Author Topic: pengampunan dosa ?  (Read 4153 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 09, 2017, 04:11:48 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1790
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Bold. Lah kan saya udah ajukan duluan sikonnya berupa : si pembantai itu di pov Tuhan adalah orang yang bersalah.

Yup

Quote from:  

Melibatkan perihal Kasih : ya 11-12 lah dgn si pembantai anak Presiden.
Karena itu anak yang dikasihi presiden, makanya aksi membantai satu keluarga tsb tidak ada hukumannya sama sekali.
Karena itu orang yg dikasihi Allah, makanya aksi membantai satu keluarga tsb tidak ada hukumannya sama sekali.

jangan dibalik, seolah-olah karena anak presiden lalu dikasihi, terus diampuni.

prosesnya yg benar adalah karena dikasihi (ini berlaku umum bagi semua penjahat), maka diampuni (bagi yg minta ampun/bertobat), lalu diangkat jadi anak.

Jadi bukan hanya sebatas  “dikasihi”,

 ini baru satu konsiderans berupa latar belakang, namun masih  banyak  konsiderans lainnya dalam pelaksanaannya. :D

Quote from:  

 Nggak prasangka, wilef.
Silahkan liat ungu saya. Kronologikanya sama.
 Lah. Saya sebenernya disini nggak sedang bermaksud diperihal Law-nya si anu VS Law-nya si una, wilef.

Yang saya maksudkan disini adalah di perihal LAW itu sendiri.

Di tgl 1 Jan 2001 pembantai satu keluarga ditangkep polisi.

di tanggal yang sama oda bilang :
A. Orang yang bersalah TENTU akan menerima ganjaran hukumannya (karma)
apa yang ditabur TENTU itu yang akan dituai
si pembantai TENTU akan menerima hukuman (ringan/berat hukuman-nya bukan fokus saya)


di tanggal yang sama orang laen bilang :
B. Orang yang bersalah BELON TENTU akan mendapatkan hukumannya
apa yang ditabur BELON TENTU itu yang akan dituai, tergantung pupuknya
si pembantai BELON TENTU akan menerima hukuman, tergantung si pembantai minta ampun ato kagak ke Presiden ... dan tergantung pula Presiden akan mengampuni ato kagak. Apabila Presiden mengampuni, maka si pembantai bebas total, gak dapet hukuman sama sekali. Apabila Presiden tidak mengampuni, maka si pembantai masuk penjara.


Nah, A itu adalah Law versi saya.
Konsisten, ini berlaku didalam model apa saja
(baik itu Law Tuhan, Law Jokowi, Law Donald Trump, dlsb)

Secara pov saya, pabila orang ngotot bahwa Law itu yang B KARENA itu Law Tuhan, maka artinya orang tidak bisa tereak2 "Tuhan itu Adil !", karena perihal Adil-nya Tuhan itu sendiri tidak bisa manusia ketahui. Orang bersalah mungkin akan menerima hukuman, mungkin pula gak akan menerima hukuman sama sekali.

Ok saya paham,

Intinya adalah,

Pertama, bhw ketika amnesti sdh dikeluarkan, maka semua hukuman ditiadakan.

Kedua, bahwa tidak semua pelanggaran bisa diamnesti

Untuk Hukum Negara : pembantaian keluarga sangat tipis kemungkinan mendapat amnesti.

Dosa yg tdk bisa diampuni :

a.Menghujat ROH KUDUS

Matius 12:32 dikatakan “Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang ROH KUDUS, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.”

b. Murtad (pendapat beberapa teolog)

•   1 Korintus 15:2, orang yang menyangkal iman di istilahkan sebagai orang yang “telah sia-sia menjadi percaya.” ,   Ibrani 6:4-6, orang yang menyangkal iman diistilahkan sebagai orang yang “menyalibkan lagi Anak Allah.”, Ibrani 10:38, orang yang menyangkal iman diistilahkan sebagai orang yang “mengundurkan diri.”

c.  Menyangkal Anak manusia (pendapat beberapa teolog)

Matius 10:32-33, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Ketiga, bahwa tidak semua pengajuan amnesti  akan dikabulkan walaupun bukan yang  butir kedua.

Quote from:  

Mohon jangan lupa,
perihal hukuman yg di versi saya itu bisa berupa apa saja dan ini dikarenakan adanya Law itu sendiri.


Lalu kenapa wilef yang mengajukan secara point-B bilang bhw itu kepastian ya ?
Bukankah itu adalah ketidakpastian ? yakni :
tergantung si pembantai mohon ampun ato kagak
tergantung pula permohonannya tsb dikabulkan ato kagak


Ada kepastian Hukum
Proses Amnesti memiliki kepastian hukum (sesuai ketentuan)
namun tdk bisa dipastikan siapa yg ahirnya menerima amnesti.

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
February 09, 2017, 04:37:35 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12866
    • fossil coral cantik
Kl dalam bernegara itu, ada perbuatan yg tidak akan dihukum jika korban memaafkan, ada jg perbuatan yg harus dihukum sekalipun sudah dimaafkan korban.
Oleh karena itu saya pakai ilustrasrinya pembantai, siip.

Quote
Kembali ke Alkitab.
Ada 1 nas di Alkitab ketika Tuhan memberikan authority kpd para rasul utk mengampuni dosa orang dan ketika mreka mengampuni, maka dosanya diampuni di hadapan Tuhan.
Namun ini bukan diperihal mengampuni siip, melainkan perihal ganjaran thdp orang yang melakukan kesalahan (Law).

Besokannya si pembantai dateng ke Yesus mohon ampun dgn tulus hati.
Yesus ngliat ketulusan hati si pembantai, permohonannya dikabulkan.
So, si pembantai dosa X (membantai satu keluarga dalam hal ini) diampuni oleh Tuhan.

Nah... pertanyaannya :
apakah itu sertamerta artinya MENIHILKAN hukuman ?
dan ini dikarenakan Yesus sudah mengampuni dosa orang tsb ?

lanjutannya :
taroh kata Law saat itu (secara adil) menghukum si penjahat masuk penjara.
Yesus setuju ato kagak dengan Law tsb ?

taroh kata Law saat itu (secara tidak adil) membebaskan si penjahat, totally bebas spt orang tidak bersalah.
Nah... selanjutnya bagaimana ?

Apakah Yesus akan menegur sistem Law tsb karena tidak adil sementara dilain sisi KARENA DiriNya sudah mengampuni si pembantai tsb ya si pembantai emang nggak perlu dihukum sama sekali ? Dengan kata lain, disini yang bersalah adalah sistem Law-nya ... sementara karena sudah diampuni, karena sudah dihapus kesalahan X nya, maka ya oke oke aja si pembantai tidak dihukum sama sekali oleh Law yang tidak adil tsb.

Muter lagi,
lalu kenapa Yesus menyalahkan sistem Law-nya yg tidak adil tsb ?
Bukankah dengan demikian artinya Yesus menghendaki sistem Law yang adil ?
Otomatis artinya kan sistem Law yang adil akan menjebloskan si penjahat ke penjara ?
Dengan demikian secara langsung, SEKALIPUN Dia sudah mengampuni si pembantai - bukankah artinya Law itu TETEP mesti jalan ? Yakni si pembantai di pov Yesus TETEP mesti menerima hukuman ?

Tidak adakah orang disini yang nangkep maksud saya ?  :char11:
« Last Edit: February 09, 2017, 04:56:29 PM by odading »
February 09, 2017, 04:52:30 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12866
    • fossil coral cantik
jangan dibalik, seolah-olah karena anak presiden lalu dikasihi, terus diampuni.
Nggak dibalik. Logikanya sama kan wilef :
Orang ybs itu di pov presiden layak diampuni.
Orang ybs itu di pov Tuhan layak diampuni.

Sekali lagi, tapi disini saya nggak lagi ngomongin perihal ampun-mengampuni.
Melainkan perihal ganjaran/hukuman thdp orang yang bersalah (Law).


Mohon kalo sempet wilef baca post saya yang buat siip diatas ya.


Quote
Proses Amnesti memiliki kepastian hukum (sesuai ketentuan)
namun tdk bisa dipastikan siapa yg ahirnya menerima amnesti.
Di post saya yang buat siip, Yesus telah mengampuni dosa si pembantai karena Dia ngliat ketulusan hati si pembantai sehingga di pov Yesus si pembantai layak diampuni, layak mendapatkan pengampunan.

TAPI ...
(mohon kelanjutannya wilef baca post saya yang buat siip diatas ya)
February 09, 2017, 05:02:36 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1790
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Ya... dijadikan sebagai perbanding bahwa ini adalah dua hal yang berbeda  :D.

So, it's completely different.

Latar belakang, proses, dan konsderansnya  tentu  sangat berbeda dan masing-masing tdk ada kaitannya sama sekali

Quote from:  

KALO Law Jokowi,
si pembantai yang jelas jelas bersalah di pov negara ---> PASTI akan dapet hukuman SEKALIPUN itu sudah ada pengampunan presiden. Mao itu tahanan luar kek, denda ceban kek, pokok PASTI si pembantai tidak akan lolos dari kesalahannya tsb.

Rakyat akan merasa tidak tenang hidup di NKRI apabila si pembantai yang jelas jelas bersalah di pov negara itu : MUNGKIN keluar ke pengadilan dgn ketawa-tiwi menuju Mall (karena amnestinya dikabulkan presiden) - MUNGKIN pula masuk penjara (karena amnestinya tidak dikabulkan presiden)

Untuk Negara, pembantai belum pernah dapat pengampunan/ amnesti dari president.

Quote from:  
KALO Law Tuhan,
si pembantai yang jelas jelas bersalah di pov Tuhan - MUNGKIN si pembantai akan dihukum, MUNGKIN pula si pembantai nggak dihukum.

Yup,

1. Pembantai yg minta ampun  dan sunguh2 bertobat pasti akan diberi pengampunan dan dibebaskan dari semua hukuman.


2. bagi yg tidak minta ampun  dan bertobat pasti tidak diampuni, dan pasti dapat hukuman.

Pertanyaannya, sipembantai masuk golongan mana? 1 atw 2?


Quote from:  
So, di time frame Yesus idup - si pembantai dianjurkan oleh orang Kristen untuk dateng ke Yesus memohon ampun. Apabila Yesus mengampuni dia, maka si pembantai tidak akan masuk penjara. Wong Tuhan aja nggak menghukum si pembantai - kok berani2nya manusia menjebloskan ke penjara.
 Wilef, kalimat diatas itu saya rasa pov wilef adanya di perihal sorga neraka. Saya disini nggak lagi ngomongin perihal sorga-neraka.

Itulah yg saya maksud bhw Law nya Yesus menyangkut perkara rohani, sementara Lawnya Jokowi menyangkut perkara bernegara, dua hal yg berbeda

Jadi yg diampuni Yesus, bukan berarti tdk masuk penjara, ini tdk ada kaitan bro

Quote from:  

Melainkan :
hukuman/ganjaran thdp orang yang bersalah itu PASTI ?
ataukah NGGAK JELAS karena nggak bisa diketahui ?
Point-nya disini lebih ke about Law.

Persyaratannya Lawnya bersifat pasti
namun pemenuhan terhadap persyaratan Law  tsbt tdk bisa kita pastikan, karena kita tdk maha tahu. ;D
disitulah letak ketidak pastiannya.

Quote from:  
Saya rasa disini nggak akan ada member Katolik yang kontra versi saya.
Karena (imo) ajaran Purgatory itu sendiri sudah menggambarkan karma.
Yang gak keburu "menebus" sewaktu masih idup - akan dilanjutkan "menebus"nya setelah mati.

Saya tdk menyalahkan keyakinan ttg purgatory, namun yg pasti saya tdk mengimani hal tersebut.



Quote from:  

So, si pembantai satu keluarga itu besokannya memohon ampun ke Tuhan ...
YA... dosanya si pembantai diampuni

Yup
dan kalau sdh diampuni, maka dia dibebaskan dari segala hukuman.

Quote from:  

lusanya si pembantai tsb mati
tidak sertamerta artinya si ybs itu nggak perlu "menebus" apa apa di alam kematian.
tidak sertamerta artinya si ybs "duduk disebelah kanan Allah" bersama para Kudus lainnya.

Saya tdk punya jawaban ttg tempat ybs setelah mati, namun sesuai keyakinan saya, ybs tdk perlu lagi menerima hukuman, dan nanti diahir dunia, dia akan masuk sorga.

Quote from:  
Nggak perlu dibedakan, wilef.

Memaafkan dan mengampuni, secara hukum berbeda oda,
jadi kudu dibedakan

Quote from:  

Kan versi saya :
Tuhan mengampuni dosa ---> tidak didalam artian MENIHILKAN ganjaran/hukuman.
Ganjaran/hukuman ada di Law. Law yang adil dan benar, ya pasti jalan-nya adil dan benar.

Tidak begitu oda,
 jika Tuhan sdh mengampuni, maka Tuhan tdk akan menghukum lagi.

Quote from:  

Kita pake itu ilustrasi si pembantai. Dari versi wilef sbb :
Jadi ada persyaratan yang MUNGKIN berhasil ... yakni si pembantai memohon ampun kepada Tuhan. Pabila permohonannya dikabulkan, dan besokannya si pembantai modar --- si pembantai "duduk disebelah kanan Allah" bersama para Kudus lainnya TERMASUK kemungkinan ada itu jiwa2 yang dia bantai.

Jangan dipelintir seolah2 ada persyaratan yg mungkin berhasil oda,

Persyaratan itu bersifat pasti, bukan bersifat mungkin,

namun tdk semua org pasti memenuhi persyaratan yg sdh pasti itu.

Ibaratnya syaratnya a,b,c,d,e,f dan bersifat pasti
Nah @oda mengajukan amnesti,
 pertanyaannya apakah @oda sdh pasti memenuhi a.b,c,d,e,f ketika mengajukan amnesti?

Jawaban pertanyaan inilah  yg tdk pasti


REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
February 09, 2017, 05:34:18 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12866
    • fossil coral cantik
Ibaratnya syaratnya a,b,c,d,e,f dan bersifat pasti
Nah @oda mengajukan amnesti,
 pertanyaannya apakah @oda sdh pasti memenuhi a.b,c,d,e,f ketika mengajukan amnesti?
Saya nggak perduli mengenai ada berapa banyak persyaratannya wilef.

Point-nya kan
layak ato kagak utk diampuni di pov Presiden ?
layak ato kagak utk diampuni di pov Tuhan ?

Anyway, berangkat dari ilustrasi yg saya sampaikan : di pov Yesus, si pembantai layak diampuni.
Oleh karena itu Yesus merespond "karena gue liat ketulusan hati lu memohon pengampunan, oke pembantai, dosa lu sudah gue ampuni"

oda :
YA... diampuni, namun apabila si pembantai itu di pov Yesus bersalah, maka TETEP Law akan jalan.
Si pembantai di pov Yesus tetep harus mendapatkan hukumannya.

wilef :
YA... diampuni, dengan demikian si pembantai di pov Yesus tidak perlu lagi mendapatkan hukuman apapun, tidak perlu dihukum sama sekali. Kan sudah diampuni. Otomatis hukuman yg ada dari pihak Law thdp si pembantai ya nggak boleh dilaksanakan.





Sekarang bandingkan dengan perempuan berzinah di Alkitab.
Dimana si perempuan nggak jadi kena hukuman rajam gara2 Yesus.

Taroh kata hukumnya itu bukan rajam, melainkan hukum denda.

Nah setelah si suami membawa ke sidang, keputusan sidang si perempuan bersalah.
Si perempuan mesti bayar ceban.

Karena Yesus mengampuni perempuan tsb,
apakah Yesus akan setuju si perempuan bayar ceban ?

ataukah Yesus akan mengajukan
"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama menagih ceban ke perempuan ini"

sehingga setelah sidang mendengar perkataan Yesus itu, si perempuan dibebaskan membayar ceban oleh sidang.
« Last Edit: February 09, 2017, 05:59:57 PM by odading »
February 09, 2017, 08:06:07 PM
Reply #45
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Lhaaaa ini malah saya yg jd bingung,
Sbentar alurnya rohani ehhh skrg alurnya mbahas rohani vs hukum legal.

Wakwaaaaawwww.

Namun ini bukan diperihal mengampuni siip, melainkan perihal ganjaran thdp orang yang melakukan kesalahan (Law).

Besokannya si pembantai dateng ke Yesus mohon ampun dgn tulus hati.
Yesus ngliat ketulusan hati si pembantai, permohonannya dikabulkan.
So, si pembantai dosa X (membantai satu keluarga dalam hal ini) diampuni oleh Tuhan.

Nah... pertanyaannya :
apakah itu sertamerta artinya MENIHILKAN hukuman ?
dan ini dikarenakan Yesus sudah mengampuni dosa orang tsb ?

lanjutannya :
taroh kata Law saat itu (secara adil) menghukum si penjahat masuk penjara.
Yesus setuju ato kagak dengan Law tsb ?

taroh kata Law saat itu (secara tidak adil) membebaskan si penjahat, totally bebas spt orang tidak bersalah.
Nah... selanjutnya bagaimana ?

Apakah Yesus akan menegur sistem Law tsb karena tidak adil sementara dilain sisi KARENA DiriNya sudah mengampuni si pembantai tsb ya si pembantai emang nggak perlu dihukum sama sekali ? Dengan kata lain, disini yang bersalah adalah sistem Law-nya ... sementara karena sudah diampuni, karena sudah dihapus kesalahan X nya, maka ya oke oke aja si pembantai tidak dihukum sama sekali oleh Law yang tidak adil tsb.

Muter lagi,
lalu kenapa Yesus menyalahkan sistem Law-nya yg tidak adil tsb ?
Bukankah dengan demikian artinya Yesus menghendaki sistem Law yang adil ?
Otomatis artinya kan sistem Law yang adil akan menjebloskan si penjahat ke penjara ?
Dengan demikian secara langsung, SEKALIPUN Dia sudah mengampuni si pembantai - bukankah artinya Law itu TETEP mesti jalan ? Yakni si pembantai di pov Yesus TETEP mesti menerima hukuman ?

Tidak adakah orang disini yang nangkep maksud saya ?  :char11:

Bgini Odaaaa,
Hukum legal is hukum legal.
Pngampunan rohani is pngampunan rohani.

Tuhan okelah mngampuni, manusia jg mngampuni, maka pelaku dosanya diampuni,
Tp hukum hrs jalan trus.

Di indonesia yg bisa mhapus suatu hukuman adl presiden, kl presiden diem aja ya org itu tetep dihukum.
Di amrik kuasa di tangan gubernur, ya dialah yg berwenang.

Negara punya hukum legal, hukum legal ada aturannya sendiri.
Tuhan menjalankan keadilan via hukum legal suatu negara.

------

Di israel ada hukum taurat.
Taurat ini dr Tuhan.
Di dalam hukum ini diatur ksalahan dan hukumannya dan bgmn ganjarannya dan bgmn mhapuskannya.

Nah, gimana kl ada prempuan zinah lalu Tuhan Yesus lgs ampuni, apakah prempuan ini lolos dr hukuman rajam?

Ya ngga donkkk.

Prempuan tsb tetap hrs diproses ssuai hukum yg berlaku. 
Dia tetap hrs diadili.

Nahhhh, dlm kasus tsb Tuhan nunggu2 aja kan siapa yg mau lempar batu.
Krn ngga ada yg mau lempar batu, krn yg mnuduh, yg berperkara pd pergi smua maka peradilan ngga jalan.
Maka bebaslah prempuan itu.

Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 09, 2017, 10:40:04 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Tidak adakah orang disini yang nangkep maksud saya ?  :char11:
Tidak ada...

Ya gimana mau nangkep kalo parameternya beda: hukum negara dibanding hukum Tuhan. Contohnya yang kayakmana sih Pak oda?

Quote
Sekarang bandingkan dengan perempuan berzinah di Alkitab.
Dimana si perempuan nggak jadi kena hukuman rajam gara2 Yesus.

Taroh kata hukumnya itu bukan rajam, melainkan hukum denda.

Nah setelah si suami membawa ke sidang, keputusan sidang si perempuan bersalah.
Si perempuan mesti bayar ceban.

Karena Yesus mengampuni perempuan tsb,
apakah Yesus akan setuju si perempuan bayar ceban ?

ataukah Yesus akan mengajukan
"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama menagih ceban ke perempuan ini"

sehingga setelah sidang mendengar perkataan Yesus itu, si perempuan dibebaskan membayar ceban oleh sidang.
Masa yang ini mau dijadikan contoh?
February 10, 2017, 12:46:09 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12866
    • fossil coral cantik
Lhaaaa ini malah saya yg jd bingung,
Sbentar alurnya rohani ehhh skrg alurnya mbahas rohani vs hukum legal.
kok jadi ke rohani sih ya ? maksud saya adalah yang berasalah itu pasti akan dapet ganjarannya ato kagak, siip ?

Quote
Bgini Odaaaa,
Hukum legal is hukum legal.
Pngampunan rohani is pngampunan rohani.
Oke.
Sekarang saya tanya : orang yang nggak dapet pengampunan rohani hukumannya begimana ?

Kalo siip jawab : masuk neraka

maka oda : well, udah dari awal kan udah sempet saya kasi tau bahwa : saya nggak sdg brmksd ngomongin perihal sorga-neraka kooooook.... :D

Quote
Negara punya hukum legal, hukum legal ada aturannya sendiri.
Tuhan menjalankan keadilan via hukum legal suatu negara.
Lah ya itu. Kan udah saya kasi ilustrasinya, setelah si pembantai ketemu Yesus dan Yesus kasih pengampunan ... sementara Law saat itu memvonis si pembantai masuk penjara namun presiden (secara tidak adil) membebaskan si pembantai shg sama sekali tidak mendapat hukuman, jadi begimana Yesus ?

Quote
Nahhhh, dlm kasus tsb Tuhan nunggu2 aja kan siapa yg mau lempar batu.
Lah... nunggu2nya itu setelah ngomong : "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

Quote
Krn ngga ada yg mau lempar batu
Ya terang aja ga ada yang lempar batu karena semua pernah berbuat dosa.

Sekarang sikon-nya kita ganti, didalam sidang pengadilan ada Yesus disitu.
Di pov Yesus, si perempuan bersalah - namun Dia mengampuni dosa berzinah si perempuan.
Di pov sidang, si perempuan juga bersalah, berzinah, mengkhianati suami.
Sidang memutuskan si perempuan dipenjara 5 tahun.

Apakah Yesus akan berkata : "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama menjebloskan dia ke penjara" (???)
« Last Edit: February 10, 2017, 01:18:53 AM by odading »
February 10, 2017, 12:57:11 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12866
    • fossil coral cantik
Tidak ada...
Ya gimana mau nangkep kalo parameternya beda: hukum negara dibanding hukum Tuhan.
Saya nggak membandingkan, bla. Karena di pov saya : Hukum Negara "sejalan" dengan hukum Tuhan. Law is Law. Adil dan benar.

TAPI, hukum negara adalah manusia.
Manusia didalam posibilitas error.
Yang bersalah mestinya dihukum - jadinya bebas karena dapet pengampunan presiden.

Selanjutnya mohon bla liat contoh kasus-nya dibawah ini.

Quote
Contohnya yang kayakmana sih Pak oda?
Udah kok saya kasih contoh di post yang buat siip.

Simpelnya begini :
Sidang memutuskan si pembantai bersalah. Vonis 10 tahun penjara. Namun ternyata si pembantai dapet pengampunan dari presiden(secara tidak adil) yg membebaskan si pembantai, sehingga dia sama sekali tidak mendapat hukuman. Keluar sidang PERCIS sbg orang yang tidak punya salah.
Besokannya si pembantai menemui Yesus dan dengan tulus hati memohon ampun ke Yesus.
Yesus mengetahui isi hati si pembantai, maka si pembantai Dia ampuni. So, CONFIRM si pembantai memang tidak perlu lagi mendapat hukuman sama sekali atas aksi membantainya tsb. Kan udah diampuni oleh Yesus.

Nah, sekarang saya tanya :
Yesus akan mengkritik si presiden ato kagak karena si presiden itu nggak adil ?
« Last Edit: February 10, 2017, 01:10:24 AM by odading »
February 10, 2017, 01:44:21 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12866
    • fossil coral cantik
Itulah yg saya maksud bhw Law nya Yesus menyangkut perkara rohani
Oke.

Sekarang saya tanya : orang yang nggak dapet pengampunan rohani hukumannya begimana ?

Kalo wilef jawab : masuk neraka

maka oda : well, udah dari awal kan udah sempet saya kasi tau bahwa : saya nggak sdg brmksd ngomongin perihal sorga-neraka kooooook....


Quote
sementara Lawnya Jokowi menyangkut perkara bernegara, dua hal yg berbeda
Oke. Sekarang Jokowi (secara tidak adil) membebaskan si pembantai shg tidak dapet hukuman sama sekali.

Besokannya si pembantai nemuin Yesus memohon ampun dgn tulus hati.
Yesus ngliat isi hati si pembantai, maka Yesus mengampuni dosa membantai orang tsb.



Quote
Jadi yg diampuni Yesus, bukan berarti tdk masuk penjara, ini tdk ada kaitan bro
apa yang tidak ada kaitannya, wilef ?

Yang saya tanya : si pembantai itu pasti akan dapet hukumannya ato kagak, wilef.

Presiden secara gak adil mengampuni si pembantai shg si pembantai tanpa hukuman sama sekali.
Yesus juga mengampuni si pembantai.

Nah, Yesus yg sudah mengampuni si pembantai tsb - di pov Yesus si pembantai harus tetep menerima ganjaran/hukuman ato kagak ?

Kalian kan jawab : KAGAK... kan udah diampuni Yesus.

oda : nah, Yesus akan mengkritik si presiden yang gak adil tsb ato kagak ?

Maka nurutin versi jawaban kalian, maka konsekwensi jawabannya adalah : KAGAK ... kan nggak ada kaitannya Law manusia dengan Law Tuhan.

Quote
Saya tdk menyalahkan keyakinan ttg purgatory
namun yg pasti saya tdk mengimani hal tersebut.
Kalo saya, Purgatory nggak perlu di-imani oleh saya. Selama itu logically possible, maka itu keterima oleh saya ... hehehe...  :char11:

Quote
Yup
dan kalau sdh diampuni, maka dia dibebaskan dari segala hukuman.
Segala hukuman. Dengan demikian ada banyak jenis hukumannya. Nah bisa wilef tolong kasih tau saya beberapa contoh misalnya hukuman tsb apabila si pembantai tidak diampuni ?

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)