Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 147325 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 08, 2020, 06:48:45 AM
Reply #2670
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26163
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/07/08/sahabat-dalam-kegagalan/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-07-08.mp3

Sahabat dalam Kegagalan
  08/07/2020 
Sahabat dalam Kegagalan
Baca: Kisah Para Rasul 15:36-16:5 | Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 36-37; Kisah Para Rasul 15:22-41
00:00
Unduh MP3
Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka. —Kisah Para Rasul 15:38

Pada tanggal 27 November 1939, tiga pemburu harta karun yang ditemani oleh sekelompok kru film menggali jalan beraspal di depan amfiteater Hollywood Bowl di California Selatan. Mereka sedang mencari harta karun Cahuenga Pass berupa emas, berlian, dan mutiara yang menurut desas-desus telah dikubur di sana selama tujuh puluh lima tahun.

Namun, harta karun itu tidak pernah ditemukan. Setelah menggali selama dua puluh empat hari, mereka membentur batu besar dan berhenti. Yang mereka hasilkan hanyalah lubang selebar hampir tiga meter dan kedalaman tiga belas meter. Mereka pun pulang dengan kecewa.
Saat kita mengikuti Sang Juruselamat, Dia akan menyediakan pertolongan dan kekuatan yang kita butuhkan.

Melakukan kesalahan merupakan hal yang manusiawi—kita semua pasti pernah gagal. Kitab Suci mencatat bahwa seorang pemuda bernama Markus meninggalkan Paulus dan Barnabas dalam suatu perjalanan misi “dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.” Karena hal ini, “Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta” Markus dalam perjalanan berikutnya (Kis. 15:38). Sikapnya mengakibatkan perselisihan besar dengan Barnabas. Namun, meski awalnya gagal, Markus muncul kembali bertahun-tahun kemudian secara mengejutkan. Ketika Paulus kesepian dan mendekam di penjara menjelang akhir hidupnya, ia meminta Markus datang dan menyatakan bahwa “pelayanannya penting bagiku” (2Tim. 4:11). Allah bahkan mengilhami Markus untuk menulis Injil yang kemudian menyandang namanya.

Hidup Markus menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan kita menghadapi kesalahan dan kegagalan kita seorang diri. Kita memiliki Sahabat yang lebih besar daripada segala kesalahan kita. Saat kita mengikuti Sang Juruselamat, Dia akan menyediakan pertolongan dan kekuatan yang kita butuhkan.
Kesalahan atau kegagalan apa yang Anda hadapi akhir-akhir ini? Bagaimana Anda mengalami kembali kekuatan dari Allah ketika Anda menyerahkan kegagalan itu kepada-Nya di dalam doa?
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau selalu hadir saat aku ingin berbicara dengan-Mu. Aku memuji-Mu untuk penghiburan dan pengharapan yang kuterima hanya dari-Mu!
Oleh James Banks | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Mengapa isu tentang sunat muncul di Kisah Para Rasul 16:3? Bagi orang Yahudi, sunat melambangkan mereka sebagai bangsa pilihan Allah (lihat Kejadian 17:9-14). Meski demikian, perhatikan bahwa Paulus tidak menyunatkan Timotius sebagai tanda bahwa ia percaya kepada Yesus. Di surat Galatia, Paulus menulis, “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (5:6). Dalam hal ini, Paulus menyunatkan Timotius supaya ia tidak menyinggung perasaan orang-orang Yahudi yang tinggal di Galatia Selatan (sekarang bagian dari Turki). Paulus menunjukkan kepekaan budaya yang besar agar kabar baik tentang Yesus Kristus dapat menjangkau lebih banyak orang. —Tim Gustafson







July 09, 2020, 10:09:44 AM
Reply #2671
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26163
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/07/09/kebodohan-hidup-baru/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-07-09.mp3

Kebodohan Hidup Baru
  09/07/2020 
Kebodohan Hidup Baru
Baca: 1 Korintus 1:20-31 | Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 38-40; Kisah Para Rasul 16:1-21
00:00
Unduh MP3
Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. —1 Korintus 1:18

Ada saja hal-hal yang terasa tidak masuk akal sampai kita mengalaminya sendiri. Saat sedang mengandung anak pertama, saya membaca sejumlah buku tentang persalinan dan mendengar cerita-cerita tentang pengalaman melahirkan dari banyak teman perempuan. Namun, saya tetap tidak dapat membayangkan seperti apa nanti pengalaman saya sendiri. Rasanya mustahil memikirkan apa yang akan terjadi dengan tubuh saya!

Paulus menulis dalam 1 Korintus bahwa kelahiran baru ke dalam Kerajaan Allah, yaitu keselamatan yang ditawarkan-Nya kepada kita melalui Kristus, sama sulitnya untuk dipahami oleh mereka yang belum mengalaminya. Mengatakan bahwa keselamatan dapat datang melalui salib—suatu kematian yang dianggap sebagai kelemahan, kekalahan, dan kenistaan—terdengar seperti sebuah “kebodohan”. Akan tetapi, justru “kebodohan” inilah keselamatan yang diberitakan oleh Paulus!
Dia memilih yang lemah dan bodoh dari dunia untuk memalukan orang-orang yang berhikmat.

Tak seorang pun pernah membayangkan cara Allah tersebut. Sebagian orang mengira keselamatan akan datang melalui pemimpin politik yang kuat atau tanda-tanda ajaib. Sebagian lagi mengira mereka bisa diselamatkan oleh pencapaian akademis atau kepandaian hikmat mereka (1Kor. 1:22). Namun, Allah mengejutkan semua orang dengan membawa keselamatan melalui cara yang hanya masuk akal bagi mereka yang mempercayainya dan mengalaminya sendiri.

Allah memakai sesuatu yang memalukan dan lemah—kematian di kayu salib—dan menjadikannya sebagai dasar hikmat dan kekuatan. Allah melakukan yang tak terbayangkan. Dia memilih yang lemah dan bodoh dari dunia untuk memalukan orang-orang yang berhikmat (ay.27). Cara-cara-Nya yang mengejutkan dan mengherankan itu selalu merupakan cara yang terbaik.
Bagaimana Allah mengejutkan Anda hari ini? Mengapa benar bahwa jalan Allah lebih baik daripada jalan Anda?
Ya Allah, aku berdoa, seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Mu dari jalanku, dan rancangan-Mu dari rancanganku.
Oleh Amy Peterson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Para penulis Perjanjian Baru sendiri mempelajari Kitab Suci, dan tulisan mereka mencerminkan pengenalan mereka terhadap Perjanjian Lama. Terkadang mereka menunjukkan kaitan dengan Perjanjian Lama melalui kata-kata seperti “supaya genaplah” (Matius 1:22) atau “ada tertulis” (1 Korintus 1:19,31). Paulus menggunakan kutipan dari Yesaya dan Yeremia untuk membuka dan menutup pengajarannya di 1 Korintus 1:19-31 tentang hikmat dan kuasa Allah yang melekat dengan pekabaran Injil. Bagian tersebut dimulai dengan kutipan dari Yesaya 29:14 dan diakhiri dengan kata-kata yang didasarkan pada Yeremia 9:24, “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” —Arthur Jackson






July 10, 2020, 05:33:28 AM
Reply #2672
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26163
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/07/10/tidak-aji-mumpung/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-07-10.mp3

Tidak Aji Mumpung
  10/07/2020 
Tidak Aji Mumpung
Baca: Kisah Para Rasul 16:22-34 | Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 41-42; Kisah Para Rasul 16:22-40
00:00
Unduh MP3
Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini! —Kisah Para Rasul 16:28

Ketika sejumlah narapidana sedang bekerja mengangkut sampah di pinggir jalan untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman, pengawas mereka, James, mendadak pingsan. Mereka bergegas menghampiri James dan menyadari bahwa ia harus segera mendapatkan pertolongan medis. Salah seorang tahanan meminjam telepon James untuk meminta bantuan. Di kemudian hari, kepala rutan berterima kasih kepada para tahanan yang telah membantu pengawas mereka mendapatkan bantuan medis dengan segera, terutama karena mereka bisa saja tidak mempedulikan James—yang pasti akan membahayakan nyawanya karena terserang stroke—atau aji mumpung dengan memanfaatkan keadaan itu untuk melarikan diri.

Kebaikan para narapidana itu tidak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas ketika mereka dipenjara. Setelah mereka ditelanjangi, didera, dan dilemparkan ke dalam penjara, terjadilah gempa bumi hebat sehingga terlepaslah rantai yang membelenggu mereka dan menggoncangkan pintu-pintu penjara dari engselnya (Kis. 16:23-26). Ketika kepala penjara itu terbangun, ia mengira semua tahanan sudah kabur, sehingga ia bermaksud bunuh diri (daripada dihukum mati karena kaburnya para tahanan). Ketika Paulus berseru dengan suara nyaring, “Kami semuanya masih ada di sini!” (ay.28), kepala penjara itu begitu tersentuh oleh tindakan mereka yang menolak melarikan diri—sesuatu yang tidak lazim dilakukan oleh para tahanan—sehingga ia ingin tahu tentang Allah yang disembah Paulus dan Silas. Pada akhirnya ia pun mau percaya kepada Yesus (ay.29-34).
Cara kita memperlakukan orang lain menunjukkan kepada siapa kita percaya dan nilai apa yang kita anut.

Cara kita memperlakukan orang lain menunjukkan kepada siapa kita percaya dan nilai apa yang kita anut. Ketika kita memilih untuk berbuat baik daripada melakukan hal yang tidak benar, tindakan kita mungkin akan membuat orang lain ingin mengenal Allah yang kita kenal dan kasihi.
Dalam situasi apa Anda dapat memilih untuk tidak aji mumpung demi menguntungkan diri sendiri? Bagaimana keputusan itu dapat memberi manfaat bagi orang lain?
Allah Maha Pengasih, tolonglah aku memilih untuk melakukan hal-hal yang akan menarik orang lain mendekat kepada-Mu.
Oleh Kirsten Holmberg | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kisah kepala penjara dalam Kisah Para Rasul 16:19-34 sangatlah menarik. Kemungkinan ia seorang hamba yang ditugaskan menjaga penjara. Menurut hukum Roma, seorang kepala penjara yang membiarkan orang-orang hukuman melarikan diri harus dihukum mati (lihat 12:19). Rupanya lebih baik bunuh diri daripada dihukum mati. Namun, Paulus menghentikan niat kepala penjara itu tepat pada waktunya (16:28). Alhasil, kepala penjara bertanya bagaimana caranya supaya ia bisa selamat. Ia dan seisi rumahnya pun percaya kepada Allah dan memberi diri dibaptis (ay.31-34). —Julie Schwab







July 11, 2020, 05:32:34 AM
Reply #2673
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26163
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/07/11/keberagaman-yang-indah/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-07-11.mp3

Keberagaman yang Indah
  11/07/2020 
Keberagaman yang Indah
Baca: Wahyu 5:7-14 | Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 1–3; Kisah Para Rasul 17:1-15
00:00
Unduh MP3
Dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. —Wahyu 5:9

Sudah sejak lama London disebut-sebut sebagai salah satu kota paling kaya warna di dunia. Pada tahun 1933, jurnalis Glyn Roberts menulis tentang ibukota Inggris itu, “Menurut saya, keberadaan orang-orang dengan beragam warna kulit dan bahasa adalah hal terbaik dari kota London.” Keragaman masih terlihat hingga kini dengan berbaurnya beragam aroma, suara, dan pemandangan dari penduduk kota yang datang dari berbagai penjuru dunia. Indahnya keberagaman menjadi daya tarik salah satu kota terbesar di dunia itu.

Seperti halnya kota mana pun yang dihuni banyak manusia, London bukanlah kota tanpa masalah. Perubahan membawa banyak tantangan. Benturan budaya pun kadang terjadi. Oleh sebab itu, kita bisa memahami mengapa tak satu pun kota yang dibangun oleh manusia dapat dibandingkan dengan keindahan kediaman abadi kita kelak.
Tak satu pun kota yang dibangun oleh manusia dapat dibandingkan dengan keindahan kediaman abadi kita kelak.

Ketika Rasul Yohanes dibawa ke hadirat Allah, keberagaman menjadi salah satu unsur dalam penyembahan surgawi yang dilakukan oleh orang-orang yang telah ditebus Tuhan. Mereka bernyanyi, “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi” (Why. 5:9-10).

Bayangkanlah di surga kelak akan hadir setiap kelompok manusia yang ada di dunia, bersama-sama merayakan keajaiban karya Allah yang telah menjadikan mereka anak-anak-Nya! Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kiranya kita merayakan keberagaman itu hari ini.
Apa saja hal-hal baik yang dinikmati gereja Tuhan yang sangat beragam? Apa saja tantangan yang kadang dihadapi karena keberagaman tersebut?
Ya Bapa, aku berterima kasih kepada-Mu karena tak satu kelompok manusia pun terluput dari kasih-Mu yang ajaib. Ajar kami untuk benar-benar saling mengasihi, seperti Engkau telah begitu mengasihi kami.
Oleh Bill Crowder | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Di Wahyu 4–5 kita membaca tentang adegan dramatis yang terjadi di ruang takhta Allah. Tergambar di sana bagaimana para tua-tua dan berbagai makhluk hidup menyembah-Nya. Namun, di kedua pasal itu kita melihat dua peran Allah yang memotivasi penyembahan. Dalam 4:11, peran-Nya sebagai Pencipta yang mendorong orang menyembah-Nya dengan berkata, “Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." Di 5:9, Sang Anak Domba dinyatakan layak karena Dialah Juruselamat yang “telah disembelih dan dengan darah-[Nya] [Dia] telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.” Sebagai Pencipta dan Juruselamat, Allah layak menerima semua pujian. —Bill Crowder






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)