Author Topic: Hubungan Cinta Dengan Sepupu  (Read 2221 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 15, 2017, 11:11:38 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Syalooomm... :onion-head80:

Perkenalkan saya pria ber umur 23 Tahun, suku Batak.
Langsung saja ya,
Saat ini saya menjalani hubungan berpacaran dengan anak perempuan dari adik laki laki bapak saya.
( Jadi bapak saya mempunyai adik laki laki, dan saya pacaran dengan anaknya, begitu )
Pasangan saya ini ber umur 22 Tahun.
Kami tau hubungan kami ini tidak akan di setujui keluarga  :'( apalagi kami adalah keturunan Batak, dan sudah pasti kami memiliki Marga yang sama.
Maka selama kami pacaran, kami selalu bersikap biasa biasa didepan keluarga.
Jauh sebelum kami benar benar tau perasaan satu sama lain, kami ini adalah adik kakak yang sangat dekat  :happy0158:

Dan hingga saat ini, kami makin serius dengan hubungan kami, dan kami mempunyai komitmen untuk terus ke jenjang pernikahan,  :angel:
Dan salah satu keseriusan kami adalah...kami sudah mulai mempersiapkan tabungan untuk biaya pernikahan ataupun untuk biaya masa depan kami berdua.
Karena keinginan kami itu sama, kami sama sama ingin menikah di usia muda ( tidak lebih dari 26 tahun )
Kami benar benar tidak mau dan tidak bisa lagi dipisahkan, cinta kami sudah terlalu dalam.
Kami sudah komitmen, apapun yang terjadi kita akan tetap berjuang untuk tetap bisa bersama sama.
Begitu lah cerita hubungan kami.

Dan saya memiliki beberapa pertanyaan, saya harap pembaca dapat memberikan solusi atau pun jawaban yang tepat sesuai pertanyaan yang saya berikan ;

1. Apakah di dalam Kristen hubungan kami dilarang?
2. Jika tidak dilarang, apakah kami salah jika kami tetap ingin menikah walaupun keluarga tidak merestui dengan alasan adat?
3. Bagaimana cara memberi tahu keluarga tentang hubungan kami ini? saya bingung.
4. Bagaimana cara nya agar kami tetap diperbolehkan menikah?
5. Jika agama melarang, adat melarang, dan keluarga melarang, tetapi kami tetap ingin menikah walau bagaimanapun caranya, apakah pendapat anda mengenai pertanyaan saya ini?

Itu saja pertanyaan saya, mohon dijawab sesuai pertanyaan saya, dan saya minta tolong untuk tidak menjawab apakah saya harus lanjut kan hubungan ini atau tidak.
Karena saya sudah memiliki jawaban nya, yaitu Lanjut ( salah atau benar, itulah pilihan saya ). :happy0025:

Terimakasih sebelumnya bagi yang sudah mau membantu dengan membaca apa yang saya tulis ini  :) :afro:
January 15, 2017, 02:04:02 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 771
  • Denominasi: Protestan
...
Itu saja pertanyaan saya, mohon dijawab sesuai pertanyaan saya, dan saya minta tolong untuk tidak menjawab apakah saya harus lanjut kan hubungan ini atau tidak.
Karena saya sudah memiliki jawaban nya, yaitu Lanjut ( salah atau benar, itulah pilihan saya ).
Lho, bray ini gimana sih. Kalo elo memang udah memiliki jawabannya, kok cape-cape nanya?
Kan biasanya orang itu nanya karena tidak tahu jawabannya atau sudah ada jawaban tapi masih ragu.

Betewe, kalo membaca info yang elo paparkan, menurut gue, elo sih sebenarnya sudah paham dengan beberapa konsekuensi yang timbul untuk keputusan yang bakal elo ambil. Tapi mungkin ada baiknya elo simak dulu opini-opini member lain, khususnya yang sesuku dengan elo.

Atau elo bisa tanya ke mbah gugel, pengalaman-pengalaman mereka yang akan atau sudah melakukan seperti yang elo kehendaki di atas.
January 16, 2017, 11:28:24 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8751
  • Gender: Male
  • You are free to choose
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
1. Apakah di dalam Kristen hubungan kami dilarang?

nggak rasanya ya
tapi ingat Kristen melarang anak untuk tidak taat sama orang tua :)

mesti dicek juga tuh, apakah hubungan keluarga kalian terlalu dekat atau tidak
sebab kalau terlalu dekat nanti anak kalian akan menanggung akibatnya
ini penting untuk dilakukan ya

2. Jika tidak dilarang, apakah kami salah jika kami tetap ingin menikah walaupun keluarga tidak merestui dengan alasan adat?

restu keluarga itu penting bro
anda bisa jadi kayak sekarang ini juga sudah pasti itu hasil karya nyata orang tuamu

so kalo anda sudah yakin sekali dengan yang anda pilih ini adalah jalan Tuhan
maka dalam prosesnya saya yakin menyatakan bahwa ngga ada satupun Firman Tuhan yang akan anda langgar :)
coba kalo mereka belum merestui ya anda banyak doa dan banyak berusaha supaya mereka bisa merestui
jangan terburu2 ambil keputusan yang menyakiti hati mereka, hormati mereka

ingat lagi : cek itu terlalu dekat gak hubungannya, itu adik kandung Bapak? mungkin butuh konsultasi ke dokter juga itu bro

3. Bagaimana cara memberi tahu keluarga tentang hubungan kami ini? saya bingung.

beri tahu aja apa adanya
dan berikan pengertian kepada mereka, utarakan kemauanmu apa adanya

hati raja2 saja ditangan Tuhan
apalagi hati orang tuamu

4. Bagaimana cara nya agar kami tetap diperbolehkan menikah?

waduh
kalo ini tergantung...

tapi saya yakin dan percaya sekali lagi :
jikalau menikah itu jalan dari Tuhan, maka dalam prosesnya ngga ada satupun Firman yang dilanggar

percayalah, itu pasti benar :)
ngga mungkin Tuhan berikan kita jalan sembari kita melanggar perintah Tuhan
yang demikian biasanya ada konsekuensinya nanti

5. Jika agama melarang, adat melarang, dan keluarga melarang, tetapi kami tetap ingin menikah walau bagaimanapun caranya, apakah pendapat anda mengenai pertanyaan saya ini?

kalo memang sudah begitu
sepertinya Tuhan sendiripun ngga akan melarang anda bro :)
apalagi saya ini

hahaha

good luck ajah
« Last Edit: January 16, 2017, 11:30:52 AM by HenHen »
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 18, 2017, 04:49:12 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 516
  • Denominasi: Kharismatik
biasa kena ke anak sih, uda banyak penelitian tentang perkawinan sedarah yang menghasilkan keturunan cacat :)
January 19, 2017, 08:29:21 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Syalooomm... :onion-head80:
Perkenalkan saya pria ber umur 23 Tahun, suku Batak.
Langsung saja ya,
Saat ini saya menjalani hubungan berpacaran dengan anak perempuan dari adik laki laki bapak saya.
( Jadi bapak saya mempunyai adik laki laki, dan saya pacaran dengan anaknya, begitu )
Pasangan saya ini ber umur 22 Tahun.
Kami tau hubungan kami ini tidak akan di setujui keluarga  :'( apalagi kami adalah keturunan Batak, dan sudah pasti kami memiliki Marga yang sama.
Maka selama kami pacaran, kami selalu bersikap biasa biasa didepan keluarga.
Jauh sebelum kami benar benar tau perasaan satu sama lain, kami ini adalah adik kakak yang sangat dekat  :happy0158:
Wew, @septian mengaku Batak. Artinya, @septian mengaku bahwa @septian dibesarkan dalam budaya Batak. Seorang Batak tidak dididik melawan orang tua sendiri.

Dari sikap kalian yang pacaran sembunyi-sembunyi sudah menunjukkan bahwa bagian hati kalian yang paling dalam sudah mengamini adat di mana kalian dibesarkan. Banyak bagian adat Batak yang memang bertentangan dengan logika sudah dirubah menjadi sesuai dengan logika, namun, tentang hubungan semarga, apalagi ayah kalian masih sekandungan, itu dipandang sebagain inses di budaya Batak.
Dulu ada juga topik tentang seorang boru Manik yang berpacaran dengan laki-laki bermarga Harahap. Entah bagaimana akhir hubungan mereka, tidak terinformasi di forum ini. Namun di Batak, hubungan boru Manik dan marga Harahap, atau sebaliknya, boru Harahap dengan marga Manik, itu tidak mungkin di Batak. Kalau dipaksakan, justru merusak tatanan budaya Batak.

Tentang kalian adalah anak dari dua saudara kandung, bukan sekedar serumpun marga, tidak boleh menjadi pasangan suami istri. Garis keturunan kalian masih terlalu dekat. Jika dipaksakan kawin, keturunan kalian cenderung mengalami degradasi genetik, mungkin akan mengidap imbisil, atau idiot, atau yang lain-lain. Pun kalau normal, tingkat inteligensinya cenderung merosot daripada kalian.

Quote
Dan hingga saat ini, kami makin serius dengan hubungan kami, dan kami mempunyai komitmen untuk terus ke jenjang pernikahan,  :angel:
Urungkan niat kalian itu.
Jika memaksakan juga, maka kalian harus menjauh dari masyarakat Batak.
Di budaya Batak, hubungan seperti yang kalin galang itu akan dibumihanguskan. Dalam Bahasa Batak dikatakan: Tu hau ikkon tabaon, tu tano ikkon tanomon, tu tao ikkon nongnongon, tu harangan ikkon surbuon. Kira-kira, diindonesiakan begini: Ke pohon harus ditebang, ke tanah harus dikubur, ke laut harus dibenam, ke hutan harus dibakar.
Maka, kalo kalian mempertahankan hubungan itu, kalian harus 'menghindar' dari masyarakat Batak.

BERSAMBUNG
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
January 19, 2017, 08:29:50 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
TERSAMBUNG

Quote
Dan salah satu keseriusan kami adalah...kami sudah mulai mempersiapkan tabungan untuk biaya pernikahan ataupun untuk biaya masa depan kami berdua.
Karena keinginan kami itu sama, kami sama sama ingin menikah di usia muda (tidak lebih dari 26 tahun)
Lepas dari hubungan terlarang, usaha menyiapkan masa depan itu, bagus.
Tapi, sikap hubungan kalian itu sudah 'meniadakan' orang tua kalian dan kalian tidak pantas mengaku diri Batak.

Quote
Kami benar benar tidak mau dan tidak bisa lagi dipisahkan, cinta kami sudah terlalu dalam.
Kami sudah komitmen, apapun yang terjadi kita akan tetap berjuang untuk tetap bisa bersama sama.
Dalam hubungan kalian itu, kalian hanya mewujudkan hasrat kalian saja, lepas dari orang tua dan kerabat kalian. Kalian menyediakan penyesahan yang menyakitkan bagi perasaan batin orang tua dan kerabat kalian.

Quote
Begitu lah cerita hubungan kami.
Cerita hubungan kalian itu bukan cerita hubungan Batak.

Quote
Dan saya memiliki beberapa pertanyaan, saya harap pembaca dapat memberikan solusi atau pun jawaban yang tepat sesuai pertanyaan yang saya berikan ;
1. Apakah di dalam Kristen hubungan kami dilarang?
Kej 20:19 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu atau saudara perempuan ayahmu, karena aurat seorang kerabatnya sendirilah yang dibuka, dan mereka harus menanggung kesalahannya sendiri. Yang tebal itu menurut logika, mengartikan bahwa membuka aurat kerabat sendiri tidak diperkenankan.
Quote
2. Jika tidak dilarang, apakah kami salah jika kami tetap ingin menikah walaupun keluarga tidak merestui dengan alasan adat?
Di kumpulanku, bahkan yang di Batak disebut marboru ni tulang kandung, tidak diperkenankan.
Quote
3. Bagaimana cara memberi tahu keluarga tentang hubungan kami ini? saya bingung.
Tidak perlu bingung. Tidak ada saran lain selain Bubarkan saja hubungan kalian itu. Jika kalian harus memilih tetap bersatu, cari tempat tinggal yang terhindar dari masyarakat Batak, dan dalam proses kebersatuan kalian jangan diketahui orang tua dan kerabat. Di pandangan Batak, kebersatuan kalian itu sama dengan kebersatuan hewan (pinahan).
Quote
4. Bagaimana cara nya agar kami tetap diperbolehkan menikah?
Lepaskan diri kalian dari Batak, cari tempat yang terhindar dari masyarakat Batak. Kalian pasti tidak diperbolehkan menikah oleh orang tua dan kerabat.
Quote
5. Jika agama melarang, adat melarang, dan keluarga melarang, tetapi kami tetap ingin menikah walau bagaimanapun caranya, apakah pendapat anda mengenai pertanyaan saya ini?
Pertanyaanmu itu pertanyaan konyol yang sudah kalian tahu jawabannya, namun kalian mengeraskan hati.

Quote
Itu saja pertanyaan saya, mohon dijawab sesuai pertanyaan saya, dan saya minta tolong untuk tidak menjawab apakah saya harus lanjut kan hubungan ini atau tidak.
Karena saya sudah memiliki jawaban nya, yaitu Lanjut ( salah atau benar, itulah pilihan saya ). :happy0025:
Terimakasih sebelumnya bagi yang sudah mau membantu dengan membaca apa yang saya tulis ini  :) :afro:
Lhah, dengan berterima kasih, seolah @septian masih punya logika sehat, namun pertanyaan @septian itu menunjukkan logika @septian sudah tidak sehat.

Salam olahraga.
« Last Edit: January 20, 2017, 04:34:12 PM by Cinta Bhinnekaa »
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
January 19, 2017, 11:40:26 PM
Reply #6
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 105
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan
Kalau menurut saya, umur segitu masih muda masih bisa cari yg lain dan lagi kalian jg sdh bisa dikatakan dewasa bukan remaja seperti anak SMP atau SMA pasti udh bisa diajak berpikir bijak.

Walau ada kata cinta dan lain sebagainya, bukankah masih bisa dikendalikan silahkan dipikirkan dampak jangka panjangnya, lebih baik mengalah sedikit di masa sekarang daripada rugi banyak di masa mendatang. Coba dipertimbangkan, kemungkinan besar kelak kalian bakal ditolak oleh keluarga besar, sanggupkan hidup terasing seumur hidup kalian? kemudian coba bayangkan dampak psikologis bagi ortu kalian masing2 bukankah itu benar2 berita yg mengejutkan buat keluarga, sampai hatikah menghancurkan kedamaian keluarga atas nama ego kalian tsb.

So, saran dari saya sih coba dipertimbangkan kembali matang2 jgn terlalu mengikuti ego sendiri saja coba dipikirkan dampak dari segala sisi. Salam
January 23, 2017, 02:38:47 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4605
  • Gender: Male
Syalooomm... :onion-head80:

Perkenalkan saya pria ber umur 23 Tahun, suku Batak.
Langsung saja ya,
Saat ini saya menjalani hubungan berpacaran dengan anak perempuan dari adik laki laki bapak saya.
( Jadi bapak saya mempunyai adik laki laki, dan saya pacaran dengan anaknya, begitu )
Pasangan saya ini ber umur 22 Tahun.
Kami tau hubungan kami ini tidak akan di setujui keluarga  :'( apalagi kami adalah keturunan Batak, dan sudah pasti kami memiliki Marga yang sama.
Maka selama kami pacaran, kami selalu bersikap biasa biasa didepan keluarga.
Jauh sebelum kami benar benar tau perasaan satu sama lain, kami ini adalah adik kakak yang sangat dekat  :happy0158:

Dan hingga saat ini, kami makin serius dengan hubungan kami, dan kami mempunyai komitmen untuk terus ke jenjang pernikahan,  :angel:
Dan salah satu keseriusan kami adalah...kami sudah mulai mempersiapkan tabungan untuk biaya pernikahan ataupun untuk biaya masa depan kami berdua.
Karena keinginan kami itu sama, kami sama sama ingin menikah di usia muda ( tidak lebih dari 26 tahun )
Kami benar benar tidak mau dan tidak bisa lagi dipisahkan, cinta kami sudah terlalu dalam.
Kami sudah komitmen, apapun yang terjadi kita akan tetap berjuang untuk tetap bisa bersama sama.
Begitu lah cerita hubungan kami.

Dan saya memiliki beberapa pertanyaan, saya harap pembaca dapat memberikan solusi atau pun jawaban yang tepat sesuai pertanyaan yang saya berikan ;

1. Apakah di dalam Kristen hubungan kami dilarang?
2. Jika tidak dilarang, apakah kami salah jika kami tetap ingin menikah walaupun keluarga tidak merestui dengan alasan adat?
3. Bagaimana cara memberi tahu keluarga tentang hubungan kami ini? saya bingung.
4. Bagaimana cara nya agar kami tetap diperbolehkan menikah?
5. Jika agama melarang, adat melarang, dan keluarga melarang, tetapi kami tetap ingin menikah walau bagaimanapun caranya, apakah pendapat anda mengenai pertanyaan saya ini?

Itu saja pertanyaan saya, mohon dijawab sesuai pertanyaan saya, dan saya minta tolong untuk tidak menjawab apakah saya harus lanjut kan hubungan ini atau tidak.
Karena saya sudah memiliki jawaban nya, yaitu Lanjut ( salah atau benar, itulah pilihan saya ). :happy0025:

Terimakasih sebelumnya bagi yang sudah mau membantu dengan membaca apa yang saya tulis ini  :) :afro:

Berpulang pada adat masing-masing. Dalam Alkitab tidak disebutkan hal itu kecuali dalam hukum Taurat tentang pernikahan saudara kandung.
January 23, 2017, 02:58:23 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Numpang nimbrung.

Terkait ke sini:
Berpulang pada adat masing-masing. Dalam Alkitab tidak disebutkan hal itu kecuali dalam hukum Taurat tentang pernikahan saudara kandung.
@Cinta Bhinneka sepakat dengan pos @Krispus.

Tapi, mengingat yang terkutip tebal berikut ini:
Syalooomm... :onion-head80:

Perkenalkan saya pria ber umur 23 Tahun, suku Batak.
...
Maka, kupikir, komentar juga sudah mengkerucut ke adat Batak.

Andaikan TS tidak menuliskan nama suku bangsa di posnya, maka saran yang bersifat universal sangat pas.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
February 04, 2017, 03:13:26 AM
Reply #9
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 7
  • Denominasi: Protestan
Saya sharing pengalaman sepupu saya yang SUDAH menikah secara diam-diam dengan kasus seperti Anda dan "mereka" memutuskan keluar dan menjauhi seluruh keluarga besar BATAK. Benar-benar belajar hidup sebagai bukan orang Batak.

Pada saat masih berdua saja sih, waaah.... semuanya indah-indah saja. Tapi persoalan mulai muncul, sewaktu mereka mulai punya anak dan sewaktu si anak mulai bertambah besar, dia mulai sering bertanya :"Ma... Pa, aku punya nenek-kakek nggak sih ??? Aku punya Oom-Tante nggak sih ??? Temanku yang lain punya, tapi aku kok nggak punya ya ??? Gimana caranya Mama-Papa lahir ke dunia kalo nggak punya orangtua ya ???

Masih banyak lagi hal-hal lebih "besar" dan lebih "berat" yang harus dihadapi, tetapi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas saja sudah syuuusssyaaahnya bukan main !!! Apalagi kalo ternyata nanti anakmu juga "jatuh cinta" setengah mati sama orang BATAK. Alamak, cinta tak direstui sudah mulai merambat ke keturunan. Sudah pasti calon besanmu pingin tahu, latar belakang menantunya, pasti juga nggak akan setuju anaknya menikahi anakmu, naaaah..... episode ini bisa terus berlanjut sampai 7 turunan.

Nah, itu risiko yang paling logis yang harus dihadapi .....

Selebihnya ..... terserah Anda !!!

Oh ya, tentang sepupu saya itu, nggak kuat menghadapi tekanan yang timbul dan secara diam-diam pula mereka memilih hidup terpisah, meskipun demikian, mereka tetap bertanggungjawab terhadap anak-anak yang telah dihasilkan.

Mudah-mudahan pengalaman nyata ini bisa membuat kalian punya gambaran lebih jelas tentang masa depan yang akan dilalui nantinya.

Salam damai dalam Kristus.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)