Author Topic: Devosi GRII  (Read 19900 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 18, 2018, 05:02:11 AM
Reply #510
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1218

Selasa, 18 Desember 2018

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaiamu. [Yoel 2:13]

Mengoyakkan pakaian dan tanda-tanda emosi agamawi yang tampak dari luar, mudah untuk dilakukan dan seringkali munafik; tetapi merasakan pertobatan sejati adalah hal yang jauh lebih sulit, dan alhasil jauh lebih tidak lazim. Orang akan taat pada peraturan upacara yang paling rumit dan rinci — sebab hal-hal itu menyenangkan daging — tetapi agama yang sejati terlalu merendahkan hati, begitu menyelidiki hati, terlalu teliti bagi selera manusia daging; mereka lebih suka pamer, yang lemah, dan yang duniawi. Ketaatan lahiriah nyaman untuk sementara; mata dan telinga disenangkan; keangkuhan diri dipuaskan, dan pembenaran diri ditinggikan: tetapi semuanya pada akhirnya menyesatkan, karena dalam saat kematian, dan pada hari penghakiman, jiwa kita membutuhkan sandaran yang lebih substansial daripada sekedar upacara dan ritual keagamaan. Tanpa kesalehan vital, semua agama sungguh sia-sia; demikian pula tanpa hati yang tulus, setiap bentuk ibadah adalah tiruan yang khusyuk dan penghinaan yang lancang kepada Yang Mahabesar di sorga.

Mengoyakkan hati dikerjakan secara ilahi dan dirasakan secara khidmat. Mengoyakkan hati merupakan kesedihan rahasia yang dialami secara pribadi, bukan sekedar merupakan bentuk, tetapi sebagai pekerjaan ROH KUDUS yang mendalam, yang menggerakkan jiwa dalam setiap orang percaya. Mengoyakkan hati bukan hal yang tinggal dibicarakan dan dipercayai saja, melainkan harus dengan tajam dan peka dirasakan setiap anak yang hidup dari Allah yang hidup. Mengoyakkan hati merendahkan diri kita secara dahsyat, dan menghapuskan dosa secara menyeluruh; tetapi juga merupakan persiapan yang manis untuk penghiburan yang penuh rahmat, yang tidak dapat diterima roh-roh yang sombong dan memegahkan diri; mengoyakkan hati juga membedakan secara jelas umat yang dipilih Allah, sebab tindakan ini hanya ada pada mereka.

Ayat ini menyuruh kita mengoyakkan hati kita, tetapi hati kita secara alami keras seperti batu pualam: kalau begitu, bagaimana mungkin dilakukan? Kita harus membawa hati kita ke Kalvari: suara Juruselamat yang sekarat itu pernah mengoyak batu karang, dan saat ini pun sama berkuasanya. Oh Roh yang terpuji, izinkan kami mendengar tangisan kematian Yesus, agar hati kami terkoyak seperti orang mengoyak pakaiannya waktu meratap.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 19, 2018, 06:30:23 AM
Reply #511
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1219

Rabu, 19 Desember 2018

Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN. [Amsal 16:33]

Jika keputusan undi saja merupakan milik TUHAN, siapakah yang mengatur seluruh hidup kita? Jika pembuangan undi yang sederhana dipimpin oleh-Nya, apalagi peristiwa-peristiwa seluruh kehidupan kita—terutama ketika kita diberitahukan Juruselamat yang mulia: "Rambut kepalamu pun terhitung semuanya: tidak ada seekor burung pipit akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu." [Matius 10:29-30] Hai kawan, kalau engkau selalu ingat akan hal ini, pikiranmu akan mengalami ketentraman kudus. Pikiranmu akan dilegakan dari kegelisahan, sehingga engkau bisa berjalan lebih baik dalam kesabaran, ketenangan, dan keceriaan seperti seharusnya seorang Kristen. Ketika seseorang cemas, ia tidak dapat berdoa dengan iman; dan ketika gelisah dengan dunia, ia tidak bisa melayani Tuannya, sebab pikirannya melayani dirinya sendiri. Jika engkau "mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya," maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. [Matius 6:33] Engkau turut campur dalam urusan Kristus, dan mengabaikan urusanmu sendiri ketika engkau resah dengan nasib dan keadaanmu. Engkau mencoba mengerjakan pekerjaan "pemeliharaan" dan lupa bahwa engkau seharusnya taat. Jadilah bijak dan taat, biarkan Kristus mengurus "pemeliharaan"mu. Marilah amati gudang persediaan Bapa, dan tanyai dirimu apakah Dia akan membiarkanmu kelaparan sementara Dia menumpuk begitu banyak kelimpahan di dalam lumbung-Nya? Lihat hati belas kasihan-Nya; periksalah apakah mungkin hati-Nya ternyata kejam! Lihat hikmat-Nya yang tak terselami; periksa apakah hikmat-Nya mungkin bersalah. Lebih dari segalanya, pandanglah kepada Yesus Kristus Perantaramu, dan tanyakan dirimu, sementara Dia memohon, mungkinkah Bapamu tidak bermurah hati kepadamu? Jikalau burung pipit pun Dia ingat, mungkinkah Dia melupakan salah satu anak-Nya yang paling kecil dan malang? "Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah." [Maz 55:22]

        Jiwaku, tenteramlah dalam kerendahanmu,
        bukan harap ataupun hasrat akan hormat atau masyhur;
        Miliki perkenanan dari Kehendak Ilahi,
        jadilah itu muliamu, dan kekayaan itu milikmu.

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


December 20, 2018, 05:11:40 AM
Reply #512
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1220

Kamis, 20 Desember 2018

Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal. [Yeremia 31:3]

Kadang Tuhan Yesus memberitahukan Jemaat-Nya tentang pikiran kasih-Nya. "Dia tidak merasa cukup hanya dengan mengatakannya di belakang punggung jemaat-Nya, maka dalam kehadiran jemaat-Nya Dia berkata, 'Engkau cantik sekali, manisku.' [Kidung Agung 4:7] Memang ini bukan cara-Nya yang biasa; Dia adalah pengasih yang bijak, dan mengetahui kapan harus menyimpan dan kapan harus menyatakan kemesraan kasih-Nya; tapi ada saat-saat Dia tidak merahasiakannya; saat-saat Dia meletakkan kemesraan kasih-Nya tanpa bisa diragukan lagi pada jiwa-jiwa umat-Nya" (Khotbah-khotbah R. Erskine). ROH KUDUS sering kali berkenan, dengan cara yang begitu anggun, menyaksikan bersama roh kita akan kasih Yesus. Dia menyatakan hal-hal mengenai Kristus kepada kita. Tidak ada suara yang terdengar dari awan-awan, dan tidak ada penglihatan pada malam hari, tetapi kita memiliki kesaksian yang lebih yakin daripada kedua hal tadi. Andaikata malaikat terbang dari surga dan memberitahukan seorang kudus secara pribadi akan kasih Juruselamat kepadanya, hal itu bukanlah bukti yang lebih memuaskan daripada bukti yang ditanam di dalam hati oleh ROH KUDUS sendiri. Tanyakan kepada umat Tuhan yang telah hidup begitu dekat dengan gerbang surga, dan mereka akan memberi tahu engkau bahwa mereka telah mengalami masa-masa di mana kasih Kristus merupakan fakta yang begitu jelas yang pasti, sehingga mereka tidak bisa meragukan kasih Kristus lebih daripada mempertanyakan keberadaan mereka. Ya, orang percaya yang terkasih, engkau dan aku telah melewati saat-saat yang menyegarkan karena kehadiran Tuhan, dan kemudian iman kita telah naik ke puncak-puncak jaminan. Kita telah memiliki keyakinan untuk menaruh kepala kita dekat kepada Tuhan, dan kita tidak lagi mempertanyakan kasih Tuan kita kepada kita lebih daripada Yohanes ketika dia dalam postur yang penuh berkat itu; bahkan, jauh dari itu: sebab pertanyaan yang suram itu, "Tuhan, apakah aku yang akan menyangkal Engkau?" telah dibuang jauh dari kita. Ia telah mencium kita dengan kecupan-Nya [Kidung Agung 1:2], dan membunuh keraguan kita dengan keeratan dekapan-Nya. Kasih-Nya lebih manis daripada anggur bagi jiwa kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 21, 2018, 06:15:17 AM
Reply #513
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1221

Jumat, 21 Desember 2018

Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal. [2 Samuel 23:5]

Perjanjian ini sumbernya ilahi. "Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal." Kata yang agung itu: Ia! Berhenti, jiwaku. Allah, Bapa yang kekal, telah dengan pasti berjanji denganmu; ya Allah yang memfirmankan adanya bumi dengan sepatah kata; Dia, yang turun dari kemuliaannya, memegang tanganmu dan membuat suatu perjanjian denganmu. Bukankah perjanjian itu merupakan sebuah tindakan, suatu perendahan diri yang menakjubkan yang dapat memesona hati kita selama-lamanya jika saja kita benar-benar memahaminya? "IA menegakkan bagiku suatu perjanjian." Seorang raja tidak berjanji denganku — yang lumayan juga; tapi Pangeran segala raja di bumi, Shaddai, Allah Maha Cukup, TUHAN segala zaman, ELOHIM abadi, "Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal." Dan perhatikan, perjanjian itu berlaku terhadap orang tertentu. "Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal." Di sinilah manisnya janji itu bagi setiap orang percaya. Bukan apa-apa bagiku kalau Ia berjanji dengan dunia; aku ingin tahu apakah Ia membuat janji itu bagiku! Bukan masalah apakah Ia membuat suatu perjanjian atau tidak, yang ingin saya tahu adalah apakah Ia membuat perjanjian denganku. Bahagialah jaminan yang menyatakan bahwa Ia membuat janji denganku! Jika Allah ROH KUDUS memberikan jaminan ini padaku, maka keselamatan-Nya adalah milikku, hati-Nya milikku, dan diri-Nya sendiri milikku — Ia adalah Allahku.

Perjanjian ini durasinya kekal. Janji yang kekal berarti janji yang tidak ada permulaannya, dan tidak akan, tidak akan pernah berakhir. Di tengah-tengah ketidakpastian hidup, betapa manisnya mengetahui bahwa "dasar yang diletakkan Allah itu teguh," [2 Timotius 2:19] dan memiliki janji dari Allah sendiri, "Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah." [Mazmur 89:34] Seperti Daud yang sekarat, aku akan menyanyikan ini, walaupun seisi rumahku tidak sedemikian di hadapan Allah [1] seperti yang diinginkan hatiku.
____________________
[1] Dalam KJV, bagian awal 2 Samuel 23:5 adalah, Although my house be not so with God; yet he hath made with me an everlasting covenant. Walaupun rumahku tidak demikian di hadapan Allah; Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


December 22, 2018, 04:55:42 AM
Reply #514
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1222

Sabtu, 22 Desember 2018

Aku akan meneguhkan engkau. [Yesaya 41:10]

Allah memiliki syarat kuat untuk melaksanakan pernyataan ini; sebab Dia dapat melakukan segalanya. Hai orang percaya, kalau engkau belum bisa mengeringkan samudera kemahakuasaan-Nya, dan belum bisa memecah-belah kekuatan mahakuasa gunung-gunung-Nya yang menjulang, engkau tidak pernah perlu takut. Jangan pernah berpikir bahwa kekuatan manusia akan bisa mengalahkan kuasa Allah. Selama alas bumi [1 Samuel 2:8] yang raksasa itu berdiri, engkau sudah mempunyai cukup alasan untuk kuat bertahan dalam imanmu. Allah yang mengarahkan bumi pada orbitnya, yang memberi kobaran api pada matahari, dan menghias benda penerang langit, Allah yang sama itulah yang telah berjanji untuk menyediakan engkau kekuatan setiap harinya. Selama Dia menopang alam semesta, jangan engkau bermimpi bahwa Dia ternyata tidak bisa memenuhi janji-Nya sendiri. Ingat apa yang Ia lakukan di zaman dahulu, zaman generasi-generasi awal. Ingat bagaimana Dia berfirman dan terjadilah; bagaimana Dia menyuruh, dan teguhlah. Akankah Dia yang menciptakan dunia menjadi lelah? Dia menggantungkan dunia pada kehampaan [Ayub 26:7]; mungkinkah Dia yang melakukan ini tidak bisa menunjang anak-anak-Nya? Apakah mungkin Dia tidak setia kepada perkataan-Nya karena kuasa-Nya kurang? Siapa yang meneduhkan badai? Tidakkah Dia berkendara di atas sayap angin [Mazmur 18:10], dan menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Nya [Mazmur 104:3], dan memegang samudera dengan lekuk tangan-Nya [Yesaya 40:12]? Bagaimana mungkin Ia lalai akan engkau? Setelah Dia mencatatkan janji yang begitu setia ini, akankah engkau walau sebentar saja berpuas diri dengan berpikir bahwa Dia berjanji terlalu muluk-muluk, dan kekuatan-Nya tidak cukup untuk memenuhi janji-Nya? Jangan! Engkau tidak boleh ragu lagi.

O Engkau ya Allahku dan kekuatanku, aku percaya bahwa janji-Mu ini akan dipenuhi, karena persediaan anugerah-Mu tidak terbatas dan tidak pernah habis, dan luapan gudang penyimpanan kekuatan-Mu tidak dapat dikosongkan kawan-kawan-Mu maupun dirampok musuh-musuh-Mu.

        "Sekarang yang lemah menjadi kuat,
        Dan jadikan lengan TUHAN lagu mereka."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 23, 2018, 04:40:24 AM
Reply #515
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1223

Minggu, 23 Desember 2018

Sahabat, silakan duduk di depan. [Lukas 14:10]

Ketika pertama kali hidup anugerah dimulai di dalam jiwa, kita tentunya mendekat pada Allah, tetapi dengan ketakutan dan kegentaran yang hebat. Jiwa yang merasa bersalah, yang dengan demikian merendahkan dirinya, terperangah dan kehabisan kata-kata oleh keadaannya; yang terbuang ke tanah menyadari kemegahan TUHAN, yang di hadapan hadirat-Nya kita berdiri. Tanpa kepalsuan jiwa itu duduk di tempat yang paling rendah.

Tetapi, dalam kehidupan setelahnya, seiring tumbuhnya orang Kristen itu dalam anugerah, meski ia tidak lupa akan keadaannya saat ia terhening itu, dan tidak kehilangan rasa kagum yang memang harus dimiliki seorang yang sopan ketika ia berada di hadirat Allah yang dapat mencipta dan menghancurkan; kegentaran sudah diambil dari rasa takutnya; dan rasa takutnya itu berubah menjadi rasa hormat yang kudus, dan bukan lagi merupakan kengerian yang membayang-bayangi. Orang Kristen itu dipanggil ke tempat yang lebih tinggi, diizinkan masuk lebih dalam kepada Allah dalam Kristus Yesus. Kemudian abdi Allah itu, sambil berjalan di tengah megahnya sifat Allah dan sambil menutupi wajahnya seperti kerubim yang agung, dengan sayap ganda itu, yaitu darah dan kebenaran Yesus Kristus, akan, dengan hormat dan tunduk dalam roh, menghampiri takhta; dan ketika melihat Allah pengasih, benar, dan pemurah itu, ia akan mendapati karakter perjanjian Allah lebih terwujud daripada sifat ketuhanan-Nya yang mutlak. Ia akan lebih melihat di dalam Allah kebaikan-Nya daripada kehebatan-Nya, dan lebih melihat kasih-Nya daripada keagungan-Nya. Kemudian jiwanya, yang masih tertunduk dengan rendah hati seperti sebelumnya, akan menikmati kebebasan bersyafaat yang lebih suci; sebab ketika bersujud di hadapan kemuliaan Allah yang Tak Terbatas, ia ditopang oleh kesadaran yang menyegarkan akan hadirnya kemurahan dan kasih yang tak lekang, dan oleh betapa nyatanya penerimaan "di dalam Dia yang dikasihi-Nya." [Efesus 1:6] Demikianlah orang percaya itu dimohon untuk duduk di depan, dan dimampukan untuk menikmati hak istimewa untuk bersukacita dalam Allah, dan mendekat kepada-Nya dengan keyakinan suci, sambil berkata, "ya Abba, ya Bapa." [Roma 8:15]

        "Mari kita berjalan makin lama makin kuat,
        dan tiap hari tumbuh dalam kasih karunia,
        Hingga dalam gambar-Nya kita diangkat sepenuhnya,
        memandang Engkau muka dengan muka."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 24, 2018, 05:15:29 AM
Reply #516
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1224

Senin, 24 Desember 2018

Ia, yang oleh karena kamu telah menjadi miskin. [2 Korintus 8:9]

Tuhan Yesus Kristus selamanya kaya, mulia, dan ditinggikan dalam kekekalan; namun, "sekalipun Ia kaya, oleh karena kamu menjadi miskin." [2 Kor 8:9] Sebagaimana orang suci yang kaya tidak bisa memiliki persekutuan yang sejati dengan saudara-saudaranya miskin kecuali dari hartanya sebagian dipakai untuk melayani kebutuhan mereka (aturan yang sama berlaku bagi sang kepala, demikian juga antara anggota-anggotanya), Mustahil Tuhan Ilahi kita dapat bersekutu dengan kita kecuali Dia telah menganugerahkan kita kekayaan-Nya yang melimpah, dan menjadi miskin agar kita kaya. Jika Dia tetap duduk di takhta-Nya yang mulia, dan kita terus berjalan dalam puing-puing kejatuhan tanpa menerima keselamatan-Nya, persekutuan akan mustahil bagi kedua belah pihak. Posisi kita setelah kejatuhan, tanpa perjanjian kasih karunia, menyatakan mustahilnya orang yang telah jatuh berkomunikasi dengan Allah, sebagaimana tidak adanya persamaan antara Belial dengan Kristus [2 Korintus 6:15]. Supaya persekutuan dapat terjadi, sanak keluarga yang kaya harus memberikan harta miliknya pada kerabatnya yang miskin, Juruselamat yang adil harus memberikan saudara-saudaranya yang berdosa kesempurnaan milik-Nya, dan kita, yang miskin dan bersalah, dari kepenuhan-Nya menerima kasih karunia demi kasih karunia [Yohanes 1:16]; oleh karena itu dalam hal memberi dan menerima, Seorang turun dari tempat tinggi, dan seorang lain naik dari tempat rendah, dan keduanya saling memeluk dan menyambut dalam persekutuan yang sejati dan tulus. Kemiskinan harus diperkaya oleh Dia yang di dalam-Nya ada harta yang tak terbatas sebelum persekutuan dapat dimulai; dan rasa bersalah harus mati dalam pembenaran yang diperhitungkan dan diberikan sebelum jiwa dapat menjalani persekutuan secara murni. Yesus harus mengenakan umat-Nya jubah milik-Nya sendiri, kalau tidak Dia tidak dapat mengizinkan mereka masuk ke istana mulia-Nya; dan Dia mesti membasuh mereka dalam darah-Nya, kalau tidak mereka akan terlalu najis untuk disambut dalam persekutuan-Nya.

Wahai orang percaya, inilah kasih [1 Yohanes 4:10]. Oleh karena engkau Tuhan Yesus "menjadi miskin" sehingga Dia boleh mengangkat engkau kepada persekutuan dengan diri-Nya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 25, 2018, 05:13:01 AM
Reply #517
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1225

Selasa, 25 Desember 2018

Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. [Yesaya 7:14]

Hari ini, marilah kita turun ke Betlehem, dan bersama-sama dengan gembala yang terheran-heran dan orang Majus yang terkagum-kagum, marilah kita melihat Dia yang terlahir sebagai Raja Orang Yahudi, sebab dengan iman kita terlibat di dalam Dia, dan dapat bernyanyi, "Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita." [Yesaya 9:6]. Yesus adalah TUHAN yang inkarnasi, Tuhan dan Allah kita, sekaligus saudara dan teman kita; marilah kita mengagumi dan memuji Dia. Dalam pandangan kita yang pertama mari perhatikan pembuahan-Nya yang ajaib. Sesuatu yang tak pernah didengar sebelumnya, tak ada bandingannya, bahwa seorang perawan mengandung dan melahirkan seorang Putera. Dengan begitu janji yang pertama terlaksana, "Keturunan perempuan," [Kejadian 3:15] bukan keturunan laki-laki. Semenjak perempuan yang berani membuka jalan menuju dosa yang menyebabkan Firdaus terhilang, maka perempuan, dan hanya perempuanlah, yang mengantarkan Pemulih Firdaus. Juruselamat kita, yang sungguh-sungguh manusia, adalah Yang Kudus dari Allah dalam natur manusia-Nya [Markus 1:24]. Mari kita dengan khidmat berlutut di hadapan Anak yang kudus yang kemurnian-Nya memulihkan kemanusiaan kepada kemuliaannya yang terdahulu; dan marilah kita berdoa agar Dia boleh membentuk harapan akan kemuliaan di dalam kita. Jangan pula lalai memperhatikan asal-usul orang tua-Nya. Ibunya hanyalah dicatat sebagai seorang "perawan," bukan seorang putri raja, bukan nabiah, bukan juga pemilik tanah yang luas. Betul bahwa darah raja-raja mengalir dalam pembuluh darahnya; dan pikirannya bukannya bodoh maupun tak terpelajar, sebab dia bisa menyanyikan puji-pujian dengan sangat manis; namun betapa sederhana kedudukannya, betapa miskinnya manusia yang dengannya dia bertunangan, dan betapa menyedihkannya penginapan yang disediakan bagi Raja yang baru lahir!

Immanuel, Allah beserta kita dalam natur kita, dalam penderitaan kita, dalam kehidupan kita, dalam penghukuman kita, dalam kuburan kita, dan sekarang bersama kita, atau malahan kita bersama-Nya, dalam kebangkitan, kenaikan, kemenangan, dan kemegahan Kedatangan-Nya yang Kedua.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 26, 2018, 05:24:28 AM
Reply #518
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1226

Rabu, 26 Desember 2018

Adam yang akhir. [1 Korintus 15:45]

Yesus adalah kepala pemerintahan orang-orang pilihan-Nya. Seperti dalam Adam, setiap keturunan darah dagingnya memiliki kepentingan pribadi, karena Adam adalah pemimpin dan wakil ras manusia berdasarkan perjanjian di bawah hukum perbuatan baik; jadi di bawah hukum kasih karunia, setiap jiwa yang ditebus bersatu dengan Tuhan dari surga, sebab Dia adalah Adam Kedua, Penjamin dan Pengganti orang-orang pilihan dalam perjanjian yang baru, yaitu perjanjian kasih. Rasul Paulus menyatakan bahwa bangsa Lewi berada di dalam tubuh Abraham ketika Melkisedek bertemu dengan Abraham [Ibrani 7:10]: maka pastilah benar bahwa orang percaya pun berada di dalam tubuh Kristus, Sang Mediator, ketika dalam kekekalan mula-mula perjanjian kasih karunia itu ditetapkan, disahkan, dan dijalankan selamanya. Karena itu, apapun yang Kristus telah perbuat, Dia telah mengerjakannya untuk seluruh tubuh jemaat-Nya. Kita telah disalib bersama Dia dan dikubur bersama Dia (baca Kol 2:10-13), dan lebih hebatnya lagi, kita dibangkitkan bersama-Nya dan bahkan naik ke takhta yang tinggi bersama-Nya (Ef 2:6). Demikianlah jemaat telah memenuhi hukum Taurat, dan "diterima melalui Dia, yang dikasihi-Nya" [Efesus 1:6]. Demikianlah jemaat dipandang memenuhi syarat oleh TUHAN yang adil, karena TUHAN melihat jemaat dalam Yesus, dan tidak melihat jemaat sebagai bagian yang terpisah dari Sang Kepala perjanjian. Sebagai Penebus Israel yang Diurapi, Yesus Kristus tidaklah terpisah dari jemaat-Nya, tapi semua yang Dia punya Dia simpan untuk mereka. Kebenaran Adam adalah milik kita selagi dia mempertahankannya, dan dosa Adam adalah milik kita ketika dia melakukannya; dan dengan cara yang sama, segala sesuatu mengenai Adam Kedua dan apa yang Dia perbuat, juga adalah milik kita; karena Dia mewakili kita. Inilah dasar perjanjian kasih karunia. Sistem perwakilan dan penggantian penuh belas kasihan ini, yang mendorong Justin Martyr berseru, "O penggantian yang penuh berkat, O pertukaran yang manis!" adalah pokok dari injil keselamatan kita, dan patut diterima dengan iman yang teguh dan bersukaria.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


December 27, 2018, 05:33:21 AM
Reply #519
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1227

Kamis, 27 Desember 2018

Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa? [Ayub 8:11]

Pandan [1] adalah tumbuhan yang berongga seperti sepon, begitu pula orang munafik, tidak ada substansi dan stabilitas padanya. Ia digoyahkan kesana kemari oleh angin, sama seperti pengikut formalisme yang mengalah pada setiap pengaruh; oleh karena alasan ini, pandan tidak rusak oleh angin ribut, demikian juga orang-orang munafik tidak memiliki kesulitan terhadap penganiayaan. Saya tidak akan secara sengaja ingin menjadi penipu atau ditipu; barangkali bacaan hari ini membantu saya untuk menguji apakah saya seorang yang munafik atau tidak. Pandan secara alami hidup dalam air, dan keberadaannya bergantung pada rawa dan kelembaban yang di dalamnya pandan berakar; andaikata rawa itu menjadi kering maka pandan itu langsung layu. Kesuburannya sangat tergantung keadaan. Persediaan air yang melimpah membuatnya bertumbuh dan kekeringan langsung merusaknya. Apakah diriku seperti ini? Apakah saya melayani Tuhan hanya pada saat keadaanku baik, atau pada saat memeluk agama memberi keuntungan dan kehormatan? Apakah saya mencintai Tuhan hanya ketika kenikmatan yang sementara diterima dari tangan-Nya? Jikalau demikian maka saya adalah seorang munafik yang hina, dan seperti pandan yang layu, saya akan binasa ketika kematian mengambil sukacita lahiriah saya. Tetapi dapatkah saya menyatakan bahwa ketika kenyamanan badaniah hanya sedikit, dan sekeliling saya telah lebih merugikan daripada menolong saya, saya akan tetap memang teguh integritas saya? Maka saya telah mengharapkan suatu kesalehan yang murni di dalam diri saya. Pandan tidak dapat tumbuh tanpa rawa, tetapi tumbuhan yang ditanam oleh tangan kanan Tuhan dapat dan akan menjadi subur, bahkan dalam musim kemarau. Orang saleh kerapkali bertumbuh paling baik ketika keadaan sekitarnya memburuk. Orang yang mengikut Kristus demi kantung uang adalah seorang Yudas; orang-orang yang mengikut demi roti dan ikan adalah anak-anak setan; tetapi orang-orang yang mengikuti-Nya berdasarkan cinta kepada-Nya adalah Yang Dikasihi-Nya. Tuhan, biarlah saya menemukan hidup di dalam-Mu, dan bukan di dalam rawa-rawa penerimaan atau keuntungan dunia.
____________________
[1] Dalam KJV, rush, semacam gelagah

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)