Author Topic: Apakah kemanusiaan Yesus kekal  (Read 3122 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 03, 2017, 07:59:04 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
@Reformation
@Jesuit

Roma  12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Hidup Kekristenan adalah hidup yang cara pikirnya sudah diperbaharui atau ditransformasikan menurut cara pandang Tuhan bukan menurut cara pandang manusia lagi karena kita harus memiliki pikiran seperti Kristus.

Note:
Jangan anggap bahwa saya mengajarkan menjadi sama dengan Tuhan secara substansial melainkan menyamakan pikiran kita dengan pikiran Kristus yang sudah memberikan contoh dan pengajaran-Nya.

Hanya manusia yang diciptakan menurut peta dan teladan Allah sehingga hanya manusia satu satunya mahluk yang bisa memahami dan meniru cara berpikir Allah (bukan menjadi seperti Allah).

« Last Edit: July 03, 2017, 08:02:22 AM by jamu »
July 03, 2017, 11:38:55 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9637
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Topik menarik
namun tak prinsipil

biasanya yang begini akan terjadi debat berkepanjangan :)

sy nyimak aja
July 03, 2017, 11:53:59 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
@Reformation
@Jesuit

Roma  12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Hidup Kekristenan adalah hidup yang cara pikirnya sudah diperbaharui atau ditransformasikan menurut cara pandang Tuhan bukan menurut cara pandang manusia lagi karena kita harus memiliki pikiran seperti Kristus.

Note:
Jangan anggap bahwa saya mengajarkan menjadi sama dengan Tuhan secara substansial melainkan menyamakan pikiran kita dengan pikiran Kristus yang sudah memberikan contoh dan pengajaran-Nya.

Hanya manusia yang diciptakan menurut peta dan teladan Allah sehingga hanya manusia satu satunya mahluk yang bisa memahami dan meniru cara berpikir Allah (bukan menjadi seperti Allah).

Saya sekarang dapat memahami penjelasan anda, namun maaf .. saya mengoreksi dasar-dasar konsistensi anda dalam memahami Firman Tuhan.

Setelah saya membaca-baca banyak postingan anda pada forum disini, saya melihat .. pada topik A, maka anda menafsirkan topik itu sebagai "simbol" dan sementara pada topik B, anda menafsirkan topik itu berdasarkan "perkataan hurufiahnya atau arti bakunya", pada Topik C, seperti apa yang kita bicarakan disini, maka anda menafsirkannya berdasarkan cara pikir yang "kurang logis", mengapa saya katakan .. pada topik disini, anda menafsirkan pada pemikiran yang "kurang logis"? Sebab pada topik disini .. anda telah berbicara jauh melenceng dari konsep dasar pemikiran anda sendiri, sehingga anda sudah membawa "Cara Pemikiran Kristus".

Nah, menurut saya .. seperti penjelasan anda, maka cara pemikiran sepert Kristus inilah yang harus kita pergunakan, untuk mempelajari Firman Tuhan, sehingga kita benar-benar dapat memahami dan mengerti Firman Tuhan itu, seperti yang "Di-inginkan oleh Kristus".

Nah, selama kita "KINSISTEN" untuk berfikir dengan cara-cara Kristus berfikir, maka saya yakin dan percaya .. tidak akan ada perpecahan gereja, sebab Yesus itu datang untuk semua manusia yang berdosa, tetapi karena manusia telah berfikir "TIDAK  SEPERTI  PEMIKIRAN  KRISTUS", maka terjadilah perpecahan gereja saat ini.

Kembali ke topik, saya akan mencoba mengikuti jalan pemikiran anda terhadap topik yg dibahas disini, berdasarkan ayat Efesus yang anda kutip tersebut.

Nah, jika anda memahami .. bahwa sebelum Adam di ciptakan, maka sudah ada manusia dalam kekealan, maka saya ingin bertanya pada anda, yaitu : Alkitab berkata .. bahwa Manusia itu terdiri dari 3 bagian, yaitu : Tubuh, Jiwa dan Roh., dimana berdasarkan penjelasan Alkitab, maka yang disebutkan sebagai manusia itu, "HARUS" memiliki Tubuh, Jiwa dan Roh.

Pertanyaan saya adalah : Jika anda memahami bahwa manusia itu telah ada dalam kekekalan, sebelum adam di ciptakan, maka pertanyaan saya adalah : Apakah manusia yang berada dalam kekekalan tersebut, telah memiliki Tubuh, Jiwa dan Roh, seperti yang dijelaskan oleh Alkitab tersebut ?


Salam ...
July 03, 2017, 12:03:49 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 699
@Reformation
@Jesuit

Roma  12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Hidup Kekristenan adalah hidup yang cara pikirnya sudah diperbaharui atau ditransformasikan menurut cara pandang Tuhan bukan menurut cara pandang manusia lagi karena kita harus memiliki pikiran seperti Kristus.

Note:
Jangan anggap bahwa saya mengajarkan menjadi sama dengan Tuhan secara substansial melainkan menyamakan pikiran kita dengan pikiran Kristus yang sudah memberikan contoh dan pengajaran-Nya.

Hanya manusia yang diciptakan menurut peta dan teladan Allah sehingga hanya manusia satu satunya mahluk yang bisa memahami dan meniru cara berpikir Allah (bukan menjadi seperti Allah).
Ya betul yang anda katakan diatas..

Tapi anda tetap berada pada posisi sebagai manusia yang mempunyai pola pikir..

nah..
pola pikir anda sebagai manusia itulah yang dinamakan pola pikir manusia..

Pola pikir manusia percaya yang sudah dibaharui menjadi seperti pikiran Kristus..

Tetapi tetap pola pikir manusia karena pada prinsipnya anda adalah seorang manusia.

Semoga dapat dipahami..



« Last Edit: July 03, 2017, 12:12:18 PM by Reformation »
July 03, 2017, 12:04:57 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543

Orang percaya ada ROH KUDUS yang mengajarkan didalam dirinya bagaimana memahami Alkitab dengan benar seperti apa kata Firman Tuhan :

Yohanes  14:26 tetapi Penghibur, yaitu ROH KUDUS, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Yang selalu keliru adalah menafsirkan Firman Tuhan menurut pikiran atau ajaran manusia (bukan manusia tidak berpikir) melainkan harus menurut apa yang dikehendaki Tuhan dan kita menerima pencerahan itu dari ROH KUDUS.

Kalau tidak yakin ada pimpinan ROH KUDUS didalam dirinya mungkin dia memang belum bertobat.

Apa yang anda katakan diatas adalah benar, tetapi yang menjadi "permasalahan" adalah : Semua manusia yang mempelajari dan berbicara tentang Firman Tuhan, PASTI akan mengaku .. bahwa ia mempelajari dan memberitakan Firman Tuhan, berdasarkan bimbingan ROH KUDUS, namun anehnya adalah .. banyak terjadi perpecahan dalam gereja-gereja, banyak terjadi silang pendapat tentang penafsiran Firman Tuhan itu sendiri.

Nah, apakah semua silang pendapat tersebut adalah hasil dari Bimbingan ROH KUDUS atau hanya hasil buah pikiran manusia belaka ?


Salam ...
July 03, 2017, 08:11:01 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Saya sekarang dapat memahami penjelasan anda, namun maaf .. saya mengoreksi dasar-dasar konsistensi anda dalam memahami Firman Tuhan.

Ok akan saya coba tanggapi.

Quote
... anda menafsirkan pada pemikiran yang "kurang logis"? Sebab pada topik disini .. anda telah berbicara jauh melenceng dari konsep dasar pemikiran anda sendiri, sehingga anda sudah membawa "Cara Pemikiran Kristus".

Kalau bicara masalah rohani kadang memang ada persoalan berada diatas logika manusia bro atau disebut supra logika bukan tidak logis tetapi lebih tinggi dari logika manusia.

Memahami Firman Tuhan kita memang boleh rasional tetapi tidak boleh menjadi rasionalist yaitu menjadikan logika manusia menjadi absolut berada diatas kebenaran rohani dari Allah (1 Kor.2:13)

Tolong diberikan contoh yang mana kalimat saya yang tidak kongkrit bro,supaya saya bisa langsung menanggapinya,sebab anda masih ngomong secara abstrak.

Ayat ayat Alkitab memang banyak yang bersifat hurufiah/literal tapi banyak juga yang hanya bisa dimaknai secara simbolis tergantung kepada gaya bahasa dan konteknya.

Quote
Nah, menurut saya .. seperti penjelasan anda, maka cara pemikiran sepert Kristus inilah yang harus kita pergunakan, untuk mempelajari Firman Tuhan, sehingga kita benar-benar dapat memahami dan mengerti Firman Tuhan itu, seperti yang "Di-inginkan oleh Kristus".
Yang mana pandangan saya menurut anda yang bertentangan dengan pemikiran Kristus,tolong diberikan contohnya,supaya jelas persoalannya.

Nah, selama kita "KINSISTEN" untuk berfikir dengan cara-cara Kristus berfikir, maka saya yakin dan percaya .. tidak akan ada perpecahan gereja, sebab Yesus itu datang untuk semua manusia yang berdosa, tetapi karena manusia telah berfikir "TIDAK  SEPERTI  PEMIKIRAN  KRISTUS", maka terjadilah perpecahan gereja saat ini.

Perlu anda pahami bahwa didalam memaknai ayat ayat Alkitab menurut ilmu hermeneutika yang baku ada banyak gaya bahasa Alkitab yang berbeda satu dengan lainnya sehingga tidak mungkin kita memaknai semua ayat Alkitab hanya secara monoton literal saja tetapi ada beberapa gaya bahasa yang lain yang harus kita gunakan untuk bisa memahaminya secara konsisten dengan semua ayat lainnya.

Kalau anda mau berikan contoh ayatnya maka akan semakin kongkrit bisa saya jelaskan.

Quote
Kembali ke topik, saya akan mencoba mengikuti jalan pemikiran anda terhadap topik yg dibahas disini, berdasarkan ayat Efesus yang anda kutip tersebut.

Nah, jika anda memahami .. bahwa sebelum Adam di ciptakan, maka sudah ada manusia dalam kekealan, maka saya ingin bertanya pada anda, yaitu : Alkitab berkata .. bahwa Manusia itu terdiri dari 3 bagian, yaitu : Tubuh, Jiwa dan Roh., dimana berdasarkan penjelasan Alkitab, maka yang disebutkan sebagai manusia itu, "HARUS"memiliki Tubuh, Jiwa dan Roh.

Dalam hal ini kita berbeda pendapat,anda percaya konsep trikotomi sedangkan saya percaya dikotomi karena menurut saya istilah jiwa dan roh sering dipertukarkan dengan makna yang sama/identik disepanjang Alkitab.

Kalau perlu saya bisa berikan contohnya,tapi ini agak OOT.

Bersambung

July 03, 2017, 08:11:51 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Sambungan

Quote
Pertanyaan saya adalah : Jika anda memahami bahwa manusia itu telah ada dalam kekekalan, sebelum adam di ciptakan, maka pertanyaan saya adalah : Apakah manusia yang berada dalam kekekalan tersebut, telah memiliki Tubuh, Jiwa dan Roh, seperti yang dijelaskan oleh Alkitab tersebut ?


Kalau anda menanyakan tentang jiwa dan tubuh manusia maka ini konteksnya sangat berkaitan dengan ruang dan waktu didalam penciptaan karena manusia diciptakan didalam ruang dan waktu.

Tetapi bagi Tuhan yang tidak terikat didalam kungkungan ruang dan waktu kita tidak bisa mengatakan bahwa sebelum manusia itu ada Tuhan tidak mengenal setiap individu manusia,karena bagi Tuhan tidak ada istilah sebelum dan sesudah karena Dia always present. Itulah salah satu atribut Tuhan yang kita kenal didalam istilah teologi.

Makanya kalau kita pakai pikiran manusia anda tidak akan bisa memahami ayat predestinasi tersebut yang berbentuk kata kerja yang lampau (sudah terjadi),tanpa memahami sifat sifat Allah yang transenden terhadap ruang dan waktu. Sebab peristiwa itu ada sebelum ada penciptaan dan sebelum ada penciptaan belum ada waktu.

Waktu manusia dinamakan kronos yaitu berjalan secara berurutan maju seiring dengan berjalannya detik,menit,jam,hari,minggu dst,tetapi waktu Allah bukan disebut kronos tetapi kairos yang bisa berada diluar kronos dan didalam kronos.

Kalau kairos bertemu dengan kronos itulah yang kita kenal dengan istilah momentum (appointed time) dimana pekerjaan Allah masuk didalam ruang dan waktu.

Jadi ada peristiwa didalam konteks kairos dan ada didalam konteks kronos seperti yang anda tanyakan diatas.

Ayat Efesus tersebut mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan sejak kekekalan sudah mengenal setiap manusia dan sudah membuat keputusan siapa yang akan menerima karunia keselamatan dari-Nya.

Itulah yang saya maksud tanpa memahami sifat Allah maka pikiran manusia tidak akan mungkin bisa memahami Firman Tuhan dengan baik dan sering disalahtafsirkan secara sembarangan menurut logika manusia yang statusnya dibawah alam spiritual yang supra logikal.

I Korintus  2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

Hal hal rohani mengenai Allah tidak mungkin bisa dipahami sepenuhnya pakai cara berpikir manusia yang berlogika karena logika manusia hanyalah ciptaan,terbatas dan sudah dipolusi oleh dosa.

Mudah mudahan menjadi jelas bagi anda.

« Last Edit: July 04, 2017, 07:50:38 AM by jamu »
July 03, 2017, 08:23:09 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Ya betul yang anda katakan diatas..

Tapi anda tetap berada pada posisi sebagai manusia yang mempunyai pola pikir..

nah..
pola pikir anda sebagai manusia itulah yang dinamakan pola pikir manusia..

Pola pikir manusia percaya yang sudah dibaharui menjadi seperti pikiran Kristus..

Tetapi tetap pola pikir manusia karena pada prinsipnya anda adalah seorang manusia.

Semoga dapat dipahami..

Hakekat atau substansi manusia tetap tidak berubah dengan pembaharuan akal dan budi manusia melainkan pola pikir atau worldview manusia yang harus berubah sesuai dengan pikiran pikiran Kristus.

Sebagai contohnya ada banyak sekali perbedaan pandangan Kristus dengan para Ahli Taurat dan Imam Besar soal firman Allah didalam Alkitab PB karena sudah berbeda pola pikir yang sangat kontras secara diametrikal.

Bayangkan para Ahli Taurat dan Iman Besar adalah ahlinya firman Allah dan hidupnya sepenuhnya mendalami firman Allah dan menghafal semua ayat titik koma sejak kecilnya,tetapi tetap saja berbeda cara berpikirnya dengan apa yang sudah ditunjukkan oleh Kristus.

Itulah yang saya maksud dengan memiliki pikiran Kristus yaitu memahami Firman Tuhan berdasarkan terang Injil sesuai ajaran Kristus bukan masih dialam pikiran para Ahli Taurat dan para Imam.

Roma  12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
« Last Edit: July 03, 2017, 08:25:58 PM by jamu »
July 03, 2017, 08:38:58 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262
Apa yang anda katakan diatas adalah benar, tetapi yang menjadi "permasalahan" adalah : Semua manusia yang mempelajari dan berbicara tentang Firman Tuhan, PASTI akan mengaku .. bahwa ia mempelajari dan memberitakan Firman Tuhan, berdasarkan bimbingan ROH KUDUS, namun anehnya adalah .. banyak terjadi perpecahan dalam gereja-gereja, banyak terjadi silang pendapat tentang penafsiran Firman Tuhan itu sendiri.

Nah, apakah semua silang pendapat tersebut adalah hasil dari Bimbingan ROH KUDUS atau hanya hasil buah pikiran manusia belaka ?
Salam ...

Perpecahan itu adalah keniscayaan karena manusia diciptakan dengan pilihan bebas sehingga manusia bisa memilih apa yang dia percaya.

Ditambah lagi dengan kejatuhan manusia kedalam dosa dan pencobaan dari si Iblis didunia ini maka kalau anda sisir disepanjang Alkitab selalu akan ada perpecahan mulai dengan :

. Peristiwa di Taman Eden ada dua pandangan tentang kebenaran Allah

. Peristiwa Kain dan Habel yang berbeda wawasan didalam pemberian persembahan

. Abraham dan Lot

.Para Nabi dan bangsa Israel yang selalu menyeleweng

.Yesus dan para Ahli Taurat dan Imam

. Yesus dengan Petrus yang selalu keliru menafsirkan perkataam Yesus

. Paulus dan Petrus

Bahkan dijaman para Rasul sendiri sudah banyak ajaran palsu bertebaran seperti ajaran Nikolaus,Gnostik,dll.

Jadi itu adalah hal yang lumrah sehingga Paulus sendiri sudah mengatakan sbb :

I Korintus  11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Yesus sendiri mengatakan sbb :

Matius 10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku


Makanya semua manusia kelak akan dihakimi oleh Firman Tuhan menurut apa yang dipercayainya apakah tetap setia kepada kebenaran Firman Tuhan atau tidak.

Yohanes  12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Seperti yang sudah pernah saya katakan :

1.Berbeda secara prinsipil tidak diijinkan Tuhan,karena itu dosa.

2.Berbeda tentang hal hal yang tidak prinsipil boleh saja.
« Last Edit: July 03, 2017, 09:26:59 PM by jamu »
July 03, 2017, 09:19:14 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3262

God’s Eternal Decree Beyond Time

For whom He foreknew, He also predestined to become conformed to the image of His Son, that He might be the first-born among many brethren (Romans 8:29).

In a sense, the marking of time is irrelevant to God because He transcends it. Peter, in 2 Peter 3:8, cautioned his readers not to let this one critical fact escape their notice—that God’s perspective on time is far different from mankind’s (Psalm 102:12, 24-27). The Lord does not count time as we do. He is above and outside of the sphere of time. God sees all of eternity’s past and eternity’s future. The time that passes on earth is of no consequence from God’s timeless perspective. A second is no different from an eon; a billion years pass like seconds to the eternal God.

Again, because of our finite minds, we can only grasp the concept of God’s timeless existence in part. And in so doing, we describe Him as a God without a beginning or end, eternal, infinite, everlasting, etc. Psalm 90:2 declares, “From everlasting to everlasting You are God” (see also Psalm 93:2). He always was and always will be.

So, what is time? To put it simply, time is duration. Our clocks mark change or, more precisely, our timepieces are benchmarks of change that indicate the passage of time. We could say, then, that time is a necessary precondition for change and change is a sufficient condition to establish the passage of time. In other words, whenever there’s change of any kind we know that time has passed. We see this as we go through life, as we age. And we cannot recover the minutes that have passed by.

The renewing of our minds takes place when our minds are saturated with the Scriptures and illuminated by the Holy Spirit (Romans 12:1-2; 1 Corinthians 2:6-16). We must come to the Scriptures recognizing the weakness and distortions of the flesh and convinced of our dependence on God’s Word and His Spirit to transform us—to renew our minds. At the same time, we must recognize that studying the truths of the Bible requires a methodology committed to and consistent with the way God has revealed His Word.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)