Author Topic: Surat St. Ignatius kepada jemaat smirna.  (Read 2213 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 19, 2017, 01:29:30 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
Adakah Tulisan saya mengatakan ROH KUDUS tidak berguna lagi?
apakah mempertahankan Ajaran2 para Rasul itu perbuatan Yang salah?
apakah Anda mengutuk ajaran Asli itu merupakan pekerjaan dari ROH KUDUS??

Dalam berkata-kata (termasuk menulis) orang menuangkan isi pikiran dan maksud yang terkandung dalam hati. Dengan membaca tulisan anda, walau anda tidak menyatakan ROH KUDUS tidak berguna lagi, namun saya menangkap kesan bahwa anda mengecilkan peran ROH KUDUS dan cenderung mengabaikannya dengan pernyatan  yang sudah saya bold sebelumnya.

Copas: " tulisan surat generasi ke 2 dan ke 3 atau paling rendah generasi ke 4, yang pastinya mereka  pernah melihat Para rasul secara langsung, dan jauh lebih mengerti ajaran para rasul daripada kita..."

Kita generasi ke berapa puluh atau bahkan beberapa ratusnya? Bukankah pernyatan anda diatas menunjukan kita tidak lebih paham dari mereka yang generasi ke-2 dan ke-3 dan paling rendah generasi ke-4 sisanya tidak lagi semengerti mereka lagi. Ini menunjukan bahwa proses memahami kehendak Allah dalam anggapan anda tidak memperhitungkan ROH KUDUS. Sebab  yang membuat seseorang mengerti kehendak Allah adalah ROH KUDUS bukan urutan generasi.

Jadi walaupun kita generasi ke seratus sekalipun, selama ROH KUDUS yang sama yang berbicara kepada para rasul dan kepada kita, maka pesan Allah itu tetap sama dan utuh. Jika ternyata ada perbedaan, maka itu adalah perbedaan peradapan dan budaya bangsa-bangsa, bukan perbedaan pesan Allah. Karena ROH KUDUS-nya sama bukan ROH KUDUS yang berbeda-beda.

Quote
Justru karena ROH KUDUS terus bekerja Kepada Orang2 yang menjaga keaslian dari pengajaran Tersebut, tidak menyimpang dari ajaran lain..

Ibr 9:10, "Karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan."

Juga dalam Kolose 2:20-23 dijelaskan bahwa kita tidak lagi hidup dalam peraturan-peraturan jasmani tentang hidup insani di dunia ini setelah Kristus datang membawa pembaharuan di dalam Roh. Yesus datang bukan untuk mengganti peraturan lama (hukum Taurat) tersebut dengan peraturan baru lainnya yang juga bersifat jasmani. Tetapi sejak Kristus datang, maka peraturan jasmani tersebut disingkapkan menjadi bersifat rohani di jalankan dalam roh kita.

Jika anda mempelajari tulisan orang-orang pada jaman lampau sekali untuk mengerti maksud Yesus dan pengajaran para rasul, maka anda akan terjebak dalam tradisi jasmani mereka yang diwarnai budaya pada jaman dan tempat tersebut. Itu malah membuat kita jauh dari mengenal Allah yang tidak lebih dari ilmu agama berupa berbagai aturan hidup insani tentang ritual-ritual dan tatacara ibadah.

Jika ROH KUDUS bekerja, maka ROH KUDUS akan menjaga pengajaran para rasul yang tidak bercampur dengan adat istiadat dan budaya setempat pada jaman itu. Tetapi murni kehendak Allah yang disampaikan ROH KUDUS kepada kita.

Misalkan tentang membasuh kaki, itu adalah budaya di Timur Tengah jauh sebelum Yesus lahir sama seperti sunat jasmani adalah budaya Timur Tengah jauh sebelum Abraham menerima perjanjian sunat. Allah memakai tradisi setempat pada jaman itu untuk mengenalkan diri-Nya dan kehendak-Nya kepada manusia. Kembali kepada contoh membasuh kaki, Yesus sendiri memang mengatakan, dalam Yoh 13:14-15, "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." Namun teladan itu bukan soal membasuh kaki yang dimaksudkan oleh Yesus. Memahami peristiswa itu dalam Luk 22:27 dijelaskan, "Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan." Contoh Yesus membasuh kaki murid-muridnya yang dimaksudkan adalah menjadi pelayan satu dengan yang lain. Menjelaskan dengan budaya setempat ini mudah dipahami oleh orang Timur Tengah, tetapi bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal budaya tersebut dapat terjebak dalam ritual jasmani membasuh kaki sebagai perintah jasmani Yesus.

Bagaimana orang bisa memahami hal ini? Itulah pekerjaan ROH KUDUS bukan pekerjaan orang-orang yang memahami kehendak Tuhan dengan pembelajaran koqnitif melalui tulisan-tulisan purba untuk menjaga "keaslian" pengajaran para rasul. Apa yang anda dapatkan? Hanya ilmu agama.

berlanjut dibawahnya
« Last Edit: August 19, 2017, 01:34:56 PM by Krispus »
August 19, 2017, 01:29:40 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male

lanjutan dari atasnya


ataukah anda mengatakan Ayat ini Omong kosong???

Kisah Para rasul 20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 
kisah para rasul 20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid  dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka..

Pada jaman ini apakah tidak ada serigala-serigala yang ganas dan ajaran palsu yang menarik kita dari jalan yang benar? Saya kataan banyak dan bukan hanya pada masa itu saja. Pada masa lampau Paus Leo X telah "menjual" pengampunan yang kita semua tahu telah diluruskan oleh Martin Luther. Ini adalah pekerjaan ROH KUDUS, dalam upaya menjaga kemurnian pengajaran para rasul. Walau jaman sekarang diberi alasan tidak seperti itu, namun saya lebih percaya ia yang hidup pada jaman itu yang langsung berhadapan dengan permasalahan tersebut dari pada pembelaan gereja pada jaman modern. Demikian juga jaman sekarang gereja-gereja pentakosta (kharismatik) yang pendetanya pada berlomba hidup mewah dibuat Tuhan mengalami permasalahan dan konflik duniawi. Semua adalah pekerjaan ROH KUDUS bukan usaha manusia dengan memahami tulisan orang jaman dahulu. Pekerjaan ROH KUDUS adalah menjaga pengajaran Kristus sampai kepada kita tanpa mengalami distorsi.


Quote
itu kan pendapat anda yang suka memotong2 Alkitab..

Saya memang copas satu dua ayat atau sebagaian ayat untuk menjelaskan sesuatu yang mana saya anggap pembaca adalah seorang pengikut Kristus yang juga punya Alkitab dan dapat membaca atau setiap harinya membaca Alkitab sehingga tahu tentang apa dan seperti apa ayat-ayat diatas dan dibawahnya dalam perikop atau keseluruhan kitab tersebut. Memang susah kalau bicara dengan orang yang tidak paham Alkitab dan merasa paham lalu bergaya mengajar orang lain padahal tidak paham apa yang ditulis dan dikemukakan.

Saya menulis pembelaan diri ini agar anda sadar jika anda tidak paham ayat yang saya bagikan artinya anda jarang membaca dan mempelajari Alkitab.

Quote
-cut-
justru di Akhir zaman akan banyak orang di uji, Apakah sikap kita itu sudah benar untuk menantikan kedatang Tuhan Yesus yang ke 2 kali, dimana Orang fasik sulit untuk mengerti Apakah perbuatannya telah benar..
-cut-

Anda sendiri yang menulis tentang orang fasik, bukan orang beriman. Memang orang fasik tidak akan pernah mengerti kehendak Allah. Arti kata fasik telah menjelaskan sendiri keadaannya, jadi saya tidak perlu menjelaskan kembali.

Quote
... Daniel 12:10, dan itu memang terbukti sekarang banyak orang hanya asal2an menafsirkan Alkitab,
Alkitab benar menjadi Misteri bagi mereka, sampai melahirkan 40.000 sekte protestan..

"Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya."

"Orang fasik akan berlaku fasik" jika anda paham artinya fasik tentu anda tidak akan asal menfitnah sembarangan. Namun banyak orang tidak paham apa yang ditulisnya sendiri dan membuat pernyataan seakan telah menjadi pengajar Kitab Suci.

Gereja berkembang sangat banyak pada jaman ini sejak jaman gereja awal, bukan artinya TUHAN telah gagal menjaga gereja dan ROH KUDUS tidak berdaya memelihara umat Allah dalam pengajaran yang benar. Siapa saja yang mengatakan bahwa gereja-gereja Kristen yang berkembang banyak ini adalah sesat, ia telah menghina TUHAN. Bahkan Paus sendiri menerima kehadiran mereka sebagai bagian dari Kekristenan. Tetapi orang yang tidak paham Kitab Suci malah lancang mulut.

1 Korintus 1:12-13, "Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?"
« Last Edit: August 19, 2017, 01:40:00 PM by Krispus »
August 19, 2017, 03:01:45 PM
Reply #32
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 171
  • Denominasi: Nasrani
The Oriental Orthodox churches maintain their own ancient apostolic succession with miaphysite Christology,rejecting the definition of the two natures of Christ (human and divine), known as the Chalcedonian Definition, issued by the Council of Chalcedon in 451. Over the following two centuries, one by one, they discontinued their communion with the adherents of Chalcedonian Christianity,and developed separate institutions that together did not participate in any of the later ecumenical councils.

The schism between the Oriental Orthodox and the rest of Christendom occurred in the 5th century. The separation resulted in part from the refusal of Pope Dioscorus I of Alexandria and the other thirteen Egyptian Bishops to accept the Christological dogmas promulgated by the Council of Chalcedon, which held that Jesus is in two natures: one divine and one human. They would accept only "of or from two natures" but not "in two natures".

https://en.wikipedia.org/wiki/Oriental_Orthodoxy

Pelajari baik baik dan camkan penjelasan diatas sebelum berkomentar sembarangan tanpa bukti jelas.

Apakah anda tidak paham ajaran gereja sendiri ?



namun sejarah pada konsili Kalsedon memang Gereja Orthodox Oriental sempat menolak Kalsedon karena kesalahpahaman rumusan Kalsedon Mirip dengan Nestorian, tapi sebenarnya itu merujuk pengajaran Monofisit.

yang Pada akhirnya Gereja Orthodox Oriental menerima Kalsedon namun berbeda cara memaknainya...

pada abad ke-20 skisma Kalsedonia dipandang tidak segawat dulu lagi, dan dari beberapa pertemuan antara pihak-pihak yang berwenang dari Tahta Suci dan kalangan Ortodoks Oriental, keluar deklarasi-deklarasi pendamai dalam bentuk pernyataan bersama oleh Patriark Suryani (Mar Ignatius Zakka I Iwas) dan Paus (Yohanes Paulus II) pada 1984.
 "   kesalahpahaman-kesalahpahaman dan skisma-skisma yang memisahkan Gereja-Gereja mereka pada abad-abad kemudian, hari ini mereka sadari, sama sekali tidak mempengaruhi atau menyentuh substansi iman mereka, karena semuanya itu timbul hanya oleh perbedaan-perbedaan dalam terminologi dan budaya dan dalam berbagai rumusan yang diadopsi oleh mazhab-mazhab teologi yang berbeda-beda untuk mengungkapkan hal yang sama. Oleh karena itu, hari ini kami dapati bahwa tidak ada dasar yang nyata untuk perpecahan-perpecahan dan skisma-skisma menyedihkan yang telah memisahkan kami sehubungan dengan ajaran inkarnasi. Dengan perkataan dan perbuatan kami mengakui ajaran yang benar tentang Kristus Tuhan kita, meskipun ada perbedaan-perbedaan dalam memaknai ajaran yang timbul pada masa Konsili Kalsedon itu. "
https://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Ortodoks_Oriental


dan sebenarnya jika dipahami Kalsedon tidak berbeda jauh dengan monofisit karena sama sekali tidak menyentuh subtansi Iman ke dua gereja Besar itu.
August 19, 2017, 03:09:54 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3241


namun sejarah pada konsili Kalsedon memang Gereja Orthodox Oriental sempat menolak Kalsedon karena kesalahpahaman rumusan Kalsedon Mirip dengan Nestorian, tapi sebenarnya itu merujuk pengajaran Monofisit.

yang Pada akhirnya Gereja Orthodox Oriental menerima Kalsedon namun berbeda cara memaknainya...

pada abad ke-20 skisma Kalsedonia dipandang tidak segawat dulu lagi, dan dari beberapa pertemuan antara pihak-pihak yang berwenang dari Tahta Suci dan kalangan Ortodoks Oriental, keluar deklarasi-deklarasi pendamai dalam bentuk pernyataan bersama oleh Patriark Suryani (Mar Ignatius Zakka I Iwas) dan Paus (Yohanes Paulus II) pada 1984.
 "   kesalahpahaman-kesalahpahaman dan skisma-skisma yang memisahkan Gereja-Gereja mereka pada abad-abad kemudian, hari ini mereka sadari, sama sekali tidak mempengaruhi atau menyentuh substansi iman mereka, karena semuanya itu timbul hanya oleh perbedaan-perbedaan dalam terminologi dan budaya dan dalam berbagai rumusan yang diadopsi oleh mazhab-mazhab teologi yang berbeda-beda untuk mengungkapkan hal yang sama. Oleh karena itu, hari ini kami dapati bahwa tidak ada dasar yang nyata untuk perpecahan-perpecahan dan skisma-skisma menyedihkan yang telah memisahkan kami sehubungan dengan ajaran inkarnasi. Dengan perkataan dan perbuatan kami mengakui ajaran yang benar tentang Kristus Tuhan kita, meskipun ada perbedaan-perbedaan dalam memaknai ajaran yang timbul pada masa Konsili Kalsedon itu. "
https://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Ortodoks_Oriental


dan sebenarnya jika dipahami Kalsedon tidak berbeda jauh dengan monofisit karena sama sekali tidak menyentuh subtansi Iman ke dua gereja Besar itu.


Yang benar itu ajaran menurut Konsili Kalsedon yaitu Hyposattic dua Natur Kristus bukan ajaranmu yang monofisit alais miafisit itu yang sangat kontradiksi dengan ajaran gereja Kristen arus utama didunia.

Makanya baca lagi penjelasan saya selengkapnya di topik sbb :

http://forumkristen.com/index.php?topic=59579.210

Bantah semua bukti bukti yg kontradiktif antara gereja anda dan semua gereja Kristen arus utama mengenai :

1.Allah yang tiga pribadi tapi satu hakekat bukan satu pribadi tiga hakekat/peran yg Modalistik itu

2.Dua sifat Yesus yang Hypostatic bukan monofisit/miafisit

« Last Edit: August 19, 2017, 03:17:23 PM by jamu »
September 28, 2017, 04:57:25 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Kita semua percaya bahwa Tuhan yang benar hanya ada Satu (Esa) dan bersifat Universal. Tentu ajaran-Nya yang benar dan orisinil juga cuma satu kumpulan dan masing2 ajaran-Nya juga pasti benar hanya satu tafsiran saja. Untuk menjaga sehingga tafsiran ajaran-Nya tidak terdistorsi, selain dibutuhkan tuntunan ROH KUDUS juga harus dijaga oleh hanya satu hirarkhi yang nyata dan berkesinambungan sesuai dengan janji-Nya yang akan menyertai sampai akhir jaman (karena kita hidup di dunia nyata, dan wujud dari doa Bapa Kami yaitu :Jadilah Kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam Surga, mejadikan Kerajaan Surga di bumi, Tiada yang mustahil bagi Tuhan bagi orang yang percaya).
Akan tetapi seiring dengan jalannya waktu, sudah jelas terlihat dengan adanya penyalah gunaan Free Will dengan alasan masing2 merasa sudah dituntun ROH KUDUS (masing2 merasa diri sendiri yang benar dalam menafsirkan Alkitab, menimbulkan multi tafsir),  sehingga muncul banyak sekat2 yang dapat berpotensi menimbulkan sifat benci, debat kusir , iri hati, dll (Setan dan Iblis tertawa). Apakah ini  sebenarnya yang Tuhan kehendaki ?

Salam Damai...

Tuhan memberkati...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)