Author Topic: pengampunan dosa ?  (Read 4197 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 10, 2017, 12:28:53 PM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
krn biasanya orang itu menganggap dosa ya hukumannya kekal (neraka)
mana ada yang langsung nyambung kalo kamu cuma nyebut pengampunan dosa tidak menihilkan hukuman tapi hukumannya dalam artian "hukuman fisik/law"

kok campur aduk kek gado2
Nggak campur aduk.
Di beberapa sumber Kekristenan di internet, barusan saya dapet baca bahwa ada Kekristenan yang menuntun ke kesimpulan saya bahwa : Karma (Law adil dan benar) itu nggak ada.

Setelah thread ini berjalan, justru sebaliknya : Karma (Law adil dan benar) itu ada DAN berjalan.

Karma yang saya sebut disini tidak didalam pengertian agama Buddha yg melibatkan reinkarnasi.

Quote
dosa itu ya udah pasti urusannya sama hukuman kekal
Ya... dan tidak sertamerta artinya Karma itu nggak ada.

Quote
ya udah jelas dong pengampunan dosa itu tidak menihilkan hukuman fisik
apa nyambungnya lagian....
Saya nggak spesifik di perihal hukuman fisik !
Orang ini hari mencuri, entah kapan dia akan mendapat ganjarannya atas perbuatannya tsb.
Dan ganjarannya ini tidak sedang saya maksudkan berupa fisik.

Orang ini hari memaafkan, entah kapan dia akan mendapat ganjarannya atas perbuatannya tsb.
Dan ganjarannya ini tidak sedang saya maksudkan berupa fisik.

Quote
sampe kapanpun presiden ngga akan bisa menyelami keadilan Tuhan
Nggak ada saya ngomongin perihal presiden mesti menyelami keadilan Tuhan. Cukup hal yang mendasar saja : LAW adil dan benar itu jalan.

Quote
makanya presiden / manusia itu kalo mengadili cuma melihat perbuatannya aja
ngga mungkin mengadili hatinya meskipun ditest pake mesin anti bohong
Lah ya itu. Makanya Law adil dan benar TETEP jalan, semisal presiden melakukan kesalahan (presiden tidak bermaksud secara tidak adil) shg si pembantai itu tidak mendapat hukuman sama sekali.

Quote
jgn dicampur aduk lg nih
Tidak ada yang dicampur aduk. JELAS kok itu berkoneksi.

Masih gak ngerti juga ?
February 10, 2017, 12:32:09 PM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
Lhoooo??? Ada selanjutnya????
Kirain udah toetoepppp.
hehehe... namanya juga odaaa....  :ashamed0002: :char11: :D

Quote
Law dari negara walau bukan langsung datang dari Tuhan tp scr prinsip adalah alat Tuhan.

Rm 13:4
Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.


So principally, state-law is God's law juga.

Itu KUHP Republik Indonesia adalah hukum Tuhan lho.

Di muka bumi ini hanya Hukum Taurat Israel yg langsung Tuhan berikan yg berfungsi ganda sbg State-Law plus Spiritual-Law.

Namun ya, segala jenis State-Law di muka bumi ini pasti inspired dari Torah.
Nggak akan beda jauh prinsipnya.
Ya. Malah saya berpendapat prinsip dasarnya sama ---> Law adil dan benar berjalan.

Tengkiuuuuu siip.
February 10, 2017, 12:32:29 PM
Reply #72
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Nahhhh intermezzo, mumpung lagi bahas law.

Dalam Hukum RI,
Jika seseorang menghina bendera merah putih, maka ia akan kena hukuman krn menghina negara.
Bendera merah putih itu diatur bagaimana penggunaannya scr spesifik.
Why? Krn bendera mnyatakan identitas negara, utk mbedakan negara satu dg negara lain, utk mnyatakan kamu itu negaranya apa dan sjauh mana kamu hormat sama negaramu.

Kita sepakat ya kl bendera merah-putih dan bgmn perlakuan terhadapnya tidak ada hubungan langsung dg spiritualitas seseorang.
Kl seseorang sangat hormat sama bendera merah-putih, bukan brarti dia very spiritual, tidak serta merta mnunjukkan bhw dia sangat saleh.

Nahhhhhh,
Ketentuan makanan haram di Torah adalah state-law, bukan spiritual-law.
Posisinya sama spt konteks bendera.
Ngga ada hubungannya dg spiritualitas, tetapi berhubungan dg identitas kebangsaan.

Ini intermezzo ajahhhhhh.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 10, 2017, 12:39:06 PM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9612
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Nggak campur aduk.
Di beberapa sumber Kekristenan di internet, barusan saya dapet baca bahwa ada Kekristenan yang menuntun ke kesimpulan saya bahwa : Karma (Law adil dan benar) itu nggak ada.

Setelah thread ini berjalan, justru sebaliknya : Karma (Law adil dan benar) itu ada DAN berjalan.

Karma yang saya sebut disini tidak didalam pengertian agama Buddha yg melibatkan reinkarnasi.

 Ya... dan tidak sertamerta artinya Karma itu nggak ada.

tetep campur aduk

Kristen emang ngga menganut karma bro
adanya hukum tabur tuai
itu mirip2 sm karma

Saya nggak spesifik di perihal hukuman fisik !
Orang ini hari mencuri, entah kapan dia akan mendapat ganjarannya atas perbuatannya tsb.
Dan ganjarannya ini tidak sedang saya maksudkan berupa fisik.

Orang ini hari memaafkan, entah kapan dia akan mendapat ganjarannya atas perbuatannya tsb.
Dan ganjarannya ini tidak sedang saya maksudkan berupa fisik.

tetep aja nggak nyambung

umumnya orang itu kalo ngomongin dosa ya akibatnya neraka

dosanya diampuni gak? pasti diampuni kalo dia minta ampun
tentang konsekuensinya itu ya bisa jadi itu tetap dia terima

gini aja udah ngga usah ribet2

Nggak ada saya ngomongin perihal presiden mesti menyelami keadilan Tuhan. Cukup hal yang mendasar saja : LAW adil dan benar itu jalan.
 Lah ya itu. Makanya Law adil dan benar TETEP jalan, semisal presiden melakukan kesalahan (presiden tidak bermaksud secara tidak adil) shg si pembantai itu tidak mendapat hukuman sama sekali.
 Tidak ada yang dicampur aduk. JELAS kok itu berkoneksi.

Masih gak ngerti juga ?

ya Law mah tetep jalan
ngga ada hubungannya antara law dan dosa
mau dia minta ampun dan dosanya diampuni juga itu mana menihilkan law yang berlaku di suatu negara sih?

ini kan kamu nyampur aduk
koneksi apanya coba?

dosa itu urusannya sama Tuhan
perbuatan yang melanggar hukum itu urusannya sama manusia
sekarang kamu mau koneksiin pelanggaran terhadap hukum Tuhan sama pelanggaran terhadap hukum manusia
mana bisa? udah jelas2 itu 2 hal yang berbeda

tentang kebetulan ada sebuah negara yang hukumnya itu sama dengan hukum Tuhan ya itu lain masalah lagi
February 10, 2017, 12:45:12 PM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
Nahhhh intermezzo, mumpung lagi bahas law.

Dalam Hukum RI,
Jika seseorang menghina bendera merah putih, maka ia akan kena hukuman krn menghina negara.
Bendera merah putih itu diatur bagaimana penggunaannya scr spesifik.
Why? Krn bendera mnyatakan identitas negara, utk mbedakan negara satu dg negara lain, utk mnyatakan kamu itu negaranya apa dan sjauh mana kamu hormat sama negaramu.

Kita sepakat ya kl bendera merah-putih dan bgmn perlakuan terhadapnya tidak ada hubungan langsung dg spiritualitas seseorang.
Kl seseorang sangat hormat sama bendera merah-putih, bukan brarti dia very spiritual, tidak serta merta mnunjukkan bhw dia sangat saleh.

Nahhhhhh,
Ketentuan makanan haram di Torah adalah state-law, bukan spiritual-law.
Posisinya sama spt konteks bendera.
Ngga ada hubungannya dg spiritualitas, tetapi berhubungan dg identitas kebangsaan.

Ini intermezzo ajahhhhhh.
Selama bold itu state-law (imo) ya ga masalah dijalankan.
Namun (imo)  "problem"nya [nggak makanan haram] itu tradisi.
Jadi pabila ada yang melanggar - maka (imo) ini spesifik hanya pelanggaran thdp kelompok yg menjalankan tradisi itu sendiri aja.
Dengan kata lain, pihak yg menjalankan tradisi ini nggak pas kalo "nyebrang" ngliat pihak yang nggak menjalankan tradisi ini ... misal dengan bilang "si anu dari oranye makan makanan haram, mesti diganjar"

laen cerita lagi, pabila si anu dari oranye ini sedang berada di wilayah/teritori ungu.
Maka disini ya mungkin akan terlibat perihal toleransi (either dari ungu or oranye).

Repotnya lagi, tradisi ini kemungkinan dikatakan dari Tuhan.
Akibatnya "ganjaran" itu ya datengnya dari Tuhan atopun atas perintah Tuhan.
Akibat selanjutnya, ya jadinya "sah" pihak ungu tereak "si anu dari oranye makan makanan haram, mesti diganjar"  :char11:
February 10, 2017, 01:16:06 PM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
umumnya orang itu kalo ngomongin dosa ya akibatnya neraka
Well, sudah saya define kok di awal post saya yang saya maksudkan. Makanya kalo orang baca bener bener, dia akan tau bahwa yang saya maksud disini bukan perihal sorga-neraka.

Quote
gini aja udah ngga usah ribet2
di pov mu ribet, karena kamu nggak nangkep maksud saya di awal thread. Sudah cukup jelas kok yang saya maksudkan di perihal [hukuman] di awal thread ini.

Quote
ya Law mah tetep jalan
ngga ada hubungannya antara law dan dosa
Orang yang berdosa/bersalah akan mendapatkan hukuman/ganjarannya. Nah... lu liat sendiri deh tuh. Kok masih aja bilang nggak ada hubungannya, sementara jelas2 didalam kalimat bold itu sendiri aja udah terdapat kosakata [dosa] dan [hukum]. Otak luh hen.

Quote
mau dia minta ampun dan dosanya diampuni juga itu mana menihilkan law yang berlaku di suatu negara sih?

ini kan kamu nyampur aduk
Jangan tunjukin kegobloganmu hen. Thread udah sekian halaman berjalan kok masih nggak nangkep2 juga ? Kok masih tulis "disuatu negara".

Quote
koneksi apanya coba?
pertanyaan bodoh dikarenakan isi otakmu itu diperihal [suatu negara VS Tuhan].

Quote
dosa itu urusannya sama Tuhan
perbuatan yang melanggar hukum itu urusannya sama manusia
bener bener kamu ga ngerti.

dosa = perbuatan yang melanggar hukum
Prinsip dasarnya adalah : BERSALAH dan akan menerima ganjaran/hukumannya.

So, mao itu urusannya sama manusia kek, sama Tuhan kek ...
dari pov Law itu sendiri, diketika ada pelanggaran maka itu SALAH.
Di pov Tuhan itu SALAH. Dan seharusnya di pov manusia juga itu SALAH.
Orang yang bersalah akan mendapatkan ganjaran/hukumannya.

Si pembantai bebas dari negara anu, lari ke negara una - bebas dari negara una, dlsb ---> ini TETEP aja di pov Law si pembantai bersalah. NGERTI ??  So, jangan goblog lagi dengan bawa bawa lagi perihal "suatu negara" deh.

Quote
sekarang kamu mau koneksiin pelanggaran terhadap hukum Tuhan sama pelanggaran terhadap hukum manusia
mana bisa? udah jelas2 itu 2 hal yang berbeda
oalaaah goblognyaaaa gak ketulungan.

Hukum/Law manusia = Hukum/Law Tuhan.
Liat di prinsip dasarnya. Jangan ngablu kemana mana.
Prinsip dasarnya : orang yang bersalah akan menerima hukuman/ganjarannya
Pabila di pov Tuhan si pembantai bersalah dan menerima hukuman/ganjarannya atas dosa X dia tsb,
maka seharusnya di pov manusia si pembantai bersalah dan menerima hukuman/ganjarannya atas dosa X dia tsb.

Namun manusia bisa error.
Akibatnya si pembantai bebas tidak dapat hukuman sama sekali.

Dari pihak manusia :
Hal yang adil dan benar nggak jalan thdp si pembantai shg tidak dpt hukuman/ganjaran apapun.

Dari pihak Law/Tuhan :
Hal yang adil dan benar tetep jalan thdp si pembantai dan akan dpt hukuman/ganjarannya.

Quote
tentang kebetulan ada sebuah negara yang hukumnya itu sama dengan hukum Tuhan ya itu lain masalah lagi
Nah tuh kan keliatan. Otakmu udah duluan berisi Law sebuah negara VS Tuhan.  :mad0261:
« Last Edit: February 10, 2017, 01:18:49 PM by odading »
February 10, 2017, 01:34:07 PM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9612
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Well, sudah saya define kok di awal post saya yang saya maksudkan. Makanya kalo orang baca bener bener, dia akan tau bahwa yang saya maksud disini bukan perihal sorga-neraka.
 di pov mu ribet, karena kamu nggak nangkep maksud saya di awal thread. Sudah cukup jelas kok yang saya maksudkan di perihal [hukuman] di awal thread ini.

itulah ribetnya ente
mencampur aduk smuanya

Orang yang berdosa/bersalah akan mendapatkan hukuman/ganjarannya. Nah... lu liat sendiri deh tuh. Kok masih aja bilang nggak ada hubungannya, sementara jelas2 didalam kalimat bold itu sendiri aja

maksudnya ganjarannya itu ya ganjaran dari Tuhan laaaaaa
bukannya ganjaran secara fisik

ini kan campur aduknya ente bro
orang berdosa itu ya kalo dapet ganjarannya dari Tuhan, misalnya disamber petir gitu ;D
orang kalo melanggar hukum ya dapet ganjarannya dari hukum tersebut

makanya saya bilang ini ngga ada hubungannya

udah terdapat kosakata [dosa] dan [hukum]. Otak luh hen.
 Jangan tunjukin kegobloganmu hen. Thread udah sekian halaman berjalan kok masih nggak nangkep2 juga ? Kok masih tulis "disuatu negara".
 pertanyaan bodoh dikarenakan isi otakmu itu diperihal [suatu negara VS Tuhan].
 bener bener kamu ga ngerti.

dosa = perbuatan yang melanggar hukum
Prinsip dasarnya adalah : BERSALAH dan akan menerima ganjaran/hukumannya.

So, mao itu urusannya sama manusia kek, sama Tuhan kek ...
dari pov Law itu sendiri, diketika ada pelanggaran maka itu SALAH.
Di pov Tuhan itu SALAH. Dan seharusnya di pov manusia juga itu SALAH.
Orang yang bersalah akan mendapatkan ganjaran/hukumannya.

jgn disamain dong

kalo melanggarnya hukum Tuhan ya Tuhan yang ngasih hukumannya
kalo melanggarnya law manusia ya Tuhan yang ngasih hukumannya

Hukum/Law manusia = Hukum/Law Tuhan.

nah ini ngaconya

mana ada berlaku itu prinsip demikian?

hukum manusia ya manusia, hukum Tuhan ya Tuhan

menurut hukum manusia melihat cewek dan menginginkannya ngga masuk penjara
menurut hukum Tuhan melihat cewek dan menginginkannya itu sudah berdosa

ngerti kagak bedanya?
jgn dicampur aduk ngga karuan plus ribet2 ngga jelas
February 10, 2017, 02:02:26 PM
Reply #77
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Selama bold itu state-law (imo) ya ga masalah dijalankan.
Namun (imo)  "problem"nya [nggak makanan haram] itu tradisi.
Jadi pabila ada yang melanggar - maka (imo) ini spesifik hanya pelanggaran thdp kelompok yg menjalankan tradisi itu sendiri aja.
Dengan kata lain, pihak yg menjalankan tradisi ini nggak pas kalo "nyebrang" ngliat pihak yang nggak menjalankan tradisi ini ... misal dengan bilang "si anu dari oranye makan makanan haram, mesti diganjar"

laen cerita lagi, pabila si anu dari oranye ini sedang berada di wilayah/teritori ungu.
Maka disini ya mungkin akan terlibat perihal toleransi (either dari ungu or oranye).

Repotnya lagi, tradisi ini kemungkinan dikatakan dari Tuhan.
Akibatnya "ganjaran" itu ya datengnya dari Tuhan atopun atas perintah Tuhan.
Akibat selanjutnya, ya jadinya "sah" pihak ungu tereak "si anu dari oranye makan makanan haram, mesti diganjar"  :char11:


Bener itu Oda,
Daaaaaan Taurat itu perjanjian antara Tuhan dg Israel tokkkk.

So kondisi yg kamu sub itu harusnya tidak terjadi.
Cuma ya itu, orang suka terlalu ekstrim, dipikirnya yg ekstrim2 akan mjadikan dia lebih mengabdi, lebih saleh, lebih bener.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 10, 2017, 02:26:19 PM
Reply #78
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 71
Nggak campur aduk.
Di beberapa sumber Kekristenan di internet, barusan saya dapet baca bahwa ada Kekristenan yang menuntun ke kesimpulan saya bahwa : Karma (Law adil dan benar) itu nggak ada.

Setelah thread ini berjalan, justru sebaliknya : Karma (Law adil dan benar) itu ada DAN berjalan.

Karma yang saya sebut disini tidak didalam pengertian agama Buddha yg melibatkan reinkarnasi.
 

bisakah oda menjelaskan karma yg disebut disini tdk didalam pengertian agama buddha, lalu menurut oda pengertian karma dalam agama buddha bagaimana ??
February 10, 2017, 02:47:00 PM
Reply #79
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Anyway, Yesus berkehendak "Hukum/Law"nya berjalan secara adil dan benar ato kagak, bla ?
Modus curiga: NYALA TERANG BENDERANG...

Bila kehendak yang dimaksud sinonim dengan keinginan, saya jawab YA.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)