Author Topic: pertanyaan mengenai Allah yang OMNI  (Read 560 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 16, 2016, 11:37:19 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
    • fossil coral cantik
Omnipotence is the quality of having unlimited power

X. A deity is able to do anything that it chooses to do.
Y. A deity is able to do anything that is in accord with its own nature (thus, for instance, if it is a logical consequence of a deity's nature that what it speaks is truth, then it is not able to lie).
Z. Hold that it is part of a deity's nature to be consistent and that it would be inconsistent for said deity to go against its own laws unless there was a reason to do so.


sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Omnipotence



1. kenapa di buat lagi istilah Omnipresence dan Omniscience ? tidakkah cukup dengan Omnipotence maka didalamnya sudah bisa termasuk Omnipresence dan Omniscience ?



Kalimat ijo adalah patokan yang orang2 pake pada sebuah statement :
A. adalah tidak mungkin Allah yg infinite menjadi finite

Kalimat merah adalah patokan yg saya pake pada statement :
B. adalah mungkin Allah yg infinite menjadi finite.

Terhadap A, saya berpendapat :
dengan demikian Allah DIBAWAH nature-law

Terhadap B, saya berpendapat :
Allah TIDAK DIBAWAH nature-law


Pertanyaan :
2. Apakah Allah dibawah nature-law ato kagak ?



Kalimat di point-Y pada artikel diatas : it is not able to lie

pertanyaan :
kalimat it is not able to lie didalam pengertian begimana ?
3.1 Allah TIDAK MAMPU utk berbohong (karena Allah tidak mempunyai potensi utk berbohong)
ataukah
3.2 Allah TIDAK AKAN berbohong (walopun Allah mempunyai potensi utk berbohong), unless there was a reason to do so.

Terhadap 3.1, saya berpendapat :
dengan demikian Allah tidak omnipotence

Terhadap 3.2, saya berpendapat :
Allah omnipotence




IMO, Omnipotence menuntun ke pemikiran bhw itu berupa event.
Kalo saya masukin Omnipresence dan Omniscience sbg bagian dari Omnipotence, konsekwensinya saya adalah : Omnipresence dan Omniscience juga event. Dengan demikian selanjutnya berupa :

4.1 kalo Allah mao tau, maka Dia bisa tau - kalo Allah gak mao tau, maka Dia gak tau. Kalo Allah mao hadir, maka Dia hadir - kalo Allah gak mao hadir, maka Dia gak hadir.

Sementara dilain sisi saya ada masukin Omniscience dan Omnipotence secara :
4.2 mao gak mao Allah selalu tau semuanya dan selalu hadir dimana mana.

terhadapa 4.1, saya berpendapat :
Allah TIDAK DIBAWAH nature-law

terhadap 4.2 saya berpendapat :
Allah DIBAWAH nature-law


Pertanyaan :
Yang 4.1 atokah yg 4.2 ?

:)
salam.
August 16, 2016, 12:16:23 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1795
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Omnipotence is the quality of having unlimited power

X. A deity is able to do anything that it chooses to do.
Y. A deity is able to do anything that is in accord with its own nature (thus, for instance, if it is a logical consequence of a deity's nature that what it speaks is truth, then it is not able to lie).
Z. Hold that it is part of a deity's nature to be consistent and that it would be inconsistent for said deity to go against its own laws unless there was a reason to do so.


sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Omnipotence



1. kenapa di buat lagi istilah Omnipresence dan Omniscience ? tidakkah cukup dengan Omnipotence maka didalamnya sudah bisa termasuk Omnipresence dan Omniscience ?



Kalimat ijo adalah patokan yang orang2 pake pada sebuah statement :
A. adalah tidak mungkin Allah yg infinite menjadi finite

Kalimat merah adalah patokan yg saya pake pada statement :
B. adalah mungkin Allah yg infinite menjadi finite.

Terhadap A, saya berpendapat :
dengan demikian Allah DIBAWAH nature-law

Terhadap B, saya berpendapat :
Allah TIDAK DIBAWAH nature-law


Pertanyaan :
2. Apakah Allah dibawah nature-law ato kagak ?



Kalimat di point-Y pada artikel diatas : it is not able to lie

pertanyaan :
kalimat it is not able to lie didalam pengertian begimana ?
3.1 Allah TIDAK MAMPU utk berbohong (karena Allah tidak mempunyai potensi utk berbohong)
ataukah
3.2 Allah TIDAK AKAN berbohong (walopun Allah mempunyai potensi utk berbohong), unless there was a reason to do so.

Terhadap 3.1, saya berpendapat :
dengan demikian Allah tidak omnipotence

Terhadap 3.2, saya berpendapat :
Allah omnipotence




IMO, Omnipotence menuntun ke pemikiran bhw itu berupa event.
Kalo saya masukin Omnipresence dan Omniscience sbg bagian dari Omnipotence, konsekwensinya saya adalah : Omnipresence dan Omniscience juga event. Dengan demikian selanjutnya berupa :

4.1 kalo Allah mao tau, maka Dia bisa tau - kalo Allah gak mao tau, maka Dia gak tau. Kalo Allah mao hadir, maka Dia hadir - kalo Allah gak mao hadir, maka Dia gak hadir.

Sementara dilain sisi saya ada masukin Omniscience dan Omnipotence secara :
4.2 mao gak mao Allah selalu tau semuanya dan selalu hadir dimana mana.

terhadapa 4.1, saya berpendapat :
Allah TIDAK DIBAWAH nature-law

terhadap 4.2 saya berpendapat :
Allah DIBAWAH nature-law


Pertanyaan :
Yang 4.1 atokah yg 4.2 ?

:)
salam.

Pertanyaan yg sangat rumit Bro.

Bagi saya yg awam ttg Teologi, saya berpendapat bhw  dalam diri Allah banyak atribut "kemahaan" yg saling terkait dlm proses terjadinya sesuatu.

Keterkaitan itu al, sbb:

1. Secara kekuasaan, Allah berkuasa/ mampu melakukan apa saja.
2. Segala sesuatu terjadi berdasarkan Kehendak Allah yg teriwujudkan oleh kuasanya.
3. Segala hal yg sesuai dgn kehendak Allah pasti terjadi.
4. Segala hal yg tdk sesuai dgn kehendak Allah tdk akan pernah terjadi.

Dengan demikian terhadap :

a.  "kebohongan",

Allah dk akan berbohong,
 bukan karena "ketidak mampuan", namun , karena tdk sesuai dgn kehendakMya.

Segala sesuatu yg tdk sesuai dgn keinginan Allah tdk akan terjadi.

b.  "kehadiran",

Allah bisa hadir dimana -mana, namun  realisasinya Allah akan hadir, dimana Dia berkenan hadir, dan
tdk akan pernah hadir di tempat yg tdk diinginkanNya

c.  'Pengetahuan",

 Allah dapat mengetahui apa saja,
namun Allah tdk diatur suatu saklar otomatis, yg membuat Allah berkerja secara otomatis,

Allah bekerja atas kehendakNYa sendiri (Allah tdk perlu hrs mengetahui sesuatu yg tdk berguna bagi Nya)

Demikian sekelumit tanggapan dari saya

salam

wilef
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
August 16, 2016, 07:13:54 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
    • fossil coral cantik
Pertanyaan yg sangat rumit Bro.
ini dikarenakan istilah Omni itu sendiri sulit dimengerti kali yah, wilef  :wink:

Quote
Bagi saya yg awam ttg Teologi, saya berpendapat bhw  dalam diri Allah banyak atribut "kemahaan" yg saling terkait dlm proses terjadinya sesuatu.
saya berpendapat kalimat wilef diatas, itulah yg saya maksudkan event.

Quote
Keterkaitan itu al, sbb:

1. Secara kekuasaan, Allah berkuasa/ mampu melakukan apa saja.
2. Segala sesuatu terjadi berdasarkan Kehendak Allah yg teriwujudkan oleh kuasanya.
3. Segala hal yg sesuai dgn kehendak Allah pasti terjadi.
4. Segala hal yg tdk sesuai dgn kehendak Allah tdk akan pernah terjadi.
Nah... point 2 3 4 itu dah yg masih saya tanyakan terkait finite/infinite.

Di satu sisi orang bilang [Allah yg infinite tidak mungkin menjadi finite] - dilain sisi saya berpendapat [Allah menjadi finite adalah mungkin karena Dia Omnipotence].

Kalo menurut wilef begimana ?




Quote
Dengan demikian terhadap :

a.  "kebohongan",

Allah dk akan berbohong,
bukan karena "ketidak mampuan", namun , karena tdk sesuai dgn kehendakMya.
sependapat.

Quote
Segala sesuatu yg tdk sesuai dgn keinginan Allah tdk akan terjadi.
sambungan dari kalimat diatas : unless there was a reason to do so

Quote
b.  "kehadiran",

Allah bisa hadir dimana -mana, namun  realisasinya Allah akan hadir, dimana Dia berkenan hadir, dan
tdk akan pernah hadir di tempat yg tdk diinginkanNya
idem, bold - unless there was a reason to do so.

Quote
c.  'Pengetahuan",

 Allah dapat mengetahui apa saja,
namun Allah tdk diatur suatu saklar otomatis, yg membuat Allah berkerja secara otomatis,

Allah bekerja atas kehendakNYa sendiri (Allah tdk perlu hrs mengetahui sesuatu yg tdk berguna bagi Nya)
Ya.... yg wilef sampaikan mirip2 ama yg saya pendapati. [Omnipresence dan Omniscience] ---> ini adanya di Omnipotence. Sebagai Being yg Omnipotence, Dia mampu utk hadir dimana saja, mampu utk hadir hanya disatu tempat, mampu hadir di banyak tempat dalam waktu bersamaan. Dia mampu utk tau apa saja pabila Dia berkehendak utk tau.

Quote
Demikian sekelumit tanggapan dari saya
Bagaimana mengenai infinite ? (kembali ke ungu diatas).

:)
salam.
August 17, 2016, 09:01:01 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1795
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
[
ini dikarenakan istilah Omni itu sendiri sulit dimengerti kali yah, wilef  :wink:

Kita sering mengartikan “omni/ maha” secara kebablasan.

Contohnya “omnipresence/ Maha hadir”

“omnipresence/ Maha hadir” bukan berarti Allah selalu hadir dimana-mana disemua tempat.

Coba bayangin,

ngapain juga Allah yg begitu agung itu hrs selalu hadir keruangan tempat saya buang hajat.

Quote from:  

 saya berpendapat kalimat wilef diatas, itulah yg saya maksudkan event.

Ok,

Quote from:  
Nah... point 2 3 4 itu dah yg masih saya tanyakan terkait finite/infinite.

 Di satu sisi orang bilang [Allah yg infinite tidak mungkin menjadi finite] - dilain sisi saya berpendapat [Allah menjadi finite adalah mungkin karena Dia Omnipotence].

Kalo menurut wilef begimana ?

Finite dan infinite kan harus sesuai konteksnya, Sehingga  hrs dipastikan dlm hal apa dan dlm konteks apa ke-infinite-an Allah yg sdg kita bicarakan.

Misalnya Kuasa Allah itu infinite/tdk terbatas,
apakah lantas kuasa Allah itu selalu meledak-ledak tanpa kendali dgn skala yg tdk terbatas?

IMHO,  ya nggak lah.,

Demikian juga dgn kemahaan dan ke-infinite-an Allah yg lain

Misalnya  bagaimanan  dgn  “kesabaran dan kasih” Allah?

apakah Allah maha sabar dan maha kasih?

Jawanan wilef : “YA”

Namun walaupun maha sabar dan maha kasih, toh pada ahirnya Allah juga membatasi waktu terhadap kesabaran dan kasihNYa,  sehingga  pada batas ahirnya, manusia akan dihukum.

Berdasarkan pemikiran itu ,

Tidak ada sesuatu diluar diri Allah yg bisa membatasi Allah.
  inilah pengertian wilefterhadap ke-omnian" maupun "ke-infinite" -an Allah.

Dgn demikian :
Kemahakuasaan, kemaha hadiran, kedaulatan Alllah, dll atribut Allah yg lain,  tdk bisa dibatasi oleh sesuatu apapun di luar diri Allah, kecuali oleh Allah sendiri.

Karena hanya Allah  yang  mampu mengendalikan seluruh atribut yg melekat padanya.

Allah mampu mengendalikannya.

Quote from:  

 sependapat.
 sambungan dari kalimat diatas : unless there was a reason to do so
 idem, bold - unless there was a reason to do so.

Jika Allah tdk menghendaki,

maka sdh pasti tdk akan ada “a reason to do so”

Sebaliknya jika Allah menghendaki,

maka sdh pasti akan ada “a reason to do so”

dan “a reson to do so”, hrs dlm pov Allah, bukan pov manusia.


Quote from:  


 Ya.... yg wilef sampaikan mirip2 ama yg saya pendapati. [Omnipresence dan Omniscience] ---> ini adanya di Omnipotence. Sebagai Being yg Omnipotence, Dia mampu utk hadir dimana saja, mampu utk hadir hanya disatu tempat, mampu hadir di banyak tempat dalam waktu bersamaan. Dia mampu utk tau apa saja pabila Dia berkehendak utk tau.

OK

Quote from:  


 Bagaimana mengenai infinite ? (kembali ke ungu diatas).

:)
salam.

Sdh dijawab di atas

Yg utama adalah :

Tdk ada yg bisa membatasi Allah.

 dan..

Mengatakan Allah tdk bisa membatasi diri,  berarti telah  membatasi Allah.

Salam


REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
August 18, 2016, 04:21:51 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
    • fossil coral cantik
Kita sering mengartikan “omni/ maha” secara kebablasan.

Contohnya “omnipresence/ Maha hadir”

“omnipresence/ Maha hadir” bukan berarti Allah selalu hadir dimana-mana disemua tempat.
Dengan demikian KehendakNya (imo) adalah Law diatas Law  :char11:


Quote
Finite dan infinite kan harus sesuai konteksnya, Sehingga  hrs dipastikan dlm hal apa dan dlm konteks apa ke-infinite-an Allah yg sdg kita bicarakan.
Saya dalam konteks Kehendak dan Kemampuan, wilef.

Quote
Misalnya Kuasa Allah itu infinite/tdk terbatas,
apakah lantas kuasa Allah itu selalu meledak-ledak tanpa kendali dgn skala yg tidak terbatas?

IMHO,  ya nggak lah.,
Nah itu. Dengan demikian Kuasa yg "nyampe" itu dalam skala yg terbatas. Saya ilustrasikan dgn analogi matahari di thread Kenosis.

Quote
Namun walaupun maha sabar dan maha kasih, toh pada ahirnya Allah juga membatasi waktu terhadap kesabaran dan kasihNYa,  sehingga  pada batas ahirnya, manusia akan dihukum.
Sekali lagi, saya berpendapat Allah tidak dibawah Law. KehendakNya adalah Law diatas Law.


Quote
Tidak ada sesuatu diluar diri Allah yg bisa membatasi Allah.
  inilah pengertian wilefterhadap ke-omnian" maupun "ke-infinite" -an Allah.
Bagaimana dengan Kehendak ? Allah yg infinite mempunyai potensi utk melakukan apa saja ---> ini possible ato kagak Dia berkehendak menjadi finite (because there is a reason to do so), kalo menurut wilef ?

Quote
Jika Allah tdk menghendaki,

maka sdh pasti tdk akan ada “a reason to do so”

Sebaliknya jika Allah menghendaki,

maka sdh pasti akan ada “a reason to do so”

dan “a reson to do so”, hrs dlm pov Allah, bukan pov manusia.
Berangkat dari kalimat wilef diatas, saya menyimpulkan bhw di pov wilef : [adalah possible Allah yg infinite menjadi finite pabila memang ada a reason to do so]. Please CMIIW.

Quote
Mengatakan Allah tdk bisa membatasi diri,  berarti telah  membatasi Allah.
IMO, both way = orang telah membatasi Allah, wilef.

Cuplis yg bilang [Allah tidak bisa/mampu membatasi diri karena Dia Omnipotence] ---VS--- unyil yg bilang [Allah bisa/mampu membatasi diri karena Dia Omnipotence]
Allah tidak bisa/mampu membatasi diri karena Dia mempunyai Kuasa yg tidak terbatas ---VS--- Allah bisa/mampu membatasi diri karena Dia mempunyai Kuasa yg tidak terbatas

Baik cuplis dan unyil (imo) telah membatasi Allah.
Namun secara logika kalimat (imo) yg versi unyil yg lebih "masuk/pas" ...  :happy0062:

:)
salam.
« Last Edit: August 18, 2016, 04:25:02 PM by odading »
August 18, 2016, 05:03:56 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1795
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Dengan demikian KehendakNya (imo) adalah Law diatas Law  :char11:

Law ada karena kehendakNya
dan juga
Law dibuat sesuai kehendaknYa.

Quote from: ]
Saya dalam konteks Kehendak dan Kemampuan, wilef.
 Nah itu. Dengan demikian Kuasa yg "nyampe" itu dalam [color=orange
skala yg terbatas[/color]. Saya ilustrasikan dgn analogi matahari di thread Kenosis.
 Sekali lagi, saya berpendapat Allah tidak dibawah Law. KehendakNya adalah Law diatas Law.

 
[quote author=]
Bagaimana dengan Kehendak ? Allah yg infinite mempunyai potensi utk melakukan apa saja ---> ini possible ato kagak Dia berkehendak menjadi finite (because there is a reason to do so), kalo menurut wilef ?[/quote]

Siapa yg bisa membatasi Allah?

Quote from: ]
 Berangkat dari kalimat wilef diatas, saya menyimpulkan bhw di pov wilef : [adalah possible Allah yg infinite menjadi finite pabila memang ada [i
a reason to do so[/i]]. Please CMIIW.
 IMO, both way = orang telah membatasi Allah, wilef.

Allah sering membatasi dirinya, namun tentu saja sebatas suatu even, bukan dlm pengertian yg permanen.

contohnya :

Allah menemui abraham dlm bentuk 3 orang, bukankah itu sdh menunjukkan bhw Allah sedang membatasi diri?

Allah makan bersama Abraham, bukankah itu berarti Allah sedang membatasi diri?

bahkan Yakub sepetinya behhasil "memiting" Allah dalam pergulatannya.
bukankah pada sat itu Allah sedang membatasi diri?



Quote from: ]

Cuplis yg bilang [Allah tidak bisa/mampu membatasi diri karena Dia Omnipotence
---VS--- unyil yg bilang [Allah bisa/mampu membatasi diri karena Dia Omnipotence]
Allah tidak bisa/mampu membatasi diri karena Dia mempunyai Kuasa yg tidak terbatas ---VS--- Allah bisa/mampu membatasi diri karena Dia mempunyai Kuasa yg tidak terbatas

Baik cuplis dan unyil (imo) telah membatasi Allah.
Namun secara logika kalimat (imo) yg versi unyil yg lebih "masuk/pas" ...  :happy0062:

:)
salam.

Jika kita berkata,

Allah akan melakukan apapun yg dikehendakinya, dan Allah pasti sanggup untuk melakukannya.

maka dlm hal itu, kita tdk sedang membatasi Allah.

Apabila karena kendakNya, lalu pada suatu event tertentu Allah membatassi dirinya, maka bukan kita yg membatasi Allah, tapi Allah sendiri yg membatasi dirinya.

Salam

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
August 23, 2016, 01:18:19 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
    • fossil coral cantik
Jika kita berkata,

Allah akan melakukan apapun yg dikehendakinya, dan Allah pasti sanggup untuk melakukannya.

maka dlm hal itu, kita tdk sedang membatasi Allah
Ya... saya berpendapat demikian.
Tapi belon tentu demikian di pov orang lain, wilef. Yang di pov orang lain, Allah dibawah hukum... dengan demikian ada perihal tertentu yang membuat Dia tidak mampu / tidak mungkin melawan hukum terkait disuatu ketika.

August 24, 2016, 12:54:51 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11003
Ya... saya berpendapat demikian.
Tapi belon tentu demikian di pov orang lain, wilef. Yang di pov orang lain, Allah dibawah hukum... dengan demikian ada perihal tertentu yang membuat Dia tidak mampu / tidak mungkin melawan hukum terkait disuatu ketika.

yang mikir gini, bisalah kita sebut sebagai yang iman-nya bersifat transaksional.

karena dengan sudah MERASA BISA menentukan BOUNDARIES-nya Allah,
maka dia bisa menyusun strategi, ngepas-ngepas-in, nyogok dan menyuap Tuhan supaya:
- senang hatiNya Tuhan
- mengabulkan doanya
- engga masukin ke neraka
- booking seat di surga
- keliatan LEBIH saleh dibanding orang lain
- dan lainnya..
September 25, 2016, 10:43:00 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 516
  • Denominasi: Kharismatik
omni yang lain mungkin untuk memperjelas aja, dengan demikian Allah yang turun sebagai manusia dapat dipahami dengan lebih mudah
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)