Author Topic: MESIAS atau Gereja Katolik di Matius 16:18?  (Read 6548 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 10, 2016, 04:41:46 PM
Reply #50
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 46
  • Denominasi: Kristen
yang merubah ayat itu siapa??

Gereja Katolik yang menggunakan ayat Matius 16 mengenai Yesus adalah Mesias menjadi ayat legitimasi berdirinya gereja katolik.
September 10, 2016, 04:47:26 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4716
Gereja Katolik yang menggunakan ayat Matius 16 mengenai Yesus adalah Mesias menjadi ayat legitimasi berdirinya gereja katolik.


baca nich
http://forumkristen.com/index.php?topic=59801.msg1184808#msg1184808
tulisan seorang protestan
tentang siapa batu karang di Matius tsb
September 10, 2016, 09:10:29 PM
Reply #52
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 141
  • Denominasi: kristen
Beneran nich?  :wink:


Teori dari mana bentuk maskulin menjadikan suatu kata benda menjadi bermakna "diminutive"?

Jangan gara2 ga' menerima apa yang dipercayai umat Katolik Roma, lantas mengajukan pernyataan yang ngawur.
Orang non Katolik ga' boleh ngawur dalam berargumentasi. Harus jujur. Kalau artinya "Batu Karang, ya batu karang" lah, jangan di-discount. PETRA jadi PETROS yang itu udah pasti, sebab ini adalah nama bagi seorang laki-laki. Namun secara makna tetap, yaitu "Batu Karang" (bukan kerikil).


Saya bukan seorang Katolik Roma, tapi saya mau fair saja.

Petrus adalah nama pemberian dari Tuhan Yesus kepada Simon (Yunani: πετρος – petros, nomina maskulin) yang artinya "The Rock", batu karang, batu besar. Jadi bukan kerikil.



"Kerikil/ batu kecil" dalam bahasa Yunani adalah, sbb:

- πετραδάκι - PETRADAKI (bentuk diminutive dari "PETRA"), bentuk "diminutive" yang demikian barulah artinya adalah:pebble, batu kecil

- πετράδι - PETRADI (bentuk diminutive dari "PETRA"), batu perhiasan/ jewel, pebble

- χαλίκι - KHALIKI, gravel, pebble, grit, rubble (bandingkan dengan bahasa Indonesia "kerikil" barangkali darisini asal kata-nya)

- βότσαλο - BOTSALO, shingle, pebble, cobble


Semoga dapat dijadikan referensi, dan JANGAN NGAWUR LAGI.



The New Testament was originally written in the Greek, from which the Latin, English, and other versions were translated. If you study the Greek text you will find that the word Peter and the word Rock on which Christ was to build His church are two separate and distinct words, each having a different meaning. The word Peter in Greek is petros, which means "a piece of rock; a stone; a single stone; movable, insecure, shifting, or roll­ing." The word rock is petra, which means "a rock; a cliff; a projecting rock; mother rock; huge mass; solid formation; fixed; immovable; enduring."
 
The word petros for Peter in the Greek is in the masculine gender and the word petra for the rock is in the feminine gender. Petros and petra are two distinct words in the Greek. Petros is a shifting, rolling, or insecure stone, while petra is a solid, immov­able rock. In the English language the gender is not specified by the article. We say the fork, the spoon, and the knife. The three words have the same article. In the Greek, as in many of the modern languages, each noun and corresponding article is in the masculine, feminine, or neuter gender. In many cases it is an arbitrary arrangement, regardless of sex.
 
The article in Greek is important. If one noun is in the masculine it must have a mas­culine article, and if it is in the feminine it must have a feminine article. The text under consideration in the Greek shows that petros is in the masculine, and petra in the feminine, proving that they are two distinct words; and each one has a different meaning. Now the question is, on which of the two, petros or petra, did Christ establish His church? Was it on petros, a movable stone, or petra, an immovable rock?
 
Let us quote the text again: "I say also unto thee [to Peter], That thou art Peter [petros, masculine gender], and upon this Rock [petra, feminine gender] I will build My church; and the gates of hell shall not prevail against it" (Matt. 16:18). The text indi­cates clearly that the church of Christ is built on petra and not on Petros.
 
Now, who is this petra or rock on which Christ built His true church? Let the Holy Bible again give the answer. If the Bible gives the answer, we make no mistake in accepting it because the definition is authentic. "They drank of that spiritual Rock that followed them: and that Rock [petra, in the Greek] was Christ" (1 Corinthians 10:4). Here we have evidence that petra refers to Christ, and not to Peter, petros. Again we quote: "Jesus Christ Himself being the chief Cornerstone" (Ephesians 2:20) "He is the Rock, His work is perfect" (Deuteronomy 32:4; 2 Samuel 22:2-3) (Douay, 2 Kings 22:2-3).

http://www.trustingodamerica.com/Petra.htm


Jangan sembarangan memberikan referensi palsu kalau tidak paham bahasa Greek Koine bung,itu hanya mempermalukan diri sendiri saja karena sok tahu padahal tidak tahu apa apa.

« Last Edit: September 10, 2016, 10:14:01 PM by logikos »
September 10, 2016, 09:18:08 PM
Reply #53
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 141
  • Denominasi: kristen
PETRUS BUKAN BATU YANG KOKOH

Petrus sebagai manusia biasa juga tidak terlepas dari kesalahan dan ketidaksempurnaan. Ia adalah bukan batu yang kokoh. Inilah beberapa catatan ketidaksempurnaan Petrus :

1.   Tuhan Yesus pernah menegor Petrus dan menyebut Petrus dengan sebutan "Iblis". Matius 16:23. Mengapa Tuhan Yesus menegor Petrus? Karena Petrus hanya memikirkan apa yang dipikirkan oleh manusia. Ia tidak memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan.

2.   Petrus pernah menyangkal Yesus 3 kali. Matius 26:74. Karakter Petrus sangat labil saat itu.

3.   Galatia 2:11-14. Paulus pernah menegor Petrus karena Petrus bersikap munafik.

4.   Petrus terkenal dengan emosinya yang tidak terkendali.

5.   Petrus memotong telinga Malhkus.

Secara umum, Petrus tidak lepas dari kesalahan, karena ia juga adalah manusia yang berdosa. Petrus sama seperti kita, ia tidak diberikan wewenang atau kelebihan khusus dari Tuhan.

Jadi berhentilah mengkultuskan manusia tanpa dasar karena itu dekat dengan keberhalaan.
September 11, 2016, 06:25:01 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 648
  • Denominasi: Christian
PETRUS BUKAN BATU YANG KOKOH

Petrus sebagai manusia biasa juga tidak terlepas dari kesalahan dan ketidaksempurnaan. Ia adalah bukan batu yang kokoh. Inilah beberapa catatan ketidaksempurnaan Petrus :

1.   Tuhan Yesus pernah menegor Petrus dan menyebut Petrus dengan sebutan "Iblis". Matius 16:23. Mengapa Tuhan Yesus menegor Petrus? Karena Petrus hanya memikirkan apa yang dipikirkan oleh manusia. Ia tidak memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan.

2.   Petrus pernah menyangkal Yesus 3 kali. Matius 26:74. Karakter Petrus sangat labil saat itu.

3.   Galatia 2:11-14. Paulus pernah menegor Petrus karena Petrus bersikap munafik.

4.   Petrus terkenal dengan emosinya yang tidak terkendali.

5.   Petrus memotong telinga Malhkus.

Secara umum, Petrus tidak lepas dari kesalahan, karena ia juga adalah manusia yang berdosa. Petrus sama seperti kita, ia tidak diberikan wewenang atau kelebihan khusus dari Tuhan.

Jadi berhentilah mengkultuskan manusia tanpa dasar karena itu dekat dengan keberhalaan.

Kalo boleh ikutan jawab dong  :rolleye0014:

Bro Logikos ben Alacarte meminta jawaban berdasarkan :

1. Alkitab ?
2. Tafsir Alkitab ?

Pilih dulu ya....

 :ashamed0004:

Mau ikutan jawab...

Tapi saya harus nanya dulu..
Bro Logikos dasar nya

1. Alkitab ?
2. Tafsir Alkitab ?

Pilih dulu ya....

 :D
the church of the living God, the pillar and ground of the truth
September 11, 2016, 07:50:32 AM
Reply #55
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 141
  • Denominasi: kristen
Mau ikutan jawab...

Tapi saya harus nanya dulu..
Bro Logikos dasar nya

1. Alkitab ?
2. Tafsir Alkitab ?

Pilih dulu ya....

 :D

Kalau tidak menurut magisterium ya nggak usah ditanggapi aja kan kamu itu butahuruf Alkitab.

Ingat hanya magisteriummu saja yg boleh menafsirkan Alkitab kalau tidak kamu akan segera di ekskomunikasi lho !

September 11, 2016, 08:44:29 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Jangan sembarangan memberikan referensi palsu kalau tidak paham bahasa Greek Koine bung,itu hanya mempermalukan diri sendiri saja karena sok tahu padahal tidak tahu apa apa.



Bro Logikos dasar nya

1. Alkitab ?
2. Tafsir Alkitab ?

Pilih dulu ya....


Kalau dasarnya "tafsir", itu bukan makna mutlak.

Meski saya bukan seorang Katolik, Katau Petrus itu artinya "The Rock" harus diakui "The Rock", tidak boleh dimakna-kecilkan menjadi "batu kerikil" semacam "Pebble" atau sejenisnya.

Reff: Leksikon Yunani
https://www.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?strongs=G4074

Πέτρος - Petros - proper masculine noun
Peter = "a rock or a stone"
PETRA adalah bentuk feminine dari PETROS
Kita tahu PETRA dikenakan kepada nama sebuah gunung di Jordania, PETROS dikenakan kepada nama seorang laki2, suffix "OS" menujukkan kata benda itu masculine, dan suffix "A" menujuk kepada kata benda feminine, nama-nama suatu tempat dalam bahasa Yunani seringkali mengenakan kata benda bentuk feminine.
PETRA dan PETROS, perbedaannya hanya yang satu "feminine" yang satu "masculine"

Karena Simon adalah seorang laki-laki, maka tentu saja namanya ditulis dalam bentuk masculine, dengan suffix "OS", menjadi PETROS.

Seperti nama Suprapto & Suprapti, Angelo & Angelina, dan seterusnya...

Bentuk diminutive dari "PETROS/ PETRA" yang bermakna batu kecil/ batu kerikil ada sendiri, bentuknya demikian:

"Kerikil/ batu kecil" dalam bahasa Yunani adalah, sbb:

- πετραδάκι - PETRADAKI (bentuk diminutive dari "PETRA"), bentuk "diminutive" yang demikian barulah artinya adalah:pebble, batu kecil

- πετράδι - PETRADI (bentuk diminutive dari "PETRA"), batu perhiasan/ jewel, pebble

- χαλίκι - KHALIKI, gravel, pebble, grit, rubble (bandingkan dengan bahasa Indonesia "kerikil")

- βότσαλο - BOTSALO, shingle, pebble, cobble


Jadi jelas bentuk kecil (diminutive) dari PETROS (batu besar), ya PETRADAKI (batu kecil/ kerikil), atau PETRADI (batu kecil yg digunakan untuk perhiasan).

PETROS ya PETROS
PETRADAKI ya PETRADAKI.

Terlepas dari seseorang bukan Katolik. Namun "nama-nama" orang tentulah dan lazim menggunakan nama-nama yang bermakna besar. Dalam Perjanjian Lama ada seorang bernama "Zurisyadai" yang berasal dari kata Ibrani צוּר - TSUR yang sinonim dengan PETROS. Nama tersebut artinya sangat mantap sekali צוּר - TSUR plus שָׁדַּי - SHADAY, sehingga maknanya "Batu Karang yang Mahakuasa", yang merupakan "Nama Allah" namun dikenakan sebagai nama seseorang.

Maka demikian juga dengan PETROS, makna batu Besar (The Rock), ya harus kita akui dengan jujur "The Rock" (bukan pebble).

Semua juga tahu..... Makna PETROS yang besar itu bagaimanapun tidak akan menandingi Nama Yesus Kristus. Untuk hal ini, yang Non-Katolik tidak perlu kuatir. Orang Katolik Roma juga tahu itu kok.
Dari kalangan Katolik justru muncul DOKTRIN TRINITAS, yang menggikan Nama Yesus Kristrus adalah Allah, sehakekat dengan Bapa dan ROH KUDUS.

Emangnya Doktrin Trinitas itu bikinan Martin Luther atau John Calvin? Bukan!
Doktrin Trinitas telah ada jauh sebelum mereka lahir. Sebelum Protestan lahir, sebelum Pentakosta lahir, sebelum Karismatik lahir.

Kitapun harus jujur mengakui Doktrin Trinitas, adalah warisan Gereja Katolik, yang baik dan yang juga kita ikuti.

Blessings,
BP

 
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
September 11, 2016, 09:23:53 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
PETRUS BUKAN BATU YANG KOKOH

Petrus sebagai manusia biasa juga tidak terlepas dari kesalahan dan ketidaksempurnaan. Ia adalah bukan batu yang kokoh. Inilah beberapa catatan ketidaksempurnaan Petrus :

1.   Tuhan Yesus pernah menegor Petrus dan menyebut Petrus dengan sebutan "Iblis". Matius 16:23. Mengapa Tuhan Yesus menegor Petrus? Karena Petrus hanya memikirkan apa yang dipikirkan oleh manusia. Ia tidak memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan.

2.   Petrus pernah menyangkal Yesus 3 kali. Matius 26:74. Karakter Petrus sangat labil saat itu.

3.   Galatia 2:11-14. Paulus pernah menegor Petrus karena Petrus bersikap munafik.

4.   Petrus terkenal dengan emosinya yang tidak terkendali.

5.   Petrus memotong telinga Malhkus.

Secara umum, Petrus tidak lepas dari kesalahan, karena ia juga adalah manusia yang berdosa. Petrus sama seperti kita, ia tidak diberikan wewenang atau kelebihan khusus dari Tuhan.

Jadi berhentilah mengkultuskan manusia tanpa dasar karena itu dekat dengan keberhalaan.
Oh, Anda mau buka-bukaan lagi soal Rasul Petrus, ya. Baiklah kalo begitu.
Di bawah ini saya copaskan tentang Rasul Petrus dari situs Katolisitas. Cobalah dibaca (lumayan banyak lho) dan direnungkan supaya pengetahuan Anda tentang Rasul Petrus menjadi lebih seimbang.

KEUTAMAN PETRUS DALAM KITAB PERJANJIAN BARU

1. Yesus memilih kedua belas rasul, yang dimulai dengan Simon Petrus. Banyak ayat dalam Kitab Suci yang selalu menyebutkan Petrus sebagai yang pertama dari semua rasul yang lain, dan Yudas di urutan terakhir (lih. Mat 10:1-4; Mrk 3:16-19; Luk 6:14-16; Kis 1:13). Kadang-kadang para rasul disebut sebagai Petrus dan teman-temannya (Luk 9:32). Petrus sering berbicara atas nama semua rasul (Mat 18:21; Mrk 8:29; Luk 12:41; Yoh 6:69). Nama Petrus ditulis di dalam Alkitab sebanyak 191 kali (162 kali sebagai Petrus atau Simon Petrus, 23 kali sebagai Simon, and 6 kali sebagai Kephas). Sebagai perbandingan, Yohanes hanya disebut sebanyak 48 kali. Archbishop Fulton Sheen pernah menghitung bahwa semua nama rasul digabungkan hanya disebut 130 kali. Semua hal ini menunjukkan keutamaan Rasul Petrus jika dibandingkan dengan rasul-rasul yang lain.[1]

2. Rasul Petrus memegang peran sebagai yang “pertama” di banyak kesempatan. Di awal pemberitaan-Nya, Yesus memilih untuk mengajar orang banyak dari perahu Simon (Luk 5:3). Rasul Petruslah yang berinisiatif untuk berjalan di atas air (Mat 14: 28-31). Rasul Petruslah yang dipilih oleh Tuhan Yesus untuk mengambil koin dari mulut ikan untuk membayar pajak bagiNya dan bagi Petrus sendiri (Mat 17: 24-27). Petruslah yang menerima wahyu dari Allah Bapa sehingga dapat mengenali identitas Yesus sebagai Putera Allah (Mat 16:16).

Yesus mengubah nama Petrus, yang semula bernama Simon, menjadi Kepha/ Petrus yang artinya, “Batu Karang” untuk menunjukkan penugasan yang baru yang diberikan oleh Kristus kepadanya (Mat 16:13- 20)

Walaupun demikian, Petrus juga ditegur oleh Yesus atas pengertiannya yang keliru tentang Mesias (Mat 16:23). Maka kita mengenal sifat dasar Petrus yang pemberani namun sering terlalu cepat bertindak, tanpa berpikir terlalu jauh, seperti terlalu cepat menjanjikan kesetiaan sebagai seorang martir namun kemudian malah menyangkal Yesus tiga kali; walaupun ia akhirnya bertobat (Mat 26:35; Luk 22:57-62). Di lain kesempatan ia terlalu cepat menggunakan pedang untuk memotong telinga Malkus (Yoh 18:10). Namun demikian, sesungguhnya Petrus mempunyai hati yang lembut, dan peka terhadap dosa dan kelemahannya (Luk 5:8; 22:61-62).

Kelemahan Petrus ini tidak mengubah kenyataan bahwa ia tetaplah terhitung sebagai “yang pertama” di antara para rasul. Petrus selalu disebut pertama kali di antara para rasul yang dipilih Yesus, untuk melihat-Nya dimuliakan di atas gunung Tabor (Mrk 9:2-9, 2 Pet 1:18); untuk mempersiapkan Perjamuan Terakhir (Luk 22:8); dan untuk melihat Yesus setelah kebangkitan-Nya (Luk 24:34; 1 Kor 15:5). Petruslah yang secara khusus didoakan oleh Yesus dan diberi tugas untuk menguatkan saudara-saudaranya yang lain (lih. Luk 22:32; Yoh 21:15-17). Segera setelah Yesus naik ke surga, Petrus mengambil alih kepemimpinan para rasul dengan mengambil inisiatif untuk memilih pengganti Yudas yang mengkhianati Yesus (Kis 1:15-26). Setelah Pentakosta, Petrus tampil mewakili para rasul mengkhotbahkan pesan Injil (Kis 1:14-40) yang mengkibatkan 3000 orang untuk dibaptis pada hari itu.
« Last Edit: September 11, 2016, 09:30:37 AM by shadowing »
September 11, 2016, 09:24:17 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
3. Setelah Pentakosta, peran kepemimpinan Petrus-pun jelas terlihat: Petrus mengubah kebiasaan Gereja yang hanya membaptis umat Yahudi, dengan membaptis Kornelius, umat non- Yahudi, beserta seisi rumahnya (Kis 10 dan 11). Paulus pun menemui Petrus (Kepha) dan tinggal bersamanya selama 15 hari (Gal 1:18), selanjutnya Paulus mendatangi Petrus lagi di Yerusalem dengan menjabarkan Injil yang diberitakannya (Gal 2:2) agar usahanya tidak percuma. Rasul Petrus juga membuat keputusan otoritatif di Konsili Yerusalem mengenai sunat (Kis 15). Sesudah Konsili Yerusalem, Rasul Petrus mengadakan perjalanan ke banyak daerah untuk mendirikan gereja-gereja pada daerah kekuasaan Kaisar Roma, untuk menyebarkan Injil ke ujung bumi, sesuai dengan pesan Kristus (lih. Kis 1:8). Akhirnya, ia menuju Roma (yang disebut Babilon 1 Pet 5:12-13) yang dianggap sebagai pusat dunia pada saat itu, untuk juga mendirikan gereja di sana, dan akhirnya wafat sebagai martir, bersama dengan Rasul Paulus.


DARI SIAPA SAJA DAPAT DIKETAHUI KEUTAMAAN RASUL PETRUS?

1. Rasul Yohanes.
Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus) (Yoh 1: 40-42).

Di Injilnya yang ditulis sekitar tahun 90-100 (60 tahun setelah kejadian), Rasul Yohanes masih mengingat kejadian tersebut, di mana Yesus memberi nama “Batu Karang” kepada Petrus. Perjanjian Lama mengajarkan kepada kita bahwa perubahan nama sejalan dengan panggilan/ penugasan yang baru dari Allah (lih. Kej 17:5; 32:28; 41:45), dengan demikian Rasul Yohanes mengakui misi Simon yang baru sebagai “Batu Karang.”

2. Rasul Matius
Matius selalu menuliskan Petrus dalam urutan pertama dari keduabelas rasul. Secara khusus, ia menuliskan Pengakuan Petrus (Mat 16: 13-20) yang menunjukkan keutamaan Rasul Petrus.

3. Lukas
Demikian pula dengan Lukas, yang menuliskan Petrus di urutan pertama, misalnya saat menuliskan kisah Yesus dimuliakan di atas gunung (Luk 8: 45: 9: 28, 32), dan para murid mengakui bahwa Kristus telah menampakkan diri kepada Simon (Petrus) (Luk 24:33-34) sesaat setelah kebangkitan-Nya.

4. Markus
Demikian pula Markus, dengan menuliskan bahwa malaikat pun saat memberitakan kebangkitan Yesus menyebutkan nama Petrus secara terpisah, sedangkan para rasul yang lain tergabung dalam “murid- murid-Nya” (Mrk 16:6-7).

5. Rasul Paulus
Dengan mengakui bahwa kepada Petruslah pertama Kristus menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya (1 Kor 15:3-6). Kepada umat di Galatia, Paulus mengatakan bahwa ketika akhirnya ia “berhubungan dengan Gereja” setelah tiga tahun mewartakan Injil, ia menghubungi Rasul Petrus yang disebutnya sebagai ‘Kepha’ (Gal 1:17-18), dan dengan demikian ia mengakui keutamaan Petrus yang adalah “Batu Karang” yang ditunjuk oleh Kristus.

6. Konsili Yerusalem (49-50)
Kis 15 menjabarkan Konsili Yerusalem dimana Rasul Petrus berbicara untuk menyelesaikan konflik yang dihadapi oleh jemaat pada saat itu, yaitu mengenai masalah sunat. Setelah Petrus membuat keputusan yang mengikat semua umat beriman, maka semua umat terdiam, dan menerima keputusan ini. Paulus dan Barnabas kemudian mengisahkan pengalaman mereka, dan Yakobus menjabarkan pelaksanaan praktis yang harus dilakukan sesuai dengan keputusan Petrus. [Maka jika Yakobus membuat khotbah penutup di Konsili Yerusalem, itu disebabkan karena Yakobus adalah uskup Yerusalem, dan bukan karena ia mempunyai keutamaan di atas Petrus. Sebab yang disampaikannya juga hanya mendukung keputusan Petrus, dan bukan ia yang pertama kali membuat keputusan untuk menyelesaikan konflik yang ada].

Kita mengetahui bahwa Konsili Yerusalem mempunyai ciri-ciri seperti Konsili-konsili lainnya dalam sejarah Gereja: a) pertemuan para pemimpin seluruh Gereja; b) penetapan aturan yang mengikat semua umat Kristen, c) bersangkutan dengan hal iman dan moral, d) keputusannya ditulis sebagai pernyataan Gereja, e) Petrus memimpin seluruh kongregasi.[2]

7. Rasul Petrus sendiri
Umat Protestan ada yang berpendapat bahwa Petrus bukan pemimpin Gereja, dengan mengutip surat 1 Pet 5:1, di mana Rasul Petrus menyebut dirinya sebagai “teman penatua” (a fellow elder). Namun jika kita membaca ayat- ayat berikutnya, kita melihat bahwa Rasul Petrus mengajar para penatua tersebut dengan otoritas seorang pemimpin. Maka jika Petrus mengatakan sebagai “teman penatua”, ia seperti layaknya presiden sewaktu menyebut rakyatnya sebagai ‘saudara sebangsa dan setanah air’, tentu tidak berarti bahwa sang presiden tidak memiliki otoritas atas rakyatnya. Di sini Petrus menyatakan bahwa ia adalah ‘teman penatua’ untuk mengakui keberadaan mereka sebagai para pemimpin Gereja seperti dirinya, namun tentu Rasul Petrus menyadari atas kepemimpinannya atas mereka, oleh sebab itu ia  mengarahkan/ menasihati mereka.
September 11, 2016, 09:24:42 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
8. Tuhan Yesus Kristus
Dengan memberikan nama “Batu Karang” kepada Petrus dan mengatakan bahwa Ia akan mendirikan jemaat/ Gereja-Nya atasnya (Mat 16: 15-19). Ayatnya sebagai berikut:

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”


JEMAAT/GEREJA INI AKAN DISERTAI OLEH KRISTUS SAMPAI AKHIR JAMAN

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Dengan demikian, Yesus menyatakan bahwa Ia telah memilih Petrus dari antara para rasul-Nya yang lain untuk memimpin Gereja, yaitu dengan memberikan kunci Kerajaan-Nya dan kuasa untuk ‘mengikat dan melepaskan’ (ay. 19). Maka dari ayat ini, setidaknya terdapat empat hal penting, yaitu: a) Petrus sebagai “Batu Karang”; b) Petrus yang kepadanya diberikan kunci Kerajaan Sorga dan diberi kuasa untuk ‘mengikat dan melepaskan’; c) Karena Yesus menjanjikan bahwa Gereja-Nya tak akan dikuasai oleh maut sampai akhir jaman, maka kuasa ‘mengikat dan melepaskan’ tersebut tidak dapat salah, dan berlaku juga pada para penerus Rasul Petrus. d) Yesus hanya mendirikan satu Gereja (bukan gereja-gereja) dalam pimpinan Petrus. Mari kita melihat satu- persatu point ini.
Petrus sebagai “Batu Karang”

“Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:18)

RSV: And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the powers of death shall not prevail against it.

Gereja Katolik mengartikan “Batu Karang” ini sebagai Petrus, yang menerima nama barunya ini karena pengakuan imannya bahwa Kristus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Namun demikian, banyak umat Protestan yang tidak mengartikannya demikian.

Kalangan Protestan banyak yang mengartikan bahwa dalam bahasa Yunani, dikatakan bahwa Petrus adalah “Petros”  dan batu karang adalah “petra“. Dan ini berarti bahwa Petros dan petra tidak sama, karena petros artinya batu kecil dan petra artinya batu besar/ batu karang; sehingga tidak mungkin Yesus mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus (petros), melainkan di atas pengakuan Petrus (petra).

Dari tata bahasa Yunani: Penggunaan Petros dan petra adalah karena tata bahasa Yunani, yang mengenal masculin dan feminin, yang diterapkan bukan hanya terhadap manusia, namun juga terhadap benda-benda. Jadi, dalam hal ini diterjemahkan “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petros dan di atas petra ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”Padahal sebenarnya, perbedaan ini disebabkan karena kata Petra tidak dapat digunakan untuk menggantikan nama Petrus, karena kalau demikian sama saja dengan memakai nama Michelle untuk Michael atau Fransiska untuk Fransiskus.

Namun pada jaman Yesus, bahasa yang dipakai adalah bahasa Aram, sehingga sebenarnyanya Yesus mengatakan, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Kefas dan di atas Kefas ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Yesus memberikan nama Kefas (Petrus) kepada Simon jauh sebelum pengakuan ini, yaitu pada waktu Yesus bertemu dengan Petrus, dimana Yesus berkata “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” (Yoh 1:42).

Selanjutnya, mari kita tinjau dari kelogisan kalimat: Kalau kita menafsirkan bahwa Petros adalah Petrus dan Kemudian Petra adalah pengakuan Petrus, maka akan terlihat tidak logis, sebab bunyinya kira-kira menjadi seperti berikut ini:Yesus berkata kepada Petrus: “Engkau adalah Petrus dan di atas pengakuanmu Aku akan mendirikan Gereja-Ku…”Dua kalimat tersebut tidak berhubungan. Dan kalau kita melihat dari bahasa Greek, dikatakan “Aku pun (memakai “kai“) berkata kepadamu, “Engkau adalah Petrus, dan  (memakai kata “taute” (this very)) di batu karang ini, Aku akan mendirikan Gereja-Ku”. Kai (dan) mengindikasikan bahwa kata benda yang dipakai harus merujuk kepada kata benda sebelumnya. Perhatikan, bahwa yang digunakan adalah kata dan, bukannya tapi. Jadi hal yang sedang dibicarakan adalah hal yang sama, yaitu Batu Karang (Kepha/ Petrus), yang sejak saat itu menjadi nama baru bagi Simon, sehingga ia tidak lagi dipanggil Simon, tetapi Petrus.
« Last Edit: September 11, 2016, 09:30:07 AM by shadowing »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)