Author Topic: HYPER GRACE  (Read 1853 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 11, 2017, 08:29:47 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Percaya itupun karunia Tuhan :

Filipi  1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Tanpa karunia Tuhan manusia tidak mungkin bisa percaya bro.

sangat betul dan sangat setuju, bahwa Percaya atau Iman itu adalah Karunia Tuhan.

segala makhluk bergerak, hidup, bernafas, berjalan, berpikir juga adalah atas Kasih Karunia Tuhan.

Dosa adalah Penyalahgunaan Kasih Karunia Tuhan.
* Pikiran yang pada mulanya diciptakan untuk maksud maksud mulia, disalahkan dan digunakan untuk memikirkan dan membuat senjata senjata pemusnah Masal.
* Udara bersih yang diberikan secara cuma cuma, diganti dengan asap tembakau.
* Air yang bersih dan sejuk diganti dengan air beralkohol atau yang merusak.

semua itu adalah bentuk bentuk penyalahgunaan Kasih Karunia Tuhan.

hal yang sama dapat pula dilakukan kepada Kasih Karunia yang teramat Maha Besar yaitu Pengorbanan dan Penebusan Tuhan.

dengan mendalil dalilkan atau mengatas namakan Kasih Karunia, orang berdosa bebas sebebas bebasnya melanggar Hukum Allah, apakah pelanggaran itu Semua atau salah satu dari keseluruhan Hukum itu.

saudaraku, Kasih Karunia Allah itu memang deberi sangat murah bahkan cuma cuma atau gratis, tapi kita harus ingat Kasih Karunia Allah itu bukan murahan. Kasih Karunia itu diberi cuma cuma, karena harganya sangat mahal, dan tidak bisa dibeli dengan uang atau dengan apapun.

kita hanya bisa bersyukur da berterima kasih,
dan bukti bahwa seseorang sangat bersyukur dan berterima kasih atas Kasih Karunia itu adalah dia akan mengharganinya dan tidak akan melupakannya dan tidak akan menyalahgunakannya. Kasih Karunia tersebut akan kelihatan dalam kehidupan yang saleh, taat, sabar, tidak cepat marah, sopan, pengendalian diri, menurut, dan setia. dst..

* Kasih Karunia Tuhan itu mengobahkan hati  orang jahat jadi baik.
* Kasih Karunia Tuhan itu mengobahkan hati pembangkang jadi penurut
* Kasih Karunia Tuhan itu mengobahkan hati yang cemar menjadi Kudus.
* Kasih Karunia Tuhan itu akan menyanggupkan manusia untuk taat kepada 10 Hukum Tuhan Allah. dan tidak berusaha menghilanghilangkan atau menghapus atau mengganti, atau mengabaikan atau pura pura tidak tahu salah satu dari 10 Hukum TUhan itu.
* Kasih Karunia Tuhan itu akan membuat pendosa menjadi menyukai perkara perkara rohani (Berdoa, belajar Firman dan menginjil)

Kasih Karunia itu bukan hanya sekadar perasaan, bukan merasa baik, atau merasa penurut, atau merasa kudus, bahkan merasa diselamatkan.

tapi akan nyata betul betul dari penurutannya dan kehidupannya yang kudus.

 :afro: :afro: :afro:
Kasih karunia itu merupakan kasih Tuhan tanpa syarat bagi kita.
Dia rela mati untuk menebus manusia dari dosa, karena manusia tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.

Kalau kita terus menerus memikirkan, menyadari, menerungkan dan merasakan kasih ini, niscaya kehidupan kita akan berubah sejalan dengan kehendakNya. No effort. Kayak orang jatuh cinta, naturally akan berusaha berbuat yang menyenangkan pasangannya TANPA dikekang oleh aturan ini itu.

Tapi kalau kita mengalihkan pandangan kita dari kasih karunia Tuhan, terus mulai 'instrospeksi' diri, 'Apakah saya sudah berubah dari jahat jadi baik? Apakah saya sudah memenuhi 10 hukum? Atau pura-pura tidak tahu? Apakah saya cuma merasa baik, merasa penurut, merasa kudus?'

Kalau sudah begini berarti yang terjadi bukan: kasih karunia mengobahkan hati kita, tapi kita jadi berusaha mengubah perilaku kita karena guilty feeling.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 11, 2017, 08:49:31 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Kasih karunia itu merupakan kasih Tuhan tanpa syarat bagi kita.
Dia rela mati untuk menebus manusia dari dosa, karena manusia tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.

 :afro: :afro:

Quote
Kalau kita terus menerus memikirkan, menyadari, menerungkan dan merasakan kasih ini, niscaya kehidupan kita akan berubah sejalan dengan kehendakNya. No effort. Kayak orang jatuh cinta, naturally akan berusaha berbuat yang menyenangkan pasangannya TANPA dikekang oleh aturan ini itu.

amen..
istilah yang sering kugunakan untuk mengatakan itu adalah "DENGAN MEMANDANG KITA DIUBAHKAN"

Quote
Tapi kalau kita mengalihkan pandangan kita dari kasih karunia Tuhan, terus mulai 'instrospeksi' diri, 'Apakah saya sudah berubah dari jahat jadi baik? Apakah saya sudah memenuhi 10 hukum? Atau pura-pura tidak tahu? Apakah saya cuma merasa baik, merasa penurut, merasa kudus?'

Kalau sudah begini berarti yang terjadi bukan: kasih karunia mengobahkan hati kita, tapi kita jadi berusaha mengubah perilaku kita karena guilty feeling.

tidak begitu bro..

yang benar adalah, dengan Hukum akan mengarahkan pandangan kita kepada Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus.
Hukum itu sifatnya menghukum, Hukum hanya memberitahu bahwa kita adalah orang berdosa, yang layak dapat hukuman. Namun Kasih Karunia menyatakan bahwa Hukuman itu sudah ditanggung oleh Yesus Kristus.

Firman Allah adalah Kebenaran dan begitu pula hukum-Nya. tanpa Hukum kita tidak akan dapat mengetahui mengenai Benar atau Salah, Baik atau Buruk, Suci atau Kotor...

Firman Allah akan berkata jujur apa adanya bahwa manusia adalah para pelanggar hukum, yang harus dihukum.

dan hanya orang yang berdosalah yang membutuhkan Kasih Karunia Allah.
sama seperti hanya orang sakitlah yang membutuhkan tabib.

Tanpa Hukum, kita tidak akan merasa berdosa, bahkan tidak akan mengetahui apa itu dosa, sebab dosa adalah pelanggaran Hukum Allah. 1 Yoh. 3:4

maka dengan kata lain, kalau seseorang tidak menghormati Hukum Allah, sebenarnya secara tidak langsung, seseorang itu adalah orang orang yang tidak membutuhkan Kasih Karunia Allah.


salam.
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
July 11, 2017, 09:34:46 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
:afro: :afro:

amen..
istilah yang sering kugunakan untuk mengatakan itu adalah "DENGAN MEMANDANG KITA DIUBAHKAN"

tidak begitu bro..

yang benar adalah, dengan Hukum akan mengarahkan pandangan kita kepada Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus.
Hukum itu sifatnya menghukum, Hukum hanya memberitahu bahwa kita adalah orang berdosa, yang layak dapat hukuman. Namun Kasih Karunia menyatakan bahwa Hukuman itu sudah ditanggung oleh Yesus Kristus.

Firman Allah adalah Kebenaran dan begitu pula hukum-Nya. tanpa Hukum kita tidak akan dapat mengetahui mengenai Benar atau Salah, Baik atau Buruk, Suci atau Kotor...

Firman Allah akan berkata jujur apa adanya bahwa manusia adalah para pelanggar hukum, yang harus dihukum.

dan hanya orang yang berdosalah yang membutuhkan Kasih Karunia Allah.
sama seperti hanya orang sakitlah yang membutuhkan tabib.

Tanpa Hukum, kita tidak akan merasa berdosa, bahkan tidak akan mengetahui apa itu dosa, sebab dosa adalah pelanggaran Hukum Allah. 1 Yoh. 3:4

maka dengan kata lain, kalau seseorang tidak menghormati Hukum Allah, sebenarnya secara tidak langsung, seseorang itu adalah orang orang yang tidak membutuhkan Kasih Karunia Allah.


salam.
:afro: :afro: :afro:
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
July 14, 2017, 10:03:46 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
:afro: :afro: :afro:

 :afro: :afro: :afro:

Hukum itu menunjukkan kepada manusia dosa-dosanya, tetapi tidak menyediakan obatnya. Sementara hukum itu menjanjikan hidup kepada yang menurut, ia menyatakan kematian menjadi bagian pelanggar. Hanya Injil Kristus saja yang dapat membebaskannya dari hukuman dan pencemaran dosa.

Ia (si Pendosa) harus menunjukkan penyesalan kepada Allah, yang hukum-Nya telah dilanggar; dan iman kepada Kristus, korban pendamaiannya. Dengan demikian ia memperoleh "pengampunan dosa-dosa yang terjadi dahulu," dan menjadi ikut mengambil bagian dalam sifat ilahi. Ia adalah anak Allah yang telah menerima pengangkatan menjadi anak, dimana ia berkata, "Abba, ya Bapa!"   :afro: :afro:


TAPI:

Apakah sekarang ia bebas melanggar hukum Allah?

Rasul Paulus berkata, "Jika demikian, apakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya." (Rom. 3:31). "Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (Rom, 6:2).

Dan Yohanes menyatakan, "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat." (1 Yoh. 5:3).

Kasih Karunia Yesus menjadikan hati dibawa menjadi selaras dengan Allah, sebagaimana juga menjadi selaras dengan hukum-Nya. Bilamana perubahan besar ini terjadi pada orang berdosa, ia telah melewati dari kematian kepada kehidupan, dari dosa ke kesucian, dari pelanggaran dan pemberontakan ke penurutan dan kesetiaan. Hidup lama yang terpisah dari Allah telah berakhir, hidup baru yaitu hidup yang berdamai dan beriman kepada Allah, telah mulai. Kemudian "tuntutan hukum Taurat" akan "digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh." (Rom. 8:4).

Dan bahasa jiwa akan berkata ," O, betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari "




 :afro: :afro:
syalom..
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)