Author Topic: Devosi GRII  (Read 9900 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 31, 2017, 05:11:16 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
31
Bersyukur Dalam Segala Hal
oleh: William Cooper
Diterjemahkan oleh: Vinny

31 Juli

Bersyukur Dalam Segala Hal

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” 1 Tesalonika 5:18

ROH KUDUS mengajarkan jiwa orang percaya pelajaran tentang bersyukur. Daud menyetel hatinya bagi puji-pujian kepada Allah, dan ini sangat penting karena rasa syukur didorong dan diterapkan di dalam ajaran Injil juga. Ucapan syukur memperlihatkan kerangka jiwa yang rohani dan mulia dalam nada tertinggi kasih karunia. Tuhan Yesus mengajarkan kita bersyukur dalam bentuk pola dan perintah, dan Ia teramat sering dan sungguh-sungguh bersyukur kepada Allah. Bahkan ketika Ia mengecap makanan-Nya sehari-hari Ia mengucap syukur (Mrk. 8:6). Ke sembilan penderita kusta dikecam karena tidak kembali untuk berterima kasih (Luk. 17:17-18). Rasa bersyukur merupakan utang ibadah kita kepada Allah atas semua yang kita miliki dan keberadaan kita (1Kor. 15:10).

Hidup kita tidak aman, dan senantiasa memerlukan belas kasihan Allah. Allah di dalam kedaulatan-Nya dapat tidak menciptakan kita; atau, Dia dapat meremukkan kita langsung setelah kita diciptakan, sebab “apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya?” (Rm. 9:21). Setiap saat kita bergantung kepada-Nya, dan semua yang kita miliki merupakan pemberian-Nya (Kis. 17:25). Kuasa-Nya atas kita adalah mutlak dan tak terbatas. Kepada sang Penguasa yang berdaulat ini kita semua berutang segalanya, dan oleh karenanya kita berutang terima kasih kepada-Nya. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Rm. 11:36). Orang percaya memperoleh kasih karunia rohani yang sangat besar dan berharga (2Ptr. 1:3-4). Penetapan yang mengirim Yesus menebus manusia berdosa, yang membuka sumber kasih karunia, yang mengaruniakan dan mengesahkan ikat-janji anugerah, janji-janji-Nya yang berharga, bersama semua hak khusus dari anugerah dan kemuliaan injil, dari semua kecukupan Allah, dan dari jasa dan kebenaran keadilan tiada tara Anak Allah yang tersalib – semua ini patut dibalas dengan persembahan syukur yang sepadan dan pujian dari kita, baik di sini maupun nanti di sorga. “Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau” (Mzm. 63:4).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan William Cooper (wafat 1683), Puritan Sermons 1659-1689, I:415-421

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yeremia 5:20–6:30; 2 Raja-Raja 22:3-20; 2 Tawarikh 34:8-28





August 01, 2017, 05:28:48 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
01
Dapatkah Bersyukur Atas Dosa dan Akibatnya?
oleh: William Cooper
Diterjemahkan oleh: Vinny

1 Agustus

Dapatkah Bersyukur Atas Dosa dan Akibatnya?

“Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu” Mazmur 34:2

Dapatkah seorang anak Allah mengucap syukur karena dosa dalam pengertian apapun? Tidak, tidak pantas, karena:

(1)  Dosa itu menjijikkan (Yeh. 5:11) dan terkutuk (Gal. 3:10).

(2)  Kita tidak diperbolehkan “bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu” (Rm. 6:1) maupun “berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya” (Rm. 3:8), dengan demikian, dosa tidak boleh dijadikan landasan untuk mengucap syukur karena hal ini bertentangan dengan kehormatan, gambar, dan kehendak Allah.

(3)  Dosa bukan diciptakan oleh Allah. Dosa adalah wabah yang mendatangkan penderitaan dan kenistaan.

Meskipun demikian, sebagai akibatnya, kadang-kadang secara keliru sebagaimana banyak dikatakan orang, dosa menjadi alasan mengucap syukur. Bagaimana mungkin? Karena, Tuhan dengan kuasa-Nya yang tak terbatas, mampu mengendalikan dosa sedemikian rupa, dan melalui hikmat providensi-Nya yang tak terhingga, mengizinkan, membuang, dan membelenggu dosa, dan oleh kasih karunia-Nya yang cuma-cuma, mengampuni dosa, ya betul, Dia dapat membuat kasih karunia melimpah di mana dosa merajalela; menghadirkan terang di tengah kegelapan, dan mengubah pendosa besar menjadi orang suci yang agung. Di atas dosa, Allah dapat mengokohkan kemuliaan Diri-Nya yang tak bertara.
Pilatus, Yudas dan orang Yahudi tidak dapat dipuji karena pengkhianatan mereka terhadap Kristus, kendati mereka telah memenuhi dan melaksanakan ketetapan Allah di dalam peristiwa-peristiwa ini. Tak seorangpun layak berterima kasih pada dosa, atau sebaliknya menyalahkan Allah karena dosa, meskipun Ia menghasilkan obat penawar dari bisa ular ini. Tuhan menunjukkan kemuliaan-Nya dengan mengatasi dan mengampuni dosa bagi keselamatan orang berdosa yang tak berdaya, oleh karena itu kita mempunyai alasan yang cukup untuk meninggikan Dia setinggi-tingginya. Oleh karena kita telah sangat menghina Allah melalui dosa kita, sangatlah penting kita sekarang memuji Dia karena anugerah-Nya yang menemukan sebuah mutiara dari tumpukan kotoran binatang, dan memancarkan kemuliaan-Nya. Allah berkenan akan ucapan syukur tidak hanya pada hari-hari baik kita melainkan juga di hari-hari yang buruk. Ini merupakan persembahan dan hadiah terbaik yang dapat kita berikan kepada Allah. Bradford, seorang martir, berbicara tentang Ratu Mary, yang diharapkan belas kasihannya, mengatakan: ‘Jika ia melepaskan, memenjarakan, atau membakar saya, saya akan berterima-kasih kepadanya. Biarkanlah Allah melaksanakan kehendak-Nya atas diri saya, saya akan bersyukur’.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan William Cooper (wafat 1683), Puritan Sermons 1659-1689, I:421-423

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: 2 Raja-Raja 23:1-20; 2 Tawarikh 34:29-33; 2 Raja-Raja 23:21-28; 2 Tawarikh 35:1-19; Nahum 1:1–3:19




August 02, 2017, 05:36:34 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

DAILY LIFE WITH GOD
Aug 2017
02
Penderitaan Mencegah Dosa
oleh: William Cooper
Diterjemahkan oleh: Vinny

2 Agustus

Penderitaan Mencegah Dosa

“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” 1 Petrus 1:6

Keunikan orang percaya adalah mengucap syukur saat menderita. Bersyukur atas berkat-berkat mudah dilakukan, tetapi mengucap syukur saat malapetaka adalah kebajikan tertinggi: ‘saya tidak melihat alasan mengapa saya harus kurang menderita; penderitaan ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan dosa saya. Saya pantas menerima dari tangan Tuhan jauh lebih banyak [kesulitan]!’ Orang percaya menerima salibnya. Tidak ada kerugian yang dapat membuat kecut hatinya, seperti yang dinyatakan oleh puisi ini: ‘Sekiranya dunia hancur berkeping-keping dan runtuh di sisiku, aku tidak akan takut.’

Penderitaan adalah demi kebaikan kita. Penderitaan membuat kita menyerupai Tuhan Yesus, kebaikan utama kita. Penderitaan mempersiapkan persekutuan kita dengan Tuhan dan merupakan tanda kasih seorang Bapa. Anak-anak wajib tunduk dan juga mengecup tongkat didikan. Tuhan menggunakan penderitaan untuk mencegah dan membersihkan dosa. Masakan kita tidak berterima kasih kepada dokter bedah yang memotong kaki yang bermasalah? Betul, tidak saja kita berterima kasih kepadanya, kita juga siap meminum obatnya yang pahit.

Salib yang Allah tanggungkan pada kita jauh lebih ringan dari apa yang layak kita pikul. Bukankah setetes manisan akar pahit tidak sebanding  dengan rasa pahit empedu? Apalah artinya sedikit penderitaan dibandingkan dengan lautan api neraka? Yesus sudah meminum secawan penuh penderitaan demi kita. Ia meminum habis semuanya – kita tidak sanggup dan tidak perlu. Oh puji Allah, anda hanya mencicipi sedikit! Kita belajar hal-hal yang tidak mungkin dipelajari di luar penderitaan. Lilin yang tidak dipanaskan tidak dapat dijadikan stempel meterai.

Hikmat ilahi ditanamkan kepada manusia melalui penderitaan yang mempersiapkan kita bagi kemuliaan. Penjunan menempa tanah liat agar mudah dibentuk, mencetak dan memanaskannya sebelum dapat digunakan. Bejana kayu harus dijungkir-balikkan dan dipotong sebelum terbentuk. Emas dipanaskan dan ditempa sebelum dibentuk sempurna. Demikianlah setiap bejana pembawa kasih karunia harus dipersiapkan sebelum dapat dipakai bagi kemuliaan. Salib mengasah iman kita hingga tajam dan berkilauan. Batu mulia harus dipecahkan, dipotong, dipahat dan dipoles. Demikian penderitaan pada orang kudus dipersiapkan bagi kemuliaan tertinggi.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan William Cooper (wafat 1683), Puritan Sermons 1659-1689, I:423-426

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Habakuk 1:1–3:19; Zefanya 1:1–2:7




August 03, 2017, 05:36:09 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
03
Penderitaan Mengubah Kita Menyerupai Kristus
oleh: William Cooper
Diterjemahkan oleh: Vinny

3 Agustus

Penderitaan Mengubah Kita Menyerupai Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya” Roma 8:29

Merupakan hak sangat istimewa untuk menyerupai Kristus. Apa yang dapat mengubah kita lebih menyerupai Kristus jika bukan salib? “Jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia" (Rm. 8:17). Kita selayaknya bersyukur atas salib kita karena salib itu menandakan perkenanan khusus Allah. “Berbahagialah kamu jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu” (1 Ptr. 4:14). Segala kebaikan yang kita terima dari salib, mengalir dari kebaikan Allah dan bukan berasal dari salib itu sendiri. Apabila dokter berhasil menyembuhkan, kita tidak berterima kasih pada obatnya, tetapi kepada sang dokter yang menerapkan obat itu.

Bagaimana cara kita membentuk kerangka hati yang kudus dan sorgawi hingga dapat bersyukur di dalam penderitaan?

(1)  Mintalah ROH KUDUS dengan sungguh-sungguh.

(2)  Berupaya untuk waspada dan peka terhadap dosa. Hal ini akan menyebabkan anda bersyukur atas setiap kasih karunia. Hati yang remuk dan merendah adalah hati yang penuh rasa syukur. Orang yang menyadari ia telah kehilangan semua dan tidak-layak atas apapun, akan berterima kasih kepada Allah atas remah-remah kecil sekalipun.

(3)  Perhatikan setiap kasih karunia yang menghampiri anda dan ketahuilah bahwa semua yang diberikan tangan-Nya adalah demi kebaikan anda. Penderitaan dipermanis melalui kasih karunia Allah.

(4)  Pujilah Allah karena kasih karunia-Nya dalam menjawab doa anda. Ini adalah kemurahan ganda: kita memohon melalui Roh yang mengangkat kita sebagai anak, dan kita menerima jawaban yang menandakan kita diterima di dalam Kristus. Ucapkan syukur juga atas banyak berkat yang tidak kita minta.

(5)  Pikirkan bahwa dorongan untuk lebih mendekat kepada Allah sebagai kemurahan khusus.
Kasih karunia merupakan tali temali yang mendekatkan kita kepada Allah, dan demikianlah kita berterima kasih kepadaNya.

- Apabila Gembala Agung menjaga kita agar tidak binasa, dan menaruh kita di bawah komando-Nya, ini merupakan kasih karunia.
- Apabila Tuhan memasang pagar berduri sepanjang jalan untuk mencegah kita agar jangan berdosa, ini adalah sebuah kasih karunia juga.

Badai yang menenggelamkan dan memecahkan kapal-kapal adalah juga badai yang mendorong kapal lain lebih cepat tiba di pelabuhan.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan William Cooper (wafat 1683), Puritan Sermons 1659-1689, I:426-433

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Zefanya 2:8–3:20; 2 Tawarikh 35:20-27; 2 Raja-Raja 23:29-30; Yeremia 47:1–48:47






August 04, 2017, 05:20:02 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
04
Pegang, Renungkan dan Hidupi Kebenaran
oleh: Thomas Brooks
Diterjemahkan oleh: Vinny

4 Agustus

Pegang, Renungkan dan Hidupi Kebenaran

“Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian” Amsal 23:23

Para sahabat, kita wajib membeli kebenaran sekalipun begitu mahal harganya. Setiap paket kebenaran itu berharga, bagai berisi emas. Kita patut menjalankan kebenaran, atau mati demi kebenaran. Bagaikan Rut yang berkata kepada Naomi, kiranya jiwa kita berkata: “Ke mana kebenaran pergi, ke sanalah juga saya pergi, dan di mana kebenaran bermalam, di situ jugalah saya bermalam, dan tidak ada yang dapat memisahkan saya dengan kebenaran kecuali kematian” (bacalah Rut 1:16). Manusia berhak menjual rumah, tanah, dan perhiasan-perhiasannya, tetapi nilai kebenaran melebihi apapun, dan tidak boleh dijual. Kebenaran adalah milik pusaka dan kegirangan hati kita (Mzm. 119:111). Nenek moyang kita membeli kebenaran dengan darah mereka. Sepatutnya kita juga bersedia mengorbankan apapun untuk dapat membeli mutiara yang sangat berharga ini [Mat. 13:45-46]. Kebenaran lebih berharga dari langit dan bumi, dan dapat menjadikan manusia hidup berbahagia, mati secara tenang, dan memerintah selamanya.

Ingatlah ketika mengejar kebenaran bukanlah dengan membaca secara tergesa-gesa, tetapi merenungkan dengan serius kebenaran kudus dan sorgawi yang mendatangkan keindahan dan manfaat bagi jiwa. Bukan dengan menyentuh bunga hanya sesaat, melainkan seperti lebah yang tinggal cukup lama hingga dapat menghisap madunya. Bukan orang yang paling banyak membaca, tetapi yang paling banyak merenungkan, membuktikan orang percaya yang paling baik, berhikmat dan kuat. Bukan juga orang yang berpengetahuan, fasih berbicara, dan 'kutu buku', melainkan orang yang menghidupi kebenaran pada akhirnya menjadi orang paling berbahagia.

Jika anda memahami semua ini, berbahagialah anda jika mempraktekkannya. Yudas menyebut Kristus Tuhan, namun mengkhianati Dia. Ada berapa banyak Yudas lain yang mencium Kristus tetapi mengkhianiati Dia; mengaku di mulut, namun menyangkal Dia ketika menjalani profesi; berlutut di hadapan-Nya, namun mencemooh Dia di dalam hati; mereka memanggil Dia Yesus, namun tidak mentaati Dia sebagai Tuhan.

Bacalah Firman dan berupaya keras untuk memahami, agar anda dapat menjalankannya, kalau tidak anda akan celaka selamanya. Anda akan mempunyai dua sorga: (1) kesukaan, damai dan kenyamanan di bumi, dan (2) kemuliaan dan kebahagiaan sorga setelah kematian.

Diterjemahkan dari buku Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Brooks (1620-1677), Works, I:8-9.

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: 2 Tawarikh 36:1-4; 2 Raja-Raja 23:31-37; 2 Tawarikh 36:5; Yeremia 22:1-23; Yeremia 26:1-24; 2 Raja-Raja 24:1-4, Yeremia 25:1-14





August 05, 2017, 05:43:24 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
05
Setan Menyamarkan Dosa
oleh: Thomas Brooks
Diterjemahkan oleh: Vinny

5 Agustus

Setan Menyamarkan Dosa

“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah” Kejadian 3:1

Setan mempunyai beberapa perangkat untuk menipu, menjerat, dan merusak jiwa manusia. Setan tahu jika ia menghadirkan dosa dalam natur dan tampilan aslinya, maka jiwa akan lari menjauh dari dosa bukan mendekat. Setan  menghadirkan dosa dalam baluran warna-warni yang mempertontonkan kebajikan sehingga kita dapat dengan mudah dipengaruhi dan dengan senang hati berbuat dosa. Setan menyamarkan ketamakan sebagai 'pengaturan yang baik', dan kemabukan sebagai 'ikatan persahabatan yang baik'.

Sesungguhnya dosa tetaplah kotor dan busuk sekalipun dibalur dengan warna-warni kebajikan. Tablet beracun tetaplah racun ketika dibalut dengan emas, dan srigala tetaplah srigala walaupun berbulu domba. Setan tidak berkurang jahatnya ketika tampil sebagai malaikat terang. Sangatlah berbahaya bagi jiwa apabila dosa dipandang dalam penyamaran sebagai kebajikan. Serangga paling berbahaya bersembunyi di balik bunga yang paling indah.

Ah, tatkala jiwa berbaring di ranjang kematian, atau berdiri di depan penghakiman terakhir, topeng dosa akan dilepas, pakaian dan jubahnya akan ditanggalkan, maka dosa akan tampak lebih busuk, kotor, dan mengerikan daripada neraka itu sendiri. Apa yang sebelumnya begitu indah akan kelihatan paling pahit. Oh alangkah nistanya ketika dosa tampak apa adanya! Oh sekarang pandanglah wajah asli dosa sebagaimana anda melihatnya di dalam kekekalan, dan sebagaimana Allah dan hati nurani mengungkapkannya!

Ingatlah bahwa dosa-dosa yang dibalur warna kebajikan oleh setan, juga dibayar lunas oleh darah Tuhan Yesus dengan kesengsaraan dan kematian. Yesus yang memegang tongkat kerajaan sorga, telah diludahi dan dipakukan ke kayu salib. Ah, sepantasnyalah hal itu menggugah hati kita untuk membalas dengan kemenangan atas dosa! Dosa telah membunuh Tuhan yang Mahamulia. Ada satu nasehat yang baik: ‘Jangan pernah jiwa anda melepaskan pemikiran tentang Kristus yang tersalib’. Jadikan ini sebagai lauk-pauk dan minuman anda sehari-hari; keindahan dan penghiburan anda, madu dan hasrat anda, bacaan dan renungan anda, hidup, kematian dan kebangkitan anda.

Diterjemahkan dari buku Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Brooks (1620-1677), Works, I:16-18.

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 25:15-38; 36:1-32; 45:1-46:28



August 06, 2017, 02:05:27 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
06
Dosa-Dosa Sepele Dipakai Setan
oleh: Thomas Brooks
Diterjemahkan oleh: Vinny

6 Agustus

Dosa-Dosa Sepele Dipakai Setan

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana” Roma 6:12

Salah satu tipuan setan adalah menampilkan dosa kurang dari sebenarnya. ‘Ah’, kata setan, ‘ini cuma sedikit kesombongan, sedikit keduniawian, sedikit kecemaran, sedikit kemabukan!’ Seperti kata Lot tentang lokasi Zoar, ‘itu hanya kecil saja, dan jiwaku akan hidup di sana’. ‘Aduh!’ kata setan, ‘kenapa harus terganggu oleh dosa sekecil itu! Engkau dapat melakukan dosa demikian tanpa membahayakan jiwamu. Engkau dapat melakukannya dan jiwamu akan tetap hidup.’

Coba perhatikan, beberapa dosa ‘kecil’ yang diganjar murka terbesar Allah: makan buah terlarang, mengumpulkan beberapa potong kayu di hari Sabat, dan menyentuh tabut. Oh betapa mengerikan murka yang dibawa oleh dosa-dosa ini ke hati manusia! Dosa-dosa kecil membuka jalan bagi dosa-dosa yang lebih besar. Kita tidak  berkuasa menahan dosa sesuai keinginan kita. Menyerah pada dosa sepele, berarti kita memberikan peluang bagi setan untuk menggoda kita dengan dosa yang lebih besar.

Bapak gereja Agustinus menceritakan tentang seorang yang berpendapat bahwa lalat diciptakan oleh setan. Yang lain berkata kepadanya, ‘Jika setan menciptakan lalat, maka cacing juga ciptaannya.’ ‘Benar,’ kata orang pertama, ‘cacing memang diciptakan oleh setan.’ ‘Tetapi’ kata yang lain, ‘jika setan yang menciptakan cacing, maka setan jugalah yang menciptakan burung, binatang liar, dan manusia.’ Iapun menyetujui semuanya. ‘Jadi’, kata Agustinus, ‘dengan menyangkal Allah sebagai pencipta lalat, pada akhirnya ia menyangkal Allah sebagai pencipta manusia dan segala mahkluk ciptaan lainnya.’ Menyerah pada dosa ‘sepele’ membawa jiwa pada dosa yang lebih besar.

Sangat menyedihkan jika manusia sampai meninggalkan Allah demi sesuatu yang remeh. Keterlaluan bodoh jika berspekulasi tentang neraka demi urusan remeh, dan berpisah dengan Allah karena sesuatu yang sangat sepele. Semakin kecil godaan semakin besarlah dosa. Karena menyukai satu dosa kecil, manusia kehilangan Allah dan jiwa mereka selamanya. Sering terjadi dosa-dosa kecil malah lebih berbahaya. Dosa besar mengejutkan jiwa sehingga menimbulkan pertobatan, sebaliknya dosa-dosa yang kecil berkembang biak dan bekerja secara sembunyi-sembunyi hingga menggilas jiwa. Dosa berkembang secara bertahap hingga anda tidak lagi dapat mengalahkannya. Oh kiranya Allah membuka mata orang berdosa untuk melihat kebobrokan yang mengerikan dari semua dosa.

Diterjemahkan dari buku Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Brooks (1620-1677), Works, I:19-23

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 19:1–20:18; Daniel 1:1-21



August 07, 2017, 05:21:42 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
07
Ketaatan: Pertanda Kita Diterima Allah
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

7 Agustus

Ketaatan: Pertanda Kita Diterima Allah

“Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan” 1 Samuel 15:22

Tidak cukup hanya mendengar suara Allah, tetapi kita wajib mentaatinya. Ketaatan merupakan bagian dari utang kehormatan kita kepada Allah. Inilah keindahan orang percaya yang membuat kita berharga di hadapan Allah dan menjadikan kita kesayangan-Nya (Kel. 19:5). Unsur apa yang membentuk ketaatan kita agar diterima oleh Allah?

(1)  Ketaatan wajib dilaksanakan dengan suka rela dan dengan penuh keceriaan, kalau tidak, maka ini adalah usaha pembayaran atau pelunasan, bukan persembahan korban. Orang munafik mentaati Tuhan dengan keengganan, dan bertentangan dengan keinginan mereka. Kain membawa persembahan tanpa mengikut-sertakan hatinya. Keceriaan menunjukkan adanya kasih di dalam kewajiban.

(2)  Ketaatan harus disertai dengan kesalehan dan semangat menggebu-gebu – bukan seperti siput yang membosankan dan lamban. Laksana air yang sedang bergolak mendidih, demikian seharusnya hati yang terisi afeksi dalam pelayanan kepada Allah. Ketaatan tanpa semangat kesungguhan bagaikan persembahan korban bakaran tanpa api. Doa Elia menyulut api dari sorga karena doanya membawa api semangat ke sorga.

(3)  Kita wajib mentaati semua perintah Allah. Orang munafik akan mentaati Allah hanya untuk hal-hal yang membutuhkan sedikit usaha, dan apa yang dapat meningkatkan reputasi mereka, tetapi membiarkan hal-hal lain terbengkalai. Herodes berhasrat mendengarkan Yohanes Pembaptis, tetapi tidak bersedia melepaskan ikatan seksualnya yang terlarang (incest).

(4)  Ketaatan haruslah tulus. Kita wajib mengarahkannya bagi kemuliaan Allah.  Sasaran ketaatan kita bukan hanya untuk menyumbat mulut nurani, atau demi menerima sanjungan, melainkan supaya kita dapat bertumbuh lebih menyerupai Allah.

(5)  Ketaatan harus konstan berkesinambungan. Ketaatan sejati bagaikan api di atas mezbah yang selalu menyala. Ketaatan orang munafik cuma semusim; seperti baluran kapur yang cepat memudar atau luntur.

Perintah-perintah Allah tidaklah memberatkan, dan Ia tidak memerintahkan sesuatu tanpa alasan atau semena-mena (1Yoh. 5:3). Ketaatan kepada Allah lebih sebagai hak istimewa kita daripada sebagai kewajiban kita. Perintah-perintah-Nya membawa serta berkat-berkat. Ada kasih di dalam setiap perintah-Nya, bagaikan seorang raja yang memerintahkan seorang rakyatnya menggali di pertambangan emas, dan lalu memberikan hasil emasnya untuk disimpan sendiri oleh pekerjanya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686),  The Ten Commandments, pp. 1-6

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Daniel 2:1–3:30; Yeremia 7:1–8:3





August 08, 2017, 05:15:59 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
08
Kasihi Allah Dengan Segenap Hatimu
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

8 Agustus

Kasihi Allah Dengan Segenap Hatimu

“Bergembiralah karena Tuhan” Mazmur 37:4

Ringkasan Sepuluh Hukum ialah mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan pikiran kita. Kasih adalah ratu dari semua anugerah. Kasih bersinar dan berkilauan di mata Allah. Sifat kasih membuat obyek kasih berbahagia. Jika kasih kita tulus tidak mungkin kita membaginya di antara Allah dan dosa. Ibu sejati tidak membiarkan anaknya dibelah [1Raj 3:26], demikian juga Allah tidak menghendaki kita mendua hati. Kita sepatutnya mengasihi Allah demi Diri-Nya, keindahan-Nya, dan kesempurnaan di dalam-Nya.

Orang munafik mengasihi Allah karena Ia memenuhi kebutuhan akan makanan dan minuman mereka. Kita wajib mengasihi Dia dengan segenap kekuatan kita. Kita tidak pernah mampu mengasihi Dia dengan layak, tetapi kita wajib mengasihi Dia semaksimal mungkin. Kasih adalah afeksi yang tekun, dan harus aktif. Kasih menggerakkan tangan untuk bekerja dan kaki untuk berlari. Maria Magdalena mengasihi Kristus, dan mencurahkan minyak wangi ke atas-Nya. Allah adalah hakekat keindahan, satu sorga penuh kesukaan, dan Ia layak menerima prioritas kasih kita. Kasih kita kepada Allah haruslah melampaui apapun, bagaikan minyak yang selalu mengambang di atas permukaan air. Jika kita mengasihi Allah, hasrat kita akan mengikuti Dia. Hidup orang yang mengasihi Allah bergantung pada persekutuan dengan-Nya (Mzm. 42:2). Orang yang mengasihi Tuhan tidak mungkin menemukan kepuasan di luar Dia.

Penuhilah orang munafik dengan gandum dan anggur, sekalipun ia berpura-pura mengasihi Allah, ia merasa puas tanpa Dia. Orang yang mengasihi Allah membenci apapun yang memisahkannya dari Allah, yaitu dosa. Anda tidak mungkin menyukai kesehatan tanpa sekaligus juga membenci racun, dan anda tidak mungkin mengasihi Allah tanpa sekaligus juga membenci dosa yang merusak relasi dengan Dia. Apabila kita memiliki kasih sejati kepada Allah, kita pasti berduka atas hal-hal yang mendukakan Dia. Kasih sangatlah berduka ketika kehilangan hadirat Allah yang indah. Mohonlah Allah mengaruniakan anda hati yang mengasihi Dia. Jagalah api kasih hati anda tetap berkobar. Jangan mengasihi dunia atau aktivitas anda, tetapi pelihara dan jaga kasih anda hanya bagi-Nya!

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686),  The Ten Commandments, pp. 6-12

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 8:4–11:23




August 09, 2017, 05:31:15 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
09
Cara setan
oleh: Thomas Brooks
Diterjemahkan oleh: Vinny

9 Agustus

Cara setan

“Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku” Mazmur 51:4

Salah satu cara setan mendorong anda berbuat dosa adalah dengan membuat anda memperhatikan dosa-dosa tokoh-tokoh terbaik, dan menyembunyikan kebajikan mereka. Setan memamerkan perzinahan Daud, kecongkakan Hizkiah, ketidak-sabaran Ayub, mabuk-mabukan Nuh, dan penyangkalan Petrus,  tetapi menyembunyikan airmata, rintihan, erangan, dan pertobatan mereka. Daud jatuh dengan penuh kegentaran dan Petrus dengan kengerian, tetapi mereka bangkit dengan indah melalui pertobatan. Banyak orang sama berbuat dosa namun tidak bertobat seperti para tokoh ini dan dengan demikian mereka binasa selamanya. Orang-orang kudus ini tidak berbuat dosa sebagai tabiat atau kebiasaan. Mereka memang jatuh sekali atau dua kali, dan bangkit melalui pertobatan, sehingga mereka dapat mendekat kepada Kristus selamanya. Mereka telah berdosa secara tidak disengaja, tidak sering, dan dengan sangat enggan.

Menjadikan kejatuhan mereka sebagai alasan untuk sengaja berdosa berarti siap berbuat dosa, secara nekat, lancang, gembira, dan kebiasaan. Jika anda sengaja ‘bertransaksi’ dengan dosa, maka anda mempromosikan kebutuhan berdosa di dalam jiwa anda. Jika seorang yang telah meminum racun sekali, dan nyaris tidak selamat, apakah masuk akal untuk menyimpulkan, bahwa jika saya meminum racun setiap hari saya akan lolos? Sekalipun Allah tidak membatalkan hak waris kepada umat-Nya sebagai akibat dosa mereka, kita patut mempertimbangkan pula bahwa Ia telah menghukum berat mereka. Daud berdosa, dan Allah meremukkan tulang-tulang Daud (Mzm. 51:10).

Alasan mengapa Allah mencatat (di Alkitab) kegagalan orang kudus-Nya adalah untuk menguatkan mereka yang jatuh karena kelemahan dan kelabilan mereka supaya mereka tidak terpuruk, tenggelam, dan putus asa di bawah tekanan dosa-dosa mereka. Lagipula Allah mencatat sebagai petunjuk untuk memperingatkan orang yang sedang berdiri teguh supaya waspada, supaya mereka jangan jatuh pula. Sama sekali bukanlah maksud Allah untuk mencatat dosa anak-anak-Nya demi mendorong orang berbuat dosa. Ia menghendaki kita memegang erat jubah Kristus, dan menghindari semua peluang dan godaan yang dapat menjatuhkan kita. Dosa-dosa sesama menjadi peringatan akan adanya batu karang dan perangkap selama pelayaran kita di samudera dunia berdosa yang menyusahkan.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Brooks (1620-1677), Works, I:24-27

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun:  Yeremia 12:1–15:21





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)