Author Topic: Apakah kemanusiaan Yesus kekal  (Read 3124 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 30, 2017, 11:35:30 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Istilah " hath chosen" (KJV) didalam ayat tsb bukankah menandakan hal itu sudah terjadi bukan akan terjadi ?

Bukankah Allah always present artinya diluar ikatan ruang dan waktu ?

Betul sudah terjadi, tetapi masih dalam "Kerangka Rencana Allah", artinya : Rencana tersebut belum direalisasikan.

Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya, kita tidak boleh mengartikan atau memahami, bahwa yang dimaksutkan dengan "Rencana" Allah, sebagai sesuatu yang belum terjadi, tetapi kita harus mengartikan bahwa "Rencana" Allah itu adalah sesuatu yang sudah terjadi, BEDA dengan pemikiran manusia, dimana dalam pemahaman manusia, maka "Rencana" yang dibuat oleh manusia itu, harus diartikan atau dipahami sebagai sesuatu yang "BELUM  TERJADI".

Ringkasnya :
(1). Rencana Allah ==> Harus diartikan sebagai sesuatu yang sudah terjadi.
(2). Rencana Manusia ==> Harus diartikan sebagi sesuatu yang belum terjadi.


Salam ..
June 30, 2017, 11:38:40 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Betul sudah terjadi, tetapi masih dalam "Kerangka Rencana Allah", artinya : Rencana tersebut belum direalisasikan.

Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya, kita tidak boleh mengartikan atau memahami, bahwa yang dimaksutkan dengan "Rencana" Allah, sebagai sesuatu yang belum terjadi, tetapi kita harus mengartikan bahwa "Rencana" Allah itu adalah sesuatu yang sudah terjadi, BEDA dengan pemikiran manusia, dimana dalam pemahaman manusia, maka "Rencana" yang dibuat oleh manusia itu, harus diartikan atau dipahami sebagai sesuatu yang "BELUM  TERJADI".

Ringkasnya :
(1). Rencana Allah ==> Harus diartikan sebagai sesuatu yang sudah terjadi.
(2). Rencana Manusia ==> Harus diartikan sebagi sesuatu yang belum terjadi.
Salam ..

Kalau sudah terjadi berarti kemanusiaan itu sudah ada dialam kekekalan sebelum dunia diciptakan.

June 30, 2017, 12:02:22 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Kalau sudah terjadi berarti kemanusiaan itu sudah ada dialam kekekalan sebelum dunia diciptakan.

Hahaha, berarti anda belum bisa memahami perbedaan makna "Rencana" dalam pemahaman Allah dan Pemahaman Manusia.

Begini saudara ku .. Rencana dalam Eksistensi  Allah itu harus dipahami sebagai sesuatu yang sudah terjadi, tapi belum direalisasikan, sementara Rencana dalam Eskstensi manusia itu, belum terjadi dan belum direalisasikan, artinya :

(1). Rencana dalam Eksistensi Allah, dianggab sudah terjadi tetapi belum direalisasikan.
(2). Rencana dalam Eksistensi manusia, belum terjadi dan belum direalisasikan.

Jadi, sekalipun dalam Efesus 1:4 tersebut dituliskan sudah terjadi .. tetapi itu belum direalisasikan ( pada saat Allah merencanakan hal tersebut )., namun sebagai manusia .. sekalipun rencana Allah tersebut "belum direalisasikan oleh Allah", maka kita harus memahami hal tersebut sebagai sesuatu yang sudah terjadi.


Salam ...
June 30, 2017, 12:06:31 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Hahaha, berarti anda belum bisa memahami perbedaan makna "Rencana" dalam pemahaman Allah dan Pemahaman Manusia.

Begini saudara ku .. Rencana dalam Eksistensi  Allah itu harus dipahami sebagai sesuatu yang sudah terjadi, tapi belum direalisasikan, sementara Rencana dalam Eskstensi manusia itu, belum terjadi dan belum direalisasikan, artinya :

(1). Rencana dalam Eksistensi Allah, dianggab sudah terjadi tetapi belum direalisasikan.
(2). Rencana dalam Eksistensi manusia, belum terjadi dan belum direalisasikan.

Jadi, sekalipun dalam Efesus 1:4 tersebut dituliskan sudah terjadi .. tetapi itu belum direalisasikan ( pada saat Allah merencanakan hal tersebut )., namun sebagai manusia .. sekalipun rencana Allah tersebut "belum direalisasikan oleh Allah", maka kita harus memahami hal tersebut sebagai sesuatu yang sudah terjadi.


Salam ...

Bukankah didalam belajar kebenaran kita harus melihat dari sudut pandangan Allah ?

Kalau dari pola pikir manusia maka itulah yang sering menyesatkan.

I Korintus  2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

July 01, 2017, 12:20:08 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Bukankah didalam belajar kebenaran kita harus melihat dari sudut pandangan Allah ?

Kalau dari pola pikir manusia maka itulah yang sering menyesatkan.

I Korintus  2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Korintus 2:16, tidak dapat anda jadikan pedoman untuk topik yang kita bahas disini, mengapa ? dalam ayat tersebut .. silahkan anda baca ulang perkataan .. sehingga ia ( orang tersebut ) dapat MENASIHATI Dia ?
Dalam topik disini, kita tidak sedang "menasihati" Tuhan, tetapi kita sedang berusaha untuk "Memahami" Rencana dan Kehendak Tuhan, dimana jika kita dapat memahami Rencana dan Kehendak Tuhan, maka kita akan dibawa pada pemahaman yang benar tentang Firman Tuhan.

Nah, dari sudut pandang Allah (seperti pertanyaan anda), maka ayat di efesus tersebut dapat kita pahami, bahwa ayat pada Efesus tersebut, adalah Rencana Besar Allah yang belum direalisasikan. Jadi, perkataan "manusia atau kita" dalam Efesus tersebut, belum pernah ada atau belum pernah di realisasikan oleh Allah, tetapi .. oleh Paulus .. Rencana Allah tersebut di "Flash Back" ulang, disaat Paulus menuliskan surat itu, sebab pada waktu Surat itu dituliskan oleh Paulus, Allah telah merealisasikan Rencana yang dibuat Allah itu, sebelum dunia dijadikan tersebut.


Salam ...
« Last Edit: July 01, 2017, 12:25:36 PM by Jesuit_DM »
July 02, 2017, 07:48:33 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Korintus 2:16, tidak dapat anda jadikan pedoman untuk topik yang kita bahas disini, mengapa ? dalam ayat tersebut .. silahkan anda baca ulang perkataan .. sehingga ia ( orang tersebut ) dapat MENASIHATI Dia ?
Dalam topik disini, kita tidak sedang "menasihati" Tuhan, tetapi kita sedang berusaha untuk "Memahami" Rencana dan Kehendak Tuhan, dimana jika kita dapat memahami Rencana dan Kehendak Tuhan, maka kita akan dibawa pada pemahaman yang benar tentang Firman Tuhan.

Nah, dari sudut pandang Allah (seperti pertanyaan anda), maka ayat di efesus tersebut dapat kita pahami, bahwa ayat pada Efesus tersebut, adalah Rencana Besar Allah yang belum direalisasikan. Jadi, perkataan "manusia atau kita" dalam Efesus tersebut, belum pernah ada atau belum pernah di realisasikan oleh Allah, tetapi .. oleh Paulus .. Rencana Allah tersebut di "Flash Back" ulang, disaat Paulus menuliskan surat itu, sebab pada waktu Surat itu dituliskan oleh Paulus, Allah telah merealisasikan Rencana yang dibuat Allah itu, sebelum dunia dijadikan tersebut.


Salam ...

Sebagai porang percaya kita harus memiliki pikiran Kristus makanya memandang sesuatu harus menurut "kacamata" Tuhan karena kalau menurut pola pikir manusia pasti banyak melencengnya.

July 02, 2017, 05:12:20 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
Sebagai porang percaya kita harus memiliki pikiran Kristus makanya memandang sesuatu harus menurut "kacamata" Tuhan karena kalau menurut pola pikir manusia pasti banyak melencengnya.
btw..
Orang percaya masih manusia kan blee..
bukan malaikat atau menjadi Kristus..

Pengetahuan firman Tuhanlah yang membentuk pola pikiran manusia percaya menjadi seperti pikiran Kristus.

Menurut saya..
Pola pikirnya tetap pola pikiran manusia tapi hanya karena sudah menjadi orang percaya maka dibaharui seperti pikiran Kristus..

Menurut saya sih gitu.. :D
July 02, 2017, 11:15:50 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Sebagai porang percaya kita harus memiliki pikiran Kristus makanya memandang sesuatu harus menurut "kacamata" Tuhan karena kalau menurut pola pikir manusia pasti banyak melencengnya.

Siapakah manusia yang bisa memahami "Jalan Pemikiran Tuhan"? Jadi, kalau Firman Tuhan .. HARUS dipahami berdasarkan "jalan pemikiran Tuhan atau Kaca Mata Tuhan", maka saya pikir .. tidak ada satu manusia pun yang dapat menafsirkan dan memahami Alkitab dengan benar, sebab .. Jika ada manusia yang dapat memahami Alkitab berdasarkan "Kaca Mata Tuhan", maka saya pikir manusia itu .. telah menjadi sama dengan Tuhan..


Salam ...
July 03, 2017, 07:45:46 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
btw..
Orang percaya masih manusia kan blee..
bukan malaikat atau menjadi Kristus..

Pengetahuan firman Tuhanlah yang membentuk pola pikiran manusia percaya menjadi seperti pikiran Kristus.

Menurut saya..
Pola pikirnya tetap pola pikiran manusia tapi hanya karena sudah menjadi orang percaya maka dibaharui seperti pikiran Kristus..

Menurut saya sih gitu.. :D

Itu menurut anda tetapi kalau menurut Rasul sbb :

I Korintus  2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

I Yohanes  2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.


Kalau sudah menerima hidup baru maka hidup kita walau masih bersifat manusia tetapi cara kita hidup harus meneladani Kristus termasuk cara pikir kita.

Galatia  2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.


Kehidupan orang percaya harus seperti Kristus karena tubuhnya adalah Bait Allah yang hidup,masakan masih berpikir menurut cara manusia ?


« Last Edit: July 03, 2017, 07:51:56 AM by jamu »
July 03, 2017, 07:51:14 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Siapakah manusia yang bisa memahami "Jalan Pemikiran Tuhan"? Jadi, kalau Firman Tuhan .. HARUS dipahami berdasarkan "jalan pemikiran Tuhan atau Kaca Mata Tuhan", maka saya pikir .. tidak ada satu manusia pun yang dapat menafsirkan dan memahami Alkitab dengan benar, sebab .. Jika ada manusia yang dapat memahami Alkitab berdasarkan "Kaca Mata Tuhan", maka saya pikir manusia itu .. telah menjadi sama dengan Tuhan..
Salam ...


Orang percaya ada ROH KUDUS yang mengajarkan didalam dirinya bagaimana memahami Alkitab dengan benar seperti apa kata Firman Tuhan :

Yohanes  14:26 tetapi Penghibur, yaitu ROH KUDUS, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Yang selalu keliru adalah menafsirkan Firman Tuhan menurut pikiran atau ajaran manusia (bukan manusia tidak berpikir) melainkan harus menurut apa yang dikehendaki Tuhan dan kita menerima pencerahan itu dari ROH KUDUS.

Kalau tidak yakin ada pimpinan ROH KUDUS didalam dirinya mungkin dia memang belum bertobat.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)