Author Topic: Devosi GRII  (Read 23524 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 06, 2019, 05:32:43 AM
Reply #560
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0206

Rabu, 6 Februari 2019

Berdoalah setiap waktu. [Efesus 6:18]

Betapa banyaknya doa yang telah kita panjatkan sejak pertama kita belajar berdoa. Doa pertama kita adalah untuk diri sendiri; kita memohon Allah untuk mengampuni kita, dan menghapuskan dosa kita. Dia mendengar kita. Tetapi ketika Dia sudah menghapuskan dosa kita layaknya awan, kita masih punya banyak doa lain untuk diri sendiri. Kita pernah berdoa demi anugerah yang menguduskan, demi anugerah yang membatasi dan menahan diri; kita pernah dipimpin untuk merindukan jaminan keselamatan lagi dan lagi, demi mendapatkan cara yang nyaman dalam melaksanakan janji itu, demi jalan keluar pada saat dicobai, demi bantuan saat menjalankan tugas, dan demi pertolongan saat ujian datang. Kita telah dipanggil untuk datang kepada Allah demi jiwa kita, sebagai pengemis yang selalu meminta segalanya. Bersaksilah, hai anak Allah, bahwa engkau tidak pernah sanggup mendapatkan apapun untuk jiwamu di tempat lain. Semua roti yang telah jiwamu makan datangnya dari surga, dan setiap air yang telah jiwamu minum mengalirnya dari Sang Batu Hidup—Tuhan Yesus Kristus. Jiwamu tidak pernah bertumbuh subur dengan sendirinya; selamanya ia bergantung kepada berkat harian dari Allah; dan maka itu doamu telah naik ke surga demi segala macam belas kasihan rohani, segalanya namun tak terbatas. Kebutuhanmu tidak terhitung, karenanya persediaan tersedia begitu banyak tak terbatas, dan seperti halnya doamu sangat beraneka ragam, belas kasihan-Nya pun tidak terhitung. Maka tentunya engkau mempunyai cukup alasan untuk berkata, “Aku mencintai Allah, karena Dia telah mendengar doaku.” Karena sebanyak doa-doamu, sedemikianlah Allah memiliki jawaban kepada setiap doamu. Ia telah mendengarkan engkau dalam hari-hari yang bermasalah, telah menguatkan engkau, dan menolong engkau, bahkan ketika engkau tidak hormat kepada Dia dengan bersikap gemetar dan ragu di hadapan tutup tabut perjanjian. Ingatlah akan hal ini, dan biarlah hatimu dipenuhi dengan rasa syukur kepada Allah, yang telah demikian penuh rahmat mendengarkan doa-doamu yang lemah. “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” [Mazmur 103:2]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 07, 2019, 05:20:41 AM
Reply #561
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0207

Kamis, 7 Februari 2019

Bangkitlah dan pergilah. [Mikha 2:10]

Saatnya segera tiba di mana pesan ini datang kepada kita, seperti kepada semua orang—”Bangkitlah dan pergilah dari rumah kediamanmu, dari kota di mana engkau telah menjalankan usahamu, dari keluargamu, dari teman-temanmu. Bangkitlah, dan berangkatlah untuk perjalananmu yang terakhir.” Dan apa yang kita ketahui tentang perjalanan ini? Apa yang kita ketahui tentang negara tujuan kita? Sedikit yang telah kita baca mengenainya, dan sebagian telah diwahyukan oleh Roh; tetapi betapa sedikitnya kita mengetahui akan dunia masa depan! Kita tahu bahwa ada suatu sungai gelap yang bergolak yang bernama “Maut.” Allah memerintahkan kita menyeberanginya, dengan berjanji bahwa Ia akan menyertai. Dan setelah kematian, apa? Dunia ajaib apa yang akan tersingkap di depan mata kita yang berbinar-binar? Pemandangan luar biasa apakah yang akan terbuka untuk kita lihat? Tidak seorang pun telah kembali untuk mengisahkannya. Tetapi kita tahu cukup banyak tentang dunia surgawi sehingga kita menerima seruan yang memanggil kita ke sana dengan sukacita dan kebahagiaan. Perjalanan kematian mungkin gelap, tetapi kita bisa menjalaninya tanpa takut, dengan mengetahui bahwa Allah menyertai kita melewati lembah gelap, maka kita tidak perlu takut bahaya. [Mazmur 23:4] Kita akan berpisah dari semua yang kita kenal dan cintai di dunia ini, tetapi kita akan pergi ke rumah Bapa—ke rumah Bapa, di mana Yesus berada—kepada kota agung, “kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.” [Ibrani 11:10] Ini akan menjadi kepergian kita yang terakhir, untuk selamanya berdiam bersama Dia yang kita kasihi, di tengah-tengah umat-Nya, di hadirat Allah. Hai Orang Kristen, banyaklah merenungkan surga, itu membantu engkau untuk terus maju, dan melupakan beratnya perjalanan. Lembah tangisan ini hanyalah jalan menuju negeri yang lebih baik: dunia sengsara ini hanyalah batu loncatan menuju dunia penuh kebahagiaan.

        “Siapkan kami, Tuhan, dengan anugrah ilahi,
        Untuk pelataran-Mu yang terang di tempat tinggi;
        Lalu undang jiwa kami naik, dan serta
        Dengan paduan suara di angkasa.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


February 08, 2019, 05:34:07 AM
Reply #562
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0208

Jumat, 8 Februari 2019

Engkau akan menamakan Dia Yesus. [Matius 1:21]

Ketika kita mengasihi seseorang, segala sesuatu yang berkaitan dengan dia kita kasihi pula demi dia. Maka, sedemikian berhargalah pribadi Tuhan Yesus bagi semua orang percaya yang sejati, sehingga bagi mereka segala sesuatu tentang Dia menjadi tidak ternilai harganya. “Segala pakaianmu berbau mur, gaharu, dan cendana,” kata Daud [Mazmur 45:9], seolah-olah pakaian Sang Juruselamat begitu diharumkan oleh pribadi-Nya sehingga Daud tidak bisa tidak mencintai mereka pula. Pastilah tidak ada suatu tempat yang dipijak kaki-Nya yang kudus—maupun suatu kata yang telah diucapkan dari bibir-Nya yang mulia—maupun suatu pikiran yang disingkapkan Firman-Nya yang penuh kasih—yang bagi kita tidak berharga tiada tara. Demikian pula hal ini berlaku bagi nama-nama Kristus—semuanya manis di telinga orang percaya. Baik Dia dipanggil Suami, Mempelai Laki-Laki, Sahabat Jemaat; baik Dia diberi gelar Sang Anak Domba yang telah disembelih [Wahyu 13:8]—Sang Raja, Nabi, atau Imam—setiap gelar Tuan kita—Silo, Immanuel, Ajaib, Penasehat Perkasa [Yesaya 9:5]—setiap nama bagaikan sarang madu menitikkan madu, sungguh lezat tetesannya yang murni. Tetapi jikalau ada satu nama yang lebih manis bagi telinga seorang percaya, itulah nama Yesus. Yesus! nama yang menggerakkan harpa surgawi untuk bernyanyi. Yesus! hidup daripada segala sukacita kita. Jikalau ada nama yang lebih memukau, lebih berharga dari lainnya, inilah nama itu. Nama itu tersulam di dalam rajutan pujian kita. Banyak lagu pujian kita dimulai dengan nama itu, dan jarang lagu pujian yang cukup bagus, yang berakhir tanpa adanya nama itu. Nama itu adalah seluruh kegembiraan kita. Nama itulah musik yang dikumandangkan lonceng-lonceng surga; sebuah lagu dalam satu kata; seluas samudera untuk diselami, walaupun ringkas seperti satu tetesan; sebuah oratorio yang tak tersaingi dalam dua suku kata; kumpulan seluruh haleluya sepanjang masa dalam lima huruf.

        “Yesus, kucinta nama-Mu yang mempesona,
        Inilah musik bagi telingaku.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




February 09, 2019, 05:28:12 AM
Reply #563
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0209

Sabtu, 9 Februari 2019

Maka bertanyalah Daud kepada TUHAN. [2 Samuel 5:23]

Ketika Daud mengajukan pertanyaan ini, dia baru saja bertempur dengan orang Filistin, dan memperoleh kemenangan yang penting. Orang Filistin datang dengan pasukan yang besar, tetapi dengan bantuan Allah, Daud dengan mudahnya menungganglanggangkan mereka. Tetapi perhatikanlah, bahwa ketika mereka datang untuk kedua kalinya, Daud tidak maju berperang tanpa bertanya kepada Tuhan. Daud sudah pernah satu kali menang, bisa saja dia berkata, seperti banyak orang lain, “Aku akan menang lagi; aku yakin bahwa karena aku pernah menang sekali aku akan menang lagi. Mengapa aku harus berlambat-lambat mencari tangan Tuhan?” Tidak demikian Daud. Daud telah memenangkan satu pertempuran dengan kekuatan Tuhan; dia tidak akan berangkat ke pertempuran selanjutnya tanpa memastikan hal itu. Daud bertanya, “Bolehkah aku maju melawan mereka?” Daud menunggu sampai tanda dari Allah telah diberikan. Belajarlah dari Daud untuk tidak mengambil langkah tanpa Allah. Orang Kristen, apabila engkau ingin tahu jalan tugasmu, jadikan Allah sebagai kompasmu; apabila engkau hendak mengemudikan kapalmu melewati badai gelap, serahkanlah kemudi kepada tangan Sang Mahakuasa. Banyaklah karang yang bisa kita hindari, bila kita membiarkan Bapa memegang kemudi; banyaklah beting atau pasir hisap yang dapat kita hindari jikalau kita berserah kepada kehendak-Nya yang berdaulat untuk memilih dan memerintah. Seorang Puritan berkata, “Pastilah setiap kali seorang Kristen mengukir demi dirinya sendiri, dia akan memotong jarinya sendiri;” sungguh benar perkataan ini. Perkataan suci kuno lainnya, “Dia yang mendahului awan penyertaan Allah menapaki jalan orang bebal;” dan demikianlah terjadi padanya. Kita harus memperhatikan penyertaan Allah yang memimpin kita; dan jika penyertaan itu berlambat-lambat, berlambat-lambatlah sampai penyertaan itu tiba. Seorang yang mendahului penyertaan itu, akan harus berlari kembali lagi. “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus engkau tempuh,” merupakan janji Allah kepada umat-Nya [Mazmur 32:8]. Maka marilah kita membawa segala kebingungan kita kepada-Nya dan berkata, “Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki untuk aku lakukan?” Jangan tinggalkan kamarmu pagi ini tanpa bertanya kepada Tuhan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





February 10, 2019, 05:13:27 AM
Reply #564
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0210

Minggu, 10 Februari 2019

Aku tahu apa itu kelimpahan. [Filipi 4:12]

Ada banyak yang tahu “apa itu kekurangan” namun belum pernah belajar “apa itu kelimpahan”. Ketika mereka mencapai puncak, kepala mereka menjadi pusing, dan mereka siap jatuh. Orang Kristen jauh lebih sering mempermalukan imannya dalam kemakmuran daripada dalam masalah. Menjadi makmur itu berbahaya. Tungku kekurangan adalah ujian yang lebih ringan bagi orang Kristen dibanding tungku kemakmuran. Oh, jiwa yang kurus merana dan hal-hal rohani yang diabaikan, justru datang melalui belas kasihan dan karunia Allah itu sendiri! Sekalipun demikian, hal ini tidak pasti terjadi, sebab sang rasul memberitahukan kita bahwa ia tahu bagaimana caranya hidup berkelimpahan. Ketika ia mempunyai kelimpahan, ia tahu bagaimana menggunakannya. Anugerah yang berlimpah memampukannya untuk menanggung kemakmuran yang berlimpah. Ketika layar kapal membentang penuh, ia dimuati dengan banyak pemberat, sehingga tetap mengapung dengan aman. Perlu lebih dari ketrampilan manusia untuk memegang dengan stabil cawan yang meluap dengan kesenangan duniawi, tetapi Paulus sudah mempelajarinya, karena dia menyatakan, “Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan.” [Filipi 4:12] Bagaimana hidup berkelimpahan merupakan pengajaran ilahi, karena orang Israel pernah sangat berkelimpahan, tetapi saat daging bahkan masih di dalam mulut mereka, murka Allah turun ke atas mereka. Banyak orang memohon rahmat supaya mereka bisa memuaskan keinginan hatinya sendiri. Limpahnya roti sering mengakibatkan limpahnya darah, dan mendatangkan hawa nafsu. Ketika kita memiliki banyak rahmat pemeliharaan Allah, sering terjadi malah kita hanya memiliki sedikit anugerah Allah, dan rasa syukur yang terlalu sedikit atas berkat yang sudah kita terima. Kita kenyang dan kita melupakan Allah: puas dengan bumi, kita merasa cukup tanpa surga. Yakinlah bahwa lebih susah belajar bagaimana hidup dalam kekenyangan daripada dalam kelaparan—sebegitu parahnya kecenderungan manusia untuk memegahkan diri dan melupakan Allah. Berhati-hatilah supaya dalam doamu engkau meminta Allah mengajarkan “bagaimana hidup dalam kelimpahan.”

        “Janganlah hadiah yang kasih-Mu limpahkan
        menjauhkan hati kami dari-Mu.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 11, 2019, 05:31:21 AM
Reply #565
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0211

Senin, 11 Februari 2019

Dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. [Kisah Para Rasul 4:13]

Seorang Kristen seharusnya mirip sekali dengan Yesus Kristus. Engkau sudah membaca riwayat hidup Kristus, yang tertulis indah dan penuh perasaan, tetapi riwayat terbaik Kristus adalah biografi-Nya yang hidup, yang tertulis dalam kata-kata dan perilaku umat-Nya. Kalau kita sesuai dengan pengakuan kita, dan dengan apa yang seharusnya, kita seharusnya merupakan gambaran Kristus; ya, sedemikian menyolok menyerupai Dia, sehingga dunia tidak bertemu dengan kita untuk sekian waktu dan berkata, “ya, sepertinya ada kemiripannya”; tetapi mereka, saat memandang kita, akan berseru, “Dia pengikut Yesus; dia belajar dari Yesus; dia mirip Yesus; dia telah mengerti siapa itu sang Kudus dari Nazaret, dan dia melakukannya dalam kehidupan dan tindakannya sehari-hari.” Seorang Kristen seharusnya mirip Kristus dalam keberanian-Nya. Jangan malu menganut agamamu; pengakuanmu takkan pernah mempermalukanmu: hati-hatilah jangan sampai kamu mempermalukannya. Jadilah seperti Yesus, gagah berani demi Allah-mu. Tirulah Dia dalam roh yang mengasihi; berbaik hatilah dalam pikiranmu, perkataanmu, dan perbuatanmu, sehingga mengenai engkau orang akan berkata, “Dia pengikut Yesus.” Tirulah Yesus dalam kesucian-Nya. Tidakkah Dia giat demi Tuan-Nya? Maka jadilah demikian; selalu berbuat baik. Jangan ada waktu yang terbuang: terlalu bernilai adanya. Tidakkah Dia menyangkal diri-Nya, tidak pernah mengejar kepentingan-Nya sendiri? Jadilah demikian. Tidakkah Dia berbakti? Demikianlah engkau harus tekun dalam doamu. Tidakkah Dia tunduk pada kehendak Bapa-Nya? Maka serahkanlah dirimu kepada-Nya. Tidakkah Dia sabar? Maka belajarlah bertahan. Dan yang terindah, sebagai gambaran Yesus yang tertinggi, berusahalah untuk mengampuni musuhmu, seperti Dia telah mengampuni; dan biarlah ucapan agung Tuanmu, “Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” [Lukas 23:34] selalu berkumandang di telingamu. Ampunilah, seperti engkau berharap diampuni. Timbunkanlah bara api di atas kepala seterumu dengan kebaikanmu. [Roma 12:20] Ingatlah, kebaikan membalas kejahatan adalah menyerupai Allah. Oleh karena itu, jadilah serupa dengan Allah; dan dalam segala jalan dan dengan segala cara, hiduplah agar tentang engkau semua orang berkata, “Dia pengikut Yesus.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 12, 2019, 05:57:13 AM
Reply #566
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0212

Selasa, 12 Februari 2019

Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. [2 Korintus 1:15]

Ini terjadi secara seimbang, penuh berkat. Sang Penguasa Pemeliharaan memegang neraca—di satu sisi Dia menaruh ujian-ujian umat-Nya, dan di sisi lainnya penghiburan mereka. Ketika neraca ujian hampir kosong, engkau akan melihat demikian pulalah neraca penghiburan; tetapi ketika neraca ujian penuh, lihatlah bahwa neraca penghiburan juga sama beratnya. Saat awan gelap berkumpul paling banyak, cahaya semakin terang terlihat oleh kita. Ketika malam menjelang dan badai datang, Sang Kapten Surgawi berada paling dekat dengan awak-Nya. Ini merupakan berkat, sebab saat kita paling terpuruk adalah saat kita paling terangkat oleh penghiburan ROH KUDUS. Salah satu alasannya adalah karena ujian memberi lebih banyak ruang untuk penghiburan. Hati yang agung hanya bisa dibentuk melalui masalah yang besar. Sekop kesusahan dapat lebih dalam menggali waduk penghiburan, dan membuka lahan untuk anugerah. Allah masuk ke dalam hati kita—Ia mendapatinya penuh—Ia mulai menghancurkan kenyamanan kita untuk menjadikannya kosong; sehingga ada lebih banyak ruang untuk anugerah. Semakin rendah seseorang terbaring, semakin besar penghiburan yang dia dapatkan, karena dia akan lebih siap untuk menerimanya. Alasan lain kenapa kita paling berbahagia dalam kesulitan yaitu—dengan itu kita memiliki hubungan yang paling dekat dengan Allah. Ketika lumbung penuh, orang dapat hidup tanpa Allah: ketika kantong berkelimpahan dengan emas, kita mencoba hidup tanpa banyak berdoa. Tetapi coba pohon jarak kita diambil, barulah kita rindu akan Allah kita; coba buang segala ilah dari rumah kita, barulah kita terdorong untuk memuliakan TUHAN. “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!” [Mazmur 130:1] Tidak ada seruan yang lebih baik selain dari yang datang dari kaki pegunungan; tidak ada doa yang lebih sungguh selain yang datang dari kedalaman jiwa kita, melalui ujian dan penderitaan yang mendalam. Karena itulah ujian dan penderitaan membawa kita kepada Allah, dan kita menjadi lebih bahagia; karena dekat dengan Allah merupakan kebahagiaan. Mari, orang percaya yang susah, janganlah resah dengan kesukaran-kesukaranmu yang berat itu, karena merekalah pewarta rahmat yang melimpah.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 13, 2019, 05:29:34 AM
Reply #567
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0213

Rabu, 13 Februari 2019

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah. [1 Yohanes 3:1-2]

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita.” [1 Yohanes 3:1] Pertimbangkanlah siapa kita sebelumnya, dan bagaimana kita menilai diri kita, bahkan sekarang, ketika kecemaran begitu berkuasa di dalam kita, maka engkau akan takjub akan pengadopsian kita. Meski begitu, kita disebut “anak-anak Allah.” "Anak" merupakan tingkat relasi yang begitu tinggi, dan hak istimewanya begitu banyak! Betapa besar kasih dan kelembutan yang sang anak harapkan dari ayahnya, dan betapa besar kasih sang ayah kepada anaknya! Tetapi semua itu, dan bahkan lebih, sekarang kita miliki dalam Kristus. Mengenai kerugian sementara dalam penderitaan bersama Saudara Sulung kita, kita terima itu sebagai penghormatan: “Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” Kita puas tidak dikenal bersama dengan Dia dalam kehinaan-Nya, karena kita akan ditinggikan bersama-Nya. “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah.” Kalimat ini mudah dibaca, tetapi tidak terlalu mudah dirasakan. Bagaimanakah dengan hatimu pagi ini? Apakah engkau sedang berada dalam duka yang terdalam? Apakah kecemaran bangkit dalam rohmu, dan anugerah tampak seperti percikan kecil di bawah kakimu? Apakah imanmu hampir mengecewakanmu? Jangan takut, engkau hidup bukan berdasarkan perbuatan baikmu atau perasaanmu: engkau harus hidup hanya melalui iman dalam Kristus. Dengan segala hal ini yang melawan kita, sekarang juga—di tengah-tengah duka kita, di mana pun kita berada—sekarang, baik di lembah maupun di puncak, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah.” “Ah, tapi kan,” katamu, “lihatlah keadaanku! perbuatan baikku tidaklah cemerlang; kebenaranku tidak bersinar dengan kemuliaan yang nyata.” Tetapi bacalah yang berikutnya: “tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia.” [1 Yohanes 3:2] ROH KUDUS akan menyucikan pikiran kita, dan kuasa ilahi akan memperbarui tubuh kita; maka kemudian kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 14, 2019, 06:26:27 AM
Reply #568
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0214

Kamis, 14 Februari 2019

Dan tentang belanjanya, raja selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya. [2 Raja-Raja 25:30]

Yoyakin tidak diusir dari istana raja dengan bekal yang akan mencukupinya selama berbulan-bulan, tetapi kebutuhannya diberikan seperti dana pensiun yang diberikan tiap-tiap hari. Di sini dia sangat jelas menggambarkan posisi semua umat Allah yang berbahagia. Jatah harian adalah seluruh kebutuhan seorang manusia. Kita tidak memerlukan kebutuhan besok; hari esok belum tiba, dan kebutuhannya masih seperti bayi yang belum lahir. Kehausan yang mungkin kita alami pada bulan Juni tidak perlu dipuaskan pada Februari, karena memang belum kita rasakan; jika kita berkecukupan setiap hari sebagaimana setiap hari tiba, kita tidak akan pernah mengenal kekurangan. Kecukupan hari ini merupakan seluruh yang dapat kita nikmati. Kita tidak dapat makan atau minum maupun memakai lebih dari porsi makanan atau pakaian hari ini; lebih dari itu membuat kita repot menyimpannya, dan gelisah dalam mewaspadai pencuri. Satu tongkat membantu seorang musafir, tetapi segepok tongkat merupakan beban berat. Cukup bukan saja sama baiknya dengan sebuah pesta, tetapi cukup adalah hal yang bisa sungguh-sungguh dinikmati orang paling rakus sekalipun. Inilah seluruh yang seharusnya kita harapkan; menginginkan lebih merupakan tindakan yang tak tahu berterima kasih. Saat Bapa kita tidak memberikan lebih, kita seharusnya berpuas dengan jatah harian dari-Nya. Keadaan Yoyakin merupakan keadaan kita, kita mendapatkan bagian yang pasti, raja selalu memberikannya kepada kita, bagian dari kemurahan hati, dan bagian yang kekal. Tentulah ini merupakan suatu pokok syukur.

Pembaca Kristen yang terkasih, mengenai rahmat engkau membutuhkan curahan tiap-tiap hari. Engkau tidak mempunyai gudang kekuatan. Hari demi hari engkau harus mencari bantuan dari atas. Merupakan jaminan yang sangat manis bahwa tiap-tiap hari ada bagian yang disediakan untukmu. Dalam firman, melalui pelayanan, lewat perenungan, dalam doa, dan dengan menanti-nantikan Tuhan engkau akan mendapat kekuatan baru. [Yesaya 40:31] Dalam Yesus segala kebutuhanmu telah disediakan bagimu. Maka nikmatilah bagianmu yang tersedia terus-menerus. Jangan lapar selagi roti berkat harian ada di atas meja kemurahan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





February 15, 2019, 06:38:16 AM
Reply #569
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23960
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0215

Jumat, 15 Februari 2019

Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. [2 Petrus 3:18]

Surga akan penuh dengan pujian tanpa henti bagi Yesus. Hai kekekalan! tahun-tahunmu yang tak terhitung akan memperlekas perjalanan waktu yang tidak berakhir itu, tetapi selama-lamanya “bagi-Nya kemuliaan.” Bukankah Dia adalah "Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek?” [Ibrani 7:17] “Bagi-Nya kemuliaan.” Bukankah dia raja yang kekal—Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan [Wahyu 19:16], Bapa yang kekal [Yesaya 9:6]? “Bagi-Nya kemuliaan selama-lamanya.” Puji-pujian bagi-Nya tidak akan berhenti. Apa yang dibeli dengan darah layak untuk tetap ada selama keabadian ada. Kemuliaan salib tidak akan pernah tersaingi; kubur dan kebangkitan tidak akan pernah meredup kilauannya. O Yesus! Engkau akan dipuji selamanya. Lama seperti hidupnya roh-roh abadi—lama seperti takhta Bapa bertahan—selamanya, selamanya, bagi Engkaulah kemuliaan. Hai orang percaya, engkau menanti-nantikan waktu di mana engkau akan bersama-sama dengan para orang kudus di atas sana memberikan segala kemuliaan kepada Yesus; tetapi apakah engkau memuliakan-Nya sekarang? Kata sang rasul, “Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Akankah engkau pada hari ini menjadikan itu doamu? “Tuhan, tolonglah aku untuk memuliakan Engkau; aku miskin; tolonglah aku untuk memuliakan Engkau dengan merasa cukup; aku sakit; tolonglah aku untuk memberikan hormat kepada-Mu dengan bersabar; aku punya berbagai bakat; tolonglah aku memuja Engkau dengan menggunakannya untuk-Mu; aku mempunyai waktu; Tuhan, tolonglah aku untuk menebus waktu, agar aku dapat melayani Engkau; aku punya hati yang berperasaan; biarlah hati ini merasakan cinta yang daripada-Mu saja, dan berpijar hanya oleh api yang mengasihi-Mu; aku mempunyai kepala untuk berpikir; Tuhan, tolonglah aku untuk berpikir mengenai Engkau dan untuk Engkau; Engkau telah menaruh aku di dunia untuk suatu maksud; Tuhan, tunjukkanlah kepadaku apa maksud itu, dan tolonglah aku untuk mengerjakan tujuan hidupku; aku tidak dapat melakukan banyak hal; tetapi seperti janda mempersembahkan dua peser, yaitu semua yang ada padanya, [Markus 12:42-44] maka Tuhan, kupersembahkan pula waktuku dan kekekalanku ke dalam perbendaharaan-Mu; aku sepenuhnya milik-Mu; ambilah aku, dan mampukan aku untuk memuliakan-Mu sekarang, dalam segala yang kukatakan, kuperbuat, dan dengan segala yang kumiliki.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)