Author Topic: Devosi GRII  (Read 18744 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 27, 2019, 04:55:37 AM
Reply #550
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0127

Minggu, 27 Januari 2019

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; [Yohanes 1:16]

Firman ini berkata kepada kita bahwa ada kepenuhan di dalam Kristus. Ada kepenuhan ilahi yang penting, sebab “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,” [Kolose 2:9] Ada kepenuhan kemanusiaan yang sempurna, karena di dalam Dia, secara jasmaniah, ke-Allahan itu dinyatakan. Ada kepenuhan akan kuasa penebusan di dalam darah-Nya, sebab “darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” [1 Yohanes 1:7b] Ada kepenuhan dalam hidup-Nya yang benar dan memberi pembenaran, sebab “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” [Roma 8:1] Ada kepenuhan di dalam permohonan-Nya yang penuh dengan kuasa ilahi, karena “Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” [Ibrani 7:25] Ada kepenuhan di dalam kematian-Nya yang penuh dengan kemenangan, karena melalui kematian Ia menghancurkan setan yang dahulu berkuasa atas kematian. Ada kepenuhan di dalam kemenangan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, karena olehnya “melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.” [1 Petrus 1:3] Ada kepenuhan di dalam kemenangan kebangkitan-Nya, karena “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” [Efesus 4:8] Ada kepenuhan berkat-berkat dalam berbagai rupa; kepenuhan di dalam rahmat untuk memaafkan, rahmat untuk memperbarui, rahmat untuk menyucikan, rahmat untuk memelihara, dan rahmat untuk menyempurnakan. Ada kepenuhan di setiap waktu; kepenuhan di dalam penghiburan ketika mengalami kesusahan; kepenuhan di dalam bimbingan ketika mengalami kemakmuran. Kepenuhan di setiap aspek ilahi, di dalam kebijaksanaan, di dalam kuasa, di dalam kasih; kepenuhan yang tidak mungkin diselidiki, apalagi dijelajahi. “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,” [Kolose 1:19] Oh, betapa indahnya kepenuhan itu yang diterima seluruhnya! Kepenuhan, tentunya, harus hadir ketika sungai mengalir, dan bahkan sumur memancar dengan berlimpah, terlalu penuh. Datanglah, orang percaya, dan penuhi seluruh keperluanmu; mintalah yang besar, dan engkau akan menerima besar, sebab “kepenuhan” ini tidak akan pernah habis, dan dikumpulkan di tempat yang dapat dijangkau orang yang memerlukannya, bahkan di dalam Yesus, Immanuel—Allah beserta kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




January 28, 2019, 06:06:12 AM
Reply #551
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0128

Senin, 28 Januari 2019

Kesempurnaan dalam Kristus. [Kolose 1:28]

Apakah engkau tidak merasakan di dalam jiwamu bahwa kesempurnaan tidak ada di dalam dirimu? Bukankah hal tersebut diajarkan setiap hari? Setiap air mata yang menetes dari matamu, menangiskan “ketidak-sempurnaan;” setiap kata kasar yang keluar dari bibirmu, mengatakan “ketidak-sempurnaan.” Engkau terlalu sering membayangkan di dalam hatimu mendambakan suatu saat kesempurnaan di dalam dirimu sendiri. Namun, di tengah kesadaran akan ketidak-sempurnaan yang menyedihkan ini, ada penghiburan bagimu—engkau dipimpin “kepada kesempurnaan dalam Kristus.” [Kolose 1:28] Dalam pandangan Allah, engkau “dipenuhi di dalam Dia;” [Kolose 2:10] bahkan sekarang engkau [memiliki] “kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya” [Efesus 1:6] Tetapi ada juga kesempurnaan kedua, yang belum terpenuhi, yang merupakan kepastian bagi semua benih. Bukankah sangat menyenangkan menanti waktu ketika setiap noda dosa dihapuskan dari orang percaya, dan dia akan ditampilkan sebagai tak bersalah di hadapan takhta, tanpa noda, ataupun kerutan, atau semacamnya? Gereja Kristus akan menjadi sangat murni, bahkan mata Sang Mahatahu tidak akan melihat noda atau kotoran di dalam diri gereja tersebut; sangat suci dan sangat mulia, bahkan Hart sungguh benar saat ia berkata— “Dengan memakai jubah Juru Selamatku, Kudus seperti Sang Mahakudus.” Saat itu kita akan mengetahui, dan mencicipi, dan merasakan kebahagiaan di dalam kalimat yang luas tetapi singkat ini, “kesempurnaan dalam Kristus.” [Kolose 1:28] Sampai saat itu terjadi, kita baru akan bisa memahami ketinggian dan kedalaman keselamatan dari Yesus dengan sepenuhnya. Bukankah hatimu melompat kegirangan saat memikirkan hal itu? Walaupun sekarang engkau sangatlah hitam, engkau akan menjadi putih suatu hari; Walaupun sekarang engkau sangatlah kotor, engkau akan menjadi bersih. Oh, betapa luar biasa keselamatan itu! Kristus mengambil seekor cacing dan menjadikannya malaikat; Kristus mengambil barang yang hitam dan rusak dan menjadikannya bersih dan mulia tiada banding, cantik tanpa tandingan, dan pantas menjadi pendamping para serafim. Oh jiwaku, berdirilah dan kagumilah kebenaran penuh berkat tentang kesempurnaan dalam Kristus.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 29, 2019, 05:30:18 AM
Reply #552
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0129

Selasa, 29 Januari 2019

Hal-hal yang tak kelihatan. [2 Korintus 4:18]

Dalam ziarah kita sebagai orang Kristen, dalam banyak hal, baiklah kalau kita melihat ke depan. Mahkota dan gol itu ada di depan. Apakah itu demi pengharapan, demi sukacita, demi penghiburan, atau demi inspirasi kasih kita, masa depan haruslah, bagaimanapun juga, menjadi objek utama dari mata iman. Ke arah masa depan, kita melihat dosa dienyahkan, tubuh dosa dan maut dihancurkan, jiwa disempurnakan, dan kita layak mengambil bagian dalam warisan orang-orang kudus dalam terang. Lebih jauh lagi, kita orang-orang percaya dapat melihat sungai maut berlalu, arus yang suram diseberangi, dan puncak bukit-bukit terang dengan kota-kota surgawinya dicapai. Kita juga melihat diri kita memasuki gerbang mutiara, disambut sebagai "lebih dari pemenang", dimahkotai oleh tangan Kristus, dipeluk dalam lengan Yesus, dimuliakan bersama Dia, dan duduk dengan Dia pada Takhta-Nya. Pemikiran mengenai masa depan kita tentu akan melegakan kita dari kegelapan masa lampau dan kesuraman masa kini. Sukacita surga pastinya akan mengganjar dukacita bumi ini. Enyahlah, enyahlah, keraguanku! Bukankah kematian hanyalah berupa selokan yang sempit, dan kamu akan segera menyebranginya? Waktu, betapa singkatnya—Kekekalan, betapa lamanya! Kematian, betapa ringkasnya—Imortalitas, betapa tak berujung! Sekarang pun, kurasa aku bisa mengecap rasa makanan Surga, dan menyeruput air dari sumur yang terletak di dalam gerbangnya. Jalan ini betapa, betapa pendeknya! Aku akan segera tiba di sana.

        "Ketika dunia mengoyak hatiku
        dengan badai berat kuatirnya,
        Pikiranku yang senang ke surga naiklah,
        Temukan perlindungan dari putus asa.
        Mata terang iman akan menunjangku,
        hingga ziarah kehidupan ini lampaulah;
        Gelisah menjengkelkanku dan masalah menyakitiku,
        Pada akhirnya aku akan tiba di rumahku." [1]

____________________
[1] Dari buku himne berjudul Christian Psalmody (tahun 1883), oleh Edward Bickersteth

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 30, 2019, 05:29:10 AM
Reply #553
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0130

Rabu, 30 Januari 2019

Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat. [2 Samuel 5:24]

Anggota-anggota dari Gereja Kristus harus selalu berdoa, selalu mencari pengurapan dari yang Mahakudus untuk hadir di dalam hati mereka, supaya kerjaan Kristus datang, dan supaya “jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga;” [Matius 6:10] tetapi ada kalanya ketika Allah seakan-akan sangat berpihak pada Sion, masa-masa seperti itu bagi mereka bagaikan “bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu.” Maka kita harus dua kali lipat lebih sering berdoa, dua kali lipat lebih tulus, berjuang lebih keras lagi di takhta dibanding biasanya. Perbuatan kita harus tepat waktu dan penuh semangat. Gelombang sedang mengalir—sekarang marilah kita mendayung sekuatnya menuju pantai. Oh untuk pencurahan Pentakosta dan pekerja-pekerja Pentakosta. Orang Kristen, di dalam dirimu terkadang ada masa “bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu.” Engkau memiliki kekuatan istimewa di dalam doa; Roh Allah memberikanmu sukacita dan kepuasan; Firman terbuka bagimu; janji-janji masih berlaku; engkau berjalan di dalam ketenangan dari Allah; engkau memiliki keleluasaan dan kebebasan istimewa di dalam berbakti, dan persekutuan dengan Kristus yang lebih dekat dibanding biasanya. Sekarang, di masa-masa bahagia itu ketika engkau mendengar “bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu,” adalah waktu untuk menyemangati dirimu; sekaranglah saatnya untuk membuang setiap kebiasaan jahat, dengan Roh Allah membantu kelemahanmu. Kembangkanlah layarmu; tetapi ingatlah yang terkadang engkau nyanyikan—

        “Aku hanya bisa mengembangkan layarnya;
        Engkau! Engkau! harus menghembuskan angin pengharapannya.” [1]

Pastikan engkau sudah mengembangkan layarnya. Jangan lewatkan angin ketika engkau malah terlambat menaikkan layarnya. Mintalah bantuan dari Allah, supaya engkau bisa lebih tulus dalam hal pekerjaanmu saat imanmu lebih dikuatkan; supaya engkau lebih teratur dalam doa ketika engkau punya lebih banyak kebebasan di takhta; supaya engkau menjadi lebih kudus di dalam perkataan ketika engkau hidup lebih dekat dengan Kristus.
____________________
[1] Dari himne “A Propitious Gale Longed for” (1776), Augustus Montague Toplady

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



January 31, 2019, 05:28:06 AM
Reply #554
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0131

Kamis, 31 Januari 2019

TUHAN keadilan kita. [Yeremia 23:6]

Memikirkan kebenaran sempurna Kristus akan selalu memberi seorang Kristen rasa tenang, teduh, lega, dan damai yang terbesar. Betapa seringnya orang-orang kudus malah terpuruk dan murung! Saya pikir tidak seharusnya demikian. Saya pikir itu tidak akan terjadi pada mereka bila mereka selalu bisa melihat kesempurnaan mereka dalam Kristus. Beberapa orang selalu berbicara tentang kecemaran, dan kebobrokan hati, dan kejahatan alami jiwa. Memang semuanya ini benar, tetapi mengapa tidak melangkah sedikit lebih jauh dan mengingat bahwa kita memiliki “kesempurnaan dalam Kristus Yesus.” [Kolose 1:28] Tak heran bila mereka yang terus merenungkan kecemaran mereka selalu bermuka muram; tetapi pastilah jika kita mengingat bahwa “di dalam Kristus kita dibenarkan oleh Allah.” [2 Korintus 5:21] kita akan ceria kembali. Kesulitan seperti apapun, bagaimanapun Iblis menyerang, meskipun masih banyak yang harus kualami sebelum mencapai surga, semuanya itu telah diselesaikan bagiku dalam perjanjian anugerah surgawi; tidak ada sesuatupun yang kurang dari Allah, Kristus telah menyelesaikan segalanya. Di atas salib Dia berkata “Sudah selesai!” [Yohanes 19:30], dan bila sudah selesai, maka aku sempurna di dalam-Nya, dan aku sanggup bersuka dengan sukacita yang tak terhingga dan penuh dengan kemuliaan, “Bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” [Filipi 3:9] Engkau tidak akan menemukan orang di bumi ini yang lebih suci daripada mereka yang menerima doktrin kebenaran Kristus ke dalam hatinya. Ketika seorang percaya berkata, “Aku hidup oleh Kristus saja; Kristus sajalah sandaran keselamatanku; dan aku yakin, meskipun tidak layak, aku tetap diselamatkan dalam Yesus;” kemudian sebagai rasa syukur muncullah pikiran ini, “Bukankah seharusnya aku hidup untuk Kristus? Bukankah seharusnya aku mencintai Dia dan melayani Dia, karena aku telah diselamatkan oleh kebaikan-Nya?” “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami,” [2 Korintus 5:14] “supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” [2 Korintus 5:15] Jika kita diselamatkan karena kita diperhitungkan benar, kita akan sangat menghargai kebenaran yang diberikan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 01, 2019, 05:35:30 AM
Reply #555
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0201

Jumat, 1 Februari 2019

Mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan. [Mazmur 138:5]

Saat orang Kristen mulai menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan adalah ketika mereka pertama meletakkan beban mereka di kaki Salib. Bahkan nyanyian malaikat pun tidak terdengar semanis nyanyian kegirangan pertama yang keluar dari lubuk sanubari seorang anak Allah yang telah diampuni. Beginilah John Bunyan menggambarkannya. Ia berkata bahwa ketika seorang musafir malang hilang bebannya di Salib, dia melompat tinggi tiga kali, kemudian melanjutkan perjalanannya sambil bernyanyi—

        “Terpujilah Salib! terpujilah Kuburan! terlebih lagi terpujilah
        Dia di sana yang dihina demi aku!”

Saudara, ingatkah akan hari ketika belenggumu terlepas? Ingatkah akan tempat di mana Yesus menemuimu, dan berkata, “Aku mencintaimu dengan kasih abadi; telah kuhapuskan bagaikan awan segala pelanggaranmu, dosamu yang bagaikan awan tebal; selamanya tidak akan dituduhkan kepadamu.” Oh! Betapa manisnya saat Yesus menghapus pahitnya dosa. Ketika awalnya Allah mengampuni dosaku, aku begitu bersukacita sampai-sampai aku hampir tidak bisa tidak menari. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah dari tempat di mana aku telah dimerdekakan, aku berpikir bahwa aku harus menuturkan cerita keselamatanku kepada batu-batu. Begitu penuh jiwaku dengan sukacita sehingga aku ingin mengisahkan kepada setiap serpihan salju yang berjatuhan dari langit tentang kasih Yesus yang ajaib, yang telah menghapuskan dosaku, sebagai salah satu pemberontak yang terutama. Tetapi bukan hanya pada awal kehidupan Kristen saja orang-orang percaya bernyanyi; selama mereka hidup mereka menemukan alasan-alasan baru untuk menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, dan pengalaman akan kasih dan kemurahan-Nya yang tidak pernah berubah membuat mereka berkata “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu, puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” [Mazmur 34:1] Saudara, ingatlah untuk memuliakan Allah pada hari ini.

        “Sepanjang kita menapaki gurun ini,
        rahmat-rahmat baru mengharuskan nyanyian-nyanyian baru.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




February 02, 2019, 06:19:07 AM
Reply #556
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0202

Sabtu, 2 Februari 2019

Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. [Ibrani 9:22]

Inilah suara kebenaran yang tidak berubah. Tidak ada satu pun upacara orang Yahudi di mana dosa bisa dihapuskan tanpa penumpahan darah. Tidak ada kondisi, tidak ada cara yang memperbolehkan dosa diampuni tanpa penebusan. Maka jelaslah bahwa tidak ada harapan bagiku di luar Kristus; karena tidak ada penumpahan darah lain yang layak dipertimbangkan sebagai penebusan dosa. Nah, apakah aku percaya kepada-Nya? Apakah darah penebusan-Nya sungguh-sungguh dipakaikan pada jiwaku? Semua manusia sama-sama memerlukan Dia. Sebenar, semurah hati, sebaik hati, atau sepatriotik apapun kita, peraturan ini tidak akan diubah sehingga kita dikecualikan. Dosa tidak akan tunduk kepada apapun selain darah-Nya yang telah Allah sediakan sebagai korban pendamaian. Betapa kita telah diberkati dengan adanya satu jalan pengampunan ini! Mengapakah kita masih mencari jalan lain?

Mereka yang hanya menganut agama sebagai formalitas tidak bisa mengerti bagaimana kita dapat bersyukur atas segala dosa kita yang telah diampuni demi Kristus. Segala usaha, dan doa, dan upacara mereka hanya memberikan sedikit kelegaan yang tidak memuaskan; dan jelas saja mereka tidak merasa nyaman, karena mereka mengabaikan satu-satunya keselamatan agung, dan berusaha mendapatkan pengampunan tanpa penumpahan darah. Duduklah, jiwaku, dan lihatlah keadilan Allah yang pasti menghukum dosa; amatilah bahwa hukuman itu dijatuhkan atas Tuhanmu Yesus, dan tersungkurlah dengan sukacita dan rendah hati, dan ciumlah kaki Dia yang darah-Nya telah menebus engkau. Sia-sialah jika hati nurani hanya mencari perasaan dan tanda-tanda untuk mendapatkan rasa nyaman: sebab ini merupakan kebiasaan yang kita pelajari dari Mesir yang merupakan ikatan hukum kita. Satu-satunya obat bagi hati nurani yang bersalah adalah memandang Yesus yang telah menderita di atas kayu salib. “Karena darah itulah nyawa segala makhluk”, kata hukum Imamat [Imamat 17:14], marilah kita bersandar dengan penuh keyakinan bahwa darah Kristuslah nyawa daripada iman dan sukacita dan setiap anugerah ilahi.

        “Oh! Betapa manisnya memandang aliran
        Darah Juruselamatku yang berharga
        Dengan jaminan surgawi mengenal
        Dia yang mendamaikanku dengan Allah.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 03, 2019, 05:07:03 AM
Reply #557
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0203

Minggu, 3 Februari 2019

Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang. [Roma 8:12]

Sebagai ciptaan Allah, kita semua berhutang kepada-Nya: untuk menaati Dia dengan segenap tubuh, jiwa, dan tenaga. Dengan melanggar perjanjian-Nya, seperti yang kita semua telah perbuat, kita adalah orang yang berhutang keadilan-Nya, dan hutang kita jumlahnya terlalu besar dan tidak mampu kita bayar. Tetapi mengenai orang Kristen kita bisa mengatakan bahwa ia tidak berhutang keadilan kepada Allah sedikit pun, karena Kristus telah membayar hutang umat-Nya; itulah sebabnya, orang percaya lebih berhutang untuk mengasihi. Aku adalah orang yang berhutang anugerah dan pengampunan Allah; namun aku bukan berhutang keadilan-Nya, karena Dia tidak akan pernah mendakwa aku atas hutang yang sudah dibayar. Kristus berkata, “Sudah selesai,” [Yohanes 19:30] dan dengan itu Dia menyatakan bahwa apapun hutang umat-Nya telah selamanya dihapuskan dari kitab peringatan [Maleakhi 3:16]. Kristus telah lunas memuaskan keadilan ilahi; rekening telah seimbang; tanda tangan itu telah dipakukan di kayu salib; kuitansi telah diberikan, dan kita bukan lagi penghutang keadilan Allah. Tetapi kemudian, karena kita bukan lagi orang berhutang kepada Allah dalam pengertian itu, kita telah menjadi penghutang yang sepuluh kali lebih besar. Orang Kristen, berhentilah dan renungkan sejenak. Betapa besar engkau berhutang kedaulatan ilahi! Begitu banyak hutangmu atas kasih-Nya yang tanpa pamrih, yang karenanya Dia memberikan Putra-Nya sendiri untuk mati bagimu. Perhitungkanlah berapa banyak engkau berhutang atas anugerah pengampunan-Nya yang cuma-cuma, yang masih selamanya mengasihimu bahkan setelah ribuan penghinaan. Pikirkan berapa hutangmu terhadap kuasa-Nya; bagaimana Dia membangkitkan engkau dari kematian dalam dosa; bagaimana Dia menjaga kehidupan rohanimu; bagaimana Dia menjaga supaya engkau tidak jatuh; dan bagaimana Dia, walaupun ribuan musuh menghadang, membuat engkau tetap melangkah pada jalurmu. Renungkan hutangmu kepada Dia yang tidak pernah berubah. Meskipun engkau telah berubah ribuan kali, Dia tidak pernah sekali pun berubah. Tak terdulang hutangmu kepada setiap sifat Allah. Kepada Allah engkau berhutang, engkau dan segala yang engkau miliki—persembahkanlah tubuhmu sebagai suatu persembahan yang hidup, itu adalah ibadahmu yang sejati. [Roma 12:1]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 04, 2019, 05:25:19 AM
Reply #558
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0204

Senin, 4 Februari 2019

Seperti TUHAN mencintai. [Hosea 3:1]

Orang percaya, lihatlah ke belakang melintasi pengalamanmu, dan pikirkan bagaimana Allahmu sudah memimpinmu dalam belantara, dan bagaimana Dia sudah memberimu makan dan pakaian setiap hari — bagaimana Dia sudah menanggung perilakumu yang buruk — bagaimana Dia sudah bertahan dengan segala omelanmu dan segala kerinduanmu akan hal-hal kedagingan Mesir — bagaimana Dia sudah membuka batu karang untuk memberi minum, dan memberimu makan dengan manna yang datang dari langit. Pikirkan betapa anugerah-Nya sudah cukup bagimu dalam segala masalahmu — bagaimana darah-Nya sudah menjadi pengampunan dalam segala dosamu — bagaimana tongkat dan gada-Nya sudah menghibur engkau. Ketika engkau sekarang sudah melihat kasih Tuhan ke belakang, sekarang biarkan iman memandang kasih-Nya pada masa depan, karena ingatlah bahwa perjanjian dan darah Kristus mencakup lebih dari masa lampau. Dia yang sudah mengasihi dan mengampunimu, takkan pernah berhenti mengasihi dan mengampuni. Dialah Alfa, dan Dia akan menjadi Omega juga: Dia yang Awal, dan Dia akan menjadi yang Akhir. Karena itu, ingatlah ketika engkau melalui lembah kekelaman, engkau tidak perlu takut bahaya, sebab Dia bersamamu [Mazmur 23:4]. Ketika berdiri dalam aliran dingin sungai Yordan, engkau tidak perlu takut, karena kematian tidak bisa memisahkanmu dari kasih-Nya; dan ketika engkau tiba pada misteri kekekalan, engkau tidak perlu gemetar, "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." [Roma 8:38] Sekarang, hai jiwa, tidakkah kasihmu disegarkan kembali? Tidakkah ini membuatmu mencintai Yesus? Tidakkah melintasi padang kasih yang tak terbatas mengobarkan dan mendorong hatimu untuk bersuka dalam Tuhan Allahmu? Pastilah, ketika kita merenungkan "cinta TUHAN" itu, hati kita berkobar, dan kita ingin lebih mencintai Dia.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 05, 2019, 05:18:26 AM
Reply #559
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22570
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0205

Selasa, 5 Februari 2019

Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. [1 Yohanes 4:14]

Sungguh manis bahwa Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia tanpa izin, kekuasaan, persetujuan, dan bantuan dari Bapa. Dia dikirim oleh Bapa untuk menjadi Juruselamat manusia. Kita terlalu sering lupa bahwa meskipun ada perbedaan dalam kepribadian di antara Allah Tritunggal, tidak ada perbedaan dalam hal kehormatan. Kita sering sekali menghaturkan hormat atas keselamatan kita, atau setidaknya atas dalamnya kebaikan daripada keselamatan itu, kepada Yesus Kristus lebih daripada kepada Bapa. Ini adalah suatu kesalahan besar. Memangnya kenapa kalau Yesus datang? Bukankah Bapa yang mengutus-Nya? Bila perkataan-Nya menakjubkan, bukankah itu karena Bapa menuangkan anugerah melalui bibir-Nya, sehingga Dia menjadi pelayan perjanjian baru yang cakap? Siapa yang mengenal Bapa, Putra, dan ROH KUDUS sebagaimana seharusnya, tidak akan pilih kasih antara satu dengan yang lain; ia melihat Mereka di Betlehem, Getsemani, dan Bukit Kalvari, bersama-sama bekerja untuk keselamatan manusia. O Orang Kristen, sudahkah engkau percaya kepada Yesus Kristus Sang Manusia? Apakah engkau bersandar sepenuhnya hanya kepada Dia? Apakah engkau bersatu dengan-Nya? Maka percayalah bahwa engkau juga bersatu dengan Allah di surga. Karena engkau adalah saudara Yesus Kristus Sang Manusia, dan bersekutu erat dengan-Nya, maka engkau juga berhubungan dengan Allah yang kekal, dan Yang Lanjut Usianya [Daniel 7:9] adalah Bapamu dan Temanmu. Pernahkah engkau menilik kedalaman kasih dalam hati TUHAN, ketika Allah Bapa memperlengkapi Anak-Nya dalam tindakan kemurahan-Nya yang besar? Jika tidak, jadikanlah ini renunganmu untuk hari ini. Bapa mengutus-Nya! Renungkanlah hal itu. Pikirkanlah bagaimana Yesus mengerjakan apa yang Bapa kehendaki. Di dalam bilur-bilur sang Juruselamat yang sekarat, lihatlah kasih AKULAH AKU [Keluaran 3:14] yang Mahabesar. Biarlah setiap pikiran tentang Yesus bersambung kepada sang Kekal, Allah Maha terpuji, karena “TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.” [Yesaya 53:10]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)