Author Topic: HYPER GRACE  (Read 1846 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 29, 2017, 10:41:35 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Betul, ajarannya yang disalahmengerti.
Misalnya tentang 'Jika berdosa, tak perlu minta ampun kepada Tuhan'. Ini konteksnya bagaimana?
Apa yang dimaksud denga 'perlu minta ampun'? Apakah orang percaya yang jatuh dalam dosa harus mengaku dosa/minta ampun dulu baru dosanya diampuni? Apakah kalau ada dosa yang kelupaan tidak dimintakan ampun berarti tidak diampuni dan orang percaya itu akan masuk neraka, karena Allah itu kudus, tidak mentolerir dosa sedikitpun.

Jadi perlu kejelasan dulu sebelum mengatakan ajaran ini atau itu berbahaya. Jangan-jangan malah kita sendiri yang sebenarnya tidak menyadari kelemahan ajaran sendiri.

Menurut saya sebenarnya Allah selalu akan mengampuni dosa orang yang sudah percaya tetapi itu tidak berjalan secara otomatis melainkan melalui pengakuan akan dosa kepada Allah bro.

Itulah gunanya doa seperti doa "Bapa Kami" dimana ada permintaan ampun atas dosa.
June 29, 2017, 10:47:21 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Kasih Karunia Allah sudah dirancangkan sejak semula, sebelum dunia diciptakan Allah telah merancang kedatangan Yesus sebagai Anak Manusia untuk menebus dosa manusia sejak sebelum dunia dijadikan.

Saat Allah menjadikan terang dan memisahkan terang dari gelap. Saat Allah menjadikan Adam dan membentuk Hawa dari tulang rusuk Adam dan mengenalkan pernikahan. Saat Hawa jatuh dalam dosa dan saat permusuhan ditetapkan oleh Allah antara manusia dan Iblis bahwa keturunannya akan meremukan kepala Iblis. Saat mereka diusir dari Taman Eden, dan selanjutnya dan seterusnya semua bercerita tentang karya Kristus.

Hadirnya dosa kedalam dunia adalah bagian dari kasih karunia Allah. Tanpa adanya dosa, maka kasih karunia tidak dapat dinyatakan. Roma 5:20 berkata, "Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah."

Didalam 2 Tim.1:9 dikatakan "sebelum jaman" kita kita "telah" dikaruniakan keselamatan,berarti sebelum dunia diciptakan keselamatan sudah ditentukan oleh Tuhan,bukan sebelum dunia ada.

June 30, 2017, 08:16:32 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Menurut saya sebenarnya Allah selalu akan mengampuni dosa orang yang sudah percaya tetapi itu tidak berjalan secara otomatis melainkan melalui pengakuan akan dosa kepada Allah bro.

Itulah gunanya doa seperti doa "Bapa Kami" dimana ada permintaan ampun atas dosa.
Kalau anda bilang 'selalu akan', berarti belum diampuni. Orang baru diampuni setelah mengaku dosa kepada Allah. Begitu?

Maka pertanyaan saya belum terjawab.
Apakah setiap dosa sekecil apapun harus dimintakan ampun dulu baru diampuni?
Apakah kalau ada dosa yang kelupaan tidak dimintakan ampun berarti tidak diampuni dan orang percaya itu akan masuk neraka, karena Allah itu kudus, tidak mentolerir dosa sedikitpun.?

-----

Kalau soal doa bapa kami, itu diajarkan Yesus kepada para murid ketika Yesus masih berjalan di dunia. Karya salib belum genap. Bangsa Israel waktu itu berada dibawah taurat.

Setelah karya salib genap, tulisan-tulisan Paulus dengan tegas menyatakan kita TELAH diampuni dosa-dosanya. Paulus menuliskan tentang pengampunan dosa di Ef 4:32 misalnya. Disitu Paulus menasehatkan untuk saling mengampuni karena Allah TELAH mengampuni dosa-dosa kita.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
June 30, 2017, 09:42:22 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Kalau anda bilang 'selalu akan', berarti belum diampuni. Orang baru diampuni setelah mengaku dosa kepada Allah. Begitu?

Karena itu sesuai dengan perkataan Allah sendiri:

I Yohanes  1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Jadi mengaku dosa dulu lalu diampuni bukan seperti ajaran Hyper Grace yang otomatis sudah diampuni walau belum diakui.

Quote
Maka pertanyaan saya belum terjawab.
Apakah setiap dosa sekecil apapun harus dimintakan ampun dulu baru diampuni?

Apakah ukuran atau kriteria anda mengatakan dosa yang kecil atau besar itu ?

Doa Bapa Kami yang seharusnya dilakukan setiap hari tidak memperinci mana dosa kecil dan mana dosa besar,tetapi sebagai orang Kristen kita tetap harus mengakui dosa dosa kita kepada Allah.

Quote
Apakah kalau ada dosa yang kelupaan tidak dimintakan ampun berarti tidak diampuni dan orang percaya itu akan masuk neraka, karena Allah itu kudus, tidak mentolerir dosa sedikitpun.?

Kalau keselamatan itu diberikan Allah maka menurut saya tidak akan mungkin batal karena Allah itu berdaulat dan tidak berubah.

Manusia tetap akan menerima akibat dosa didunia tetapi keselamatannya adalah tetap seperti kata Alkitab :

I Korintus  3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Quote
Kalau soal doa bapa kami, itu diajarkan Yesus kepada para murid ketika Yesus masih berjalan di dunia. Karya salib belum genap. Bangsa Israel waktu itu berada dibawah taurat.

Setelah karya salib genap, tulisan-tulisan Paulus dengan tegas menyatakan kita TELAH diampuni dosa-dosanya. Paulus menuliskan tentang pengampunan dosa di Ef 4:32 misalnya. Disitu Paulus menasehatkan untuk saling mengampuni karena Allah TELAH mengampuni dosa-dosa kita.

Daud juga menyesal dan mengakui dosa dosanya kepada Tuhan dan Tuhan tetap mengampuninya walau akibatnya didunia tetap ada.

Esra juga demikian :

Ezra  1010:1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Daniel juga demikian :

Daniel  9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Jadi mengakui dosa itu sudah diajarkan dan dicontohkan sejak didalam PL.

June 30, 2017, 10:04:46 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Karena itu sesuai dengan perkataan Allah sendiri:

I Yohanes  1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Jadi mengaku dosa dulu lalu diampuni bukan seperti ajaran Hyper Grace yang otomatis sudah diampuni walau belum diakui.

Apakah ukuran atau kriteria anda mengatakan dosa yang kecil atau besar itu ?

Doa Bapa Kami yang seharusnya dilakukan setiap hari tidak memperinci mana dosa kecil dan mana dosa besar,tetapi sebagai orang Kristen kita tetap harus mengakui dosa dosa kita kepada Allah.

Kalau keselamatan itu diberikan Allah maka menurut saya tidak akan mungkin batal karena Allah itu berdaulat dan tidak berubah.

Manusia tetap akan menerima akibat dosa didunia tetapi keselamatannya adalah tetap seperti kata Alkitab :

I Korintus  3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
Kalau anda mengambil dasar 1 Yoh 1:9 dan mengatakan harus mengaku perbuatan dosa baru dosa itu diampuni, maka artinya bila bila ada dosa yang belum diakui maka dosa tersebut belum diampuni.

Tapi dilain pihak anda menyatakan keselamatan itu tetap.

Jadi apakah anda mengatakan meskipun ada dosa-dosa yang belum terampuni (karena belum sempat diakui) seseorang akan tetap selamat?

Menurut saya ini kontradiksi.
Quote
Daud juga menyesal dan mengakui dosa dosanya kepada Tuhan dan Tuhan tetap mengampuninya walau akibatnya didunia tetap ada.

Esra juga demikian :

Ezra  1010:1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Daniel juga demikian :

Daniel  9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Jadi mengakui dosa itu sudah diajarkan dan dicontohkan sejak didalam PL.
Daud. Daniel dan Ezra hidup di PL, dibawah taurat.
Karya keselamatan di kayu salib belum genap.

Dan perlu diingat, yang dipersoalkan adalah mengaku dosa/minta ampun sebagai SYARAT agar dosa kita diampuni.
Saya tidak menentang seseorang melakukan pengakuan dosa/mohon ampun.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
June 30, 2017, 10:45:24 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Kalau anda mengambil dasar 1 Yoh 1:9 dan mengatakan harus mengaku perbuatan dosa baru dosa itu diampuni, maka artinya bila bila ada dosa yang belum diakui maka dosa tersebut belum diampuni.

Tapi dilain pihak anda menyatakan keselamatan itu tetap.

Jadi apakah anda mengatakan meskipun ada dosa-dosa yang belum terampuni (karena belum sempat diakui) seseorang akan tetap selamat?

Menurut saya ini kontradiksi.

Anda sendiri mengatakan manusia bisa lalai dan itu adalah kodrat manusia,dan dia akan menerima kosekwensinya didunia.

Tetapi Allah adalah setia dan tidak akan meninggalkan pekerjaan yang sudah dimulai-Nya sendiri,walau manusia masih bisa berdosa setelah menerima keselamatan.

Fil. 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Apakah anda tidak percaya bahwa keselamatan bersifat kekal tidak mungkin berubah lagi ?

Hyper Grace hanya berbicara soal bagaimana dosa diampuni tetapi anda selalu mengkaitkannya dengan keselamatan ???

Jadi menurutku tidak ada yang kontradiksi disini.


Quote
Quote
Daud juga menyesal dan mengakui dosa dosanya kepada Tuhan dan Tuhan tetap mengampuninya walau akibatnya didunia tetap ada.
Esra juga demikian :
Ezra  1010:1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.
Daniel juga demikian :
Daniel  9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Jadi mengakui dosa itu sudah diajarkan dan dicontohkan sejak didalam PL.
Daud. Daniel dan Ezra hidup di PL, dibawah taurat.
Karya keselamatan di kayu salib belum genap.

Dan perlu diingat, yang dipersoalkan adalah mengaku dosa/minta ampun sebagai SYARAT agar dosa kita diampuni.

Saya tidak menentang seseorang melakukan pengakuan dosa/mohon ampun.

PL atau PB adalah firman Allah dan prinsip kebenaran Allah tetap terpelihara secara kekal.

Kalau dulu Allah juga mengampuni dosa yang diakui demikian juga sekarang.
« Last Edit: June 30, 2017, 10:50:45 AM by jamu »
June 30, 2017, 11:08:11 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Anda sendiri mengatakan manusia bisa lalai dan itu adalah kodrat manusia,dan dia akan menerima kosekwensinya didunia.

Tetapi Allah adalah setia dan tidak akan meninggalkan pekerjaan yang sudah dimulai-Nya sendiri,walau manusia masih bisa berdosa setelah menerima keselamatan.

Fil. 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Apakah anda tidak percaya bahwa keselamatan bersifat kekal tidak mungkin berubah lagi ?

Hyper Grace hanya berbicara soal bagaimana dosa diampuni tetapi anda selalu mengkaitkannya dengan keselamatan ???

Jadi menurutku tidak ada yang kontradiksi disini.
Anda gak nangkep kontradiksinya.
Anda mengatakan setiap perbuatan dosa harus diakui baru diampuni
Kalau ada dosa yang belum diakui berarti tidak terampuni.
Orang Kristen yang jatuh dalam dosa tetapi belum mengaku dosa itu berarti dosa itu belum diampuni.
Sedangkan katanya keselamatan itu kekal.
Jadi orang yang masih punya dosa yang belum diakui dan diampuni itu selamat atau tidak?

Quote
PL atau PB adalah firman Allah dan prinsip kebenaran Allah tetap terpelihara secara kekal.

Kalau dulu Allah juga mengampuni dosa yang diakui demikian juga sekarang.
Di PL Allah mengampuni dosa melalui gambaran dari karya salib yang akan datang. Yaitu melalui korban kambing domba. Darah kambing domba ini tidak menghapus dosa tapi menutupi dosa. Dosa baru benar-benar terhapus ketika karya salib sudah genap.



If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
June 30, 2017, 11:25:33 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Anda gak nangkep kontradiksinya.
Anda mengatakan setiap perbuatan dosa harus diakui baru diampuni
Kalau ada dosa yang belum diakui berarti tidak terampuni.
Orang Kristen yang jatuh dalam dosa tetapi belum mengaku dosa itu berarti dosa itu belum diampuni.
Sedangkan katanya keselamatan itu kekal.
Jadi orang yang masih punya dosa yang belum diakui dan diampuni itu selamat atau tidak?


Saya kan memberikan contoh dimana mereka yang mengakui dosanya dan lalu diampuni.

Apakah Tuhan mengampuni dosa tanpa pengakuan ?

Kalau begitu anda penganut Hyper Grace yang menganggap pengampunan itu adalah otomatis oleh Tuhan tanpa ada pengakuan manusia.

Kalau demikian buat apa ada kalimat minta pengampunan dosa didalam contoh doa yang diberikan Yesus ?

Dosa setelah menerima keselamatan tetap tidak merubah karunia keselamatan dari Allah.


Quote
Quote
PL atau PB adalah firman Allah dan prinsip kebenaran Allah tetap terpelihara secara kekal.

Kalau dulu Allah juga mengampuni dosa yang diakui demikian juga sekarang.
Di PL Allah mengampuni dosa melalui gambaran dari karya salib yang akan datang. Yaitu melalui korban kambing domba. Darah kambing domba ini tidak menghapus dosa tapi menutupi dosa. Dosa baru benar-benar terhapus ketika karya salib sudah genap.

Tidak ada ajaran bahwa dosa belum diampuni didalam PL karena ada manusia yang langsung naik kesurga walaupun dia manusia yang berdosa,dan tidak mungkin ada yang masuk Surga tanpa pengampunan dosa.

Anda telah mengabaikan pertanyaan saya :

Apakah anda tidak percaya bahwa keselamatan bersifat kekal tidak mungkin berubah lagi ?

Hyper Grace hanya berbicara soal bagaimana dosa diampuni tetapi mengapa anda selalu mengkaitkannya dengan keselamatan ???
« Last Edit: June 30, 2017, 11:29:59 AM by jamu »
June 30, 2017, 02:12:44 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS

Saya kan memberikan contoh dimana mereka yang mengakui dosanya dan lalu diampuni.

Apakah Tuhan mengampuni dosa tanpa pengakuan ?

Kalau begitu anda penganut Hyper Grace yang menganggap pengampunan itu adalah otomatis oleh Tuhan tanpa ada pengakuan manusia.

Kalau demikian buat apa ada kalimat minta pengampunan dosa didalam contoh doa yang diberikan Yesus ?

Dosa setelah menerima keselamatan tetap tidak merubah karunia keselamatan dari Allah.


Tidak ada ajaran bahwa dosa belum diampuni didalam PL karena ada manusia yang langsung naik kesurga walaupun dia manusia yang berdosa,dan tidak mungkin ada yang masuk Surga tanpa pengampunan dosa.

Anda telah mengabaikan pertanyaan saya :

Apakah anda tidak percaya bahwa keselamatan bersifat kekal tidak mungkin berubah lagi ?

Hyper Grace hanya berbicara soal bagaimana dosa diampuni tetapi mengapa anda selalu mengkaitkannya dengan keselamatan ???
Gini lho,
Setelah orang menerima Kristus sebgai Tuhan dan juru selamat, dosa-dosanya dihapuskan dan dia menerima keselamatan.

Kemudian orang tersebut jatuh dalam perbuatan dosa.
Maka pernyataan yang benar adalah:

A. Perbuatan dosa itu sudah diampuni bahkan sebelum orang itu mengaku dosa dan mohon ampun

Ataukah

B. Dosa tetap ada dalam orang itu sampai orang itu mengaku dosa dan minta ampun pada Tuhan.

Kalau saya percaya yang A.
Dosa orang itu sudah diampuni bahkan sebelum minta ampun. Maka keselamatan yang diterima orang itu adalah kekal.

Kalau anda percaya yang B, maka saya nanya orang yang berbuat dosa dan belum mengaku dosanya itu selamat atau kagak?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
June 30, 2017, 08:55:00 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Gini lho,
Setelah orang menerima Kristus sebgai Tuhan dan juru selamat, dosa-dosanya dihapuskan dan dia menerima keselamatan.

Setuju

Quote
Kemudian orang tersebut jatuh dalam perbuatan dosa.
Maka pernyataan yang benar adalah:

A. Perbuatan dosa itu sudah diampuni bahkan sebelum orang itu mengaku dosa dan mohon ampun

Ataukah

B. Dosa tetap ada dalam orang itu sampai orang itu mengaku dosa dan minta ampun pada Tuhan.

Kalau saya percaya yang A.
Dosa orang itu sudah diampuni bahkan sebelum minta ampun. Maka keselamatan yang diterima orang itu adalah kekal.

Pilihan anda itulah ajaran Hyper Grace tetapi Alkitab mengatakan ada pengakuan dosa dan Yesus mengajarkan doa yang meminta pengampunan dosa.

Kekekalan keselamatan tidak bergantung kepada usaha manusianya tetapi kepada kesetiaan Allah yang memelihara iman manusia.

Jadi pemahaman anda kurang Alkitabiah,karena sama dengan ajaran Hyper Grace.

Quote
Kalau anda percaya yang B, maka saya nanya orang yang berbuat dosa dan belum mengaku dosanya itu selamat atau kagak?

Kalau ngaku sudah beriman tetapi tidak taat kepada ajaran Alkitab agar bertobat dari dosa dosa maka imannya pastilah palsu.

Hati nurani manusia yang beriman tidak mungkin tidak sadar kalau dia berdosa karena ada ROH KUDUS yang selalu memperingatkannya.

Yoh.16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman


Iman palsu tidak pernah menerima keselamatan sehingga tidak relevan membicarakan masalah keselamatan disini.

Anda telah mengabaikan pertanyaan saya :

Apakah anda tidak percaya bahwa keselamatan bersifat kekal tidak mungkin berubah lagi ?

Hyper Grace hanya berbicara soal bagaimana dosa diampuni tetapi mengapa anda selalu mengkaitkannya dengan keselamatan ???

Tolong ditanggapi pertanyaan saya bro,jangan diabaikan karena itu diskusi tidak sehat.

« Last Edit: June 30, 2017, 09:02:58 PM by jamu »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)