Author Topic: ALLAH TRITUNGGAL  (Read 13422 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 17, 2007, 07:32:18 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 28
  • Gender: Female
Hello....lam kenal yah :)

gw ada pertanyaan nih, gw pernah ditanya sama temen, and sejujurnya gw cukup bingung jawabnya, masalah Tritunggal....Tuhan Itu kan esa...trus sepupu kita bilang kata Allahnya mereka, Tuhan itu ESA, Dia Tidak beranak...nah gimana Tuh...bingung kan, ada yang bisa jawab ga???
December 18, 2007, 04:27:53 AM
Reply #1
  • Founder/Webmaster
  • Administrator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1275
  • Gender: Male
Hello do-me, salam kenal juga.

Tritunggal atau Trinitas adalah doktrin umat Kristiani mengenai tiga aspek kepribadian Tuhan yang esensinya (inti-Nya, Pribadi-Nya) adalah satu (Esa). Tiga kepribadian dalam satu Tuhan tersebut adalah Allah Bapa, Anak (Putra) dan ROH KUDUS. Tuhan dalam bahasa latin disebut Kurios (Penguasa Tunggal) dan dalam bahasa Ibrani disebut Adonai. Tritunggal juga dikenali dengan nama "Triniti". Di dalam Bahasa Inggris, ia disebut "Trinity" yaitu gabungan daripada dua perkataan; "Tri" atau "Three" yang berarti "tiga" dan "Unity" yang berarti "kesatuan".

Dalam Alkitab, Allah (dalam bahasa Ibrani: ELOHIM) adalah Roh atau Pribadi. Itulah sebabnya nama dari YHVH (Yehovah) ialah Aku adalah aku dan nama itu diletakkan, ditinggikan, dan dimuliakan di dalam sebuah nama, yaitu nama Yesus yang artinya "YHVH adalah Keselamatan" (Dalam bahasa Ibrani: Yeshua atau Yeshu, Jeshua. Dalam bahasa Arab: Isa). Dalam Alkitab, Allah Tritunggal (Allah Bapa, Allah Putra, Allah ROH KUDUS sangat sulit dipahami logika manusia karena memang ini adalah rahasia Allah. Dalam bahasa Indonesia mungkin dapat dijelaskan dengan Allah Tritunggal adalah Allah yang saling huni.


Penjelasan singkat tentang Tritunggal
Memang benar bahwa Allah tidak beranak (tidak membuat anak kekal (yang diciptakan), baik dalam arti anak secara roh dan anak daging secara khusus setingkat dan sama dengan diri-Nya) dan tidak memperanakkan (tidak membuat "Allah lain" yang setingkat dan sama dengan diri-Nya).

Yang ada ialah, Allah menciptakan manusia agar beriman pada diri-Nya dalam Yesus Kristus, agar Ia mengangkat manusia sebagai anak-anak-Nya (anak angkat Allah), sekalipun dalam hati, pikiran, dan tindakan kasih Allah sebagai "Bapa yang Sejati" telah menerima kita sebagai anak-anak kesayangan-Nya yang paling disayangi-Nya.

Allah Tritunggal adalah Allah yang saling huni, artinya Allah yang memiliki Kepribadian Bapa, Anak, dan ROH KUDUS adalah sederajat, setingkat, setaraf, sehati, setujuan, tidak terpisahkan, dan berjalan bersama-sama. Kepribadian Allah dalam nama Bapa, Anak, dan ROH KUDUS (ke-tritunggal-an Allah) tidaklah pernah sama dengan manusia yang memiliki dua kepribadian, dimana tiap kepribadian tidak bisa berjalan bersama-sama dalam saat yang sama, sedangkan Allah kita berbeda.


Allah Bapa
Allah sebagai Bapa yang memelihara, yang memberikan kasih seorang Bapa Sejati yang sangat mesra, begitu penyayang dan begitu tertib penuh ketegasan (disiplin). Bapa Sorgawi tidak pernah sama dengan para bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini dalam hal kasih dan karakter yang tidak dapat terbandingi dengan kasih dan karakter Bapa Sorgawi. Allah sebagai Bapa Sorgawi merupakan Bapa yang sempurna dari segala bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini yang adalah gambaran dan rupa (duplikat dan bayangan) dari Sang Bapa Sorgawi yang murni.

Bapa (Kepribadian Bapa) tidaklah lebih tinggi daripada Anak ataupun juga dengan ROH KUDUS.


Allah Anak
Allah sebagai teladan dengan Ia merendahkan diri-Nya dalam rupa manusia dan mengenakan nama Yesus yang adalah Kristus (Allah yang datang sebagai manusia), taat pada semua hukum yang telah Ia tetapkan, mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit pada hari yang ketiga, dan naik ke sorga dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati. Ia adalah teladan iman sejati dan sumber kehidupan bagi orang Kristen. Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang terbesar dengan menjadi Anak yang mati di kayu salib. Ini adalah berita Injil yang adalah kekuatan Allah. Alkitab menyatakan bahwa Anak merupakan yang Anak sulung Allah dari semua anak-anak Allah dimaksudkan bahwa Anak pun merupakan "Sahabat Sejati" yang rela mengorbankan Nyawa-Nya dan tidak menyayangkannya sama sekali untuk manusia dapat diterima sebagai anak-anak Allah.

Anak (Kepribadian Anak) tidak pernah lebih rendah daripada Bapa.


Allah ROH KUDUS
Allah sebagai Pembimbing, Pendamping, Penolong, Penyerta, dan Penghibur yang tidak terlihat, namun berada dalam hati setiap manusia yang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan hidup didalam-Nya.

ROH KUDUS bukanlah tenaga aktif. ROH KUDUS bukanlah kebijaksanaan (pikiran) tertinggi dari seluruh alam jagad kosmik. ROH KUDUS bukanlah manusia tokoh pendiri suatu agama baru. ROH KUDUS tidak pernah berbau hal yang mistik. Memang benar bahwa Allah itu maha kuasa, tetapi ROH KUDUS itu bukan sekedar kuasa atau kekuatan, tetapi ROH KUDUS adalah Allah, sebab Allah itu Roh. Dengan demikian ROH KUDUS adalah Pribadi Allah itu sendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Allah. Kepribadian ROH KUDUS tidak pernah lebih rendah daripada Bapa maupun Anak.


Contoh dalam Alkitab
Saat Yesus dibaptis di sungai Yordan, Ia menunjukan kepribadian-Nya pada saat yang sama dan bermunculan bersama-sama dengan ROH KUDUS turun ke atas Anak, dan Bapa berfirman dengan lantang penuh kasih.
Saat penciptaan, dimana Bapa mencipta, Anak berfirman, dan ROH KUDUS yang memulihkan (melayang-layang) sempurna.
Saat Pencurahan Pentakosta, dimana Bapa mengutus, Anak yang memberikan ROH KUDUS, dan ROH KUDUS tercurah pada murid-murid Yesus yang ada di atas loteng.
Saat Yesus berada di atas gunung, setelah Ia meneladani manusia dengan berdoa, Ia menunjukkan kemuliaan-Nya dan menampakkan kepribadian-Nya dengan wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang, kemudian ROH KUDUS turun, dan awan yang terang menaungi 3 orang murid Yesus. Bapa dari dalam awan itu memperdengarkan suara-Nya dan berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."


Adapun pengertian untuk mendalami ke-Tritunggal-an Allah akan semakin sulit dijelaskan pada seseorang, bila orang tersebut tidak mengalami ke-Tritunggal-an Allah. Tentunya pengalaman ke-tritunggal-an Allah ini hanya dapat dilakukan oleh ROH KUDUS dalam kasih karunia Bapa Sorgawi, setelah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi dan hidup di dalam-Nya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa Yesus itu hidup.

Masalah yang sering timbul adalah pada orang yang berbeda keyakinan dengan iman di dalam Kristus yang sejati, apalagi bila seseorang itu mengakui hanya satu Allah dan tetap menolak paham Tritunggal Allah.

Masalah selanjutnya ada pada orang yang berbeda keyakinan iman dalam Kristus adalah karena kebanyakan keyakinan mereka masih baru, sekalipun mereka mungkin sudah lama menganutnya. Sebab keyakinan para nenek moyang mereka dulunya pemuja berhala dan setelah itu "bertobat" dan mengakui adanya satu Allah, satu Tuhan, sehingga sulit sekali untuk menerima iman Allah Tritunggal dalam Tuhan Yesus Kristus.

Menurut umat Kristiani, tentu saja yang terpenting adalah memahami bahwa Tuhan Allah itu satu (esa), dan bukan tiga Allah, atau tiga Tuhan, atau tiga Tuhan Allah. Tuhan itu satu, Allah itu satu.

sumber: wikipedia

Semoga ini membantu.
« Last Edit: December 18, 2007, 04:30:04 AM by Adi »
December 18, 2007, 07:10:52 AM
Reply #2
  • ... less of me and more of YOU...
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2466
  • Gender: Female
hmm... sebenernya untuk hal ini terlalu banyak yang mempertanyakan dan menjadikan bahan penelitian...

aku mau kasih sedikit sharingan yah do-me dari bahan perenungan sendiri sih (karena aku juga dulu memikirkan hal yang sama)...



Tuhan yang keberadaannya tidak terbatas dan sangat mulia tidak bisa didekati oleh manusia (yang notabene adalah makhluk yang sudah berdosa). dulu (zaman adam dan hawa) manusia dan Allah bergaul sangat karib (karena masih belum melakukan dosa). nah, awal mula "renggang"nya hubungan manusia dan Allah adalah karena DOSA itu sendiri... hal ini menjadikan hati Allah sangat sedih...  :'( gimana ya caranya supaya manusia bisa "kembali" erat dengan Allah?  ??? 

wah, Allah ada ide ternyata  ;D (kan DIA sangat kreatif dan unpredictable... hihihihi....) nah, kalo Allah masih dalam wujud dan bentuk sebagai Allah maka manusia ciptaan-Nya akan mati deh (melihat kemuliaan Allah saja mereka bisa mati kan?  ;) atau buat geger deh dan bukan karya keselamatan yang ada, jadinya malah karya pembinasaan...  :P)...
sungguh luar biasa pemikiran dan kasih Allah, DIA punya jalan keluar, yaitu satu2nya cara adalah Allah menjelma menjadi manusia (setara dan sebentuk dengan manusia)... dan itu ada di dalam bentuk Yesus Kristus... Yesus Kristus berkarya dan menyempurnakan rencana keselamatan Allah bagi manusia...

nah, kan ga selamanya Yesus Kristus harus di dunia (karena DIA kan juga harus sediain tempat buat kita2 yang percaya kepada-Nya  ;D), nah, diberikanlah wujud yang lain yaitu ROH KUDUS yang fungsinya berbeda namun itu adalah Pribadi Allah sendiri untuk menemani kita dan terus menguatkan, menghibur serta memanjatkan doa kepada Allah...


wah... kebanyakan ga sih?  ;D semoga dikit (banyak juga boleh) ngerti ya... sebenernya masih ada lagi sih, tapi ntar lagi ya...  :-*  GBU and have faith on HIM !!!
all the best for Jesus Christ !!!
January 14, 2008, 05:05:16 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 910
  • Gender: Male
  • ^cOoL^
Udah dijawab smua...
Pertama-tama emang membingungkan; lama2 mengerti sendiri.
coba baca yohanes 1. saya menjadi banyak paham setelah baca pasal itu...
"Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh" (Roma 1:22)
January 16, 2008, 03:03:12 PM
Reply #4
  • SEMANGAT!! \(^.^)/
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1923
  • Gender: Female
  • "Selalu ada jalan, di mana ada kemauan" \(^_^)/
    • Fedora
Wah.. kalo mbahas tentang Tri Tunggal sama saudara2 kita yang lain,
memang agak susah menjelaskannya..
Karna emang, kalo belum percaya pada-Nya,
tentang keTRITUNGGALan ini, kita juga pastinya bingung..
Kalo dipikir2 dengan akal pikiran manusia, kita ga akan bisa menyelaminya..
Nah di situlah keTUHANan ALLAH kita..
Dengan IMAN kita lah yang bisa membuat kita percaya..
TUHAN tau yang terbaik bagi anakNYA. Yang IA berikan bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. (Matius 6:32b)
January 29, 2008, 01:04:06 PM
Reply #5
  • My Lovely Forum ^,^
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2679
  • Gender: Female
  • T4Ng4n Y4ng kU4T m3M3g4NgKu.....
Wah.. kalo mbahas tentang Tri Tunggal sama saudara2 kita yang lain,
memang agak susah menjelaskannya..
Karna emang, kalo belum percaya pada-Nya,
tentang keTRITUNGGALan ini, kita juga pastinya bingung..
Kalo dipikir2 dengan akal pikiran manusia, kita ga akan bisa menyelaminya..
Nah di situlah keTUHANan ALLAH kita..
Dengan IMAN kita lah yang bisa membuat kita percaya..


Tul, kalau Allah kita bisa di cerna dengan pikiran kita, itu perlu dipertanyakan...wong dunia saja bisa dibuat , trus gaya gravitasi, dsbnya, walau manusia dah buat rumus2 untuk setiap gaya fisika tersebut...gak ngaruh....apel tetap jatuh kebawah tuh, matahari tetap terbit tuh, siang masih ganti malam tuh, ada or ga ada ilmu fisika, Tuhan tetep Tuhan...

trus Allah Tritunggal???? ya bisa lahhh...namanya juga Allah  :azn:
Apa yang tidak aku ingini, aku lakukan disini
February 04, 2008, 10:55:01 PM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 258
  • Gender: Male
Hello....lam kenal yah :)

gw ada pertanyaan nih, gw pernah ditanya sama temen, and sejujurnya gw cukup bingung jawabnya, masalah Tritunggal....Tuhan Itu kan esa...trus sepupu kita bilang kata Allahnya mereka, Tuhan itu ESA, Dia Tidak beranak...nah gimana Tuh...bingung kan, ada yang bisa jawab ga???

TRITUNGGAL itu bagi penganut agama katolik....
waduh aku lupa tuh situsnya ada tuh penjelasan mengenai TRITUNGGAL tp jwabnya dari ADi cukup jelas kok...
February 06, 2008, 11:25:20 PM
Reply #7
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 258
  • Gender: Male
Hello....lam kenal yah :)

gw ada pertanyaan nih, gw pernah ditanya sama temen, and sejujurnya gw cukup bingung jawabnya, masalah Tritunggal....Tuhan Itu kan esa...trus sepupu kita bilang kata Allahnya mereka, Tuhan itu ESA, Dia Tidak beranak...nah gimana Tuh...bingung kan, ada yang bisa jawab ga???
Alkitab sendiri telah mengungkapkan doktrin-doktrin yang esensial dari iman Kekristenan. Doktrin-doktrin itu adalah:


    * Ketuhanan Kristus,
    * Penyelamatan oleh anugerah,
    * Kebangkitan Kristus, dan
    * Injil.


Inilah doktrin-doktrin yang dikatakan Alkitab sebagai yang penting. Meskipun masih ada banyak doktrin lain yang juga penting, hanya keempat ini yang dikemukakan oleh Alkitab sebagai yang esensial. Seorang yang tidak lahir baru, atau penganut kultus (mis., Mormon atau Saksi Yehovah), akan menolak satu atau lebih doktrin esensial ini. Mohon diperhatikan bahwa ada doktrin-doktrin turunan dari Alkitab yang juga penting, misalnya tentang Trinitas.

Ke-Tuhan-an Kristus
February 07, 2008, 12:30:02 AM
Reply #8
  • Founder/Webmaster
  • Administrator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1275
  • Gender: Male
Meskipun masih ada banyak doktrin lain yang juga penting, hanya keempat ini yang dikemukakan oleh Alkitab sebagai yang esensial.

Trus, bagaimana dengan doktrin yang dibahas disini? kayaknya ga di list disitu.. berarti ga penting ya?  :rolleye0019:

kalo bisa, sertakan juga ayat - ayat pendukung kalau hanya keempat doktrin diatas yang esensial..  :)
February 07, 2008, 01:16:15 AM
Reply #9
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 20
g sih gak terlalu ngerti ya..tapi menurut pendapat gue gini :

1. kita diciptakan sesuai gambar dan muka Bapa.. tapi karena manusia jatuh dalam dosa sehingga kita sudah tidak '' selevel '' dengan Bapa dalam hubungan..
2. setelah manusia jatuh dalam dosa Bapa turunkan hukum taurat, dengan jalan supaya manusia bisa berbuat baik sehingga derajatnya kembali keangkat.
3. karena Kemuliaan Bapa yang begitu besar yang tidak mungkin kita capai melalui perbuatan baik kita(  kita selamat karena anugrah ) maka Bapa yang ''menurunkan'' derajatnya mengambil wujud seorang anak manusia ( inilah pribadi anak ) supaya Pribadi anak ini yang menjadi penghubung antara kita yang sudah begitu rendah dengan Bapa ( seorang pun tidak akan sampai kepada Bapa kalo tidak melalui Aku )
4. setelah Tuhan Jesus mati dan bangkit, dia meninggalkan kita ''sementara'' untuk menyiapkan tempat bagi kita, nah sambil nunggu Babeh sediain tempat buat kita, dia berikan Rohnya yang kudus untuk menyertai Kita sampe Akhir jaman dimana Dia menjemput kita kembali.......

------------itu tambahan dari gue, semoga ada manfaatnya, kalo salah maap ya....iam nobody at all -------------------
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)