Author Topic: pengampunan dosa ?  (Read 4479 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 22, 2017, 05:01:29 PM
Reply #150
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Bukan lupa oda, cuma merefresh aja ;D
hehehe... mao ngejebak saya ni yeeeee....  ;D

Quote
Jika itu "unknown", kok oda bisa tahu bhw  yg "unknown " itu berupa ganjaran terhadap perbuatan ?
gimana caranya, coba jelaskan logik nya bagaimana
Nggak bisa dijelaskan, karena yang saya ajukan itu ya udah sebuah logika. A believe system.
Begimana pula sebuah logika lalu diminta berupa "coba jelaskan logiknya begimana", wilef.

So... berangkat dari logika saya sendiri... yakni logikanya sbb :
Keadilan akan jalan diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan
Diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan, maka Keadilan akan jalan
.

Jadi berangkat dari ungu, adanya ya cuma diperihal :
logis ato kagak di pov wilef ?
keterima ato kagak ?


Begimana pula sebuah logika berupa ungu diminta "coba jelaskan logiknya begimana", wilef.

Ilustrasi kan juga udah saya sampaikan.

sikon :
Pembantai satu keluarga tidak/belon ketangkep.
(atopun dibebaskan Presiden secara gak adil).
(atopun tetep idup bebas, hepi hepi, lalu mati)

oda bilang : (di proceed)
si pembantai akan menerima ganjarannya

secara detail di proceed :
orang yg bersalah di pov Law akan menerima ganjarannya

secara di precede :
Keadilan akan jalan thdp si pembantai.

Kalo wilef tanya :
kok oda berpendapat spt demikian ?

maka oda jawab :
well ... ketimbang saya berpendapat [Keadilan itu tidak ada] ataupun [Keadilan itu ada, tapi gak jalan] ya saya pilih berpendapat [Keadilan itu ada dan jalan], wilef.

Kalo wilef minta :
coba oda buktikan bhw Keadilan itu ada dan jalan

maka oda :
it's a believe system, wilef.
jadi ya gak bisa dibuktikan ke orang laen karena cuma angan2 bodong.
Belon tentu emang bener2 ada itu Keadilan, apalagi jalan. Mungkin2 aja Keadilan itu gak ada, apalagi jalan - atopun Keadilan itu ada, tapi gak jalan. Anyway, saya tetep memilih berpendapat bahwa Keadilan itu ada dan jalan  :char11:
« Last Edit: February 23, 2017, 02:59:54 AM by odading »
February 23, 2017, 08:41:38 AM
Reply #151
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
hehehe... mao ngejebak saya ni yeeeee....  ;D
 Nggak bisa dijelaskan, karena yang saya ajukan itu ya udah sebuah logika. A believe system.
Begimana pula sebuah logika lalu diminta berupa "coba jelaskan logiknya begimana", wilef.

So... berangkat dari logika saya sendiri... yakni logikanya sbb :
Keadilan akan jalan diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan
Diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan, maka Keadilan akan jalan
.

Jadi berangkat dari ungu, adanya ya cuma diperihal :
logis ato kagak di pov wilef ?
keterima ato kagak ?


Begimana pula sebuah logika berupa ungu diminta "coba jelaskan logiknya begimana", wilef.

Ilustrasi kan juga udah saya sampaikan.

sikon :
Pembantai satu keluarga tidak/belon ketangkep.
(atopun dibebaskan Presiden secara gak adil).
(atopun tetep idup bebas, hepi hepi, lalu mati)

oda bilang : (di proceed)
si pembantai akan menerima ganjarannya

secara detail di proceed :
orang yg bersalah di pov Law akan menerima ganjarannya

secara di precede :
Keadilan akan jalan thdp si pembantai.

Kalo wilef tanya :
kok oda berpendapat spt demikian ?

maka oda jawab :
well ... ketimbang saya berpendapat [Keadilan itu tidak ada] ataupun [Keadilan itu ada, tapi gak jalan] ya saya pilih berpendapat [Keadilan itu ada dan jalan], wilef.

Kalo wilef minta :
coba oda buktikan bhw Keadilan itu ada dan jalan

maka oda :
it's a believe system, wilef.
jadi ya gak bisa dibuktikan ke orang laen karena cuma angan2 bodong.
Belon tentu emang bener2 ada itu Keadilan, apalagi jalan. Mungkin2 aja Keadilan itu gak ada, apalagi jalan - atopun Keadilan itu ada, tapi gak jalan. Anyway, saya tetep memilih berpendapat bahwa Keadilan itu ada dan jalan  :char11:
Terus ente dengan sok-nya mengatakan orang yang berpendapat beda dengan ente sebagai orang yang gak mikir?

Heran, ente begitu pedenya dengan belief system yang berasal dari angan-angan bodong diri sendiri sampai ngatain orang lain gak mikir..
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
February 23, 2017, 09:22:07 AM
Reply #152
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
hehehe... mao ngejebak saya ni yeeeee....  ;D

Oda kira itu jebakan Batman?
Tidaklah YAAO, ;D ;D
 tapi kalau kejebak sendiri, ya... salah sendiri lah

ternyata Oda termasuk "lawan" yg saaangaaat TANGGUH :afro: :afro:

Quote from: ]

 Nggak bisa dijelaskan, karena yang saya ajukan itu ya udah sebuah logika. A believe system.
Begimana pula sebuah logika lalu diminta berupa "[i
coba jelaskan logiknya begimana[/i]", wilef.

Berarti bukan sebuah logika oda, tapi A believe system.

Quote from: ]

So... berangkat dari logika saya sendiri... yakni logikanya sbb :
[color=purple
Keadilan akan jalan diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan
Diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan, maka Keadilan akan jalan[/color].

Jadi berangkat dari ungu, adanya ya cuma diperihal :
logis ato kagak di pov wilef ?
keterima ato kagak ?

jika saya tdk salah nagkeep, maka oda berpendapat
bhw apapun yg dilakukan manusia, sistem keadilan akan berjalan dengan sendirinya (cmiiw)

Sebagai “ A believe system”, rasa-rasanya bisa wilef terima juga

Quote from: ]

Begimana pula sebuah logika berupa ungu diminta "[i
coba jelaskan logiknya begimana[/i]", wilef.

Ilustrasi kan juga udah saya sampaikan.

sikon :
Pembantai satu keluarga tidak/belon ketangkep.
(atopun dibebaskan Presiden secara gak adil).
(atopun tetep idup bebas, hepi hepi, lalu mati)

oda bilang : (di proceed)
si pembantai akan menerima ganjarannya

secara detail di proceed :
orang yg bersalah di pov Law akan menerima ganjarannya

secara di precede :
Keadilan akan jalan thdp si pembantai.

Ya itulah masalahnya oda
Kita tdk pernah tahu item2 apa saja dlm kehidupan kita yg kita terima sebagai bagian dari keadilan dlm “A believe system”   tersebut.

Karena ganjarannya adalah “unknown”, maka ketika seseorang pembantai,  malah tetap saja nyaman hidupnya didunia,  kita tdk dapat berkata bhw  keadilan tdk ada.

Terkait dgn pembantaiandlm illustarsi :

Walaupun sipembantai menjalani hidup yg nyaman didunia maupun di ahirat,

Seharusnya kita tetap dapat berkata :

Bhw keadilan tetap berjalan/ terjadi

Quote from: ]

Kalo wilef tanya :
kok oda berpendapat spt demikian ?

maka oda jawab :
well ... ketimbang saya berpendapat [Keadilan itu tidak ada
ataupun [Keadilan itu ada, tapi gak jalan] ya saya pilih berpendapat [Keadilan itu ada dan jalan], wilef.

Kalo wilef minta :
coba oda buktikan bhw Keadilan itu ada dan jalan

maka oda :
it's a believe system, wilef.
jadi ya gak bisa dibuktikan ke orang laen karena cuma angan2 bodong.
Belon tentu emang bener2 ada itu Keadilan, apalagi jalan. Mungkin2 aja Keadilan itu gak ada, apalagi jalan - atopun Keadilan itu ada, tapi gak jalan. Anyway, saya tetep memilih berpendapat bahwa Keadilan itu ada dan jalan :char11:

Saya sepakat dengan biru

namun bukan dlm konteks, ketika seorang berbuat salah, harus dihukum.

dihukum atau tdk dihukum, keadilan tetap berjalan
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
February 23, 2017, 08:23:02 PM
Reply #153
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
jika saya tdk salah nagkeep, maka oda berpendapat
bhw apapun yg dilakukan manusia, sistem keadilan akan berjalan dengan sendirinya (cmiiw)
Bukan bold. Melainkan [diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan], wilef.
So... precede nya ini based on our observation (human).

Misal ilustrasi di perihal keadilan manusia adalah :
mengetahuinya kita si pembantai yang dibebaskan oleh Presiden secara tidak adil ---> keadilan nggak jalan.

Misal ilustrasi di perihal keadilan dibumi adalah :
Mengetahuinya kita ada pembantai hidup senang2 - sementara ada orang yg baik hidup sangat miskin.

Quote
Sebagai “ A believe system”, rasa-rasanya bisa wilef terima juga
Nah... berangkat dari hal precede tsb, proceed-nya adalah a believe system. Dimana versi saya berupa Keadilan itu akan jalan.

Lanjutan ilustrasi :
semisal saya ngliat pada hari ini tgl 23 Feb 2017
si pembantai idup senang-senang - ada kenalan saya orang baik hidup menderita karena miskin
Maka saya berpendapat bhw Keadilan akan jalan thdp kedua orang tsb.

Besoknya saya masih ngliat sikon yang sama, maka pendapat saya tetep.
seterusnya s/d 10 tahun kemudian saya masih ngliat sikon yang sama, maka pendapat saya tetep.

A. 15 tahun kemudian saya tidak tau apa apa lagi mengenai kedua orang tsb, pendapat saya tetep.[/sub]
B. 15 tahun kemudian saya mengetahui bahwa kedua orang tsb mati dalam sikon yang sama, pendapat saya tetep.

Quote
Ya itulah masalahnya oda
Kita tdk pernah tahu item2 apa saja dlm kehidupan kita yg kita terima sebagai bagian dari keadilan dlm “A believe system” tersebut.
Tidak perlu tau, wilef.

Quote
Karena ganjarannya adalah “unknown”, maka ketika seseorang pembantai,  malah tetap saja nyaman hidupnya didunia,  kita tdk dapat berkata bhw  keadilan tdk ada.
Nah itu. Kalimat wilef diatas itu ada di preceding point, based on our observation (human).

Proceeding point-nya saya masuk ke "believe system".  Jadi berupa sbb :
walopun based on our observation keadilan itu tidak ada thdp kedua orang tsb - namun saya percaya bhw Keadilan akan jalan thdp kedua orang tsb

Betul, pada ungu - saya tidak ada menggunakan kalimat "Keadilan Tuhan", karena bukan fokus saya.
Dilain sisi, mungkin kalo secara dari sisi Kekristenan, (MUNGKIN loh ya... saya gak tau bener apa kagak), kalimat ungu saya mungkin jadi berupa :
walopun based on our observation keadilan itu tidak ada thdp kedua orang tsb - namun saya percaya bhw Keadilan Tuhan akan jalan thdp kedua orang tsb

Bagi saya, it doesn't matter.
Karena baik itu kosakata [Keadilan] saja, ataupun kalimat [Keadilan Tuhan] ---> ini ya tetep aja di perihal Keadilan.

Quote
Saya sepakat dengan biru.
namun bukan dlm konteks, ketika seorang berbuat salah, harus dihukum.
Oleh karena itu saya menggunakan ilustrasi ekstrim, wilef. Yakni berupa pembantaian.  :char11:

Logikanya sbb :
Diketika saya berpendapat bhw [si pembantai itu akan menerima hukumannya],
wilef sependapat ato kagak ?

IMO, respond wilef thdp pendapat saya itu bisa "biner oposisi", bisa pula "abstain", bisa pula "sependpat"

case-A
apabila jawaban dari pertanyaan "wilef sependapat ato kagak ?" berupa "kagak sependapat" ---> maka ini artinya di pov wilef [si pembantai itu tidak akan menerima hukumannya] ---> oleh karena itu wilef jawab [nggak sependapat]. (biner oposisi)
Disini otomatis saya udah nggak bisa melanjutkan lagi pendapat saya lebih jauh

case-B
Apabila jawabannya berupa "tidak tau" ---> maka ini artinya [wilef ragu apakah si pembantai tsb akan menerima hukumannya ato kagak] ---> oleh karena itu wilef jawab [nggak tau]. (abstain).
Disini otomatis saya udah nggak bisa melanjutkan lagi pendapat saya lebih jauh

case-C
apabila jawaban dari pertanyaan "wilef sependapat ato kagak ?" berupa "Ya... saya sependapat dgn oda" ---> maka ini artinya pendpat wilef idem dengan oda ---> [si pembantai itu akan menerima hukumannya]
Disini masih memungkinkan saya melanjutkan lagi pendapat saya lebih jauh.

bersambung
February 23, 2017, 08:23:15 PM
Reply #154
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Quote
dihukum atau tdk dihukum, keadilan tetap berjalan
Saya nggak mengerti dengan kalimat wilef diatas, karena mungkin wilef salah tangkep maksud saya ato saya yang salah tangkep maksud wilef pada sepenggal kalimat diatas. Hehehe....  :char11:

Anyway, versi saya sendiri dari sepenggal kalimat di quote atas tsb adalah :
yang coklat itu yg precede ---> based on our observation :
X. Diketahui si pembantai di penjara 15 tahun oleh negara.
so, keadilan manusia jalan thdp si pembantai tsb.

Y. Diketahui si pembantai tidak dihukum malah dibebaskan.
so, keadilan manusia thdp si pembantai tidak jalan .

Z. Diketahui si pembantai masih berkeliaran, belon ketangkep
so, keadilan manusia thdp si pembantai belon jalan.

Sedangkan yang ijo itu adalah yang proceed ---> a believe system ketika Y or Z.

TAPI,
pengajuan kalimat wilef yg di quote atas itu bukan yg sedang saya maksudkan.
Yang saya maksudkan lebih berupa sbb :

Nomor-1
tanpa perlu X Y Z, saya udah duluan bilang bahwa [si pembantai itu akan menerima hukumannya].
Ini lebih berupa didalam pengertian [siapapun dia, orang yang membantai akan menerima hukumannya].
So, diketika saya mengetahui suatu peristiwa dimana satu keluarga dibantai oleh seseorang, yang saya pendapati itu ya idem, yakni [orang yang membantai (dalam hal ini si pembantai satu keluarga tsb) akan menerima hukumannya].

Jadi disini udah duluan berupa a believe system. Saya tidak tau apakah penjahat ini akan ketangkep lalu di penjara, saya tidak tau apakah setelah ketangkep namun secara tidak adil dbebaskan oleh Presiden, saya tidak tau apakah penjahat ini tidak ketangkep-tangkep. Namun saya tetep berpendapat [si pembantai itu akan menerima hukumannya]. Dan ini ada di point proceed. Precede-nya adalah saya berpendapat [Keadilan itu akan jalan thdp si pembantai] ---> dimana di point ini saya tidak memfokuskan [apakah itu keadilan negara / manusia - apakah itu keadilan Tuhan].

Nomor-2
waktu berjalan, dan saya ternyata mempunyai pengetahuan yang berupa event Y atopun Z.
Namun pendapat saya itu TETEP, hanya saja sekarang ditambahin dgn preceding point yg based on observation. Jadinya berupa sbb : [walopun Y atopun Z, Keadilan itu akan jalan thdp si pembantai].

Nomor-3
akibat dari perihal nomor-2, saya jadinya juga tidak memerlukan observasi / pengetahuan. Karena penyampaian pendapat saya jadinya bisa berupa [pabila keadilan manusia/dibumi tidak jalan, Keadilan itu akan jalan thdp si pembantai] di saat saya mengetahui satu keluarga dibantai sso.

Finally,
saya nggak bisa mengajukan yg wilef tulis berupa :
Quote
dihukum atau tdk dihukum, keadilan tetap berjalan

Karena di pov saya, preceding point [Keadilan akan jalan thdp si pembantai tsb] ---> proceeding pointnya adalah [si pembantai akan menerima ganjarannya] ---> ini bertolak belakang dengan coklat dari wilef.

Model saya juga berlaku secara kebalikannya.
Based on observation, ada orang baik namun hidup menderita --->Keadilan akan jalan thdp orang ybs ini (nomor-2).

Selanjutnya jadi berupa :
Pabila keadilan manusia / dibumi tidak jalan thdp sso yg model demikian, Keadilan itu tetep jalan thdp org ybs. (nomor-3)

Dimana
Keadilan akan jalan thdp orang ybs ini ---> precede
Orang ybs ini akan menerima ganjarannya ---> proceed.
dalam ilustrasi ini "orang ybs" = orang baik namun hidup menderita

Semua diatas cuma logika saya yang ada di "believe system".
Anyway, semisal saya mau sok sokan Alkitabiah - maka saya akan ajukan kisah Lazarus dan orang kaya.
Misal, di tgl 1 Jan 2000 saya denger ada terjadi orang kaya nggak perduli dgn orang miskin. Maka di tgl yang sama saya berpendapat [Keadilan akan jalan thdp kedua orang tsb] ---> [kedua orang ybs akan mendapatkan ganjarannya]. Seterusnya kedepan, ditiap saat saya denger sikon yang sama, pendapat saya tetep. Sampai disuatu ketika saya mengetahui kedua orang tsb mati, pendapat saya tetep.  :char11:
February 24, 2017, 03:57:05 PM
Reply #155
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 925
So... berangkat dari logika saya sendiri... yakni logikanya sbb :
Keadilan akan jalan diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan
Diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan, maka Keadilan akan jalan
.

Keadilan Tuhan tetap jalan selamanya tidak tergantung kepada praktek keadilan manusia bung.'

Opinimu hanya ajaran manusia yang bisa menyesatkan,lain tidak.
February 24, 2017, 07:02:27 PM
Reply #156
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
 
Bukan bold. Melainkan [diketika keadilan manusia / dibumi nggak jalan], wilef.
So... precede nya ini based on our observation (human).

oda tdk konsisten analisisnya.

kalau kita konsiten, makam itu kan sama maksudnya oda, coba lkita runut :

1.   Ketika keadilan manusia /dibumi jalan ===>  “A beleieve Systemya”  udh jalan
2.   Ketika keadilan manusia/ dibumi tidak jalan ===> ‘A Believe systemnya juga otomatis jalan berupa yg   Unknown

Berdasarkan 1 dan 2, maka dapat disimpulkan :

apapun yg dilakukan manusia, sistem keadilan akan berjalan dengan sendirinya

Saya nggak mengerti dengan kalimat wilef diatas, karena mungkin wilef salah tangkep maksud saya ato saya yang salah tangkep maksud wilef pada sepenggal kalimat diatas. Hehehe....  :char11:

Anyway, versi saya sendiri dari sepenggal kalimat di quote atas tsb adalah :
yang coklat itu yg precede ---> based on our observation :
X. Diketahui si pembantai di penjara 15 tahun oleh negara.
so, keadilan manusia jalan thdp si pembantai tsb.

Y. Diketahui si pembantai tidak dihukum malah dibebaskan.
so, keadilan manusia thdp si pembantai tidak jalan .

Z. Diketahui si pembantai masih berkeliaran, belon ketangkep
so, keadilan manusia thdp si pembantai belon jalan.

kembalilagi inkonsistensi oda ;D

kan kita sdh sepakat, bhw ganjaran atas suatu kesalahan itu adalah “Unknown”, benar nggak oda?

Nah jika kita sepakat bhw ganjarannya "unknown" maka :

X nya oda : Unknown, terdiri adari apa saja boleh kan, dan tidak harus berupa penjara 15 tahun

Ganjaran sdh diterima wujudnya unknown==> keadilan sdh jalan.

Karena Unknown maka ganjarannya bisa berupa dihukum atau tdk dihukum

Sehingga

dihukum atau tdk dihukum, keadilan tetap berjalan

gitu oda


REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
February 25, 2017, 02:33:24 AM
Reply #157
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
 
oda tdk konsisten analisisnya.

kalau kita konsiten, makam itu kan sama maksudnya oda, coba lkita runut :

1.   Ketika keadilan manusia /dibumi jalan ===>  “A beleieve Systemya”  udh jalan
2.   Ketika keadilan manusia/ dibumi tidak jalan ===> ‘A Believe systemnya juga otomatis jalan berupa yg   Unknown
Hampir.   :D

Dan di tahap ini nggak memerlukan suatu kejadian dulu.


Quote
Berdasarkan 1 dan 2, maka dapat disimpulkan :

apapun yg dilakukan manusia, sistem keadilan akan berjalan dengan sendirinya
Karena ini lagi spesifik memakai ilustrasi pembantaian - maka pengajuannya berupa Ungu yang dibawah.

Quote
kan kita sdh sepakat, bhw ganjaran atas suatu kesalahan itu adalah “Unknown”, benar nggak oda?
Nah jika kita sepakat bhw ganjarannya "unknown" maka :
X nya oda : Unknown, terdiri dari apa saja boleh kan, dan tidak harus berupa penjara 15 tahun


Jadi begini maksud saya :
tidak diketahui sama sekali suatu peristiwa pembantaian.
So disini masih a believe system, logikanya sbb :
pabila ada orang membantai - maka ybs akan mendapat ganjarannya.

Suatu hari saya mengetahui ada peristiwa pembantaian lewat TV.
(skrg saya spesifik ke sso, yakni pembantai dari peristiwa yg saya ketahui tsb)
Saya bilang : si pembantai tsb akan mendapat ganjarannya.

Selanjutnya saya nggak tau apa apa lagi terkait peristiwa tsb.
Saya nggak tau apakah ybs ketangkep, apakah dibebaskan secara nggak adil, dlsb. Pokok saya sama sekali nggak punya pengetahuan apa apa kecuali pengetahuan yg disaat nonton TV tsb.
Maka yg saya bilang tetep oranye. Dan disini secara di pov saya SAJA (yg tidak mempunyai pengetahuan kelanjutan dari peristiwa tsb), ganjarannya tetep unknown. (sekalipun semisalnya pembantai itu ternyata sudah ketangkep dan diganjar negara). So, oranye saya disini sudah lagi spesifik ngerujuk ke suatu peristiwa yg dimana selanjutnya saya gak punya pengetahuan apa apa lagi thdp kelanjutan peristiwa tsb. Sementara Ungu tetep berlaku di setiap kali ada kejadian.

Blakangan lewat sekian lama, kebetulan saya nonton TV pas menceritakan bhw si pembantai akhirnya dijeblosin penjara oleh negara. Nah barulah disini di pov saya SAJA bhw keadilan telah jalan. Sampe disini saya sudah bisa utk gak urus lagi perihal ini. TITIK. Selesai.

NAMUN,
apabila saya menindak-lanjuti lagi dengan mengaitkan posibilitas, maka perihal posibilitasnya ini saya tidak ketahui. Akibatnya saya bilang : KALAU negara (yg udah ngejeblosin si pembantai ke penjara) itu tidak adil - maka Keadilan akan jalan thdp si pembantai tsb. Nah, disini ganjarannya  di pov saya kembali lagi menjadi unknown pabila prekondisi [KALAU] saya terpenuhi.

Quote
Ganjaran sdh diterima wujudnya unknown==> keadilan sdh jalan.

Karena Unknown maka ganjarannya bisa berupa dihukum atau tdk dihukum

Sehingga

dihukum atau tdk dihukum, keadilan tetap berjalan

gitu oda
Itu yang versi wilef. Yang versi saya nggak begitu.
Saya ngejegal lagi dengan pengajuan saya yang berupa ijo  :D

Kalo ngeliat versi coklat-biru wilef diatas terasa janggal kalo secara versi saya - karena jadinya sbb :
dihukum atau tdk dihukum, orang yang membantai akan mendapat hukumannya.

Oleh karena itu versi saya dua tahap (tanpa observasi, tanpa pengetahuan adanya suatu peristiwa pembantaian). Berupa :

pabila ada orang membantai - maka ybs akan mendapat ganjarannya.
Ganjarannya ? Unknown.

Selanjutnya "ngejegal" :
KALAU ada orang membantai namun keadilan manusia/dibumi tidak jalan thdp ybs - maka ybs tetep akan mendapat ganjarannya.
Ganjarannya ? Unknown.

bersambung
February 25, 2017, 02:33:40 AM
Reply #158
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Sebenernya ini simpel kok, wilef.
Ilustrasi :

Saya penguasa. Saya punya anak buah.
Saya punya Law ungu dan ijo. (Yang ijo, abaikan perihal manusia/dibumi).


Suatu hari ada event pembantaian.
Ungu berlaku.



Case-1.
Si pembantai ketangkep dan diadili oleh anak buah saya.

Saya mengetahui bahwa anak buah saya secara gak adil menjebloskan si pembantai 1 bulan.
Sementara di pov saya, setelah mempelajari kasus, si pembantai seharusnya diganjar 1 tahun.
Ijo berlaku. (karena [KALAU] nya terpenuhi)

Saya diemin itu si pembantai di ganjar 1 bulan lalu keluar penjara.
Selanjutnya saya sendiri yg menjalankan keadilan thdp si pembantai tsb.
Ganjarannya apa dan kapan ? itu rahasia saya
Pokok dijamin adil deh



Case-2
Idem kayak case-1, namun disini malah si pembantai dibebaskan sama sekali oleh anak buah saya.
Ijo berlaku. (karena [KALAU] nya ijo terpenuhi)

Saya sendiri yg menjalankan keadilan thdp si pembantai tsb.
Ganjarannya apa dan kapan ? itu rahasia saya
Pokok dijamin adil deh



Case-3.
Si pembantai nggak pernah ketangkep oleh anak buah saya.
Ijo berlaku. (karena [KALAU] nya ijo terpenuhi)

Saya sendiri yg menjalankan keadilan thdp si pembantai tsb.
Ganjarannya apa dan kapan ? itu rahasia saya
Pokok dijamin adil deh



Case-4.
Idem kayak case-1, namun disini anak buah saya dengan adil mengganjar si pembantai 1 tahun.
Case closed.



Apakah sampe disini wilef nangkep maksud saya ?
« Last Edit: February 25, 2017, 02:44:03 AM by odading »
February 25, 2017, 02:02:04 PM
Reply #159
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Sebenernya ini simpel kok, wilef.

kayaknya simpel oda, tapi karena oda tdk konsisten jadinya muter-muter :D

Quote from:  
Ilustrasi :

Saya penguasa. Saya punya anak buah.
Saya punya Law ungu dan ijo. (Yang ijo, abaikan perihal manusia/dibumi).


Suatu hari ada event pembantaian.
Ungu berlaku.



Case-1.
Si pembantai ketangkep dan diadili oleh anak buah saya.

Saya mengetahui bahwa anak buah saya secara gak adil menjebloskan si pembantai 1 bulan.
Sementara di pov saya, setelah mempelajari kasus, si pembantai seharusnya diganjar 1 tahun.
Ijo berlaku. (karena [KALAU] nya terpenuhi)

Saya diemin itu si pembantai di ganjar 1 bulan lalu keluar penjara.
Selanjutnya saya sendiri yg menjalankan keadilan thdp si pembantai tsb.
Ganjarannya apa dan kapan ? itu rahasia saya
Pokok dijamin adil deh



bentuk ganjarannya adalah rahasia, waktu pelaksanaannya juga rahasia, hanya diketahui oleh sang penguasa.

artinya tdk ada org yg bisa tahu apakah ganjaran sdh diterima abik secara waktu baik secara bentuk ganjarannya sendiri.


artinya  hanya sang penguasa yg tau kapan tepatnya keadilan tersebut terjadi/ terlaksana, kita sebagai halayak umum tdk pernah akan tau (baik untuk case 2 dst)

kan gitu jadinya oda!



REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)