Author Topic: Siapa dan Apakah YHVH (TUHAN) itu?  (Read 1821 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 16, 2017, 01:40:07 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221
Makanya,... keyakinan Allah Tritunggal (tiga pribadi) itu adalah keyakinan yang absurd dan tidak mendasar berdasarkan hakikat TUHAN, Allah yang benar.

Kalo mau membicarakan (mengenal) Kebenaran, harus, segala sesuatunya didasari (berangkat) dari sesuatu yang hakikat; dan jangan berangkat dari sesuatu yang relatif seperti sifat.

TUHAN itu ESA.....Ini jelas bahwa TUHAN itu tidak bisa dinilai dengan angka-angka satu, dua, tiga, emapat dan seterusnya; Kenapa Kekristenan harus mengeluarkan konsep Allah Tritunggal?

Kalau tidak percaya Tritunggal memang kamu bukan Kristen maka saya maklum saja,percuma menjelaskan kepadamu.

July 16, 2017, 01:41:35 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
.. cut ..

Saudara ku .. kesimpulan saya dari penjelasan anda, anda telah membalik "pengertian" Hakikat dengan Pribadi, nah .. mari kita kembali ke pertanyaan utama, dan lupakan semua permasalahan Alkitab, yaitu : Apakah Pengertian Hakikat dan Pribadi itu menurut anda ? Mengapa ? Jika kita tidak memiliki Presepsi yang sama, antara pengertian Hakikat dan Pribadi, maka sampai kapan pun, kita tidak akan pernah dapat menarik suatu kesimpulan yang pasti.

Dalam pemahaman saya, berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia yang saya pelajari, yang dimaksutkan dengan Hakikat atau Substansi itu adalah "Inti atau Sari atau Yang Utama" dan Pribadi itu adalah manusia sebagai perseorangan atau sifat-sifat yang merupakan watak atau karakter seseorang., sehingga dengan Pemahaman ini, dapat dipahami.. bahwa berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia, maka Substansi atau Hakikat itulah yang pertama ada, baru kemudian lahirlah Pribadinya, artinya adalah : Dalam Tata Bahasa, maka Substansi atau Hakikat itu adalah Subjek dan Pribadi itu adalah Predikat ataupun Kata Sifat.

Nah, Bagaimana pemahaman anda, tentang pengertian Hakikat dan Pribadi ini ?


Salam ..
July 16, 2017, 01:54:30 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221
Saudara ku .. kesimpulan saya dari penjelasan anda, anda telah membalik "pengertian" Hakikat dengan Pribadi, nah .. mari kita kembali ke pertanyaan utama, dan lupakan semua permasalahan Alkitab, yaitu : Apakah Pengertian Hakikat dan Pribadi itu menurut anda ? Mengapa ? Jika kita tidak memiliki Presepsi yang sama, antara pengertian Hakikat dan Pribadi, maka sampai kapan pun, kita tidak akan pernah dapat menarik suatu kesimpulan yang pasti.

Dalam pemahaman saya, berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia yang saya pelajari, yang dimaksutkan dengan Hakikat atau Substansi itu adalah "Inti atau Sari atau Yang Utama" dan Pribadi itu adalah manusia sebagai perseorangan atau sifat-sifat yang merupakan watak atau karakter seseorang., sehingga dengan Pemahaman ini, dapat dipahami.. bahwa berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia, maka Substansi atau Hakikat itulah yang pertama ada, baru kemudian lahirlah Pribadinya, artinya adalah : Dalam Tata Bahasa, maka Substansi atau Hakikat itu adalah Subjek dan Pribadi itu adalah Predikat ataupun Kata Sifat.

Nah, Bagaimana pemahaman anda, tentang pengertian Hakikat dan Pribadi ini ?


Salam ..

Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Tidak ada pribadi terlepas dari hakikatnya,demikian juga

Tidak ada hakikat Allah atau manusia yang tidak memiliki persona atau pribadi.

Kalau terpisah maka tidak mungkin Allah disebut sebagai Allah dan manusia dikatakan sebagai manusia.

Saya tidak menyamakan makna keduanya karena memang berbeda tetapi saya menyatukannya sebagai satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan.

Demikian pendangan saya brur.
July 16, 2017, 01:59:31 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Kalau tidak percaya Tritunggal memang kamu bukan Kristen maka saya maklum saja,percuma menjelaskan kepadamu.
Komentar seperti itu bukan jawaban cerdas yang saya inginkan.... tapi ber-argumentasilah secara intelek berdasarkan kebenaran.
July 16, 2017, 02:16:47 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221
Komentar seperti itu bukan jawaban cerdas yang saya inginkan.... tapi ber-argumentasilah secara intelek berdasarkan kebenaran.

Baca saja sudah begitu banyak argumentasi saya ditopik ini.

July 16, 2017, 02:21:23 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Baca saja sudah begitu banyak argumentasi saya ditopik ini.
Argumen yang lu tulis itu tidak bermutu dan banyak penyesatannya.
July 16, 2017, 03:04:18 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Tidak ada pribadi terlepas dari hakikatnya,demikian juga

Tidak ada hakikat Allah atau manusia yang tidak memiliki persona atau pribadi.

Kalau terpisah maka tidak mungkin Allah disebut sebagai Allah dan manusia dikatakan sebagai manusia.

Saya tidak menyamakan makna keduanya karena memang berbeda tetapi saya menyatukannya sebagai satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan.

Demikian pendangan saya brur.
Saudara ku .. mari kita tinggalkan dulu Alkitab, dan mari kita samakan dulu prespsi kita tentang pengertian Hakiakt dan Substansi, berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia, mengapa ? Supaya kita dapat mencapai kesimpulan yang sama.

Jadi Pertanyaannya adalah: Berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia, apakah :
(1). Hakikat itu.
(2). Pribadi itu.

Nah, jiika kita telah memiliki pengertian yang sama akan ke-2 hal diatas, barulah kita dapat mengaplikasikannya pada Topik Alkitab yang kita diskusikan disini.

Salam ..
July 16, 2017, 03:22:58 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221
Saudara ku .. mari kita tinggalkan dulu Alkitab, dan mari kita samakan dulu prespsi kita tentang pengertian Hakiakt dan Substansi, berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia, mengapa ? Supaya kita dapat mencapai kesimpulan yang sama.

Jadi Pertanyaannya adalah: Berdasarkan Kamus dan Tata Bahasa Indonesia, apakah :
(1). Hakikat itu.
(2). Pribadi itu.

Nah, jiika kita telah memiliki pengertian yang sama akan ke-2 hal diatas, barulah kita dapat mengaplikasikannya pada Topik Alkitab yang kita diskusikan disini.

Salam ..

Kan sudah saya jelaskan di replay 32 brur.

July 16, 2017, 04:13:30 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Tidak ada pribadi terlepas dari hakikatnya,demikian juga

Tidak ada hakikat Allah atau manusia yang tidak memiliki persona atau pribadi.

Kalau terpisah maka tidak mungkin Allah disebut sebagai Allah dan manusia dikatakan sebagai manusia.

Saya tidak menyamakan makna keduanya karena memang berbeda tetapi saya menyatukannya sebagai satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan.

Demikian pendangan saya brur.
Jadi benerkan apa yang dikatakan TUHAN bahwa manusia itu adalah Allah!?

Mzm. 82:6   Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah (’ĕ·lō·hîm), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --
July 16, 2017, 04:27:20 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221
Jadi benerkan apa yang dikatakan TUHAN bahwa manusia itu adalah Allah!?

Mzm. 82:6   Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah (’ĕ·lō·hîm), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --

allah huruf kecil berarti menyerupai Allah bukan sama persis seperti Allah.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)