Author Topic: Devosi GRII  (Read 21772 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 08, 2018, 06:37:39 AM
Reply #500
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 146

Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah. Hal ini dijelaskan lebih di ayat berikutnya, di mana kita diberitahu betapa singkatnya dan sekilas hidup manusia itu. Meski Allah melonggarkan kekang, dan membiarkan para pangeran menyerbu surga dengan usaha paling liar, tetapi melayangnya nyawa, seperti sebuah hembusan nafas, tiba-tiba mengacaukan segala keputusan dan rencana mereka. Tubuh adalah tempat berdiamnya roh, hal ini dapat dimengerti demikian; pada saat kematian Allah memanggil pulang roh. Kita dapat juga mengartikannya lebih sederhana, dengan nafas hidup; ini lebih sesuai konteks, bahwa begitu seorang manusia berhenti bernafas, mayatnya tunduk kepada pembusukan. Maka semua yang menaruh kepercayaannya pada manusia, bergantung pada sebuah nafas yang sementara saja.

Pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. Dalam ungkapan ini Daud mengkritik kegilaan para pangeran yang tidak mengenal batas dalam harapan dan keinginan mereka, dan memanjati surga dalam ambisi mereka, seperti Alexander dari Makedonia yang gila. Ketika ia mendengar bahwa ada dunia-dunia lain, ia meratap karena ia belum menaklukkan satupun, meski segera setelah itu sebuah tempat abu cukup baginya. Pengamatan menunjukkan bahwa skema para pangeran itu dalam dan rumit. Supaya kita tidak jatuh dalam meletakkan pengharapan kita pada mereka, Daud mengatakan bahwa hidup para pangeran pun berlalu dengan cepat dan seketika, dan pada saat itu segala rencana mereka lenyap.

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong. Daud tidak membatasi kebahagiaan orang percaya hanya pada kesadaran masa kini, seakan-akan mereka hanya bahagia ketika Allah secara terang-terangan dan terbuka tampil sebagai penolong mereka. Ia meletakkan kebahagiaan mereka dalam hal berikut, yaitu mereka sungguh-sungguh yakin, bahwa mereka dapat berdiri sepenuhnya oleh anugerah Allah. Ia menyebut Allah sebagai Allah Yakub, untuk membedakan-Nya dari sejumlah besar ilah palsu yang membuat orang tak beriman bermegah. Dan hal ini memang tepat; karena meski semua orang bermaksud mencari Allah, hanya sedikit yang mengambil jalan yang benar.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi





December 09, 2018, 04:30:35 AM
Reply #501
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 147

TUHAN membangun Yerusalem. Secara langsung, tujuan sang Pemazmur bukan sekedar merayakan anugerah Allah yang cuma-cuma dalam Ia pertama-tama mendirikan Gereja. Ia bertujuan untuk membangun argumen dari anugerah pertama ini, bahwa karena Allah telah satu kali membangun Gereja dengan tujuan mempertahankannya selamanya, maka Allah tidak akan membiarkan Gereja-Nya jatuh. Allah tidak mengabaikan karya tangan-Nya. Penghiburan ini perlu diaplikasikan pada masa kita sekarang ini, di mana kita melihat Gereja dipecah-belah di berbagai sisi, sampai kita dipimpin ke pengharapan bahwa seluruh kaum pilihan yang telah dipersatukan dengan tubuh Kristus, akan dikumpulkan kepada kesatuan iman. Meskipun sekarang anggota-anggota tubuh Kristus terserak, dan tubuh Gereja yang terpenggal-penggal setiap hari mendapatkan gangguan, tetapi akan dipulihkan menjadi keutuhan, sebab Allah tidak akan membiarkan karya-Nya gagal.

Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari. Begitu Allah membuat diketahui kehendak-Nya, segala sesuatu bersepakat untuk melaksanakannya. Tidak tanggaplah orang yang menemui salju dan embun beku yang tiba-tiba, tetapi tidak menangkap betapa cepatnya Firman Allah berlari. Jika kita mau menghindari filsafat natural yang tidak masuk akal, kita harus selalu mulai dengan prinsip berikut, bahwa segala sesuatu dalam alam bergantung pada kehendak Allah, dan seluruh pergerakan alam hanyalah pelaksanaan perintah-perintah-Nya. Ketika air membeku, ketika hujan es menyebar, dan embun beku menggelapkan langit, kita mendapati bukti betapa efektifnya perkataan-Nya. Jika segala peristiwa menakjubkan ini tidak menghasilkan efek apa-apa pada kebanyakan manusia, paling tidak dingin yang membuat badan kita mati rasa, seharusnya memaksa kita menyadari kuasa Allah. Ketika panas matahari membakar kita pada musim panas, dan musim dingin menggantikannya, perubahan demikian seharusnya nampak mengagumkan bagi kita, jika kita belum menganggapnya biasa. Perubahan itu berseru dengan nyaring, bahwa ada seorang Pribadi yang memerintah dari atas.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi



December 10, 2018, 05:55:52 AM
Reply #502
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 148

Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya! Kita sudah melihat di Mazmur sebelumnya, bahwa penyempurnaan Allah terlihat lebih nyata dalam Gereja daripada dalam pendirian dunia. Kini sang Pemazmur menambahkan kalimat ini, yaitu Gereja dilindungi oleh tangan Ilahi, dan dipersenjatai dengan kuasa terhadap segala musuh, kuasa yang menjamin keselamatannya dalam setiap bahaya. Tanduk berarti kekuatan dan kewibawaan. Maksud sang Pemazmur adalah, berkat Allah nyata dalam Gereja-Nya dan di tengah umat pilihan-Nya, sebab Gereja hanya berkembang dan kuat hanya oleh karena kekuatan-Nya. Tersirat perbandingan antara Gereja Allah dan segala kuasa musuh, sebab Gereja yang terbuka terhadap serangan dari segala sisi butuh perlindungan Ilahi.

Menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Mereka memperoleh alasan untuk mengucapkan selamat pada diri mereka sendiri dan memuji, yaitu kemurahan hati yang istimewa dalam perendahan diri Allah. Sang Pemazmur menyebut anak-anak Israel sebagai umat yang dekat pada-Nya, untuk mengingatkan mereka akan kovenan penuh anugerah yang Allah buat dengan Abraham. Sebab bagaimana mungkin bisa ada kedekatan, jika bukan karena Allah memilih seorang asing yang tak dikenal dan dihina segala bangsa? Kita tidak dapat mencari penyebab pembedaan ini selain dalam cinta kasih Allah saja. Meski seluruh dunia sama-sama adalah milik Allah, tetapi dengan kemurahan hati Ia menyatakan diri-Nya pada anak-anak Israel, dan membawa mereka dekat pada-Nya, meski seperti seluruh keturunan Adam mereka adalah orang asing bagi-Nya. Maka Musa mengatakan: “Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel” (Ul. 32:8). Ia menunjukkan sebab mengapa Allah mengulurkan berkat yang begitu nyata pada satu bangsa saja, dan bangsa yang papa dan dihina: adopsi-Nya bagi mereka.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi






Senin, 10 Desember 2018

Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. [1 Tesalonika 4:17]

Bahkan kunjungan yang termanis dari Kristus, betapa pendeknya — dan betapa sebentarnya! Satu waktu kita melihat Dia, dan kita gembira dengan sukacita yang penuh kemuliaan dan tidak terkatakan, namun sedikit waktu berlalu dan kita tidak melihat-Nya, karena Kekasih kita menarik diri-Nya dari kita; seperti kijang atau rusa muda melompati gunung-gunung pemisah, Ia telah pergi ke dataran rempah-rempah, dan tidak lagi menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung [Kidung Agung 2:16].

        “Jika hari ini Ia sudi memberkati kita
        Dengan rasa pengampunan dosa
        Esok Ia mungkin menyesakkan kita,
        Membuat kita merasakan tulah di dalam.”

Oh, betapa manisnya pengharapan akan masa di saat kita tidak lagi melihat Dia dari kejauhan, tetapi melihat-Nya berhadapan muka: ketika Ia tidak lagi seperti pelancong yang menginap semalam saja, melainkan dalam kekekalan membungkus kita dalam pangkuan kemuliaan-Nya. Kita tidak akan melihat-Nya untuk beberapa musim, tapi

        “Berjuta tahun mata kita akan kagum
        menjelajahi keindahan Juruselamat kita;
        Tak terhitung zaman kita akan puja
        keajaiban kasih-Nya.”

Di surga, gelisah dan dosa tidak lagi menghalangi; tangisan tidak lagi meremangkan mata kita; hal duniawi tidak lagi mengaburkan pikiran kita yang berbahagia; kita tidak lagi memiliki hambatan untuk memandang terus-menerus kepada Matahari Kebenaran dengan mata yang tidak pernah letih. Oh, jika melihat-Nya sekali-kali saja sudah begitu manisnya, terlebih lagi memandang wajah suci itu, ketika tak ada awan yang bergulir menghalangi, dan tak perlu memalingkan mata kita kepada dunia yang letih dan celaka! Hari penuh berkat, kapankah engkau tiba? Terbitlah, Oh surya yang takkan terbenam! Indera sukacita dapat meninggalkan kita sesegera yang diinginkannya, sebab hal ini akan menggantikannya. Jikalau mati berarti memasuki persekutuan dengan Yesus tanpa halangan, maka benarlah bahwa mati adalah keuntungan, dan tetesan kelam itu ditelan laut kemenangan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan



December 11, 2018, 05:52:21 AM
Reply #503
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 149

Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Anak-anak Allah tidak boleh melaksanakan pembalasan kecuali ketika mereka dipanggil untuk itu. Segala penguasaan diri berakhir ketika manusia menyerahkan diri pada dorongan semangat mereka sendiri. Doktrin dalam bagian ini diaplikasikan dengan benar, bahwa pedang bermata dua yang disebutkan di sini memiliki aplikasi khusus bagi bangsa Yahudi, dan bukan bagi kita, yang tidak mendapatkan kuasa semacam ini, kecuali bagi para penguasa dan pemerintah yang diberikan pedang untuk menghukum segala kekerasan. Hal itu hanya berlaku bagi jabatan mereka. Bagi Gereja secara umum, pedang yang diletakkan dalam tangan kita adalah jenis yang lain, yaitu Firman dan Roh, supaya kita menyerahkan orang-orang, yang dahulu adalah musuh Allah, menjadi korban persembahan bagi-Nya, atau menyerahkan mereka kepada kebinasaan kekal, kecuali mereka bertobat (Ef. 6:17). Apa yang Yesaya nubuatkan mengenai Kristus, berlaku bagi semua yang adalah anggota tubuh-Nya: “Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik” (Yes. 11:4). Jika orang beriman dengan tenang membatasi diri mereka dalam batasan panggilan Allah bagi mereka, mereka akan menemukan bahwa janji pembalasan terhadap musuh-musuh mereka tidak diberikan dengan sia-sia. Ketika Allah memanggil kita kepada penghakiman seperti yang ada tertulis, Ia memberikan kekang pada semangat dan tindakan kita, supaya kita jangan mencoba apa yang tidak Ia perintahkan.

Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Pemazmur bukan saja mendorong kita untuk menghidupi kesalehan, tetapi juga memberikan topangan untuk penghiburan kita. Janganlah kita berpikir kita adalah pecundang karena mempraktekkan belas kasihan dan kesabaran. Kebanyakan orang melampiaskan murka dan amarah, karena mereka mengira satu-satunya cara bertahan hidup adalah menunjukkan kebuasan serigala. Meski umat Allah tidak memiliki kekuatan seperti raksasa, dan tidak akan menggerakkan satu jari pun tanpa ijin Ilahi, serta memiliki roh yang tenang, namun sang Pemazmur menyatakan, mereka memiliki hal yang terhormat dan semarak keluar dari segala masalah mereka.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi







Selasa, 11 Desember 2018

Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga yang akan menggenapinya. [1 Tes 5:24]

Surga adalah tempat di mana kita tidak akan berbuat dosa; tempat di mana kita menghentikan penjagaan kita yang terus-menerus terhadap musuh yang tiada lelahnya menyerang kita, karena di sana tidak ada penggoda untuk menjerat kaki kita. Di sana, orang-orang jahat berhenti membuat onar, dan yang lelah beristirahat. Surga adalah "suatu bagian yang tidak dapat binasa" [1 Pet 1:4]; itulah tanah suci sempurna, dan karena itu, tanah yang aman sepenuhnya. Tetapi bukankah di bumi pun orang-orang kudus kadang merasakan sukacita akan rasa aman yang menggembirakan itu? Kitab suci mengajarkan, siapapun yang bersatu dengan sang Domba itu selamat; bahwa mereka semua yang benar akan teguh berjalan; bahwa semua yang menyerahkan jiwanya kepada pemeliharaan Kristus akan mendapati Dia sebagai pelindung yang setia dan tidak berubah. Ditopang oleh kebenaran seindah ini, kita mampu menikmati rasa aman bahkan di bumi; meski bukan keamanan yang megah dan mulia itu yang melepaskan kita dari setiap keterpelesetan, tapi keamanan kudus itu yang timbul dari janji Yesus yang pasti, bahwa tidak seorang pun yang percaya kepada-Nya akan binasa, melainkan akan bersama Dia di mana Dia berada. Hai orang percaya, mari sering-sering merenungkan dengan sukacita doktrin ketekunan orang-orang kudus, dan menghargai kesetiaan Allah kita dengan keyakinan kudus akan Dia.

Semoga Allah kita memberimu rasa aman dalam Yesus Kristus! Semoga Dia meyakinkanmu bahwa namamu terukir pada tangan-Nya; dan membisikkan ke telingamu janji ini, "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau." [Yes 41:10] Pandanglah Dia, sang Penjamin perjanjian yang agung, Dia yang setia dan sejati, dan karena itu mengikat dan melibatkan diri-Nya untuk mempersembahkan engkau, seorang yang paling lemah dalam keluarga-Nya, bersama-sama dengan seluruh suku yang terpilih, di hadapan takhta Allah; dan dalam sebuah kontemplasi yang manis engkau akan diberi sari buah anggur yang harum untuk diminum, air buah delima Tuhan, dan menikmati buah-buah Surga yang indah. Engkau akan mencicipi hidangan pembuka kenikmatan yang memuaskan jiwa orang-orang kudus yang sempurna di atas sana, jika engkau bisa percaya dengan iman yang tak tergoncangkan bahwa "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga yang akan menggenapinya."
 

 




December 12, 2018, 05:40:01 AM
Reply #504
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Mazmur 150

Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala. Berbagai kata dalam bahasa Ibrani dipakai untuk menggambarkan alat-alat musik, hanya biarlah para pembaca mengingat bahwa berbagai jenis disebutkan di sini, yaitu yang dipergunakan dalam pengaturan hukum di Perjanjian Lama, untuk mengajarkan anak-anak Allah bahwa tidak mungkin seseorang terlalu rajin dalam mendedikasikan dirinya kepada pujian bagi Tuhan. Ia mau supaya mereka berusaha keras untuk membawa segala kemampuan mereka ke dalam pelayanan ini, dan sepenuhnya mengarahkan diri mereka padanya. Di bawah hukum, Allah memerintahkan keragaman lagu demikian, supaya Ia membawa manusia dari kesenangan kosong dan korup yang merupakan candu mereka, menuju kepada sukacita yang kudus dan bermanfaat. Natur kita yang korup memanjakan dirinya dengan kebebasan tanpa batas, banyak yang menciptakan berbagai metode pemuasan yang tak masuk akal, sementara kepuasan tertinggi mereka ada dalam menekan segala pemikiran tentang Allah. Disposisi atau kecenderungan ini hanya dapat dikoreksi dengan cara Allah meletakkan umat yang lemah dan bodoh ini di bawah banyak batasan, dan pelatihan yang terus-menerus. Maka ketika sang Pemazmur mendorong orang beriman untuk melimpahkan segala sukacita mereka dalam puji-pujian bagi Allah, ia menghitung satu persatu segala alat musik yang digunakan waktu itu, dan mengingatkan bahwa semua itu harus dikuduskan bagi ibadah kepada Allah.

Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Yang dimaksudkan di sini adalah manusia, karena meski manusia bernafas sama seperti hewan-hewan, tetapi berbeda sebagai mahluk hidup. Sebagaimana Pemazmur menujukan dorongannya pada umat yang mengenal upacara-upacara di bawah Taurat, sekarang ia berpaling pada manusia secara umum, menyiratkan bahwa suatu saat lagu-lagu yang sama, yang pada saat itu hanya terdengar di Yudea, akan bergema di setiap penjuru bumi. Dan dalam nubuatan ini kita dikumpulkan ke dalam simfonia yang sama dengan bangsa Yahudi, sehingga kita boleh menyembah Allah dengan korban pujian yang terus-menerus, sampai kita dikumpulkan masuk ke dalam kerajaan surga, di mana kita bersama malaikat pilihan menyanyikan haleluyah yang kekal.

Artikel oleh John Calvin
Terjemahan oleh Tirza Rachmadi







Rabu, 12 Desember 2018

Perjalanan-Nya berabad-abad. [Habakuk 3:6]

Apa yang pernah Ia lakukan dulu, akan Ia lakukan lagi. Jalan manusia berubah-ubah, tetapi jalan Allah kekal selamanya. Ada banyak alasan untuk kebenaran yang memberikan kenyamanan ini: di antaranya adalah — jalan Tuhan adalah hasil dari pertimbangan yang bijak; Dia mengatur segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya. Perbuatan manusia biasanya merupakan hasil yang terburu-buru dari nafsu, atau ketakutan, dan kemudian disusul penyesalan dan perubahan; tetapi tidak ada yang bisa mengejutkan sang Mahakuasa, ataupun terjadi sesuatu di luar apa yang sudah diketahui-Nya. Jalan-Nya adalah hasil dari karakter-Nya yang tidak berubah, dan di dalamnya sifat Allah yang tetap dan mantap terlihat jelas. Jika Sang Abadi sendiri tidak berubah, jalan-Nya, yaitu diri-Nya sendiri dalam bekerja, pasti tetap sama selamanya. Bukankah Ia selama-lamanya adil, murah hati, setia, bijak, lembut? — maka jalan-Nya pasti bisa dikenali berdasarkan kualitas-kualitas tersebut. Makhluk hidup berbuat berdasarkan kodrat mereka: ketika kodrat itu berubah, tindakan mereka berubah juga; tetapi karena Allah tidak ada bayangan karena pertukaran [Yakobus 1:17], jalan-Nya akan selamanya tetap sama. Terlebih lagi tidak ada alasan dari luar yang bisa membalikkan jalan ilahi, karena jalan ilahi adalah perwujudan dari keperkasaan yang tak tertahankan. Sang nabi berkata bahwa bumi dibelah menjadi sungai-sungai, gunung-gunung gemetar, samudera raya mengangkat tangannya, matahari dan bulan berhenti [Habakuk 3:9-11], ketika TUHAN bergerak maju untuk menyelamatkan umat-Nya. Siapa yang bisa menghentikan tangan-Nya, atau berkata kepada-Nya, Apa yang Engkau lakukan? Tetapi bukan keperkasaan saja yang memberikan kestabilan; jalan Allah adalah perwujudan prinsip kebenaran yang abadi dan sebab itulah jalan Allah tidak akan berlalu. Kejahatan membusuk dan menyebabkan kerusakan, tetapi kebenaran dan kebaikan dikelilingi daya hidup yang tak lekang zaman.

Pagi ini marilah kita datang kepada Bapa surgawi dengan keyakinan, mengingat Yesus Kristus yang tetap sama kemarin, hari ini, dan selama-lamanya, dan bahwa di dalam diri-Nya Tuhan selalu bermurah hati terhadap umat-Nya.


December 13, 2018, 05:42:49 AM
Reply #505
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1213

Kamis, 13 Desember 2018

Garam tidak terbatas. [Ezra 7:22]

Garam digunakan untuk setiap persembahan bakaran untuk Tuhan, dan berdasarkan sifatnya yang mengawetkan dan memurnikan itu, garam adalah lencana ucapan syukur atas anugerah ilahi yang ada di dalam jiwa. Layak kita perhatikan bahwa, ketika Artahsasta memberikan garam kepada imam Ezra, ia tidak membatasi jumlahnya, dan kita pun bisa cukup yakin bahwa ketika sang Raja di atas segala raja memberikan anugerah kepada imam-imam-Nya yang setia, persediaannya tidak akan dibatasi oleh Dia. Kita sering serba kurang di dalam diri kita sendiri, tapi tidak pernah kekurangan di dalam Tuhan. Ia yang mengumpulkan banyak manna akan mendapatkan dirinya menemukan sebanyak yang ia harapkan. Di Yerusalem tidak ada kelaparan yang mengharuskan penduduknya makan roti dan minum air yang sudah diukur terlebih dahulu. Beberapa hal dalam ekonomi anugerah memang diukur; misalnya cuka dan racun diberikan kepada kita dengan dosis yang begitu tepat sehingga kita tidak akan mendapatkan terlalu banyak setetes pun, tetapi untuk garam anugerah tidak diberi batas, "Mintalah yang engkau kehendaki dan yang engkau minta akan diberikan kepadamu." Orang tua perlu mengunci lemari buah, dan botol permen, tapi tempat garam tidak perlu dikunci dan digembok, karena hampir tidak ada anak kecil yang rakus akan garam. Seseorang bisa memiliki terlalu banyak uang, atau terlalu banyak harga diri, tetapi ia tidak bisa memiliki terlalu banyak anugerah. Ketika Yesyurun menjadi gemuk dalam kedagingannya, ia menendang ke belakang melawan Allah [Ulangan 32:15], tetapi kita tidak perlu takut seseorang terlalu kenyang dalam anugerah: terlalu banyak anugerah adalah hal yang mustahil. Makin banyak harta menimbulkan makin banyak urusan, tetapi makin banyak anugerah menghasilkan makin banyak sukacita. Hikmat yang meningkat merupakan kesedihan yang meningkat [Pengkhotbah 1:18], tetapi limpahnya ROH KUDUS adalah penuhnya sukacita. Orang percaya, pergilah menghadap ke takhta untuk mendapatkan garam surgawi yang tidak terbatas. Garam itu akan membumbui kesusahanmu, yang rasanya hambar tanpa garam; itu akan mengawetkan hatimu yang akan membusuk jika garam tidak ada, dan garam itu akan membunuh dosa-dosamu seperti garam membunuh reptil. Engkau perlu banyak; mintalah banyak-banyak, dan milikilah banyak-banyak.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 14, 2018, 05:28:20 AM
Reply #506
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1214

Jumat, 14 Desember 2018

Mereka berjalan makin lama makin kuat. [Mazmur 84:7]

Mereka pergi dari satu kekuatan ke kekuatan selanjutnya. [1] Ada beberapa versi terjemahan perkataan ini, tetapi semuanya mengandung makna kemajuan.

Terjemahan versi kita sudah cukup untuk pagi ini. "Mereka pergi dari satu kekuatan ke kekuatan selanjutnya." Artinya, mereka semakin kuat. Biasanya, ketika kita berjalan, kita yang kuat lama-lama menjadi lemah; kita berangkat dengan segar dan dalam keadaan yang baik, tetapi seiring dengan jalan yang semakin sulit dan matahari yang terik, kita duduk di pinggir jalan, dan kemudian melanjutkan perjalanan kita yang melelahkan. Tetapi musafir Kristen yang memperoleh persediaan anugerah yang segar, tetap bertenaga seperti saat ia memulai perjalanan, walaupun telah bertahun-tahun melalui perjalanan dan pergumulan. Ia mungkin tidak terlalu lincah dan gesit, dan juga mungkin ia tidak terlalu bersemangat dan giat seperti sebelumnya, tetapi ia jauh lebih kuat dalam segala hal yang dapat disebut kekuatan sejati, dan terus berjalan, andaikata lebih lambat pun, dengan lebih yakin. Beberapa veteran yang beruban pun masih sangat kuat dalam memegang teguh kebenaran, dan giat dalam menyebarkan kebenaran, seperti ketika mereka masih muda; tetapi, sayang, harus diakui justru sering terjadi yang sebaliknya, banyak orang yang kasihnya mendingin dan kejahatannya semakin melimpah, tetapi hal ini adalah dosa mereka sendiri dan bukan kesalahan dari janji yang sampai sekarang masih tetap setia: "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." [Yesaya 40:30-31] Roh ketakutan duduk dan gelisah sendiri akan masa depannya. "Aduh!" katanya, "kita pergi dari satu kesusahan ke kesusahan selanjutnya." Memang benar, wahai engkau yang kecil imannya, tetapi engkau pergi dari satu kekuatan ke kekuatan selanjutnya juga. Engkau tidak akan pernah menemukan suatu masalah yang tidak dibalut dengan anugerah yang cukup di tengah-tengahnya. Allah akan memberikan kekuatan seorang manusia yang matang dengan beban yang dipikul oleh bahu yang dewasa.
____________________
[1] Dalam KJV, They go from strength to strength.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 15, 2018, 05:34:08 AM
Reply #507
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1215

Sabtu, 15 Desember 2018

Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. [Rut 1:14]

Mereka berdua sayang kepada Naomi, dan mereka berangkat bersama Naomi yang kembali ke tanah Yudea. Tapi masa pencobaan datang; Naomi dengan tidak egois menyatakan kepada mereka berdua tentang ujian yang akan menghadang mereka, dan menawarkan mereka apakah mereka ingin kembali kepada teman-teman Moab mereka demi kemudahan dan kenyamanan mereka. Awalnya mereka berdua menyatakan bahwa mereka akan hidup di tengah-tengah umat Tuhan; tapi setelah berpikir lebih lanjut, Orpa dengan penuh kesedihan dan dengan ciuman yang penuh hormat meninggalkan ibu mertuanya, dan orang-orangnya, dan Allahnya, dan kembali kepada teman-temannya yang menyembah berhala, sementara Rut dengan sepenuh hati menyerahkan dirinya kepada Allah ibu mertuanya. Mencintai jalan Tuhan ketika segalanya berjalan baik, merupakan hal yang cukup berbeda dengan tetap berpegang erat kepada jalan Tuhan di dalam segala putus asa dan kesulitan. Ciuman yang kelihatan itu murahan dan gampang dilakukan, tetapi berpegang erat pada Tuhan secara nyata, yang harus kelihatan dari keputusan yang suci untuk memilih kebenaran dan kekudusan, bukan merupakan perkara yang mudah. Bagaimana dengan kita, apakah hati kita mengarah kepada Yesus, apakah korban hari raya itu terikat dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah [Mazmur 118:27]? Sudahkah kita memperhitungkan harganya, dan apakah kita sungguh-sungguh siap mengalami segala kehilangan duniawi demi Tuan kita? Kita akan mendapatkan kompensasi yang melimpah, sebab harta Mesir tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan. Orpa tidak lagi disebut-sebut; dalam kenyamanan gemilang dan kenikmatan berhala hidupnya meleleh ke dalam suramnya maut; tapi Rut hidup dalam sejarah dan dalam surga, sebab anugerah menempatkan dia dalam jalur silsilah luhur yang melahirkan Raja atas segala raja [Matius 1:5]. Diberkatilah di antara semua perempuan yaitu mereka yang demi Kristus dapat merelakan segalanya; tetapi terlupalah, dan bahkan lebih buruk dari itu, mereka yang pada saat pencobaan melanggar hati nurani dan berpaling kepada dunia. Oh semoga pagi ini kita tidak puas dengan bentuk pengabdian yang mungkin tidak lebih baik daripada ciuman Orpa, tetapi semoga ROH KUDUS mengerjakan di dalam kita yaitu keteguhan dari seluruh hati kita untuk terus berpegang kepada Yesus, Tuhan kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


December 16, 2018, 04:32:54 AM
Reply #508
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1216

Minggu, 16 Desember 2018

Marilah kepada-Ku. [Matius 11:28]

Teriakan agama Kristen adalah kata yang lembut, "Marilah." Hukum Yahudi dengan keras berkata, "Pergilah, perhatikan langkah-langkahmu pada jalan sempit yang harus engkau jalani. Langgar perintah itu, maka engkau akan binasa; patuhi, dan engkau akan hidup." Hukum tersebut adalah sistem yang menakutkan, yang menyetir manusia seperti menggunakan cambuk; injil memikat dengan pita-pita kasih. Yesus adalah Gembala yang baik yang berjalan di depan domba-domba-Nya, yang meminta mereka mengikuti-Nya, dan selalu memimpin mereka maju dengan kata yang manis ini, "Marilah." Hukum mengusir, injil memikat. Hukum memperlihatkan jarak yang terdapat di antara Allah dan manusia; injil menjembatani jurang yang mengerikan itu, dan membawa pendosa menyebranginya.

Sejak saat pertama kehidupan rohanimu hingga engkau diantar kepada kemuliaan, bahasa Kristus untuk engkau adalah, "Marilah, marilah kepada-Ku." Seperti seorang ibu mengajukan jarinya pada anaknya yang kecil dan membujuknya berjalan dengan berkata, "Marilah," begitu pula Yesus. Ia akan selalu berada di depan engkau, meminta engkau untuk mengikuti-Nya seperti tentara yang mengikuti kaptennya. Ia akan selalu berjalan di hadapan engkau untuk meratakan jalanmu, dan membersihkan jalanmu, dan engkau akan mendengar suara-Nya yang hidup memanggil engkau untuk mengikuti Dia sepanjang hidupmu; sementara itu dalam jam kematianmu yang khidmat, Ia mengantar engkau ke dalam dunia surgawi dengan perkataan manis ini — "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku." [Matius 25:34]

Bahkan, lebih jauh, bukan saja ini adalah pekikan Kristus kepadamu, tetapi, jika engkau adalah seorang percaya, ini adalah pekikmu kepada Kristus — "Mari! mari datanglah!" Engkau akan merindukan kedatangan kedua-Nya; engkau akan berkata, "Marilah datang segera, datanglah Tuhan Yesus." [Wahyu 22:20] Engkau akan sangat mengharapkan persekutuan yang lebih dekat dan akrab dengan-Nya. Sama halnya dengan suara-Nya kepadamu, "Marilah," tanggapan engkau kepada-Nya adalah, "Marilah datang, Tuhan, dan tinggallah padaku. Marilah, dan isilah takhta hatiku hanya oleh diri-Mu; memerintahlah di dalamnya tanpa penghalang, dan kuduskanlah diriku seluruhnya untuk pelayanan-Mu."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


December 17, 2018, 05:21:45 AM
Reply #509
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23445
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1217

Senin, 17 Desember 2018

Aku teringat kepada kasihmu. [Yeremia 2:2] [1]

Mari perhatikan bahwa Kristus senang memikirkan Gereja-Nya, dan memandang keindahannya. Seperti burung yang sering kembali ke sarangnya, dan seperti seorang musafir bergegas pulang ke rumahnya, begitu pula pikiran terus-menerus mengejar objek pilihannya. Kita tidak dapat merasa terlalu sering jika memandangi wajah yang kita kasihi; kita selalu ingin hal-hal yang berharga ada dalam pandangan kita. Begitu pula Tuhan Yesus kita. Dari segala kekekalan "kesenangan-Nya adalah anak-anak manusia;" [Amsal 8:31] pikiran-Nya bergulir menuju waktu di saat umat pilihan-Nya dilahirkan ke dalam dunia; Ia melihat mereka pada cermin rencana-Nya. "Dalam kitab-Mu," kata-Nya, "semua [anggota tubuhku] tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya." (Maz 139:16) Ketika di atas alas bumi Ia menaruh daratan [1 Samuel 2:8], Ia berada di sana, dan Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel." [Ulangan 32:8] Berkali-kali sebelum inkarnasi-Nya, Ia turun ke bumi dalam wujud mirip seorang manusia; di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre (Kej 18), di sungai Yabok (Kej 32:24-30), di bawah tembok Yerikho (Yos 5:13), dan di dalam api perapian di Babel (Dan 3:19, 25), Anak Manusia mengunjungi umat-Nya. Karena jiwa-Nya bersuka atas mereka, Ia tidak dapat bersantai jauh dari mereka, karena hati-Nya merindukan umat-Nya. Tak pernah mereka tidak hadir di hati-Nya, karena Ia telah menuliskan nama-nama mereka di atas telapak tangan-Nya, dan mengukirkan di sisi-Nya. Seperti baju zirah yang bertuliskan nama-nama suku Israel merupakan perhiasan paling cemerlang yang dikenakan oleh imam besar, begitu pula nama-nama umat pilihan Kristus adalah permata yang paling berharga bagi-Nya, yang berkilauan di hati-Nya. Kita mungkin sering lupa merenungkan kesempurnaan Tuhan kita, tetapi Ia tidak pernah berhenti mengingat kita. Marilah kita tegur diri kita atas kelalaian di masa lampau, dan berdoa demi anugerah untuk selalu dengan mesra mengingat akan Dia. Tuhan, lukiskanlah di bola mata jiwaku gambar Anak-Mu.
____________________
[1] Dalam KJV, I remember thee, Aku ingat akan engkau.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)