Author Topic: Devosi GRII  (Read 23888 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 19, 2019, 06:23:04 AM
Reply #600
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0319

Selasa, 19 Maret 2019

Diperkuat dalam imannya. [Roma 4:20]

Orang Kristen, peliharalah baik-baik imanmu; karena ingatlah iman adalah satu-satunya jalan engkau bisa mendapatkan berkat. Jika kita ingin berkat-berkat dari Allah, tidak ada yang bisa membawanya turun kecuali iman. Doa tidak bisa menarik jawaban turun dari takhta Allah kecuali doa itu adalah doa yang sungguh-sungguh dari seorang yang percaya. Iman adalah malaikat pembawa pesan antara jiwa kita dengan Tuhan Yesus dalam kemuliaan. Bila malaikat itu diambil, kita tidak bisa mengirimkan doa kita, ataupun menerima jawabannya. Iman adalah kabel telegraf yang menghubungkan bumi dan surga—di mana pesan kasih Allah terbang dengan sangat cepat, sehingga sebelum kita memanggil Dia menjawab, dan sebelum kita berbicara Dia mendengar kita. Tetapi jika kabel telegraf iman itu putus, bagaimana bisa kita menerima janji tersebut? Apakah aku sedang dalam masalah?—Aku bisa mendapatkan bantuan untuk masalahku melalui iman. Apakah aku sedang dikepung dan dipukuli musuh?—jiwaku berbaring dalam perlindungannya yang teduh melalui iman. Tetapi kalau saja iman itu diambil—sia-sialah aku memanggil Allah. Tidak ada jalan lain di antara jiwaku dan surga. Di dalam musim dingin yang paling dingin, iman adalah sebuah jalan di mana kuda-kuda yang membawa doa dapat melintas—ya, dan tentu saja lebih baik oleh sebab hawa beku yang menggigit; tetapi kalau saja jalan itu ditutup, bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan Sang Raja Agung? Iman menghubungkanku dengan Sang Ilahi. Iman menyelimutiku dengan kekuatan Allah. Iman menarik kemahakuasaan TUHAN ke sisiku. Iman memastikan setiap sifat Allah menjadi pelindungku. Iman menolongku menolak undangan neraka. Iman membuatku melangkah maju menginjak leher musuh-musuhku. Tetapi tanpa iman, bagaimana mungkin aku mendapatkan apapun dari Tuhan? Janganlah ia yang bimbang—sama seperti gelombang laut—orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Allah. [Yakobus 1:6-7] O, orang Kristen, perhatikanlah baik-baik imanmu; karena dengannya engkau bisa menang terhadap segala sesuatu, seberapapun miskinnya engkau, tetapi tanpanya engkau tidak akan mendapat apa-apa. “Jika engkau percaya, tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” [Markus 9:23]
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 20, 2019, 05:28:40 AM
Reply #601
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0320

Rabu, 20 Maret 2019

Kekasihku. [Kidung Agung 2:8]

Ini adalah sebuah nama emas yang biasa diberikan oleh Gereja kuno di saat-saat sukacita kepada Yang Diurapi TUHAN. Waktu nyanyian burung datang, dan suara tekukur terdengar di tanahnya, surat cintanya lebih manis daripada keduanya, saat dia bernyanyi, "Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.” [Kidung Agung 2:16] Pernah dalam kidung agungnya dia memanggil-Nya dengan nama-Nya yang penuh kegemaran itu, "Kekasihku!" Bahkan di musim dingin yang panjang, ketika penyembahan berhala telah membuat taman TUHAN layu, nabi-Nya menemukan tempat untuk meletakkan beban TUHAN sebentar, dan mengatakan, seperti yang Yesaya katakan, "Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya." [Yesaya 5:1] Meskipun orang-orang kudus belum pernah melihat wajah-Nya, meskipun Dia belum menjadi daging, belum tinggal di antara kita, dan manusia belum melihat kemuliaan-Nya, namun Dia adalah penghiburan bagi Israel, harapan dan sukacita dari semua umat terpilih, "Kekasih" dari semua orang-orang yang jujur di hadapan Yang Maha Tinggi. Kita, pada hari-hari musim panas Gereja, juga terbiasa untuk berbicara tentang Kristus sebagai Kekasih terbaik jiwa kita, dan merasa bahwa Dia sangat berharga, "menyolok mata di antara selaksa orang [Kidung Agung 5:10], dan segala sesuatu padanya menarik [Kidung Agung 5:16]." Sungguh benar bahwa Gereja mengasihi Yesus, dan mengklaim Dia sebagai Kekasihnya, sehingga sang rasul berani menghadapi seluruh alam semesta yang hendak memisahkan Gereja dari kasih Kristus, dan menyatakan bahwa baik penganiayaan, kesesakan, penderitaan, bahaya, atau pedang tidak mampu memisahkan mereka [Roma 8:35]; bahkan, dia dengan gembira bermegah, "Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." [Roma 8:37] O betapa kami ingin mengenal-Mu lebih dalam, Engkau yang selamanya berharga!

        “Kasih-Mulah milikku satu-satunya;
        Di bumi di bawah atau di surga di atas,
        Aku tak punya harta yang lain;
        Dan meskipun sungguh-sungguh aku berdoa memohon,
        Dan mendesak Engkau hari demi hari,
        Aku tidak meminta lebih dari-Mu.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




March 21, 2019, 06:09:38 AM
Reply #602
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0321

Kamis, 21 Maret 2019

Kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. [Yohanes 16:32]

Sedikit yang bersekutu dalam dukacita Getsemani. Sebagian besar murid-murid itu tidak memiliki kasih karunia yang cukup berkembang untuk diizinkan menyaksikan misteri "penderitaan." Sibuk dengan pesta Paskah di rumah mereka sendiri, mereka mewakili banyak orang yang hidup menurut huruf-huruf, tetapi dalam semangat injili mereka tidak lebih dari bayi. Untuk dua belas murid, bukan, hanya untuk sebelas murid diberikan hak istimewa untuk memasuki Getsemani dan melihat "penglihatan yang hebat itu." [Keluaran 3:3] Dari sebelas, delapan ditinggalkan di kejauhan; mereka memiliki persekutuan, tapi bukan persekutuan sedalam itu yang hanya mereka yang terkasih yang boleh diizinkan masuk. Hanya tiga yang sangat diperkenan yang bisa mendekati tabir dukacita misterius Tuhan kita: bahkan mereka tidak boleh mengganggu di dalam tabir ini; jarak sepelempar batu harus disisakan. Dia harus melakukan pengirikan sendirian [Yesaya 63:3], dan tidak ada seorang pun yang boleh bersama Dia. Petrus dan kedua anak Zebedeus, mewakili beberapa yang terkemuka, orang-orang kudus yang berpengalaman, yang dapat dicatat sebagai "Bapa-bapa," mereka ini telah melakukan aktivitasnya di perairan yang luas, sedikit banyak dapat mengukur gelombang Atlantik penderitaan Penebus mereka yang sungguh besar itu. Kepada beberapa roh yang terpilih, diberikan konflik yang khusus dan luar biasa, demi kebaikan orang lain, dan demi memperkuat mereka di masa depan, mereka boleh masuk ke lingkaran yang lebih dalam dan mendengar permohonan dari Imam Besar yang menderita; mereka memiliki persekutuan dengan Dia di dalam penderitaan-Nya, dan menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. [Filipi 3:10] Namun bahkan mereka ini tidak bisa memasuki tempat-tempat rahasia dari duka sang Juruselamat. "Penderitaan-Mu yang tersembunyi" merupakan satu ungkapan yang luar biasa dari liturgi Yunani: ada ruang batin di dalam kesedihan Tuan kita yang tertutup dari pengetahuan dan persekutuan manusia. Di sana Yesus “ditinggalkan seorang diri”. Di sini Yesus adalah “Karunia yang tak terkatakan!” [2 Korintus 9:15] lebih daripada segalanya. Sungguh benar Watts ketika ia bernyanyi—

        “Dan segala sukacita tersembunyi yang Ia beri,
        Dibeli-Nya dengan penderitaan yang tersembunyi.”

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 22, 2019, 07:14:23 AM
Reply #603
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0322

Jumat, 22 Maret 2019

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa. [Matius 26:39]

Ada beberapa pelajaran dalam doa Juruselamat kita di saat-saat ujian-Nya. Doa-Nya dalam kesendirian. Dia menarik diri bahkan dari tiga murid yang paling dikasihi-Nya. Orang percaya, banyak-banyaklah berdoa sendirian, terutama saat terkena ujian. Doa keluarga, doa sosial, doa di Gereja, tidak akan cukup. Semua itu memang sangat berharga, tetapi rempah-rempah olahan yang terbaik akan berbau wangi di pedupaanmu melalui pengabdian pribadimu, di mana tidak ada telinga lain yang mendengar selain telinga Allah.

Doa-Nya rendah hati. Lukas mengatakan Dia berlutut, tapi penginjil yang lain mengatakan bahwa Ia "bersujud sampai wajah-Nya menyentuh tanah." [Matius 26:39, KJV] Jika demikian, di mana seharusnya tempatmu, engkau hamba remeh dari Sang Tuan Agung? Betapa debu dan abu harus menutupi kepalamu! Kerendahan hati adalah tumpuan kaki yang baik dalam doa. Tidak mungkin kita dapat terus bersama Allah kecuali kita merendahkan diri kita sehingga mungkin Dia meninggikan kita pada waktunya.

Doa-Nya kekeluargaan. "Abba, ya Bapa." [Roma 8:15] Dengan menagih bahwa engkau sudah dijadikan salah satu anak Allah, engkau akan mendapati Bapa sebagai benteng pada hari ujian. Engkau tidak lagi memiliki hak sebagai subyek, karena engkau telah kehilangan hak itu karena pengkhianatanmu; namun tidak ada yang dapat mengambil dari seorang anak hak atas perlindungan ayahnya. Jangan takut berkata, "Bapaku, dengarlah seruanku."

Perhatikanlah bahwa doa-Nya tekun. Dia berdoa tiga kali. Jangan berhenti sampai engkau menang. Jadilah seperti janda yang terus mendesak, yang terus-menerus datang sehingga ia diterima meskipun ketika pertama kali memohon, ia tidak dikabulkan. Tetaplah berdoa [1 Tesalonika 5:17], dan bertekunlah juga di dalam ucapan syukur.

Terakhir, doa-Nya merupakan penyerahan diri. "Tetapi, janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Berserah, dan Allah akan memberikan. Biarlah yang terjadi adalah kehendak Allah, dan Allah yang akan menentukan yang terbaik. Puaslah engkau menyerahkan doa-Mu ke dalam tangan-Nya yang tahu kapan harus memberi, dan bagaimana memberi, dan apa yang harus diberi, dan apa yang harus ditahan. Jadi dengan memohon, dengan sungguh-sungguh, terus-menerus, namun rendah hati dan berserah, engkau pasti menang.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




March 23, 2019, 05:44:22 AM
Reply #604
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0323

Sabtu, 23 Maret 2019

Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. [Lukas 22:44]

Tekanan mental yang timbul dari pergumulan Tuhan kita dengan cobaan, begitu memaksa tubuh-Nya gempar dengan tidak wajar, sehingga pori-pori-Nya menitikkan banyak darah yang jatuh ke tanah. Ini membuktikan betapa luar biasa beban dosa yang saat itu mampu menghancurkan Sang Juruselamat sehingga titik-titik darah-Nya tersuling keluar! Ini menunjukkan kuat perkasa cinta-Nya. Adalah pengamatan yang sangat cantik dari Isaac Ambrose tua bahwa getah yang dicucurkan dari pohon tanpa dipotong terlebih dahulu selalu adalah yang terbaik. Pohon bunga pacar yang berharga ini menghasilkan rempah-rempah yang paling manis ketika terluka oleh cambuk yang bersimpul-simpul, juga ketika ditusuk paku di salib; tapi lihat, pohon itu memberikan rempah-rempah yang terbaik saat tidak ada cambuk, paku, maupun luka. Ini menyatakan penderitaan Kristus itu sukarela, karena tanpa tombak pun darah mengalir deras. Tidak perlu menaruh lintah, atau menyayat dengan pisau; darah-Nya mengalir secara spontan. Tidak perlu para penguasa berteriak, "Berbual-buallah, hai sumur!" [Bilangan 21:17] dari-Nya sendiri darah menyembur seperti aliran merah kirmizi. Jika seseorang menderita kesakitan batin yang besar, rupanya darah bergegas menuju jantung. Pipi menjadi pucat; rasanya seperti ingin pingsan; darah mengalir ke dalam seolah-olah ingin memelihara manusia batiniah saat seorang manusia melewati ujian. Tapi lihat Juruselamat kita dalam penderitaan-Nya; Dia sama sekali tidak mementingkan diri, bahwa kesakitan-Nya alih-alih membuat darah-Nya menuju ke jantung untuk memelihara diri-Nya sendiri, kesakitan itu justru mendorong darah ke luar untuk memerciki bumi. Penderitaan Kristus, yang sampai-sampai membuat-Nya tertuang ke tanah, menggambarkan kepenuhan persembahan yang Ia beri kepada umat manusia.

Apakah kita tidak menyadari seberapa hebat pergulatan yang telah Ia lalui, dan tidakkah kita mendengar suara itu bagi kita? "Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah." [Ibrani 12:4] Lihatlah Rasul Agung dan Imam Besar kita yang kita beritakan, dan cucurkan keringat bahkan darah daripada menyerah kepada si penggoda besar jiwamu.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 24, 2019, 05:01:21 AM
Reply #605
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0324

Minggu, 24 Maret 2019

Karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. [Ibrani 5:7] [1]

Apakah rasa takut ini timbul dari gagasan dari neraka bahwa Ia benar-benar ditinggalkan? Mungkin ada ujian yang lebih sulit daripada ini, tapi pastinya ini merupakan salah satu yang tersulit jika benar-benar ditinggalkan, bukan? "Lihat," kata Iblis, "Engkau tidak lagi mempunyai kawan! Bapa-Mu telah menutup pintu hati kasih sayang-Nya terhadap Engkau. Tak seorang malaikat pun di pelataran-Nya yang akan mengulurkan tangannya untuk menolong Engkau. Seluruh surga diasingkan dari-Mu; Engkau ditinggalkan sendirian. Lihat kawan-kawan yang dengannya Engkau pernah bergaul dengan baik, apakah mereka layak menjadi kawan-Mu? Anak Maria, lihatlah saudara-Mu Yakobus, lihatlah murid yang Kaukasihi Yohanes, dan rasul-Mu yang berani Petrus, lihatlah para pengecut ini tertidur ketika Engkau sedang menderita! Lihat! Tidak ada lagi kawan yang tersisa di surga ataupun di bumi. Seluruh neraka melawan Engkau. Aku telah mempersiapkan liang neraka milikku. Aku telah mengirim surat resmi ke seluruh wilayah memanggil setiap pangeran kegelapan menyerang-Mu malam ini juga, dan kami tidak akan menyayangkan satu anak panah pun, kami akan menggunakan seluruh kekuatan neraka kami untuk menindas Engkau: dan apa yang bisa Kaulakukan, hai Engkau yang tersendiri?" Mungkin, memang inilah pencobaan-Nya; kami rasa demikian, karena munculnya seorang malaikat kepada-Nya itu menguatkan Dia dan menghapus rasa takut-Nya. Karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan; Ia tidak lagi sendiri, tetapi surga bersama-Nya. Bisa jadi inilah alasan mengapa Dia tiga kali mendapati murid-murid-Nya—seperti kata Hart —

        "Tiga kali Ia berlari bolak-balik,
        Seakan Ia mencari pertolongan manusia."

Ia akan melihat sendiri apakah benar bahwa semua orang memang telah meninggalkan-Nya; Ia mendapati mereka semua tertidur; tetapi mungkin Ia sedikit terhibur saat mendapati bahwa mereka tertidur bukan karena mengkhianati-Nya, tapi karena dukacita [Lukas 22:46], roh memang penurut, tetapi daging lemah [Matius 26:41]. Bagaimana pun, karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Yesus didengarkan di dalam dukacita-Nya yang paling dalam; jiwaku, engkau pun akan didengarkan.
____________________
[1] Dalam KJV, He was heard in that he feared. Dia didengar karena Dia takut.

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




March 25, 2019, 06:46:30 AM
Reply #606
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0325

Senin, 25 Maret 2019

Engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman? [Lukas 22:48]

"Seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah." [Amsal 27:6] Hendaklah aku waspada ketika dunia memasang wajah yang tampak penuh kasih, karena, jika memungkinkan, dunia akan mengkhianati aku seperti dunia telah mengkhianati Tuanku dengan ciuman. Sering kali, ketika orang mau menikam agama, ia akan terlihat sangat menaruh hormat kepada agama. Hendaklah aku waspada terhadap orang munafik bermuka licin yang mendahului paham bidat dan melenceng. Mengetahui bahwa kejahatan itu penuh tipu daya, hendaklah aku cerdik seperti ular dalam mendeteksi dan menghindari rancangan si musuh. Seorang pemuda, yang hampa akan pengertian, telah disesatkan oleh ciuman seorang wanita asing: semoga jiwaku dengan penuh anugerah dapat belajar dalam hari-hari ini, bahwa "berbagai-bagai bujukan" dunia tidak dapat berpengaruh apa-apa kepada diriku. ROH KUDUS, jangan biarkan aku, anak manusia yang lemah, diserahkan dengan ciuman!

Tapi bagaimana kalau aku justru berdosa dalam hal yang sama dengan Yudas, yang telah ditentukan untuk binasa [Yohanes 17:12]? Aku telah dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus; aku anggota dari Gereja-Nya yang kelihatan; aku duduk di meja perjamuan: semua ini merupakan banyak ciuman bibirku. Apakah aku tulus dalam melakukannya? Jika tidak, aku seorang pengkhianat yang hina. Apakah aku hidup di dunia dengan seenaknya seperti yang orang lain lakukan, tetapi mengaku sebagai pengikut Yesus? Jika demikian, aku membuat agama diolok-olok, dan membuat orang-orang mengatakan yang jahat tentang nama Kudus yang oleh-Nya aku dipanggil. Sudah pasti, jika aku bertindak dengan tidak konsisten seperti itu, aku adalah seorang Yudas, dan lebih baik jika aku tidak dilahirkan. [Markus 14:21] Beranikah aku berharap diriku bersih dalam hal-hal tadi? Jika ya, O Tuhan, jagalah diriku agar tetap bersih. Ya Tuhan, jadikan diriku tulus dan jujur. Lindungi aku dari segala jalan yang salah. Jangan biarkan diriku mengkhianati Juruselamatku. Aku sungguh mengasihi Engkau, Yesus, dan meskipun aku sering mendukakan Engkau, aku ingin tetap setia bahkan sampai mati. Ya Allah, jangan izinkan diriku menjadi seorang profesor yang tinggi menjulang tetapi akhirnya jatuh ke dalam lautan api karena mengkhianati Tuanku dengan ciuman.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 26, 2019, 05:44:15 AM
Reply #607
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0326

Selasa, 26 Maret 2019

Jawab Yesus: Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi. [Yohanes 18:8]

Perhatikanlah, hai jiwaku, kepedulian yang ditunjukkan Yesus kepada domba-domba di tangan-Nya, bahkan saat Dia diuji! Keinginan-Nya yang terbesar itu tetap kuat hingga di dalam kematian. Dia menyerahkan diri-Nya kepada si musuh, tapi Dia mengucapkan sepatah kata kuasa untuk membebaskan murid-murid-Nya. Diri-Nya sendiri, seperti domba yang kelu di depan si pencukur, diam dan tidak membuka mulut-Nya, tapi demi para murid-Nya Dia berbicara dengan daya Mahakuasa. Inilah kasih itu; kasih yang tetap, tidak mementingkan diri, dan setia. Tapi bukankah di sini ada yang lebih dalam daripada apa yang terlihat di permukaan? Apakah kita memiliki jiwa dan roh penebusan di dalam kata-kata ini? Sang Gembala yang Baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya [Yohanes 10:15] agar mereka dapat dilepaskan. Sang Penjamin sudah terikat, dan tuntutan keadilan menyatakan bahwa mereka yang sudah digantikan oleh-Nya harus boleh pergi. Di tengah-tengah perbudakan Mesir, suara itu berdenging sebagai firman yang berkuasa, "Biarkanlah mereka ini pergi." Orang-orang yang ditebus harus keluar dari perbudakan dosa dan Iblis. Dalam setiap sel penjara bawah tanah Putus Asa, suara ini bergema, "Biarkanlah mereka ini pergi," maka Si Patah Semangat dan Si Banyak Takut pun keluar. Iblis mendengar suara yang amat dikenalnya, sehingga ia mengangkat kakinya dari leher orang-orang yang jatuh; dan kedengaran oleh Maut, sehingga kuburan membuka gerbang-gerbangnya agar orang-orang mati bangkit. "Pergi" berarti kemajuan, kekudusan, kemenangan, kemuliaan; dan tidak ada yang berani menahan mereka di dalamnya. Singa tidak boleh menghalangi mereka, juga binatang buas tidak boleh mengejar mereka. "Rusa di kala fajar” [Mazmur 22:1] telah menarik para pemburu yang kejam mendekatinya, dan sekarang kijang-kijang dan rusa-rusa di padang yang paling penakut pun dapat merumput dalam damai yang sempurna di antara bunga-bunga bakung kesukaan mereka. Awan dan guntur telah menggelegar di atas Salib Kalvari, maka peziarah Sion tidak akan pernah disambar petir balas dendam. Datanglah, hai hatiku, bersukacitalah di dalam pengamanan dari Penebus yang membuatmu kebal, dan pujilah nama-Nya sepanjang hari dan setiap hari.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.





March 27, 2019, 07:28:52 AM
Reply #608
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0327

Rabu, 27 Maret 2019

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. [Matius 26:56]

Dia tidak pernah meninggalkan mereka, tetapi mereka karena takut akan hidup mereka, meninggalkan Dia dari awal permulaan penderitaan-Nya. Ini hanyalah sebuah contoh yang mengajarkan kita lemahnya setiap orang percaya jika mereka dibiarkan sendiri; mereka paling-paling hanyalah domba, dan mereka melarikan diri ketika serigala datang. Mereka semua telah diperingatkan akan datangnya bahaya, dan mereka telah berjanji lebih baik mati daripada meninggalkan Tuan mereka; namun mereka tiba-tiba dihinggapi panik, dan melarikan diri. Mungkin saja, pada awal hari ini, aku telah memutuskan dalam pikiran untuk menanggung ujian demi Tuhan, dan membayangkan bahwa diriku pasti akan setia dengan sempurna; tapi hendaklah aku sangat cemburu pada diriku sendiri, jangan-jangan aku sama seperti para rasul itu, memiliki hati jahat yang tidak percaya, yang akan meninggalkan Tuhanku. Berjanji jauh berbeda dengan melaksanakan. Padahal apabila mereka gagah berdiri di sisi Yesus, itu merupakan kehormatan yang kekal bagi mereka; tetapi mereka lari dari kehormatan; semoga aku dilindungi agar tidak meniru mereka! Di mana lagi mereka bisa begitu aman selain dekat Tuan mereka, yang saat itu bisa saja memanggil dua belas pasukan malaikat [Matius 26:53]? Mereka lari dari keselamatan mereka yang sejati. Ya Allah, janganlah aku berlaku bodoh juga. Anugerah ilahi dapat menjadikan pengecut berani. Kain lenan yang berasap bisa menyala seperti api di atas mezbah jikalau Tuhan menghendakinya. Para rasul ini, yang penakut seperti kelinci, tumbuh menjadi berani bagaikan singa setelah Roh itu turun ke atas mereka, demikian pula ROH KUDUS dapat membuat jiwaku yang penakut berani mengakui Tuhan dan bersaksi tentang kebenaran-Nya.

Pastilah kepedihan yang begitu mendalam dirasakan Juruselamat saat Dia melihat teman-teman-Nya begitu tidak beriman! Itu memang salah satu bahan dari isi cawan-Nya; tapi cawan itu sekarang sudah kering; biarlah aku tidak menambahkan setetes lagi ke dalam cawan itu. Jika aku meninggalkan Tuhanku, aku akan menyalibkan lagi Dia, dan menghina-Nya di muka umum [Ibrani 6:6]. Lindungi aku, ya Roh yang terpuji, dari akhir hidup yang begitu memalukan itu.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.



March 28, 2019, 05:44:22 AM
Reply #609
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24063
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0328

Kamis, 28 Maret 2019

Kasih Kristus yang melampaui segala pengetahuan. [Efesus 3:19]

Manisnya, penuhnya, besarnya, dan setianya kasih Kristus melampaui segala pemahaman manusia. Di mana dapat ditemukan suatu bahasa yang mampu menjelaskan kasih-Nya terhadap anak-anak manusia yang tiada saing dan tiada banding itu? Kasih-Nya begitu luas dan tak terbatas, seperti burung layang-layang hanya menepis air tanpa menyelami kedalaman airnya, semua kata yang menjelaskan kasih-Nya hanya menyentuh permukaan, padahal di bawahnya kasih-Nya itu tak terukur. Pantas saja seorang penyair mengatakan,

        "O kasih, engkau adalah jurang tak berdasar!"

karena kasih Kristus memang tak terukur dan tak terpahami; tak ada yang dapat mengarungi kedalamannya. Sebelum kita dapat memiliki ide yang tepat tentang kasih Yesus, kita harus memahami besarnya keagungan dan kemuliaan-Nya sejak semula, dan inkarnasi-Nya ke dalam bumi yang hina. Tapi siapa yang dapat membuat kita paham akan keagungan Kristus? Ketika Dia bertakhta di langit yang tertinggi, Dia sungguh Sang Allah yang sejati; olehnya segala langit diciptakan, termasuk segala isinya. Lengan-Nya sendiri yang Mahakuasa menopang bulatan bumi; pujian dari kerubim dan serafim terus-menerus mengelilingi-Nya; segenap paduan suara menyerukan haleluya alam semesta yang tak henti-hentinya mengalir ke kaki takhta-Nya: Dia memerintah di atas semua ciptaan-Nya, Allah atas segalanya, yang terpuji selamanya. Siapa yang bisa menceritakan betapa tingginya kemuliaan-Nya? Di sisi lain, siapa yang dapat menceritakan betapa rendahnya Dia turun? Menjadi manusia, apalagi menjadi seorang manusia yang penuh kesengsaraan, apalagi mengalirkan darah, mati, menderita, semua itu ditanggung oleh Dia yang adalah Anak Allah. Terlebih lagi mengalami penderitaan yang tiada tandingnya — menanggung maut hinaan dan ditinggalkan oleh Bapa-Nya, inilah betapa dalam kasih perendahan diri yang tidak mungkin diselami bahkan oleh pikiran manusia yang terbaik. Inilah kasih itu! [1 Yohanes 4:10] dan sungguh, itulah kasih yang "melampaui segala pengetahuan." O semoga kasih ini mengisi hati kita dengan rasa kagum penuh ucapan syukur, dan memimpin kita dalam mewujudkan kuasa kasih itu.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)