Author Topic: Contoh buruk yg menular ? ataukah P (Perseverance of the Saints) dari TULIP ?  (Read 3860 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 29, 2017, 01:23:29 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Gara gara bikin thread T dari TULIP, saya jadi baca2 artikel yang ketemu di internet.
Dan gara2 baca2 artikel yang ketemu di internet, saya jadi dapet pengetahuan bahwa ternyata terjadi pembakaran thdp seseorang yang dilakukan Calvin.

Info di internet ngasih tau bahwa [menyate orang] sudah lama dilakukan oleh Gereja Katolik. Dan didalam span waktu yang cukup panjang, [menyate orang] oleh GK ini terjadi lumayan banyak. https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_people_burned_as_heretics.

Anyway yang menarik saya disini, ternyata Calvin juga pernah [menyate orang].
Mengingat ajaran Calvin yang katanya dia "sola scriptura", dimana selanjutnya dia menyatakan [Perseverance of the Saints], jadinya timbul pertanyaan di benak saya :

Calvin membakar orang itu KARENA :
A. ngikut contoh GK didalam perihal [menyate orang]
B. dibenak Calvin : ["diriku telah sekali selamat"], selanjutnya sesuai dengan logika dia ---> [Perseverance of the Saints], logika selanjutnya maju ke ["sekalipun diriku ngebakar orang, aku tetep selamat"].



Biasanya saya sering ketemu kalimat dari Calvinist jaman sekarang yang kira2 semacem sbb :
diketika ternyata ada orang Kristen yang dengan sengaja membunuh - maka tentunya orang ybs ini sama sekali belon selamat. Orang ybs beriman palsu. Dia bukan orang Kristen sama sekali

oda sbg observer : (respond thdp ungu)
Jadi Calvin, ---bbrp saat sebelum dia melakukan pembakaran manusia--- dia sudah selamat ato belon ?

oda sbg Calvinist-1 : (maen pencak silat baca : bersilat lidah)
Belon selamat, tapi kalo dia orang yang dipilih SBJ (U dari TULIP) utk selamat pasti di akhir hidupnya dia bertobat.

oda sbg observer :
Lah... kalo Calvin itu belon selamat, kok ajaran orang yang [belon selamat, beriman palsu Calvin dalam hal ini] kalian pake ?



oda sbg Calvinist-2 : (maen pencak silat baca : bersilat lidah)
Sudah selamat donk. Kan Calvin itu a Saint ----> so, [Perseverance of the Saints] tetep berlaku. Pasti nanti pas menjelang akhir hidupnya dia telah bertobat atas kesalahannya menyate orang tsb.

oda sbg observer :
dengan demikian ungu itu NIHIL.
Karena [Perseverance of the Saints] menunjukan bahwa a Saint (orang yang telah sekali selamat) nggak papa  menyate orang intentionally (apapun itu alesannya) - karena toh yang namanya sudah sekali selamat - ujung2nya ya pasti tetep selamat. Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan oranye diatas adalah yang point-B.

Yang keberatan jawaban point-B atas pertanyaan oranye, silahkan maju :char11:
« Last Edit: April 29, 2017, 01:40:05 PM by odading »
April 29, 2017, 10:29:14 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9610
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
tar yang maju pasti seputar Alamak alias Semper alias JaMaSoEl, 1 orang doang dijamin (Aleph kalo tar Oda singgung2 mengenai OSAS)

Rita Ratina kalo dia mau
(tapi jangan terlalu berharap sama dia, saya masih nunggu janji dia mau menghadirkan orang yang ekspert mengenai Calvinist disini yang katanya bisa bikin yang ngga percaya Calvin keok, ngga muncul2 orangnya)

;D
April 30, 2017, 10:47:37 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Perseverance of the Saints

Perseverance of the Saints is a doctrine which states that the saints (those whom God has saved) will remain in God's hand until they are glorified and brought to abide with him in heaven. Romans 8:28-39 makes it clear that when a person truly has been regenerated by God, he will remain in God's stead. The work of sanctification which God has brought about in his elect will continue until it reaches its fulfillment in eternal life (Phil. 1:6). Christ assures the elect that he will not lose them and that they will be glorified at the "last day" (John 6:39). The Calvinist stands upon the Word of God and trusts in Christ's promise that he will perfectly fulfill the will of the Father in saving all the elect.

http://www.reformed.org/calvinism/

Calvinist menyesatkan dengan 4 point kronologi
1. diriku dipilih SBJ (diluar waktu)
2. diriku diselamatkan (didalam waktu)
3. diakhir hidupku pasti juga didalam keadaan selamat (didalam waktu)
4. masuk sorga (diluar waktu)

So, "remain in God's stead" itu secara Calvinist jadinya kayak begini :
(diluar waktu) : diriku di pilih SBJ ---> diriku pasti masuk sorga
(didalam waktu) : diriku diselamatkan ---> pada akhirnya diriku juga tetep didalam keadaan selamat.

Kalimat ayat Roma yg dibawa bawa itu, oleh Calvinist, mengabaikan IF.
Dimana seharusnya berupa :
In God's eye he remains in His stead IF he remains in his faith (diluar waktu)
So, IF he remains in his faith THEN he remains in God's stead (didalam waktu)


Selanjutnya Calvinist mengambil contoh Raja Daud = IDEM dgn dirinya sendiri.
Calvinist : "tuh liat Raja Daud, walopun dia ancur2an berbuat dosa - tapi karena dia dipilih SBJ, maka pada akhirnya ya dia pasti mati jasmani dalam keadaan selamat dan masuk sorga."

oda :
So di pov Calvinist, kosakata [remains] it's not about events di span waktu berjalan, melainkan adanya di point awal dan di point akhir. Demikian pula kalimat "God will not lose him", adanya di point awal dan point akhir. Kalo awalnya nomor-1 akhirnya ya pasti nomor 4. Kalo awalnya nomor-2 akhirnya ya pasti nomor-3. Oleh karena itulah Calvin menyate orang. Dengan demikian kalimat ungu di awal post saya NIHIL.

Nggak heran banyak orang tergiur jadi Calvinist.
Wong pola hidup Calvin itu sendiri jadi patokannya, dimana Calvin mengajukan contoh raja Daud.
Jargon-nya jadi sbb : "tenang aja, kita ini kan sudah sekali selamat ... so mao kita ngebunuh kek, serong kek, menipu kek.... pokok pada akhirnya kita pasti selamat".

Lucunya, kalo ada non-Calvinist tereak bhw ajaran Calvinist spt oranye, rame rame Calvinist tereak ungu (di post sebelumnya). Dengan kata lain, mereka tereak "Calvin tidak mengajarkan demikian". Namun yang tereak ini lupa, bahwa contoh dari hidup Calvin itu sendiri menggambarkan oranye - dimana padahal Calvinist sendiri tereak "sola scriptura ! liat itu kisah kehidupan raja Daud di Alkitab !".

oda :
Lah ya itu, kisah kehidupan raja Daud di Alkitab menunjukan bahwa orang yang dipilih SBJ, setelah sekali diselamatkan (didalam waktu), idupnya mao jungkir balik se amburadul kayak apapun - mao idup kayak Hitler, ya pada akhirnya pasti masuk sorga.

Jadi jangan tereak Hitler itu pasti masuk neraka, karena sikon-nya MUNGKIN berupa :
A. Hitler sewaktu masih remaja sudah diselamatkan satu kali (karena dipilih SBJ)
B. Hitler menjelang mati jasmani diselamatkan (karena dipilih SBJ).

So ajaran Calvinist berupa :
it doesn't matter what you do, once saved always saved (U dan P).

May 02, 2017, 09:25:01 AM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Pd masa itu, agama, politik dan hukum berjalan beriringan.
Hukum normatif yg berlaku pada masa itu sangat kental dg nafas keagamaan, yaitu agama Kristen.

Orang yg menolak ajaran Gereja disamakan dengan orang yg melanggar hukum negara, makanya negara mjatuhkan hukuman.

Itulah akibatnya kl hukum, agama, politik berjalan bersamaan.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 02, 2017, 06:48:14 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Pd masa itu, agama, politik dan hukum berjalan beriringan.
Orang yg menolak ajaran Gereja disamakan dengan orang yg melanggar hukum negara, makanya negara mjatuhkan hukuman.
Dari kisah sejarah di perihal pembakaran - yang saya ketahui [negara mjatuhkan hukuman] berdasarkan keputusan/persetujuan pemuka agama saat itu.

Quote
Itulah akibatnya kl hukum, agama, politik berjalan bersamaan.
Mengerti. Sikon bold membuka peluang2 hal baru. Namun begimana sampai bisa terjadi sikon bold?

IMO, karena adanya "tarik menarik" di masing2 pihak.
Masing2 ada kepentingan sendiri2, sehingga menjadi "jalan bersamaan"  :char11:.



Sepanjang yang saya ketahui, GK tidak berpedoman [Unconditional Election]. Otomatis, nggak akan nyampe ke [Perserverance of the Saints]. So, diketika ada event [pembakaran] yg dilakukan GK ---> ini bisa dikatakan lebih ke tanggung jawab per individu ybs itu sendiri.

Dilain sisi, diri Calvin berpedoman U hingga ke P.



Case-1
Sebelum terjadinya pembakaran Servetus, saya temui di internet bahwa Edisi pertama buku "The Institutes" (1536) - terdapat kalimat Calvin berupa sbb : "It is criminal to put heretics to death. To make an end of them by fire and sword is opposed to every principle of humanity."

oda thdp kalimat diatas :
Ada "ambiguitas" pada kalimat Calvin tsb.

Kalimatnya diatas bisa membuka peluang utk diplintir, yakni berupa :
A. Saya tidak bilang bahwa [adalah perbuatan kriminal dalam membunuh heretik]. Yang saya maksudkan yaitu [adalah perbuatan kriminal membunuh heretik YANG dgn cara dibakar atopun di tusuk pedang] karena oranye itu tidak berperikemanusiaan. It's OK [to put heretics to death].

jadi di point-A ini,
perihal [opposed to every principle of humanity] itu adalah yang [to make an end the heretics by fire and sword]. Karena oranye opposed to every principle of humanity, maka dari itulah perbuatan oranye kriminal. Dimana [to put heretics to death] IS NOT [opposed to every principle of humanity].

Q : logiskah ?
A : berdasarkan hanya dari bunyi kalimat itu sendiri, ya logis.

However, most human will think that the sentence means something like this :
B. [to put heretics to death] is opposed to every principle of humanity, maka dari itulah perbuatan ungu kriminal. Oranye hanyalah example dari ungu.

So, dari satu kalimat mungkin maksudnya yang A - mungkin pula maksudnya yang B.
Disinilah ambigu-nya.



Case-2
Terjadi pembakaran Servetus.

Q : Apakah mengagetkan diketika terjadi event dimana Calvin membakar orang ?
A : TIDAK.

Q : kenapa tidak mengagetkan ?
A : karena berdasarkan kisah raja Daud, ya itu dah.... [Perserverance of the Saints].



Berikut kopasan kalimat yg saya dapet di internet. Ada berbagai macem link yang mengopas kalimat yang sama. Dan kalimat ini sendiri didapet dari "Definsio" produksi Calvin :

Case-3
“Whoever shall now contend that it is unjust to put heretics and blasphemers to death, knowingly and willingly incur their guilt. It is not human authority that speaks, it is God who speaks and prescribes a perpetual rule for His Church.”

oda dari kalimat diatas :
1. it is God who speaks [to put heretics and blasphemers to death]
2. Oleh karena itu bagi siapa yang tereak [tindakan ungu itu unjust] dengan sengaja, maka yang tereak ini juga kecipratan kesalahan si heretic yang dihukum mati tsb.

Kalimat Calvin di [Definsio] spt diatas, keluar setelah terjadi pembakaran Servetus.



Selanjutnya diketika dirangkai kronologi timing-nya, yakni :
case-1 (The Institutes, 1536)
case-2 (Pembakaran Servetus, 1553)
case-3 (Definsio, 1554)

Akibatnya bisa berupa dua model.

X. Berangkat dari [case-1 , ambigu A], di pov Calvin itu sendiri [pembakaran Servetus, case-2] is criminal, because it is opposed to every principle of humanity. Oleh karena itulah Calvin meminta ke Pemerintah Geneva agar [membunuh Servetus] itu dilakukan dengan cara digorok lehernya, bukan dibakar. Dengan demikian, Calvin masih bisa dengan mudah tereak seperti point 1 dan point 2 di Case-3.

Y. Berangkat dari [case-1, ambigu B], jelas2 [pembakaran Servetus, case-2] menunjukan Calvin berkontradiksi dengan [case-1, ambigu B]. Bahkan sekalipun ada itu event Calvin meminta ke Pemerintah Geneva agar Servetus digorok sampe mati saja, jangan dibakar ... tetep aja berkontradiksi dgn [case-1 ambigu B]. Masuk ke case-3, jadinya menunjukan ke plin-plan an Calvin. Dulu bilang spt [case-1 ambigu B], setelah case-2 terjadi - blakangan bilang seperti point 1 di case-3.

:)
salam.
« Last Edit: May 02, 2017, 06:53:06 PM by odading »
May 03, 2017, 09:07:23 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 963
  • bosan jadi omdo, mari belajar bersama
Gara gara bikin thread T dari TULIP, saya jadi baca2 artikel yang ketemu di internet.
Dan gara2 baca2 artikel yang ketemu di internet, saya jadi dapet pengetahuan bahwa ternyata terjadi pembakaran thdp seseorang yang dilakukan Calvin.

Info di internet ngasih tau bahwa [menyate orang] sudah lama dilakukan oleh Gereja Katolik. Dan didalam span waktu yang cukup panjang, [menyate orang] oleh GK ini terjadi lumayan banyak. https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_people_burned_as_heretics.

Anyway yang menarik saya disini, ternyata Calvin juga pernah [menyate orang].
Mengingat ajaran Calvin yang katanya dia "sola scriptura", dimana selanjutnya dia menyatakan [Perseverance of the Saints], jadinya timbul pertanyaan di benak saya :

Calvin membakar orang itu KARENA :
A. ngikut contoh GK didalam perihal [menyate orang]
B. dibenak Calvin : ["diriku telah sekali selamat"], selanjutnya sesuai dengan logika dia ---> [Perseverance of the Saints], logika selanjutnya maju ke ["sekalipun diriku ngebakar orang, aku tetep selamat"].



Biasanya saya sering ketemu kalimat dari Calvinist jaman sekarang yang kira2 semacem sbb :
diketika ternyata ada orang Kristen yang dengan sengaja membunuh - maka tentunya orang ybs ini sama sekali belon selamat. Orang ybs beriman palsu. Dia bukan orang Kristen sama sekali

oda sbg observer : (respond thdp ungu)
Jadi Calvin, ---bbrp saat sebelum dia melakukan pembakaran manusia--- dia sudah selamat ato belon ?

oda sbg Calvinist-1 : (maen pencak silat baca : bersilat lidah)
Belon selamat, tapi kalo dia orang yang dipilih SBJ (U dari TULIP) utk selamat pasti di akhir hidupnya dia bertobat.

oda sbg observer :
Lah... kalo Calvin itu belon selamat, kok ajaran orang yang [belon selamat, beriman palsu Calvin dalam hal ini] kalian pake ?



oda sbg Calvinist-2 : (maen pencak silat baca : bersilat lidah)
Sudah selamat donk. Kan Calvin itu a Saint ----> so, [Perseverance of the Saints] tetep berlaku. Pasti nanti pas menjelang akhir hidupnya dia telah bertobat atas kesalahannya menyate orang tsb.

oda sbg observer :
dengan demikian ungu itu NIHIL.
Karena [Perseverance of the Saints] menunjukan bahwa a Saint (orang yang telah sekali selamat) nggak papa  menyate orang intentionally (apapun itu alesannya) - karena toh yang namanya sudah sekali selamat - ujung2nya ya pasti tetep selamat. Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan oranye diatas adalah yang point-B.

Yang keberatan jawaban point-B atas pertanyaan oranye, silahkan maju :char11:

Setau saya Calvin memang bukan penganut infalible.

Orang yg telah diselamatkan tapi masih hidup di dunia memang disebut orang2 kudus dalam alkitab, Paulus, para rasul mereka disebut orang2 kudus padahal mereka masih daging.

OSAS mengajarkan bahwa kita melakukan perbuatan baik bukan karena ancaman neraka tapi karena kita memang mengasihi Tuhan.

May 03, 2017, 10:49:55 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Setau saya Calvin memang bukan penganut infalible.
Orang yg telah diselamatkan tapi masih hidup di dunia memang disebut orang2 kudus dalam alkitab, Paulus, para rasul mereka disebut orang2 kudus padahal mereka masih daging.
Ajarannya kayaknya begini :
Saya, sebagai orang Kudus tidak infallible - Tuhan lah yang infallible
TAPI karena saya sudah sekali Kudus dimata Tuhan - maka selamanya saya tetep Kudus dimata Tuhan


Ke infallible-an Tuhan ada di U dan di P (ungu)

Quote
OSAS mengajarkan bahwa kita melakukan perbuatan baik bukan karena ancaman neraka tapi karena kita memang mengasihi Tuhan.
Apa iya bold, cba ?
Sepanjang pengetahuan saya OSAS (Perseverance of the Saints)  itu, salah satu point patokannya adalah kisah raja Daud. Selanjutnya Calvin membuktikan P dengan menyate orang.

:)
salam.
May 03, 2017, 12:56:56 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 963
  • bosan jadi omdo, mari belajar bersama
Ajarannya kayaknya begini :
Saya, sebagai orang Kudus tidak infallible - Tuhan lah yang infallible
TAPI karena saya sudah sekali Kudus dimata Tuhan - maka selamanya saya tetep Kudus dimata Tuhan

Alkitab mengatakan siapa yg menerima Yesus disebut orang kudus bro, contohnya, Paulus, para rasul dan jemaat mula2.

Tapi disisi lain Yesus mengajarkan sangkal diri dan pikul salib,

jadi biarpun disebut kudus kita tetap harus berjuang sangkal diri dan pikul salib yg salah satu artinya adalah memerangi kedagingan kita sebagi bukti kasih kita pada Tuhan,

bukan sebagai kesombongan kita akan kemampuan memerangi daging kita yg membawa kita menjadi pejabat atau elite politik di surga nanti.



Quote from: odading link=topic=61604.msg1202120#msg1202120 date=1493783395

[sub
Ke infallible-an Tuhan ada di U dan di P (ungu)[/sub]
 Apa iya bold, cba ?
Sepanjang pengetahuan saya OSAS (Perseverance of the Saints)  itu, salah satu point patokannya adalah kisah raja Daud. Selanjutnya Calvin membuktikan P dengan menyate orang.

:)
salam.

Melakukan perbuatan baik bukan karena ancaman

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18)

Tenang aja bro, sperti Daud, jika kita anak Tuhan kita dijamin keselamatan tapi Daud membayar dosanya.

Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?  (1 Petrus 4:17)

« Last Edit: May 03, 2017, 01:02:23 PM by cba_k »
May 03, 2017, 01:22:13 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Alkitab mengatakan siapa yg menerima Yesus disebut orang kudus bro, contohnya, Paulus, para rasul dan jemaat mula2.
Ya. Dan ajaran Calvin berupa :

diriku telah sekali kudus di pov Allah (tgl 1 Jan 2000)

maka sejak tgl 1 Jan 2000 kedepannya ...
tgl 1 Jan 2010 diriku membunuh orang ---> diriku tetep kudus di pov Allah
tgl 1 Jan 2015 diriku berzinah ---> diriku tetep kudus di pov Allah
tgl 1 Jan 2020 diriku jadi dukun ---> diriku tetep kudus di pov Allah
s/d akhirnya diriku mati jasmani ---> diriku tetep kudus di pov Allah

Quote
Tapi disisi lain Yesus mengajarkan sangkal diri dan pikul salib
Calvin : it doesn't matter.

1 Jan 2013 diriku jumpalitan sangkal diri dan pikul salib ---> diriku tetep kudus di pov Allah
1 Jan 2017 diriku tidak sangkal diri dan pikul salib ---> diriku tetep kudus di pov Allah


Quote
jadi biarpun disebut kudus kita tetap harus berjuang sangkal diri dan pikul salib
Calvin : does it matter, cba ? Kan diriku sudah dipilih SBJ ? Kan diriku sudah sekali kudus di pov Allah di tgl 1 Jan 2000.

Quote
Tenang aja bro, sperti Daud, JIKA kita anak Tuhan kita dijamin keselamatan tapi Daud membayar dosanya.
Calvin : sudah terpenuhi itu "jika", cba. Yakni di tgl 1 Jan 2000.
Nah itu.... sperti raja Daud, diriku ngebakar Servetus - ya tetep aja diriku kudus di pov Allah. Diriku nggak infallible. Tapi Allah infallibe loh.
May 04, 2017, 09:54:49 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Perseverance of the Saints

Perseverance of the Saints is a doctrine which states that the saints (those whom God has saved) will remain in God's hand until they are glorified and brought to abide with him in heaven. Romans 8:28-39 makes it clear that when a person truly has been regenerated by God, he will remain in God's stead. The work of sanctification which God has brought about in his elect will continue until it reaches its fulfillment in eternal life (Phil. 1:6). Christ assures the elect that he will not lose them and that they will be glorified at the "last day" (John 6:39). The Calvinist stands upon the Word of God and trusts in Christ's promise that he will perfectly fulfill the will of the Father in saving all the elect.

http://www.reformed.org/calvinism/

Calvinist menyesatkan dengan 4 point kronologi
1. diriku dipilih SBJ (diluar waktu)
2. diriku diselamatkan (didalam waktu)
3. diakhir hidupku pasti juga didalam keadaan selamat (didalam waktu)
4. masuk sorga (diluar waktu)

So, "remain in God's stead" itu secara Calvinist jadinya kayak begini :
(diluar waktu) : diriku di pilih SBJ ---> diriku pasti masuk sorga
(didalam waktu) : diriku diselamatkan ---> pada akhirnya diriku juga tetep didalam keadaan selamat.

Kalimat ayat Roma yg dibawa bawa itu, oleh Calvinist, mengabaikan IF.
Dimana seharusnya berupa :
In God's eye he remains in His stead IF he remains in his faith (diluar waktu)
So, IF he remains in his faith THEN he remains in God's stead (didalam waktu)


Selanjutnya Calvinist mengambil contoh Raja Daud = IDEM dgn dirinya sendiri.
Calvinist : "tuh liat Raja Daud, walopun dia ancur2an berbuat dosa - tapi karena dia dipilih SBJ, maka pada akhirnya ya dia pasti mati jasmani dalam keadaan selamat dan masuk sorga."

oda :
So di pov Calvinist, kosakata [remains] it's not about events di span waktu berjalan, melainkan adanya di point awal dan di point akhir. Demikian pula kalimat "God will not lose him", adanya di point awal dan point akhir. Kalo awalnya nomor-1 akhirnya ya pasti nomor 4. Kalo awalnya nomor-2 akhirnya ya pasti nomor-3. Oleh karena itulah Calvin menyate orang. Dengan demikian kalimat ungu di awal post saya NIHIL.

Nggak heran banyak orang tergiur jadi Calvinist.
Wong pola hidup Calvin itu sendiri jadi patokannya, dimana Calvin mengajukan contoh raja Daud.
Jargon-nya jadi sbb : "tenang aja, kita ini kan sudah sekali selamat ... so mao kita ngebunuh kek, serong kek, menipu kek.... pokok pada akhirnya kita pasti selamat".

Lucunya, kalo ada non-Calvinist tereak bhw ajaran Calvinist spt oranye, rame rame Calvinist tereak ungu (di post sebelumnya). Dengan kata lain, mereka tereak "Calvin tidak mengajarkan demikian". Namun yang tereak ini lupa, bahwa contoh dari hidup Calvin itu sendiri menggambarkan oranye - dimana padahal Calvinist sendiri tereak "sola scriptura ! liat itu kisah kehidupan raja Daud di Alkitab !".

oda :
Lah ya itu, kisah kehidupan raja Daud di Alkitab menunjukan bahwa orang yang dipilih SBJ, setelah sekali diselamatkan (didalam waktu), idupnya mao jungkir balik se amburadul kayak apapun - mao idup kayak Hitler, ya pada akhirnya pasti masuk sorga.

Jadi jangan tereak Hitler itu pasti masuk neraka, karena sikon-nya MUNGKIN berupa :
A. Hitler sewaktu masih remaja sudah diselamatkan satu kali (karena dipilih SBJ)
B. Hitler menjelang mati jasmani diselamatkan (karena dipilih SBJ).

So ajaran Calvinist berupa :
it doesn't matter what you do, once saved always saved (U dan P).


Saya tidak yakin bahwa bro, memahami Perseverance of the Saints sebagaimana dimaksudkan para calvinist.

Jika anda tanyakan kepada seorang calvinist, apakah seorang pembunuh atau pemerkosa akan masuk surga, maka

jawabannya adalah; Tidak

Tetapi jika Anda tanyakan apakah seorang yang telah diselamatkan/telah lahir baru/telah dipilih Allah akan melakukan pembunahan atau pemerkosaan, maka

jawabannya adalah (juga); Tidak

jadi mereka yang telah diselamatkan akan dalam posisi impossible to sin, kebalikan dari Total Depravity.

Nah, jika demikian pemahamannya maka OSAS tidak terbantahkan.
===

Jadi, yang membuat OSAS mentah di pandangan saya adalah jika jika dibandingkan dengan aya-ayat lain di KS bahwa keselamatan bisa hilang jika tidak endure till the end.

for instance,
- Matthew 10:22 "And you will be hated by all for My name's sake. But he who endures to the end will be saved.

- Matthew 24:13 "But he who endures to the end shall be saved.
====

Salam,
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)