Author Topic: Devosi GRII  (Read 20676 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 28, 2018, 05:53:15 AM
Reply #520
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1228

Jumat, 28 Desember 2018

Hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah. [Galatia 2:20]

Ketika Tuhan di dalam kemurahan-Nya lewat dan melihat kita di dalam darah kita, Dia pertama-tama berbicara, “Hiduplah;” dan inilah yang dilakukan-Nya pertama-tama, karena hidup adalah salah satu hal yang paling utama di dalam hal-hal rohani, dan sebelum hidup diberikan, kita tidak mampu mengambil bagian di dalam hal-hal kerajaan. Nah, hidup yang dianugerahkan kepada orang-orang kudus saat mereka dihidupkan tidak lain adalah hidupnya Kristus, yang, seperti getah batang pohon, mengalir kepada kita, ranting-ranting-Nya, dan membentuk sambungan hidup antara jiwa kita dan Yesus. Iman adalah anugerah yang merasakan persatuan ini, sebagai buah sulung yang keluar dari persatuan tersebut. Itulah leher yang menghubungkan tubuh Jemaat dengan Kepalanya yang maha mulia.

        “Oh Iman! Engkau yang terikat dalam persatuan dengan Tuhan,
        Bukankah memang ini jabatanmu? dan sebutanmu yang layak,
        dalam penggunaannya dalam tipologi injil,
        Dan simbol yang cocok — yaitu leher jemaat;
        yang menunjukkan identitas mereka dalam kehendak dan karya
        Naikkah bersama-sama dengan Dia?

Iman berpegang pada Tuhan Yesus dengan genggaman yang kuat dan tegas. Iman mengetahui keunggulan dan nilai-Nya, dan tidak ada pencobaan yang bisa membuatnya menaruh kepercayaannya di tempat lain; dan Yesus Kristus begitu berkenan akan anugerah sorgawi ini, sehingga Dia tidak pernah berhenti menguatkan dengan pelukan-Nya yang penuh cinta kasih dan topangan lengan kekal-Nya yang serba cukup. Maka di sini dibangun sebuah persatuan yang hidup, peka, dan bergemar, yang menyemburkan cucuran kasih, keyakinan, simpati, kepuasan, dan sukacita, yang baik pengantin wanita maupun Pengantin Pria suka meminumnya. Ketika jiwa dapat secara jelas merasakan kesatuan antara dirinya dan Kristus ini, keduanya dapat merasakan debar jantung yang berdetak, dan satu aliran darah yang mengalir melalui pembuluh masing-masing. Ketika itu hati berada dekat dengan surga seperti dengan bumi, dan dipersiapkan untuk menerima persekutuan yang paling agung dan rohani.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




December 29, 2018, 05:16:21 AM
Reply #521
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1229

Sabtu, 29 Desember 2018

Sampai di sini TUHAN menolong kita. [1 Samuel 7:12]

Kata "sampai di sini" seperti tangan yang menunjuk ke arah masa lampau. Baik dua puluh ataupun tujuh puluh tahun, "sampai di sini TUHAN sudah menolong!” Melewati kemiskinan, melewati kekayaan, melewati sakit penyakit, melewati kesehatan, di rumah, di luar negeri, di darat, di laut, dalam status terhormat, dalam keadaan dihina, dalam kebingungan, dalam sukacita, dalam ujian, dalam kemenangan, dalam doa, dalam pencobaan, “sampai di sini TUHAN telah menolong kita!” Kita senang memandang jalan panjang yang dihiasi pepohonan. Memang menggembirakan melihat dari jauh dari ujung ke ujung suatu pemandangan, semacam kuil yang hijau, dengan cabang dari pilar-pilarnya dan busur dari daun-daunnya; apalagi melihat jalan panjang hidupmu, dahan belas kasihan di atas kepalamu dan pilar-pilar kasih setia yang menopang sukacitamu. Adakah burung-burung bernyanyi di atas cabang-cabangmu? Pasti ada banyak, semuanya menyanyikan belas kasihan yang diterima “sampai di sini.”

Tetapi kata ini juga menunjuk ke masa depan. Karena ketika orang sampai ke suatu tempat dan menulis “sampai di sini,” artinya dia belum sampai titik akhir, masih ada perjalanan yang akan dilaluinya. Lebih banyak ujian, lebih banyak sukacita; lebih banyak pencobaan, lebih banyak keberhasilan; lebih banyak doa, lebih banyak jawaban; lebih banyak kerja keras, lebih banyak kekuatan; lebih banyak pertarungan, lebih banyak kemenangan; dan kemudian datanglah sakit penyakit, usia lanjut, dan kematian. Tamatkah? Belum! Masih ada kebangkitan yang akan datang di dalam keserupaan dengan Kristus, takhta, kecapi, nyanyian, mazmur, jubah putih, wajah Yesus, kumpulan orang-orang kudus, kemuliaan Allah, kegenapan kekekalan, kebahagiaan yang tak terhingga. Oh, kuatkan hatimu, hai orang percaya, dan dengan penuh keyakinan dan syukur kita dirikan “Eben-Haezer,” sebab—

        Dia yang sampai saat ini telah menolongmu
        Akan menolongmu sepanjang perjalananmu.

Ketika dibaca dalam sinar sorgawi, betapa mulia dan hebatnya pengharapan “sampai di sini” yang akan tersingkap di hadapan matamu yang bersyukur!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 30, 2018, 04:37:54 AM
Reply #522
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1230

Minggu, 30 Desember 2018

Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. [Pengkhotbah 7:8]

Lihatlah kepada Tuhan dan Rajanya Daud; lihatlah permulaannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan [Yesaya 53:3]. Mau lihat akhirnya? Ia duduk di sebelah kanan Bapa, menanti hingga musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya [Mazmur 110:1]. "Sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini." [1 Yohanes 4:17] Engkau harus menanggung salib, kalau tidak engkau tidak akan dimahkotai; engkau harus menyeberangi lumpur, kalau tidak engkau tidak akan berjalan di atas lantai emas. Maka itu bersukalah, hai orang Kristen yang malang. “Akhir suatu hal lebih baik daripada awalnya.” Lihat ulat yang merayap, betapa hina kelihatannya! Itu baru permulaannya. Perhatikan serangga yang sayapnya menawan itu, bermain di bawah sinar matahari, menghirup isi bunga, penuh kebahagiaan dan hidup; itulah akhirnya. Ulat itu adalah dirimu sendiri, sampai engkau dibungkus kepompong kematian; namun ketika Kristus muncul engkau akan menjadi seperti Dia, karena engkau akan melihat Dia sebagaimana diri-Nya. Jadilah puas untuk menjadi seperti ulat, bukan manusia, agar seperti ulat itu engkau puas ketika engkau bangkit dalam rupa diri-Nya. Berlian yang terlihat kasar ditaruh di atas roda tukang permata. Ia mengikis setiap sisinya. Berlian itu kehilangan banyak bagiannya — yang kelihatannya berharga. Kemudian seorang raja dimahkotai; mahkota itu ditaruh di atas kepala raja dengan bunyi terompet sukacita. Sinar yang berkilauan terpancar dari mahkota itu, dan pancaran itu keluar dari berlian yang barusan jengkel sekali dengan tukang permata. Engkau dapat membandingkan dirimu dengan berlian semacam itu, karena engkau adalah salah satu anak Allah; dan inilah saat proses pemotongan. Biarkanlah iman dan kesabaran bekerja dengan sempurna, karena pada hari ketika mahkota itu ditaruh di atas kepala Raja yang Kekal, Abadi, dan Tak Nampak itu, satu sinar kemuliaan akan mengalir dari engkau. “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri,” Firman Tuhan, "pada hari yang Kusiapkan." [Maleakhi 3:17] “Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



December 31, 2018, 05:51:44 AM
Reply #523
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/1231

Senin, 31 Desember 2018

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” [Yohanes 7:37]

Kesabaran bekerja sempurna di dalam Tuhan Yesus, dan hingga hari perjamuan terakhir ia memohon kepada orang Yahudi, seperti pada hari terakhir dari tahun ini ia juga memohon kepada kita, dan menunggu saatnya Dia bermurah hati kepada kita. Sungguh mengagumkan kesabaran Juruselamat terhadap kita tahun demi tahun, di tengah hasutan, pemberontakan, dan perlawanan kita terhadap ROH KUDUS-Nya. Aneh bin ajaib kita masih berada di ladang belas kasihan!

Belas kasihan mengungkapkan dirinya dengan terus terang, ketika Yesus berseru, yang bukan saja menunjukkan betapa keras suara-Nya, tapi juga betapa lembut nada-Nya. Ia memohon dengan sangat agar kita diperdamaikan. “Kami meminta kepadamu,” kata Rasul itu, “seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami.” [2 Korintus 5:20] Betapa sungguh-sungguh dan memilukan kata-kata ini! Betapa dalamnya kasih yang membuat Tuhan menangisi para pendosa, seperti seorang ibu yang membujuk anaknya datang ke pangkuannya! Terhadap seruan permohonan itu hati kita yang rela pasti akan datang.

Kebutuhan disediakan melimpah ruah; semua yang manusia butuhkan disediakan untuk memuaskan dahaga jiwanya. Bagi hati nuraninya penebusan membawa damai sejahtera; bagi pikirannya injil mengumandangkan pengajaran yang terkaya; bagi hatinya pribadi Yesus adalah objek cinta kasih yang paling mulia; bagi seluruh tubuh kebenaran seperti yang ada pada Yesus memberikan nutrisi yang paling murni. Dahaga itu mengerikan, namun Yesus dapat menghilangkannya. Meskipun jiwa sangat kelaparan, Yesus dapat memulihkan.

Seruan ini berlaku bebas, sebab semua orang yang dahaga dipersilakan datang. Seruan ini tidak diperuntukkan kepada khalayak tertentu, hanya disebut untuk yang dahaga. Apakah dahaga datang dari serakah, ambisi, pelesir, ilmu, atau istirahat, orang yang dahaga diundang. Dahaga itu pada dirinya buruk, dan bukan merupakan tanda anugerah, melainkan tanda dari dosa besar yang ingin dipuaskan oleh nafsu yang merupakan kekeringan yang lebih dalam lagi; namun bukanlah kebaikan dari makhluk ciptaan tersebut yang mendatangkan undangan, melainkan Tuhan Yesus mengirimkannya dengan cuma-cuma, tanpa membeda-bedakan penerimanya.

Pribadi Yesus dinyatakan sepenuhnya. Pendosa harus datang kepada Yesus, bukan kepada perbuatan, peraturan, atau doktrin, melainkan kepada seorang pribadi Penebus, yang oleh diri-Nya sendiri menanggung dosa kita dalam tubuh-Nya di atas kayu salib. Juruselamat yang bercucuran darah, mati, dan bangkit, adalah satu-satunya bintang pengharapan bagi seorang pendosa. Oh sekarang datanglah anugerah dan minumlah, sebelum matahari terbenam pada hari terakhir tahun ini!

Tidak diharuskan menunggu atau bersiap-siap. Minum berarti menerima tanpa syarat kelayakan. Seorang bebal, seorang pencuri, seorang pelacur dapat minum; demikianlah dosa pada sifatmu bukanlah penghalang undangan untuk percaya kepada Yesus. Kita tidak butuh piala emas, atau yang berhiaskan permata, untuk memberikan air kepada orang yang haus; mulut yang melarat dipersilakan membungkuk dan meneguk luapan aliran air. Bibir yang melepuh, kusta, ataupun kotor boleh menyentuh aliran kasih ilahi; bibir mereka tidak dapat mencemarkannya, justru bibir mereka akan dimurnikan. Yesus adalah mata air pengharapan. Pembaca yang terkasih, dengarlah suara Penebus yang penuh kasih ketika Ia berseru kepada masing-masing dari kita,

        “BARANGSIAPA HAUS,
        BAIKLAH IA
        DATANG KEPADA-KU
        DAN MINUM.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


January 01, 2019, 06:05:13 AM
Reply #524
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0101

Senin, 1 Januari 2018

Dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan. [Yosua 5:12]

Pengembaraan umat Israel yang melelahkan sudah berakhir, dan istirahat yang dijanjikan pun diperoleh. Tak ada lagi kemah yang berpindah-pindah, ular-ular tedung, bangsa Amalek yang ganas, dan padang gurun lolongan: mereka tiba pada negeri yang mengalir susu dan madunya, dan mereka makan hasil bumi negeri itu. Mungkin tahun ini, hai para pembaca Kristen yang terkasih, hal ini akan terjadi pada engkau atau saya. Prospek tahun ini adalah sukacita, apalagi jika iman kita kerjakan secara aktif, tentunya iman menghasilkan kesenangan yang lengkap. Bersama dengan Yesus di dalam peristirahatan yang tetap bagi umat Allah, memang merupakan sebuah pengharapan yang menghibur, apalagi berkat ganda dari penantian akan kemuliaan yang tiba sesegera ini. Ketidakpercayaan gemetar di Sungai Yordan yang terus mengalir di antara kita dan negeri yang baik itu, tetapi yakinlah, segala sakit yang kita alami sudah lebih banyak daripada segala sakit yang dapat disebabkan oleh maut. Mari halau segala ketakutan dari pikiran kita, dan bergiranglah dengan sukacita besar yang melimpah, dengan harapan bahwa tahun ini akan kita mulai "bersama Tuhan selama-lamanya."

Sebagian orang tahun ini akan tetap tinggal di bumi, untuk melayani Tuhan. Jika kita merupakan bagian dari mereka, tidak ada alasan ayat Tahun Baru ini tidak berlaku bagi kita. "Kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian." [Ibrani 4:3] ROH KUDUS adalah tanda bahwa kita memiliki warisan, Dia yang memberi kita "kemuliaan yang dimulai dari bawah." Di surga mereka aman, demikian pula kita yang dipelihara di dalam Yesus Kristus; di sana mereka menang atas musuh-musuh mereka, dan kita pun mendapat kemenangan demi kemenangan. Roh-roh surgawi menikmati persekutuan dengan Tuhan mereka, dan tidak dipungkiri kita juga; mereka beristirahat dalam kasih-Nya, dan kita memiliki damai yang sempurna di dalam Dia: mereka menyanyikan pujian bagi-Nya, dan kita juga memiliki hak istimewa untuk memuji-Nya. Tahun ini kita akan mengumpulkan buah-buah surga di tanah bumi ini, di mana iman dan pengharapan menjadikan padang gurun seperti kebun milik Tuhan. Pada zaman dahulu setiap orang telah makan roti malaikat, [Mazmur 78:25] sekarang kenapa tidak? O semoga anugerah diberikan bagi kita untuk menyantap Yesus, dan untuk makan buah-buah dari negeri Kanaan pada tahun ini!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 02, 2019, 06:03:16 AM
Reply #525
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0102

Rabu, 2 Januari 2019

Bertekunlah dalam doa. [Kolose 4:2]

Menarik untuk diperhatikan betapa besar bagian dari Kitab Suci yang berisi persoalan tentang doa, baik dalam contoh-contoh pelengkap, titah-titah untuk ditegakkan, maupun janji-janji yang dinyatakan. Kita tidak bisa dibilang sudah membuka Alkitab kalau belum membaca "Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN;" [Kejadian 4:26], dan tepat sebelum kita mengakhiri Alkitab, terdengarlah kata "Amin" dari sebuah permohonan yang serius di telinga kita. Ada banyak contoh. Kita temukan Yakub yang bergulat—Daniel yang berdoa tiga kali sehari—dan Daud yang dengan segenap hatinya memanggil Allah. Di gunung kita melihat Elia; di penjara bawah tanah ada Paulus dan Silas. Ada banyak perintah dan segudang janji. Apa yang hendak diajarkan pada kita, selain bahwa doa itu penting dan perlu dalam kesucian? Kita yakin bahwa apapun yang Allah tonjolkan dalam firman-Nya, dimaksudkan untuk menjadi sesuatu yang mencolok dalam hidup kita. Bila Ia banyak bicara mengenai doa, itu adalah karena Ia tahu betapa kita membutuhkan doa. Betapa dalamnya kebutuhan kita, sehingga kita tidak boleh berhenti berdoa selama kita belum berada di surga. Engkau tidak butuh doa apapun? Kalau begitu, saya khawatir engkau tidak tahu hal apa yang kurang padamu. Engkau tidak meminta belas kasih apapun dari Allah? Kalau begitu, semoga belas kasih Tuhan menunjukkan betapa malang dirimu! Jiwa yang tak berdoa adalah jiwa tanpa Kristus. Doa adalah celoteh bayi yang percaya, seruan orang percaya yang berperang, kidung penghiburan orang suci sekarat yang jatuh tertidur di dalam Yesus. Doa adalah nafas, semboyan, penghiburan, kekuatan, dan kehormatan seorang Kristen. Jika engkau seorang anak Allah, engkau akan mencari wajah Bapamu, dan tinggal di dalam kasih-Nya. Berdoalah di tahun ini engkau menjadi suci, rendah hati, tekun, dan sabar; memiliki persekutuan yang lebih dekat dengan Kristus, dan lebih sering masuk dalam rumah perjamuan kasih-Nya. Berdoa agar engkau menjadi contoh dan berkat bagi orang lain, dan supaya engkau hidup lebih memuliakan Tuanmu. Motto bagi tahun ini harus "Bertekunlah dalam doa."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 03, 2019, 05:38:29 AM
Reply #526
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0103

Kamis, 3 Januari 2019

Aku memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia. [Yesaya 49:8]

Yesus Kristus sendiri ialah keseluruhan dan hakekat dari perjanjian itu, dan sebagai salah satu pemberiannya. Dia adalah milik setiap orang percaya. Hai orang percaya, dapatkah engkau menghitung apa yang telah kauperoleh di dalam Kristus? "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan." [Kolose 2:9] Pertimbangkan kata "Allah" dan artinya yang tidak terbatas, lalu renungkan seorang "manusia sempurna" dan segala keindahan-Nya; sebab segala yang Kristus, sebagai Allah dan manusia, pernah miliki atau dapat miliki, merupakan milikmu—berdasarkan kasih karunia yang cuma-cuma dan murni, yang hak miliknya diserahkan kepada engkau sebagai suatu kepunyaan untuk selama-lamanya. Yesus kita yang terpuji, sebagai Allah, Ia maha tahu, maha hadir, maha kuasa. Tidakkah engkau terhibur mengetahui bahwa segala atribut yang hebat dan mulia tersebut semuanya adalah milikmu? Bukankah Ia punya kuasa? Kuasa itu menjadi milikmu untuk menopang dan menguatkanmu, menang atas musuh-musuhmu, dan memeliharamu untuk bertahan bahkan hingga akhir. Bukankah Ia punya kasih? Ya, tidak ada setetespun kasih dalam hati-Nya yang bukan milikmu; engkau boleh menyelami lautan kasih-Nya yang luas, dan boleh berkata, "semua ini milikku." Bukankah Ia punya keadilan? Kelihatannya ini atribut yang ketat, namun demikian ini juga milikmu, sebab Ia dengan keadilan-Nya akan memastikan bahwa segala yang dijanjikan-Nya padamu dalam perjanjian anugerah pasti senantiasa terjamin bagimu. Dan segala yang Ia miliki sebagai manusia sempurna adalah milikmu. Sebagai manusia yang sempurna, kesukaan Bapa ada atas Dia. Ia diterima oleh Yang Maha Tinggi. Hai orang percaya, Allah menerima Kristus berarti Allah menerima engkau; sebab tidakkah engkau tahu bahwa kasih Allah yang melekat pada Kristus yang sempurna, juga dilekatkan-Nya pada engkau sekarang? Sebab segala yang Kristus lakukan adalah milikmu. Kebenaran sempurna yang Yesus kerjakan, ketika sepanjang hidupnya yang tak bernoda Ia menjaga dan menghormati hukum, adalah milikmu dan diperhitungkan kepadamu. Kristus ada di dalam perjanjian itu.

        "Allahku, aku milik-Mu—betapa ilahi penghiburan ini!
        Sungguh berkat yang besar, tahu Juruselamat adalah milikku!
        Dalam Domba surga kebahagiaanku berlipat ganda,
        Dan hatiku menari mendengar suara nama-Nya."

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 04, 2019, 05:25:40 AM
Reply #527
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0104

Jumat, 4 Januari 2019

Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. [2 Petrus 3:18]

"Bertumbuhlah dalam kasih karunia"—bukan hanya dalam satu kasih karunia, tetapi dalam segala kasih karunia. Bertumbuhlah dalam kasih karunia akarnya, iman. Percayalah lebih yakin akan janji-janji daripada sebelumnya. Hendaklah iman bertambah dalam kepenuhan, keteguhan, kesederhanaan. Bertumbuhlah juga di dalam kasih. Mintalah agar kasihmu menjadi lebih luas, lebih intens, lebih nyata, memengaruhi setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan. Demikian juga bertumbuhlah dalam kerendahan hati. Berusahalah untuk berada dalam kerendahan, ketahuilah lebih banyak bahwa dirimu tidak ada apa-apa. Selagi engkau bertumbuh ke arah bawah dalam kerendahan hati, usahakanlah juga pertumbuhan ke arah atas—lebih dekat dengan Allah dalam doa dan lebih intim bersekutu dengan Yesus. Semoga Allah ROH KUDUS membuat engkau dapat "bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita." Barangsiapa yang tidak bertumbuh dalam mengenal Yesus, ia menolak berkat. Mengenal Dia adalah "hidup kekal," dan semakin mengenal Dia berarti semakin bahagia. Orang yang tidak rindu untuk lebih mengenal Kristus, belum mengenal apa-apa tentang Dia. Siapapun yang pernah mengecap anggur ini akan semakin haus akannya, sebab meskipun Kristus memang memuaskan dahaga, kepuasan itu tidak menghilangkan selera, justru meningkatkan selera. Jika engkau kenal kasih Yesus—seperti rusa yang merindukan sungai yang berair [Mazmur 42:1], engkau pun akan rindu meneguk kasih-Nya lebih dalam. Apabila engkau tidak ingin mengenal Dia lebih baik lagi, pasti engkau tidak mengasihi Dia, karena kasih selalu berseru, "Lebih dekat, lebih dekat." Tiadanya Kristus adalah neraka; tetapi hadirnya Yesus adalah surga. Maka jangan berhenti dan berpuas tanpa mengenal makin dalam akan Yesus. Usahakanlah mengenal Dia lebih banyak di dalam natur ilahi-Nya, dalam relasi-Nya dengan manusia, dalam pekerjaan-Nya yang genap, dalam kematian-Nya, dalam kebangkitan-Nya, dalam syafaat-Nya yang mulia saat ini, dan dalam datangnya kerajaan-Nya pada masa yang akan datang. Terus tinggal di sebelah Salib, dan selidiki misteri luka-luka-Nya. Kasih yang semakin besar kepada Yesus, dan pengertian yang lebih sempurna akan kasih-Nya kepada kita, adalah salah satu ujian terbaik bagi pertumbuhan di dalam kasih karunia.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




January 05, 2019, 05:42:14 AM
Reply #528
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0105

Sabtu, 5 Januari 2019

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. [Kejadian 1:4]

Terang tentu saja baik sebab terang timbul dari deklarasi kebaikan, "Jadilah terang" [Kejadian 1:3]. Kita yang menikmati terang harus lebih bersyukur lagi karenanya, dan melihat Allah lebih banyak dalam terang dan melalui terang. Secara fisik Salomo berkata bahwa terang itu menyenangkan, [Pengkhotbah 11:7] tetapi terang injil lebih berharga tiada taranya, karena hal-hal kekekalan dinyatakan olehnya, dan terang injil merawat kodrat kita yang abadi. Saat ROH KUDUS memberi kita terang rohani, dan membuka mata kita untuk melihat kemuliaan Allah dalam wajah Yesus Kristus, kita melihat dosa dalam warna-warna aslinya, dan diri kita dalam posisi yang sebenarnya; kita melihat Allah Maha Kudus sebagaimana Ia mengungkapkan diri-Nya, rencana pengampunan sebagaimana dikemukakan-Nya, dan dunia yang akan datang sebagaimana digambarkan Firman. Terang rohani memiliki banyak sorot cahaya dan warna-warni prismanya, baik pengetahuan, sukacita, kekudusan, maupun kehidupan, dan semuanya itu baik. Jika terang yang kita terima itu baik, apalagi Sang esensi dari terang itu, betapa mulia tentunya tempat di mana Ia mengungkapkan diri-Nya. Oh Tuhan, karena terang sungguh baik adanya, berilah kami lebih banyak terang, dan lebih banyak diri-Mu, Sang terang sejati.

Ketika hal yang baik berada di dalam dunia, pemisahan pasti terjadi. Terang dan gelap tidak dapat bersekutu; Allah telah memisahkan mereka, janganlah kita mencampuradukkan keduanya. Anak-anak terang janganlah bersekutu dengan perbuatan, ajaran, ataupun tipu daya dari kegelapan. Anak-anak siang harus menguasai diri, jujur, dan tegas dalam pekerjaan Tuhan mereka, dan menyerahkan pekerjaan kegelapan kepada mereka yang akan tinggal dalam kegelapan selama-lamanya. Gereja-gereja kita semestinya memisahkan terang dari gelap melalui disiplin, dan dengan pemisahan yang jelas dengan dunia, kita juga harus melakukan hal yang sama. Dalam menilai, dalam bertindak, dalam mendengar, dalam mengajar, dan dalam bergaul, kita harus membedakan antara yang mulia dan yang keji, dan memelihara keterpisahan besar yang telah Tuhan buat pada hari pertama dunia diciptakan. Oh Tuhan Yesus, jadilah terang kami sepanjang kami melewati keseluruhan hari ini, karena terang-Mu adalah terang manusia. [Yohanes 1:4]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 06, 2019, 04:54:09 AM
Reply #529
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0106

Minggu, 6 Januari 2019

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. [1 Petrus 5:7]

Salah satu cara menyenangkan untuk meringankan kesedihan adalah ketika kita merasakan—”DIA memelihara aku.” Hai orang Kristen! jangan mempermalukan agamamu dengan menunjukkan alis kuatirmu; marilah, serahkan segala beban kepada Tuhanmu. Engkau terhuyung-huyung mengangkut beban yang kalau Bapamu yang mengangkut Dia tidak akan merasakan apa-apa. Apa yang bagimu seperti beban yang meremukkan, bagi Dia beban itu seperti debu timbangan yang kecil. Tiada hal semanis

        “Berbaring tentram dalam tangan Allah,
        Dan mengetahui hanya kehendak-Nya.”

Oh anak yang menderita, sabarlah; Allah tidak lalai akan engkau dalam pemeliharaan-Nya. Dia yang memberi makan burung pipit, juga akan melengkapimu dengan apa yang kauperlukan. Jangan duduk putus asa; berharaplah, berharap terus. Bawalah tentara iman menghadap lautan masalah, dan perlawananmu akan segera mengakhiri deritamu. Ada Seorang yang memelihara engkau. Mata-Nya terpancang padamu, jantung-Nya berdetak mengasihani dukamu, dan tangan-Nya yang maha kuasa akan membawakan bantuan yang engkau butuhkan. Awan tergelap akan bubar dengan sendirinya oleh hujan belas kasih. Kesuraman terhitam akan mengalah kepada datangnya pagi. Jika engkau adalah salah satu anggota keluarga-Nya, Dia akan membalut luka-lukamu, dan menyembuhkan patah hatimu. Jangan ragukan anugerah-Nya karena engkau sengsara, tetapi percaya bahwa Dia mengasihi engkau di saat-saat sulit sebanyak saat engkau bahagia. Betapa tentram dan tenangnya hidup yang akan engkau jalani jika engkau membiarkan dirimu dipelihara Allah Sang Pemelihara. Dengan sedikit minyak dalam buli-buli, dan segenggam tepung dalam tempayan [1 Raja-raja 17:12], Elia hidup melampaui masa paceklik, dan engkau pun akan melampauinya. Jika Tuhan memeliharamu, kenapa engkau masih pula khawatir? Dapatkah engkau mempercayakan pada-Nya jiwamu, bukan ragamu? Dia tidak pernah menolak menanggung beban-bebanmu, Dia tidak pernah terlengar oleh berat beban-bebanmu. Oleh sebab itu, marilah, hai jiwa! cukup sudah rasa kuatir yang rewel, dan tinggalkan semua kekuatiranmu pada tangan Allah yang murah hati.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)