Author Topic: Mundur menjadi pendeta.. Bolehkah?  (Read 2897 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 06, 2017, 11:36:10 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan
Shalom, teman - teman seiman.
Saya ingin bertanya. Apakah seorang pendeta yang sudah diutus dan telah menjadi seorang gembala gereja, kemudian dengan alasan pribadi (masih mudah marah, emosional, memiliki kemarahan dengan orang lain, serta ingin mempersiapkan modal untuk menikah) menjadi meninggalkan pelayanan sebagai pendeta, dan memilih untuk membuka usaha, adalah hal yang sah - sah saja? Bagaimana menurut pandangan Firman Tuhan mengenai hal ini? Apakah ada kemungkinan Tuhan murka (marah) dengan orang tersebut? mengingat seorang pendeta pasti sudah diambil sumpah dan sudah diutus untuk melayani. Apa konsekuensi yang mungkin diterima oleh orang tersebut?

Mohon pendapat dari teman - teman seiman ya...
terimakasih
July 06, 2017, 06:24:16 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1710
Shalom, teman - teman seiman.
Saya ingin bertanya. Apakah seorang pendeta yang sudah diutus dan telah menjadi seorang gembala gereja, kemudian dengan alasan pribadi (masih mudah marah, emosional, memiliki kemarahan dengan orang lain, serta ingin mempersiapkan modal untuk menikah) menjadi meninggalkan pelayanan sebagai pendeta, dan memilih untuk membuka usaha, adalah hal yang sah - sah saja? Bagaimana menurut pandangan Firman Tuhan mengenai hal ini? Apakah ada kemungkinan Tuhan murka (marah) dengan orang tersebut? mengingat seorang pendeta pasti sudah diambil sumpah dan sudah diutus untuk melayani. Apa konsekuensi yang mungkin diterima oleh orang tersebut?

Mohon pendapat dari teman - teman seiman ya...
terimakasih

klo Tuhan murka sih saya rasa ngga ya(setidaknya menurut saya pribadi) krn Tuhan bisa mengutus siapa saja buat jadi hamba-Nya,klo ada yg murka kemungkinan besar sih dari pihak gereja lokal tempat pendeta tersebut melayani(entah itu sesama gembala ataupun jemaatnya).tapi klo dari sudut pandang netral sih menurut ane sebaiknya jangan memaksa seseorang yg sudah tidak punya hati untuk pelayanan.konsekuensinya paling reputasi orang itu sendiri jd kurang bagus di mata masyarakat.

then again klo pendetanya emang rohani banget kan bisa bawa masalah ini ke dalam doa & tanya Tuhan?
« Last Edit: July 06, 2017, 06:28:43 PM by jegan2000 »
July 06, 2017, 09:30:49 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 816
  • Denominasi: Protestan
Apakah seorang pendeta yang sudah diutus dan telah menjadi seorang gembala gereja, kemudian dengan alasan pribadi (masih mudah marah, emosional, memiliki kemarahan dengan orang lain, serta ingin mempersiapkan modal untuk menikah) menjadi meninggalkan pelayanan sebagai pendeta, dan memilih untuk membuka usaha, adalah hal yang sah-sah saja?
Berkaca pada kasus Yudas Iskariot, ya sah-sah saja.
Sengaja gue pilih yang paling ekstrim supaya tepat sasaran.


Bagaimana menurut pandangan Firman Tuhan mengenai hal ini? Apakah ada kemungkinan Tuhan murka (marah) dengan orang tersebut? mengingat seorang pendeta pasti sudah diambil sumpah dan sudah diutus untuk melayani.
Elo pasti tahu ini, "banyak yang dipanggil tapi sedikit yang dipilih".

Jika pendeta tersebut adalah masuk kategori "sedikit yang dipilih", silahkan berkaca pada kasus Nabi Yunus.


Apa konsekuensi yang mungkin diterima oleh orang tersebut?
Kalo konsekuensi menurut institusi gereja, ya tinggal merujuk kepada AD/RT gereja yang bersangkutan. Kalo konsekuensi menurut keimanan kepada Tuhan, ya tinggal merujuk kepada AD/RT-Nya.
July 07, 2017, 08:46:20 AM
Reply #3
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan
Berkaca pada kasus Yudas Iskariot, ya sah-sah saja.
Sengaja gue pilih yang paling ekstrim supaya tepat sasaran.

Jika dicontohkan dengan Yudas Iskariot, berarti ada hukuman (resiko) yang diterima dong ya? Sebagaimana kita tau, Yudas Iskariot akhirnya bunuh diri. Pengkhianatan yang berakhir dengan kematian. Kalau dalam kasus seorang pendeta, orang tersebut menurut saya bukan termasuk orang yang berkhianat, namun orang yang berdusta (tidak setia, tidak memegang janji/sumpah nya kepada Tuhan).

Elo pasti tahu ini, "banyak yang dipanggil tapi sedikit yang dipilih".

Jika pendeta tersebut adalah masuk kategori "sedikit yang dipilih", silahkan berkaca pada kasus Nabi Yunus.
Jika memang pendeta termasuk dalam kategori "sedikit yang dipilih", kira - kira mengapa Tuhan memanggilnya untuk kuliah teologia, bahkan memberkati sampai pengutusan sekalipun akhirnya tidak menjadi bagian yang terpilih?




July 07, 2017, 10:27:20 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1710
Jika memang pendeta termasuk dalam kategori "sedikit yang dipilih", kira - kira mengapa Tuhan memanggilnya untuk kuliah teologia, bahkan memberkati sampai pengutusan sekalipun akhirnya tidak menjadi bagian yang terpilih?

darimana kita bisa tahu klo org tersebut dipanggil Tuhan untuk kuliah teologia??bukankah hanya diri org yg bersangkutan yg paling tahu?bahkan sekolah teologia juga pasti sulit ngeceknya krn udah masuk ranah personal.sekolah teologia layaknya perguruan tinggi juga ga bisa nolak kan klo emang ada calon mahasiswa yg ingin belajar disitu??di lingkungan gereja/komsel aja jg bisa 'kecolongan' kok (pdhal sifatnya informal & lebih santai) & bisa ada oknum2 ga benar yg masuk tim pengerja.

sebenarnya intinya sih pendeta itu juga manusia seperti kita yg ga sempurna(jangan dikira infallible).
« Last Edit: July 07, 2017, 10:33:59 AM by jegan2000 »
July 07, 2017, 11:30:02 AM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan
darimana kita bisa tahu klo org tersebut dipanggil Tuhan untuk kuliah teologia??bukankah hanya diri org yg bersangkutan yg paling tahu?bahkan sekolah teologia juga pasti sulit ngeceknya krn udah masuk ranah personal.sekolah teologia layaknya perguruan tinggi juga ga bisa nolak kan klo emang ada calon mahasiswa yg ingin belajar disitu??di lingkungan gereja/komsel aja jg bisa 'kecolongan' kok (pdhal sifatnya informal & lebih santai) & bisa ada oknum2 ga benar yg masuk tim pengerja.

sebenarnya intinya sih pendeta itu juga manusia seperti kita yg ga sempurna(jangan dikira infallible).

Kebetulan ybs ini adalah orang yang saya kenal, dan mantan pacar saya. Tapi saya putus bukan karena masalah ini ya  :D Karena saya kenal dan saya tau ybs, maka saya tau betul ybs kuliah teologia. Dan ybs kuliah teologia, karena terpanggil (pribadi). Ybs sebelumnya adalah seorang yang kerab menggunakan kekerasan dan hidup bebas. Jadi ada pertobatan.

Saya setuju, tidak ada manusia yang sempurna. Seorang pendeta juga manusia seperti kita. Tapi karena saya mengenal ybs, dan lebih kurang tau perjalanan ybs hingga akhirnya terpanggil untuk bertobat dan menjadi seorang pelayanan Tuhan, kemudian adanya perubahan visi, membuat saya bertanya seperti yang saya tanyakan di awal topik ini.
July 07, 2017, 11:47:10 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9143
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
dibuat simple aja sis :

belum tentu kamu tahu betul tentang pacarmu, lha wong suami istri aja lom tentu mengenal satu sama lain dengan baik kok
soal panggilan yang tahu sebenar-benarnya adalah diri dia sendiri dan Tuhan

okelah, anggap itu adalah benar panggilan dari Tuhan, maka :
mau dia kabur kemanapun juga, ujung2nya dia "diarahkan" Tuhan untuk jadi pendeta juga
so bisa aja dia sekarang kabur lalu jadi bussinessman, tapi jikalau memang panggilannya itu pendeta ya dia akan maksimal hidupnya jika dia hidup dalam panggilannya, berjalan bersama Tuhan
tenang saja, jangan terintimidasi dengan hukuman dan lain sebagainya, Tuhan tetap sayang dia apapun keputusan yang dia buat
Tuhan sudah sayang dia dan kita smua sejak kita masih berdosa kok, ketika kita kabur dari panggilan Tuhan, ketika kita ngga nurut sama Tuhan, kitalah yang makin ngga sayang sama Tuhan, dalam keadaan sperti itu tentunya serangan iblis makin gencar
Tetap keputusan ada di pribadi dia sendiri, Tuhan juga ngga akan mau maksa saking sayangnya
dalam hal ini dia menunda pekerjaan yang Tuhan mau lakukan dalam hidupnya saja, tapi Tuhan juga sanggup memulihkannya

anggap panggilan dia itu salah, maka :
apa yang dia lakukan itu sudah bener
daripada dia nanti jadi pendeta lalu malah bikin sakit hati jemaatnya?
ngga pernah terlambat untuk bertobat dan memulai sesuatu yang baru

prinsipnya ini saja :
hidup kita akan maksimal kalau kita menghidupi panggilan Tuhan
jangan keburu2 pikir Tuhan lalu akan hukum2 kita kalo ternyata kita memilih yang lain, jangan juga pikir nanti Tuhan ngga sayang lagi, itu tidak bisa Dia lakukan
jangan turunin derajat Tuhan jadi preman, dalam arti kalo u ngga nurut rumah lu gw bakar ;D itu preman, bukan Tuhan

ketika jaman Abraham dipanggil itu bapaknya nyembah berhala, smua bangsa yang ada disitu nyembah berhala
Tuhan ngga kasih gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya supaya bangsa2 yang disitu bertobat, nooooo, bukan itu cara Tuhan
tapi Tuhan panggil Abraham, kasih perjanjian sama dia, supaya hidup bangsa pilihannya beda dengan bangsa2 yang ngga punya perjanjian dengan Tuhan

so skali lagi :
fokusnya jgn kepada hukuman dan lain sebagainya
fokus ke kehendak Tuhan, benar2 cari panggilanNya
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
July 07, 2017, 02:03:33 PM
Reply #7
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan
dibuat simple aja sis :

belum tentu kamu tahu betul tentang pacarmu, lha wong suami istri aja lom tentu mengenal satu sama lain dengan baik kok
soal panggilan yang tahu sebenar-benarnya adalah diri dia sendiri dan Tuhan

Mungkin saja, hanya pribadi nya saja yang sebenarnya tau itu panggilan atau tidak.

okelah, anggap itu adalah benar panggilan dari Tuhan, maka :
mau dia kabur kemanapun juga, ujung2nya dia "diarahkan" Tuhan untuk jadi pendeta juga
so bisa aja dia sekarang kabur lalu jadi bussinessman, tapi jikalau memang panggilannya itu pendeta ya dia akan maksimal hidupnya jika dia hidup dalam panggilannya, berjalan bersama Tuhan
tenang saja, jangan terintimidasi dengan hukuman dan lain sebagainya, Tuhan tetap sayang dia apapun keputusan yang dia buat
Tuhan sudah sayang dia dan kita smua sejak kita masih berdosa kok, ketika kita kabur dari panggilan Tuhan, ketika kita ngga nurut sama Tuhan, kitalah yang makin ngga sayang sama Tuhan, dalam keadaan sperti itu tentunya serangan iblis makin gencar
Tetap keputusan ada di pribadi dia sendiri, Tuhan juga ngga akan mau maksa saking sayangnya
dalam hal ini dia menunda pekerjaan yang Tuhan mau lakukan dalam hidupnya saja, tapi Tuhan juga sanggup memulihkannya

anggap panggilan dia itu salah, maka :
apa yang dia lakukan itu sudah bener
daripada dia nanti jadi pendeta lalu malah bikin sakit hati jemaatnya?
ngga pernah terlambat untuk bertobat dan memulai sesuatu yang baru

prinsipnya ini saja :
hidup kita akan maksimal kalau kita menghidupi panggilan Tuhan
jangan keburu2 pikir Tuhan lalu akan hukum2 kita kalo ternyata kita memilih yang lain, jangan juga pikir nanti Tuhan ngga sayang lagi, itu tidak bisa Dia lakukan
jangan turunin derajat Tuhan jadi preman, dalam arti kalo u ngga nurut rumah lu gw bakar ;D itu preman, bukan Tuhan

ketika jaman Abraham dipanggil itu bapaknya nyembah berhala, smua bangsa yang ada disitu nyembah berhala
Tuhan ngga kasih gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya supaya bangsa2 yang disitu bertobat, nooooo, bukan itu cara Tuhan
tapi Tuhan panggil Abraham, kasih perjanjian sama dia, supaya hidup bangsa pilihannya beda dengan bangsa2 yang ngga punya perjanjian dengan Tuhan

so skali lagi :
fokusnya jgn kepada hukuman dan lain sebagainya
fokus ke kehendak Tuhan, benar2 cari panggilanNya

Hmm begitu ya... Ya Tuhan memang penuh belas kasih dan panjang sabar. Mungkin benar saya terlalu fokus dan kuatir tentang hukuman Tuhan itu. Karena saya mempercayai bahwa setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensi (resiko) nya. Ntah itu baik atau tidak. Sebab manusia itu diberikan kehendak bebas (free will) oleh Tuhan. Dan Tuhan menginginkan kita juga harus bertanggung jawab terhadap setiap pilihan yang kita ambil. Memilih keputusan yang benar dan sesuai kehendakNya, memang terkadang sulit dan dibutuhkan kepekaan terhadap suaraNya.

Kalau kasus orang ini, saya juga gak bisa bilang ini kehendak Tuhan atau gak. Tapi saya yakin ada konsekuensinya. Teringat dengan peristiwa kejatuhan manusia kedalam dosa. Memang benar Allah penuh kasih, tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa Allah itu maha adil. Sekalipun manusia sangat dikasihiNya, bahkan diberikan seorang penebus yaitu Yesus, tetapi manusia tetap mendapatkan hukuman yaitu adanya kesusahan mencari nafkah (adam), kesulitan mengandung, (hawa), dan bahkan ular pun menjadi terkutuk. Artinya adalah pasti ada akibat yang harus diterima. Oleh karena itu, saya juga menjadi terpikir hal tersebut ke orang ini. 
July 07, 2017, 02:55:33 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9143
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
memang mungkin ada konsekuensinya, dan apabila memang ada ya lewatilah semua itu bersama Kristus

yg mau sy tekankan adalah :
jgn fokus kesitunya, fokus kepada Kristusnya
apabila merasa salah pilih pun Kristus akan tuntun kembali ke jalan yang seharusnya sejalan pertumbuhan iman seseorang

Daud berbuat dosa, menerima hukuman, dan menjalaninya bersama Tuhan
pada akhirnya Daud tetap disebut orang yang melakukan kehendak Tuhan pada zamannya
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
July 07, 2017, 03:30:11 PM
Reply #9
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan
memang mungkin ada konsekuensinya, dan apabila memang ada ya lewatilah semua itu bersama Kristus

yg mau sy tekankan adalah :
jgn fokus kesitunya, fokus kepada Kristusnya
apabila merasa salah pilih pun Kristus akan tuntun kembali ke jalan yang seharusnya sejalan pertumbuhan iman seseorang

Daud berbuat dosa, menerima hukuman, dan menjalaninya bersama Tuhan
pada akhirnya Daud tetap disebut orang yang melakukan kehendak Tuhan pada zamannya

Hmm begitu ya... iya benar juga. Saya juga jadi teringat orang - orang yang dipanggil Tuhan dalam Alkitab hampir semua memiliki kejatuhannya juga. Walaupun demikian, Tuhan tetap menyertai setiap langkah mereka.
Terimakasih ya atas pendapatnya. Sangat membantu dan membuka pikiran saya.
GB
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)