Author Topic: Bolehkah Pendeta Bisnis atau Politik??  (Read 3247 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 12, 2017, 11:30:02 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1402
Bisnis bisa saja sebagai sambilan belaka (dengan syarat didalamnya ada unsur pelayanan yang utama, profit no.2). Sambilan ini juga bagus untuk mengurangi potensi "Korup" karena dia berkeluarga.
Kalau Politik ? Ada pepatah dalam Politik "Tidak ada kawan politik yang sejati", lalu bagaimana jika lawan politiknya itu merupakan salah satu jemaatnya ? Bagaimana Pendeta itu memperlakukannya di dalam Gereja? apakah perlakuannya pasti bisa adil dan sama dengan perlakuan terhadap jemaat yang lain ? Ingat, pendeta juga manusia, dan hal itu dapat menjadi batu sandungan baginya untuk mewartakan Kasih secara adil kepada seluruh jemaatnya. Jadi yang ditakutkan jika Pendeta berpolitik adalah adanya "Conflict of interest" di dalam pelayanannya.

Salam Damai

Tuhan memberkati...
August 22, 2017, 08:16:25 PM
Reply #11
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 368
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Tergantung dimana ia ditampatkan Allah dan untuk apa ia melayani. Jika ia harus bekerja untuk mencukupkan kebutuhan hidup keluarga atau jemaatnya, sialahkan saja. Namun jika untuk menumpuk kekayaan, sebaiknya tinggalkanlah dunia pelayanan.

Jika ia ditempatkan dalam pelayanan politik, silahkan berpolitik. Namun kalau hanya ikut-ikutan atau tergiur kekuasaan, kehormatan dan kekayaan, sebaiknya bertobatlah sebelum habis kesempatan yang Tuhan berikan.

Ini pendapat yang bagus. Kalau FK ada tombol like, maka akan saya beri like.
August 23, 2017, 06:14:42 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
menumpuk kekayaan sama artinya dengan pelajaran saat di sekolah dasar (SD) "rajin menabung pangkal kaya"...entah dengan berbisnis, berinvestasi dan berprofesi. seseorang pelayan Tuhan atau pendeta yang cerdas dalam mengatur keuangan bisa menjadi kaya. dan sebaliknya pelayan Tuhan atau pendeta yang bodoh dalam mengatur keuangan bisa menjadi melarat.

meninggalkan pelayanan karena menjadi kaya atau miskin adalah sikap yang gagal pikir terkait "apa itu melayani Tuhan" alias sesat pikir.

ada amin..!!   :monkeys19:



September 11, 2017, 08:28:15 AM
Reply #13
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 4
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Kalau Menurut Pendapat Saya.
1. Bisnis
Untuk Hal Ini Saya Rasa Boleh Saja Asalkan Dia Tau Apa Tujuan Utamanya Dan Mana Yang Harus Lebih Di Prioritaskan
Apalagi Kalau Seandainya Bisnisnya Bisa Menjadi Saluran Berkat Bagi Orang Lain Atau Orang Kristen , Misalnya Menjual Alkitab , Roti Perjamuan , Semua Perlengkapan Rohani Dll.
Dan Bisa Menambah Perpuluhan Dan Mengembangkan Gereja Tuhan Deh...

2. Politik
Tapi Kalau Mengenai Ini Saya Rasa Tidak Cocok Karena Seseorang Yang Terlibat Politik Fokusnya Akan Teralihkan Dan Bisa Menjadi Batu Sandungan Bagi Jemaat Maupun Orang Atau Gereja Yang Lain
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)