Author Topic: Devosi GRII  (Read 9899 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 20, 2017, 11:25:00 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
20
Allah Tidak Akan Membatalkan Warisan-Nya.
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

20 Agustus

Allah Tidak Akan Membatalkan Warisan-Nya.

“Mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya” Roma 8:30

Bapa sorgawi kita tidak pernah akan mencabut hak waris kita. Dia mungkin saya sesaat menarik Diri dari anak-anak-Nya, tetapi tidak akan membatalkan hak waris mereka. Hal ini dinyatakan oleh kebajikan dari ketetapan kekal di sorga. Ketetapan Allah merupakan dasar berpijak ketekunan para orang kudus; dosa, kematian, maupun neraka tidak dapat menghancurkannya. Semua orang yang telah ditetapkan sejak kekekalan (dipredestinasikan) oleh-Nya akan dimuliakan.

Selain ketetapan-Nya, Allah mengikat diri-Nya dengan janji bahwa semua ahli waris sorga tidak akan pernah dicabut hak warisnya. Janji-janji-Nya bagaikan akte bermeterai yang tidak dapat diubah. Itu adalah piagam kerajaan para orang kudus. Kesetiaan Allah, yaitu mutiara termahal di mahkota-Nya, terikat di dalam janji ini demi menopang ketekunan anak-anak-Nya. Seorang anak Allah tidak mungkin jatuh terperosok selagi ia dipegang erat oleh kedua tangan Allah: kasih-Nya, dan kesetiaan-Nya. Yesus Kristus menjaga anak-anak adopsi Allah tetap terpelihara di dalam anugerah-Nya hingga mereka mewarisi kemuliaan.

Ia mengaruniakan anugerah secara berkesinambungan kepada jiwa orang-orang pilihan-Nya melalui pengaruh dan karya ROH KUDUS. ROH KUDUS membuat berhasil semua orang yang telah Kristus beli untuk menjadi orang kudus. Kristus juga melanjutkan karya-Nya sebagai Pengantara mereka (Ibr. 7:25). Ia mendoakan supaya setiap orang kudus dapat terus bertahan di dalam anugerah. Masakan mungkin anak-anak yang didoakan sedemikian menjadi binasa? Jika status pewaris sorga dibatalkan dan mereka kehilangan kemuliaan, maka ketetapan Allah harus diganti, janji-Nya batal, dan doa Kristus gagal, dengan membayangkan demikian saja sudah menjadi penghujatan.

Jangan pula lupa bahwa anak-anak Allah dipersatukan dengan tubuh Kristus. Mustahil memisahkan ragi dari adonan begitu keduanya sudah bercampur, demikianlah kemustahilan memisahkan Kristus dengan orang percaya. Apakah mungkin binasa sebagian dari anggota tubuh Kristus? Kehilangan satu bagian berarti kehilangan kemuliaan juga. Melalui semua ini terbukti dengan jelas bahwa anak-anak Allah wajib bertekun di dalam anugerah.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 25-26

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yehezkiel 17:1-19:14


August 21, 2017, 05:18:12 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
21
Ketekunan Orang Kudus
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

21 Agustus

Ketekunan Orang Kudus

“[aku] mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan” Filipi 3:13,14

Jika kita percaya dalam (doktrin) ketekunan orang kudus hingga akhir, dan kepastian warisan sorgawi kita, mungkinkah ini menuntun kita pada rasa aman duniawi dan kehidupan yang tidak kudus? Sifat alamiah manusia yang bobrok dapat meneguk racun dari bunga dunia ini, tetapi orang yang telah merasakan keampuhan anugerah di hatinya, tidak akan berani menyalahgunakan doktrin ini. Paulus memahami bahwa tidak ada yang dapat memisahkan dia dari kasih Kristus, akan tetapi siapakah yang hidup lebih suci dan berjaga-jaga dari Paulus (1Kor. 9:27)?

Anak-anak Allah memiliki kegentaran kudus yang menjaga mereka dari keterlenaan rasa aman diri. Mereka mempercayai janji dan begitu bersukacita di dalam pengharapan, tetapi mereka kuatir terhadap hati mereka, dan oleh karena itu mereka berjaga-jaga dan berdoa. Demikianlah mereka yang mempunyai Allah sebagai Bapa mereka adalah orang-orang yang paling berbahagia di bumi. Mereka berada di dalam kondisi yang mustahil disakiti oleh apapun. Mereka memperoleh berkat Bapa sorgawi, dan segala sesuatu bekerja sama demi kebaikan mereka. Mereka terjamin di dalam kerajaan Allah dan warisan mereka mustahil dibatalkan. Alangkah nyamannya mereka seharusnya di dalam keadaan apapun; biarkan saat-saat berjalan sebagaimana yang terjadi, Bapa Sorgawi merekalah yang mengendalikan segalanya! Jika muncul kesulitan, mereka membawanya kepada sang Bapa.

Jika Allah adalah Bapa kita, marilah kita hidup dalam ketaatan. Jika Allah meminta kerendahan hati dan penyangkalan diri – sangkallah diri anda, dan pisahkanlah diri dengan dosa-dosa di pangkuan anda. Kenakanlah pakaian yang sederhana, berhati-hati dalam berbicara, bersikaplah serius karena anugerah dan patuhilah Firman Bapa sorgawi anda. Bukalah diri kepada-Nya seperti bunga terhadap matahari. Jika berkat-berkat Bapa yang anda harapkan, taatilah apapun perintah-Nya, baik kewajiban utama maupun sekunder.

Sepuluh hukum Allah menyerupai alat musik bersenar sepuluh, dan kita wajib mentaati semuanya, kalau tidak, mustahil menghasilkan melodi yang indah. Patuhi Bapa sorgawi anda, sekalipun perintah-Nya bertentangan dengan sifat natur manusia. Kita menjadi anak-anak Allah ketika kita mentaati Dia dan tidak menyayangkan hidup kita, dengan demikian kita dapat menyatakan kasih kita kepada-Nya. “Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut” (Why. 12:11).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 26-29

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yehezkiel 20:1–22:16





August 22, 2017, 05:18:31 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
22
Allah Bapa: Mencukupi Kebutuhan anak-anak-Nya
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

22 Agustus

Allah Bapa: Mencukupi Kebutuhan anak-anak-Nya

“Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai …. Namun demikian diberi makan oleh Allah” Lukas 12:24

Jika Allah adalah Bapa sorgawi kita, marilah kita berperilaku sebagai anak-anak-Nya. Marilah kita bergantung kepada-Nya di dalam semua kekurangan dan kesulitan kita. Marilah kita meyakini bahwa Ia yang akan menyediakan kebutuhan kita, seperti anak-anak bergantung kepada orang tua mereka untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan mereka. Jika kita mengandalkan Allah untuk keselamatan, masakan kita tidak mengandalkan Dia untuk urusan kehidupan kita? Kita perlu berhati-hati menghindari ketidak-percayaan. Masakan Allah memberi makan burung-burung di udara tetapi anak-anak-Nya tidak diberi makan? Perhatikan bunga bakung; mereka tidak memintal, bahkan Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Masakan Allah mendandani bunga bakung, dan tidak mendandani anak-anak domba-Nya? Bahkan orang fasik sekalipun turut mencicipi kelimpahan-Nya.

Anak-anak-Nya mungkin tidak memiliki banyak barang dalam hidup ini – mereka mungkin memiliki hanya sedikit persediaan makanan; simpanan persediaan telah menipis dan hampir kosong – tetapi mereka akan mendapat sebanyak yang Allah pandang baik bagi mereka. “Tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!” (Mzm. 34:10).

Jika Allah tidak memberikan apa yang mereka inginkan, Ia akan memberikan apa yang baik buat mereka. Jika Ia tidak memberikan apa yang diidamkan, Ia memberikan apa yang dibutuhkan. Sekalipun Ia tidak menyediakan pesta, Ia akan memberikan bagian mereka di dalam perjalanan. Andalkanlah pemeliharaan Bapa dan jangan memberi tempat pada pemikiran-pemikiran yang mencurigai Allah dan jangan mengalihkan perhatian dari-Nya. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1Ptr. 5:7).

Orang tua alamiah tentu sayang kepada anaknya, dan dengan senang akan menyediakan kebutuhan anaknya, tetapi mungkin tidak mampu; tetapi Allah tidak pernah tidak mampu menyediakan kebutuhan bagi anak-anak-Nya, dan Ia telah menjanjikan persediaan yang memadai. Masakan Allah yang mengaruniakan sorga kepada anak-anak-Nya, tidak mencukupkan mereka selama dalam perjalanan ke sana? Masakan Dia yang memberikan mereka kerajaan sorga mengabaikan makanan sehari-hari mereka? Oh, andalkanlah Dia, karena Ia telah berjanji: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan ataupun meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 27-28

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yehezkiel 22:17–23:49; 2 Raja-Raja 24:20–25:2; Yeremia 52:3-5; 39:1; Yehezkiel 24:1-14

 





August 23, 2017, 05:14:02 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi


Aug 2017
23
Bertekun Dalam Doa
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

23 Agustus

Bertekun Dalam Doa

“Mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” Lukas 18:1

Tatkala kita berdoa kepada Bapa kita, sorga tidak mungkin tertutup. Di dalam iman, sekalipun kita mungkin belum menerima apa yang kita doakan, kita percaya Allah akan mengaruniakan, dan kita bersedia menunggu saat-Nya. Jika kita tidak menerima jawaban, kita dapat terus mengetuk dengan keyakinan jawaban akan diberikan. Orang percaya menebar jala doa hingga menjaring kemurahan. Kesabaran dalam doa tidak lebih dari perpanjangan iman. Allah siap mendengar dan menjawab doa-doa kita (Mzm. 65:3). Ia mendengar doa meskipun Ia tidak segera menjawabnya. Apabila Ia mengaruniakan kita sebuah hati yang berdoa, dan menyulut afeksi doa, ini sendiri merupakan jawaban atas doa.

Perhatikan pula bahwa kita tidak berdoa sendirian. Kristus mengulang semua doa-doa kita. Ia menghilangkan semua karat dalam doa kita, dan mempersembahkan doa semurni emas kepada Bapa. Ia mencampur doa-doa para orang kudus dengan keharuman-Nya sendiri.
Pikirkanlah martabat-Nya - Ia adalah Allah;
dan keindahan relasi-Nya - Ia Putra tunggal-Nya.
Oh betapa membesarkan hati untuk berdoa di dalam iman! Perhatikan juga janji-janji manis Allah atas doa. Allah mengikat Diri-Nya dengan kita melalui janji-janji-Nya.

Kemudian perhatikan bahwa Yesus Kristus telah membayar apa yang kita doakan. Kita mungkin berpikir bahwa apa yang kita minta terlalu berat untuk dikaruniakan, tetapi tidak melebihi apa yang sudah dibayar oleh Kristus.
Semua ini seharusnya menghidupkan doa-doa kita, dan menjadikan kita berdoa di dalam iman. Sekalipun apa yang kita doakan melebihi kelayakan kita, semua itu tidaklah melebihi apa yang telah dibayar oleh Kristus untuk kita. Ingat pula bahwa Allah sering kali bertindak melebihi doa umat-Nya dan mengaruniakan lebih dari yang kita minta. Yakub meminta makanan dan pakaian, tetapi Allah menambahkan dari hanya tongkat yang dibawanya menjadi dua pasukan. Doa telah membuka pintu-pintu penjara. Menghambat rencana musuh, dan mengacaukan pasukan mereka. Doa Musa menghasilkan lebih banyak kemenangan daripada pedang Yoshua. Apakah ini tidak membesarkan hati kita untuk berdoa di dalam iman?

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 32-36

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yehezkiel 24:15–25:17; Yeremia 34:1-22; 21:1-14; Yehezkiel 29:1-16; 30:20–31:18



August 24, 2017, 05:17:33 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
24
Pujilah Nama-Nya
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

24 Agustus

Pujilah Nama-Nya

“Dikuduskanlah nama-Mu” Matius 6:9

Di dalam permohonan ini, kita berdoa supaya nama Allah bersinar cemerlang dan dimuliakan di sepanjang lintasan dan masa hidup kita. Memuliakan nama-Nya harus diutamakan dari segala sesuatu, bahkan dari hidup itu sendiri. Ini adalah petisi yang pertama dan sangat penting. Ketika petisi-petisi lain tidak berguna dan kadaluarsa, memuliakan Nama Allah akan bermanfaat besar. Di sorga, tidak lagi perlu berdoa “berikanlah makanan kami yang secukupnya”, atau “ampunilah akan kesalahan kami”, karena di sorga tidak ada rasa lapar dan dosa lagi. Tetapi pujian kepada Allah akan terus berkumandang di sana.

Mengagumi nama Allah saja tidak cukup. Kita dapat mengagumi seorang pemenang, tetapi ketika kita mengatakan: "Dikuduskanlah nama-Mu," kita menempatkan nama Allah lebih tinggi dari setiap nama, dan bukan saja kita mengagumi Dia, tetapi kita memuja Dia. Menguduskan nama-Nya berarti memisahkan dari cara penggunaan yang biasa. Kita menguduskan dan meninggikan nama Allah apabila kita tidak pernah menyebut Nama-Nya selain dengan rasa hormat tertinggi. Nama-Nya sangatlah sakral, dan tidak boleh diucapkan kecuali dengan sikap pemujaan.

Tatkala kitab suci membicarakan mengenai Allah, gelar kehormatanlah yang diberikan kepada-Nya: “Terpujilah Allah yang Mahatinggi” (Kej.14:20), dan “Terpujilah Nama-Mu yang mulia, yang ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat!” (Neh. 9:5). Menyebut nama Allah dengan sia-sia atau sembarangan adalah mencemarkan dan menyia-nyiakan nama-Nya. Menyebut nama Allah dengan rasa hormat tertinggi, berarti kita menyematkan batu-batu perhiasan mulia di atas mahkota-Nya. Kita menguduskan dan memuliakan nama Allah apabila kita meninggikan nama-Nya di dalam puji-pujian kita. “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” (Why. 5:13). Memuji nama-Nya adalah menguduskan nama-Nya.

Pujian menguduskan nama Allah, khususnya di dalam situasi yang menyesakkan. “Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayub 1:21). Banyak orang memuji Allah ketika Dia memberi, tetapi memuji Dia ketika Ia mengambil, merupakan cara memuliakan nama-Nya dalam tingkatan yang lebih tinggi. Sepatutnyalah kita menjadi trompet puji-pujian bagi-Nya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 38-43

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 32:1–33:26; Yehezkiel 26:1-14



August 25, 2017, 05:21:22 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi

Aug 2017
25
Puji dan Tinggikanlah Nama-Nya
oleh: Thomas Watson
Diterjemahkan oleh: Vinny

25 Agustus

Puji dan Tinggikanlah Nama-Nya

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan” Roma 14:8

Orang kudus sejati berambisi mengedepankan nama Allah. Di dalam segala hal selalu bertanya: "Apakah ini bertujuan memuliakan nama Allah?" Hal ini merupakan rancangan utama Paulus (Flp. 1:20). Orang saleh menganggap ia menyia-nyiakan waktu hidupnya jika ia tidak membawa hasil bagi kemuliaan Nama Allah. Perhatikan bagaimana Nama-Nya diremehkan di dunia. Hal ini seperti matahari yang sedang gerhana. Theodosius [seorang kaisar Romawi] menganggapnya sebagai kejahatan yang keji apabila orang mengotori patungnya. Jauh lebih merendahkan jika hal itu dilakukan terhadap Nama Yehovah yang sangat mulia.

Akan menjadi penghiburan yang utama menjelang kematian jika kita telah meninggikan Nama Allah di dalam kehidupan kita: jika kita telah menyatakan kasih kita kepada-Nya dengan hati kita, memuji Dia dengan bibir kita, dan memuliakan Dia dengan hidup kita (Ef. 1:6). Menjelang kematian, semua kenyamanan duniawi lenyap, dan kekayaan atau kesenangan yang selama ini dinikmati tidak mampu lagi memberikan penghiburan. Ah, jika hati nurani memberikan kesaksian bahwa anda telah memuliakan Nama Allah, alangkah memberikan damai dan memuaskannya hal ini!

Alangkah bahagianya pekerja yang menerima upahnya di senja hari setelah bekerja keras seharian! Betapa indahnya kematian orang yang telah menjalani hidup dengan memuliakan Allah tatkala menerima upah mereka! Jika kita memuliakan Nama-Nya, Ia juga akan memuliakan kita. Ia menghargai kita sebagai puncak ciptaan. Betapa mashyurnya mereka yang telah meninggikan Nama-Nya: Abraham oleh karena imannya, Musa oleh karena kelembutannya, Daud oleh kobaran gairah semangatnya, dan Paulus oleh kasihnya kepada Kristus. Nama-nama mereka telah menjadi parfum harum bagi gereja Allah sampai hari ini. Pada saat kematian Ia akan mengirim malaikat-malaikat-Nya untuk membawa kita dengan kemenangan ke sorga. Jika demikian siapakah yang tidak ingin meninggikan dan memuliakan Nama-Nya, dan menyebarkan kemasyuran-Nya di dunia ini, karena Ia akan mengenakan kehormatan abadi ke atas umat-Nya (1Kor. 2:9)?

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, pp. 46-53

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yehezkiel 26:15–28:26; 2 Raja-Raja 25:3-7; Yeremia 52:6-11; 39:2-10




August 26, 2017, 05:15:26 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi


Aug 2017
26
Petobat Sejati, Tidak Setengah Hati
oleh: Joseph Alleine
Diterjemahkan oleh: Vinny

26 Agustus

Petobat Sejati, Tidak Setengah Hati

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” Lukas 6:46

Di dalam pertobatan, orang berdosa diyakinkan untuk mengambil resiko mengikut Kristus dan menetapkan untuk bergantung kepada-Nya: ‘Di sini saya berdiri; dan jika saya binasa, saya binasa; jika saya mati saya akan mati di sini, saya tidak akan pergi dari pintu-Mu’. Sebelum bertobat, manusia memandang enteng Kristus dan lebih perduli dengan teman-teman dan harta bendanya daripada Kristus. Sekarang, Kristus menjadi 'makanannya' sehari-hari dan penunjang hidupnya. Hasratnya adalah agar Kristus semakin dimuliakan. Sebelumnya, kepercayaan hanyalah khayalan, tetapi sekarang, hidup adalah Kristus.

Petobat yang tulus menerima Kristus sepenuhnya. Ia tidak hanya menyukai pahala tetapi juga kerja keras. Ia tidak hanya mencari keuntungan, tetapi rela menanggung beban Kristus. Ia mematuhi perintah, betul, bahkan perintah untuk memikul salib Kristus.

‘Petobat’ yang tidak tulus menerima Kristus dengan setengah hati. Ia berhasrat penuh atas keselamatan, tetapi tidak untuk proses pengudusan. Ia mengharapkan semua hak-hak istimewa, tetapi mengabaikan pribadi Kristus. Ia memisahkan antara jabatan Kristus dan manfaat dari-Nya. Ini merupakan kesalahan yang mendasar. Barangsiapa mencintai hidup, biarlah ia menyadari hal ini. Ini merupakan kesalahan yang fatal.

Banyak orang tidak mengasihi Tuhan Yesus dengan tulus. Mereka tidak menginginkan Dia sebagaimana yang Allah tawarkan, “sebagai Pemimpin dan Juruselamat” (Kis. 5:31). Mereka memisahkan jabatan Kristus yaitu Raja dan Imam yang telah disatukan Allah. Mereka mengingini kelepasan dari penderitaan, tetapi bukan diselamatkan dari dosa. Mereka ingin selamat tetapi dengan tetap mengumbar hawa nafsu mereka; rela mematikan beberapa dosa, tetapi tidak dapat meninggalkan pangkuan Delilah. Mereka tidak bersedia bertindak tegas terhadap mata atau tangannya. Oh berhati-hatilah sepenuhnya, jiwa anda bergantung atas hal ini!

Petobat sejati menerima Kristus seutuhnya tanpa kecuali, tanpa batas, tanpa syarat. Ia bersedia menerima Kristus dengan syarat apapun. Ia menyambut dominasi maupun pembebasan Kristus. Ia berkata seperti Paulus: “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki aku perbuat?” Apapun itu, ya Tuhan, saya taati.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Joseph Alleine (1634-1668), A sure Guide to Heaven, pp. 44-46

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 39:11-18; 40:1-6; 2 Raja-Raja 25:8-21; Yeremia 52:12-27; 2 Tawarikh 36:15-21; Ratapan 1:1-22

 




August 27, 2017, 04:28:56 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi


Aug 2017
27
Lamban atau Kemalasan Rohani
oleh: (Rev) Mr Simmons
Diterjemahkan oleh: Vinny

27 Agustus

Lamban atau Kemalasan Rohani

“Hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!” Mazmur 119:37

Ada 3 jenis kelambanan rohani.

(1)  Kelambanan yang disengaja: orang-orang yang memutuskan untuk tidak perduli dengan keselamatan kekal mereka. Mereka tidak pernah bergeming dari ranjang keamanan semu mereka, baik waktu hidup maupun mati.

(2)  Kelambanan karena menunda-nunda: sebagian orang berniat memelihara jiwanya, tidak sekarang. Mereka banyak mengulur waktu. Si pemalas meminta waktu berbaring sebentar lagi, dan sebentar lagi untuk bangun. Oh alangkah bahayanya menunda-nunda waktu! Iskandar Agung menjawab pertanyaan tentang bagaimana caranya dia menaklukkan dunia: ’Aku tidak pernah dengan sengaja menunda apapun yang harus dikerjakan saat ini.’

(3)  Kelambanan karena gangguan: tatkala orang berniat hidup mentaati Allah,  tetapi begitu enggan seperti pergerakan roda yang terhambat oleh karat. Orang kudus seharusnya memacu diri laksana Yehu memacu kereta kudanya dengan segenap hati dan membara (2 Raja-Raja 9:20).

Semua ketangkasan jiwa dituntut di dalam mentaati Allah. Jiwa perlu direntangkan hingga menjangkau tiang pancang tertinggi. Dibutuhkan hasrat yang tidak mudah dipuaskan dalam melaksanakan pekerjaan Allah. Dibutuhkan kesetiaan menunggu dan terus bekerja hingga pekerjaan terlaksana sempurna. Archimedes sedang menggambar garis-garis perhitungan matematikanya ketika Marcellus (jenderal Romawi) memasuki gerbang kota Syracuse. Archimedes tidak menggubris para prajurit yang masuk ke ruang kerjanya. Hanya ketika lengan kemejanya ditarik, ia berteriak: ‘Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku.’ Tatkala para prajurit menghunus pedang untuk menghabisinya, Archimedes masih tetap fokus dengan pekerjaannya.

Kita juga seharusnya terbang tinggi di atas sayap angin, gairah bersemangat, berkobar-kobar dalam pelayanan kepada Tuhan; berdoa senantiasa, sekuat tenaga bergumul dengan Allah, seperti Yakub, yang menyadari kekuatannya di dalam Allah. Hal ini menyenangkan Allah. Ia (Allah) memperhitungkannya sebagai doa sejati. Ayam jantan merupakan lambang yang jarang digunakan untuk hal semacam ini; ia mengangkat dirinya, mengepak-ngepakkan sayapnya, dan lalu berkokok sekuat tenaganya. Jangan berlari lamban di jalan Allah, layanilah Dia dengan cekatan dan usaha yang keras.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan kotbah Pdt. (Rev) Mr Simmons, Puritan Sermons 1659-1689, I:435-438

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Ratapan 2:1–4:22




August 28, 2017, 05:09:59 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi


Aug 2017
28
Allah Mengajar Lewat Penderitaan
oleh: Thomas Case
Diterjemahkan oleh: Vinny

28 Agustus

Allah Mengajar Lewat Penderitaan

“Bahwa aku tertindas  itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu” Mazmur 119:71

Berbahagialah kita jika kita diajar oleh Allah melalui penderitaan. Apabila Allah mengajar, Ia menerapkan instruksi-Nya ke dalam hati kita. Ia membuat terang-Nya bercahaya di dalam kegelapan (2Kor. 4:6). ROH KUDUS membawa kejelasan kebenaran ilahi dalam terang yang sedemikian nyata meyakinkan sehingga jiwa dapat duduk dengan penuh kepuasan. Jiwa rela dan bahagia menerima kebenaran yang diwahyukan. Tatkala Allah mengajar, jiwa merasakan kebenaran seperti yang dialami Daud (Mzm. 119:71).

Sebagian orang hanya mengetahui sebatas gagasan saja, tetapi Daud mengalami; ia semakin mengenal Firman, semakin bersukacita di dalam Firman, dan semakin menerapkan Firman. Semakin ia mengenal, semakin mengasihi, dan semakin diubah naturnya. Demikian juga Paulus, “karena aku tahu kepada siapa aku percaya” (2Tim 1:12) – ‘aku telah mengalami kesetiaan-Nya dan kecukupan pada Diri-Nya; aku dapat mengandalkan Dia dalam segala hal. Aku yakin Ia akan memeliharaku hingga pada hari Tuhan.’

Mereka yang diajar Allah melalui penderitaan dapat bicara secara pengalaman, dalam satu tahap atau tahap lainnya. Mereka dapat menceritakan mengenai ikatan relasi mereka dengan Allah (Mzm. 23:4). Pemazmur mengalami pemeliharaan, topangan kekuatan, nasehat dan penghiburan dari penyertaan sang Gembala yang menyenangkan. Mereka yang diajar Allah dapat berkata: ‘sama seperti yang kami dengar, demikian yang kami lihat. Aku telah mengalami Firman di dalam hati dan dapat memeteraikan bahwa Allah adalah benar.’

Pengajaran Allah merupakan pengajaran penuh kuasa, yang membawa kekuatan dan terang yang mencerahkan. Memahami kebenaran memerlukan praktek dan penerapan dalam tindakan. Ajaran Allah manis rasanya. Daud mengulumnya seperti manisan gula di bawah lidahnya, dan mendapat rasa manis melebihi madu yang  diperoleh Simson. Luther mengatakan ia tidak akan tinggal di sorga tanpa Firman, sebaliknya bersama Firman ia dapat tinggal di neraka sekalipun. Pengajaran Firman adalah kenikmatan karena selaras dengan manusia yang telah diperbarui (Yer. 15:16).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Case (1598-1682), Select Works, A Treatise of Afflictions, pp. 87-99

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Ratapan 5:1-22; Obaja 1:1-21; 2 Raja-Raja 25:22-26; Yeremia 40:7-41:18





August 29, 2017, 05:34:30 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.griikarawaci.org/devosi


Aug 2017
29
Allah Mendidik Secara Bertahap Melalui Penderitaan
oleh: Thomas Case
Diterjemahkan oleh: Vinny

29 Agustus

Allah Mendidik Secara Bertahap Melalui Penderitaan

“Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan” Mazmur 25:4

Di sekolah penderitaan, Allah secara bertahap mengajarkan kita pengajaran-pengajaran penting. Buah-buahan tidak dapat dipanen sekaligus; butuh waktu untuk menjadi ranum. Jangan berkecil hati jika Allah tidak mengajarkan anda semua hal sekaligus. Ia membiarkan cahaya masuk secara bertahap, dan mendidik anak-anak-Nya sedikit demi sedikit; sebagian di minggu ini, selebihnya di minggu-minggu berikutnya; sebagian oleh kesesakan ini dan selebihnya oleh kesesakan berikutnya. Jika Allah belum mengajar anda sebanyak orang lain, jangan katakan Ia belum mengajar anda sama sekali.

Meskipun pengajaran Allah penuh kuasa, jiwa anda tidak langsung memasuki keseimbangan rohani bernuansa abadi, bebas dari semua pemberontakan dan gangguan. Kerangka demikian hanyalah merupakan hak istimewa dari status di kemuliaan kekal. Daud pernah jatuh terpuruk, dan Ayub tampak tidak-sabar. Kita memang mendengar tentang kesabaran Ayub, betul, tetapi juga ketidak-sabarannya! Orang yang diajar Allah mungkin bergeser, tetapi tidak akan dibuang; mereka dapat jatuh, tetapi tidak lenyap – penuh ketakutan, tetapi pada akhirnya tidak; mengerikan, tetapi tidak seluruhnya. Tidakkah kita menyadari akan bisikan sayup-sayup kebobrokan anggota tubuh kita? Bukankah kita terbangun dengan kegeraman dan merasa jengkel dengan perlawanan yang kita temukan di dalam sifat natur kita? Bukankah kita membutuhkan doa yang teratur di hadapan Allah untuk membeberkan godaan-godaan yang kita hadapi? Bukankah kita perlu mendoakan hati kita agar memiliki kerangka yang lebih baik? Ada yang mengatakan tentang Luther bahwa saat ia menemukan adanya tabiat buruk pada rohaninya, ia terus berdoa hingga ia memperoleh kerangka hati yang sesuai dengan permohonannya.

Dengan petunjuk Firman Allah kita sanggup bertahan terhadap perlawanan si jahat yang menyusup di dalam rohani kita (Gal.  5:17). Kehidupan orang percaya merupakan peperangan rohani (Ef.  6:12). Dengan pengajaran Allah, jiwa secara berangsur-angsur mendapat pijakan untuk melawan kedagingan. Doa mengundang kehadiran Allah, dan Allah mengaruniakan kekuatan untuk merebut kembali pijakan yang hilang. Kita terhibur karena semua akan terlaksana sesuai waktu-Nya Allah (Flp. 1:6). Kita belum sempurna, tetapi akan menjadi sempurna.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Case (1598-1682), Select Works, A Treatise of Afflictions, pp. 100-104

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yeremia 42:1–44:30; Yehezkiel 33:21-33



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)