Author Topic: seputaran Sola Scriptura ---> pertanyaan bagi para pemberhala BUKU  (Read 22865 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 19, 2017, 10:13:08 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
Does the Bible Teach Sola Scriptura?
Two points must be made concerning whether the Bible teaches sola Scriptura.

1.   First, it is not necessary that the Bible explicitly and formally teach sola Scriptura in order for this doctrine to be true. Many Christian teachings are a necessary logical deduction of what is clearly taught in the Bible (e.g., the Trinity).
Oke. Saya nggak akan tanya lagi hal ini.

Quote
2.   Second, the Bible does teach implicitly and logically, if not formally and explicitly, that the Bible alone is the only infallible basis for faith and practice. This it does in a number of ways. One, the fact that Scripture is said to be “God-breathed” (theopnuestos) and thus by it believers are “competent, equipped for every good work” (2 Tim. 3:16-17, supports the doctrine of sola Scriptura.
Istilah "God breathed" karena sudah ada duluan asumsi bahwa [setiap kalimat yang terbaca = bukan bohong].


Quote
St. Paul declares that the God-breathed writings are sufficient. :
1. Jesus and the apostles constantly appealed to the Bible as the final court of appeal.
What kind of Bible yg dipake rujukan di jaman tsb ? Tentu bukan PB. Dan dari kisah di PL itu sendiri, ada rujukan catetan2 laen ---> misal : The Book of the Wars of Yahweh dan the Book of Jashar. Belon lagi 2 Timotius 3:8

Quote
2. This they often did by the introductory phrase, “It is written,”
Sekarang saya masukan kalimat tsb spt sbb :  It is written tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2

Quote
3. What is more, Jesus made it clear that the Bible was in a class of its own, exalted above all tradition. He rebuked the Pharisees for not accepting sola Scriptura and negating the final authority of the Word of God by their religious traditions, saying, “And why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?
Nope. Point yang Yesus sampaikan BUKAN perihal di pov Yesus tradisi-nya yang error.

Sikonnya spt sbb :
Agama bla3x menganut/mengajarkan tradisi X, segala macem ritual, devosi, sembayangan, kui2 jongkok bangun, kolekte, dlsb.... at the same time mengajarkan Kasih. Cuplis menganut agama bla3x. Cuplis sibuk dan menonjol kalo yang diperihal tradisi, however giliran ada orang yg bener2 perlu pertolongannya dia abaikan dengan alesan "duitnya abis buat kolekte".

Nah seperti sikon demikianlah aplikasi dari kalimat sbb :
why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?
You have nullified the word of God, for the sake of your tradition


So, sekali lagi :
BUKAN tradisi-nya yang error, melainkan orang yang Dia ajak bicara itulah yang error.
May 20, 2017, 06:32:19 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1074
  • BIBLE IS TRUTH
Istilah "God breathed" karena sudah ada duluan asumsi bahwa [setiap kalimat yang terbaca = bukan bohong].


Kata Yunani yang diterjemahkan “inspirasi” adalah “theopneustos.” Ini berarti “dinafaskan Allah.” Kitab Suci “dinafaskan oleh Allah.” Rasul Petrus mengatakan bahwa para penulis Kitab Suci “berbicara karena mereka digerakkan oleh ROH KUDUS” (II Petrus 1:21).

Kata Yunani yang diterjemahkan “digerakkan” adalah dari kata “phero” dan berarti “mempengaruhi.” Dari II Timotius 3:16 dan II Petrus 1:21 kita melihat bahwa ROH KUDUS mempengaruhi pikiran penulis selama mereka menuliskan kata-kata yang dinafaskan Allah dalam Alkitab.

Misalnya, dalam Yeremia 1: 9, kita membaca :

“TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (Jeremiah 1:9).

Quote
Quote
St. Paul declares that the God-breathed writings are sufficient. :
1. Jesus and the apostles constantly appealed to the Bible as the final court of appeal.
What kind of Bible yg dipake rujukan di jaman tsb ? Tentu bukan PB. Dan dari kisah di PL itu sendiri, ada rujukan catetan2 laen ---> misal : The Book of the Wars of Yahweh dan the Book of Jashar. Belon lagi 2 Timotius 3:8

PL sudah lama dalam bentuk tertulis sebelum era Perjanjian baru.

Ezra diperkirakan sudah membuat kanonisasi PL tahun 400 SM.

Quote
Quote
2. This they often did by the introductory phrase, “It is written,”
Sekarang saya masukan kalimat tsb spt sbb :  It is written tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2

Apa persoalannya kalau pemahaman hermeneutika Alkitab harus kontekstual didalam jaman dan budaya terkait ?

Baptisan sekarang tidak perlu harus turun kesungai  !

Perjalanan penginjilan tidak harus naik keledai lagi tapi bisa naik Jet !

Gereja tidak pernah mentrapkan Alkitab secara Biblicist atau Solo Scriptura !

SOLA SCRIPTURA BUKAN SOLO SCRIPTURA

SOLO SCRIPTURA :

1.“lay aside all attachment to human systems, all partiality to names, councils and churches, and honestly inquire, what saith the Scriptures Explicitly” ,

2.Denounced “creed power” and argued for “the Bible, the whole Bible, and nothing but what the Bible Textual  said .”


Quote
Quote
3. What is more, Jesus made it clear that the Bible was in a class of its own, exalted above all tradition. He rebuked the Pharisees for not accepting sola Scriptura and negating the final authority of the Word of God by their religious traditions, saying, “And why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?
Nope. Point yang Yesus sampaikan BUKAN perihal di pov Yesus tradisi-nya yang error.

Sikonnya spt sbb :
Agama bla3x menganut/mengajarkan tradisi X, segala macem ritual, devosi, sembayangan, kui2 jongkok bangun, kolekte, dlsb.... at the same time mengajarkan Kasih. Cuplis menganut agama bla3x. Cuplis sibuk dan menonjol kalo yang diperihal tradisi, however giliran ada orang yg bener2 perlu pertolongannya dia abaikan dengan alesan "duitnya abis buat kolekte".

Nah seperti sikon demikianlah aplikasi dari kalimat sbb :
why do you break the commandment of God for the sake of your tradition?
You have nullified the word of God, for the sake of your tradition

So, sekali lagi :
BUKAN tradisi-nya yang error, melainkan orang yang Dia ajak bicara itulah yang error.


Tradisi manusia yang banyak berbau berhala dan anthroposentris sangat bertentangan dengan prinsip Alkitab yang Theosentris.

Oleh karena itu Alkitab Firman Tuhan harus mentransformasikan semua tradisi manusia agar tidak melawan kebenaran Firman Tuhan.

Alkitab sudah banyak kali memperingatkan akan hal itu :

Matius  15:3 But he answered and said unto them, Why do ye also transgress the commandment of God by your tradition?

Matius  15:6 ............Thus have ye made the commandment of God of none effect by your tradition.

Markus  7:8 For laying aside the commandment of God, ye hold the tradition of men, as the washing of pots and cups: and many other such like things ye do.

Markus  7:9 And he said unto them, Full well ye reject the commandment of God, that ye may keep your own tradition.

Markus  7:13 Making the word of God of none effect through your tradition, which ye have delivered: and many such like things do ye.

Kolose  2:8 Beware lest any man spoil you through philosophy and vain deceit, after the tradition of men, after the rudiments of the world, and not after Christ.


CHRIST TRANSFORMED CULTURE
« Last Edit: May 20, 2017, 07:32:16 AM by reformasi »
May 20, 2017, 11:29:59 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik

Kata Yunani yang diterjemahkan “inspirasi” adalah “theopneustos.” Ini berarti “dinafaskan Allah.” Kitab Suci “dinafaskan oleh Allah.” Rasul Petrus mengatakan bahwa para penulis Kitab Suci “berbicara karena mereka digerakkan oleh ROH KUDUS” (II Petrus 1:21).
They are talking about catetan yang sudah jadi dan ada saat itu  dimana catetan tsb di pov mereka suci.

Quote
Kata Yunani yang diterjemahkan “digerakkan” adalah dari kata “phero” dan berarti “mempengaruhi.” Dari II Timotius 3:16 dan II Petrus 1:21 kita melihat bahwa ROH KUDUS mempengaruhi pikiran penulis selama mereka menuliskan kata-kata yang dinafaskan Allah dalam Alkitab.
Sekali lagi, ungu.

Quote
Misalnya, dalam Yeremia 1: 9, kita membaca :
“TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (Jeremiah 1:9).
Satu kalimat ayat yang menunjukan X tidak sertamerta artinya X bisa di terapkan ke setiap kalimat ayat yang ada. Ayat diatas occasional. Nggak bisa lalu diambil kesimpulan "dengan demikian setiap kalimat2 yg terbaca di Alkitab itu dikarenakan Allah menaruh perkataan2Nya ke setiap penulis catetan2 tsb".

Quote
PL sudah lama dalam bentuk tertulis sebelum era Perjanjian baru.
Well, didalam PL itu sendiri juga ada terbaca bhw di event realita saat itu mereka juga mengacu ke suatu catetan2.... misal The Book of the Wars of Yahweh. Di PB, ada penulis PB yg juga mengacu ke suatu catetan yang tidak berasal dari PL.

Quote
Apa persoalannya kalau pemahaman hermeneutika Alkitab harus kontekstual didalam jaman dan budaya terkait ?
Kok jadi ke perihal jaman dan budaya ?

Quote
Baptisan sekarang tidak perlu harus turun kesungai  !
Tidak ada akibat.
Tidak diketemukan kalimat :
A. orang yg dibaptis tidak turun ke sungai, orang ini bla3x
B. orang yg membaptis tidak nurunin ke sungai orang yg dibaptis, orang ini bla3x

Quote
Perjalanan penginjilan tidak harus naik keledai lagi tapi bisa naik Jet !
Tidak ada akibat.
Tidak diketemukan kalimat : orang yg menginjili tidak naik keledai, orang ini bla3x

Quote
Gereja tidak pernah mentrapkan Alkitab secara Biblicist atau Solo Scriptura !
Makanya saya udah ajukan bahwa bahkan para pencatet itu sendiri TIDAK MELULU SOLA SCRIPTURIST. Yang diajukan penulis itu LOGIC standalone yang ada di pov si penulis sendiri.

tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2

Perhatikan itu kalimat merah.
Kalimat merah adalah sebuah akibat apabila kalimat sebelumnya terpenuhi.
Dan akibat yg spt merah tsb nongol dari pov si penulis itu sendiri.

Saya bisa nge-respond kalimat si penulis berupa :
Mao tu perempuan saat berdoa [bertudung kek - nggak bertudung kek] nggak ada hubungannya dengan menghina laki laki. It doesn't connect at all.

Idem thdp misal VB atopun PV.
Mao itu Yusuf [langsung menyetubuhi Maria kek, nunda2 kek, sama sekali nggak menyetubuhi Maria kek], nggak ada hubungannya dengan kekudusan Yesus. It doesn't connect at all.

Respond saya diatas logic, YET saya nyadarin bahwa realitanya ADA.
ADA orang yang berpikiran bhw perempuan berdoa nggak bertudung itu menghina laki2.
ADA orang yang berpikiran bhw DM itu menjaga/meninggikan kekudusan Yesus.

Dengan demikian JELAS, tradisi itu nggak ada hubungannya dengan apa yang tercatet.
Apabila ada tradisi [setahun sekali satu gadis perawan di gorok lehernya lalu di jorogin ke sumur] ---> ini kan nggak perlu adanya catetan2 utk diketahui bertentangan dgn catetan ato kagak  :D. Logic sendiri sudah duluan menyatakan bahwa tradisi tsb nggak bener.


bersambung
May 20, 2017, 11:30:12 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
Quote
SOLO SCRIPTURA :
Wow.... ada lagi model baru. Solo Scriptura.
Mohon tolong kamu detailkan secara side by side dalam bahasa indonesia, perbedaan antara :
1. Solo Scriptura ---VS--- Sola Scriptura
2. Solo Fide ---VS--- Sola Fide
3. Solo Gracia ---VS--- Sola Gracia



Bikin kayak begini... (pakai tabel) :

SOLO Scriptura     SOLA Scriptura
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua     Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat



SOLO Fide     SOLA Fide
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua     Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat



SOLO Gracia     SOLA Gracia
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua     Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat



Quote
Tradisi manusia yang banyak berbau berhala dan anthroposentris sangat bertentangan dengan prinsip Alkitab yang Theosentris.
"Bau"nya tradisi itu ada di pov per individu.

Luther sbg individu pencetus SS itu sendiri, dari sepanjang yang saya baca2 di internet ---> tidak/belum saya ketemukan bhw SS itu ngebawa bawa perihal tradisi2 DM atopun sebangsanya. In fact, dari baca2 di internet - Luther sendiri menjalankan tradisi DM.

Taroh kata saya idup di jaman Luther, dan ngliat Luther sembahyang kui2 didepan patung salib, saya bisa akan berkomentar "eh Luther, ngapain juga salib elu kui2 in ?".

Point-nya disini kan :
apa iya itu Luther lagi kui2 kepada salib yg indah nian berukir Yesus tsb ?

Dengan demikian JELAS, "bau-nya" itu tradisi gesture si Luther yang ada di pov saya tidak sama dengan "bau-nya" tradisi gesture dirinya sendiri di pov Luther.

Quote
Oleh karena itu Alkitab Firman Tuhan harus mentransformasikan semua tradisi manusia agar tidak melawan kebenaran Firman Tuhan.
Tell that to Luther, secara dialah sang pencetus SS.

Quote
Alkitab sudah banyak kali memperingatkan akan hal itu :

Matius  15:3 But he answered and said unto them, Why do ye also transgress the commandment of God by your tradition?

Matius  15:6 ............Thus have ye made the commandment of God of none effect by your tradition.

Markus  7:8 For laying aside the commandment of God, ye hold the tradition of men, as the washing of pots and cups: and many other such like things ye do.

Markus  7:9 And he said unto them, Full well ye reject the commandment of God, that ye may keep your own tradition.

Markus  7:13 Making the word of God of none effect through your tradition, which ye have delivered: and many such like things do ye.

Kolose  2:8 Beware lest any man spoil you through philosophy and vain deceit, after the tradition of men, after the rudiments of the world, and not after Christ.
Sudah saya tulis. Yang error itu BUKAN tradisinya ! Yang error itu adalah orangnya.

Baca itu sikon-nya kayak begimana shg nongol kalimat seperti diayat atas.

Quote
Alkitab sudah banyak kali memperingatkan akan hal itu :
Sekali lagi baca kondisinya kayak begimana. Jangan mendadak dicomot yang teguranNya. Perhatikan sikonnya sbb :

Tetapi kamu berkata:

KALAU
seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--

MAKA
kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya



Perhatikan itu kalimat diatas. Itu Kronologika.
Dan itu kronologika yang manipulative.

Selanjutnya barulah Yesus berkomentar thdp kronologika tsb :
Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu


Nah...  sudah bisa nangkepkah ? Bahwa :
"persembahan kepada Allah" ---> ini adalah yang tradisi, adat istiadat.
"hormat kepada ortu" ---> ini adalah yang FT.

So, BUKAN tradisinya yang error - melainkan orangnya yang error.
« Last Edit: May 20, 2017, 11:34:15 AM by odading »
May 20, 2017, 12:19:17 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1074
  • BIBLE IS TRUTH
They are talking about catetan yang sudah jadi dan ada saat itu  dimana catetan tsb di pov mereka suci.


Komentar anda hanya bikinan anda sendiri bukan bersumber dari Kitab Suci Kristen yang otentik.

Quote
Quote
Kata Yunani yang diterjemahkan “digerakkan” adalah dari kata “phero” dan berarti “mempengaruhi.” Dari II Timotius 3:16 dan II Petrus 1:21 kita melihat bahwa ROH KUDUS mempengaruhi pikiran penulis selama mereka menuliskan kata-kata yang dinafaskan Allah dalam Alkitab.
Sekali lagi, ungu.

Sekali lagi baca yg diatas.


Quote
Quote
Misalnya, dalam Yeremia 1: 9, kita membaca :
“TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (Jeremiah 1:9).
Satu kalimat ayat yang menunjukan X tidak sertamerta artinya X bisa di terapkan ke setiap kalimat ayat yang ada. Ayat diatas occasional. Nggak bisa lalu diambil kesimpulan "dengan demikian setiap kalimat2 yg terbaca di Alkitab itu dikarenakan Allah menaruh perkataan2Nya ke setiap penulis catetan2 tsb".

Ayat diatas sangat bersifat doktrinal bukan occasional menurut pendapat anda yang pagan,dan semua orang Kristen mengakuinya demikian.

Quote
Quote
PL sudah lama dalam bentuk tertulis sebelum era Perjanjian baru.
Well, didalam PL itu sendiri juga ada terbaca bhw di event realita saat itu mereka juga mengacu ke suatu catetan2.... misal The Book of the Wars of Yahweh. Di PB, ada penulis PB yg juga mengacu ke suatu catetan yang tidak berasal dari PL.

Segala catatan tidak berlaku bagi iman Kristen kalau bertentangan dengan apa yang tertera didalam wahyu Allah yang resmi yaitu Alkitab.

Quote
Quote
Apa persoalannya kalau pemahaman hermeneutika Alkitab harus kontekstual didalam jaman dan budaya terkait ?
Kok jadi ke perihal jaman dan budaya ?


Karena kritikan anda menyangkut budaya pada masa itu seperti Jilbab di Timur Tengah.

Quote
Quote
Baptisan sekarang tidak perlu harus turun kesungai  !
Tidak ada akibat.
Tidak diketemukan kalimat :
A. orang yg dibaptis tidak turun ke sungai, orang ini bla3x
B. orang yg membaptis tidak nurunin ke sungai orang yg dibaptis, orang ini bla3x

Dulu baptis turun kesungai sekarang tidak perlu demikian.

Quote
Quote
Perjalanan penginjilan tidak harus naik keledai lagi tapi bisa naik Jet !
Tidak ada akibat.
Tidak diketemukan kalimat : orang yg menginjili tidak naik keledai, orang ini bla3x

Pahami saja secara ilustrasi bung !

Quote
Quote
Gereja tidak pernah mentrapkan Alkitab secara Biblicist atau Solo Scriptura !
Makanya saya udah ajukan bahwa bahkan para pencatet itu sendiri TIDAK MELULU SOLA SCRIPTURIST. Yang diajukan penulis itu LOGIC standalone yang ada di pov si penulis sendiri.


Alkitab jauh diatas logika manusia,tidak harus masuk logika dalam hal hal tertentu karena dia lebih tinggi dari logika manusia.

Quote
tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina laki2

Perhatikan itu kalimat merah.
Kalimat merah adalah sebuah akibat apabila kalimat sebelumnya terpenuhi.
Dan akibat yg spt merah tsb nongol dari pov si penulis itu sendiri.

Saya bisa nge-respond kalimat si penulis berupa :
Mao tu perempuan saat berdoa [bertudung kek - nggak bertudung kek] nggak ada hubungannya dengan menghina laki laki. It doesn't connect at all.

Idem thdp misal VB atopun PV.
Mao itu Yusuf [langsung menyetubuhi Maria kek, nunda2 kek, sama sekali nggak menyetubuhi Maria kek], nggak ada hubungannya dengan kekudusan Yesus. It doesn't connect at all.

Respond saya diatas logic, YET saya nyadarin bahwa realitanya ADA.
ADA orang yang berpikiran bhw perempuan berdoa nggak bertudung itu menghina laki2.
ADA orang yang berpikiran bhw DM itu menjaga/meninggikan kekudusan Yesus.

Dengan demikian JELAS, tradisi itu nggak ada hubungannya dengan apa yang tercatet.
Apabila ada tradisi [setahun sekali satu gadis perawan di gorok lehernya lalu di jorogin ke sumur] ---> ini kan nggak perlu adanya catetan2 utk diketahui bertentangan dgn catetan ato kagak  . Logic sendiri sudah duluan menyatakan bahwa tradisi tsb nggak bener.

Baca lagi komentar saya soal pemahaman kontekstual didalam kebudayaan era tertentu bukan membabibuta membaca Alkitab secara Biblicist.
« Last Edit: May 21, 2017, 06:53:21 AM by reformasi »
May 20, 2017, 12:26:01 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1074
  • BIBLE IS TRUTH
Wow.... ada lagi model baru. Solo Scriptura.
Mohon tolong kamu detailkan secara side by side dalam bahasa indonesia, perbedaan antara :
1. Solo Scriptura ---VS--- Sola Scriptura
2. Solo Fide ---VS--- Sola Fide
3. Solo Gracia ---VS--- Sola Gracia



Bikin kayak begini... (pakai tabel) :

SOLO Scriptura     SOLA Scriptura
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua     Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat



SOLO Fide     SOLA Fide
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua     Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat



SOLO Gracia     SOLA Gracia
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua     Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat


"Bau"nya tradisi itu ada di pov per individu.

Luther sbg individu pencetus SS itu sendiri, dari sepanjang yang saya baca2 di internet ---> tidak/belum saya ketemukan bhw SS itu ngebawa bawa perihal tradisi2 DM atopun sebangsanya. In fact, dari baca2 di internet - Luther sendiri menjalankan tradisi DM.

Taroh kata saya idup di jaman Luther, dan ngliat Luther sembahyang kui2 didepan patung salib, saya bisa akan berkomentar "eh Luther, ngapain juga salib elu kui2 in ?".

Point-nya disini kan :
apa iya itu Luther lagi kui2 kepada salib yg indah nian berukir Yesus tsb ?

Dengan demikian JELAS, "bau-nya" itu tradisi gesture si Luther yang ada di pov saya tidak sama dengan "bau-nya" tradisi gesture dirinya sendiri di pov Luther.
 Tell that to Luther, secara dialah sang pencetus SS.
 Sudah saya tulis. Yang error itu BUKAN tradisinya ! Yang error itu adalah orangnya.

Baca itu sikon-nya kayak begimana shg nongol kalimat seperti diayat atas.
 Sekali lagi baca kondisinya kayak begimana. Jangan mendadak dicomot yang teguranNya. Perhatikan sikonnya sbb :

Tetapi kamu berkata:

KALAU
seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--

MAKA
kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya



Perhatikan itu kalimat diatas. Itu Kronologika.
Dan itu kronologika yang manipulative.

Selanjutnya barulah Yesus berkomentar thdp kronologika tsb :
Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu


Nah...  sudah bisa nangkepkah ? Bahwa :
"persembahan kepada Allah" ---> ini adalah yang tradisi, adat istiadat.
"hormat kepada ortu" ---> ini adalah yang FT.

So, BUKAN tradisinya yang error - melainkan orangnya yang error.

Saya hanya concern Sola Scriptura sesuai topik !

Soal tradisi sudah saya kutip ayat ayat Alkitab secara tegas menentang tradisi manusia yang bertentangan dengan wahyu Tuhan,karena itu hanya ajaran manusia.

Kolose  2:22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.

Kalau anda ngotot menganggap tradisi manusia sudah pasti benar itu memang omongan paganisme bukan Kristen karena tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Scriptura.

« Last Edit: May 20, 2017, 02:24:01 PM by reformasi »
May 22, 2017, 11:01:02 AM
Reply #36
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6467
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Nah itu. Jadi "teaching"nya itu sendiri ya diluar Alkitab  :D.

Okelah, saya lanjutin berangkat dari yg ungu mengenai SS. Lanjut...

SS kan ngajarin bahwa kalo yang bersifat tradisi harus tidak bertentangan dengan Alkitab.
So... pabila di Alkitab tidak ada kalimat yg bisa menuntun ke kesimpulan X, maka jangan bikin [tradisi bla3x] yang berdasarkan kesimpulan X.

Nah, sekarang saya tanya :
How do they (SS) define [kesimpulan X] itu TIDAK ADA, siip ? Sementara padahal [kesimpulan X] itu eksis di pov individu lain possible ?

contoh realitanya :
Luther sendiri sebagai pencetus SS ternyata menganut tradisi DM (Devotion to Mary).
 Orang jadi bisa sekena-kenanya loncat sana loncat sini thdp kesimpulannya sendiri pada tiap tiap ayat dengan jargon SS.

 Saya tau itu. Namun point-nya disini, system ini dinamakan Sola Scriptura, which is IMPOSSIBLE manusia tunduk terhadap sebuah buku, benda mati. Sementara padahal ada sekian banyak catetan2 di buku Alkitab. :D

Dan sampe halaman 3 ini, orang SS masih bungkem nggak ngejawab atas pertanyaan saya :
ajaran [membunuh heretic] ---> ini ajaran yang SS ato kagak ?

Q : Kenapa saya tanyakan ke orang SS, bukan tanya ke orang Katolik ?
A : Karena Katolik nggak ngluarin SS  :D.


Skali lagi Bro,
Tradisi itu nggak jadi masalah di Sola Scriptura, hanya sifatnya sekunder, tidak mengikat.

Kl Luther menganut perpetual virginity of Mary, maka itu bersifat sekunder dan tidak mengikat buat Gereja scr universal.

Skrg di semua Gereja Protestan jg gitu kok.

Gereja A mngajar tradisi bgini,
Gereja B mngajar tradisi bgitu,
Semua ajaran itu mengikat bagi gerejanya sendiri ssuai aturan internal, tp tidak mengikat buat semua Gereja scr universal.

Skali lagi, Oda harus pahami konteksnya.

Kl pd masa menjelang Reformasi itu, andaikan ada jemaat (bagian Gereja) yg tidak sepakat dg Gereja Roma utk sesuatu yg di luar Scriptura (mksdnya Tradisi), maka jemaat tsb anathema, di ekskomunikasi, terkutuk.

Kl skrg saya karismatik, semper reformed, gereja kami tidak saling meng-anathema tuchhh.

--------

Trus kamu nanya mulu soal membunuh.
Itu yg menghukum adalah negara.

Tepok jidat dah.

Quote

Dan udah saya tulis di post nomor sekian (saya lupa) SS itu muncul karena ketidak-setujuan Luther thdp GK yang melakukan :
1. Penjualanan surat pengampunan dosa
2. Pembunuhan heretic
3. dll


Halaghhh itu kan produknya.
Yg jadi masalah adalah sistem yg mengeluarkan produk tsb.

Kamu spt bilang dulu pd masa orde baru, yg jadi masalah adalah penculikan aktivis.
Penculikan aktivis itu produknya.

Nah, apa yg mnyebabkan proses sampai dputuskannya penculikan aktivis?
Itulah konteksnya.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
May 22, 2017, 11:28:47 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1589
Tuhan itu ESA dan SEMPURNA. Ajaran-Nya pasti Mono Tafsir/Universal.
Manakah yang benar ?

Tuhan memberkati...
May 22, 2017, 02:22:27 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Tuhan itu ESA dan SEMPURNA. Ajaran-Nya pasti Mono Tafsir/Universal.
Manakah yang benar ?

Tuhan memberkati...
ESA dan SEMPURNA bukan berarti mengharuskan seragam.
Di alkitab ada nasehat untuk saling menerima tanpa mempercakapkan imannya ketika membahas tentang perbedaan praktek kerohanian.

Yang tidak benar justru yang menentang perbedaan dan menganggap diri sendiri paling bener.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
May 23, 2017, 02:38:52 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
Skali lagi Bro,
Tradisi itu nggak jadi masalah di Sola Scriptura, hanya sifatnya sekunder, tidak mengikat.
IMO, kalimat bold dari siip itu kayaknya bukan secara dari pov SS itu sendiri, siip.

Apabila [bold = True] - kan kelogisan selanjutnya tidak perlu ada orang SS yg tereak2 mengenai Tradisi RC, siip ?

Quote
Kl Luther menganut perpetual virginity of Mary, maka itu bersifat sekunder dan tidak mengikat buat Gereja scr universal.
Nah... contoh salah satu adalah :
sementara Luther sendiri sbg pencetus SS, namun di SS nya dia itu sendiri yang terlihat adalah bold spt yg siip tulis di quote pertama karena berdasarkan info, Luther sendiri juga menganut tradisi PV.

Quote
Gereja A mngajar tradisi bgini,
Gereja B mngajar tradisi bgitu,
Semua ajaran itu mengikat bagi gerejanya sendiri ssuai aturan internal, tp tidak mengikat buat semua Gereja scr universal.
Saya sependapat kok sama bol, siip. Point-nya disini kan ada banyak orang SS yang "nyebrang" dengan bilang [tradisi RC itu bertentangan dgn Alkitab, tidak SS]. Ungu itu mungkin tadinya lisan. Blakangan dituliskan. Lama2 tulisan ungu nyebar. Lama2 tulisan ungu menjadi "ajaran". Lama2 tulisan ungu menjadi "tradisi", baik lisan maupun tulisan.  :D

Sekarang kalo saya tarik mundur, berasal dari mana/siapa itu ungu ?
Q : berasal dari Luther sbg pencetus SS ?
A : TIDAK.

oda :
Dengan demikian, ungu itu sendiri telah menjadi "tradisi" yang tidak diketahui ujung-pangkalnya.
Sebelum SS Luther, tidak ada itu "tradisi" yang seperti ungu.
Segera setelah SS Luther (masih di time frame Luther hidup), tidak ada itu "tradisi" yang seperti ungu.
Entah kapan dimulainya, yang ketauan saat ini - di jaman sekarang ini, "tradisi" ungu eksis baik lisan maupun tulisan  :D.

Quote
Skali lagi, Oda harus pahami konteksnya.

Kl pd masa menjelang Reformasi itu, andaikan ada jemaat (bagian Gereja) yg tidak sepakat dg Gereja Roma utk sesuatu yg di luar Scriptura (mksdnya Tradisi), maka jemaat tsb anathema, di ekskomunikasi, terkutuk.
Well, Luther sendiri juga menerapkannya kan, siip ? Pembunuhan para Anabaptist yg di otorisasi Luther, misalnya.

Quote
Kl skrg saya karismatik, semper reformed, gereja kami tidak saling meng-anathema tuchhh.
Tetep, realita yang ada oranye, kan siip.  :wink:

Quote
Trus kamu nanya mulu soal membunuh.
Itu yg menghukum adalah negara.
whoever yang ngebunuh siapa, siip. Saya disini kan emang nggak ngomongin perihal SIAPA yang ngebunuh, melainkan kayak begimana itu ajarannya itu sendiri.
[pembunuhan heretic] yang ngebunuh bukan RC sendiri, bukan Luther sendiri, bukan Calvin sendiri, melainkan pihak lain. Namun ajarannya itu sendiri kayak begimana dari masing2 pihak ?

Nah...
RC nggak ada ngajarin SS. RC nggak ada ngajarin TULIP. Oda diem.
Calvin tereak2 TULIP, orang2 SS jaman sekarang tereak2 SS. Oda cerewet :char11:.
Kecerewetan saya : [TULIP dan SS itu sendiri AMBIGU. Manipulatif].

Quote
Halaghhh itu kan produknya.
Yg jadi masalah adalah sistem yg mengeluarkan produk tsb.
Ya. Oleh karena itu di thread satu lagi (Perseverance of the Saints) saya ajukan pertanyaan apakah [membunuh heretic] saat itu telah menjadi tradisi oleh sebagian orang ? (sehingga di contoh oleh Luther dan Calvin).

Thread tsb tidak ada jawaban yang bisa menuntun ke kesimpulan "Luther/Calvin mengikuti contoh buruk RC". Oleh karena itu saya cerewetin terkait ajarannya. (di thread tsb didalam hal Perseverance of the Saints).

Quote
Kamu spt bilang dulu pd masa orde baru, yg jadi masalah adalah penculikan aktivis.
Penculikan aktivis itu produknya.

Nah, apa yg mnyebabkan proses sampai dputuskannya penculikan aktivis?
Itulah konteksnya.
IMO, nggak bisa disamain dengan NKRI, siip.
[penculikan aktivis] = undang-undangiah ato kagak ?
[pembunuhan heretic] = Alkitabiah ato kagak ?

Point-nya disini adalah :
jadi, SS itu timbul karena apa ?
A. karena Luther tidak setuju dgn "tradisi" RC saat itu di perihal [pembunuhan heretic]
B. karena Luther tidak setuju dgn "tradisi" RC saat itu di perihal [penjualanan surat pengampunan dosa]
C. karena Luther tidak setuju dgn tradisi RC saat itu di perihal [Devotion to Mary]

Apabila jawabannya BUKAN point C, lah dari mana itu jadinya ujug2 timbul "tradisi" ungu ?  :rolleye0014:

:)
salam.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)