Author Topic: Devosi GRII  (Read 21834 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 09, 2019, 05:26:06 AM
Reply #590
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0309

Sabtu, 9 Maret 2019

Segala sesuatu padanya menarik. [Kidung Agung 5:16]

Keindahan tertinggi pribadi Yesus sungguh menarik dalam segala hal; Dia harus lebih banyak dicintai daripada dikagumi. Dia tidak sekedar menyenangkan atau bagus, Dia menarik. Tentulah umat Allah bisa dikatakan layak memakai kata emas ini, sebab Dia adalah objek kasih mereka yang terhangat, cinta yang dibangun dari keunggulan hakiki yang ada di dalam pribadi-Nya, kesempurnaan pesona-Nya. Lihatlah, O murid-murid Yesus, bibir Tuanmu, dan katakan, “Bukankah itu yang termanis?” Bukankah hatimu berkobar-kobar, ketika Ia berbicara denganmu di tengah jalan? [Lukas 24:32] Hai penyembah Imanuel, pandanglah kepala-Nya yang bagaikan emas murni [Kidung Agung 5:11], dan beritahukan kepadaku, bukankah pikiran-pikiran-Nya berharga bagimu? Bukankah kekagumanmu menjadi lebih manis dengan kasih sayang ketika kamu merendahkan hati tunduk di hadapan wajah-Nya yang seperti gunung Lebanon, terpilih seperti pohon aras? [Kidung Agung 5:15] Tidakkah ada pesona di setiap sifat-Nya, dan bukankah seluruh diri-Nya harum dengan bau minyak, dan membuat gadis-gadis cinta kepada-Nya? [Kidung Agung 1:3] Adakah salah satu anggota tubuh-Nya yang mulia yang tidak menarik?—satu bagian dari dirinya yang bukan merupakan magnet segar bagi jiwa kita?—atau satu jabatan-Nya yang bukan merupakan tali yang kuat mengikat hatimu? Cinta kita bukan hanya seperti meterai yang diletakkan di atas hati cinta-Nya; melainkan juga diikat pada lengan kuasa-Nya; juga tidak ada satu bagian dari pada-Nya yang tidak diperhatikan oleh cinta kita. Kita mengurapi seluruh pribadi-Nya dengan minyak narwastu cinta kita yang manis dan tulus. Seluruh hidup-Nya akan kita teladani; seluruh karakter-Nya akan kita catat dan salin. Pada setiap makhluk lain kita melihat beberapa kekurangan, pada-Nya ada segala kesempurnaan. Bahkan yang terbaik dari orang-orang kudus yang disukai-Nya memiliki bercak pada pakaian mereka dan keriput pada alis mereka; Dia tiada lain menarik. Semua matahari duniawi memiliki noda: bahkan dunia yang indah ini memiliki hutan belantara; hal yang paling indah saja tidak bisa kita cintai secara menyeluruh; sedangkan Kristus Yesus adalah emas murni tanpa campuran—cahaya tanpa kegelapan—kemuliaan tanpa awan—"Ya, segala sesuatu pada-Nya menarik."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 10, 2019, 03:33:07 PM
Reply #591
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0310

Minggu, 10 Maret 2019

Dalam kesenanganku aku berkata: "Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!" [Mazmur 30:6]

“Moab hidup aman dari sejak masa mudanya, tidak dituangkan dari tempayan yang satu ke tempayan yang lain.” [Yeremia 48:11] Beri orang kemakmuran; biarkan kapal-kapalnya terus membawa pulang kekayaan; biarkan angin dan ombak tampak menjadi pelayannya untuk membawa kapal-kapalnya mengarungi samudera yang dalam dan perkasa; biarkan tanahnya menghasilkan hasil yang berlimpah karena cuaca yang baik bagi tanamannya; biarkan dia sukses terus-menerus; biarkan dia dikenal orang sebagai pedagang yang sukses; biarkan dia terus menikmati kesehatan yang baik; biarkan dia mengarungi dunia dengan pikiran yang sigap dan mata yang cemerlang, dan hidup dengan bahagia; berikan dia semangat yang meluap; biarkan dia bernyanyi terus-menerus dari bibirnya; biarkan matanya terus berkilauan dengan kebahagiaan—dan konsekuensi alami dari kehidupan yang begitu mudah itu bagi siapapun, meskipun dia adalah orang Kristen terbaik yang pernah hidup, adalah kesombongan; bahkan Daud berkata, "Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!" dan kita tidak lebih baik dari Daud, bahkan setengahnya pun. Saudaraku, waspadalah terhadap jalan yang lancar; jika engkau sedang berjalan di atasnya, atau jika jalanmu sulit, berterimakasihlah kepada Allah untuk itu. Jika Allah selalu mengayun-ayunkan kita dalam buaian kemakmuran; jika kita selalu dimanja pada lutut keberuntungan; jika tidak ada noda pada marmer putih; jika tidak ada satu pun awan di langit; jika kita tidak mencicipi beberapa tetes pahit dalam anggur kehidupan ini, kita akan menjadi mabuk akan kesenangan, kita akan bermimpi "kita berdiri tegak," dan memang kita akan berdiri tegak, tapi di atas sebuah puncak yang berbahaya; seperti orang yang tidur di atas tiang kapal, setiap saat kita ada dalam bahaya.

Karena itu, kita memuji Allah atas penderitaan kita; kita berterima kasih kepada-Nya atas perubahan-perubahan yang terjadi; kita memuji nama-Nya atas harta kita yang hilang; karena kita tahu bahwa jikalau Dia tidak mendisiplin kita, kita mungkin sudah merasa terlalu aman. Kemakmuran dunia yang terus menerus adalah pencobaan yang menyala-nyala.

        “Penderitaan, walaupun tampak kejam,
        Seringkali dikirim dalam rahmat.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





March 11, 2019, 12:37:08 PM
Reply #592
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0311

Senin, 11 Maret 2019

Dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. [Roma 7:13]

Berhati-hatilah terhadap pikiran yang menganggap enteng dosa. Waktu kita pertama kali menjadi orang Kristen, hati nurani kita begitu lembut, sehingga kita takut terhadap dosa yang paling kecil. Orang Kristen yang baru memiliki ketakutan yang suci, kegentaran yang saleh untuk tidak melawan Allah. Tetapi sayang! dengan segera bunga yang baik dari buah-buahan pertama yang matang ini gugur oleh dunia sekitarnya yang kasar: tanaman muda yang peka akan kesalehan berubah menjadi semak belukar, terlalu lembek dan terlalu mudah menyerah. Sayangnya hal ini sungguh-sungguh nyata: bahwa orang Kristen dapat tumbuh sedikit demi sedikit menjadi tidak peka, sehingga dosa yang dulunya mengejutkan dia tidak lagi menggusarkan dirinya sedikit pun. Sedikit demi sedikit manusia menjadi akrab dengan dosa. Telinga yang pernah mendengar ledakan meriam tidak dapat mendengar suara yang sayup-sayup. Pada awalnya dosa yang kecil mengejutkan kita; tapi segera kita berkata, "Bukankah ini dosa kecil?" Lalu datang lagi dosa lain, yang lebih besar, lalu yang lain, sampai perlahan-lahan kita mulai menganggap dosa hanya sebagai suatu penyakit ringan; dan berikutnya muncullah anggapan yang tidak suci ini, "Kami belum jelas-jelas jatuh ke dalam dosa. Memang, kami sedikit tersandung, tapi kami masih berdiri tegak. Kami mungkin pernah mengucapkan satu kata yang tidak suci, tetapi sebagian besar percakapan kami sudah konsisten.” Jadi kita meringankan dosa; kita menudunginya dengan jubah; kita menyebutnya remeh. Hai orang Kristen, berhati-hatilah dengan bagaimana engkau menganggap ringan dosa. Waspadalah supaya jangan engkau jatuh sedikit demi sedikit. Dosa, hal kecil? Bukankah itu racun? Siapa yang tahu efeknya yang mematikan? Dosa, hal kecil? Bukankah yang merusak anggur adalah rubah kecil? Bukankah serangga karang yang kecil dapat membangun sebuah batu yang menenggelamkan kapal angkatan laut? Bukankah hantaman-hantaman kecil menjatuhkan pohon ek yang tinggi? Bukankah tetesan air yang terus-menerus mengikis habis sebuah batu? Dosa, hal kecil? Dosa mengenakan duri di kepala Sang Penebus, dan menusuk hati-Nya! Dosa membuat Dia merasakan kesedihan, kepahitan, dan celaka. Jikalau engkau dapat menimbang dosa dengan timbangan kekekalan, engkau akan lari darinya seperti lari dari ular, dan jijik dengan paras kejahatan yang terkecil sekalipun. Pandanglah semua dosa sebagai hal yang menyalibkan Juruselamat, dan engkau akan melihatnya sebagai “dosa yang lebih nyata."
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


March 12, 2019, 05:31:08 AM
Reply #593
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0312

Selasa, 12 Maret 2019

Kasihilah sesamamu manusia. [Matius 5:43]

“Kasihilah sesamamu manusia.” Mungkin dia berlimpah dengan kekayaan, sedangkan engkau miskin dan tinggal di rumahmu yang kumuh bersebelahan dengan rumahnya yang sangat mewah; setiap hari engkau melihat kediamannya, pakaiannya yang indah, dan makanan pestanya yang berlimpah dan mahal; Allah telah memberikan dia karunia-karunia itu, janganlah menginginkan kekayaannya, dan jangan berpikir buruk mengenai dia. Puaslah dengan tanahmu sendiri jika engkau tidak bisa mendapatkan yang lebih baik, tetapi janganlah melihat tetanggamu dan berharap dia menjadi seperti dirimu. Kasihilah dia, maka engkau tidak akan iri hati kepadanya.

Sebaliknya, mungkin engkau kaya raya dan ada orang miskin yang tinggal di dekatmu. Jangan menganggap remeh mereka. Ketahuilah bahwa engkau wajib mengasihi mereka. Dunia menyebut mereka lebih rendah daripada engkau. Dalam hal apa mereka lebih rendah? Mereka jauh lebih sederajat dengan engkau dan sama sekali tidak lebih rendah dari engkau, karena “Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi.” [Kisah Para Rasul 17:26] Pakaian milikmulah yang lebih baik daripada pakaian mereka, tetapi dirimu tidak sama sekali lebih baik daripada mereka. Perhatikanlah bahwa engkau harus mengasihi sesamamu walaupun dia berpakaian compang-camping ataupun tenggelam dalam kemiskinan.

Tetapi, mungkin, engkau berkata, “Aku tidak bisa mengasihi sesamaku, karena setiap hal yang kulakukan mereka balas tanpa rasa terima kasih dan tanpa hormat.” Ada lebih banyak lagi ruang untuk kepahlawanan kasih. Akankah engkau menjadi seorang prajurit yang lembek seperti kasur bulu, alih-alih menanggung kasarnya pertarungan kasih? Orang yang paling berani, akan menang paling banyak; dan apabila kasihmu melalui jalan yang kasar, jalanilah itu dengan berani, dengan terus mengasihi sesamamu dalam saat-saat yang mudah maupun sulit. Timbunlah bara api di atas kepalanya [Amsal 25:22], dan apabila mereka sulit untuk disenangkan, janganlah berusaha menyenangkan mereka, tetapi senangkanlah Tuhanmu; dan ingatlah apabila kasihmu ditolak mentah-mentah oleh mereka, Tuhanmu tidak menolaknya, dan perbuatanmu akan diterima Tuhanmu seperti kalau mereka menerimanya. Kasihilah sesamamu manusia, karena dengan melakukannya engkau mengikuti jejak kaki Kristus.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




March 13, 2019, 06:01:35 AM
Reply #594
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0313

Rabu, 13 Maret 2019

Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? [2 Raja-raja 7:3]

Para pembaca, buku yang kecil ini terutama bertujuan untuk mempertumbuhkan orang percaya, tetapi apabila engkau belum percaya, hati kami rindu atas engkau: dan kami dengan senang hati hendak mengatakan sepatah kata yang mungkin menjadi berkat untukmu. Bukalah Alkitabmu, dan bacalah cerita orang-orang kusta, dan perhatikanlah posisi mereka yang sangat mirip dengan posisi dirimu. Apabila engkau tetap dalam keadaan seperti sekarang, engkau pasti binasa; jika engkau datang kepada Yesus, engkau pasti tidak akan mati. “Tanpa perjalanan, tidak ada kemenangan,” kata pepatah kuno, dan dalam kasusmu, perjalananmu bukanlah sesuatu yang besar. Apabila engkau masih duduk diam di dalam kekecewaan dan kesuraman, tidak ada seorang pun yang bisa mengasihanimu apabila kehancuranmu datang; tetapi jika engkau mati dengan belas kasihan sudah didapatkan, jika hal semacam itu mungkin, engkau akan mendapatkan simpati yang universal. Tidak ada orang yang menolak untuk melihat Yesus yang bisa melarikan diri; tetapi engkau sedikit banyak tahu bahwa sebagian orang diselamatkan karena percaya kepada-Nya, sesungguhnya kenalan-kenalanmu sendiri sudah mendapatkan belas kasihan Allah: lalu kenapa engkau tidak? Orang Niniwe berkata, “Siapa tahu?” [Yunus 3:9] Berharaplah pada pengharapan yang sama, dan ujilah belas kasihan Tuhan. Kebinasaan itu sungguh mengerikan sampai-sampai jika saja ada sebatang jerami yang bisa digenggam untuk menyelamatkan dirimu, naluri untuk menyelamatkan diri akan menyebabkan engkau mengulurkan tanganmu. Kami sudah berbicara denganmu tentang dasar ketidakpercayaanmu, kami sekarang hendak meyakinkanmu, seperti halnya Tuhan meyakinkanmu, bahwa jika engkau mencari-Nya, Ia akan kautemukan. Yesus tidak menolak seorang pun yang datang kepadanya. Engkau tidak akan binasa apabila engkau mempercayai Dia; justru sebaliknya, engkau akan menemukan harta karun yang lebih berharga daripada yang dikumpulkan orang-orang kusta di perkemahan orang Aram yang ditinggalkan. Semoga ROH KUDUS memberikan keberanian kepadamu untuk bergerak, dan engkau tidak akan percaya dengan sia-sia. Ketika engkau sendiri diselamatkan, beritakanlah kabar baik ini kepada orang-orang lain. Jangan tahan-tahan damai sejahteramu; beritahukanlah dahulu kepada keluarga Sang Raja, dan bersatulah dengan mereka dalam persekutuan; hendaklah pembantu kota, pelayan, diberitahukan tentang penemuanmu ini, dan kemudian proklamasikan kabar baik ini di setiap tempat. Tuhan menyelamatkan engkau sebelum matahari terbenam hari ini.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





March 14, 2019, 05:35:55 AM
Reply #595
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0314

Kamis, 14 Maret 2019

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh. [1 Korintus 10:12]

Adalah sebuah kenyataan yang mengherankan bahwa ada yang disebut sombong karena anugerah. Seseorang berkata, “Aku punya iman yang besar, aku tidak akan jatuh; iman yang kecil mungkin jatuh, tetapi aku tidak.” “Aku punya kasih yang sungguh-sungguh besar,” kata seorang lain, “Aku bisa bertahan, aku bebas dari bahaya mengambil jalan yang salah.” Dia yang menyombongkan anugerah sebenarnya hanya punya sedikit anugrah untuk disombongkan. Sebagian orang ini membayangkan bahwa anugerah mereka dapat menjaga mereka, tanpa tahu bahwa arus anugerah harus mengalir terus-menerus dari sumbernya, kalau tidak sungai itu segera menjadi kering. Jika aliran minyak yang berkelanjutan tidak mengalir ke lampu minyak, meskipun ia menyala cerah hari ini, besok ia akan berasap dan habis, dan berbahayalah baunya. Waspadalah supaya engkau tidak memuliakan diri dalam anugerahmu, tapi biarkan semua kemuliaan dan keyakinanmu ada di dalam Kristus dan kekuatan-Nya, sebab hanya dengan itu saja engkau terhindar dari kejatuhan. Berdoalah lebih banyak. Luangkanlah waktu lebih lama untuk mengagumi-Nya dalam kesucian. Bacalah Kitab Suci lebih sungguh-sungguh dan terus-menerus. Lihat hidupmu dengan lebih hati-hati. Hiduplah lebih dekat kepada Allah. Ambillah teladan terbaik sebagai panutanmu. Jadikanlah percakapanmu keharuman surgawi. Biarlah hatimu wangi dengan kasih sayang bagi jiwa manusia. Jadi hiduplah supaya orang lain mengetahui bahwa engkau telah bersama Yesus, dan telah belajar dari-Nya; dan ketika hari yang bahagia itu datang, ketika Dia yang kaucintai berkata, "Silakan duduk di depan," [Lukas 14:10] kiranya merupakan sebuah kebahagiaan bagimu ketika engkau mendengar-Nya berkata, "Engkau telah mengakhiri pertandingan yang baik, engkau telah mencapai garis akhir, [2 Timotius 4:7] dan selanjutnya telah tersedia bagimu mahkota kebenaran [2 Timotius 4:8] yang tidak dapat layu [1 Petrus 5:4]." Berjalanlah, hai orang Kristen, dengan waspada dan hati-hati! Berjalanlah, dengan ketakutan dan gemetar yang kudus! Berjalanlah, dengan iman dan keyakinan pada Yesus saja, dan jadikanlah ini permohonanmu terus menerus, "Topanglah aku sesuai dengan janji-Mu." [Mazmur 119:116] Dia mampu, dan Dia sendiri "menjaga supaya jangan kamu tersandung dan membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya." [Yudas 1:24]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





March 15, 2019, 05:56:51 AM
Reply #596
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0315

Jumat, 15 Maret 2019

Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. [2 Timotius 2:1]

Kristus memiliki kasih karunia yang tak terukur dalam diri-Nya sendiri, tetapi Ia tidak menyimpannya untuk diri-Nya sendiri. Seperti waduk yang menjadi kosong melalui aliran ke pipa-pipanya, demikianlah Kristus telah mengalirkan kasih karunia diri-Nya kepada umat-Nya. "Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia." [Yohanes 1:16] Dia tampaknya memiliki kasih karunia hanya supaya dapat diberikan kepada kita. Dia seperti air mancur, selalu mengalir, tapi hanya mengalir untuk memasok kendi-kendi kosong dan bibir-bibir yang haus yang mendekat kepada-Nya. Seperti pohon, Dia menghasilkan buah-buah yang manis, tidak untuk bergantung di dahan, tapi untuk dikumpulkan oleh mereka yang membutuhkan. Kasih karunia, apapun karyanya, baik mengampuni, membersihkan, memelihara, menguatkan, mencerahkan, menghidupkan, maupun memulihkan, selalu didapat dari-Nya secara bebas dan cuma-cuma; juga tidak ada satu bentuk karya kasih karunia yang tidak Dia limpahkan kepada umat-Nya. Seperti darah di dalam tubuh, meskipun mengalir dari jantung, adalah milik bersama setiap anggota tubuh, demikian juga pengaruh dari kasih karunia, adalah warisan bagi setiap orang kudus yang bersatu dengan Anak Domba; di sinilah ada persekutuan yang manis antara Kristus dan Gereja-Nya, lantaran keduanya menerima anugerah yang sama. Kristus adalah Kepala yang kepada-Nya pertama kali minyak urapan dituangkan; tapi minyak yang sama turun sampai ke pinggiran pakaian, sehingga orang kudus yang paling kejam pun memiliki pengurapan dari minyak yang sama mahalnya dengan yang turun ke Kepala. Inilah persekutuan yang sejati, ketika getah kasih karunia mengalir dari batang ke cabang, dan ketika dirasakan bahwa batang itu sendiri ditopang oleh makanan yang sama yang memberi makan cabang. Sebagaimana kita hari demi hari menerima kasih karunia dari Yesus, dan semakin terus mengenali anugerah itu sebagai yang berasal dari Dia, kita semestinya memandang Dia dalam persekutuan-Nya dengan kita, dan menikmati nikmat besar dari persekutuan kita dengan Dia. Marilah kita setiap hari menggunakan kekayaan rahmat kita, dan selalu kembali kepada-Nya sebagai Tuhan kita yang telah berjanji, mengambil dari diri-Nya semua pasokan yang kita butuhkan dengan penuh keyakinan seperti layaknya orang mengambil uang dari dompetnya sendiri.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 16, 2019, 06:03:28 AM
Reply #597
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0316

Sabtu, 16 Maret 2019

Sebab aku menumpang pada-Mu. [Mazmur 39:12] [1]

Ya, O Tuhan, bersama Engkau aku seorang asing, bukannya aku asing bagi Engkau. Semua keterasingan alamiku dari pada-Mu, telah kasih karunia-Mu hapuskan secara efektif; dan sekarang, dalam persekutuan dengan Engkau sendiri, aku berjalan melalui dunia yang penuh dosa ini sebagai musafir di negara asing. Engkau orang asing di dunia-Mu sendiri. Manusia melupakan Engkau, tidak menghormati Engkau, membuat peraturan baru dan adat-istiadat yang asing, dan tidak mengenal Engkau. Ketika Anak-Mu yang Engkau kasihi datang kepada milik kepunyaan-Nya sendiri, mereka tidak menerima-Nya. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya [Yohanes 1:10]. Burung yang berbintik di antara penghuni sarangnya tidaklah lebih asing daripada Anak-Mu yang terkasih di antara saudara-saudara ibu-Nya. Maka tidak heran apabila kemudian diriku yang menghidupi kehidupan Yesus akan menjadi tidak dikenal dan terasing di bawah sini. Tuhan, aku tidak akan menjadi warganegara di mana Yesus adalah seorang asing. Tangan-Nya yang tertusuk paku telah melonggarkan tali yang pernah mengikat jiwaku ke bumi, dan sekarang aku menemukan diriku sebagai orang asing di negeri itu. Bagi orang-orang Babel tempat aku tinggal ini, perkataanku dianggap suatu bahasa asing, sopan santunku dianggap ganjil, dan tindakanku dianggap aneh. Seorang dari bangsa Tartar pun masih lebih merasa berada di rumahnya ketika ia berada di jalan Cheapside [2] daripada diriku di antara orang-orang berdosa yang terus menghantuiku. Tapi justru inilah bagianku yang manis: Aku ini orang asing bersama Engkau. Engkau dan aku sesama penderita, sesama peziarah. Oh, betapa sukacitanya mengembara di dalam persekutuan yang diberkati seperti ini! Hatiku berkobar-kobar oleh cara Engkau berbicara kepadaku, dan meskipun aku seorang pendatang, aku jauh lebih diberkati daripada mereka yang duduk di atas takhta, dan jauh lebih merasa berada di rumah daripada mereka yang tinggal di tempat tinggal mereka yang beratap.

        "Tiada tempat atau saat tersisa bagiku:
        Negeriku ada di setiap iklim;
        Aku bisa tenang dan bebas dari kuatir
        Di pantai manapun, sebab Allah di sana.
        Tempat-tempat kita cari, atau kita hindari,
        Di mana pun jiwa tidak menemukan kebahagiaan:
        Tapi dengan Allah yang membimbing jalan kita,
        Pergi maupun tinggal sama-sama bersukacita."

____________________
[1] Dalam KJV, I am a stranger with thee. Aku seorang asing bersama Engkau.
[2] Cheapside, sebuah jalan di London.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.


March 17, 2019, 11:31:27 AM
Reply #598
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0317

Minggu, 17 Maret 2019

Ingatlah orang-orang miskin. [Galatia 2:10]

Mengapa Allah membiarkan begitu banyak anak-anak-Nya miskin? Dia bisa membuat mereka semua kaya jika Dia berkenan; Dia bisa menaruh kantong-kantong emas di pintu mereka; Dia bisa mengirimkan mereka penghasilan tahunan yang besar; atau menebarkan limpahan persediaan di sekeliling rumah mereka, seperti saat Dia membuat burung puyuh berbaring bertumpuk-tumpuk di seputar perkemahan orang Israel, dan menghujankan roti dari surga untuk memberi mereka makan. Mereka tidak harus miskin, kecuali kalau Dia melihat itu adalah yang terbaik. "Punya Dialah beribu-ribu hewan di gunung” [Mazmur 50:10] — Dia bisa memenuhi kebutuhan mereka; Dia bisa membuat orang terkaya, terbesar, dan terkuat membawa semua kuasa dan kekayaan mereka ke kaki anak-anak-Nya, karena hati semua orang berada dalam kuasa-Nya. Tapi Dia tidak memilih untuk melakukannya; Dia mengijinkan mereka untuk menderita kekurangan, Dia mengijinkan mereka untuk merana di dalam kemelaratan dan ketidakjelasan. Mengapa begini? Ada banyak alasan: salah satunya, untuk memberi kita, yang beruntung dengan kecukupan, sebuah kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada Yesus. Kita menunjukkan kasih kita kepada Kristus ketika kita bernyanyi tentang Dia dan ketika kita berdoa kepada-Nya; tapi jika tidak ada anak-anak yang membutuhkan di dunia ini, kita akan kehilangan hak istimewa yang manis untuk membuktikan kasih kita, dengan melayani dalam bersedekah kepada saudara-saudara-Nya yang miskin; Dia telah menetapkan supaya dengan demikian kita dapat membuktikan bahwa cinta kita bukan sekedar dalam tutur kata, tetapi dalam perbuatan dan dalam kebenaran. [1 Yohanes 3:18] Jika kita benar-benar mengasihi Kristus, kita akan peduli terhadap mereka yang dicintai oleh-Nya. Mereka yang disayangi-Nya akan kita sayangi juga. Marilah kita memandang hal itu bukan sebagai kewajiban tetapi sebagai hak istimewa untuk meringankan kemiskinan domba-domba Tuhan—sambil mengingat perkataan Tuhan Yesus, "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." [Matius 25:40] Tentunya jaminan ini cukup manis, dan alasan ini cukup kuat untuk memimpin kita membantu orang lain dengan tangan yang sukarela dan hati yang mengasihi—mengingat kembali bahwa semua yang kita lakukan untuk umat-Nya diterima oleh Kristus dengan anggun seperti dilakukan untuk diri-Nya sendiri.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 18, 2019, 06:45:58 AM
Reply #599
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0318

Senin, 18 Maret 2019

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. [Galatia 3:26]

Kebapaan Allah berlaku untuk semua anak-anaknya. Ah! Iman-kecil, engkau sudah sering berkata, "Oh, seandainya aku memiliki keberanian seperti Hati-besar, sehingga aku bisa menyandang pedang dan berani seperti dia! Tapi, sayangnya, aku tersandung pada setiap jerami, dan bayangan membuatku takut." Dengarlah, hai Iman-kecil. Hati-besar adalah anak Allah, dan engkau adalah anak Allah juga; dan Hati-besar tidak sedikit pun lebih anak Allah daripada engkau. Petrus dan Paulus, rasul yang sangat digemari, adalah keluarga dari Yang Mahatinggi; dan begitu juga dengan engkau; orang Kristen yang lemah pun anak Allah sama seperti yang kuat.

        “Janji ini berdiri teguh,
        Meski pilar-pilar bumi yang tua runtuh;
        Yang kuat, yang lemah, dan yang aus;
        Sekarang satu di dalam Yesus.”

Semua nama ada di dalam daftar keluarga yang sama. Yang satu mungkin memiliki lebih banyak kasih karunia daripada yang lain, tetapi Allah Bapa surgawi kita memiliki hati yang sama lembutnya kepada semua. Yang satu mungkin melakukan pekerjaan yang lebih berkuasa, dan dapat membawa lebih banyak kemuliaan bagi Bapa-Nya, tetapi dia yang namanya paling kecil dalam Kerajaan Sorga adalah sama-sama anak Allah seperti dia yang berada di antara orang-orang perkasa Sang Raja. Biarlah ini menghibur dan menguatkan kita, ketika kita mendekat kepada Allah dan berkata, "Bapa kami."

Namun, sementara kita terhibur dengan mengetahui ini, mari kita tidak berpuas diri dengan iman yang lemah, tetapi seperti para Rasul, memohon agar iman ditambahkan. Seberapapun lemah iman kita, jika itu iman yang sejati dalam Kristus, pada akhirnya kita akan mencapai surga, namun sepanjang ziarah kita, kita tidak banyak menghormati Tuan kita, dan kita tidak berlimpah dengan sukacita dan damai. Jika engkau ingin hidup untuk kemuliaan-Nya, dan gembira dalam melayani-Nya, berusahalah untuk diisi dengan Roh yang menjadikan engkau anak Allah [Roma 8:15] dengan lebih banyak dan lengkap, sampai kasih yang sempurna mengusir ketakutan.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)