Author Topic: Devosi GRII  (Read 9903 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 10, 2017, 05:19:02 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
10
Misteri Providensi Allah
oleh: Ezekiel Hopkins
Diterjemahkan oleh: Vinny

10 Agustus

Misteri Providensi Allah

“Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu” Matius 10:29

Providensi Allah merupakan misteri paling agung dalam perenungan manusia. Sangatlah mudah membiarkan rasio kita menjauh dengan sendirinya. Rasio akan tersesat ketika mencoba menyelidiki ketetapan kekal tentang umat pilihan atau lika-liku kerumitan jalan dan labirin yang ditempuh oleh providensi Allah. Pada akhirnya kita harus menyerah dan mengakui ketidak- sanggupan kita memahami sepenuhnya kecuali kita sudah dipuaskan seperti Paulus (Rm. 11:33). Pengetahuan ini terlalu ajaib bagi kita. Mustahil bagi kita memahami sendiri tempat rahasia itu, pondok yang dikelilingi oleh awan tebal dan kegelapan, di takhta Allah yang mengendalikan dunia.

Juruselamat kita mengajarkan para murid untuk tidak kuatir terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak mungkin membunuh jiwa. Bejana tanah liat dapat diremukkan, tetapi hal ini bagaikan membuka pintu penjara untuk melepaskan jiwa ke tempat pembebasan yang didambakan. Bahkan hal ini hanya dapat terjadi jika Allah mengizinkan. Mereka tidak dapat semaunya menyentuh kita, tanpa izin dari-Nya. Perhatikan betapa istimewanya providensi Allah. Pengaturan ini mencakup peristiwa-peristiwa paling sepele di dunia; burung pipit tidak dapat jatuh ke tanah di luar kehendak Bapa sorgawi. Providensi Allah bahkan mengatur burung hinggap pada ranting pohon apa, biji-bijian apa yang akan dipatuknya, di mana bermalam, di mana membangun sarang, dan kapan saat matinya. Tidak sebutir pasirpun bergerak di jalan yang ramai, kecuali Allah mengangkatnya, mengarahkan pergerakannya, dan menjatuhkannya ke tempat tertentu yang telah ditetapkan-Nya. Angin terkuatpun tidak sanggup memindahkannya dari tempat yang telah ditetapkan.

Manusia dapat sangat meyakini bahwa Allah menjalankan providensi yang paling tepat atas diri dan urusannya. Tidak ada yang terjadi di luar kehendak Bapa sorgawi. Tidak ada kejahatan dapat terjadi tanpa izin dari providensi-Nya, dan tidak ada kebaikan tanpa ketetapan providensi-Nya yang sesuai dengan sasaran kehendak-Nya sendiri.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Ezekiel Hopkins (1634-1690), Works, III:368-371

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun:  Yeremia 16:1–18:23; 35:1-19





August 11, 2017, 05:29:57 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
11
Dorongan Untuk Berdoa Kepada Bapa
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

11 Agustus

Dorongan Untuk Berdoa Kepada Bapa

“Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” Zefanya 3:17

Allah menyatakan Diri-Nya sebagai seorang Bapa untuk mendorong kita berdoa. Istilah Bapa berbicara tentang kasih dan perendahan diri. Nama Yehovah menunjukkan kemegahan; nama Bapa menyatakan kemurahan. Bapa sorgawi kita adalah satu-satunya Allah yang penuh hikmat, dan mengerti benar cara terbaik mewujudkan apa yang terbaik bagi kita. Orang tua lahiriah tidak selalu tahu bagaimana menasihati anak-anaknya, sebaliknya Allah senantiasa mengerti apa yang terbaik buat kita, dan cara terbaik menghibur kita. Ia menyiapkan obat bagi kita yang lemah (2Kor. 7:6). Ia tahu kapan saat terbaik untuk kesesakan, dan kapan memberikan pil pahit (1Ptr. 1:6). Bapa tahu bagaimana menggunakan hal-hal buruk demi menghasilkan kebaikan bagi anak-anak-Nya (Rm. 8:28), dan Ia dapat membuat obat mujarab penawar racun. Bapa kita adalah kasih (1Yoh. 4:16). Afeksi orang tua lahiriah cuma seperti satu kerikil dibandingkan dengan kasih Allah kepada anak-anak-Nya. Ia mengaruniakan mereka kasih terbaik-Nya: pemilihan dan kasih yang menyelamatkan (Zef. 3:17).

Dalam hal kasih tak seorangpun ayah yang menyerupai Allah. Anda sendiripun mustahil mengasihi jiwa anda sedemikian menyeluruh seperti kasih-Nya kepada anda. Ia mengaruniakan kita kekayaan yang tidak terduga (Ef. 3:8): manna yang tersembunyi, pohon kehidupan, dan sungai sukacita. Perbendaharaan-Nya tidak akan pernah habis: gerbang mutiara, dan kesenangan tanpa akhir. Kekayaan-Nya dibagikan tetapi tak pernah terkuras habis. Bapa kita adalah Bapa terbaik; apa yang dikaruniakanNya melampaui apa yang dapat diberikan ayah manapun. Allah menomori anak-anak-Nya sebagaimana permata-Nya. Ia mencatat nama-nama mereka dalam buku kehidupan dan tidak akan pernah menghapusnya (Why. 3:5). Ia tidak malu disebut sebagai Allah kita (Ibr. 11:16). Kristus menuliskan nama Allah pada kita (Why. 3:12). Betapa ini menyatakan kehormatan dan martabat! Kita memperoleh berkat dari kasih dan perkenanan Allah, dan Ia merupakan obyek yang tepat bagi keceriaan kita, dan seperti Petrus setiap anak sejati Allah akan berkata: “Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau” (Yoh. 21:16).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 1-8

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 49:1-33; 2 Raja-Raja 24:5-7; 2 Tawarikh 36:6-8; 2 Raja-Raja 24:8-9; 2 Tawarikh 36:9; Yeremia 22:24– 23:32





August 12, 2017, 05:56:45 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
12
Damai Adalah Buah Anak-Anak Allah
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

12 Agustus

Damai Adalah Buah Anak-Anak Allah

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” Matius 5:9

Jika Allah adalah Bapa sorgawi kita, kita akan mempunyai semangat perdamaian. Anugerah menanamkan karakter indah dan menyenangkan, dan mengikis kekasaran jiwa manusia. Kegarangan serupa singa diubah menjadi kelembutan anak domba.

Allah Bapa disebut sebagai “Allah Damai Sejahtera” (Ibr. 13:20). Allah Anak disebut sebagai “Raja Damai” (Yes. 9:6). Allah ROH KUDUS adalah Roh Damai (lihat Ef. 4:3). Orang yang semakin menyukai perdamaian, semakin menyerupai Allah. Allah bukanlah Bapa dari mereka yang garang dan kejam, yang seolah-olah bersama Romulus, telah meminum susu srigala. Mereka berlomba membuat masalah, dan bersemangat menganiaya dan mengadu domba. Jalan perdamaian tidak mereka kenal, seperti Maximinus, yang diceritakan oleh Eusebius, lebih berbahaya dalam mengusik dan menganiaya orang Yahudi dibandingkan siapapun pendahulunya demi memperoleh kemenangan-kemenangan. Orang semacam itu tidak dapat memanggil Allah sebagai Bapa. Sekiranya demikian, panggilan itu hanya sedikit memberi penghiburan bagaikan orang kaya di neraka ketika menyebut “Bapa Abraham” (Luk. 16:24).

Mereka yang berasal dari Allah adalah pembawa damai. Waspadailah mereka yang memecah belah, dan hindari mereka (Rm. 16:17). Dapatkah mereka memanggil Allah sebagai Bapa? Setanlah pemecah belah pertama di sorga, sehingga tepat memanggil iblis sebagai bapa mereka. Musik mereka dalam ketidak-harmonisan nada, dan mereka bersatu untuk memecah belah. Simson menyatukan ekor-ekor anjing hutan dan mengikatnya demi membakar ladang jagung orang Filistin (Hak. 15:4). Kerajaan setan berkembang dengan cara memecah belah. Setan mengetahui satu cara terbaik membendung berkat-berkat di dalam jemaat Korintus dengan melemparkan percekcokan, dan memecah belah mereka menjadi beberapa golongan; satu golongan Paulus, yang lain golongan Apollo, dan sisanya golongan Kristus. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah menjadi Bapa bagi mereka yang bukan anak-anak damai! Allah membenci mereka yang menabur pertengkaran di antara saudara seiman (Ams. 6:16,19).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 12-13

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 23:33-24:10; 29:1–31:14

 




August 13, 2017, 12:08:58 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
13
Relasi Indah Dengan Bapa
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

13 Agustus

Relasi Indah Dengan Bapa

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak-anak Allah” Roma 8:14

Alangkah menakjubkannya kebaikan Allah yang berkenan menjadi Bapa kita. Selagi hati kita seperti pasukan yang melawan-Nya, Ia menundukkan kekerasan-kepala kita, dan mengubah kita dari musuh menjadi anak-anak-Nya. Ia menuliskan nama-Nya pada kita dan mengaruniakan kita kerajaan kemuliaan. Betapa ajaibnya kemurahan ini! Kita tahu Dia adalah Bapa kita oleh Roh-Nya yang berdoa di dalam kita; membuat kita berseru, Abba, Bapa! ROH KUDUS bersaksi bahwa kita adalah anak-anak-Nya, dengan membuat impresi yang khusus di dalam hati kita. Ia diam-diam membisikkan bahwa Allah mengarahkan kasih-Nya kepada kita. Jika Dia adalah Bapa kita, kita akan senang berada di dekat-Nya, bersekutu dan tinggal di hadirat-Nya. Jika Ia mengerutkan dahi, atau mencelupkan pena-Nya ke dalam larutan empedu, inipun dilakukan dengan kasih.

Penderitaan, sekalipun seperti anak panah yang runcing, dilontarkan oleh seorang Bapa yang penuh kasih. Allah menyesah di dalam kasih-Nya untuk merendahkan hati dan memurnikan kita. Ia memukul demi menyelamatkan. Jika Ia menyembunyikan wajah-Nya, itupun dilakukan di dalam kasih-Nya. Tatkala terang tertahan, embunpun berjatuhan. Kita melihat pelangi di balik awan. Dengan cara ini Allah membangkitkan anugerah yang mungkin masih tertidur. Allah menarik kenyamanan seolah-olah mengaduk bara supaya berkobar apinya. Apabila Ia menyembunyikan wajah-Nya, Ia tetaplah seorang Bapa, dan hati-Nya merindukan mereka.

Sebaliknya ini merupakan sesuatu yang menyedihkan bagi orang fasik. Mereka tidak dapat mengucapkan, ‘Bapa kami’. Mereka hanya dapat menyebut ‘Hakim kami’. Namun jika pada akhirnya mereka mau mencari Allah dan memutuskan ikatan dengan dosa-dosa, Ia akan menjadi Bapa mereka. Tatkala anak yang terhilang kembali ke bapanya, “Ayahnya itu berlari mendapatkannya lalu merangkul dan mencium dia” (Luk. 15:20). Seandainya anda seperti anak terhilang yang telah menghabiskan segalanya demi memuaskan hawa nafsu anda, kembalilah kepada Allah melalui pertobatan. Ia akan merangkul anda dengan tangan-Nya yang penuh kemurahan, dan memeteraikan pengampunan dengan ciuman-Nya. Dosa sebesar apapun tidak masalah bagi darah Kristus. Ada kelimpahan keindahan di dalam panggilan ‘Bapa’ yang melebihi beribu-ribu dunia.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 10-15

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 31:15-40; 49:34–51:14




August 14, 2017, 05:14:28 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
14
Kristus Sedang Mengetuk, O Betapa Mulia!
oleh: David Clarkson
Diterjemahkan oleh: Vinny

14 Agustus

Kristus Sedang Mengetuk, O Betapa Mulia!

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” Roma 5:8

Perhatikan siapa yang sedang mengetuk pintu hati: Allah yang perkasa, Tuhan segala tuan, dan Raja segala raja (Why. 3:20). Tanpa secuilpun jasa kita, yang membuat Dia mengetuk hati kita. Menakjubkan apa yang dilakukan-Nya, yaitu ketika manusia jauh dari kelayakan untuk diperlakukan demikian. Dia telah ditemukan oleh mereka yang tidak sedang mencari-Nya. Ia turun dan begitu merendahkan diri tatkala tidak ada keharusan untuk berlaku demikian. Kedaulatan-Nya menjadikan ini sebuah keajaiban. Kristus mampu memusnahkan seluruh umat manusia jika mereka terus acuh tak acuh terhadap kedaulatan-Nya. Setelah kejatuhan manusia, Ia dapat menerapkan hukuman mati langsung hampir bersamaan dengan saat manusia menerima nafas kehidupan. Bukankah mengagumkan bahwa Kristus lebih memilih menawarkan keselamatan!

Perhatikan juga kepada siapa Kristus turun. Bukan kepada para malaikat, tetapi kepada manusia yang nista. Lihat dan kagumi, pikirkan dan jadilah terkesima! Ia merendahkan diri pada debu dan tanah, kepada manusia yang seperti cacing. Akankah Kristus sabar menunggu terhadap debu dan tanah? Akankah Ia berdiri dan mengetuk di pintu seekor cacing? Betapa mengagumkan, Allah yang tak terhingga kemuliaan-Nya, Allah semesta yang perkasa, begitu rendah menurunkan diri-Nya! Manusia memang hanyalah debu, dan itu sudah cukup nista; tetapi Ia malah menjadi debu yang tercemar. Bukankah mengagumkan bahwa Ia berdiri dan mengetuk di pintu seorang kusta, yang tidak lagi utuh bentuknya, menjijikkan dan begitu berbahaya menularkan penyakit? Bukan ini saja, kita bahkan dulu adalah musuh-Nya di dalam hati dan pikiran kita. Ia datang, mengetuk, berdiri menunggu, meminta, mendesak, dengan belas kasihan, dan diulang lagi dan lagi.

Oh betapa luar biasa kesabaran Kristus! Apabila ketukan-Nya tidak membawa hasil, Ia menunggu, membujuk lagi; mengapa, bukankah ini adalah kedukaan-Nya, kesusahan-Nya, dan tangisan kesedihan-Nya? Lihatlah dan kagumi! Amatilah, bagaimana orang berdosa memaksa Dia agar pergi meninggalkan mereka – belas kasih seorang Juruselamat yang menakjubkan, tatkala Ia berdiri, mengetuk, dan dengan sabar menanti.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan David Clarkson (1622-1686), “Works”, II:35-41

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 51:15-58; 2 Tawarikh 36:10; 2 Raja-Raja 24:10-17; 1 Tawarikh 3:10-16; 2 Tawarikh 36:11-14; Yeremia 52:1-3; 2 Raja-Raja 24:18-20; Yeremia 37:1-10




August 15, 2017, 06:15:36 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
15
Bapa: Melihat Kebaikan Terkecil pun
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

15 Agustus

Bapa: Melihat Kebaikan Terkecil pun

“di dalam segala kesesakan mereka …. Ia sendiri ditimpa kesusahan mereka” Yesaya 63:9 [terj. Bahasa Indonesia Masa Kini]

Bapa sorgawi kita memiliki afeksi mendalam terhadap kita. Kasih sayang orang tua lahiriah bagaikan hanya sepercik kilatan dari kobaran kasih-Nya. Kasih Allah melampaui pengetahuan dan semua dimensi; lebih tinggi dari langit dan lebih luas dari samudera. Kita berharga di mata-Nya. Ia menghargai anak-anak-Nya melampaui semua perbendaharaan kekayaan-Nya. Ia bersuka bersama mereka. Ia juga suka memandang wajah mereka, dan mendengar suara mereka. Ia penuh simpati dan belas kasihan terhadap anak-anak-Nya dalam kelemahan-kelemahan mereka. Dalam luka-luka mereka setiap pukulan langsung menghujam hati-Nya. Sesungguhnya Dialah yang seolah-olah berdarah di dalam luka-luka mereka. “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Tatkala anak Allah diserang, hati-Nya berkata, “siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Ku” (Zak. 2:8).

Allah melihat kebaikan terkecil kita. Ia memperhatikan sekecil apapun kehendak kita yang baik. Ia menangkap percikan anugerah selemah apapun. Sarah mentaati Abraham dengan memanggilnya tuan (1Ptr. 3:6). ROH KUDUS tidak mengingat-ingat ketidak-percayaan Sarah, atau soal ia menertawakan janji. Ia menutupi keburukan itu dengan jari-Nya, menutup sebelah mata terhadap kegagalannya, dan memperhatikan kebaikannya semata. Betapa ini sungguh menghibur! Ia mampu melihat sebiji jagung yang tersembunyi di dalam sekam, dan melihat anugerah pemberian-Nya di balik kebobrokan. Sekalipun banyak cacat cela dalam ibadah kita, Ia tidak memandang rendah persembahan kita. 

Ia tidak membebani melebihi kesanggupan kita. Ia mengatur secara tepat dan tidak akan menyesah melebihi takaran. Ia mencampurkan kemurahan ke dalam semua kesengsaraan kita. Jika Ia memberikan kita minuman pahit, maka akan dicampur-Nya dengan madu. Di dalam setiap awan, seorang anak Allah dapat melihat sinar pelangi kemurahan. Yakub terluka dalam pergumulan – ini adalah penderitaan; tetapi tatkala ia melihat wajah Allah, dan menerima berkat  dari malaikat, Allah mengaruniakan kemurahan di dalam penderitaannya. Tatkala Allah menyesah tubuh, Ia mengaruniakan kedamaian nurani. Sebagaimana di dalam tabut Allah, ada tongkat dan manna, demikianlah tongkat [didikan] Bapa kita selalu disertakan dengan manna.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 15-19

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 37:11-38:28; Yehezkiel 1:1-3:15




August 16, 2017, 05:15:37 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
16
Setan Tidak Akan Menang
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

16 Agustus

Setan Tidak Akan Menang

“Seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” Yohanes 10:28

Apabila Allah adalah Bapa sorgawi kita, kejahatan tidak akan menang. Allah akan menjadikan semua pencobaan setan justru mendatangkan kebaikan bagi anak-anak-Nya. Ujian membuat mereka berdoa dan menjadi obat berjaga-jaga p(2Kor. 12:8). Pohon yang sering diterjang angin, menjadikan akarnya lebih kuat dan kokoh; terpaan pencobaan mengokohkan anak Allah di dalam anugerah. Kejahatan sesungguhnya tidak akan menimpa kita. Penderitaan pada orang fasik, mendatangkan keburukan, sebaliknya seorang anak Allah dibuat lebih baik oleh penderitaan. Apakah perapian merusak emas? Apakah penderitaan mendatangkan kerusakan pada anugerah? Penderitaan hanya akan semakin memurnikannya. Merupakan suatu hak istimewa jika dapat dilepaskan bukan dari hantaman melainkan dari sengat penderitaan.

Kristus sudah mengeluarkan racun setiap penderitaan. Karena Allah adalah Bapa kita, takhta anugerah-Nya dapat kita hampiri dengan keceriaan penuh, dan keyakinan akan penerimaan-Nya. Sebutan “Bapa” menyentuh hati-Nya. Dapatkah Ia menyangkal anak-Nya? Kita mempunyai seorang Bapa yang kita hampiri di dalam doa, ROH KUDUS yang membantu kita berdoa, dan seorang Pembela sebagai Pengantara untuk doa-doa kita. Anak-anak Allah sewajarnya lari kepada Bapa sorgawi mereka di dalam kesulitan-kesulitan mereka. Sesungguhnya Ia yang mendengar jeritan burung gagak, akan mendengarkan doa kita, anak-anak-Nya. Bapa kita berdiri di antara kita dan setiap bahaya (Kis. 18:10). Ia adalah tempat persembunyian kita (Mzm. 27:5). Tidak pernah bahkan seorang raja dikawal sebaik itu. Jika Allah adalah Bapa kita, takkan kita kekurangan apapun yang baik dalam pandangan-Nya (Mzm. 34:10).

Adakalanya Allah berkenan mendatangkan masa-masa sulit bagi anak-anak-Nya, tetapi ini semata demi kebaikan mereka. Dalam masa kejayaan, tabiat manusia menjadi liar. Dalam pandangan Allah adalah baik mengatur menu makanan anak-anak-Nya agar semakin baik dalam perlombaan sorgawi mereka. Masa kelaparan mendatangkan kebaikan bagi Yakub karena hal ini membawa ia bertemu dengan Yusuf. Kadang-kadang anak-anak Allah perlu melihat kehampaan dunia demi mengenal kepenuhan di dalam Kristus. Apabila baik dalam pandangan Allah untuk anak-anak-Nya memiliki tambahan dalam hal-hal dunia, mereka pasti akan memperolehnya. Ia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya kekurangan apapun yang baik.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 19-21

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yehezkiel 3:16–4:17; Yeremia 27:1-28:17; 51:59-64





August 17, 2017, 05:41:12 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
17
Berkat-Berkat Allah Bapa
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

17 Agustus

Berkat-Berkat Allah Bapa

“Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka” Matius 13:43

Berkat-berkat seperti apakah yang diperoleh jika Allah menjadi Bapa sorgawi kita?

(1)  Semua janji-janji di dalam Alkitab menjadi milik kita. Orang fasik hanya dapat menagih kutukan-kutukan, sebaliknya janji-janji Allah adalah makanan bagi anak-anak-Nya, dan penopang iman mereka. Janji-janji itu adalah tindakan Allah yang termeterai, dan kebaikan bagi orang percaya. Oh, penghiburan sorgawi dari hasil penyulingan janji-janji itu. Laksana taman yang dipenuhi dengan pohon buah-buahan, seorang anak Allah dapat menghampiri janji-janji manapun dan memetik penghiburan darinya, karena anak-anak-Nya adalah pewaris janji-janji itu.

(2)  Kita adalah para pemenang. Meskipun kita kadang-kadang mungkin gagal dan kalah dalam satu pertempuran, akan tetapi, kita tidak akan kalah perang. Dunia memegang erat keuntungan dan kesenangan, dan banyak orang yang ditaklukkan olehnya, tetapi anak-anak Allah memiliki iman yang mengalahkan dunia (1Yoh. 5:4).

(3)  Ia acapkali akan mengirimkan tanda kasih-Nya kepada kita. Jika kita mendapat perlakuan kasar dunia, Allah akan mengirimkan janji-janji kasih-Nya untuk mendorong semangat kita. Apakah tanda-tanda kasih-Nya? Jawaban atas doa kita, kelapangan hati menjalani kewajiban, dan buah sulung ROH KUDUS – semua ini merupakan tanda-tanda dari kasih-Nya.

(4)  Ia akan menyukakan hati dan melindungi kita. Ia tidak akan menghukum kita seperti selayaknya (Mzm. 103:10). Kita sering melakukan apa yang mendatangkan murka dan mendukakan ROH KUDUS, tetapi Allah sering melewatkannya dan melindungi kita. Ia tidak menyayangkan Putra Tunggal-Nya, sebaliknya Ia berbelas kasihan terhadap anak-anak adopsi-Nya (Rm. 8:32).

(5)  Ia akan memuliakan kita pada hari akhir. Di dunia ini kita sering difitnah dan disalah-mengerti. Jika setan tidak dapat mencemari anak-anak Allah, ia berusaha mempermalukan mereka. Suatu hari Allah akan mengumumkan ketidak-bersalahan mereka dan menyingkirkan cela mereka, dan memunculkan kecemerlangan nama mereka. Setiap doa, pelayanan, tindakan kasih, akan dibukakan di hadapan manusia dan malaikat (Mat. 25:35-36).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 21-24

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yehezkiel 5:1–9:11






August 18, 2017, 05:15:18 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
18
Providensi Allah Membawa Kita Sampai Pada Kemuliaan
oleh: Ezekiel Hopkins
Diterjemahkan oleh: Vinny

18 Agustus

Providensi Allah Membawa Kita Sampai Pada Kemuliaan

“Sebab aku cemburu kepada … kemujuran orang-orang fasik … sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka” Mazmur 73:3,17

Providensi merupakan tindakan Allah, sesuai dengan hikmat kekal-Nya, di mana Ia menjaga dan mengatur, dan mengarahkan segala sesuatu kepada tujuan akhir yang telah ditetapkan terutama bagi kemuliaan-Nya. Penting bagi hati kita untuk mengerti kebenaran ini sehingga kita mengakui Allah dengan menaikkan pujian kepada-Nya atas segala kebaikan yang dikaruniakan, dan merangkul hal buruk dengan kesabaran. Banyak orang meragukan providensi Allah tatkala melihat kemujuran orang fasik, dan orang saleh sering kali dilanda kemiskinan, kehinaan, dan cela. Orang kaya fasik itu berpesta setiap hari, sedangkan Lazarus yang saleh kelaparan di depan gerbang si pelahap, ditemani anjing-anjing yang menjilati borok-boroknya. Apakah kepedulian Allah yang khusus malah menyediakan hidangan penuh di meja si pelahap, dan remah-remah belaka bagi anak-Nya? Pertanyaan ini telah menjadi masalah sepanjang zaman. Sesungguhnya ini merupakan sebuah penegasan, bukan kontradiksi, tentang providensi Allah.

Dunia senantiasa membenci anak-anak Allah, tetapi Allah menopang mereka di tengah-tengah amarah dan kebencian para musuh mereka. Meskipun terus menerus ditindas, mereka tidak pernah tercabut dari dunia. Kita melihat kekuatan dan kepedulian Allah Mahakuasa yang melindungi semak belukar tidak terbakar di tengah-tengah kobaran api. Apabila Ia mendatangkan malapetaka kepada anak-anak-Nya sendiri, itu untuk menguji mereka. Apa yang dimiliki oleh orang fasik di dunia ini hanyalah sebatas apa yang mungkin mereka dapat harapkan.

Perbedaan perlakuan dalam providensi Allah di dalam kehidupan ini akan menjadi nyata pada hari penghakiman. Berkat-berkat di dalam kehidupan ini mungkin bukanlah belas kasihan atau kemurahan, melainkan justru perangkap-perangkap. Oh, janganlah pernah menyebut kenikmatan orang kaya sebagai ‘kebaikan’, jika hal itu berakhir dengan penyiksaan! Apa gunanya terbungkus dengan jubah ungu jika sekarang terbungkus dalam kobaran api? Borok-borok Lazarus bukanlah sesuatu yang jahat jika ia sekarang berada dalam pangkuan Abraham. Pada hari itu, segala sesuatu akan menjadi jelas. Allah mungkin memberkati orang dengan penderitaan, dan mengutuk dengan kemakmuran. Tidak ada kebaikan sejati selain apa yang menghasilkan kebahagiaan kekal.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Ezekiel Hopkins (1634-1690), Works, III:371-382.

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun:  Yehezkiel 10:1–13:23






August 19, 2017, 05:17:59 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
19
Providensi dan Doa
oleh: Ezekiel Hopkins
Diterjemahkan oleh: Vinny

19 Agustus

Providensi dan Doa

“Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya” 1 Yohanes 5:14

Apapun tidak akan terjadi tanpa izin atau penetapan Bapa sorgawi kita. Oleh providensi kemahakuasaan-Nya, Allah menetapkan dan menggerakkan segala sesuatu untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Apapun tidak dapat terjadi kecuali Allah mempunyai tujuan di dalamnya. Walaupun dunia tampaknya berjalan secara acak dalam kebingungan buta dan ketidak-teraturan yang kasar, tetapi Allah nyata mengatur semuanya untuk menghasilkan keharmonisan sempurna segala hal yang tampaknya tidak harmonis.

Pertanyaan: “Jika providensi Allah menetapkan segala sesuatu terjadi sesuai dengan hukum-Nya yang tidak berubah, apakah ada gunanya kita berdoa? Doa yang paling sungguh-sungguh pun tidak dapat mengubah ketetapan-ketetapan Allah. Doa-doa kita tidak dapat mempercepat atau membuat matang berkat-berkat-Nya sebelum waktunya, atau mencegah maupun memperpanjang jangka waktu penderitaan yang telah ditetapkan bagi kita.” Providensi ilahi tidak hanya menetapkan apa akibatnya, tetapi juga sarananya, penyebabnya, dan juga kronologi setiap peristiwa. Allah menentukan bukan saja akibatnya tetapi juga sarana apa untuk mewujudkannya. Doa menjadi sarana mewujudkan apa yang telah ditetapkan Allah. Kita tidak berdoa karena berharap mengubah sasaran kekal Allah; tetapi kita berdoa untuk mendapatkan apa yang Allah telah tetapkan untuk kita terima. Kita memohon supaya kita siap menerima apa yang telah ditetapkan Allah sejak kekekalan, bukan sebaliknya.

Oleh karena itu, tatkala kita terkapar di bawah penderitaan apapun, atau jika kita dihimpit oleh kemiskinan, doa menjadi kebutuhan penting, karena Allah dalam hal ini sangatlah mungkin menetapkan pula untuk tidak menyingkirkan penderitaan sebelum kita dengan sungguh-sungguh memohon kelepasan. Doa bukanlah mencondongkan Allah untuk mengaruniakan apa yang sebelumnya telah ditetapkan untuk tidak diberikan, tetapi mempersiapkan kita untuk menerima apa yang Allah mungkin tidak akan berikan melalui cara lain.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Ezekiel Hopkins (1634-1690), Works, III:370-382

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun:  Yehezkiel 14:1–16:63





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)