Author Topic: Devosi GRII  (Read 20677 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 17, 2019, 05:17:32 AM
Reply #540
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0117

Kamis, 17 Januari 2019

Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion. [Wahyu 14:1]

Rasul Yohanes mendapat hak istimewa untuk melihat ke dalam pintu gerbang surga, dan ketika melukiskan apa yang dia lihat, dia memulai dengan berkata, "Dan aku melihat: Sesungguhnya, Anak Domba!" Ini mengajarkan kita bahwa objek utama perenungan dalam kondisi surgawi adalah “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” [Yohanes 1:29] Tidak ada yang lain yang menarik perhatian sang rasul sebesar Pribadi dari Makhluk Ilahi itu, yang telah menebus kita dengan darahnya. Dia adalah tema segala lagu roh yang dimuliakan dan malaikat suci. Orang Kristen, inilah sukacita bagimu; engkau memandang, dan engkau melihat Sang Domba. Melalui air matamu, matamu telah melihat Anak Domba Allah menghapus dosa-dosamu. Bergembiralah. Sebentar lagi, ketika air matamu telah diusap dari matamu, engkau akan melihat Domba yang sama ditinggikan di takhta-Nya. Adalah sukacita hatimu untuk mengadakan persekutuan hari lepas hari bersama Yesus; engkau akan mendapat sukacita yang sama dalam tingkat yang lebih tinggi di surga; engkau akan menikmati terus penglihatan keberadaan-Nya; engkau akan bersama-sama dengan Dia selamanya. “Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba!” Sungguh heran, Domba itu sendiri adalah surga; sebab sebaik Rutherford [1] berkata, ”Surga dan Kristus adalah hal yang sama;” bersama dengan Kristus adalah berada di surga, dan berada di surga adalah bersama dengan Kristus. Orang yang dipenjarakan karena Tuhan itu menulis dengan manisnya dalam salah satu suratnya yang berkilauan—”O Tuhanku Yesus Kristus, jika aku dapat berada di surga tanpa Engkau, itu akan menjadi neraka; dan jika aku dapat berada di neraka, dan tetap memiliki-Mu, itu akan menjadi surga bagiku, sebab Engkaulah segala surga yang kuingini.” Hal itu benar, bukan, hai Orang Kristen? Bukankah jiwamu juga berkata demikian?

        “Bahkan semua kecapi surgawi
        Tidak dapat membuat sebuah tempat menjadi surga,
        Jika Allah tidak hadir di kediaman-Nya,
        Atau menyembunyikan wajah-Nya.”

Yang engkau butuhkan untuk membuat engkau diberkati, diberkati dengan amat sangat, adalah “tinggal bersama dengan Kristus.”
____________________
[1] Samuel Rutherford, pengarang dan pendeta Presbiterian Inggris, c1600-1661

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


January 18, 2019, 05:37:00 AM
Reply #541
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0118

Jumat, 18 Januari 2019

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. [Ibrani 4:9]

Betapa lainnya kondisi orang percaya di surga dibandingkan dengan kondisi di sini! Di sini, dia lahir untuk bekerja dan menjadi letih, tetapi di negeri kekekalan, kecapekan itu tidak pernah dikenal. Meski dia gelisah ingin melayani Tuannya, dia mendapati kekuatannya tidak sebanding dengan semangatnya. Tangisannya yang terus-menerus ialah: "Tolong aku melayani-Mu, oh Allahku.” Jika dia sungguh aktif, dia akan memiliki banyak pekerjaan; tidak terlalu banyak seperti niatnya, tetapi lebih dari cukup berdasarkan kekuatannya, sehingga dia akan berteriak, “Aku tidak letih karena pekerjaan ini, tapi aku keletihan dalam pekerjaan ini." Ah, orang Kristen! Hari keletihan yang panas ini tidaklah berlangsung selamanya; matahari sudah mendekati cakrawala, dan akan terbit lagi dengan hari yang lebih cerah daripada yang pernah Anda lihat pada tanah yang penghuninya siang malam melayani Allah -- akan tetapi, pada saat yang sama, beristirahat dari kerja kerasnya. Di sini, istirahat hanyalah sebagian, di sana, istirahat itu sempurna. Di sini, orang Kristen selalu gelisah; dia merasa ada saja yang belum dicapai, tetapi di sana, semuanya beristirahat; mereka telah mencapai puncak gunung itu; mereka telah naik ke pangkuan Allah mereka. Mereka tidak bisa naik lebih tinggi lagi. Ah, pekerja yang lelah, pikirkan sajalah saat Anda akan beristirahat selama-lamanya! Bisakah Anda membayangkan semua itu? Itulah peristirahatan yang kekal; peristirahatan yang “tinggal tetap”. Di sini, kenikmatan terbesarku tertera "fana" di keningnya. Bunga yang indah melayu; cangkirku yang mungil menyisakan ampasnya; burung-burungku yang paling manis terjatuh oleh panah Maut; hari-hariku yang paling menyenangkan terisi bayang-bayang malam; dan gelombang pasang kenikmatanku surut menjadi duka. Tapi di sana, segalanya abadi; harpa tidak pernah berkarat, mahkota tidak keropos, mata tidak lesu, suara tidak meluruh, hati tidak gamang, dan makhluk-makhluk yang kekal itu seluruhnya seutuhnya menyerapi kegembiraan yang tak terbatas. Hari yang bahagia! Bahagia! saat kematian ditelan kehidupan, dan Sabat Kekal akan dimulai.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




January 19, 2019, 05:13:50 AM
Reply #542
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0119

Sabtu, 19 Januari 2019

Kucari, tetapi tak kutemui dia. [Kidung Agung 3:1]

Beritahu saya di mana engkau kehilangan persekutuan dengan Kristus, dan saya akan memberitahukanmu tempat yang paling mungkin engkau menemukan Dia. Pernahkah engkau kehilangan Kristus di kamar doa karena doamu terhambat? Maka di situlah engkau harus mencari dan menemukan Dia. Apakah engkau kehilangan Kristus akibat dosa? Tidak ada cara lain bagimu untuk menemukan Kristus selain berhenti melakukan dosa itu, dan melalui ROH KUDUS berusaha mematikan anggota tubuh di mana hawa nafsu itu tinggal. Apakah engkau kehilangan Kristus karena mengabaikan Alkitab? Engkau harus menemukan Kristus di dalam Alkitab. Sungguh benar pepatah ini, "Carilah sesuatu di tempat engkau menjatuhkannya, sebab di sanalah adanya." Jadi carilah Kristus di tempat engkau kehilangan Dia, sebab Dia belum pergi dari sana. Namun kembali kepada Kristus merupakan kerja keras. Bunyan berkisah, sang musafir mendapati bahwa jalan kembali ke Punjung Kenyamanan [1], tempat dia kehilangan sebuah gulungan miliknya, merupakan jalan tersulit yang pernah dia lalui. Maju dua puluh mil lebih mudah daripada mundur satu mil mencari bukti yang hilang.

Maka dari itu, ketika engkau menemukan Tuanmu, pastikanlah dirimu melekat erat kepada-Nya. Namun bagaimana mungkin engkau kehilangan Dia? Orang pikir engkau tidak akan pernah berpisah dengan Temanmu yang berharga, yang kehadiran-Nya begitu manis, yang firman-Nya begitu menghibur, dan kebersamaan dengan-Nya begitu berarti bagimu! Bagaimana mungkin engkau tidak berjaga-jaga setiap waktu karena takut kehilangan pandangan akan Dia? Sekalipun demikian, karena engkau sudah membiarkan Dia pergi, betapa kasihan engkau mencari Dia, meskipun engkau mengerang dengan sedih, "Seandainya saja aku tahu di mana aku dapat menemukan-Nya!" Teruslah mencari, sebab tidak bersama Tuhanmu itu berbahaya. Tanpa Kristus engkau seperti seekor domba tanpa gembala; seperti pohon tanpa air di akarnya, seperti daun layu di tengah angin ribut—tidak berkait dengan pohon kehidupan. Dengan sepenuh hati carilah Dia, dan Dia akan kautemukan: hanya serahkanlah seluruh dirimu untuk mencari, dan sesungguhnya, engkau akan menemukan Dia dengan sukacita dan girang.
____________________
[1] Arbour of Ease

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 20, 2019, 04:52:31 AM
Reply #543
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0120

Minggu, 20 Januari 2019

Habel menjadi gembala kambing domba. [Kejadian 4:2]

Sebagai seorang gembala Habel menyucikan pekerjaannya untuk kemuliaan Tuhan, dan mempersembahkan korban darah di mezbahnya, dan Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu.[Kejadian 4:4] Tuhan kita ini pada masa permulaan dunia sangat jelas dan khusus. Seperti kilatan pertama cahaya yang sedikit menerangi bagian timur saat matahari terbit, ia tidak mengungkapkan segalanya, tetapi ia jelas menyatakan suatu kenyataan besar bahwa matahari akan datang. Sebagaimana kita melihat Habel, seorang gembala namun juga seorang imam, mempersembahkan korban harum kepada Allah, kita memahami Tuhan kita, yang membawa kepada Bapa-Nya sebuah persembahan di mana TUHAN selamanya berkenan. Habel dibenci oleh kakaknya—dibenci tanpa sebab; dan sama juga Sang Juruselamat: manusia duniawi dan kedagingan membenci manusia yang diterima yang di dalam-Nya terdapat Roh Anugerah, dan tidak beristirahat sampai darah-Nya tumpah. Habel jatuh, dan memercik mezbahnya dan memberi persembahan dengan darahnya sendiri, dan seperti itu ditetapkan Tuhan Yesus dibunuh oleh permusuhan manusia sambil juga melayani sebagai Imam di hadapan Tuhan. “Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” [Yoh 10:11] Mari kita menangisi-Nya sebagaimana kita melihat Dia dibunuh oleh kebencian umat manusia, menodai tanduk mezbah-Nya dengan darah-Nya sendiri. Darah Habel berkata.”Tuhan berkata kepada Kain,’Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.’”[Kej 4:10] Darah Yesus memiliki lidah yang kuat, dan akibat dari tangisan yang kuat itu bukanlah balas dendam tetapi belas kasihan. Adalah berharga lebih dari segala yang berharga untuk berdiri di depan mezbah Gembala kita yang baik! Melihat-Nya mencucurkan darah di sana sebagai Imam yang dibunuh, kemudian mendengar darah-Nya menyuarakan perdamaian bagi semua domba-Nya, perdamaian dalam hati nurani kita, perdamaian di antara orang Yahudi dan orang Kafir, perdamaian di antara manusia dan Penciptanya yang perasaan-Nya tersakiti, perdamaian seluruh zaman kekekalan untuk manusia yang dicuci oleh darah. Habel adalah gembala yang pertama dalam urutan waktu, tetapi hati kita selamanya menepatkan Yesus pertama dalam urutan kesempurnaan. Engkau Penjaga domba yang agung, kami orang-orang di padang rumput-Mu memuji Engkau dengan segenap hati kami ketika kami melihat Engkau disembelih bagi kami.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 21, 2019, 05:18:36 AM
Reply #544
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0121

Senin, 21 Januari 2019

Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan. [Roma 11:26]

Ketika Musa bernyanyi di Laut Merah, adalah sukacitanya mengetahui seluruh Israel selamat. Tidak sepercik air pun jatuh dari tembok air yang kokoh itu sampai orang terakhir dari umat milik Allah itu menginjakkan kakinya di seberang laut. Barulah setelah itu, segera kumpulan air itu menyatu kembali ke posisi seharusnya. Sebagian dari nyanyian itu menyatakan, "Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus." [Kel 15:13] Pada zaman akhir, ketika orang-orang pilihan menyanyikan lagu Musa sang hamba Allah itu, yang juga adalah lagu Domba itu, itulah yang akan menjadi kebanggaan Yesus: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa." [Yoh 18:9] Di dalam surga tidak akan ada satupun takhta yang kosong.

        "Sebab semua suku yang terpilih
        Akan berkumpul di sekeliling takhta,
        Akan mensyukuri perbuatan anugerah-Nya
        Dan mewartakan kemuliaan-Nya."

Sejumlah yang Allah pilih, sejumlah itulah yang Kristus tebus, sejumlah itulah yang Roh panggil, sejumlah itu juga yang percaya Yesus, yang akan melintasi laut pemisah itu dengan aman. Kita belum semuanya mendarat dengan aman:

        "Sebagian dari rombongan sudah melintasi laut
        dan sebagian masih menyeberanginya sekarang."

Garda depan tentara itu sudah mencapai pantai. Kita berbaris melintasi kedalaman; hari ini kita mengikuti Pemimpin kita menuju tengah-tengah laut. Terhiburlah: tentara belakang pun akan berada di tempat tentara depan berada, yang terakhir dari orang-orang pilihan segera akan selesai melintasi laut itu, dan kemudian akan terdengarlah lagu kemenangan, ketika semuanya selamat. Tapi oh! seandainya ada satu orang yang tidak hadir -- oh! jika salah satu anggota keluarga pilihan Allah tercampakkan -- lagu orang-orang tebusan akan sumbang selamanya, dan harpa surgawi akan putus senarnya, sehingga tidak dapat lagi mengeluarkan musik.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 22, 2019, 05:55:46 AM
Reply #545
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0122

Selasa, 22 Januari 2019

Hai anak manusia, apakah kelebihan kayu anggur dari semua kayu yang buahnya seperti anggur yang tumbuh di antara kayu-kayu di hutan? [Yehezkiel 15:2]

Kata-kata itu untuk merendahkan hati umat Allah; mereka disebut pohon anggur Allah, tapi apakah mereka secara alami lebih baik daripada orang-orang lain? Mereka, berkat kebaikan Allah, sudah berbuah banyak, karena ditanam di tanah yang baik; Tuhan melatih mereka pada tembok altar, dan mereka menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya, tapi apalah peran mereka tanpa Allah mereka? Apalah mereka tanpa pengaruh Roh yang berlangsung terus-menerus, yang menghasilkan kemunculan banyak buah dalam diri mereka? Hai orang percaya, belajarlah untuk menolak kesombongan, setelah kamu melihat dirimu tidak memiliki alasan apapun untuk bersombong. Semakin banyak yang kamu punyai, semakin banyak pula hutangmu pada Allah, dan kamu seharusnya tidak bangga akan apa yang membuatmu menjadi seorang penghutang. Pikirkanlah asal usulmu; seperti apa dahulunya kamu. Pikirkan kamu akan menjadi apa kalau bukan karena anugerah ilahi. Lihat keadaanmu sekarang. Tidakkah hati nuranimu menuduh kamu? Bukankah kamu sudah beribu-ribu kali melarikan diri dari Allah, sehingga kamu tidak lagi layak disebut anak-Nya? Dan kalau Allah sudah membuatmu menjadi seseorang, bukankah kamu sudah diajarkan bahwa anugerahlah yang membuatmu menjadi berubah? Hai orang percaya, kamu akan menjadi pendosa besar kalau saja Allah tidak mengubahmu. Hai, kamu yang katanya berjuang demi kebenaran, kamu bakal menjadi pejuang demi kekacauan kalau anugerah tidak turun ke atasmu. Oleh karena itu, janganlah sombong, walaupun kamu sekarang sudah memiliki banyak hal — banyak anugerah yang telah menjadi milikmu, dahulu kamu tidak punya satu hal pun yang bisa kamu sebut milikmu selain dosa dan kesusahanmu. Oh! kamu pernah merasa mau meninggikan dirimu sendiri, padahal segalanya yang kamu punya itu hanya pinjaman! Kamu meluap-luap sendiri, aneh! Bukankah kamu hanya seorang pensiunan miskin yang tergantung pada kiriman dana dari Penyelamatmu? Kamu akan mati kalau tidak ada aliran kehidupan yang segar dari Yesus, tetapi kamu tetap sombong! Bodohnya kamu, hati yang to***!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 23, 2019, 05:25:33 AM
Reply #546
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0123

Rabu, 23 Januari 2019

Telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu. [Mazmur 89:19]

Mengapa Kristus dipilih dari antara bangsa itu? Katakan, hai hatiku, karena pemikiran hati adalah yang terbaik. Bukankah supaya Dia bisa menjadi Saudara kita, dalam ikatan darah persaudaraan penuh berkat? Oh, ada relasi antara Kristus dan orang percaya! Orang percaya dapat berkata, “Aku punya seorang Saudara di surga; aku bisa saja miskin, tapi aku punya Saudara yang kaya, seorang Raja, mungkinkah Ia membiarkanku menderita dalam kekurangan sementara Ia bertakhta? Tidak! Ia mengasihiku; Ia Saudaraku.” Orang percaya, kenakan pemikiran penuh berkat ini, seperti kalung berlian, pada sekeliling leher ingatanmu; kenakan, sebagai cincin emas, pada jari kenanganmu, dan gunakanlah sebagai cap Sang Raja sendiri, yang dibubuhkan pada petisi imanmu, dengan keyakinan bahwa petisinya akan lolos. Dialah Saudara dalam kesukaran [Amsal 17:17], bersikaplah terhadap Dia sebagaimana mestinya.

Kristus juga dipilih dari antara bangsa itu agar Dia dapat mengetahui keinginan kita dan bersimpati dengan kita. “Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” [Ibrani 4:15] Dalam segala penderitaan kita, kita memiliki simpati-Nya. Pencobaan, kesakitan, kekecewaan, kelemahan, keletihan, kemiskinan — Dia mengenali semuanya, karena Dia sudah merasakan semuanya. Ingatlah hal ini, hai orang Kristen, dan jadikanlah ini penghiburanmu. Bagaimanapun sulit dan menyakitkan jalanmu, pada jalan itu ada tanda jejak kaki Juruselamatmu; bahkan ketika engkau tiba di lembah kekelaman yang gelap dan Sungai Yordan yang airnya dalam, engkau akan menemukan jejak kaki-Nya. Ke tempat mana pun kita pergi, Dia sudah mendahului kita; setiap beban yang harus kita pikul, sudah pernah diletakkan di atas pundak Imanuel.

        “Jalan-Nya jauh lebih kasar dan gelap daripada jalanku
        Kristus Tuhanku menderita, mengeluhkah aku?”

Kuatkan hatimu! Kaki Raja sudah meninggalkan jejak merah darah di jalan itu dan menguduskan jalur berduri itu selama-lamanya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 24, 2019, 05:38:43 AM
Reply #547
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0124

Kamis, 24 Januari 2019

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung. [Mazmur 91:3]

Allah melepaskan umat-Nya dari jerat perangkap burung dalam dua pengertian. Dari, dan keluar dari. Pertama, Dia melepaskan umat-Nya dari jerat—maksudnya, tidak membiarkan mereka masuk ke dalam jerat; kedua, jikalau mereka terperangkap di dalamnya, Dia menyelamatkan mereka keluar dari jerat. Janji yang pertama sangatlah berharga bagi sebagian orang; sebagian yang lain lebih cocok dengan janji yang kedua.

"Dia akan melepaskan engkau dari jerat." Bagaimana caranya? Seringkali masalah merupakan cara Allah melepaskan kita. Allah mengetahui kemurtadan kita akan segera membuat kita menuju kehancuran, maka dalam kemurahan Dia mengirimkan gada-Nya. Kita bertanya, "Tuhan, kenapa begini?" tanpa mengetahui bahwa masalah kita sebenarnya adalah cara untuk melepaskan kita dari kejahatan yang lebih gawat. Dengan demikian banyak orang sudah diselamatkan dari kehancuran melalui kesedihan dan salib-salib mereka; hal-hal itu telah membuat burung-burung takut mendekati perangkap. Pada saat-saat lain, Allah menjauhkan umat-Nya dari jerat penangkap burung dengan memberikan mereka kekuatan rohani yang besar, sehingga ketika mereka digoda untuk berbuat jahat, mereka berkata, "Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" [Kejadian 39:9] Tapi juga merupakan hal yang penuh berkat apabila di saat-saat kejahatan merajalela, seorang percaya masuk perangkap, dan Allah melepaskan dia keluar dari perangkap itu! Oh yang murtad, engkau boleh tertunduk, tapi jangan putus asa. Meski engkau telah mengembara, dengarlah apa kata Penebus—"Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! [Yeremia 3:22] Aku hendak menyayangi kamu. [Yesaya 30:18]" Namun engkau berkata engkau tidak dapat pulang, sebab engkau terperangkap. Kalau begitu dengarkan janji ini—"Sungguh Dia akan membawa engkau keluar dari jerat penangkap burung." Engkau akan dibawa keluar dari segala kejahatan yang ke dalamnya engkau sudah jatuh, dan meskipun engkau harus terus meratapi jalan hidupmu, Dia yang sudah mengasihimu tidak akan membuangmu; Dia akan menerimamu, memberikan sukacita dan kegirangan kepadamu, sehingga tulang-tulang yang Dia remukkan bersorak-sorak kembali. [Mazmur 51:8] Tidak satupun burung Firdaus akan mati dalam jerat penangkap burung.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 25, 2019, 05:24:41 AM
Reply #548
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0125

Jumat, 25 Januari 2019

Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita. [Yesaya 63:7]

Kalau begitu mengapa engkau tidak bisa melakukannya? Tidak adakah belas kasih yang sudah engkau alami? Apakah di saat engkau murung, engkau bisa lupa akan waktu penuh berkat itu, saat Yesus bertemu engkau dan berkata, "Marilah kepada-Ku" [Matius 11:28]? Apakah engkau tidak ingat akan saat berbahagia waktu Yesus mematahkan rantaimu, menggeruskan ke tanah tali pengikatmu, dan berkata, "Aku datang untuk mematahkan tali-tali pengikatmu dan memerdekakan kamu"? Atau jikalau engkau lupa akan cinta Kekasihmu, pastilah ada batu penanda di sepanjang jalan hidupmu yang belum diselimuti lumut, yang pada batu itu engkau masih bisa membaca sebuah kenangan akan belas kasih-Nya terhadap engkau? Apakah engkau tidak pernah terkena sakit seperti yang kaualami kini dan Dia menyembuhkanmu? Apakah engkau tidak pernah miskin dan Dia menyediakan kebutuhanmu? Apakah engkau tidak pernah berada di tengah-tengah masalah dan Allah melepaskanmu? Bangkitlah dan pergi ke sungai pengalamanmu, cabutlah beberapa gelagah dan anyamlah menjadi sebuah peti, yang di dalamnya bayi dirimu—iman—dapat mengapung dengan aman sepanjang aliran sungai itu. Jangan lupa apa yang telah Allah lakukan untukmu; buka kembali buku kenanganmu, dan pikir-pikirlah akan hari-hari masa lalumu. Tidak ingatkah engkau akan gunung Mizar [Mazmur 42:6]? Tidakkah Tuhan bertemu dengan engkau di Hermon? Tidak pernahkah engkau mendaki Pegunungan Nikmat? Tidak pernahkah engkau ditolong saat kekurangan? Mana mungkin, aku tahu engkau pernah. Kalau begitu, mundurlah sebentar kepada belas kasih istimewa di masa kemarin, dan walaupun saat ini segalanya gelap, nyalakan lampu masa lalu, supaya lampu-lampu itu berpijar melintasi kegelapan, dan engkau akan percaya kepada Tuhan hingga saatnya terang terbit dan bayang-bayang itu melarikan diri. "Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala." [Mazmur 25:6]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 26, 2019, 05:34:41 AM
Reply #549
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23128
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0126

Sabtu, 26 Januari 2019

Bapamu yang di sorga. [Matius 6:26]

Umat Allah adalah sekaligus juga anak-anak-Nya, mereka merupakan keturunan-Nya berdasarkan penciptaan, dan mereka merupakan anak-anak-Nya berdasarkan adopsi dalam Kristus. Oleh karena itu mereka memiliki hak istimewa untuk memanggil-Nya, "Bapa kami yang di sorga." [Matius 6:9] Bapa! Oh, alangkah berharganya kata itu. Di sini ada otoritas: "Jika Aku adalah Bapa, mana kehormatan-Ku?" Jika kalian adalah anak-anak-Nya, mana ketaatan kalian? Di sini ada kasih sayang yang bercampur dengan otoritas; otoritas yang tidak memicu pemberontakan; yaitu ketaatan yang dituntut dan ditaati dengan riang—yang tidak akan dilanggar walaupun dapat dilanggar. Ketaatan yang anak-anak Allah persembahkan haruslah ketaatan berdasarkan kasih. Janganlah melayani Allah sebagai budak yang berjerih payah menurut perintah atasannya, tetapi ikutilah perintah-Nya karena itu merupakan jalan Bapamu. Serahkan tubuhmu sebagai alat kebenaran, karena kebenaran merupakan kehendak Bapamu, dan kehendak Dia harus merupakan kehendak anak-Nya. Bapa!—Inilah atribut rajawi yang begitu manis terselubung oleh kasih, yang mana wajah Sang Raja membuat mahkota-Nya tidak lagi kentara, dan tongkat-Nya bukan lagi tongkat besi, tetapi tongkat perak belas kasih—tongkat itu seakan terlupakan di genggaman tangan-Nya yang lemah lembut. Bapa!—Inilah hormat dan kasih. Betapa besar kasih Bapa kepada anak-anak-Nya! Hati dan tangan Bapalah yang harus melakukan bagi anak-anak-Nya hal yang tidak mungkin dilaksanakan sebuah persahabatan belaka ataupun diusahakan sekedar kebaikan hati. Mereka adalah keturunan-Nya, Ia harus memberkati mereka; mereka adalah anak-anak-Nya, Ia harus menyatakan kekuatan-Nya membela mereka. Jika bapa duniawi saja dengan kasih mengawasi anak-anak dan merawat mereka tidak henti-hentinya, apalagi Bapa surgawi kita. Abba, Bapa! Dia yang bisa mengucapkan ini berarti telah menyanyi dengan lebih baik daripada musik terbaik dari kerubim atau serafim. Ada surga pada kedalaman kata ini—Bapa! Inilah seluruh permintaanku; seluruh permohonan akan kebutuhanku; seluruh keinginan dan harapanku. Aku memiliki semua dan segala sesuatu sampai seluruh kekekalan saat aku dapat berkata, "Bapa."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)