Author Topic: Devosi GRII  (Read 20679 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 17, 2018, 05:21:38 AM
Reply #480
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 131

TUHAN, aku tidak tinggi hati. Di sini Daud mengajar suatu pelajaran yang sangat berguna bagi kita, dan yang harus mengatur hidup kita: menjadi puas dengan bagian yang Allah telah putuskan bagi kita, merenungkan panggilan-Nya bagi kita, dan bukan bertujuan membuat sendiri bagian kita; penuh penguasaan diri dalam keinginan kita, menghindari usaha nekad, dan dengan riang membatasi diri kita dalam wilayah kita, dan bukannya mencoba hal luar biasa. Ia menyangkal bahwa hatinya sombong, sebab itulah penyebab keterburu-buruan yang tidak dipertanggungjawabkan dan tingkah laku yang congkak. Bukankah kesombongan yang membuat manusia dijerumuskan nafsu, mencoba hal-hal yang congkak, terburu-buru dalam jalan yang mereka pilih tanpa akal sehat, dan membuat kacau seluruh dunia? Jika kesombongan ini dikekang, maka semua orang akan mempelajari tingkah laku yang penuh penguasaan diri.

Kita melihat bagaimana Allah membingungkan usaha sombong dan penuh bualan dari anak-anak dunia ini. Mereka menjalani seluruh karir liar mereka, mereka menjungkirbalikkan bumi untuk kesenangan mereka, dan mengulurkan tangan mereka ke segala arah; mereka penuh kepuasan memikirkan kehebatan dan kerajinan mereka, dan tiba-tiba, ketika segala rencana mereka telah matang, semuanya digagalkan, karena tidak ada ketetapan dalam mereka. Ada dua bentuk kesombongan dari orang-orang yang tidak mau tunduk sebagai pengikut Allah yang rendah hati, orang-orang yang harus lari di hadapan-Nya. Ada yang terburu-buru maju dengan kecepatan nekad, dan nampaknya akan membangun sampai ke langit. Yang lain tidak begitu jelas menunjukkan kebesaran ambisi mereka, mereka lebih lambat, dan dengan hati-hati memperhitungkan masa depan, namun kesombongan mereka tidak lebih kecil. Dengan pengabaian penuh akan Allah, seakan-akan langit dan bumi tunduk pada mereka, mereka memutuskan kehendak mereka tentang apa yang akan mereka capai dalam 10-20 tahun. Mereka seperti membangun dalam laut yang dalam. Namun bangunan mereka tidak akan pernah sampai ke permukaan, betapapun umur mereka diperpanjang. Sedangkan orang-orang seperti Daud, yang tunduk pada Allah, tinggal dalam wilayah mereka, penuh penguasaan diri dalam keinginan mereka, hidup penuh ketenangan dan kepastian.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi



November 19, 2018, 05:55:32 AM
Reply #481
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 132:1-11


Bagaimana ia telah bersumpah kepada TUHAN, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub. Sambil berdiam dalam rumahnya, atau berbaring di tempat tidurnya, Daud dipenuhi keprihatinan dan kegelisahan, hingga ia mendapatkan berita mengenai tempat yang ditetapkan bagi Tabut Perjanjian. Mengenai sumpah itu sendiri, bagian ini atau bagian lain tidak membenarkan sangkaan para pengikut paus, bahwa Allah berkenan pada sumpah apapun yang diucapkan, tanpa memperhatikan natur sumpah tersebut. Bersumpah pada Allah yang isinya telah Ia sendiri nyatakan menyenangkan hati-Nya, adalah suatu hal yang layak dipuji. Tetapi sombong sekali untuk mengatakan bahwa kita akan segera membuat sumpah yang sesuai dengan keinginan daging kita. Hal yang utama adalah memikirkan, apa yang diperkenan kehendak-Nya. Jika tidak, kita mungkin merampok apa yang merupakan hak utama-Nya, sebab bagi Allah “ketaatan lebih baik daripada korban persembahan” (1 Sam. 15:22).

Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya. Di satu sisi, adalah takhayul jika kita kira Allah terikat pada Bait. Di sisi lain, simbol-simbol eksternal bukannya tidak berguna di dalam Gereja. Singkatnya, kita harus memperbaiki sarana yang menolong iman kita, tetapi kita tidak bersandar pada sarana itu. Sementara Allah tinggal di surga, dan berada di atas segala langit, kita harus menggunakan segala pertolongan yang ada untuk mencapai pengetahuan tentang-Nya. Dengan Ia memberikan simbol-simbol kehadiran-Nya, Ia seperti menjejakkan kaki-Nya di bumi, dan membiarkan kita menyentuhnya. Demikianlah ROH KUDUS turun untuk kepentingan kita, dan sambil mengakomodir kelemahan kita, menaikkan pikiran kita kepada hal-hal surgawi dan ilahi oleh elemen-elemen dunia ini.

Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran. Dikatakan Allah memakaikan keadilan pada kita ketika Ia tampil sebagai Juruselamat dan pertolongan kita, melindungi kita oleh kuasa-Nya, dan menunjukkan dalam pemerintahan-Nya atas kita bahwa kita adalah sasaran kasih sayang-Nya. Sorak-sorai yang disebutkan merujuk kepada hidup penuh kebahagiaan. Para orang kudus Allah disebut orang-orang yang berbelas kasihan karena belas kasihan dan kemurahan hati adalah karunia yang membuat kita paling dekat kepada Allah.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi




November 20, 2018, 05:23:13 AM
Reply #482
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 139:11-16

Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. Mungkin ada yang berpikir, pengamatan bahwa berkaitan dengan Allah tidak ada perbedaan antara terang dan gelap, bukan sesuatu yang penting. Orang itu perlu diingatkan, bahwa semua pengamatan membuktikan, betapa sulitnya manusia dibawa secara terang-terangan dan terbuka ke hadapan Allah. Dengan kata-kata, kita semua mengakui bahwa Allah maha tahu. Tidak seorang pun dapat membayangkan menentang hal itu, tetapi diam-diam kita tidak mempedulikannya. Kita tidak kuatir mengejek Allah, dan tidak memiliki hormat pada-Nya bahkan seperti pada sesama manusia ciptaan. Kita malu jika orang lain mengetahui dan menyaksikan kelemahan kita. Tetapi kita tidak peduli tentang apa yang Allah pikir mengenai kita, seakan-akan dosa-dosa kita tersembunyi dari pengamatan-Nya. Mabuk kepayang ini, jika tidak ditegur dengan tajam, akan segera mengubah terang menjadi gelap, dan karena itu Daud membicarakan panjang lebar topik ini untuk menyangkal salah pengertian kita.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Daud menggambarkan Allah sebagai raja yang bertahta di atas manusia, dan menunjukkan tidak ada alasan untuk heran, jika segala putaran dan tempat persembunyian dalam hati kita tidak tersembunyi bagi-Nya. Bagi-Nya, ketika kita berada dalam rahim ibu, kita terlihat sama jelasnya seperti sedang berdiri di depan-Nya pada siang hari bolong.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi. Daud menggambarkan dengan pengumpamaan keahlian yang tak terbayangkan dalam pembentukan tubuh manusia. Ketika kita meneliti bahkan kuku di jari kita, tidak ada yang dapat diubah tanpa ketidaknyamanan yang sama besarnya seperti terkilir. Jika kita menghitung setiap bagian individual, di mana dapat kita temukan ahli tenun yang dapat mencapai seperseratus saja struktur rumit ini? Kita tidak perlu heran, jika Allah yang membentuk manusia begitu sempurna dalam rahim, dapat memiliki pengetahuan tepat tentang manusia setelah kelahirannya.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi


November 21, 2018, 05:55:56 AM
Reply #483
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 139:17-24

Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. Arti perkataan Daud adalah, pemerintahan providensial Allah atas dunia ini sedemikian sehingga tidak ada yang dapat melewati-Nya, juga pikiran yang terdalam. Dan meski banyak orang menerjunkan diri mereka dengan mabuk kepayang ke dalam segala kejahatan yang melimpah-limpah, karena mereka kira Allah tidak akan menemukan mereka, sia-sia saja mereka bersembunyi, karena mereka akan diseret keluar ke dalam terang. Kebenaran ini sebaiknya kita renungkan lebih daripada kebiasaan kita. Sesekali kita memandang tangan dan kaki kita, dan kadang dengan puas memperhatikan keanggunan bentuk kita, hampir tidak ada satu dari seratus orang yang ingat akan Penciptanya. Atau jika ada yang menyadari bahwa hidupnya berasal dari Allah, tidak ada satupun yang sampai kepada kebenaran yang agung, bahwa Ia yang membentuk telinga, dan mata, dan hati yang penuh pengertian, dengan sendirinya mendengar, melihat dan mengetahui segala sesuatu.

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! Daud bersikeras bahwa satu-satunya penyebab mengapa ia menentang para penghina Allah, adalah karena ia sendiri adalah penyembah sejati Allah, dan ingin supaya orang-orang lain memiliki karakter yang sama. Bahwa ia dengan berani menyerahkan dirinya untuk dihakimi Allah, menunjukkan keyakinan yang tidak biasa. Tetapi karena ia sadar sepenuhnya akan ketulusan ibadahnya, bukan tanpa alasan ia menempatkan dirinya dengan yakin di hadapan penghakiman Allah. Kita juga jangan berpikir bahwa ia mengklaim dirinya bebas dari segala dosa; ia mengerang di bawah beban pelanggarannya. Dalam segala yang para orang kudus katakan mengenai integritas mereka, mereka tetap bersandar hanya pada anugerah yang cuma-cuma. Karena mereka yakin bahwa kesalehan mereka diperkenan Allah, tanpa memperhitungkan kejatuhan dan kelemahan mereka, kita tidak perlu heran jika mereka merasa bebas membedakan diri mereka dari orang fasik. Ia menyangkal bahwa hatinya mendua atau tidak tulus, ia bukan mengaku bebas dari segala dosa, melainkan hanya bahwa ia tidak memiliki devosi pada kefasikan.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi



November 22, 2018, 06:40:46 AM
Reply #484
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 132:12-18

Jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku. Hal pertama yang kita harus ingat adalah perjanjian kovenan itu sepenuhnya merupakan anugerah, sejauh kaitannya dengan janji Allah untuk mengutus seorang Juruselamat dan Penebus. Hal ini terkait dengan adopsi orang-orang yang menerima janji itu, janji yang cuma-cuma. pengkhianatan dan pemberontakan bangsa itu tidak mencegah Allah mengutus Anak-Nya, dan ini adalah bukti nyata bahwa Ia tidak dipengaruhi penilaian akan tingkah laku baik mereka. Maka perkataan Paulus (Roma 3:3), “Bagaimana jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?” artinya Allah tidak menarik karunia-Nya dari orang Yahudi, sebab Ia telah memilih mereka secara bebas oleh anugerah-Nya. Kita juga tahu bahwa bangsa Israel seakan-akan sengaja berusaha membatalkan janji-janji itu. Meskipun demikian, Allah menghadapi perlawanan jahat mereka dengan menunjukkan cinta kasih-Nya yang mengagumkan, memunculkan kebenaran dan kesetiaan-Nya dengan cara yang paling penuh kemenangan, dan membuktikan bahwa Ia berdiri teguh pada rencana-Nya, tidak tergantung pada jasa baik mereka yang manapun juga. Semua hal ini boleh menunjukkan, dalam arti apa kovenan tersebut tidak bersyarat. Tapi ada hal-hal lain yang berupa aksesori bagi kovenan itu, sehingga dilampirkan sebuah syarat, yaitu jika mereka mematuhi perintah-perintah-Nya, Ia akan memberkati mereka. Karena bangsa Yahudi menolak untuk taat, maka mereka dibuang dari tanah perjanjian.

Di satu sisi Allah menghukum ketidakbersyukuran bangsa itu, dan dengan itu menunjukkan, ketentuan-ketentuan kovenan bukannya percuma saja memiliki syarat. Di sisi lain, dengan kedatangan Kristus, apa yang telah dijanjikan dengan cuma-cuma kini dilaksanakan dengan cuma-cuma, yaitu mahkota kerajaan diletakkan di atas kepala-Nya. Ketaatan yang Allah tuntut dinyatakan secara spesifik sebagai ketaatan pada kovenan-Nya. Kita diajar untuk tidak beribadah pada-Nya menurut pemikiran manusia, melainkan berpegang pada batasan yang diberikan Firman-Nya.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi



November 23, 2018, 05:30:53 AM
Reply #485
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 133

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Ini adalah bukti jelas bahwa Daud memandang segala persatuan sejati antara saudara bersumber dari Allah, dan tujuan sah dari persatuan itu adalah: semua dibawa untuk menyembah Allah dalam kemurnian, dan memanggil nama-Nya dengan satu hati. Apakah Daud akan meminjam istilah urapan suci (ayat 2), jika bukan untuk menunjukkan bahwa agama harus selalu memegang tempat nomor satu? Segala kerukunan yang dapat ada di antara manusia bersifat tawar, jika tidak diwarnai oleh kelezatan manis dari ibadah pada Allah. Kita memegang, bahwa manusia dapat dipersatukan dalam kasih sayang yang timbal balik, dengan tujuan agungnya sebagai berikut, bahwa mereka bersama-sama diletakkan di bawah pemerintahan Allah.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Suatu persatuan yang kudus bukan saja merupakan keharuman yang menyenangkan bagi Allah, melainkan juga menghasilkan buah-buah yang baik, seperti embun membasahi tanah dan menyediakan gizi dan kesegaran baginya. Kita tahu Musa mengatakan tanah Yudea tidak seperti Mesir, yang disuburkan sungainya, melainkan Yudea setiap hari minum dari hujan yang turun dari langit (Ul. 11:11). Daud mengatakan, bahwa hidup manusia seperti tanpa gizi, tidak berbuah, dan sengsara, kecuali ditopang oleh harmoni antar saudara.

Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. Daud menambahkan di akhir, bahwa Allah memerintahkan berkat-Nya ke tempat di mana damai dibudayakan. Artinya Ia menunjukkan betapa kerukunan antar manusia menyenangkan-Nya, dengan menurunkan hujan berkat pada mereka. Hal yang sama dikatakan Paulus dengan kalimat lain (2 Kor. 13:11, Fil. 4:9), ‘Hiduplah dalam damai, dan Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Maka, sedapat-dapatnya kita, marilah kita berusaha berjalan dalam kasih persaudaraan, supaya kita boleh mendapatkan berkat Ilahi. Bahkan marilah kita mengulurkan tangan pada orang-orang yang berbeda dari kita, dengan kerinduan menyambut mereka jika mereka kembali pada kesatuan iman. Jika mereka menolak? Biarkan mereka pergi. Satu-satunya persaudaraan yang diakui adalah persaudaraan antara anak-anak Allah.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi


November 24, 2018, 06:15:02 AM
Reply #486
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 134

Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. Karena kecenderungan yang ada dalam semua orang untuk menyalahgunakan ritual upacara keagamaan, banyak orang Lewi yang mengira tidak ada hal lain yang diperlukan selain berdiri diam-diam dalam Bait Allah. Dengan itu mereka melewatkan bagian utama dari kewajiban mereka. Sang Pemazmur menunjukkan bahwa sekedar berjaga malam dalam Bait (menyalakan lampu, mengawasi korban) tidak penting sama sekali, kecuali jika mereka melayani Allah secara spiritual, dan dari segala upacara eksternal itu merujuk kepada persembahan utama: perayaan pujian bagi Allah. Ia seperti mengatakan, engkau mungkin mengira pelayanan ini demikian berat, berjaga malam di Bait, sementara orang-orang lain tidur di rumah mereka; tetapi ibadah yang Allah tuntut lebih daripada itu, dan Ia menuntut engkau menyanyikan pujian bagi-Nya di hadapan seluruh umat.

Kiranya TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion. Di sini disebutkan dengan jelas dua hal, yang berbeda satu dengan yang lain. Allah yang memberkati mereka dari Sion adalah juga Pencipta langit dan bumi. Ia disebut Pencipta untuk menunjukkan kuasa-Nya, dan meyakinkan orang beriman, tidak ada sesuatupun yang tidak bisa diharapkan dari Allah. Apakah dunia ini, selain cermin tempat kita memandang kuasa-Nya yang tak terbatas? Hanya orang-orang tak berakal budi yang tidak merasa puas dengan pertolongan dari Dia yang mereka akui sebagai pemilik segala kuasa dan kekayaan dalam tangan-Nya. Namun karena banyak orang cenderung mengira Ia jauh dari mereka, ketika dikatakan Ia adalah Pencipta, dan mereka meragukan jalan masuk mereka pada-Nya, sang Pemazmur juga menyebutkan simbol kedekatan Allah pada umat-Nya. Tujuannya supaya mereka diberi keberanian untuk mendekati-Nya dengan kebebasan dan keyakinan tak terbatas sebagai orang-orang yang diundang datang pada pangkuan Bapa. Dengan memandang ke langit, mereka menemukan kuasa Allah. Dengan memandang ke Sion, tempat kediaman-Nya, mereka menemukan cinta kasih kebapakan-Nya.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi


November 25, 2018, 04:40:16 AM
Reply #487
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 139:17-24

Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. Arti perkataan Daud adalah, pemerintahan providensial Allah atas dunia ini sedemikian sehingga tidak ada yang dapat melewati-Nya, juga pikiran yang terdalam. Dan meski banyak orang menerjunkan diri mereka dengan mabuk kepayang ke dalam segala kejahatan yang melimpah-limpah, karena mereka kira Allah tidak akan menemukan mereka, sia-sia saja mereka bersembunyi, karena mereka akan diseret keluar ke dalam terang. Kebenaran ini sebaiknya kita renungkan lebih daripada kebiasaan kita. Sesekali kita memandang tangan dan kaki kita, dan kadang dengan puas memperhatikan keanggunan bentuk kita, hampir tidak ada satu dari seratus orang yang ingat akan Penciptanya. Atau jika ada yang menyadari bahwa hidupnya berasal dari Allah, tidak ada satupun yang sampai kepada kebenaran yang agung, bahwa Ia yang membentuk telinga, dan mata, dan hati yang penuh pengertian, dengan sendirinya mendengar, melihat dan mengetahui segala sesuatu.

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! Daud bersikeras bahwa satu-satunya penyebab mengapa ia menentang para penghina Allah, adalah karena ia sendiri adalah penyembah sejati Allah, dan ingin supaya orang-orang lain memiliki karakter yang sama. Bahwa ia dengan berani menyerahkan dirinya untuk dihakimi Allah, menunjukkan keyakinan yang tidak biasa. Tetapi karena ia sadar sepenuhnya akan ketulusan ibadahnya, bukan tanpa alasan ia menempatkan dirinya dengan yakin di hadapan penghakiman Allah. Kita juga jangan berpikir bahwa ia mengklaim dirinya bebas dari segala dosa; ia mengerang di bawah beban pelanggarannya. Dalam segala yang para orang kudus katakan mengenai integritas mereka, mereka tetap bersandar hanya pada anugerah yang cuma-cuma. Karena mereka yakin bahwa kesalehan mereka diperkenan Allah, tanpa memperhitungkan kejatuhan dan kelemahan mereka, kita tidak perlu heran jika mereka merasa bebas membedakan diri mereka dari orang fasik. Ia menyangkal bahwa hatinya mendua atau tidak tulus, ia bukan mengaku bebas dari segala dosa, melainkan hanya bahwa ia tidak memiliki devosi pada kefasikan.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi


November 26, 2018, 05:28:50 AM
Reply #488
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 135

Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah. Di sini kuasa Allah digambarkan secara umum, untuk menunjukkan pada orang Israel bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang membuat dunia, dan memerintah di atas segala sesuatu sesuai kehendak-Nya, dan tidak ada allah lain yang setara dengan-Nya. Ketika ia mengatakan dirinya mengetahui kebesaran Allah, ia bukan mengecualikan orang-orang lain, melainkan mengambil pengalamannya sendiri untuk mendorong orang-orang untuk memperhatikan hal ini, supaya tersadar akan apa yang ada secara berlimpah-limpah dan begitu mudah diamati. Keagungan Allah tidak dapat dipahami seluruhnya oleh siapapun. Namun kemuliaan-Nya, sejauh Ia pandang baik, telah dinyatakan dengan cukup, sehingga di seluruh dunia, tidak satu orangpun memiliki alasan jika tidak menyadarinya. Bagaimana mungkin seseorang yang telah menikmati pemandangan langit dan bumi dapat menutup matanya sampai melewatkan Penciptanya, tanpa dianggap bersalah sebesar-besarnya? Dengan tujuan menggerakkan kita inilah, sang Pemazmur merujuk pada dirinya sendiri dalam mengundang kita pada pengetahuan akan kemuliaan Allah. Ia mengecam ketidakpedulian kita, yang tidak cukup lincah untuk merenungkannya.

Ya TUHAN, nama-Mu adalah untuk selama-lamanya. Kemarahan Allah terhadap umat-Nya hanya sementara saja, dan dalam membalaskan dosa-dosa mereka, Ia mengingat belas kasihan di tengah murka, seperti kata Habakuk (3:2). Allah digambarkan di sini seperti seorang manusia, yang menunjukkan afeksi seorang ayah, dan memulihkan anak-anaknya, meski mereka pantas untuk dibuang, namun ia tidak tega terpisah dari buah tubuhnya sendiri. Begitulah arti bagian ini. Allah memiliki belas kasihan bagi umat-Nya karena mereka adalah anak-anak-Nya. Ia tidak rela jika mereka dipisahkan dari-Nya, dan diri-Nya tanpa anak. Ia dapat diperdamaikan dengan mereka, karena mereka berharga bagi-Nya. Ia mengakui mereka sebagai keturunan-Nya, sehingga Ia memandang mereka dengan cinta kasih yang besar.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi



November 27, 2018, 05:38:10 AM
Reply #489
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 136

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Manusia mungkin tidak menyangkal kebaikan Ilahi sebagai sumber dan mata air segala berkat yang mereka terima. Tetapi kemurahan hati dari kelimpahan-Nya jauh sekali dari diakui sepenuhnya dan setulusnya, meski Alkitab sangat menekankannya. Paulus menyebutnya sebagai kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Artinya, meski Allah patut dipuji karena segala karya-Nya, tetapi terutama kasih setia-Nyalah yang harus kita agungkan. Jelaslah dari catatan sejarah dalam Kitab Suci, bahwa berdasarkan ketentuan yang Daud turunkan dalam menyanyikan pujian Allah, kaum Lewi biasanya menyanyikan sebagai balasan, “sebab kasih setia-Nya ada selamanya.”

Dia yang mengingat kita dalam kerendahan kita. Sang Pemazmur menampilkan setiap jaman untuk menunjukkan kebaikan yang sama yang ditunjukkan pada nenek moyang mereka. Allah tidak pernah gagal menolong umat-Nya dengan pertolongan demi pertolongan. Kasih setia-Nya terbukti dengan lebih nyata, ketika Ia menolong pada waktu bangsa itu hampir ditenggelamkan bencana-bencana, daripada jika bangsa itu dijaga tetap berada dalam situasi yang sama, dengan jalannya yang datar-datar saja. Di dalam situasi darurat ada sesuatu yang membangkitkan perhatian dan menangkap pandangan mata orang. Selain itu, dalam semua pertolongan yang Allah berikan pada umat-Nya, ada pengampunan dosa bagi mereka.

Pada akhir Mazmur ini, ia membicarakan providensia kebapakan Allah, bukan hanya bagi seluruh umat manusia, tetapi bagi semua makhluk hidup. Kita tidak perlu terkejut bahwa Ia tetap menjadi seorang Bapa yang baik dan penuh pemeliharaan bagi umat-Nya, ketika Ia membungkuk untuk memperhatikan ternak, keledai, dan gagak, dan burung pipit. Manusia jauh lebih berharga daripada hewan liar, dan juga ada perbedaan besar antara sebagian manusia dari yang lain, meski bukan dalam hal jasa baik mereka, melainkan hak istimewa dari adopsi Ilahi. Sang Pemazmur sedang membangun argumennya dari yang kecil sampai ke yang besar, dan menajamkan kasih setia Allah yang tak terbandingkan, jauh lebih tinggi, yang Ia tunjukkan pada anak-anak-Nya sendiri.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)