Author Topic: Devosi GRII  (Read 18635 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 16, 2019, 05:41:56 AM
Reply #570
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0216

Sabtu, 16 Februari 2019

Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. [Filipi 4:11]

Perkataan ini menunjukkan kepada kita bahwa rasa cukup bukanlah kecenderungan alami manusia. “Rumput liar tumbuhnya cepat.” Iri hati, ketidakpuasan, dan bersungut-sungut merupakan hal yang alamiah bagi manusia sama seperti semak duri yang berada dalam tanah. Kita tidak perlu menanam rumput duri dan lalang; mereka tumbuh dengan sendirinya, karena mereka aslinya dari tanah: demikian pula, kita tidak perlu mengajari manusia mengomel; mereka mengomel cukup tangkas tanpa diajari. Tetapi hal-hal yang berharga di bumi harus dicocoktanamkan. Jika kita ingin gandum, kita harus menabur dan membajak; jika kita ingin bunga, harus ada kebun, dan segala pemeliharaannya oleh tukang kebun. Nah, rasa cukup merupakan salah satu bunga surga, dan jika kita menginginkannya, kita harus menanamnya; ia tidak akan tumbuh di dalam diri kita secara alami; hanya natur baru kita yang bisa menghasilkannya, dan itu pun haruslah dengan hati-hati dan waspada kita merawat dan menumbuhkan anugerah yang sudah Allah taburkan dalam kita. Paulus berkata “Aku telah belajar mencukupkan diri;” berarti ia mengatakan bahwa ia pernah tidak tahu bagaimana. Dia harus melalui beberapa penderitaan untuk mencapai misteri kebenaran yang agung ini. Pasti kadang-kadang ia merasa sudah mempelajarinya, tapi ternyata belum. Dan ketika pada akhirnya ia mencapainya, dan dapat berkata, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan,” dia sudah tua, dengan kepalanya yang beruban, berada di tepi kubur—seorang narapidana yang terkurung dalam penjara bawah tanah Nero di Roma. Mungkin saja kita bersedia menanggung sakitnya Paulus [Galatia 4:13] dan berada dalam penjara bawah tanah seperti dia, jika kita rela dengan cara apapun mencapai tingkat yang baik seperti dia. Jangan menyerahkan diri pada gagasan bahwa engkau bisa merasa cukup tanpa belajar, atau bisa belajar tanpa disiplin. Ini bukan kekuatan yang bisa dilatih secara alami, tetapi suatu ilmu yang diraih sedikit demi sedikit. Kita tahu akan hal ini dari pengalaman. Saudara, hentikan sungut itu, walau selumrah apapun, dan teruslah menjadi murid yang rajin dalam Perguruan Cukup.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.








February 17, 2019, 05:08:55 AM
Reply #571
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0217

Minggu, 17 Februari 2019

Ishak diam dekat sumur Lahai-Roi. [Kejadian 25:11]

Di sana Hagar menemukan keselamatan, dan Ismael minum dari air yang dengan penuh anugerah disingkapkan oleh Allah yang hidup dan menjaga anak-anak manusia; namun di sana ia hanya numpang lewat, sebagaimana manusia duniawi yang datang kepada Allah dalam saat-saat sulit, ketika dengannya mereka diuntungkan. Mereka berseru kepada-Nya dalam kesulitan, tetapi melupakan-Nya dalam kelimpahan. Sedangkan Ishak tinggal di sana, menjadikan sumur Allah yang hidup dan Mahatahu sebagai sumber kebutuhannya yang tetap. Arah lazimnya kehidupan seseorang, yaitu di mana jiwanya tinggal, merupakan penguji keadaan dirinya yang sesungguhnya. Mungkin kunjungan pemeliharaan yang dialami Hagar terbersit dalam pikiran Ishak, dan menuntun Ishak untuk menghormati tempat itu; namanya yang mistis membuat Ishak merasa sayang kepadanya; perenungannya di pinggir sumur saat senja menjelang membuatnya akrab dengan sumur itu; pertemuannya dengan Ribka di sana telah membuat jiwanya merasa di situlah tempat tinggalnya berada; tetapi yang terbaik dari semua, fakta bahwa di sana dia menikmati perjumpaan-Nya dengan Allah yang hidup, membuatnya untuk memilih tempat kudus itu sebagai tempat kediamannya. Marilah kita belajar untuk hidup di hadirat Allah yang hidup; marilah kita berdoa kepada ROH KUDUS supaya hari ini, dan setiap hari ke depan, kita boleh merasakan "Engkaulah Allah yang telah melihat aku." [Kejadian 16:13] [1] Semoga Tuhan Yahweh menjadi seperti sumur bagi kita, menyukakan hati, menghibur, tidak pernah mengecewakan, terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal [Yohanes 4:14]. Botol si ciptaan retak dan mengering, tetapi sumur sang Pencipta tidak pernah mengecewakan; berbahagialah dia yang diam di dekat sumur-Nya, yang dengan demikian mendapatkan persediaan kebutuhannya secara berlimpah dan terus-menerus. Tuhan adalah penolong yang pasti bagi orang lain: Namanya adalah Shaddai, Allah Maha-mencukupi; hati kita sering merasakan hubungan yang paling intim dan menyukakan hati dengan-Nya; melalui Dia jiwa kita telah menemukan Suaminya yang mulia, Tuhan Yesus; dan di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada [Kisah Para Rasul 17:28]; maka marilah kita tinggal dalam persekutuan yang erat dengan-Nya. Tuhan yang mulia, ikatlah kami sehingga kami tidak akan pernah meninggalkan-Mu, melainkan diam dekat sumur Allah yang hidup.
____________________
[1] Engkaulah El-Roi.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 18, 2019, 05:46:54 AM
Reply #572
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0218

Senin, 18 Februari 2019

Beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku. [Ayub 10:2]

Mungkin, o jiwa yang diuji, Tuhan melakukan ini untuk mengembangkan anugerahmu. Ada beberapa anugerahmu yang tidak akan pernah ditemukan kecuali lewat ujian-ujianmu. Tidak tahukah engkau bahwa imanmu tidak terlihat begitu megah saat musim panas dibandingkan saat musim dingin? Kasih itu seringkali seperti ulat pijar, cahayanya terlihat redup kecuali di tengah-tengah kegelapan. Pengharapan pun serupa bintang—tidak terlihat di kala terik surya kemakmuran, hanya bisa tampak dalam malam kesulitan. Penderitaan seringkali seperti kertas timah hitam yang di atasnya Allah letakkan permata-permata anugerah anak-anak-Nya, agar permata-permata itu lebih bersinar. Baru saja engkau berlutut dan berkata, "Tuhan, aku takut aku tidak beriman: beri tahu aku bahwa aku beriman." Jangan-jangan, tanpa disadari ini merupakan doa memohon ujian?—karena bagaimana engkau bisa mengetahui engkau beriman sampai iman itu dikerjakan? Bersandarlah akan hal itu, Allah sering mengirim ujian kepada kita supaya anugerah kita bisa ditemukan, agar kita bisa yakin bahwa kita memilikinya. Lagipula, itu tidak sekadar ditemukan, pertumbuhan sejati anugerah merupakan hasil dari ujian-ujian yang dikuduskan. Allah sering menghapus kenyamanan dan hak-hak tertentu kita agar kita bertumbuh menjadi orang Kristen yang lebih baik. Dia melatih serdadu-Nya, bukan dalam tenda-tenda yang nyaman dan mewah, tetapi dengan mengeluarkan mereka dan memaksakan mereka baris-berbaris dan tugas yang berat. Dia menyuruh mereka mengarungi kali dan berenang melintasi sungai, dan mendaki gunung, dan berjalan jauh bermil-mil dengan beban berat penderitaan di punggung mereka. Nah, orang Kristen, bukankah ini menggambarkan penderitaan-penderitaan yang sedang engkau alami? Bukankah Allah sedang memperjelas anugerahmu, dan mempertumbuhkannya? Bukankah ini alasan Dia berperkara dengan engkau?

        “Ujian membuat janji-Nya indah;
        Ujian memberi hidup baru kepada doa;
        Ujian membawaku ke kaki-Nya,
        Membuatku rendah, dan menahan aku di situ.”



February 19, 2019, 05:42:26 AM
Reply #573
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0219

Selasa, 19 Februari 2019

Beginilah Firman Tuhan ALLAH: Dalam hal ini juga Aku menginginkan, supaya kaum Israel meminta dari pada-Ku apa yang hendak Kulakukan bagi mereka. [Yehezkiel 36:37]

Doa adalah pelopor rahmat. Tengoklah riwayat suci, dan engkau akan melihat jarang ada rahmat besar turun ke dunia ini tanpa didahului permohonan. Engkau telah menyaksikan benarnya hal ini dalam hidupmu. Allah telah banyak memberikanmu hal yang tidak engkau minta, tetapi tetap saja doa yang agung merupakan lagu pembuka dari rahmat yang agung bagimu. Ketika engkau pertama-tama menemukan kedamaian melalui darah salib, engkau banyak berdoa, dengan sungguh-sungguh bersyafaat dengan Allah agar Dia menghapus keraguanmu, dan melepaskan segala kesusahanmu. Kepastianmu merupakan hasil dari doa. Ketika pada saat apapun engkau merasa bahagia luar biasa, engkau wajib melihatnya sebagai jawaban doa-doamu. Ketika engkau mendapatkan jalan keluar yang menakjubkan dari masalah yang berat, dan mendapatkan pertolongan yang hebat dalam bahaya besar, engkau bisa berkata, "Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku." [Mazmur 34:4] Doa selalu merupakan kata pengantarnya berkat. Ia berjalan mendahului berkat sebagai bayang-bayang berkat. Ketika surya belas kasihan Allah terbit di atas kebutuhan kita, terbentuklah bayang-bayang doa yang jauh melintasi dataran. Atau, dengan ilustrasi lain, ketika Allah menimbun bukit rahmat, Ia sendiri bersinar di balik-Nya, dan Dia menjatuhkan ke atas jiwa kita bayang-bayang doa, supaya kita merasa pasti, jika kita banyak berdoa, permohonan kita merupakan bayang-bayang rahmat. Karena itulah doa berhubungan dengan berkat, agar kepada kita nilai doa dapat ditunjukkan. Jika kita mendapatkan berkat tanpa kita memintanya, kita akan menganggap berkat-berkat itu hal yang lumrah; sedangkan doa membuat segala rahmat kita lebih berharga dari permata. Hal-hal yang kita minta memang berharga, tetapi kita tidak menyadari nilainya sampai kita dengan sungguh-sungguh mencarinya.

        "Doa memukul mundur awan gelap;
        Doa mendaki tangga yang Yakub lihat;
        Memberi latihan kepada iman dan kasih;
        Membawa setiap berkat dari atas."

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


February 20, 2019, 05:50:10 AM
Reply #574
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0220

Rabu, 20 Februari 2019

Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati. [1] [2 Korintus 7:6]

Lagipula siapa yang menghibur seperti Dia? Pergilah kepada seorang anak Allah yang miskin, muram, dan berdukacita; kabarkan kepadanya janji-janji yang manis, dan bisikkanlah kata-kata yang menghibur; maka dia akan seperti ular beludak yang tuli, dia tidak mendengarkan suara rayuan, memikat hatinya tidaklah bijak. Dia sedang meminum empedu dan apsintus, dan sebanyak apapun kau hibur dia, hanya satu dua komentar undur diri penuh perkabungan yang kaudapatkan dari dia; engkau tidak akan bisa mengeluarkan nyanyian puji-pujian, maupun haleluya, maupun soneta sukacita. Tetapi biarkanlah Allah datang mengunjungi anak-Nya, biarkanlah Dia menghadapkan wajah-Nya, dan mata orang yang berduka itu akan berlinang dengan harapan. Tidakkah engkau mendengar dia bernyanyi—

        “‘nilah surga, jika Engkau di sini;
        Jika Engkau pergi, ‘nilah neraka?”

Engkau tidak mungkin menghibur dia; tetapi Tuhan telah melakukannya; “Dia adalah Allah sumber segala penghiburan.” [2 Korintus 1:3] Tidak ada balsam di Gilead [Yeremia 8:22], tetapi ada balsam dalam Allah. Tidak ada dokter di antara ciptaan selain Sang Pencipta yang adalah Yehova-rophi [2]. Sungguh menakjubkan bagaimana satu kata yang manis dari Allah menjadi seluruh kidung untuk orang-orang Kristen. Satu kata dari Allah adalah seperti sebongkah emas, dan orang Kristen adalah pemukul emas dan dia dapat menempa janji itu berminggu-minggu. Jadi, orang Kristen yang malang, engkau tidak perlu bermuram durja. Pergilah kepada Sang Pelipur Lara, dan mohon kepada-Nya untuk memberimu penghiburan. Engkau adalah sumur kering yang malang. Engkau telah mendengar bahwa ketika pompa kering, engkau harus mengisinya dengan air terlebih dahulu, dan kemudian engkau bisa mendapat air, maka, hai Kristen, ketika kamu kering, pergilah kepada Allah, mintalah kepada-Nya untuk mencurahkan sukacita-Nya di dalam hatimu, maka sukacitamu akan menjadi penuh. Janganlah pergi kepada kenalan-kenalan di dunia, sebab engkau akan mendapati mereka seperti para penghibur Ayub; tetapi pergilah pertama dan terutama kepada “Allah, yang menghibur orang yang patah semangat,” dan engkau akan segera berkata, “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.“ [Mazmur 94:19]
____________________
[1] Dalam terjemahan lain, orang yang patah semangat.
[2] TUHAN yang menyembuhkan.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


February 21, 2019, 05:21:54 AM
Reply #575
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0221

Kamis, 21 Februari 2019

Allah telah berfirman. [Ibrani 13:5]

Kalau saja kita bisa memegang kata-kata itu dengan iman, kita memiliki di tangan kita senjata yang mengalahkan segalanya. Keraguan apa yang tidak mungkin dimusnahkan pedang bermata dua ini? Ketakutan apa yang tidak akan jatuh terpukul dengan luka mematikan oleh panah yang ditembakkan busur perjanjian Allah ini? Bukankah kesusahan hidup dan pedihnya kematian; kecemaran di dalam dan jerat di luar; ujian dari atas dan cobaan dari bawah, akan terlihat seperti penderitaan ringan ketika kita bisa bersembunyi di bawah benteng “Allah telah berfirman”? Ya, benar; baik demi sukacita dalam kesunyian kita, maupun demi kekuatan dalam konflik, “Allah telah berfirman” haruslah menjadi tempat teduh kita setiap hari. Dan hal ini akan mengajarkan kepada kita nilai yang luar biasa dari menyelidiki Alkitab. Mungkin ada janji dalam Firman Allah yang benar-benar cocok untuk keadaanmu, tetapi tidak engkau ketahui, dan karena itu engkau kehilangan penghiburannya. Engkau seperti seorang tawanan dalam penjara, dan mungkin satu kunci di antara sekelompok kunci yang ada bisa membuka pintu, sehingga engkau bebas; tetapi bila engkau tidak mencarinya, engkau akan tetap menjadi tawanan, meskipun kebebasan ada dalam jangkauan. Mungkin ada obat mujarab dalam daftar obat Kitab Suci, tetapi engkau akan tetap sakit kecuali engkau memeriksa dan menyelidiki Alkitab untuk menemukan “Allah telah berfirman” apa. Tidakkah engkau seharusnya, selain membaca Alkitab, memenuhi ingatanmu dengan janji-janji Allah? Engkau bisa mengingat kembali kata-kata orang-orang yang agung; engkau mengumpulkan sajak-sajak penyair ternama; tidakkah engkau seharusnya juga memiliki pengetahuan yang mendalam akan Firman Allah, supaya engkau siap sedia mengutipnya saat menghadapi kesulitan atau menggulingkan keraguan? Karena “Allah telah berfirman” merupakan sumber segala hikmat, dan air mancur segala penghiburan, biarlah Firman Allah dengan subur bersemayam dalam dirimu, “menjadi mata air yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” [Yohanes 4:14] Dengan demikian engkau akan bertumbuh sehat, kuat, dan bahagia dalam kehidupan ilahi.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 22, 2019, 05:38:29 AM
Reply #576
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0222

Jumat, 22 Februari 2019

Namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub. [Kejadian 49:24]

Kekuatan yang diberikan Allah kepada para Yusuf-Nya itu kekuatan yang sejati; bukanlah keberanian bualan, suatu fiksi, maupun pembicaraan orang yang berakhir sia-sia; sungguh benar—kekuatan ilahi. Mengapa Yusuf tahan menghadapi pencobaan? Karena Allah menolongnya. Tidak ada yang bisa kita lakukan tanpa kekuatan Allah. Semua kekuatan sejati datang dari “Yang Mahakuat pelindung Yakub.” Perhatikan betapa dengan penuh rahmat dan akrab Allah memberikan kekuatan ini kepada Yusuf—”lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub.” Demikian Allah digambarkan seolah menaruh tangan-Nya di atas tangan Yusuf, meletakkan lengan-Nya pada lengan Yusuf. Seperti seorang ayah yang mengajar anak-anaknya, demikianlah Tuhan mengajar mereka yang takut akan Dia. Dia menaruh lengan-Nya di atas mereka. Perendahan diri yang dahsyat! Allah Mahakuasa, Kekal, Mahakuat, membungkuk dari takhta-Nya dan menaruh tangan-Nya di atas tangan anak-Nya, mengulurkan lengan-Nya ke atas lengan Yusuf, supaya dia menjadi kuat! Kekuatan ini juga adalah kekuatan perjanjian, karena kekuatan ini dianggap bersumber dari “Yang Mahakuat pelindung Yakub.” Maka sekarang, di manapun engkau membaca Allah Yakub di dalam Alkitab, engkau harus mengingat perjanjian-Nya dengan Yakub. Orang Kristen suka berpikir akan perjanjiannya Allah. Segala kekuatan, segala anugerah, segala berkat, segala kemurahan, segala penghiburan, segala yang kita miliki, mengalir kepada kita dari sang sumber, melalui perjanjian. Jika tidak ada perjanjian, maka kita pasti gagal; karena semua anugerah datang dari perjanjian, seperti cahaya dan panas datangnya dari matahari. Malaikat tidak turun naik, kecuali di tangga yang Yakub lihat, yang pada puncaknya berdiri Allah yang berjanji. [Kejadian 28:12] Orang Kristen, mungkin pemanah-pemanah musuh telah begitu mendukakan engkau, dan menembak engkau, dan melukai engkau, tetapi panahmu tetap kokoh; maka pastikan engkau mengembalikan segala kemuliaan kepada Allah Yakub.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




February 23, 2019, 05:42:11 AM
Reply #577
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0223

Sabtu, 23 Februari 2019

Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. [Ibrani 13:5]

Tidak ada janji yang hanya ditujukan untuk satu orang saja. Apapun yang telah Allah katakan kepada salah satu orang kudus, Dia mengatakannya kepada semua orang kudus. Ketika Dia membuka sumur untuk satu orang, semua boleh meminum airnya. Ketika Dia membuka pintu lumbung untuk memberi makan, mungkin memang itu karena ada satu orang yang kelaparan, tapi semua orang kudus yang lapar boleh datang juga dan makan. Tidak peduli Dia memberi Firman itu pada Abraham atau kepada Musa, wahai orang percaya; Dia telah memberikan Firman-Nya kepadamu sebagai salah satu keturunan perjanjian. Tidak ada berkat yang terlalu mulia dan luhur untukmu, tidak juga belas kasihan yang terlalu luas dan lebar untukmu. Angkatlah mukamu dan pandanglah ke utara dan selatan, ke timur dan barat, sebab semua ini milikmu. Naiklah ke puncak gunung Pisga, dan lihatlah sampai ujung janji ilahi-Nya, karena negeri itu semuanya adalah milikmu [Ulangan 3:27]. Tak ada satu pun aliran air hidup yang tidak bisa engkau minum. Jika negeri itu mengalirkan susu dan madu, makanlah madunya dan minumlah susunya, karena itu semua milikmu [Keluaran 3:8, Ulangan 26:9]. Beranilah percaya, sebab Dia telah berkata, "Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." [Ulangan 31:6] Dalam janji ini, Allah memberikan umat-Nya segalanya. "Aku tidak akan meninggalkan engkau." Maka tidak ada sifat Allah yang berhenti menyertai kita. Apakah Dia berkuasa? Dia akan menunjukkan kekuatan-Nya mewakili mereka yang percaya kepada-Nya. Apakah Dia kasih? Dengan kasih setia-Nya Dia akan berbelas kasihan pada kita. Apapun sifat Tuhan, setiap sifat itu akan menyertai kita sepenuhnya. Kesimpulan atas semua ini adalah, tidak ada yang dapat kauingini, maupun yang dapat kauminta, kebutuhanmu dalam kala maupun dalam kekekalan, apapun yang hidup, maupun yang menuju maut, di dunia ini, maupun di dunia yang akan datang, sekarang, atau pada saat pagi hari kebangkitan, ataupun yang di sorga, yang tidak tercakup dalam kalimat ini—"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 24, 2019, 04:48:47 AM
Reply #578
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0224

Minggu, 24 Februari 2019

Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat. [Yehezkiel 34:26]

Inilah belas kasihan yang berdaulat— "Aku akan menurunkan hujan pada waktunya." Tidakkah ini belas kasihan yang berdaulat, dan ilahi?—karena siapa dapat berkata, "Aku akan menurunkan hujan," selain Allah? Hanya satu suara yang bisa berbicara pada awan-awan dan memerintahkan mereka menurunkan hujan. Siapakah yang mengirimkan hujan ke muka bumi? Siapakah yang menyebarkan hujan itu ke rerumputan hijau? Bukankah itu Aku, Tuhan? Jadi, kasih karunia adalah hadiah dari Allah, dan tidak untuk dibuat oleh manusia. Kasih karunia itu juga diperlukan. Apalah jadinya daratan tanpa hujan? Engkau boleh menggali tanah, menabur benih, tapi apakah yang bisa engkau lakukan tanpa hujan? Begitu pula mutlak pentingnya berkat ilahi. Sia-sialah engkau bersusah payah, sebelum Allah menganugerahkan hujan yang berlimpah, dan menurunkan keselamatan. Kemudian, kasih karunia itu berlimpah-limpah. "Aku akan menurunkan hujan." Kalimat ini tidak berkata, "Aku akan menurunkan tetesan," melainkan "hujan". Begitulah juga dengan kasih karunia. Jika Allah memberi kita berkat, Dia akan memberikannya dengan jumlah yang sangat besar sampai-sampai tak ada tempat yang bisa menampungnya. Kasih karunia yang berlimpah-limpah! Ah! kita ingin kasih karunia yang berlimpah untuk merendahkan hati kita, menjaga kita tetap berdoa, menguduskan kita; kasih karunia yang berlimpah untuk membuat kita giat, memelihara kita mengarungi kehidupan ini, dan untuk memijakkan kaki kita di sorga pada akhirnya. Kita tidak dapat melakukan itu semua tanpa siraman hujan kasih karunia. Dan lagi, kasih karunia ini ada musim-musimnya. “Aku akan menurunkan hujan pada waktunya." Musim apakah yang sedang kau alami pagi ini? Apakah musim kekeringan? Maka itulah saatnya untuk musim hujan. Apakah itu musim penuh beban berat dan awan hitam? Maka itulah saatnya untuk musim hujan. "Selama umurmu kiranya kekuatanmu." [Ulangan 33:25] Dan di sinilah berkat yang beragam. "Aku akan menurunkan engkau hujan [showers] yang membawa berkat." Kata ini adalah jamak. Bermacam-macam berkat akan Allah berikan. Semua berkat Allah datang bersama-sama, bagai kaitan mata rantai kalung emas. Jika Dia memberikan kasih karunia yang mengubahkan, Dia juga akan memberi kasih karunia yang menghiburkan. Dia akan menurunkan "hujan yang membawa berkat." Angkatlah mukamu hari ini, o tanaman yang kering, bukalah daun dan bungamu untuk menerima siraman air sorgawi.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 25, 2019, 05:37:52 AM
Reply #579
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0225

Senin, 25 Februari 2019

Murka yang akan datang. [Matius 3:7]

Senang rasanya melewati sebuah desa setelah badai berlalu; menghirup segarnya rumput basah setelah hujan berhenti, dan memperhatikan tetesan-tetesan embun yang berkilau bagai permata di bawah sinar matahari. Itulah posisi orang Kristen. Ia sedang melalui sebuah tempat di mana badai telah berlalu di atas kepala Sang Juruselamatnya, dan jika ada beberapa tetes penderitaan yang jatuh, itu berasal dari awan belas kasihan, dan Yesus menghibur dia dengan jaminan bahwa penderitaan itu bukan untuk membinasakan dirinya. Akan tetapi, alangkah ngeri menyaksikan angin ribut mendekat: memperhatikan tanda-tanda badai; menyaksikan sayap burung-burung di langit yang terkulai; melihat ternak yang menundukkan kepalanya karena takut; mencamkan rupa langit yang semakin menghitam, dan memandang matahari yang tak bersinar, dan langit yang murka dan memberengut! Alangkah ngeri menantikan topan yang seram menghampiri—yang terkadang muncul di daerah tropis—menunggu dengan ngeri dan takut hingga angin itu menderu dengan ganas, mengoyak pepohonan dari akar-akarnya, menggoyangkan batu-batu dari dasarnya, dan menerbangkan segala rumah tempat tinggal manusia! Namun hai orang berdosa, beginilah keadaanmu sekarang. Belum ada rintik-rintik panas jatuh, tapi hujan api akan datang. Tak ada angin ribut menderu di sekelilingmu, tapi topan Allah sedang mengumpulkan pasukan meriam-Nya yang menyeramkan. Air bah masih dibendung oleh belas kasihan, tapi pintu bendungan akan segera dibuka: halilintar Allah masih disimpan di dalam gudang-Nya, tapi lihatlah! topan itu bergegas, dan alangkah menakutkannya saat ketika Allah, berjubahkan pembalasan, bergerak maju dalam kemarahan! Di mana, di mana, di mana, wahai orang berdosa, engkau dapat menyembunyikan wajahmu, dan ke mana engkau lari? O semoga tangan belas kasihan memimpinmu sekarang juga kepada Kristus! Kristus dengan siap sedia berada di hadapanmu dalam injil; bilur-bilur-Nya adalah goa perlindungan. Engkau tahu betapa engkau membutuhkan Kristus; percayalah kepada-Nya, bawalah dirimu kepada-Nya, dan murka Allah akan berlalu untuk selamanya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)