Author Topic: Siapa dan Apakah YHVH (TUHAN) itu?  (Read 1710 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 17, 2017, 06:33:19 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988

Jadi, Sang Firman itu adalah Sang Hakikat atau Roh Pencipta yang bernama YHVH dan yang kemudian menyatakan diri menjadi manusia dan bernama Yesus. ( Karena YHVH adalah nama panggilan atau sebutan untuk Bapa, maka berdasarkan penjelasan diatas .. maka tepatlah apa yang dikatakan dalam Yohanes 17 :11 .. yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada Ku.., sebab YHVH itu telah menjadi manusia dan bernama Yesus ).

Nah, karena Sang Firman adalah Hakikat dari pada Allah ( seperti penjelasan dalam bagian pertama diatas),dan Sang Firman yang bernama YHVH itu disebut atau dipanggil Bapa, TELAH menjadi Manusia dan bernama Yesus, maka tepatlah apa yang dikatakan dalam Yohanes 10 : 30 / Yohanes 14 :10 / Yoh 10:38 / Yoh 17:21 / dll.

Disinilah saya ingin mengatakan bahwa anda sudah mencampurbaurkan makna persona dan hakikat brur,karena keduanya adalah hal yang berbeda.

Firman adalah persona sedangkan keilahian adalah hakikat,sehingga keduanya tidak bisa dicampuradukkan.

Pemahaman Substansi atau hakekat

Pemahaman tentang istilah "substansi" dari cara kita memahami diri kita sendiri. Substansi (biasa diterjemahkan sebagai hakekat, kodrat ataupun essensi) dari kita adalah "manusia". Tentunya, substansi sebagai manusia yang dicipta oleh Allah adalah sama bagi semua manusia lainnya; terbatas dalam ruang, waktu dan fana. Dengan demikian, jika ada 'sesuatu' yang mengklaim sebagai manusia, tetapi tidak terbatas dalam ruang (misalnya tembus tembok) maka 'sesuatu itu' bukanlah manusia, bukan?

Substansi manusia hanya dapat diperoleh melalui proses 'kelahiran'. Dengan demikian, kita tidak pernah mendengar istilah "ibu saya menciptakan saya" melainkan "ibu saya melahirkan saya". Apakah artinya? Sangat berbeda!

Istilahmencipta dan melahirkan sangat jauh berbeda bagai langit dan bumi.

Istilah mencipta artinya apa yang saya cipta tidaklah sama substansinya dengan saya. Sebaliknya, istilah melahirkan memiliki arti apa yang saya lahirkanmemiliki substansi yang sama dengan saya. Untuk lebih jelasnya, sebagai berikut:

Jika 'ibu saya melahirkan saya' maka berarti saya miliki substansi yang sama dengan ibu saya yaitu manusia. Sebaliknya, jika "ibu saya menciptakan donat" maka donat-donat hasil ciptaan ibu saya tidak memiliki substansi yang sama dengan ibu saya. Oleh sebab itu, kita tidak pernah mendengar istilah "ibu saya melahirkan donat-donat".
Nah, oleh sebab itu jika kita kaji sejarah yang terjadi di Konsili Nicea 325 yaitu perdebatan antara Arius yang mengajarkan bahwa Yesus dicipta versus Athanasius yang meyakini Yesus dilahirkan atau diperanakkan dari Bapa menjadi jelas

Kita lihat sekilas kredo itu sebagai berikut:

Kami percaya kepada satu Allah... Dan kepada satu Tuhan Kristus Yesus, Anak Allah, yang diperanakkan dari Bapa, satu-satunya yang diperanakkan, yaitu dari substansi sang Bapa...

Jadi sekarang menjadi jelas mengapa kredo itu menyatakan "Tuhan Kristus Yesus, Anak Allah, yang diperanakkan dari Bapa, satu-satunya yang diperanakkan yaitu dari substansi sang Bapa". Artinya, karena Tuhan Yesus diperanakkan atau dilahirkan oleh Bapa maka Yesus memiliki substansi yang sama dengan Bapa yaitu Allah!. Sebaliknya, jika Yesus dicipta, maka berarti Yesus tidak memiliki satu substansi  dengan Bapa.

Yesus memiliki satu substansi dengan Bapa karena Dia adalah Anak Allah yang sedang berinkarnasi itu brur.

Demikianlah penjelasan saya.

July 17, 2017, 01:35:33 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
allah huruf kecil berarti menyerupai Allah bukan sama persis seperti Allah.
Kalo kata orang jawa, kamu ini balelo....

Dalam bahasa Ibrani tidak dikenal huruf besar/kecil....
Dalam Kej.1.1 dikatakan : Pada mulanya ’ĕ·lō·hîm menciptakan langit dan bumi..... kemudian, kamu katakan: Allah itu TUHAN.

Dalam Mzm 82:6 TUHAN mengatakan: "Kamu adalah ’ĕ·lō·hîm,..." kemudian kamu katakan: Allah huruf kecil bukan Allah.

Kamu belajar dimana....?
Dimana logika mu??? ;D :cheesy:
July 17, 2017, 04:52:37 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Kalo kata orang jawa, kamu ini balelo....

Dalam bahasa Ibrani tidak dikenal huruf besar/kecil....
Dalam Kej.1.1 dikatakan : Pada mulanya ’ĕ·lō·hîm menciptakan langit dan bumi..... kemudian, kamu katakan: Allah itu TUHAN.

Dalam Mzm 82:6 TUHAN mengatakan: "Kamu adalah ’ĕ·lō·hîm,..." kemudian kamu katakan: Allah huruf kecil bukan Allah.

Kamu belajar dimana....?
Dimana logika mu??? ;D :cheesy:

Karena manusia bukan Allah makanya dipakai allah kecil.

kalau kamu tidak paham memang kamu tidak mengerti Alkitab.

July 17, 2017, 05:34:55 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Karena manusia bukan Allah makanya dipakai allah kecil.

kalau kamu tidak paham memang kamu tidak mengerti Alkitab.
Kata lu manusia bukan Allah; tapi kata TUHAN, manusia adalah Allah.... logika lu dimana?
July 17, 2017, 05:37:35 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Kata lu manusia bukan Allah; tapi kata TUHAN, manusia adalah Allah.... logika lu dimana?

allah jangan digantikan menjadi Allah dong itu kan Alkitab bikinanmu bukan aslinya.

July 17, 2017, 05:46:41 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
allah jangan digantikan menjadi Allah dong itu kan Alkitab bikinanmu bukan aslinya.
Yang merubah makna kata ’ĕ·lō·hîm itu siapa kalo bukan LU!
July 17, 2017, 06:11:58 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Yang merubah makna kata ’ĕ·lō·hîm itu siapa kalo bukan LU!

Di Alkitab saya itu tulisannya allah bukan seperti manipulasimu itu.

July 17, 2017, 08:33:18 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Di Alkitab saya itu tulisannya allah bukan seperti manipulasimu itu.

Lu baca Alkitab tulisan Ibrani.... apa ada bedanya kata Allah (ELOHIM) yang tertulis dalam Kej.1:1 dengan Mzm. 82:6?

Jadi yg manipulasi kata dan pengertiannya siapa kalo bukan lu!!
July 18, 2017, 12:07:50 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Hakikat human (ngerujuk entitas spesifik, unyil misalnya) - mempunyai pribadi (personality)
Hakikat X (ngerujuk entitas spesifik) - mempunyai pribadi (personality)

Tidak ada Alkitab menyatakan bahwa Hakikat X mempunyai 3 pribadi.
Orang yang mbaca Alkitab-lah yang ketika ketemu kalimat [Bapa, Anak, RK] berpendapat bahwa itu 3 pribadi dari Hakikat X.

Saya dan Jes sama pengertian ---> tres personae = 3 persona/figur.

Quote
Alkitab mengajarkan yang inkarnasi itu adalah pribadi Anak Allah atau pribadi Sang Firman itu bukan hakekat Allah seperti konsep anda yang menurut saya tidak ada dasar Alkitabnya
Bukan Alkitab yang mengajarkan, melainkan orang-lah yang mengajarkan bahwa coklat - dari hasil mbaca Alkitab.

Yang terbaca  :
Pada mulanya adalah The Logos (Firman)
The Logos (Firman) itu bersama-sama dengan Allah
dan The Logos (Firman) itu adalah Allah


Tidak ada kosakata [pribadi] baik sebelum kosakata [Firman] maupun sebelum kosakata [Allah]. Tidak pula kalimatnya berupa "pada mulanya adalah Anak".

Quote
Tidak ada pribadi terlepas dari hakikatnya
Betul. Nah...

Q :
Kalimat ayat diatas, pada kosakata [Allah] ---> ini didalam pengertian begimana ?
A. Person Bapa
B. Hakikat X (ngerujuk entitas spesifik)

versi saya : yang B.
Alesan, karena patokan saya sendiri sudah duluan berupa : [perihal Bapa dan Anak itu SETELAH penciptaan].

apa jawaban versi Trinitas mayoritas ?
Yang A atokah yang B ?



Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah

versi saya thdp kalimat diatas :
The Logos personified ---> kata ganti orang ketiga ---> Ia / He.

Nah... sepertinya secara dari pov Trinitas mayoritas thdp kalimat ayat diatas, kosakata [Ia] disitu BUKAN personified melainkan literally a person ---> sehingga nyampe pengertiannya jadi spt sbb :
Person The Logos pada mulanya bersama-sama dengan Person Bapa

lebih jauh lagi malah menjadi sbb :
Person Anak pada mulanya bersama-sama dengan Person Bapa



Person = person. Persona = suatu set dari Person ybs.
Sepertinya di pov Trinitas mayoritas, Persona = Person.

Quote
Tidak ada hakikat Allah atau manusia yang tidak memiliki persona atau pribadi.
A Person memiliki personality. Person unyil, cuplis, meylan masing2 mempunyai personality yang berbeda.... bla, ble dan blo.

Ada 3 person, ada 3 personality yang berbeda ---> inilah yang sepertinya ada di pov Trinitas mayoritas (???).

Sementara, ada 1 person dengan lebih dari 1 personality ---> ini disebut [a person with multiple personality disorder]

However, ada 3 Persona/Figur/"Topeng" (topeng, not in a negative sense) tidak sertamerta artinya ada 3 pribadi. So... tergantung "kebutuhan & kegunaan"nya, 1 pribadi disuatu ketika possible memiliki beberapa Persona  ---> ini yang model pengertian saya dan jesuit.

Quote
Saya tidak menyamakan makna keduanya karena memang berbeda tetapi saya menyatukannya sebagai satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan.
Satu Person - Satu Personality.
Satu Person berhakikat Y (cuplis) - Satu personality, bla3x.
Satu Person berhakikat Y (unyil) - Satu personality, ble3x.
Satu Person berhakikat Y (meylan) - Satu personality, blo3x.
Total ada 3 Person berhakikat Y, each with their own personality.

Sepertinya di model pov Trinitas mayoritas spt sbb :
Satu Person berhakikat X (Bapa) - Satu personality, bla3x.
Satu Person berhakikat X (Anak) - Satu personality, ble3x.
Satu Person berhakikat X (RK) - Satu personality, blo3x.
Total ada 3 Person berhakikat X, each with their own personality.
Tres Personae Una Substantia
« Last Edit: July 18, 2017, 12:22:59 AM by odading »
July 19, 2017, 12:23:31 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
..cut..
Q :
Kalimat ayat diatas, pada kosakata [Allah] ---> ini didalam pengertian begimana ?
A. Person Bapa
B. Hakikat X (ngerujuk entitas spesifik)

versi saya : yang B.
Alesan, karena patokan saya sendiri sudah duluan berupa : [perihal Bapa dan Anak itu SETELAH penciptaan].

apa jawaban versi Trinitas mayoritas ?
Yang A atokah yang B ?
Saya pikir .. pemahaman mayoritas Kristen di Indoensia, tentang Ajaran Tritunggal yang berasal dari Theologia Barat, akan "Sangat Kesulitan" untuk menjawab pertanyaan Oda tersebut.

Mengapa ?

Jika dijawab dengan jawaban "A", bahwa perkataan "Allah" disana adalah = Person Bapa, maka berdasarkan Yohanes 1:14, Person Bapa itulah yang menjadi manusia, dan hal ini akan bertentangan dengan Alkitab.

Kemudian jika dijawab dengan jawaban "B", bahwa perkataan "Allah" disana adalah = Hakikat X (yang merujuk entitas spesifik), maka jawaban itu akan bertentangan dengan pemahaman Ajaran Tritunggal yang selama ini telah diyakini.

Jadi sebenarnya begini oda .. saya percaya, bahwa banyak pembaca dalam forum ini, dapat menerima penjelasan - penjelasan saya tersebut, dan menjadi masukan besar bagi mereka, untuk memahami "Ke-Allahan" yang sesungguhnya dengan benar., TETAPI berhubung .. 1 + 1 sudah dipahami oleh sebagian besar manusia dan telah berlangsung selama ribuan tahun, hasilnya adalah 3, maka akan sulit "Akal Sehat manusia", untuk "MERUBAH" pemahaman dari hasil 3 menjadi 2.

Mengapa ? Seperti yang pernah saya jelaskan dalam Forum disini, pada saat manusia itu "diselimuti oleh Fanatik Buta", maka akal sehat manusia itu menjadi lumpuh., sehingga walaupun "Faktanya", 1 + 1 = 2, NAMUN karena kesalahan 1 + 1 = 3 itu, telah dipahami selama ribuan tahun, maka manusia itu akan tetap keras mengatakan 1 + 1 = 3 adalah suatu kebenaran.

Orang-orang cerdas, adalah mereka yang mau membuka pikirannya untuk menerima perubahan, dan orang-orang yang beriman, adalah mereka yang mau membuka pintu hatinya untuk menerima kebenaran.

Salam ...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)