Author Topic: Siapa dan Apakah YHVH (TUHAN) itu?  (Read 1689 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 16, 2017, 11:08:49 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Karena itulah .. selama Yesus hidup didunia ini, sekali lagi saya katakan .. selama Yesus hidup di dunia ini, Ia tidak lagi disebutkan sebagai Allah (BAPA), sebab Ia telah menjadi manusia, tetapi karena Roh-Nya adalah Roh Allah itu sendiri atau Roh Bapa itu sendiri, maka Ia disebutkan sebagai Anak Allah atau Tuhan ( Yohanes 1:14).
Salam ..

Bukankah substansi keilahian Yesus didunia tetap berada didalam diri-Nya,mengapa anda menganggapnya hanya memiliki sifat manusia saja ?

Bisakan substansi Allah tidak bersifat kekal melainkan bisa timbul tenggelam ?

Bukankah paham anda disebut juga Monothelitism yang sudah ditolak oleh Gereja Perdana itu.

« Last Edit: July 16, 2017, 11:11:34 AM by jamu »
July 16, 2017, 11:47:28 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Ah,paham anda ternyata kalau tidak salah adalah Oriental Orthodox Church berbeda dengan pandangan Eastern Orthodox Churches mengenai Yesus.

Mengapa anda tidak percaya Yesus memiliki dua sifat didalam satu pribadi-Nya ?

Apakah dasar Alkitabnya brur ?

Apakah yang inkarnasi itu Allah (Anak) ?

Apakah keilahian-Nya semula bisa hilang lenyap ketika inkarnasi ?
(===Penjelasan Halaman pertama ===)

Benar saudara ku, saya adalah jemaat Gereje Orthodox Oriental Suryani Antiokhia dan Gereja kami adalah Penerus dari Patriacht Antiokhia.

Begini saudara ku .. dalam forum disini, saya sudah sering berulang kali menjelaskan tentang pemahaman saya, tapi .. saya akan kembali menjelaskan kepada anda disini .. dan "MARI" kita lepaskan segala doktrin gereja kita, dan kembali kepada apa yang dituliskan dalam Alkitab, mari kita kosongkan pemikiran kita, terhadap apa yang kita ketahui selama ini, tentang Tritunggal.

Dalam pemahaman saya, makna Hakikat dan Pribadi itu adalah dua hal yang berbeda, dimana Hakikat itu memiliki pengertian sebagai Inti atau Dasar atau Sari dari pada segala sesuatu, dan Pribadi itu adalah personifikasi ataupun Eksistensi ataupun manifestasi dari pada Hakikat, sehingga jika dipertanyakan .. mana yang terlebih dahulu ada, Hakikat atau Pribadi, maka jawabnya yang pertama ada adalah "Hakikat", sebab Pribadi itu berasal dari perkataan Persona ( bahasa yunani ) yang artinya adalah Topeng atau Eksistensi, jadi pengertian "Pribadi" inilah yang "SEBENARNYA" merupakan kata Sifat ataupun Predikat dan Bukan Hakikat, sehingga dalam tata bahasa pembentukan kalimat, akan diperoleh bahwa Hakikat itu akan bertindak sebagai Subjek dan Pribadi akan bertindak sebagai Predikat ataupun Kata Sifat. ( Silahkan anda pelajari perbedaan kedua perkataan tersebut dalam kamus bahasa indonesia ).

Nah, kembali ke topik .. Yohanes 1:1 mengatakan .. Pada Mulanya adalah Firman, kemudian Firman yang dimaksut dalam Yohanes 1:1 inilah yang dinyatakan "MENJADI  MANUSIA" pada ayat selanjutnya di Yohanes 1:14.

Pertanyaan muncul .. mengapa Yohanes 1:1 tidak langsung saja mengatakan .. Pada Mulanya adalah Allah ? Seperti penjelasan saya pada anda dalam 1 Korintus 8 : 6, maka yang dimaksutkan dengan Allah itu adalah "Bapa", karena itulah Yohanes 1:1 tidak menuliskan Pada Mulanya adalah Allah, sebab jika dituliskan pada mulanya adalah Allah ( Bapa ), maka manusia akan dibawa pada pemahaman .. bahwa Anak adalah Ciptaan dari pada Bapa, tetapi penulis kitab yohanes sangat memahami betul, bahwa Hakikat Anak dan Bapa itu adalah sama, namun Eksistensi-Nya atau Kepribadian-Nya berbeda, karena itulah penulis kitab Yohanes menuliskan pada mulanya adalah "FIRMAN", artinya .. penulis kitab yohanes ingin "menjelaskan" pada manusia, bahwa Hakikat dari pada Allah itu adalah "FIRMAN" dan Hakikat itulah yang Inkarnasi menjadi manusia, artinya adalah .. penulis kitab yohanes ingin menjelaskan pada manusia, bahwa yang Inkarnasi itu "Bukan Kepribadian dari pada Sang Hakikat", melainkan yang inkarnasi itu adalah : Sang Hakikat sendiri ( Dalam hal ini, penulis kitab yohanes telah membedakan pengertian Hakikat dengan Kepribadian ).

Pertanyaan kedua muncul .. Jika sekarang kita telah memahami perbedaan antara Hakikat dengan Kepribadian, seperti yang dimaksutkan oleh penulis kitab yohanes tersebut, maka sekarang kita diperhadapkan pada pertanyaan berikutnya, yaitu : Siapakah Firman yang dimaksutkan oleh Penulis Kitab Yohanes tersebut ?
Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, kita dibawa pada penjelasan "satu-satunya di alkitab", yang dituliskan dalam Yeremia 51:57 .. Firman Sang Raja, YHVH semesta alam namanya, dan dalam cetakan yang berbeda, dituliskan .. Firman Sang Raja, Nama-Nya YHVH semesta alam ( Perlu anda ketahui, bahwa semua tulisan perkataan TUHAN dalam PL yang dituliskan dengan huruf capital semua, itu dalam bahasa aslinya adalah YHVH, namun karena sakralnya perkataan YHVH itu, maka diganti menjadi perkataan TUHAN dalam huruf kapital semua).

bersambung ke halaman ke dua...
July 16, 2017, 12:46:20 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
(===Penjelasan Halaman pertama ===)

Benar saudara ku, saya adalah jemaat Gereje Orthodox Oriental Suryani Antiokhia dan Gereja kami adalah Penerus dari Patriacht Antiokhia.

Oke bro jadi lebih jelas pemahaman anda bagi saya.

Quote
Begini saudara ku .. dalam forum disini, saya sudah sering berulang kali menjelaskan tentang pemahaman saya, tapi .. saya akan kembali menjelaskan kepada anda disini .. dan "MARI" kita lepaskan segala doktrin gereja kita, dan kembali kepada apa yang dituliskan dalam Alkitab, mari kita kosongkan pemikiran kita, terhadap apa yang kita ketahui selama ini, tentang Tritunggal.

Saya sangat setuju dengan pendirian anda ini brur,karena kita sedang berargumentasi didalam forum Kristen disini.

Quote
Dalam pemahaman saya, makna Hakikat dan Pribadi itu adalah dua hal yang berbeda, dimana Hakikat itu memiliki pengertian sebagai Inti atau Dasar atau Sari dari pada segala sesuatu, dan Pribadi itu adalah personifikasi ataupun Eksistensi ataupun manifestasi dari pada Hakikat, sehingga jika dipertanyakan .. mana yang terlebih dahulu ada, Hakikat atau Pribadi, maka jawabnya yang pertama ada adalah "Hakikat", sebab Pribadi itu berasal dari perkataan Persona ( bahasa yunani ) yang artinya adalah Topeng atau Eksistensi, jadi pengertian "Pribadi" inilah yang "SEBENARNYA" merupakan kata Sifat ataupun Predikat dan Bukan Hakikat, sehingga dalam tata bahasa pembentukan kalimat, akan diperoleh bahwa Hakikat itu akan bertindak sebagai Subjek dan Pribadi akan bertindak sebagai Predikat ataupun Kata Sifat. ( Silahkan anda pelajari perbedaan kedua perkataan tersebut dalam kamus bahasa indonesia ).

Dalam hal keilahian pribadi Allah Tritunggal kalau anda menanyakan mana dulu mana belakang,maka kita berbeda pendapat dalam hal ini brur,karena keilahian bukanlah suatu proses tetapi sudah ada secara kekal sampai kekal dan tidak pernah berubah serta  tidak pernah  melalui proses mana dulu mana belakang.

Hanya ciptaan yang melalui proses didalam penjadiannya tetapi tidak demikian dengan pribadi Allah brur.

Quote
Nah, kembali ke topik .. Yohanes 1:1 mengatakan .. Pada Mulanya adalah Firman, kemudian Firman yang dimaksut dalam Yohanes 1:1 inilah yang dinyatakan "MENJADI  MANUSIA" pada ayat selanjutnya di Yohanes 1:14.

Pertanyaan muncul .. mengapa Yohanes 1:1 tidak langsung saja mengatakan .. Pada Mulanya adalah Allah ?


Tentunya kita tidak tepat mengkritik bagaimana seharusnya Kitab Suci harus ditulis karena itukan hasil inspirasi ROH KUDUS brur,kecuali kalau anda menganggapnya hanya karangan manusia belaka.

Quote
Seperti penjelasan saya pada anda dalam 1 Korintus 8 : 6, maka yang dimaksutkan dengan Allah itu adalah "Bapa", karena itulah Yohanes 1:1 tidak menuliskan Pada Mulanya adalah Allah, sebab jika dituliskan pada mulanya adalah Allah ( Bapa ), maka manusia akan dibawa pada pemahaman .. bahwa Anak adalah Ciptaan dari pada Bapa,

Yoh 1 : 1 menekankan bahwa pribadi Firman itulah yang juga ditekankan disini dan yang dikenal dengan oknum Anak Allah didalam kekekalan yang berinkarnasi kedunia menjadi manusia.

Tidak cukup itu saja tetapi ayat tsb juga menekankan bahwa Sang Firman itulah yang menjadikan alam semesta ini karena tanpa Dia dikatakan tidak ada yang dijadikan.

Jadi Yohanes disini tidak menekankan pribadi Bapa itu tetapi pribadi oknum yang kedua yaitu Sang Firman atau juga Anak Allah tersebut (saya menganggap sebutan Allah Anak juga tidak keliru karena Anak itu juga adalah Allah).

Kalau pandangan anda Yohanes menekankan oknum Bapa maka saya cenderung perpandangan bahwa yang ditekankan dan disaksikan oleh Yohanes disini adalah oknum Sang Firman atau Allah Anak itu karena Yohanes sedang memberikan kesaksiannya bersama Yesus didunia ini dan pandangannya tentang kekekalan Yesus sebelum Dia berinkarnasi.

Inilah perbedaan pandangan kita,makanya Yohanes memulai dengan sebutan Firman bukan Allah seperti pandangan anda brur.

Bersambung
« Last Edit: July 16, 2017, 12:58:19 PM by jamu »
July 16, 2017, 12:46:51 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Sambungan

Quote
tetapi penulis kitab yohanes sangat memahami betul, bahwa Hakikat Anak dan Bapa itu adalah sama, namun Eksistensi-Nya atau Kepribadian-Nya berbeda, karena itulah penulis kitab Yohanes menuliskan pada mulanya adalah "FIRMAN", artinya .. penulis kitab yohanes ingin "menjelaskan" pada manusia, bahwa Hakikat dari pada Allah itu adalah "FIRMAN" dan Hakikat itulah yang Inkarnasi menjadi manusia, artinya adalah .. penulis kitab yohanes ingin menjelaskan pada manusia, bahwa yang Inkarnasi itu "Bukan Kepribadian dari pada Sang Hakikat", melainkan yang inkarnasi itu adalah : Sang Hakikat sendiri ( Dalam hal ini, penulis kitab yohanes telah membedakan pengertian Hakikat dengan Kepribadian ).

Disini kita berbeda pandangan lagi karena hakikat itu bukan persona atau pribadi yang aktif melainkan hanya substansi Allah sehingga kita tidak bisa menyamakannya sebagai pribadi Allah yang berinkarnasi sebab pribadi Allah Anak itu memang sudah ada sejak kekekalan dan Dia-lah pribadi yang berinkarnasi itu bukan sifat-Nya melainkan diri-Nya sendiri.

Firman itu adalah sebutan untuk pribadi Allah Anak yang aktif sedangkan hakekat (keilahian)  adalah substansi yang pasif yaitu hanya bersifat menerangkan sifat saja.

Anda menurut saya tidak tepat menjadikan hakekat berubah menjadi persona atau pribadi.

Quote
Pertanyaan kedua muncul .. Jika sekarang kita telah memahami perbedaan antara Hakikat dengan Kepribadian, seperti yang dimaksutkan oleh penulis kitab yohanes tersebut, maka sekarang kita diperhadapkan pada pertanyaan berikutnya, yaitu : Siapakah Firman yang dimaksutkan oleh Penulis Kitab Yohanes tersebut ?
Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, kita dibawa pada penjelasan "satu-satunya di alkitab", yang dituliskan dalam Yeremia 51:57 .. Firman Sang Raja, YHVH semesta alam namanya, dan dalam cetakan yang berbeda, dituliskan .. Firman Sang Raja, Nama-Nya YHVH semesta alam ( Perlu anda ketahui, bahwa semua tulisan perkataan TUHAN dalam PL yang dituliskan dengan huruf capital semua, itu dalam bahasa aslinya adalah YHVH, namun karena sakralnya perkataan YHVH itu, maka diganti menjadi perkataan TUHAN dalam huruf kapital semua).

Nama YHWH adalah nama ketiga pribadi Allah tersebut yaitu :

1.   YHWH The Father yang menunjukkan pribadi Sang Bapa

2.   YHWH The Son yang menunjukkan pribadi Sang Anak,dan

3.   YHWH The Holy Spirit yang menunjukkan pribadi ROH KUDUS

Ada banyak ayat yang mendukung bahwa Yesus yang berinkarnasi itu adalah juga oknom YHWH didalam PL dan ini akan panjang lagi kalau dijelaskan.

Demikianlah perbedaan pandangan kita brur tetapi inikan hanya sebatas diskusi bukan paksaan.

« Last Edit: July 16, 2017, 01:01:39 PM by jamu »
July 16, 2017, 01:02:45 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
...Penjelasan halaman ke dua ...
Nah, ternyata berdasarkan Kitab Yeremia 51:57 tersebut, Sang Firman yang dimaksutkan oleh penulis kitab  yohanes tersebut, bernama YHVH ( Yehova ), jadi dari penjelasan ini .. sekarang dapat diketahui dengan pasti, bahwa Sang Firman itu sebelum menjadi manusia bernama YHVH. Nah, jika Sang Firman itu sebelum menjadi manusia bernama YHVH, maka tepatlah apa yang dikatakan dalam 1 Petrus 1 : 11 - 12, dimana pada ayat tersebut dinyatakan .. bahwa Roh Kristus itu, sekali lagi Roh Kristus itutelah ada sebelum Yesus itu dilahirkan dan yang memberitakan kepada para nabi, tentang hal-hal yang akan dialami oleh Kristus. Roh Kristus yang bernama YHVH seperti yang dimaksutkan dalam Yeremia 51:57 tersebutlah, yang dinyatakan dalam Kitab PL sebagai "BAPA". Anda dapat melihatnya dalam: Ul 32:6 / Yes 63:16 / Yes 64:8 / Mzm 89:27 / Mzm 103:13 / Mal 1:6. Kemudian, Alkitab menegaskan kembali .. bahwa YHVH inilah "satu-satunya Allah", seperti yang dituliskan dalam : 2 Raja-raja 19 : 19 / 1 Taw 17 : 20 / Yos 24 : 18.

Jadi, sekarang kita dapat mengetahui dengan pasti, bahwa YHVH itu adalah "satu-satunya Allah" yang didalam Kitab PL disebut atau dipanggil atau dinyatakan "sebagai Bapa".

Sekarang kita dibawa kepada Keluaran 6:3, dimana pada ayat tersebut dinyatakan .. bahwa Allah itu telah menampakan diri Kepada Abraham, Ishak dan Yakub, tetapi Allah katakan selanjutnya .. sekalipun Ia telah menampakan diri pada Abraham, Ishak dan Yakub, NAMUN Allah itu "belum menyatakan diri dengan Nama-Nya, yaitu YHVH".

Nah, jika kita hubungkan keterkaitan antara apa yang dituliskan dalam Kitab Keluaran dan apa yang saya jelaskan pada kutipan-kutipan ayat-ayat diatas, maka sekarang kita telah dapat menjawab pertanyaan yang kedua diatas, yang bertanya .. Siapakah Sang Firman yang dimaksutkan oleh Penulis Kitab yohanes tersebut ?

Jadi, Sang Firman itu adalah Sang Hakikat atau Roh Pencipta yang bernama YHVH dan yang kemudian menyatakan diri menjadi manusia dan bernama Yesus. ( Karena YHVH adalah nama panggilan atau sebutan untuk Bapa, maka berdasarkan penjelasan diatas .. maka tepatlah apa yang dikatakan dalam Yohanes 17 :11 .. yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada Ku.., sebab YHVH itu telah menjadi manusia dan bernama Yesus ).

Nah, karena Sang Firman adalah Hakikat dari pada Allah ( seperti penjelasan dalam bagian pertama diatas),dan Sang Firman yang bernama YHVH itu disebut atau dipanggil Bapa, TELAH menjadi Manusia dan bernama Yesus, maka tepatlah apa yang dikatakan dalam Yohanes 10 : 30 / Yohanes 14 :10 / Yoh 10:38 / Yoh 17:21 / dll.

Tetapi .. sekali lagi .. TETAPI .. yang perlu kita perhatikan adalah .. seperti penjelasan diatas, BUKAN Bapa atau Allah yang dimaksutkan dalam Yohanes 1:1 ( seperti penjelasan dalam bagian pertama ) yang Inkarnasi menjadi manusia itu, NAMUN yang Inkarnasi menjadi manusia itu adalah Sang Hakikat atau Sang Firman yang bernama YHVH. Jadi, selama Yesus itu Inkarnasi menjadi manusia, sekali lagi ..selama Yesus Inkarnasi menjadi manusia, maka Yesus itu memiliki "SATU  NATURE" dan BUKAN  DUA., diman Natur Sang Firman yang bernama YHVH itu, telah melebur dan bersatu menjadi NATURE  MANUSIA, dimana Natur yang satu tidak mengalahkan atau tidak lebih tinggi dari pada nature lainnya. Artinya adalah .. Alkitab berkata, bahwa manusia itu terdiri dari : Tubuh + Jiwa / Roh Manusia + Roh ( Roh yang berasal dari Allah yang diwarisi dari Adam = Nafas Hidup )., sehingga dengan pemahaman ini, maka dapat kita pahami bahwa Yesus itu terdiri dari : Tubuh + Jiwa/ Roh Manusia + Roh ( Karena Roh yang menjadi nafas hidup Yesus itu, tidak diwarisi dari Adam, sebab Yesus terlahir bukan karena hasil hubungan biologis manusia, maka yang menjadi Roh atau nafas hidup manusia Yesus itu adalah Sang Firman yang bernama YHVH, seperti dalam penjelasan diatas ).

Jadi, selama menjadi manusia ..  seperti penjelasan diatas, maka Yesus itu tidak dapat disebutkan lagi sebagai Allah atau Bapa, namun karena Ia adalah Sang Firman yang benarma YHVH dan Inkarnasi menjadi Manusia dan bernama Yesus, maka manusia yang merupakan Inkarnasi dari Sang Firman itu, disebutkan sebagai Anak Allah atau Tuhan ( seperti penjelasan sebelumnya diatas ).

(bersambung ke penjelasan halaman 3 ..)
July 16, 2017, 01:26:18 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
.. Penjelasan halaman ke-3..
Kemudian .. sejak kebangkitan Yesus, maka Yesus itu menjadi "Manusia/Allah", seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 3 : 18, Ia yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya SEBAGAI  MANUSIA, tetapi yang telah dibangkitkan menuru Roh, supaya dengan peristiwa ini, maka Allah dapat menjadikan manusia itu menjadi "seperti Allah", seperti yang dituliskan dalam Kitab Mazmur 8:6. .. namun Engkau telah membuatnya "hampir" sama seperti Allah.


Salam ..
July 16, 2017, 01:28:04 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Dalam hal keilahian pribadi Allah Tritunggal kalau anda menanyakan mana dulu mana belakang,maka kita berbeda pendapat dalam hal ini brur,karena keilahian bukanlah suatu proses tetapi sudah ada secara kekal sampai kekal dan tidak pernah berubah serta  tidak pernah  melalui proses mana dulu mana belakang.

Hanya ciptaan yang melalui proses didalam penjadiannya tetapi tidak demikian dengan pribadi Allah brur.
Makanya,... keyakinan Allah Tritunggal (tiga pribadi) itu adalah keyakinan yang absurd dan tidak mendasar berdasarkan hakikat TUHAN, Allah yang benar.

Kalo mau membicarakan (mengenal) Kebenaran, harus, segala sesuatunya didasari (berangkat) dari sesuatu yang hakikat; dan jangan berangkat dari sesuatu yang relatif seperti sifat.

TUHAN itu ESA.....Ini jelas bahwa TUHAN itu tidak bisa dinilai stsu dipahami dengan angka satu, dua, tiga, empat dan seterusnya; Lantas kenapa Kekristenan justru mengeluarkan konsep Allah Tritunggal dalam ajarannya?
« Last Edit: July 16, 2017, 01:58:02 PM by sizxbn »
July 16, 2017, 01:28:33 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Nah, ternyata berdasarkan Kitab Yeremia 51:57 tersebut, Sang Firman yang dimaksutkan oleh penulis kitab  yohanes tersebut, bernama YHVH ( Yehova ), jadi dari penjelasan ini .. sekarang dapat diketahui dengan pasti, bahwa Sang Firman itu sebelum menjadi manusia bernama YHVH. Nah, jika Sang Firman itu sebelum menjadi manusia bernama YHVH, maka tepatlah apa yang dikatakan dalam 1 Petrus 1 : 11 - 12, dimana pada ayat tersebut dinyatakan .. bahwa Roh Kristus itu, sekali lagi Roh Kristus itutelah ada sebelum Yesus itu dilahirkan dan yang memberitakan kepada para nabi, tentang hal-hal yang akan dialami oleh Kristus. Roh Kristus yang bernama YHVH seperti yang dimaksutkan dalam Yeremia 51:57 tersebutlah, yang dinyatakan dalam Kitab PL sebagai "BAPA". Anda dapat melihatnya dalam: Ul 32:6 / Yes 63:16 / Yes 64:8 / Mzm 89:27 / Mzm 103:13 / Mal 1:6. Kemudian, Alkitab menegaskan kembali .. bahwa YHVH inilah "satu-satunya Allah", seperti yang dituliskan dalam : 2 Raja-raja 19 : 19 / 1 Taw 17 : 20 / Yos 24 : 18.

Jadi, sekarang kita dapat mengetahui dengan pasti, bahwa YHVH itu adalah "satu-satunya Allah" yang didalam Kitab PL disebut atau dipanggil atau dinyatakan "sebagai Bapa".

Sekarang kita dibawa kepada Keluaran 6:3, dimana pada ayat tersebut dinyatakan .. bahwa Allah itu telah menampakan diri Kepada Abraham, Ishak dan Yakub, tetapi Allah katakan selanjutnya .. sekalipun Ia telah menampakan diri pada Abraham, Ishak dan Yakub, NAMUN Allah itu "belum menyatakan diri dengan Nama-Nya, yaitu YHVH".

Nah, jika kita hubungkan keterkaitan antara apa yang dituliskan dalam Kitab Keluaran dan apa yang saya jelaskan pada kutipan-kutipan ayat-ayat diatas, maka sekarang kita telah dapat menjawab pertanyaan yang kedua diatas, yang bertanya .. Siapakah Sang Firman yang dimaksutkan oleh Penulis Kitab yohanes tersebut ?


Nah sebelumnya saya sudah menjelaskan bahwa didalam kekekalan itu ada tiga pribadi Allah yang bernama YHWH itu.

Sebelum inkarnasi ,Yesus sudah ada yaitu sebagai Anak Allah yang kekal belum diberi nama Yesus karena belum inkarnasi dan memiliki sifat manusia.

Setelah inkarnasi maka Anak Allah atau YHWH The Son itu diberi nama Yesus yang tetap menyandang keilahiannya yang kekal itu dan sekarang ditambahkan dengan sifat kemanusiaan-Nya sehingga memiliki sebutan Anak Manusia,karena Ia pernah menjadi manusia.

Pertanyaannya apakah anda tidak percaya bahwa didalam diri Yesus sewaktu didunia ini memiliki sifat Allah dan manusia sekaligus ?

Percayakah anda bahwa Yesus adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia ?


Quote
Jadi, Sang Firman itu adalah Sang Hakikat atau Roh Pencipta yang bernama YHVH dan yang kemudian menyatakan diri menjadi manusia dan bernama Yesus. ( Karena YHVH adalah nama panggilan atau sebutan untuk Bapa, maka berdasarkan penjelasan diatas .. maka tepatlah apa yang dikatakan dalam Yohanes 17 :11 .. yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada Ku.., sebab YHVH itu telah menjadi manusia dan bernama Yesus ).

Nah, karena Sang Firman adalah Hakikat dari pada Allah ( seperti penjelasan dalam bagian pertama diatas),dan Sang Firman yang bernama YHVH itu disebut atau dipanggil Bapa, TELAH menjadi Manusia dan bernama Yesus, maka tepatlah apa yang dikatakan dalam Yohanes 10 : 30 / Yohanes 14 :10 / Yoh 10:38 / Yoh 17:21 / dll.

Firman bukanlah hakikat karena Dia secara aktif bekerja menciptakan dunia ini sehingga Dia adalah oknum yang berpribadi bukan hanya sekedar hakikat saja.

Firman adalah pribadi Allah Anak yang hakikatnya adalah ilahi,itulah menurut saya penggunaan istilah yang tepat.

Allah yang bernama YHWH itu sudah ada didalam tiga pribadi yang berbeda sejak kekekalan bukan hanya didunia saja.

Bapa - Anak - ROH KUDUS yang bernama YHWH itu sudah ada sejak kekal dan tidak bisa dipertukarkan satu sama lain.


Bersambung
« Last Edit: July 16, 2017, 01:46:46 PM by jamu »
July 16, 2017, 01:28:59 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Sambungan

Quote
Tetapi .. sekali lagi .. TETAPI .. yang perlu kita perhatikan adalah .. seperti penjelasan diatas, BUKAN Bapa atau Allah yang dimaksutkan dalam Yohanes 1:1 ( seperti penjelasan dalam bagian pertama ) yang Inkarnasi menjadi manusia itu, NAMUN yang Inkarnasi menjadi manusia itu adalah Sang Hakikat atau Sang Firman yang bernama YHVH. Jadi, selama Yesus itu Inkarnasi menjadi manusia, sekali lagi ..selama Yesus Inkarnasi menjadi manusia, maka Yesus itu memiliki "SATU  NATURE" dan BUKAN  DUA., diman Natur Sang Firman yang bernama YHVH itu, telah melebur dan bersatu menjadi NATURE  MANUSIA, dimana Natur yang satu tidak mengalahkan atau tidak lebih tinggi dari pada nature lainnya. Artinya adalah .. Alkitab berkata, bahwa manusia itu terdiri dari : Tubuh + Jiwa / Roh Manusia + Roh ( Roh yang berasal dari Allah yang diwarisi dari Adam = Nafas Hidup )., sehingga dengan pemahaman ini, maka dapat kita pahami bahwa Yesus itu terdiri dari : Tubuh + Jiwa/ Roh Manusia + Roh ( Karena Roh yang menjadi nafas hidup Yesus itu, tidak diwarisi dari Adam, sebab Yesus terlahir bukan karena hasil hubungan biologis manusia, maka yang menjadi Roh atau nafas hidup manusia Yesus itu adalah Sang Firman yang bernama YHVH, seperti dalam penjelasan diatas ).


Jadi seperti sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa yang inkarnasi itu adalah pribadi Allah Anak bukan hakikat itu seperti pendapat anda,sebab hakikat itu hanya kata sifat tidak bersifat aktif seperti oknum yang berpribadi.
Hakikat itu mungkin identik dengan Zat didalam Islam tetapi sama sekali bukan pribadi Allahnya melainkan substansi-Nya saja.

Hakikat itu bukan Allah tetapi menerangkan sifat dirinya Allah.

Quote
Jadi, selama menjadi manusia ..  seperti penjelasan diatas, maka Yesus itu tidak dapat disebutkan lagi sebagai Allah atau Bapa, namun karena Ia adalah Sang Firman yang benarma YHVH dan Inkarnasi menjadi Manusia dan bernama Yesus, maka manusia yang merupakan Inkarnasi dari Sang Firman itu, disebutkan sebagai Anak Allah atau Tuhan ( seperti penjelasan sebelumnya diatas ).

Setahu saya tidak ada ajaran Alkitab yg mengajarkan bahwa ketika Firman berinkarnasi kedunia maka pribadi Anak Allah masih berada atau tinggal di Surga ?

Demikian juga ketika ROH KUDUS turun kedunia tetapi pribadi-Nya masih tinggal di Surga ?

Pribadi dengan hakikatnya walau berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan sama dengan antara pribadi manusia dengan hakikat kemanusiaannya yg tidak terpisahkan.

Ini menurut saya adalah ajaran yang aneh brur karena memisahkan Pribadi Allah dengan hakikat-Nya sebab dimanapun pribadi Allah berada maka hakikat-Nya tetap melekat didalam diri-Nya karena Allah itu tidak pernah menjadi bukan Allah melainkan dari kekal sampai kekal hakekat keilahian-Nya tetap tidak pernah berubah.

Maleakhi  3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

Demikian yg dapat saya jelaskan.

« Last Edit: July 16, 2017, 01:50:40 PM by jamu »
July 16, 2017, 01:38:59 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Kemudian .. sejak kebangkitan Yesus, maka Yesus itu menjadi "Manusia/Allah", seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 3 : 18, Ia yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya SEBAGAI  MANUSIA, tetapi yang telah dibangkitkan menuru Roh, supaya dengan peristiwa ini, maka Allah dapat menjadikan manusia itu menjadi "seperti Allah", seperti yang dituliskan dalam Kitab Mazmur 8:6. .. namun Engkau telah membuatnya "hampir" sama seperti Allah.


Salam ..

Yesus lahir adalah sebagai manusia dimana sebelumnya Dia adalah Allah,karena didalam pelayanan-Nya didunia jelas Dia tetap disebut sebagai Allah dan manusia demikian juga disepanjang Kitab Suci tidak mungkin Allah bisa kehilangan keilahiannya walau sedetikpun tetapi sifat keilahian Sang Firman atau Allah Anak tetap melekat didalam dirinya baik di Surga maupun didunia.

Kuasa Yesus sebagai Allah tidak baru timbul setelah kebangkitannya,karena didalam PB jelas sekali bukti bukti bahwa Yesus adalah Allah sekaligus manusia.

Ayat 1 Petrus 3 : 18 tidak mengatakan menjadikan Yesus sebagai Allah karena Dia memang dari kekal sampai kekal adalah Allah.

Mazmur 8:6 hanya mengatakan " hampir sama seperti Allah" ,bukan sama dengan Allah,karena manusia itu memang diciptakan menurut peta dan teladan Allah.

Demikian argumentasi saya brur.
« Last Edit: July 16, 2017, 01:48:37 PM by jamu »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)