 07:26:01 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12958
    • fossil coral cantik
seseorang masuk neraka bukan karena suku, agama, atau ras,

tapi karena dosanya.
Dan tidak percaya Yesus historically (dgn kata lain : tidak masuk beragama Kristen) adalah dosa di pov agama Kristen. Dengan demikian....


Quote
Jadi pertanyaannya, adalah sbb:
adilkah jika orang "berdosa" tidak masuk Neraka?
dengan demikian pertanyaannya : adilkah orang berkebangsaan apapun yang tidak beragama Kristen masuk neraka ?


Quote
Seseorang masuk Sorga, bukan karena Suku, Agama, atau Ras
diatas itu yg saya pendapati, namun tentunya tidak di pov agama samawi  :char11:

:)
salam.
August 16, 2016, 07:37:12 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12958
    • fossil coral cantik
Alkitab memberitahu bahwa hukuman terberat yg dapat ditimpakan kepada manusia adalah maut/mati/binasa ("Upah dosa ialah maut, Roma 6:23").
bold, dengan kata lain : upah tidak percaya Yesus historically spt yg tertulis kisahnya di Alkitab ialah masuk neraka.

Quote
Ya sy di sini sebagai LSM nya
IMO, ga perlu jadi LSM-nya.
Apa yang kamu percaya, pabila di pov Allah memang demikian - maka Gandhi walo dia ungu ga akan masuk neraka.

IMO, hukum Allah = hukum moral.
Nggak ada historisnya - nggak terikat waktu, dimana dulu bla3x nanti blo3x.

:)
salam.
August 16, 2016, 07:38:57 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1860
  • Gender: Female
  • Tuhan Yesus sayang aku^^
  • Denominasi: protestan
Yeremia 33:3 *“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akanmemberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”*
August 16, 2016, 10:56:35 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
  • percaya predestinasi tapi ga percaya siksaan kekal
  • Denominasi: Topik fav.: eskatologi, setanologi, creationism, conditional immortality
bangsa yg salah itu dimana ?

Begini ceritanya:
Orang yg percaya sama Yesus (aka. Orang2 Kristen) biasanya mengklaim diri mereka sdh disediakan tempat di surga. Tidak ada kejelasan nasib orang nonKristen (kemungkinan akan "berenang" selama2nya di dalam api neraka?)

Jika demikian maka sungguh begitu malang nasib orang yg "ditakdirkan" terlahir sbg orang Filistin, amori, amalek, dan lain2 yg mayoritas tidak disukai Allah.

Begitu cerita dan masalah yg diobrolin di sini. Silakan berpendapat.
Kita tdk membunuh, mencuri tapi: bohong, sombong/serakah, program/film/lagu bajakan, manipulasi gaji/pajak, nyontek, langgar janji/lampu merah, malas, tunda/curi waktu, berkata kasar, canda/benci/iri/marah keterlaluan, abaikan Firman, ortu, org sakit, org miskin, gosip/fitnah, cabul. Jgn menghakimi.
August 17, 2016, 03:02:18 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12958
    • fossil coral cantik
Begini ceritanya:
Orang yg percaya sama Yesus (aka. Orang2 Kristen) biasanya mengklaim diri mereka sdh disediakan tempat di surga. Tidak ada kejelasan nasib orang nonKristen (kemungkinan akan "berenang" selama2nya di dalam api neraka?)

Quote
Jika demikian maka sungguh begitu malang nasib orang yg "ditakdirkan" terlahir sbg orang Filistin, amori, amalek, dan lain2 yg mayoritas tidak disukai Allah.
IMO, antara ungu dan oranye berbeda, acid.

Kalimat [tidak ada kejelasan nasib orang nonKristen] ---> ini bisa "masuk".

namun, diketika kalimatnya spt sbb :
[tidak ada kejelasan nasib orang bersuku/ras/bangsa amori, india, filistin, jepang, indonesia, dll] ---> (imo) ini nggak "masuk", karena sikonnya justru berupa : kalo mao jelas nasibnya, itu para ijo harus percaya Yesus historically (sesuai dgn kisahnya Dia yg ada di Alkitab). Dengan kata lain, itu para ijo yg tadinya beragama nonKristen mesti menjadi beragama Kristen kalo mao jelas nasibnya nanti begimana.



So... (imo) taroh kata kita "prihatin" sama Gandhi, maka dalam hal ini yang kita "sesal"kan bukan karena Gandhi orang India ... melainkan karena Gandhi tidak beragama Kristen. --->A. "sayang ya, dia nggak percaya kisah Yesus yg ada di Alkitab"

Nah... selanjutnya dari sini bisa keliatan bhw it's not about ras/suku/bangsa melainkan it's about agama.

"penyesalan" model lain yg bisa eksis, juga bukan about ras/suku/bangsa melainkan whatever their race/nationality : B. "sayang ya, mereka nggak pernah (tidak punya kesempatan) denger and/or mendapat pengetahuan mengenai agama Kristen".

Baik A dan B itulah yang membawa mereka kedalam state "nggak jelas nasibnya nanti begimana setelah metong". Sementara kalo yg secara lebih ekstrim, yang point-A nasibnya nanti setelah metong JELAS ---> yakni masuk neraka karena mereka tidak percaya kisah Yesus yg ada di Alkitab. Secara yg lebih super-ekstrim lagi : karena mereka memang tidak dipilih oleh Allah SBJ, oleh sebab itulah mereka tidak percaya kisah Yesus yg ada di Alkitab

:)
salam.
« Last Edit: August 17, 2016, 03:08:50 PM by odading »
August 17, 2016, 08:09:38 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1793
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Dan tidak percaya Yesus historically (dgn kata lain : tidak masuk beragama Kristen) adalah dosa di pov agama Kristen. Dengan demikian....


 Bukan begitu oda,
untuk menggambarkannya, illustrasi sebagai berikut :

Misalnya oda dan wilef , pada saat ujian IPS,  dapat Nilai "NOL", otomatis kita berdua sebenarnya tdk bisa lulus. terserah mau agama dan suku apa.

Lantas Guru memberi solusi yaitu sebuah PR,
dengan ketentuan  siapapun yg mengerjakan PR, maka otomatis akan lulus, dan sebaliknya yg tdk mengerjakan, tetap tdk lulus.

hasilnya adalah :
wilef tetap tdk ngerjaakan PR, sementara Oda ngerjakan. dan tentu saja wilef tetap tdk lulus, sementara oda bisa lulus.

seperti itulah kondisinya

Quote from: odading

 dengan demikian pertanyaannya : adilkah orang berkebangsaan apapun yang tidak beragama Kristen masuk neraka ?

Pada Illustrasi :


Tdk membuat PR bukanlah penyebab ketidak lulusan wilef,
karena pada dasarmya sejak awal Wilef memang tidak lulus.

demikian juga dgn tidak percaya, Yesus..
hal itu bukanlah penyebab org masuk ke  neraka,
karena pada dasarnya sejak semula orang tersebut memang harusnya masuk neraka.


Pertanyaannya, adilkah guru tsbt?

IMHO Adil,
wilef tdk lulus adalah karena kedablekannya.

Quote from: odading
diatas itu yg saya pendapati, namun tentunya tidak di pov agama samawi  :char11:

:)
salam.

Apapun agamanya, maka sesuai illustrasi, hal itu adalah SANGAT, ADIL.

Memang dlm kehidupan,
Sering para murid yg tdk lulus ingin mencari jalan kelulusan diluar jalan yg telah ditetapkan oleh GURU

Salam
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
August 17, 2016, 11:30:52 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1001
  • Gender: Male
  • Digital age is a quantum leap for mankind.
  • Denominasi: Humanisme

 Bukan begitu oda,
untuk menggambarkannya, illustrasi sebagai berikut :

Misalnya oda dan wilef , pada saat ujian IPS,  dapat Nilai "NOL", otomatis kita berdua sebenarnya tdk bisa lulus. terserah mau agama dan suku apa.

Lantas Guru memberi solusi yaitu sebuah PR,
dengan ketentuan  siapapun yg mengerjakan PR, maka otomatis akan lulus, dan sebaliknya yg tdk mengerjakan, tetap tdk lulus.

hasilnya adalah :
wilef tetap tdk ngerjaakan PR, sementara Oda ngerjakan. dan tentu saja wilef tetap tdk lulus, sementara oda bisa lulus.

seperti itulah kondisinya

Pada Illustrasi :


Tdk membuat PR bukanlah penyebab ketidak lulusan wilef,
karena pada dasarmya sejak awal Wilef memang tidak lulus.

demikian juga dgn tidak percaya, Yesus..
hal itu bukanlah penyebab org masuk ke  neraka,
karena pada dasarnya sejak semula orang tersebut memang harusnya masuk neraka.


Pertanyaannya, adilkah guru tsbt?

IMHO Adil,
wilef tdk lulus adalah karena kedablekannya.

Apapun agamanya, maka sesuai illustrasi, hal itu adalah SANGAT, ADIL.

Memang dlm kehidupan,
Sering para murid yg tdk lulus ingin mencari jalan kelulusan diluar jalan yg telah ditetapkan oleh GURU

Salam

Wilef, yg jadi permasalahan di sini adalah bahwa tidak semua orang mendapat PR tersebut.
Only love can extinguish hatred, like water extinguishes fire.
August 18, 2016, 09:08:00 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1793
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Wilef, yg jadi permasalahan di sini adalah bahwa tidak semua orang mendapat PR tersebut.

Semua dapat bro @atheismforbetterfuture,

persoalannya adalah, kebanyakan org mengerjakan PR menurut seleranya.

sekedar illustrasi :

Saya org indonesia,
 saya tdk pernah secara langsung  diperintah/ disuruh oleh sang "GURU" untuk ngerjakan PR tsbt.

Namun dari berbagai sumber yg tersedia (alkitab, dll, yg bisa diakses oleh semua orang), saya mengetahui ketentuan ttg PR tersebut, dan saya memilih percaya terhadap informasi itu.

Sementara org lain (mungkin termasuk bro @atheismforbetterfuture ?), memilih untuk tdk percaya, dan mencari PR sesuai dengan kehendak hati/pikirannya masing-masing.

Lalu, jika yg tdk mengerjakan PR , atau yg mengerjakan PR sesuai kehendak hati/ pikirannya masing-masing  ahirnya tdk lulus, salahkah sang GURU?

demikian tanggapan dari saya.

salam

wilefhas



REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)