Author Topic: Devosi GRII  (Read 20801 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 26, 2019, 05:47:34 AM
Reply #580
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0226

Selasa, 26 Februari 2019

Keselamatan adalah dari TUHAN. [Yunus 2:9]

Keselamatan adalah pekerjaan Allah. Dia sendiri yang menghidupkan jiwa yang “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa,” [Efesus 2:1] dan Dia jugalah yang mempertahankan jiwa dalam kehidupan rohaninya. Dia adalah “Alfa dan Omega.” [Wahyu 21:6] “Keselamatan adalah dari TUHAN.” Jika aku penuh doa, Allah membuatku penuh doa; jika aku memiliki anugerah, semuanya itu hadiah Allah bagiku; jika aku bertahan hidup, itu karena Dia menopang aku dengan tangan-Nya. Aku tidak melakukan apa-apa untuk memelihara diri, selain apa yang Allah sendiri lakukan terlebih dahulu dalam diriku. Apapun yang aku miliki, segala yang baik adalah daripada Tuhan saja. Ketika aku berdosa, itu adalah dosaku sendiri; tetapi ketika aku bertindak dalam kebenaran, itu adalah seluruhnya dan seutuhnya, dari Allah. Jika aku telah memukul mundur musuh spiritual, kekuatan Tuhanlah yang menggerakkan tanganku. Apakah aku hidup kudus di hadapan orang-orang? Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku [Galatia 2:20]. Apakah aku dikuduskan? Aku tidak membersihkan diriku sendiri: ROH KUDUS Allah yang menguduskanku. Apakah aku disapih lepas dari dunia? Aku disapih melalui teguran-teguran Allah yang kudus demi kebaikanku. Apakah aku bertumbuh dalam pengetahuan? Guru Agung itu yang mengajarku. Semua perhiasan dikenakan padaku dengan seni surgawi. Kutemukan di dalam Allah segala yang kuperlukan, tetapi di dalam diriku, aku hanya menemukan dosa dan kesengsaraan. “Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku.” [Mazmur 62:3] Apakah aku makan dari firman Allah? Firman Allah itu tidak akan menjadi makananku kecuali Tuhan membuatnya menjadi makanan jiwaku dan menyuapiku. Apakah aku hidup dari manna yang turun dari surga? Tiada lain manna itu adalah Kristus sendiri yang berinkarnasi, yang tubuh dan darah-Nya kumakan dan kuminum. Apakah aku terus menerima kekuatan baru yang bertambah-tambah? Di mana aku mengumpulkan kekuatan? Pertolonganku datang dari bukit-bukit surga; tanpa Yesus aku tidak dapat melakukan apa-apa. Seperti ranting tidak dapat berbuah kalau tidak tinggal di dalam pokoknya, demikian juga aku tidak bisa, jikalau aku tidak tinggal di dalam-Nya [Yohanes 15:5]. Apa yang Yunus pelajari di samudera raya yang dalam, hendaklah kupelajari pagi ini di dalam kamar doaku: “Keselamatan adalah dari TUHAN.”
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 27, 2019, 05:52:42 AM
Reply #581
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0227

Rabu, 27 Februari 2019

TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu. [Mazmur 91:9]

Bangsa Israel di padang gurun terus menerus berpindah. Setiap kali pilar tidak bergerak, tenda didirikan; Tetapi hari berikutnya, sebelum matahari pagi terbit, sangkakala berbunyi, tabut perjanjian bergerak, dan tiang api dan awan memimpin jalan melalui celah-celah pegunungan, di sisi bukit, atau sepanjang limbah kekeringan padang gurun. Mereka punya waktu beristirahat sebentar saja sebelum mereka mendengar seruan “Bergerak! bukan di sini tempat peristirahatan kalian; kalian harus terus berjalan maju sampai Kanaan!” Mereka tidak pernah tinggal lama di satu tempat. Bahkan sumur dan pohon palem tidak dapat menahan mereka. Namun mereka memiliki rumah kediaman di dalam Allah mereka, tiang awan adalah atap mereka, dan api pada malam hari adalah perapian rumah mereka. Mereka harus pergi dari satu tempat ke tempat lain, terus-menerus berpindah, tidak memiliki tempat berdiam, maupun dapat berkata, “Sekarang kita sudah aman; di tempat ini kita akan tinggal.” “Namun,” Musa berkata, “meskipun kami selalu berpindah, Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.” [Mazmur 90:1] Orang Kristen mengetahui Allah tidak pernah berubah. Dia mungkin kaya hari ini dan miskin besok; dia mungkin sakit hari ini dan sehat besok; dia mungkin bahagia hari ini dan merasa tertekan besok—tetapi hubungannya dengan Allah tidak berubah. Jika Ia mengasihiku kemarin, Ia mengasihiku hari ini. Rumah peristirahatanku yang tidak pernah berpindah adalah Tuhanku yang terpuji. Meski masa depan menjadi suram; meski harapan menjadi hancur; meski kebahagiaan menjadi layu; meski jamur menghancurkan segalanya; aku tidak akan kehilangan apa yang kupunya di dalam Allah. Dia adalah "bagiku gunung batu di mana aku dapat terus berteduh." [Mazmur 71:3] Aku adalah seorang musafir di dunia, tetapi sedang di rumah di dalam Allahku. Di dalam bumi aku berkelana, tetapi di dalam Allah aku tinggal di tempat kediaman yang aman.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



February 28, 2019, 06:17:27 AM
Reply #582
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0228

Kamis, 28 Februari 2019

Sebab dari pada-Nyalah harapanku. [Mazmur 62:5]

Menggunakan bahasa ini merupakan hak istimewa orang percaya. Jika dia mencari sesuatu dari dunia, “harapan”nya merupakan harapan yang percuma. Tetapi jika dia menantikan Allah untuk memenuhi kebutuhannya, baik berkat sementara maupun berkat rohani, “harapan”nya tidak akan sia-sia. Dia akan dapat mengambilnya dari gudang iman, dan kebutuhannya akan dipuaskan melalui kekayaan kasih setia Allah. Inilah yang kutahu, aku lebih suka memiliki Allah sebagai bankirku daripada orang-orang Rothschild [1]. Tuhanku tidak pernah ingkar akan janji-janji-Nya; dan ketika kita membawa janji-janji itu ke takhta-Nya, Ia tidak pernah mengembalikannya kepada kita tanpa sebuah jawaban. Maka itu aku akan menanti di pintu-Nya, karena Ia selalu membuka pintu itu dengan tangan kemurahan anugerah-Nya. Pada jam ini aku akan mencoba lagi hal itu kepada Tuhan. Tetapi kita mempunyai “harapan-harapan” melampaui kehidupan ini. Kita akan segera mati; akan tetapi “daripada-Nyalah harapan” kita. Tidakkah kita berharap saat kita sakit terbaring di ranjang, Ia akan mengirim malaikat-malaikat untuk membawa kita ke pelukan-Nya? Kita percaya ketika denyut nadi melemah dan nafas terasa berat, malaikat surgawi akan berdiri melihat kita dengan penuh kasih, dan berbisik, “Saudara sesama roh, datanglah!” Ketika kita mendekati gerbang surga, kita dapat berharap mendengarkan suatu sambutan, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan." [Matius 25:34] Kita mengharapkan kecapi emas dan mahkota kemuliaan; kita berharap segera berada di antara banyak orang yang berkilauan di hadapan takhta; kita menanti-nanti dan merindukan saat-saat kita menjadi mulia seperti Tuhan kita— sebab “Kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya." [1 Yohanes 3:2] Maka, bila hal-hal ini merupakan “harapan”mu, oh jiwaku, hiduplah bagi Allah; hiduplah dengan hasrat dan tekad untuk memuliakan Allah yang dari-Nya segala kebutuhanmu berasal, dan yang oleh anugerah-Nya engkau dipilih, ditebus, dan dipanggil, sehingga engkau dapat memiliki suatu "harapan" akan kemuliaan yang menjelang.
____________________
[1] Pengurus uang Jerman (1743–1812)

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 01, 2019, 07:43:37 AM
Reply #583
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0301

Jumat, 1 Maret 2019

Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! [Kidung Agung 4:16]

Apapun lebih baik daripada ketidakpedulian yang tenang dan mati. Jiwa kita mungkin dengan bijak menginginkan masalah dari angin utara, jika masalah itu bisa dikuduskan untuk menarik bau semerbak dari kasih karunia kita. Jadi selama tidak bisa dikatakan, "Tidak ada TUHAN dalam angin itu," [1 Raja-raja 19:11] kita tidak akan ciut oleh badai terdingin yang pernah meniup tumbuh-tumbuhan kasih karunia. Bukankah mempelai wanita dalam ayat ini dengan rendah hati menyerahkan diri pada kecaman dari Kekasihnya; sekedar memohon Dia untuk memancarkan kasih karunia-Nya dalam bentuk apapun, tanpa menentukan harus dengan cara apa kasih karunia itu datang? Tidakkah dia, seperti diri kita sendiri, menjadi benar-benar diam dalam kematian dan berada dalam ketenangan yang tidak suci hingga merindukan sebuah kunjungan yang akan menguatkan dirinya untuk bertindak? Akan tetapi, dia juga menginginkan kehangatan angin selatan yang nyaman, senyum cinta ilahi, sukacita kehadiran Sang Penebus; hal-hal ini sering kali amat mujarab untuk membangkitkan kehidupan kita yang lamban. Diinginkannya angin utara, atau angin selatan, atau keduanya; asalkan dia dapat menyenangkan Kekasihnya dengan rempah-rempah dari kebunnya. Dia tidak tahan menjadi orang yang tidak berguna, begitu pulalah kita. Begitu menyenangkan memikirkan bahwa Yesus dapat menemukan suatu kenyamanan di dalam kasih karunia kita yang lemah dan miskin. Memangnya mungkin? Rasanya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Kita mungkin berani mendekati ujian atau bahkan kematian jika melaluinya kita ditolong membuat hati Sang Immanuel senang. O, silakan hati kami dihancurkan menjadi atom-atom jika hanya oleh memar seperti itu Yesus Tuhan kami yang manis itu bisa dipermuliakan. Kasih karunia yang belum terlatih adalah seperti wewangian yang tertidur pulas dalam kuncup bunga: kebijaksanaan dari Sang Petani agung mengesampingkan penyebab-penyebab yang beragam dan saling berlawanan demi menghasilkan sesuatu yang dikehendaki-Nya, dan membuat baik penderitaan maupun penghiburan menarik keluar wangi syukur dari iman, kasih, kesabaran, pengharapan, penyerahan diri, sukacita, dan bunga-bunga kebun lainnya yang indah. Semoga kita mengerti makna ini lewat pengalaman yang manis.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 02, 2019, 03:29:13 PM
Reply #584
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0302

Sabtu, 2 Maret 2019

Jadi semua orang Israel harus pergi kepada orang Filistin untuk mengasah mata bajaknya, beliungnya, kapaknya atau aritnya masing-masing. [1 Samuel 13:20]

Kita berada dalam peperangan besar dengan Filistin-Filistin kejahatan. Setiap senjata yang dapat dijangkau harus kita gunakan. Khotbah, pengajaran, doa, sedekah, semuanya harus digunakan, bahkan talenta yang kita kira kurang baik untuk melayani, harus juga digunakan. Beliung, kapak, dan arit bisa berguna untuk membunuh si Filistin; alat-alat yang kasar bisa menimbulkan pukulan yang telak, dan pembunuhan yang tidak elegan tidak masalah asalkan berhasil. Setiap saat, baik atau tidak baik waktunya [2 Timotius 4:2]; setiap serpihan kemampuan, terlatih atau tidak; setiap kesempatan, menguntungkan atau tidak, harus digunakan, karena musuh kita banyak sementara kekuatan kita sedikit.

Kebanyakan dari alat-alat kita perlu ditajamkan; kita perlu cepat tanggap, perlu sensitivitas, energi, dan kesigapan, dengan kata lain, penyesuaian diri yang menyeluruh untuk pekerjaan Tuhan. Akal sehat yang praktikal sangat langka dijumpai pada berbagai usaha yang dilakukan orang-orang Kristen. Kita mungkin saja belajar dari musuh kita jika memang harus, dan membuat orang-orang Filistin menajamkan senjata kita. Pagi ini marilah kita pastikan untuk mempertajam semangat kita sepanjang hari ini dengan bantuan ROH KUDUS. Lihat energi dari para pengikut Paus, bagaimana mereka mengarungi lautan dan daratan untuk merubah kepercayaan satu orang, apakah semua kesungguhan hati itu harus dimiliki oleh mereka saja? Lihat umat kafir yang sangat berbakti, penyiksaan-penyiksaan yang mereka hadapi dalam melayani para berhala! apakah mereka saja yang dapat menunjukkan kesabaran dan pengorbanan diri? Amati pangeran kegelapan, betapa gigih dalam usahanya, betapa tak tahu malu dalam upayanya, betapa berani dalam rencananya, betapa dalam memikirkan akal bulusnya, betapa cergas dalam segalanya! Para setan bersatu seperti satu orang dalam pemberontakan mereka yang kejam, sementara kita, orang yang percaya kepada Yesus, terpecah-pecah dalam melayani Allah, dan hampir tidak pernah bekerja dengan suara bulat. O, semoga dari kerja keras Iblis di neraka, kita dapat belajar untuk hidup seperti orang Samaria yang baik hati, terus mencari siapa yang bisa kita berkati!
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 03, 2019, 08:53:24 AM
Reply #585
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0303

Minggu, 3 Maret 2019

Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. [Yesaya 48:10]

Tenangkanlah dirimu, hai orang percaya yang sedang diuji, dengan memikirkan ini: Allah berkata, “Aku telah memilih engkau [1] dalam dapur kesengsaraan.” Bukankah kalimat ini seperti siraman air yang lembut, menyejukkanmu dari api yang ganas? Ya, bukankah itu seperti perlengkapan perang asbestos yang membuat api itu kehilangan panasnya? Silakan penderitaan datang — Allah telah memilihku. Hai kemiskinan, engkau berjalan dengan tegap memasuki pintu rumahku, tetapi Allah sudah berada di dalam rumahku, dan Dia telah memilihku. Hai sakit penyakit, engkau bisa menggangguku, tetapi aku sudah siap dengan balsam — Allah telah memilihku. Apapun yang menimpaku di dalam lembah air mata ini, aku tahu Dia telah "memilih"ku. Hai orang percaya, jika engkau masih membutuhkan lebih banyak penghiburan, ingatlah bahwa engkau memiliki Anak Manusia yang menyertaimu di dalam dapur api. Di dalam ruanganmu yang sunyi, Seorang yang tidak kaulihat, tetapi kaukasihi, sedang duduk di sebelahmu; dan sering kali tanpa engkau sadari, Dia menyiapkan tempat tidur bagimu di tengah-tengah penderitaanmu, dan merapikan bantalmu. Engkau berada dalam kemiskinan; tetapi Allah Pemilik hidup dan kemuliaan adalah Seorang tamu yang sering datang ke rumahmu yang indah itu. Dia bersedia masuk ke dalam tempat-tempat gelap dan penuh kesuraman asalkan Dia dapat mengunjungimu. Dia adalah Temanmu yang selalu berada di dekatmu. Engkau tidak bisa melihat Dia, tetapi engkau merasakan kehadiran tangan-Nya. Tidakkah engkau mendengar suara-Nya? Bahkan di dalam lembah kekelaman [Mazmur 23:4], Dia berkata, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu.” [Yesaya 41:10] Ingatlah perkataan agung dari Kaisar [2] itu: “Janganlah takut, engkau membawa Kaisar dan segala keberuntungannya.” Jangan takut, hai orang Kristen; Yesus besertamu. Dalam segala api pencobaanmu, kehadiran-Nya adalah ketenangan dan keamanan bagimu. Dia tidak akan pernah meninggalkan orang yang Dia telah pilih bagi-Nya sendiri. “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,” adalah janji-Nya yang pasti untuk orang-orang pilihannya yang berada dalam “dapur kesengsaraan”. Jadi, tidakkah engkau akan memegang Kristus erat-erat dan berkata—

        “Lewat banjir dan api, bila Yesus yang pimpin,
        Aku serta-Nya ke mana Dia pergi.” [3]

____________________
[1] Dalam KJV, I have chosen thee, Aku telah memilih engkau.
[2] Julius Caesar
[3] Hymn: In All My Lord’s Appointed Ways

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


March 04, 2019, 07:04:50 AM
Reply #586
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0304

Senin, 4 Maret 2019

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu. [2 Korintus 12:9]

Jika tidak ada orang kudus milik Allah yang miskin dan berada dalam ujian, kita tidak akan tahu seberapa besar penghiburan yang datang dari kasih karunia ilahi. Ketika kita bertemu musafir yang tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya, tetapi masih bisa mengatakan, “Aku tetap percaya kepada Tuhan;” ketika kita melihat orang sangat miskin dan lapar akan roti dan air, tetapi masih bisa memuliakan Yesus; ketika kita melihat janda yang penuh penderitaan karena ditinggal mati suaminya, tetapi masih beriman kepada Kristus, oh! betapa mulianya mereka merefleksikan cahaya Injil. Kasih karunia Allah digambarkan dan diagungkan dalam kemiskinan dan ujian orang-orang percaya. Orang-orang kudus bertahan dalam setiap kekecewaan, percaya bahwa segala sesuatu akan mendatangkan kebaikan bagi mereka [Roma 8:28], dan bahwa dari setiap kesusahan yang sedang mereka alami, berkat sesungguhnya akan pada akhirnya memancar keluar — yaitu bahwa Allah mereka akan segera menyediakan kelepasan bagi mereka, atau secara pasti menopang mereka di dalam derita, selama apapun Dia berkenan menaruh mereka di dalamnya. Kesabaran orang-orang kudus ini membuktikan kuasa kasih karunia ilahi. Ada sebuah mercusuar di laut: di sebuah malam yang tenang — aku tidak bisa mengatakan apakah bangunan itu teguh; badai yang besar harus menerjang bangunan itu, barulah kemudian aku tahu apakah bangunan itu tetap berdiri. Begitu juga dengan karya ROH KUDUS: jika kita tidak berkali-kali dikepung air yang bergelora, kita tidak bakal tahu bahwa karya itu sejati dan kuat; jika angin tidak meniupnya, kita tidak bakal tahu betapa teguh dan amannya karya itu. Karya besar Allah yaitu orang-orang yang berdiri di tengah-tengah kesulitan, teguh, tidak goyah, —

        “Tenang di antara teriak kalut,
        Yakin 'kan berjaya.”

Dia yang mau mempermuliakan Allahnya harus menyiapkan dirinya untuk menemui banyak ujian. Tidak ada orang yang menjadi terpandang di hadapan Tuhan kecuali konflik yang dihadapinya banyak. Maka, jika jalanmu adalah jalan yang banyak ujian, bersukacitalah di dalamnya, karena engkau akan lebih menunjukkan cukupnya kasih karunia Allah. Tentang Allah menjadi tidak setia kepadamu, jangan pernah bermimpi tentang itu — bencilah pemikiran itu. Allah yang telah cukup sampai sekarang, haruslah dipercaya sampai akhir.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 06, 2019, 05:48:51 AM
Reply #587
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0306

Rabu, 6 Maret 2019

Kamu harus dilahirkan kembali. [Yohanes 3:7]

Kelahiran kembali adalah topik yang paling mendasar dalam keselamatan, dan kita harus sangat rajin untuk belajar memeriksa diri kita apakah kita benar-benar “dilahirkan kembali”, karena banyak yang mengira sudah dilahirkan kembali, padahal belum. Sudah pasti bahwa memiliki nama Kristen tidak menjadikan kita memiliki kodrat Kristen; dilahirkan di dalam lingkungan orang Kristen, bahkan mengaku dengan mulut kita bahwa kita beragama Kristen pun tidak menjadikan kita Kristen, kecuali ada sesuatu yang ditambahkan—“kelahiran kembali”, hal yang sangat misterius sehingga kata-kata manusia tidak mampu menjelaskannya. “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” [Yohanes 3:8] Meskipun begitu, ini adalah perubahan yang diketahui dan dirasakan: diketahui dari perbuatan-perbuatan yang keluar dari kekudusan, dan dirasakan melalui pengalaman yang penuh kasih karunia. Pekerjaan besar ini bersifat supranatural. Ini bukan suatu tindakan yang dikerjakan sendiri oleh seorang manusia: prinsip yang baru disuntikkan kepada orang itu, bekerja di dalam hatinya, memperbarui jiwanya, dan mempengaruhi orang itu seluruhnya. Ini bukanlah pergantian namaku, tetapi pembaruan kodratku, sehingga aku bukan lagi aku yang dulu, melainkan seorang manusia baru di dalam Kristus Yesus. Memandikan dan mengenakan pakaian pada mayat berbeda sekali dengan membuatnya hidup kembali: manusia bisa melakukan yang pertama, hanya Tuhan saja yang dapat melakukan yang kedua. Jika kamu sudah “dilahirkan kembali”, maka pengakuanmu adalah, “O Tuhan Yesus, Bapa yang kekal, Engkau adalah Orang Tua rohaniku; kalau Roh-Mu tidak menghembuskan nafas hidup yang baru, suci, dan rohani kepadaku, aku adalah orang yang sampai hari ini ‘mati karena pelanggaran dan dosa-dosaku’ [Efesus 2:1]. Hidup surgawiku seluruhnya berasal dari-Mu, aku mengaku bahwa Engkaulah yang menyebabkannya. ‘Hidupku tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah’ [Kolose 3:3]. Sekarang bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." [Galatia 2:20] Semoga Tuhan membuat kita yakin sepenuhnya akan hal yang penting ini, sebab tidak dilahirkan kembali berarti tidak diselamatkan, tidak diampuni, tanpa Allah, dan tanpa pengharapan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 07, 2019, 05:38:02 AM
Reply #588
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0307

Kamis, 7 Maret 2019

Percayalah kepada Allah. [Markus 11:22]

Iman adalah kaki jiwa yang dengannya kita bisa melangkah maju sepanjang jalan perintah-perintah Allah. Kasih bisa membuat kaki kita melangkah lebih cepat; tetapi iman adalah kaki yang membawa jiwa kita berjalan. Iman adalah minyak yang membuat roda kesetiaan suci dan kesalehan yang tulus berputar dengan baik; dan tanpa iman roda itu terlepas dari kereta kuda kita, dan kita dengan berat menariknya. Dengan iman aku bisa melakukan segala sesuatu; tanpa iman aku tidak akan mempunyai niat maupun kekuatan untuk melakukan apa pun untuk melayani Tuhan. Jika engkau hendak mencari orang-orang yang paling baik melayani Tuhan, engkau harus mencari orang-orang yang paling beriman. Iman yang kecil akan menyelamatkan seseorang, tetapi iman yang kecil tidak bisa melakukan hal yang besar untuk Tuhan. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa bertarung melawan “Apolion” [Wahyu 9:11]; perlu “Christian” untuk melakukannya [1]. Si Iman Kecil yang lemah tidak bisa membunuh “Putus Asa Raksasa”, diperlukan tangan sang “Hati Yang Besar” untuk menjatuhkan raksasa itu. Iman yang kecil tentu saja akan pergi ke surga, tetapi sering ia bersembunyi di dalam kulit kacang dan seringkali ia kehilangan segalanya kecuali permata-permatanya. Si Iman Kecil berkata, ”Ini jalan yang sukar, duri tajam berserakan dan bahaya di mana-mana; aku takut untuk pergi;” tetapi Si Iman Besar ingat akan janji, “Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu: [Ulangan 33:25]” dan dengan itu ia berjalan dengan berani. Si Iman Kecil kehilangan semangat dan harapan, air matanya berbaur dengan banjir; tetapi Si Iman Besar bernyanyi, “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan: [Yesaya 43:2]” dan dengan itu ia langsung menyeberangi sungai. Maukah engkau merasa tenteram dan bahagia? Maukah engkau menikmati kerohanian? Maukah engkau memiliki kerohanian yang ceria, optimis, bukan kerohanian yang suram, dan kehilangan harapan? Maka “percayalah kepada Allah.” Jika engkau menyukai kegelapan, dan puas berdiam di dalam kesuraman dan keterpurukan, maka cukuplah dengan iman yang kecil; tetapi jikalau engkau mencintai sinar surya, dan hendak menyanyikan lagu sukacita, kejarlah sungguh-sungguh hadiah terbaik ini, “iman yang besar.”
____________________
[1] Tokoh-tokoh dalam The Pilgrim's Progress.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 08, 2019, 05:32:50 AM
Reply #589
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0308

Jumat, 8 Maret 2019

Untuk masuk ke dalam kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. [Kisah Para Rasul 14:22]

Umat Allah mempunyai ujiannya sendiri. Ketika Allah memilih orang-orang pilihan-Nya, tak pernah Dia merancang mereka menjadi orang-orang yang tidak mengalami ujian. Mereka dipilih di dalam dapur api kesengsaraan; mereka tidak pernah dipilih ke dalam kedamaian dan kesenangan duniawi. Bebas dari kesakitan dan kematian tidak pernah dijanjikan kepada mereka, tetapi ketika Tuhan mereka merancangkan hak-hak istimewa, Dia menyertakan siksaan sebagai salah satu hal yang mau tidak mau harus mereka warisi. Ujian adalah bagian dari milik kita, ditentukan untuk kita di dalam peninggalan terakhir dari Kristus. Sama pastinya dengan bintang-bintang dihias oleh tangan-Nya, dan peredarannya ditentukan oleh-Nya, ujian-ujian kita pun dibagikan untuk kita: Dia sudah menentukan musimnya dan tempatnya, intensitas dan pengaruh yang diberikannya kepada kita. Orang-orang baik tidak boleh berharap lari dari masalah; apabila mereka lari, mereka akan kecewa, karena tidak ada satu pun pendahulunya yang tidak mengalami ujian. Amati kesabaran Ayub; ingatlah Abraham, karena ujian-ujian yang dialaminya, dan karena imannya ketika diuji, dia disebut “Bapa orang beriman.” Perhatikanlah baik-baik cerita kehidupan semua bapa iman Israel, para nabi, para rasul, dan para martir, dan engkau akan menemukan bahwa tidak seorang pun dari mereka, yang telah dibuat Tuhan menjadi benda-benda belas kasihan-Nya, yang tidak melewati api kesengsaraan. Sudah ditentukan dari semula bahwa salib sengsara terukir di setiap benda belas kasihan sebagai cap kerajaan yang menandai bahwa benda-benda itu merupakan milik Raja. Namun, walaupun kesengsaraan adalah jalan yang harus ditempuh anak-anak Allah, mereka dihibur ketika mengetahui bahwa Tuan mereka sudah melintasi jalan itu sebelum mereka; mereka memiliki kehadiran-Nya dan simpati-Nya untuk menghibur mereka, kasih karunia-Nya untuk mendukung mereka, dan teladan-Nya untuk mengajar mereka bagaimana bertahan; dan ketika mereka tiba di “kerajaan”, mereka menerima yang jauh lebih indah dari sekedar ganti rugi untuk “banyak sengsara” yang harus mereka alami untuk masuk ke dalamnya.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)